• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.2 Hasil Wawancara .1 Informan 1

Nama : Titi

Usia : 20 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Mahasiswi

Tanggal Wawancara : Sabtu, 27 Juni 2020

Titi merupakan seorang mahasiswa ekstensi yang sudah menyelesaikan studi D3 nya dan akan melanjutkan program S1. Mahasiswi yang sudah menyelesaikan perkuliahan di salah satu politeknik negeri di kota Medan ini bersedia untuk menjadi informan pertama pada penelitian ini. Perempuan berusia 20 tahun ini sedang memiliki waktu yang sangat luang dikarenakan masa pandemi dan masih belum memulai studi lanjutannya di salah satu universitas swasta di kota Medan.

Waktu luang yang dimiliki titi menjadikannya tidak memiliki kesibukan apapun sejak November tahun 2019 dikarenakan sudah menyelesaikan D3-nya saat itu. Hal ini lah yang menjadikan titi kembali aktif di akun Roleplayer Twitter yang awalnya sudah berniat untuk meninggalkan Roleplayer. Titi yang sudah bergabung di Roleplayer sejak tahun 2014, dimana pada saat itu Titi masih duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas. Titi mengaku mengetahui Roleplayer dari media sosial Facebook saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, pada saat itu Titi belum mengetahui cara bermain Roleplayer.

“Pertama kali saya tau Roleplayer itu kan dari facebook, karna di facebook itu ada grup. Jadi isi grupnya itu ada foto idol korea dan bahasannya kek ga biasa gitu. Waktu itu ada teman SMP yang main Roleplayer, ternyata Roleplayer itu kita memerankan artis atau idola kpop gitu. Jadi saya taunya dari facebook pertama kali.”

Titi memang sudah mengetahui Roleplayer saat masih Sekolah Menengah Pertama tapi Titi masih belum paham cara bermain Roleplayer. Sehingga saat kelas XI Sekolah Menengah Atas Titi belajar dari teman sekelasnya yang sudah bermain Roleplayer setahun sebelum Titi bermain Roleplayer. Titi memutuskan bergabung pada saat duduk di kelas XI Sekolah Menengah Atas. Pertama kali bergabung di Blackberry Massanger lalu memutuskan untuk pindah ke media sosial Twitter.

Bermain Roleplayer di aplikasi pesan Blackberry Massanger memang tidak seramai di Twitter dan kegiatan yang dilakukan juga tidak sebanyak kegiatan yang ada di Twitter. Menurut Titi sendiri arti Roleplayer itu adalah game, dimana penggunanya harus berperan atau memerankan orang lain yaitu, artis K-Pop.

Kegiatan yang Titi lakukan di Roleplayer yaitu join dengan beberapa squad, agency dan juga grup Direct Massanger. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadikan Titi harus aktif di Roleplayer. Namun, Titi cukup handal untuk membagi waktunya dengan kegiatan dunia nyata dan bermain Roleplayer.

“Jika dunia nyata benar-benar senggang seperti kayak kalo siang pagi ada kegiatan sekolah atau kuliah main Roleplayer nya sore atau malam, harus benar-benar senggang”

Titi memang menganggap Roleplayer hanya sekedar tampat bermain peran atau game. Walaupun menjadikan Roleplayer sebagai hiburan dikala senggang Titi tidak hanya mendapat hiburan saja dari Roleplayer, Titi juga mendapatkan keuntungan berupa duit. Dimana Titi juga pernah menjual akun Twitter dan beberapa hal yang dibutuhkan dalam bermain Roleplayer seperti editan foto dan lain sebagainya. Dapat disebutkan aktivitas Titi tersebut adalah bisnis akun, dimana banyak ditemukan pengguna akun K-Pop Roleplayer Twitter yang juga melakukan aktivitas tersebut. Namun keuntungan-keuntungan tersebut bukan lah menjadi alas an untuk Titi tetap bergabung.

“Paling banyak ribuan, 4 ribuan”

“Kurang lebih kalau ngga salah ada 13”

Titi yang memliki empat ribu Mutuals atau pengikut, memiliki mutual sebanyak itu tidak menjamin akun Roleplayer akan menjadi ramai dan banyak aktivitas interaksi. Hal itu dikarenakan Titi harus menemukan beberapa pengguna akun K-Pop Roleplayer Twitter dari ribuan mutualnya yang akan bersedia menjadi Fambest. Empat ribu mutual yang Titi miliki, Titi hanya memiliki 13 orang Fambest. Ketiga belas orang tersebutlah yang menjadikannya betah berlama-lama untuk aktif di akun Roleplayer Twitter yang ia miliki. Selain peran Fambest yang dianggap Titi penting untuk kehidupan Roleplyer nya. Kehadiran seorang couple Roleplayer juga memiliki peran penting. Titi sempat merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang kekasih Virtual di Rolepalyer, namun untuk saat ini Titi tidak memiliki seorang Couple.

“Arti Fambest menurut saya itu adalah seperti di Real Life kita kan punya keluarga, jadi di Roleplayer juga Fambest itu bener-bener seperti keluarga dimana tempat kita berkeluh kesah, yang merangkul kita”

“Saat ini tidak, tapi dulu pernah”

“Seperti dunia nyata juga kan kita kalo di Roleplayer namanya couple kalo di Real Life namanya pasangan. Jadi ya pasangan itu orang yg sangat penting di Roleplayer karena orang yang kita berbagi cerita berbagi apapun lah kisah kisah di Roleplayer berbagi kasih sayang”

Sejatinya pengguna akun Roleplayer atau pengguna-pengguna yang bergabung di Roleplayer harus memainkan perannya dengan baik dan tidak mempublikasikan identitas aslinya ataupun tentang kehidupan Real Life nya.

Namun, informan pertama penelitian ini mengaku pernah dengan sengaja mengunggak identitasnya dengan men-Tweet kegiatan Real Life yang sedang dilakukannya dan hal ini berlangsung dalam beberapa kali kesempatan. Tidak hanya melakukan MunTalk, Titi juga sering membahas tentang kehidupan nyatanya kepada Fambest dan Couple pada saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan karena ingin merasa ingin lebih dekat dengan Fambest dan Couple.

“Biasanya sih engga, tetapi kalo udah privasi engga memberi tahu”

“Karena ya untuk membangun suasana aja antara kita dan Fambest, membuat topik agar lebih dekat dan nyaman kepada Fambest dan Couple.”

“Biasanya umur, domisili tempat tinggal, jenjang pendidikan, masalah Real Life juga kadang-kadang”

“Biasanya sih ngga tapi kalau udah terlalu privacy saya ngga memberitahu”

Alasan tersebut juga lah yang mendorong informan pertama untuk membuka diri dengan membagikan informasi pribadi kehidupan nyatanya.

Informasi tentang pribadi yang sering Titi ungkapkan adalah seputar umur, domisili atau tempat tinggal, jenjang pendidikan, dan sampai masalah Real Life yang sedang dihadapi pada saat itu. Selain Titi mengungkapkan informasi tentang dirinya, hal ini juga dilakukan oleh lawan berbicara atau Fambest dan Couple di akun Roleplayer. Dalam melakukan keterbukaan diri Titi biasanya tidak memberi batasan namun jika sudah dirasa terlalu menyangkut privacy Titi tidak akan melanjutkan percakapan dan tidak akan memberi tau. Titi juga membagikan akun pribadi instagram dan nomor whatsapp kepada Fambest yang sudah dianggap dekat. Intensitas Titi dalam melakukan Keterbukaan Diri Roleplayer tidak begitu sering hanya saat tertentu saja. Menurut Titi lawan bicara yang paling bisa diajak untuk saling membuka diri dan berbagi tentang informasi pribadi adalah Fambest dan Couple.

“Jika saya berbagi kek misalanya curhat curhatan gitu saya merasa plong merasa puas dan lebib dekat dengan Couple dan Fambest.”

Ungkapan Titi diatas adalah suatu timbal balik yang Ia dapatkan dari Fambest maupun Couple saat melakukan Keterbukaan diri. Titi beranggapan saat menceritakan masalah pribadainya, respon yang didapatkan dari Fambest dan Couple sangat berbeda dari respon teman atau keluarga di kehiduapan nyata. Titi pun mengaku bahwa lebih puas dengan solusi atau respon yang diberikan oleh Fambest dan Couple. Keterbukaan Diri yang dilakukan oleh Titi kepada Fambest dan Couple juga menjadikan Titi merasa semakin dekat dan nyaman dengan hubungannya. Karena menurutnya dengan mengetahui banyak cerita tentang

kehidupan nyata Fambest nya membuat dirinya merasa nyaman dengan hubungan yang dijalin.

“Ya tentu saja, dengan mengetahui cerita dari meraka kita jadi banyak tau dari mereka dan banyak yang kita tanya merasa makin dekat aja.”

4.1.2.2 Informan 2

Nama : Nabila

Usia : 21 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Pegawai Swasta Tanggal Wawancara : Jumat, 3 Juli 2020

Informan kedua merupakan seorang pegawai swasta yang sudah berusia 21 tahun. Nabila sudah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2016 di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di kota Medan. Perhotelan dipilih menjadi jurusan yang ditempuh oleh Nabila, selama duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan.

Nabila sudah memiliki banyak pengalaman di dunia kerja dan saat ini Nabila masih terikat kontrak dengan salah satu Perusahaan Swasta di kota Medan. Walaupun harus mengerjakan pekerjaan dirumah saja atau work from home dan harus memikirkan untuk mencari pekerjaan lain. Karena musibah pandemi yang sudah berlangsung hampir 4 bulan lamanya.

Nabila sudah bergabung di Roleplayer sejak tahun 2013, tepatnya akhir- akhir 2013 pada saat Nabila masih bersekolah. Nabila memutuskan bergabung sesaat setelah dia melihat teman sekelasnya yang memiliki akun Roleplayer Twitter. Pada saat setelah membuat akun Roleplayer Nabila sama sekali belum mengetahui cara bermain peran tersebut. Nabila juga merasa malu harus menanyakannya kepada temannya yang membuatnya tertarik dengan Roleplayer.

“Dari kawan waktu itu, pas kelas satu. Jadi waktu itu kawan main twitter followers nya kok banyak jadi kan kaget, 5 ribu. yaudah rupanya bionya dia korea korea gitu suka korea rupanya. terakhir bikin akun sendiri deh tanpa bilang bilang ya, waktu itu bikin aja sendiri eh ketauan ama dia terakhir diajarin sama dia Roleplayer itu apa.”

Bagi Nabila sendiri arti Roleplayer diungkapkan lebih luas dan lebih deskriptif tentang apa sebenarnya Roleplayer itu dan apa saja yang ada didalamnya.

Nabila mengartikan Roleplayer sebagai dunia imajinasi. Benar sekali, Roleplayer sebenarnya merupakan dunia imajinasi, dimana segala kegaitan yang berlangsung di Roleplayer berdasarkan dari imajinasi si pengguna. Bayangkan saja memainkan peran dengan karakter yang sama sekali tidak dimiliki oleh pengguna, menjadikannya harus berpura-pura dan menjadi bukan dirinya sendiri.

“Apa ya, dunia imajinasi kali ya kalo orang suka korea mainnya dunia imajinasi gitu lho. Dari situ kita jadi tau artis korea itu yang mana-mana aja dari Gender Agency nya sama status artisnya itu. aktor atau aktris jadi tau gitu lho, jadi kayak dunia khayalan lah”

Roleplayer memang menjadi sarana untuk mebebaskan imajinasi penggunanya dimana di akun Roleplayer kita bisa melakukan aktivitas yang sering dilakukan didunia nyata dengan imajinasi yang kita buat. Tentunya imajinasi yang diterapkan pada Roleplayer adalah berperan sebagai seorang Idola K-Pop. Serta lebih bebas dalam melakukan aktifitas Fan-Girling. Nabila juga menambahkan bahwa dirinya menjadi lebih banyak mengetahui idol-idol K-Pop melalui akun K- Pop Roleplayer Twitter yang ia gunakan.

Alasan Nabila untuk tetap melanjutkan kegiatan Roleplayer juga karena merasa memili teman untuk Fan-Girling. Fan-Girling merupakan aktivitas yang dilakukan oleh seorang penggemar perempuan kepada suatu grup yang sedang diikuti dan disukainya. Sebutan Fan-Boying diberikan kepada penggemar yang berjenis kelamin laki-laki. Aktivitas ini memang masih sangat asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tidak sedikit yang merasa aneh dan berangaggapan aktivitas Fan-Girling dan Fan-Boying ini berlebihan dan terlalu fanatisme. Seperti

teman-teman Nabila di kehidupan nyatanya, yang sering mengolok-olok Nabila karena masih melakukan aktivitas Fan-Girling.

“Hahaha.. apaya gadak kawan Fan-Girling kalo di dunia Real Life, kalo pribadi kawan Real Life itu kan rata rata anak gaul sosial media semua kan. Gatau K-Pop jadi suka diejek apa itu korea korea gitu kan. Jadi sementara kawan Fan-Girling di Roleplayer doang gitu lho jadi ada kesan kesan lain.”

Peneliti yang memang sudah mengenal sosok yang Nabila perankan di akun Roleplayer nya mengakui bahwa Nabila cukup aktif dan terkenal di Roleplayer.

Nabila memerankan peran sebagai seorang idola perempuan dari grup K-Pop generasi kedua. Kegiatannya di Roleplayer adalah menjadi salah satu pengisi event di Roleplayer. Nabila juga mengaku pernah melakukan konser seperti kegiatan asli dari idola K-Pop yang Ia perankan.

“Ikut squad ikut squad ngga pernah, ikut event agency pernah sih waktu itu konser-konser timeline aja jaman-jaman 2015 sampai 2016 konser timeline aja rata-rata nyebar video, ngasih fan-service ke fans fans apalagi pas itu girl genertion terkenal come back nya itu aja sih”

Nabila yang cukup aktif di akun Roleplayer nya mengungkapkan bahwa dalam membagi waktu antara bermain Roleplayer dengan kegiatan dunia nyatanya sangatlah gampang. Dimana Nabila beranggapan bahwa dia bisa bermain Roleplayer kapan pun asalkan Ia tidak melalaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Nabila juga mengutamakan untuk tetap ingat waktu makan dan kegiatan dunia nyatanya.

“Gampang sih kakak waktu itu siap sholat, yang penting utamaya jangan lupa sholat makan, ya sama kegiatan real life dulu. Jaman sekolah pulang sekolah cuci muka, cuci tangan, mandi, dan makan udah main terus sampe sore muncul lagi. Punya batasan 2 jam 3 jam sama pagi, siang, sore, malam. Berlebihan itu kan waktu dikosong aja kayak waktu pas puasa itu aja kan”

Aktifnya Nabila di akun K-Pop Roleplayer yang dia mainkan juga membantu Nabila mendapat banyak Mutual dan Fambest. Sebanyak 1000 akun K- Pop Roleplayer yang saling mengikuti dengan akun milik Nabila. Fambest aktif yang dimilik Nabila juga mencapai 20 orang dan masih dekat dengannya.

“Ada 1000an”

“Kurang lebih 20an lah

Nabila juga mendapat banyak keuntukngan dari Roleplayer. Baik dari segi pertemanan dimana Nabila berkesempatan mengenal teman-temannya yang berasal dari berbagai macam suku daerah. Keuntungan lainnya yaitu sama seperti informan 1. Mendapatkan uang yang cukup besar nilainya karena menjual akun Roleplayer Twitter yang ia miliki.

“Dapat teman teman macam macan dari suku, suku nya macam macam sih banyak.. pertama kita kan dari charanya terakhir tau dari betawi dari sunda orang jawa gitu logat-logatnya gitu jadi tau kita orang orang di Roleplayer itu dari macam macam gitu loh, jadi itulah untungnya gadak untung apa apa. Duit sih ada jual akun 300-1jt. rupiah”

Nabila yang memiliki Fambest sebanyak 20 orang di akun Roleplayer nya.

Nabila mengakui hanya menganggap satu sampai tiga orang saja yang tulus berteman dengan dirinya. Arti seorang Fambest menurutnya adalah tempat berbagi cerita, kalau seorang fambest ternyata sengaja menceritakan keburukan dari Nabila dibelakangnya maka dia tidak lagi menganggap Fambest tersebut.

“Fambesti teman keluarga kadang teman keluarga susah bedain juga kan.

Jadi ya anggap aja semua teman keluarga gadak kadang teman nusuk dari belakang nampak fake face ya gitu aja sihh ala kadarnya doing. antara fambesti 1 atau 2 atau 3 yang betul betul teman tulus masih hapal sih sampe sekarang.”

Nabila juga sempat memiliki beberapa mantan Couple selama 7 tahun bermain Roleplayer. Namun, pada saat ini Nabila tidak memiliki Couple di Roleplayer karena memiliki seorang pacar di kehidupan nyatanya. Menurutnya

mendapat Couple hanya keberuntungan saya yang kalau memiliki sifat yang cocok satu sama lain dan jadi nyaman bisa menjadi pasangan di Roleplayer.

“Pernah punya Couple”

“Hanya keberuntungan ya dapat Couple di Roleplayer, kalo sifat sama sama cocok nyaman dekat boleh jadian gitu, sekarang susah dapat Couple”

Pengguna akun Roleplayer yang aktif di Twitter bisa menjadi sangat dikenal dikalangan pengguna akun Roleplayer. Seperti yang peneliti ungkapkan sebelumnya bahwa akun Roleplayer yang digunakan oleh Nabila sangat terkenal.

Hal itu juga menjadikan Nabila mendapat perhatian lebih dari pengguna akun K- Pop Roleplayer lainnya. Perhatian yang didapat adalah pujian dari orang terdekat karena Nabila cukup ramah. Namun, celaan dan cemoohan hingga bully-an sering didapatkan dari pengguna akun K-Pop lainnya yang tidak menyukai sikap Nabila yang sering melakukan pengungkapan identitas pribadinya di akun Rolepayer. Hal- hal yang sering Nabila sampaikan tentang kegiatan dunia nyatanya membuat sebagian akun Roleplayer merasa tidak nyaman, dimana terkadang Nabila juga suka memakai logat Medan dalam membalas cuitan dari Fambest nya yang terkesan galak dan terlalu out of character.

“sering lah, ku lagi kerja lagi istirahat kerja lagi banyak kerja lagi lembur, sering pas lembur aja.”

Nabila hanya bersedia membuka diri kepada fambest atau couple jika ditanyakan saja, dan informasi yang disampaikan hanya seputar kegiatan dunia nyata, hobi, domisili umur dan kadang curhatan seputar kegiatan dunia nyata.

Alasan mengukapkan diri atau membahas tentang kegiatan dunia nyata adalah untuk memberi tahu fambest dan bestie bahwa Nabila sedang sibuk di dunia nyatanya. Nabila juga sangat membatasi informasi yang diminta dan diberikan dari fambestnya karena takut akan berdampak dikemudian hari, serta identitasnya disalh gunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Namun, jika Nabila sudah merasa dekat, ia bersedia untuk membagikan nomor whatsapp dan username akun instagram pribadinya.

“Engga, tapi kalo misalnya dia nanya ya jawab, kalo ngga nanya ya ngga jawab.. ca kerja ga sih atau ca gimana kegiatan Leal Life pasti jawab kalo engga ya ga ngasih tau karna menjaga kehidupan Real Life ngga disebar.

Dom umur juga kadang dibahas”

Melakukan Keterbukaan Diri dengan Fambest diakui Nabila mendapat timbal balik berupa informasi pekerjaan atau ilmu. Dengan mengetahui domisili dari Fambest juga membantu Nabila memiliki teman dari berbagai macam daerah di Indonesia. Hal itu juga menurutnya suatu timbal balik yang menguntungkan karena suatu waktu saat berkunjung ke suatu daerah yang bisa jadi bertemu dengam Fambest Roleplayer dan memiliki teman untuk menemaninya melakukan wisata.

“Kita tau kerjaan dia apa, dapat informasi kerjaan dia seperti apa jadi nambah ilmu juga. kalau misal tinggal dimana tentang makanannya, suku khas dia. Aku kan misalnya next time mau ke jogja ada gitu teman kenalan bukan siapa siapa jadi pengen kenal deket gara gara pengen tau gitu.”

Nabila merasa nyaman dan tidak nyaman juga saat mengungkap kan identitas Real Life nya dikarenakan tidak menginginkan hal tersebut disebar luaskan. Apalagi jika sudah menyangkut tengtang permasalahan keluarganya di dunia nyata. Hal itu menjadikannya tidak percaya seutuhnya untuk memberikan identitas pribadinya kesembarang orang.

“Ouh 50;50 juga Fambest itu kan gatau juga kan kita, kek gimana ya ada yang asli baik ada yang engga jadi cerita itu kek ibarat hanya batas sampe kerjaan, aku ini Real Life nya apa udah. Selebihkan kalo tentang kehidupan Real aku gimana mau hancur atau apa aku ngga bakal ceita. Karena aku tau mereka itu bisa juga Fake Face bisa juga disebar.”

4.1.2.3 Informan 3

Nama : Tifani

Usia : 20 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Mahasiswi Tanggal Wawancara : Senin, 6 Juli 2020

Tifani merupakan infroman ketiga yang peneliti temui, peneliti mendapatkan kontak Tifani dari informan kedua. Tifani merupakan pribadi yang tidak banyak berbicara, dilihat dari kepribadian tersebut Tifani merupakan sosok yang cuek dan disiplin. Hal tersebut dapat dibuktikan dari sebuah fakta dimana Tifani merupakan seorang atlet Karate. Selain disibukkan dengan kegiatan perkuliahan dan organisasi Karate yang ia masuki. Tifani juga masih bergabung dalam kehidupan Roleplayer dan Tifani cukup aktif di akun K-Pop Roleplayer Twitter yang ia miliki.

Perempuan yang sudah berusia genap 20 tahun ini mengaku bergabung Roleplayer sejak saat masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama.

Mengetahui Roleplayer dari sepupu memang sudah biasa menjadi alasan pengguna akun Roleplayer untuk bergabung meramaikan permainan peran didunia virtual.

Menurut Tifani arti dari Roleplayer yang sudah dia mainkan selama 7 tahun adalah sebuah permainan peran.

“Dari kakak sepupu awalnya dari facebook terus abis itu nyari tau nyari tau, ternyata di Twitter juga ada jadi di Twitter aja sama teman teman mainnya”

“Kayak semacam bermain peran gitu ya kayak kita maininn peran mainjn orang lain orang lain dari namany wajah nya sifatnya gitu”

Bergabung sejak 2013 dan saat ini sedang disibukkan dengan perkuliahan semester akhirnya ternyata membuat tifani tetap bersedia aktif di Roleplayer dengan alasan masih memiliki seorang Couple. Kegiatan yang Tifani lakukan di Roleplayer juga bisa dikatakan sangat menyita waktu. Pasalnya tifani mengikuti kegiatan event squad dimana jika bergabung di salah satu squad harus bersedia aktif setiap hari. namun haal itu tidak diambil pusing olehnya, Tifani cukup handal membagi waktu antara kegitan dunia nyatanya dan menghabiskan waktu di akun K-Pop Roleplayer Tiwitter yang Tifani miliki. Jika tifani memiliki waktu luang

yang banyak dan tidak melakukan kegiatan, Tifani lebih memilih menghabiskan waktunya tersebut untuk bermain Roleplayer.

“Karena masih ada couple”

“Kayak cuman interaksi sama orang-orang yang, terus kayak yang ada acara event event squad squad”

“Hmmm.. kalau ada apa kalau ada aktivitas dunia nyata yang ngga bisa megang HP ya ngga main Roleplayer kalau Free bener-bener ke Roleplayer

“Hmmm.. kalau ada apa kalau ada aktivitas dunia nyata yang ngga bisa megang HP ya ngga main Roleplayer kalau Free bener-bener ke Roleplayer

Dokumen terkait