BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.4 Implikasi Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan sumbangsih bagi peneliti dan juga mahasiswa Ilmu Komunikasi lainnya, dalam mengetahui keterbukaan diri
pengguna akun K-Pop Roleplayer Twitter di kota Medan. kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan fenomena yang diteliti oleh peneliti agar dapat melanjutkan penelitian yang berkaitan dengan pengguna akun K-Pop Roleplayer.
Peneliti merekomendasikan untuk memperluas dan memperdalam kajian dalam penelitian terutama yang berkaitan dengan penggunaan akun K-Pop Rolepayer, tidak hanya ingin mengetahui Keterbukaan diri. Namum bisa mengangkat permasalahan lainnya, sehingga hasil penelitian yang didapatkan menjadi lebih beraneka ragam.
Daftar Referensi
Abrar, Ana Nadya. 2003. Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi.
Yogyakarta: lesfi
Achsa, Hatmi Prawita & M. Arif Affandi. 2015. Representasi Diri Dan Identitas Virtual Pelaku Roleplayer Dalam Dunia Maya („Permainan Peran‟ Hallyu Star Idol K-Pop dengan Media Twitter). (Jurnal Online, Universitas Negeri Surabaya 2015)
Andara, N. Amalia. 2019. Keterbukaan Diri (Keterbukaan diri) Pengguna Aplikasi Kencan Online (Tinder). Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Sumatera Utara.
Bagdakian, B.H. 2004. The New Media Monopoly. Boston: Beacon Press.
Booth, Paul. 2010. Digital Fandom : New Media Studies. New York: Peter Lang.
Budyatna, Muhammad dan Leila Mona Ganiem. 2011. Teori Komunikasi Antarpribadi. Jakarta: Kencana.
Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana
Bungin, Burhan. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo.
Danaher, Peter J. dan Robert Davis. 2003. A Comparison of Online and Offline Customer Brand Loyalty. Marketing Science. Person Presntice Hall.
DeVito, Joseph.A. 2011. Komunikasi Antarmanusia. Tanggerang Selatan:
Karisma Publishing Group.
Effendy, Onong Uchjana. 2001. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Faisal, Sanapiah. 2005. Format-format penelitian sosial. Jakarta: Raja Grafindo Fajar, Marhaeni. 2009. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Fatmawati, Sarah & Dini Salmiyah F. 2017. Motif Interaksi Sosial Role-player Mahasiswa Universitas Telkom di Sosial Networking Twitter. (Jurnal Online, Universitas Telkom 2017).
Fakhrurroja, Hanif & Aris Munandar. 2009. Twitter. Yogyakarta: Great Publisher.
Griffin, Emory A. 2006. A First Look at Communication Theory, 6th edition. New York: Mcgraw-Hill.
Hamidi. 2005. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal Dan Laporan Penelitian. Malang: UMM PRESS.
Krysia M. Yardley & Matwiejcauk. 1997. Roleplay Theory and Practice.
London: Sage Publication.
Littlejohn, S.W & Karen A.F. 2008. Theories od Human Communication.
Belmont: Thomson Wadsworth.
Lubis, Suwardi. 2005. Teknologi Komunikasi dan Pembangunan. Medan: USU Press.
McQuail, Dennis. 2009. Mass Communication Theory. London: Stage Publication Michael, Haenlein. 2010. Instructional Techniques. New York: McGraw Hill
Books, co
Minanda, Siti Pulungan. 2014. Keterbukaan Diri Remaja Di Sosial Media Twitter (Studi Pada Siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh). Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Morissan, Andy Corry Wardhani & Farid Hamid. 2010. Teori Komunikasi Massa.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Mulyana, Dedy. 2011. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nasution, Zulkarimein. 1990. Teknologi Komunikasi dalam Perspektif: Latar Belakang dan Perkembangannya. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Nugroho, Agoeng. 2010. Teknologi Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Pujileksono, Sugeng. 2015. Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Malang:
Intrans Publishing.
Sagiyanto, Asriyani dan Nina Ardiyanti. 2018. Self-Disclosure melalui media sosial Instagram (Studi Kasus pada Anggota Galeri Quote). (Jurnal Online, Nyimak Journal of Communication).
Sendjaja, S. Djuarsa. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Severin, W.J. dan Tankard. J. W. 2007. Teori Komunikasi, Sejarah, Metode, dan Terapan di dalam Media Massa. Jakarta: Kencana.
Sugiyono. 2016. Memahami Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D. Bandung:
PT. Alfabet.
Van Dijk, J.A.G.M. 2006. The Network Society. London: SAGE Publications.
West, Richard dan Lynn H. Turner. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi Analiss dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Wiryanto. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo.
Zulkarnain, Iskandar. 2016. Interpersonal Communication Effectiveness and the Development of Self-Concept Through a Self-Adjustment Amongst Disabled Persons. The Social Science Journal. Medwell Journals Publisher, Vol 11 Issue 21. Page No: 5095-5099.
Sumber lain:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/09/berapa-pengguna-internet- di-indonesia diakses pada 12 Maret 2020 pukul 21:00
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4286/Pengguna+Internet+Indonesia +Nomor+Enam+Dunia/0/sorotan_media diakses pada 12 Maret 2020 pukul 21:20 https://websindo.com/indonesia-digital-2019-media-sosial/ diakses pada 14 Maret 2020 pukul 15:30
https://medium.com/@psienta/seluk-brluk-roleplayer-cb8d58b914d6 diakses pada 14 maret 2020 pukul 15:50
https://www.pedomanwisata.com/kotamedan diakses pada 16 maret 2020, 16:00 https://www.komunikasipraktis.com/?m=1 diakses pada 18 Maret 2020, 21:40 https://kbbi.web.id diakses pada 19 Maret 2020 pukul 20:30
https://twitter.com/WorldOf_RPs/status/989060167147905026?s=19 diakses pada 20 Juni 2020 pukul 17:00
https://help.twitter.com/id/using-twitter/twitter-for-android diakses pada 14 Juli 2020 pukul 22:30
https://help.twitter.com/id/neew-user-faq diakses pada 14 Juli 2020 pukul 22:45 https://www.suara.com/lifestyle/2019/07/27/100000/kcc-medan-ajang-kopdar- pecinta-k-pop-di-tanah-sumatera?page=all diakses pada 17 Agustus 2020 pukul 13.00
LAMPIRAN
Informed Consent
Saya adalah mahasisiwi Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara yang bernama Nir Mala Sari Pane. Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir (skripsi) untuk mengetahui Keterbukaan Diri Pengguna Akun K-Pop Roleplayer Twitter Di Kota Medan. Keterbukaan diri atau pengungkapan diri merupakan jenis komunikasi di mana kita mengungkapkan informasi tentang diri kita sendiri yang biasanya kita sembunyikan yang berisikan tentang pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang.
Keterbukaan diri dapat diartikan sebagai suatu tindakan seseorang karena merasa mempunyai suatu hubunngan dengan seseorang lainnya. Roleplayer diadaptasi dari budaya penggemar artis Korea Selatan atau idol K-Pop yang kemudian berkembang luas. Roleplayer itu sendiri berkembang melalui media sosial terkenal seperti Facebook, Line, Twitter yang juga sekaligus menjadi media untuk „bermain peran‟. Para penggemar yang ingin menciptakan kedekatan antara dirinya dan idola dengan melakukan Roleplay.
Keterbukaan diri yang dilakukan oleh setiap pengguna akun K-Pop Roleplayer Twitter. dapat menjadikan hubungan yang awalnya sebatas Virtual menjadi hubungan di dunia nyata. Jika yang pada awalnya hanya menajdi sahabat atau keluarga Virtual bisa menjadi sabahat dan keluarga di dunia nyata. Bahkan hanya pasangan Virtual bisa menjadi pasangan di dunia nyata dan tidak sedikit yang awalnya menikah di dunia Roleplyer memutuskan untuk menjadi pasangan suami istri didunia nyata. Berkaitan hal yang telah peneliti paparkan diatas, peneliti ingin meneliti bagaimana para pengguna akun K-Pop Roleplayer membuka diri serta apa alasan yang membuat pengguna akun K-Pop Roleplayer mau untuk melakukan pengungkapan diri kepada sesama pengguna akun K-Pop Roleplayer yang bertinggal di kota Medan.
Proses pengambilan data dalam penelitian ini melalui prosedur wawancara, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara umum berkaitan kegiatan pengguna akun K-Pop Roleplayer Twitter. Adapun gambaran mengenai penelitian ini adalah:
1. Subjek akan menjalani proses penelitian ini dengan menjawab pertanyaan yang peneliti ajukan dan pertanyaan sesuai dengan tema pada penelitian ini.
2. Kegiatan penelitian ini akan dilakukan kurang lebih 2 kali pertemuan dan berlangsung selama 30-60 menit sampai informasi yang diterimana cukup untuk mengisi penelitian ini.
3. Resiko yang muncul saat penelitian berlangsung adalah rasa kurang nyaman dengan pertanyaan yang mengaitkan pengalaman subjek.
4. Peneliti menjamin kerahasian data dan identitas subjek yang sudah berpartisipan dalam penelitian ini.
5. Selama proses penelitian berlangsung peneliti meminta izin kepada subjek untuk mencatat dan merekan informasi yang diterima dari subjek.