BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 5. Hasil Wawancara
Hasil Wawancara
Pengurus dan Pendidik Kelompok Belajar Sore Hari di Desa Jalanlaut A. IdentitasDiri
1. Nama : Pahrurazi
1. Jabatan : Ketua Kelompok Belajar
2. Usia : 54 tahun
3. Agama : Islam
4. Pekerjaan : PNS (Guru Sekolah Dasar) 5. Alamat : Jalan Laut, Sungailiat 6. PendidikanTerakhir : S1
B. Identitas Diri Lembaga
1. Bagaimana sejarah berdirinya Kelompok Belajar?
Jawab : Berdirinya itu sekitar tahun 2012. Itu inisiatif saya dan teman- teman membentuk kelompok belajar karena anak-anak pada susah menuntut ilmu di sekolah. Anak-anak malah seneng mencari uang semenjak harga timah mahal dan penambangan liar di legalkan.
2. Apa tujuan didirikan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut? Jawab : Tujuan saya dan teman-teman mendirikan kelompok belajar sederhana ini yaa agar anak-anak di daerah Jalan Laut ini dapat berkembang kea rah yang lebih baik. Dapat membedakan hak dan kewajiban mereka sebagai anak.
3. Apa visi dan misi pembentukan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : Kita mendirikan kelompok belajar ini agar anak bisa lebih cerdas, menjadi anak yang aktif dan harmonis mbak. Kita berharap, kita semua dapat meningkatkan kualitas anak agar mereka menjadi anak yang cerdas dan mandiri.
C. Pendanaan
1. Darimana saja sumber pendanaan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut diperoleh?
Jawab : Kalo masalah biaya dan pendanaan kita menerima khas peserta didik tapi sistemnya sukarela mba. Kita belum bisa menetapkan biaya, soalnya kita takut memberatkan orang tua mereka.
2. Apakah ada pihak lain yang bekerjasama dalam membantu pendanaan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : Pihak lain yang membantu si ada mba, yaa sukarelawan dan sumbangan warga.
3. Bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan dana tersebut?
Jawab : pemanfaatan dana kita sistemnya apa yang peserta didik butuhkan kita berusaha untuk melengkapi. Agar mereka tertarik mengikuti pembelajaran yang kita rencanakan.
D. Program Kerja
1. Apa saja program pembelajaran Kelompok Belajar sore hari di desaJalanlaut?
Jawab : pembelejaran disni kita fokus kepada 3 macam yakni, pengetahuan umum, kerohanian dan pembelajaran tentang lingkungan hidup.
2. Bagaimana proses perencanaan program pembelajaran Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : proses pembelajaran ini berlangsung harus sesuai dengan kemajuan anak yang kurang memperdulikan pendidikan. Kita harus mendorong mereka agar tidak terlalu mementingkan pekerjaan.
3. Bagaimana hasil yang dicapai dengan program yang dijalankan?
Jawab : kita berharap semua program yang dijalankan di kelompok belajar ini berjalan dengan semstinya. Selama ini program pembelajaran kita cukup memuaskan dan hasil yang kita sampaikan kepada peserta didik dapat diterima setidaknya mereka sekarang telah mengurangi aktivitas mereka menambang timah.
4. Bagaimana peran pengurus dan pendidik ketika proses pembelajaran sedang berlangsung?
Jawab : ya, kita mengajar dan mendidik peserta didik di Kelompok Belajar sore hari seupaya pembelajaran-pembelajaran itu lebih bisa bermanfaat dan harus lebih mengarah kepada pendidikan formal. Hal ini
dikarenakan anak-anak sudah terlalu lama mengabaikan sekolahnya demi tambang timah tradisional.
5. Apakah ada sinergitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran peserta didik dengan orang tuanya?
Jawab : ohh.. tentu pasti ada mba. Kebanyakan orang tua peserta didik kami begitu mendukung anaknya untuk mengikuti pembelajaran di kelompok belajar kami ini.
6. Bagaimana tanggapan masyarakat dengan adanya kegiatan dari Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : ada beberapa masyarakat yang kurang menanggapi adanya kelompok belajar namun kami tidak terlalu menanggapi dengan serius isu atau kritikan dari pihak luar jika tidak disampaikan secara langsung. Kami hanya menganggap hal tersebut merupakan bualan semata.
E. Partisipasi Kelompok Belajar Sore Hari
1. Bagaimana keterlibatan kelompok belajar sore hari dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : seperti yang telah saya sampaikan tadi mba. Kita langsung mengajak anak dan ikut serta dalam melaksanakan semua pembelajaran dan ketika anak kurang memahami pembelajaran pendidik akan membantu dan menjelaskan apa yang tidak dimengerti mereka dengan penuh kesabaran.
2. Bagaimana partisipasi kelompok belajar sore hari setelah anak berantusias mengikuti kegiatan belajar di kelompok belajar?
Jawab : kita disini berusaha merangkul peserta didik dan member kepercayaan kepada mereka untuk melakukan suatu hal yang bermanfaat untuk kita semua.
3. Bagaimana partisipasi kelompok belajar mengolah program pembelajaran dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : jadi partisipsai kelompok belajar disini yang nonformal dan informal ini pembelajarannya hampir sama. Kita disini bersama pendidik yang lainnya merangkul anak yang putus sekolah untuk bersama-sama mengikuti program pembelajaran yang telah kami rencanakan sebelumnya. 4. Bagaimana partisipasi kelompok belajar dalam membantu memfasilitasi
peserta didik pada proses pembelajaran?
Jawab : disini kita telah menyiapkan perlengkapan belajar mengajar walaupun tempat belajar kita sangat sederhana. Namun suatu saat nanti kita sebagai pengurus kelompok belajar akan berusaha mencari tempat yang layak dan lebih luas untuk belajar anak.
5. Manfaat apa yang diperoleh anak-anak seletah mengikuti program kelompok belajar?
Jawab : banyak mba. Contoh kecilnya mereka lebih banyak mendapatkan teman dan mereka mendapatkan ilmu pengetahuan selayaknya anak-anak yang mengikuti sekolah formal.
6. Manfaat apa yang didapat orang tua dan masyarakat setelah anak yang tidak memperdulikan pendidikan mengikuti program kelompok belajar sore hari?
Jawab :wah, seperti yang kita dapatkan informasi dari orang tua peserta didik mereka sangat senang anaknya ikut kelompok belajar. anak mereka sekarang memiliki ilmu yang setara dengan anak-anak yang bersekolah semestinya dan orang tua juga menyadari bahwa pendidikan anak lebih penting dibandingkan uang.
7. Apa saja faktor pendukung dari partisipasi kelompok belajar sore hari dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : adanya kepercayaan dari pihak orang tua untuk terus melibtakan kemi mendidik anak mereka, jadi sambutannya itu baik kepada kami untuk ikut berperan disitu. Kami disini juga menjadi pihak yang terpercaya sebagai pendidik sedikit banyak memiliki pengalaman yang kiranya bisa diterima untuk solusi permasalahan atau ilmunya dapat kami sampaikan kepada anak didik.
8. Apa saja faktor penghambat dari partisipasi kelompok belajar sore hari dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : kondisi di daerah Jalan Laut ini sudah tidak seperti dulu, jadi banyak anak-anak lebih mementingkan mencari uang dibandingkan masa depan mereka nanti. Saya juga kerap heran dengan perlakuan anak-anak di desa ini sekarang, dari pagi hingga sore mereka menghabiskan waktu mereka untuk mencari uang di sungai yang kerap membahayakan diri
mereka sendiri. Padahal mereka masih kecil dan belum pantas untuk mengenal uang.
9. Bagaimana solusi mengatasi faktor penghambat dari partisipasi kelompok belajar dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan? Jawab : kita memang sering mengubah sistem pembelajaran agar anak memiliki ketertarikan untuk menuntut ilmu walaupun kita mengeluarkan sedikit uang namun masa depan anak lebih penting mba dibandingkan uang seribu dua ribu yang kami miliki.
Lampiran 5. Hasil Wawancara
Hasil Wawancara
Pengurus dan Pendidik Kelompok Belajar Sore Hari di Desa Jalanlaut A. IdentitasDiri
1. Nama : Achmad Jawahir
2. Jabatan : Wakil ketua kelompok belajar
3. Usia : 56 tahun
4. Agama : Islam
5. Pekerjaan : PNS (Guru SMK Negeri 2 Sungailiat) 6. Alamat : Jalan Laut, Sungailiat
7. PendidikanTerakhir : S1
B. Identitas Diri Lembaga
1. Bagaimana sejarah berdirinya Kelompok Belajar?
Jawab : Kelompok belajar ini itu berdiri sekitar bulan Mei tahun 2012 mba. Ini sebenarnya ide bapak Pahrurazi kebetulan beliau itu salah satu guru sekolah dasar di SD Negeri 18, nah beliau sankin prihatinnya dengan keadaan anak-anak yang ada di sekitar jalan laut ini dia menghubungi saya dan teman-teman untuk berbincang masalah ana-anak dan puny aide untuk membuat kelompok belajar ini. Maklum mba, anak-anak disekitar sini banyak yang udah kerja cari duit soalnya harga timah mahal hasilnya pun perminggu melebihi gaji saya satu bulan jadi PNS.
2. Apa tujuan didirikan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : Tujuan kita mendirikan kelompok belajar ini, kita ingin mendidik anak-anak dan membina mereka agar mereka lebih berkembang selayaknya anak-anak yang mengikuti sekolah formal. Walaupun dengan kondisi tempat belajar kita yang terbatas, kita berharap anak-anak yang awalnya kurang peduli dengan sekolah mereka sekarang menjadi tertarik ingin menuntut ilmu dengan cara yang berbeda.
3. Apa visi dan misi pembentukan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : Visi dan misi kita mendirikan kelompok belajar ini, agar terwujudnya ana-anak yang cerdas, memiliki akhlak yang baik, beragama, bertingkah laku yang sopan, dan harmonis. Kita juga menginginkan anak- anak menjadi lebih maju dari segi pemikirannya dan menjadi lebih mandiri tapi bukan berarti mandiri yang saya maksud bisa cari uang sendiri ya mba.
C. Pendanaan
1. Darimana saja sumber pendanaan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut diperoleh?
Jawab : Kalo masalah biaya dan pendanaan kita menerima khas peserta didik tapi sistemnya sukarela mba. Kita belum bisa menetapkan biaya, soalnya kita takut memberatkan orang tua mereka.
2. Apakah ada pihak lain yang bekerjasama dalam membantu pendanaan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : kalau pihak lain yang membantu ya paling dari warga-warga mba, dan jarang sekali kita dapat bantuan dari sukarelawan. Soalnya ini kan masih program yang sederhana. Kita mengelola ini dengan uang pribadi kita mba. Namun, kita membentuk program ini dengan ikhlas hanya demi membantu anak-anak.
3. Bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan dana tersebut?
Jawab : Ya sama mba yang dijelaskan sama pak ketua tadi, pemanfaatan dana kita sistemnya apa yang peserta didik butuhkan kita berusaha untuk melengkapi. Agar mereka tertarik mengikuti pembelajaran yang kita rencanakan.
D. Program Kerja
1. Apa saja program pembelajaran Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : pembelejaran disni kita fokus kepada 3 macam yakni, pengetahuan umum, kerohanian dan pembelajaran tentang lingkungan hidup. Berhubung disini saya merupakan guru Agama Islam, jadi saya ingin memberatkan anak-anak untuk lebih mendalakan lagi ilmu agama mereka.
2. Bagaimana proses perencanaan program pembelajaran Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : proses pembelajaran ini berlangsung harus sesuai dengan kemajuan anak yang kurang memperdulikan pendidikan. Kita harus mendorong mereka agar tidak terlalu mementingkan pekerjaan.
3. Bagaimana hasil yang dicapai dengan program yang dijalankan?
Jawab : kita berharap semua program yang dijalankan di kelompok belajar ini berjalan dengan semestinya. Selama ini program pembelajaran kita cukup memuaskan dan hasil yang kita sampaikan kepada peserta didik dapat diterima setidaknya mereka sekarang telah mengurangi aktivitas mereka menambang timah.
4. Bagaimana peran pengurus dan pendidik ketika proses pembelajaran sedang berlangsung?
Jawab : mendidik dan mengajar agar peserta didik memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memperoleh pendidikan yang disitu nanti contohnya dalam kegiatan pembelajaran yang nanti kalau suatu saat nanti mereka ditanyakan tentang pengetahuan oleh orang lain mereka sudah bisa menjawab dan mereka juga memperoleh bekal dasar apabila mereka ingin melanjutkan pendidikan dasar mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
5. Apakah ada sinergitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran peserta didik dengan orang tuanya?
Jawab : orang tua selalu mendukung kegiatan positif anaknya, terkadang orang tua peserta didik selalu menanyakan kebutuhan apa yang dibutuhkan
anak mereka ketika belajar, namun kita sebagai pengurus tidak tega mba. Makanya kalau orang tua yang mau menyumbang terlalu berlebihan jarang kita terima.
6. Bagaimana tanggapan masyarakat dengan adanya kegiatan dari Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : ada beberapa masyarakat yang kurang menanggapi adanya kelompok belajar namun kami tidak terlalu menanggapi dengan serius isu atau kritikan dari pihak luar jika tidak disampaikan secara langsung. Kami hanya menganggap hal tersebut merupakan bualan semata.
E. Partisipasi Kelompok Belajar Sore Hari
1. Bagaimana keterlibatan kelompok belajar sore hari dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : kita memang selalu memberikan pembinaan kepada peserta didik di Kelompok Bejar ini supaya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan lebih mengarah pada tujuan pendidikan. Agar peserta didik juga memiliki wawasan yang luas dan lebih dapat membedakan mana yang harus mereka lakukan dan mana yang harus mereka tinggalkan.
2. Bagaimana partisipasi kelompok belajar sore hari setelah anak berantusias mengikuti kegiatan belajar di kelompok belajar?
Jawab : kita disini berusaha merangkul peserta didik dan member kepercayaan kepada mereka untuk melakukan suatu hal yang bermanfaat untuk kita semua.
3. Bagaimana partisipasi kelompok belajar mengolah program pembelajaran dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : pembelajaran pada program ini baik secara formal, informal maupun nonformal hampir sama, disini pendidik berbagi tugas untuk memberi pengajaran kepada peserta didik tentang tata cara menjaga dan melestarikan lingkungan dengan semestinya bukan malah merusak dan tidak bertanggung jawab mengembalikan lingkungan seperti semula. Hal yang seperti ini harus kita ajarkan sejak sekarang mba, dan nanti apabila mereka sudah cukup dewasa mereka mengerti apa yang akan terjadi ketika lingkungan mereka rusak.
4. Bagaimana partisipasi kelompok belajar dalam membantu memfasilitasi peserta didik pada proses pembelajaran?
Jawab : disini kita telah menyiapkan perlengkapan belajar mengajar walaupun tempat belajar kita sangat sederhana. Namun suatu saat nanti kita sebagai pengurus kelompok belajar akan berusaha mencari tempat yang layak dan lebih luas untuk belajar anak.
5. Manfaat apa yang diperoleh anak-anak seletah mengikuti program kelompok belajar?
Jawab : sepengetahuan saya ya mba. Mereka sangat banyak memperoleh manfaat dari mengikuti kelompok belajar ini. Contohnya, ada beberapa anak yang awalnya tidak bisa mengaji sekarang mereka sudah mengerti walaupun ngajinya masih terbata-bata mba.
6. Manfaat apa yang didapat orang tua dan masyarakat setelah anak yang tidak memperdulikan pendidikan mengikuti program kelompok belajar sore hari?
Jawab :contohnya kemarin ada salah satu anak dari penduduk desa kita yang sangat susah untuk diajak kompromi masalah pendidikan, karena dia sudah merasa bahwa dia sudah bisa mencari uang dan membeli apa yang dia inginkan. Ya, kita sebagai pendidik perlahan merangkul sedikit demi sedikit anak tersebut. Orang tua pun merasa terbantu dengan adanya Kelompok Belajar ini.
7. Apa saja faktor pendukung dari partisipasi kelompok belajar sore hari dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : adanya kepercayaan dari pihak orang tua untuk terus melibtakan kami mendidik anak mereka, jadi sambutannya itu baik kepada kami untuk ikut berperan disitu. Kami disini juga menjadi pihak yang terpercaya sebagai pendidik sedikit banyak memiliki pengalaman yang kiranya bisa diterima untuk solusi permasalahan atau ilmunya dapat kami sampaikan kepada anak didik.
8. Apa saja faktor penghambat dari partisipasi kelompok belajar sore hari dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : disini masih ada juga beberapa anak yang masih belum tertarik untuk mengikuti pembelajaran disini, pengaruh-pengaruh dari luar dan kemajuan teknologi mereka lebih asik untuk mencari uang dan uang mereka, mereka gunakan untuk bermain PS, bermain internet bahkan sibuk
bermain dengan teman-temannya diluar, karena uang kan bisa membuat semua orang berubah. Tapi ya sedikit mba ga banyak satu dua anak lah. 9. Bagaimana solusi mengatasi faktor penghambat dari partisipasi kelompok
belajar dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan? Jawab : memberikan solusi itu kita tidak hanya ngomong tapi kita juga melaksanakan, kita sosialisasikan jika ada satu dua yang masih belum mengerti. Saya juga selalu menekankan untuk jangan dibiarkan saja, tapi mari kita rangkul bersama-sama agar mereka menyadari pendidikan anak lebih penting dibandingkan segalanya.
Lampiran 5. Hasil Wawancara
Hasil Wawancara
Pengurus dan Pendidik Kelompok Belajar Sore Hari di Desa Jalanlaut A. IdentitasDiri
1. Nama : Sri Wati
2. Jabatan : Pendidik
3. Usia : 23 tahun
4. Agama : Islam
5. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga 6. Alamat : Jalan Laut, Sungailiat 7. PendidikanTerakhir : SMA
B. Identitas Diri Lembaga
1. Bagaimana sejarah berdirinya Kelompok Belajar?
Jawab : Sebenernya saya juga kurang paham mba terbentuknya kapan, semengerti saya kelompok belajar ini dibentuk tahun 2012. Ini sebenarnya ide bapak Pahrurazi dan bapak Jawahir kebetulan mereka berdua berteman baik dan punya gagasan untuk mendirikan kelompok belajar ini. Mba tau sendiri kan, sekarang anak-anak yang masih SD aja sekarang udah pada ga sekolah lagi. Mereka malah berhenti sekolah dan menambang timah. Anak sekecil itu sudah di ajarkan dengan uang bagaimana nantinya kalau timah sudah tidak ada mba? Mungkin mereka akan nyuri atau tindak criminal lainnya.
2. Apa tujuan didirikan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : Tujuan kita mendirikan kelompok belajar ini, kita ingin mendidik anak-anak dan membina mereka agar mereka lebih berkembang selayaknya anak-anak yang mengikuti sekolah formal. Walaupun dengan kondisi tempat belajar kita yang terbatas, kita berharap anak-anak yang awalnya kurang peduli dengan sekolah mereka sekarang menjadi tertarik ingin menuntut ilmu dengan cara yang berbeda.
3. Apa visi dan misi pembentukan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : Visi dan misi kita mendirikan kelompok belajar ini, agar terwujudnya ana-anak yang cerdas, memiliki akhlak yang baik, beragama, bertingkah laku yang sopan, dan harmonis. Kita juga menginginkan anak- anak menjadi lebih maju dari segi pemikirannya dan menjadi lebih mandiri tapi bukan berarti mandiri yang saya maksud bisa cari uang sendiri ya mba.
C. Pendanaan
1. Darimana saja sumber pendanaan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut diperoleh?
Jawab : Kalo masalah biaya saya kurang mengerti juga mba, maklum saya disini hanya bertugas untuk mengajar dan mendidik anak, biasanya yang tau jelas masalah pembiayaan itu mba tanya saja sama ibu Parni Gesta. Beliau mengerti tentang pendanaan disini.
2. Apakah ada pihak lain yang bekerjasama dalam membantu pendanaan Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : kalau pihak lain yang membantu ya paling dari warga-warga mba, dan jarang sekali kita dapat bantuan dari sukarelawan. Soalnya ini kan masih program yang sederhana. Kita mengelola ini dengan uang pribadi kita mba. Namun, kita membentuk program ini dengan ikhlas hanya demi membantu anak-anak.
3. Bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan dana tersebut?
Jawab : Pemanfaatan dana kita sistemnya apa yang peserta didik butuhkan kita berusaha untuk melengkapi. Agar mereka tertarik mengikuti pembelajaran yang telah kita rancang bersam.
D. Program Kerja
1. Apa saja program pembelajaran Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : pembelejaran disni kita fokus kepada 3 macam yakni, pengetahuan umum, kerohanian dan pembelajaran tentang lingkungan hidup. Kalau disini saya lebih fokus ke Ilmu Pengetahuan Umum si mba. 2. Bagaimana proses perencanaan program pembelajaran Kelompok Belajar
sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : jadi kalau proses pembelajaran berlangsung,kita selalu ikut membaur kepada anak-anak, agar mereka merasa kita sebagai teman mereka. Dengan seperti itu, kita akan mudah menarik perhatian mereka
untuk sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan mereka menambang timah tradisional.
3. Bagaimana hasil yang dicapai dengan program yang dijalankan?
Jawab : kita berharap semua program yang dijalankan di kelompok belajar ini berjalan dengan semestinya. Selama ini program pembelajaran kita cukup memuaskan dan hasil yang kita sampaikan kepada peserta didik dapat diterima setidaknya mereka sekarang telah mengurangi aktivitas mereka menambang timah.
4. Bagaimana peran pengurus dan pendidik ketika proses pembelajaran sedang berlangsung?
Jawab : membimbing atau mengarahkan peserta didik agar menggali bakat-bakat yang disitu nanti contohnya dalam kegiatan bersosialisasi antar sesama teman sebaya dan orang tua. Yang nanti apabila ingin ikut bersosialisasi pada sebuah kelompok yang lain sudah memiliki bekal dasar atau mental yang telah yang didapat di Kelompok Belajar sore hari di Desa Jalan Laut.
5. Apakah ada sinergitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran peserta didik dengan orang tuanya?
Jawab : orang tua selalu mendukung kegiatan positif anaknya, terkadang orang tua peserta didik selalu menanyakan kebutuhan apa yang dibutuhkan anak mereka ketika belajar, namun kita sebagai pengurus tidak tega mba. Makanya kalau orang tua yang mau menyumbang terlalu berlebihan jarang kita terima.
6. Bagaimana tanggapan masyarakat dengan adanya kegiatan dari Kelompok Belajar sore hari di desa Jalanlaut?
Jawab : kadang ada yang tidak suka dengan adanya pembelajaran disini, memberikan hasutan tapi lewat belakang. Hal ini juga terkadang mengurangi kepercayaan terhadap orang tua peserta didik yang lain kepada kami selaku pendidik disini.
E. Partisipasi Kelompok Belajar Sore Hari
1. Bagaimana keterlibatan kelompok belajar sore hari dalam mengatasi ketidak pedulian anak terhadap pendidikan?
Jawab : peserta didik disini selalu ingin dianggap ada, dengan demikian pendidik memiliki ide cemerlang untuk memberikan salah satu tanggung