Realisasi PNBP TA 2015
C. HIBAH LANGSUNG BARANG/JASA
Hibah Langsung Barang/Jasa sampai dengan 31 Desember 2015 yaitu terdapat 17 (Tujuh Belas) Proyek dengan realisasi sejumlah Rp.51.541033.357,00. Daftar proyek Hibah Langsung Barang/Jasa.
secara khusus dijelaskan dalam laporan terpisah sebagaimana terlampir terpisah.
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
1 Saldo Piutang Bukan Pajak dan Bagian Lancar TP/TGR adalah netto (setelah dikurangi dengan penyisihan).
Aset Lancar
Rp1,54T C.1. Aset Lancar
Nilai Aset Lancar per 31 Desember 2015 dan per 31 Desember 2014 adalah masing-masing sebesar Rp1.546.323.487.933,00 dan Rp1.001.242.103.780,00.
Aset lancar merupakan aset yang diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.
Rincian Aset Lancar pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan per 31 Desember 2015 dan per 31 Desember 2014 tersaji pada tabel berikut ini.
Tabel 16.
Rincian Aset Lancar per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 20141
No. Aset Lancar 31 Des 2015 31 Des 2014 Kenaikan/
Penurunan % 1 Kas di Bendahara Pengeluaran 10,367,865,452 2,201,039,698 8,166,825,754 371.04 2 Kas di Bendahara Penerimaan 348,354,616 3,704,808,528 (3,356,453,912) (90.60) 3 Kas Lainnya dan Setara
Kas
61,223,560,729 52,246,306,515 8,977,254,214 17.18 4 Kas pada BLU 584,750,192,417 416,422,254,165 168,327,938,252 40.42 5 Belanja Dibayar di Muka
(Prepaid)
6,809,588,874 933,576,678 5,876,012,196 629.41 7 Pendapatan yang masih
harus diterima
8,375,000 0 8,375,000 0.00
8 Piutang Bukan Pajak (Netto)
711,125,511,755 437,136,108,161 273,989,403,594 62.68 9 Bag Lancar Tagihan
TP/TGR (Netto) 136,588,916 180,496,701 (43,907,785) (24.33) 10 Persediaan 171,553,450,174 88,417,513,334 83,135,936,840 94.03 Jumlah 1,546,323,487,933 1,001,242,103,780 545,081,384,153 54.44 Kas di Bendahara Pengeluaran Rp10,36M
C.1.1 Kas di Bendahara Pengeluaran (1116)
Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan kas yang dikuasai, dikelola, dan dibawah tanggungjawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UP/TUP yang belum dipertanggungjawabkan atau disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal neraca.’
Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2015 dan per 31 Desember 2014 adalah masing-masing sebesar Rp10.367.865.452,00 dan Rp2.201.039.698,00. Rincian saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per Eselon I Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah sebagai berikut:
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
Kenaikan 31 Des 2015 31 Des 2014 (Penurunan)
1 Setjen 1,155,188,976 199,316,339 955,872,637 479.58 2 Itjen 14,200,000 0 14,200,000 0.00 3 Ditjen PHPL 169,507,000 7,476,417 162,030,583 2,167.22 4 Ditjen PDASHL 545,974,430 51,564,139 494,410,291 958.83 5 Ditjen KSDAE 2,476,350,900 1,621,969,082 854,381,818 52.68 6 Ditjen PKTL 170,571,323 253,897,359 (83,326,036) (32.82) 7 Badan Litbang 477,423,450 66,535,362 410,888,088 617.55 8 Badan P2SDM 191,619,502 281,000 191,338,502 68,091.99 9 Ditjen PSKL 4,480,700 0 4,480,700 0.00 10 Ditjen Gakum 3,215,762,440 0 3,215,762,440 0.00 11 Ditjen PPI 1,944,943,366 0 1,944,943,366 0.00 12 Ditjen PSLB3 1,843,365 0 1,843,365 0.00 13 Ditjen PPKL 0 0 0 0.00 10,367,865,452 2,201,039,698 8,166,825,754 371.04
Eselon I Saldo per %
Jumlah
Kas di bendahara pengeluaran tersebut merupakan saldo rekening koran bank yang dibuka oleh Bendahara Pengeluaran untuk kepentingan operasional dan saldo kas tunai (brankas). Rincian satuan kerja dengan saldo Kas di Bendahara Pengeluaran sebagaimana tercantum dalam lampiran.
Yang termasuk dalam saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2015 sebesar Rp10.367.865.452,00 tersebut salah satunya adalah:
UP yang belum dipertanggungjawabkan oleh Bendahara Pengeluaran DIPA tahun 2009 sebesar Rp1.264.730.970,00 pada satuan kerja Balai Besar TN Kerinci Seblat yang sampai saat ini masih dalam proses penyehatan pembukuan melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penjelasan lebih lanjut atas kas dibendahara pengeluaran BBTN Kerinci Seblat terdapat pada catatan penting lainnya.
Kas di Bendahara Penerima Rp348,35Jt
C.1.2 Kas di Bendahara Penerimaan (1117)
Kas di Bendahara Penerimaan mencakup seluruh kas, baik saldo rekening di Bank maupun saldo uang tunai, yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.
Besarnya Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2015 dan per 31 Desember 2014 adalah masing-masing sebesar Rp348,354,616,00 dan Rp3.704.808.528,00 dengan rincian per Eselon I Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai berikut:
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
Kenaikan 31 Des 2015 31 Des 2014 (Penurunan)
01 Setjen 34,932,508 2,566,637,888 (2,531,705,380) (98.64)
04 Ditjen PDASHL 200,000 0 200,000 0.00
05 Ditjen KSDAE 313,222,108 1,138,170,640 (824,948,532) (72.48) 348,354,616 3,704,808,528 (3,356,453,912) (90.60)
Kd Es1 Eselon I Saldo per %
Jumlah
Saldo Kas di Bendahara Penerimaan Per 31 Desember 2015 sebesar Rp348.354.616,00 terdiri dari:
1. Saldo Kas di Bendahara Penerimaan pada Sekretariat Jenderal sebesar Rp34.932.508,00 merupakan saldo giro pada rekening bendahara penerima PNBP Kehutanan yang belum disetor ke Kas Negara pada satuan kerja Biro Keuangan, dengan rincian sebagai berikut:
Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Sekretariat Jenderal per 31 Des 2015
Saldo (Rp) 31 Des 2015 1. USD. Dana Reboisasi Murni*) 102.00.0481971.7 1,998,481.65 2. USD. Dana Reboisasi Tunggakan*) 102.00.0481970.9 223,341.05 3. Rupiah PSDH 102.00.0420400.1 10,193,037.87
4. Rupiah PSDH 102.00.0420409.2 9,243.20
5. Rupiah IIUPH 102.00.0420387.0
-6. Rupiah DPEH 102.00.0473583.0 1,730,932.69
7. Rupiah Peng. Pinjaman 102.00.0518720.5 12,652.55 8. Rupiah Ganti Rugi Nilai Tegakan 102.00.0536191.7 20,764,818.89 34,932,507.90
JUMLAH
No. Jenis Giro PNBP Nomor Rekening
Posisi saldo Dana Reboisasi-Murni dalam dollar Amerika Serikat sebesar USD.144.87 dan saldo Dana Reboisasi-Tunggakan sebesar USD.16.19 dengan asumsi menggunakan kurs tengah BI tanggal 31 Desember 2015 (USD.1.00 = Rp.13.795,00).
Berdasarkan total saldo kas di bendahara penerimaan di atas, terdapat selisih antara perhitungan aplikasi dan perhitungan riil sebesar Rp0,10 (Rp34.932.508,00 – Rp34.932.507,90) karena pada aplikasi tidak mengakomodir dua digit dibelakang koma, sehingga penginputan aplikasi dilakukan pembulatan ke atas.
Kas di Bendahara Penerimaan sebesar nilai tersebut secara keseluruhan telah disetor dan diterima rekening Kas Negara pada Bulan Januari 2015, dengan rincian sebagai berikut : a. Pendapatan PSDH sebesar Rp10.202.281,07
(Rp10.193.037,87 dan Rp9.243,20) telah disetor dan diterima kas negara pada tanggal 4 Januari 2016 dengan rincian sebagai berikut:
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
NTB000000388582 dan NTPN AB2A97I2H9ME5KGK8; - PSDH sebesar Rp9.243,20 disetor dengan kode NTB
000000389525 dan NTPN F421A7IKBNJUOOK8.
b. Pendapatan terkait dengan pengembalian pinjaman sebesar Rp12.652,55 telah disetor kas negara pada tanggal 4 Januari 2016 dengan kode NTB 000000390398 dan NTPN CE3ED7JA8HRSA0K8.
c. Pendapatan GRNT sebesar Rp20.764.818,89 telah disetor dan diterima kas negara pada tanggal 4 Januari 2016 dengan kode NTB 000000395896 dan NTPN 4A0237MLK8G1BLK8.
d. Pendapatan DPEH sebesar Rp1.730.932,69 telah disetor dan diterima kas negara pada tanggal 4 Januari 2016 dengan kode NTB 000000391351 dan NTPN 375B47JLMLT36QK8.
e. Khusus untuk setoran pendapatan DR (Murni dan Tunggakan) sebagai berikut:
31-Dec-15 04-Jan-16 31-Dec-15 04-Jan-16
1 PNBP DR Murni USD 144.87 13,795 13,898 1,998,481.65 2,013,403.26 Rp (14,921.61) 2 PNBP DR TunggakanUSD 16.19 13,795 13,898 223,341.05 225,008.62 Rp (1,667.57) (16,589.18) Rp Selisih JUMLAH No. Keterangan Jumlah Jagir
(DR)
Kurs Tengah Saldo (Rp)
Pendapatan DR Murni sebesar Rp2.013.403,26 telah disetor dan diterima pada tanggal 4 Januari 2016 dengan kode NTB 000000393429 dan NTPN 39F027L24MAIA0K8 sedangkan DR Tunggakan sebesar Rp225.008,62 telah disetor dan diterima kas negara pada tanggal 4 Januari 2016 dengan kode NTB 000000395261 dan NTPN FFBE7M5SOJFM3K8.
Terdapat selisih antara saldo jasa giro DR (Murni dan Tunggakan) per 31 Des 2015 dengan saldo saat penyetoran tanggal 4 Januari 2016 sebesar Rp16.589,18. Hal tersebut disebabkan karena penyetoran jasa giro atas PNBP DR (Murni dan Tunggakan) tidak lagi melalui nota transfer, melainkan melalui penyetoran melalui billing aplikasi MPN G2 (SIMPONI). Selain itu, saldo kas di bendahara penerimaan untuk jasa giro DR menggunakan kurs per 31 Desember 2015 sedangkan saldo jasa giro DR yang disetor ke Kas Negara menggunakan kurs tanggal penyetoran (per tanggal 4 Januari 2016).
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
PDASHL sebesar Rp200.000,00 merupakan Saldo Kas di Bendahara Penerimaan Pada BPTH Bali Nusa Tenggara telah disetor ke Kas Negara pada tanggal 6 Januari 2016 7A58A47TMI8KQ652 dengan rincian sebagai berikut:
Keterangan Th 2015 Th 2014
Uang Tunai - -
Bank BRI No.acc
055601000518309 200,000 -
Jumlah 200,000 -
3. Saldo Kas di Bendahara Penerimaan pada Direktorat Jenderal KSDAE sebesar Rp313.222.108,00. Rincian saldo kas di bendahara penerima per satker tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pendapatan pungutan masuk objek wisata alam dan pungutan hasil usaha jasa wisata alam pada BTN Kelimutu sebesar Rp4.038.000,00 dengan rincian sebagai berikut:
- Pendapatan pungutan masuk objek wisata alam sebesar Rp3.988.000,00 dan disetorkan ke kas negara pada tanggal 5 Januari 2016 dengan NTPN E07B01H3M2N0A6CG.
- Pendapatan pungutan hasil usaha jasa wisata alam pada tanggal sebesar Rp50.000,00 dan disetorkan ke kas negara tanggal 5 Januari 2016 dengan NTPN 6B8081H36BPO60CG.
b. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan pada BTN Meru Betiri sebesar Rp5.326.000,00 merupakan pungutan karcis masuk obyek wisata alam belum di setor ke Kas Negara dan masih terdapat pada petugas pemungut dengan rincian: di Pos Andongrejo SPTN Wilayah II Ambulu senilai Rp466.000,00 dan di Pos Rajegwesi SPTN Wilayah I Sarongan senilai Rp4.860.000,00 yang sudah disetorkan ke Kas Negara pada tanggal 07 Januari 2016.
c. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan pada BBKSDA Jawa Barat sebesar Rp2.945.000,00 merupakan pungutan karcis masuk obyek wisata alam yang berasal dari TWA Telagawarna sebesar Rp1.450.000,00 dan TWA Sukawayana sebesar Rp1.495.000,00 telah disetor ke Kas Negara pada tanggal 14 Januari 2016 dengan NTPN EBD586979P4DQ29E dan 019FD6978189BC9E
d. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan pada BTN Gunung Merapi sebesar Rp5.200.000,00 merupakan pungutan karcis masuk obyek wisata alam.
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
Kalimatan Selatan sebesar Rp500,00 berupa sisa pendapatan pungutan masuk objek wisata alam telah disetorkan pada tanggal 11 Januari 2016 dengan NTPN 185992L2LI218OVP.
f. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan BKSDA Jawa Tengah sebesar Rp79.725.000,00 merupakan karcis masuk Taman Wisata Alam pada tanggal 31 Desember 2015 masih terdapat di pejabat pemungut dan baru disetor pada tanggal 4 Januari 2015 ke rekening bendahara penerima kemudian telah disetorkan ke kas negara oleh bendahara penerima dengan
Nomor NTB: 160104974365 dan NTPN:
509BB42KP3NA0DK2.
g. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan BKSDA Nusa Tenggara Barat Rp555.000,00 merupakan karcis masuk Taman Wisata Alam pada tanggal 31 Desember 2015 masih terdapat di pejabat pemungut dan baru disetor pada tanggal 4 Januari 2015.
h. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan BBTN Bromo Tengger Semeru sebesar Rp137.360.000 merupakan pungutan karcis masuk obyek wisata alam.
i. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan BBKSDA Jawa Timur sebesar Rp34.766.000 merupakan pungutan karcis masuk obyek wisata alam.
j. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan BKSDA Maluku sebesar Rp1.836.608 dengan rincian sebagai berikut:
- Pendapatan iuran ijin angkut satwa dan tumbuhan (423731) sebesar Rp1.835.000.
- Pendapatan jasa lembaga keuangan (bunga giro) sebesar Rp1.608.
k. Saldo Kas pada Bendahara Penerimaan BTN Gunung Rinjani sebesar Rp41.470.000 merupakan karcis masuk Taman Wisata Alam pada tanggal 31 Desember 2015 masih terdapat di pejabat pemungut dan baru disetor pada tanggal 4 Januari 2015.
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
Setara Kas
Rp61,22M Kas Lainnya dan Setara Kas mencakup Kas Lainnya di Bendahara
Pengeluaran, yaitu kas yang berada dibawah tanggungjawab Bendahara Pengeluaran yang bukan berasal dari UP/TUP, baik itu saldo rekening di Bank maupun saldo uang tunai.
Kas Lainnya dan Setara Kas per 31 Desember 2015 dan per 31 Desember 2014 adalah masing-masing sebesar Rp61.223.560.729,00 dan Rp52.246.306.515,00. Rincian Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per Eselon I Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah sebagai berikut:
Tabel 19. Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Eselon I
Kenaikan 31 Des 2015 31 Des 2014 (Penurunan)
1 Setjen 41,716,146,931 34,804,563,242 6,911,583,689 19.86 2 Itjen 0 0 0 0.00 3 Ditjen PHPL 1,303,715,246 0 1,303,715,246 0.00 4 Ditjen PDASHL 2,471,892,000 2,006,077,477 465,814,523 23.22 5 Ditjen KSDAE 6,827,212,531 10,480,042,670 (3,652,830,139) (34.86) 6 Ditjen PKTL 195,211 239,310,622 (239,115,411) (99.92) 7 Badan Litbang 5,904,749,549 4,057,534,877 1,847,214,672 45.53 8 Badan P2SDM 1,628,131,070 658,777,627 969,353,443 147.14 9 Ditjen PSKL 1,193,452,515 0 1,193,452,515 0.00 10 Ditjen Gakum 812,308 0 812,308 0.00 11 Ditjen PPI 177,253,368 0 177,253,368 0.00 12 Ditjen PSLB3 0 0 0 0.00 13 Ditjen PPKL 0 0 0 0.00 61,223,560,729 52,246,306,515 8,977,254,214 17.18
No Eselon I Saldo per %
Jumlah
Nilai Kas Lainnya dan Setara Kas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terdiri dari: Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp57.579.522.520,00, Kas Lainnya di Kementerian Negara/Lembaga dari Hibah sebesar Rp1.486.334.818,00, Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan Rp36,00 dan Kas Lainnya di K/L dari Hibah yang belum disahkan sebesar Rp2.157.703.355,00. Rinciannya sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:
Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran Rp57,57M
C.1.3.1 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran (111821)
Sesuai dengan surat Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-9279/PB/2014 perihal Kebijakan Akuntansi atas Transaksi pada Akhir Tahun Anggaran dalam Rangka Penyusunan LKKL Tahun 2014 serta Persiapan Penerapan Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Tahun 2015, akun Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran yang semula memiliki 2 (dua) alternatif lawan akun, menjadi 4 (empat) alternatif lawan akun, yaitu:
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
untuk mencatat belanja atas kegiatan yang telah selesai dilaksanakan, namun sampai dengan tanggal pelaporan kas tersebut masih terdapat di Bendahara Pengeluaran dan belum dibayarkan kepada pihak ketiga.
2. Pendapatan yang Ditangguhkan (219611), digunakan untuk mencatat pendapatan yang sampai dengan tanggal pelaporan belum disetor ke Kas Negara.
3. Hibah Langsung yang Belum Disahkan (219671), digunakan untuk mencatat kas yang berasal dari hibah langsung yang belum disahkan oleh KPPN sampai dengan tanggal pelaporan. 4. Utang Pajak Bendahara Pengeluaran yang Belum Disetor
(219961), digunakan untuk mencatat potongan pajak yang dipotong oleh Bendahara Pengeluaran dan Belum disetor ke Kas Negara sampai dengan tanggal pelaporan.
Saldo Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2015 sebesar Rp57.579.522.520,00 sedangkan Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2014 sebesar Rp47.757.624.342,00. Rincian Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran per Eselon I Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah sebagaimana tabel berikut:
Tabel 20.
Rincian Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran per Eselon I
Kenaikan 31 Des 2015 31 Des 2014 (Penurunan)
01 Setjen 41,716,146,931 34,804,563,242 6,911,583,689 19.86 02 Itjen 0 0 0 0.00 03 Ditjen PHPL 1,303,715,246 0 1,303,715,246 0.00 04 Ditjen PDASHL 2,471,892,000 1,814,777,431 657,114,569 36.21 05 Ditjen KSDAE 5,290,712,767 10,083,484,610 (4,792,771,843) (47.53) 06 Ditjen PKTL 195,211 239,310,622 (239,115,411) (99.92) 07 Badan Litbang 3,974,380,892 156,710,810 3,817,670,082 2,436.12 08 Badan P2SDM 1,628,131,070 658,777,627 969,353,443 147.14 09 Ditjen PSKL 1,193,452,515 0 1,193,452,515 0.00 10 Ditjen Gakum 812,308 0 812,308 0.00 11 Ditjen PPI 83,580 0 83,580 0.00 12 Ditjen PSLB3 0 0 0 0.00 13 Ditjen PPKL 0 0 0 0.00 57,579,522,520 47,757,624,342 9,821,898,178 20.57
Kd Eselon I Saldo per %
Jumlah
Berikut adalah penjelasan akun Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran Rp.57.579.522.520,00 per 31 Desember 2015 terdiri dari:
Saldo Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat Jenderal per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 sebesar Rp41.716.146.931,00 dan Rp.34.804.563.242,00. Terdapat kenaikan pada nilai kas lainnya di bendahara
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
Banyaknya saldo sisa tunjangan kinerja untuk pegawai lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Ex. Lingkungan Hidup yang belum dibagikan pada satuan kerja Biro Keuangan dan Biro Umum, menjadi faktor kenaikan nilai kas lainnya di bendahara pengeluaran pada tahun 2015. Berikut perbandingannya.
No Uraian Satker 31 Des 2015 31 Des 2014
1 Biro Keuangan 4.553.216.862,00 129.677.117,00
2 Biro Umum 37.160.128.332,00 34.674.886.125,00
3 Dishut Sulawesi Utara 2.610.727,00 - 4 BLHD Sulawesi Tengah 177.975,00 - 5 BPLH Papua 13.035,00 - 41.716.146.931,00 34.804.563.242,00 Jumlah
Secara rinci Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp41.716.146.931,00 tersebut adalah sebagai berikut:
1. Biro Keuangan sebesar Rp4.553.216.862,00 terdiri dari:
a) Sebesar Rp4.528.687.275,00 merupakan sisa pengembalian tunjangan kinerja untuk pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015 yang masih terdapat pada rekening bendahara pengeluaran per 31 Desember 2015 pada satuan kerja Biro Keuangan.
b) Sebesar Rp24.529.587,00 merupakan saldo atas 2 (dua) rekening Kementerian Kehutanan yang belum ditutup dari hasil temuan pemeriksaan BPK-RI (secara detail dalam pengungkapan lainnya), antara lain adalah:
Rekening Bendahara Pengeluaran Program Rehabilitasi dengan saldo Rp24.500.000,00.
Rekening Kegiatan GERHAN dengan saldo Rp29.586,55.
2. Biro Umum sebesar Rp37.160.128.332,00 terdiri dari:
a) PNBP atas pengelolaan Gedung Manggala Wanabakti (GMW) yang belum disetorkan ke Kas Negara sebesar Rp2.814.631.258,00, antara lain meliputi:
Penerimaan GMW untuk tahun 2015 sebesar Rp1.160.694.360,00 berupa penerimaan sewa parkir, sewa extention, sewa ruang auditorium, bagi hasil catering, dll
Sisa dana pengelolaan Gedung Manggala Wanabakti periode tahun 2015 sebesar Rp1.653.936.898,00.
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
kepada penyewa) sebesar Rp26.604.710.229,00 yang terdiri dari uang deposit sewa dan telepon, service charge dan uang yang seharusnya disetorkan ke kas negara atas sewa perkantoran. Secara rinci dapat dilihat dalam pengungkapan lainnya.
c) Tunjangan Kinerja Bulan Desember 2015 yang belum dibagikan sebesar Rp7.738.602.034,00 terdiri dari:
Pembayaran Tunjangan Kinerja bulan desember 2015 Lingkup Sekretariat Jenderal sebesar Rp1.952.166.383,00. Pembayaran Tunjangan Kinerja bulan desember 2015 Lingkup Ex. Lingkungan Hidup sebesar Rp5.786.435.651,00.
d) Bunga Jasa Giro yang belum disetorkan ke kas negara pada tanggal 31 Des 2015 sebesar Rp2.184.811,00 yaitu pada Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Penyiaran dan Penyebaran Informasi Publik (Pushumas) sebesar Rp1.138.871,00 dan Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan sebesar Rp1.045.940,00.
3. Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp2.610.727,00 merupakan setoran pajak yang belum disetorkan ke kas negara.
4. Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp177.975,00 merupakan jasa giro yang belum disetorkan sampai dengan 31 Desember 2015 ke kas negara.
5. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Papua sebesar Rp13.035,00 merupakan jasa giro yang belum disetorkan sampai dengan 31 Desember 2015 ke kas negara.
Berikut rincian Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran per transaksi sebagai berikut:
No. Keterangan 30 Nov 2015 31 Des 2014
1 Rekening yang belum ditutup 24.529.587,00 24.529.587,00 3 Sisa Tunjangan Kinerja Remunerasi 2015 4.528.687.275,00 105.147.530,00 4 Uang Tukin yang belum dibagikan 7.738.602.034,00 1.985.411.667,00 5 Uang penyewa Gedung GMW yang masih 26.604.710.229,00 29.553.418.219,44 6 Penerimaan GMW yang belum disetor kas 2.814.631.258,00 3.134.880.889,00 7 Bunga Jasa Giro Rek. Bendahara 2.375.821,00 -8 Pajak yang belum disetor 2.610.727,00
9 Sisa Uang Makan belum disetor ke kas negara - 1.175.350,00 Jumlah 41.716.146.931,00 34.804.563.242,44
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
Kas Lainnya di K/L dari Hibah Rp3,64M
(111822 & 111827)
Saldo Kas Lainnya di Kementerian Negara/Lembaga dari Hibah per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 adalah masing-masing sebesar Rp3.644.038.173,00 dan Rp4.488.682.173,00. Kas Lainnya di Kementerian Negara/Lembaga dari Hibah memiliki 2 (dua) lawan akun, yaitu Selisih Kurs Yang Belum Terealisasi Kas Hibah Langsung (311715) dan Ekuitas Dana Lancar Lainnya dari Hibah Langsung (311911). Rincian Kas Lainnya di Kementerian Negara/Lembaga dari Hibah adalah sebagai berikut:
Tabel 21. Rincian Kas Lainnya di Kementerian Negara / Lembaga dari Hibah per Eselon I
Kenaikan
31 Des 2015 31 Des 2014 (Penurunan)
1 Ditjen BPDAS 0 191,300,046 (191,300,046) (100.00) 2 Ditjen KSDAE 1,536,499,728 396,558,060 1,139,941,668 287.46 3 Badan Litbang 1,930,368,657 3,900,824,067 (1,970,455,410) (50.51) 4 Ditjen PPI 177,169,788 0 177,169,788 - 3,644,038,173 4,488,682,173 (844,644,000) (18.82)
No Eselon I Saldo per %
Jumlah
Kas Lainnya dari Hibah pada Eselon I Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) sebesar Rp1.536.499.728,00 adalah sisa pagu hibah yang belum direalisasikan sampai dengan 31 Desember 2015 dengan rincian sebagai berikut:
Hibah dari UNDP dengan nama project Enhanching The Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) sebesar Rp1.251.182.485.
Hibah dari ITTO dengan project ITTO-CITES Program sebesar Rp285.317.243.
Kas Lainnya dari Hibah pada Eselon I Badan Litbang dan Inovasi sebesar Rp1.930.368.657,00, dengan rincian sebagai berikut:
No Satuan Kerja Jumlah (Rp) Keterangan 1 BPTHHBK Kuok 599,459,720 Sisa Saldo Hibah 2 Sekretariat 328,804,663 Sisa Saldo Hibah 3 BBPBPTH Yogyakarta 1,002,104,274 Sisa Saldo Hibah
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
Bendahara
Penerimaan Rp36 Pengendalian Perubahan Iklim (Ditjen PPI) sebesar
Rp177.169.788,00 adalah sisa pagu hibah yang belum direalisasikan sampai dengan 31 Desember 2015, yaitu Hibah dari Institutional Strengthening dan HPMP.
C.1.3.3 Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan (111825)
Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan yang disajikan adalah Kas yang berasal dari penerimaan yang belum diperhitungkan atau belum dapat diakui sebagai pendapatan.
Saldo Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 desember 2015 dan 31 Desember 2014 masing-masing adalah sebesar Rp36,00 dan Rp0. Kas ini terdapat pada satker BKSDA Sulawesi Utara, merupakan pendapatam jasa/bunga giro bulan Desember 2015.
Kas pada Badan Layanan Umum Rp584,75M
C.1.4 Kas pada Badan Layanan Umum (111911)
Kas pada Badan Layanan Umum (BLU) yang disajikan adalah Kas pada BLU yang telah disahkan oleh KPPN maupun yang belum disahkan. Kas pada BLU yang merupakan dana kelolaan yang belum digulirkan/diinvestasikan disajikan sebagai Aset Lainnya.
Kas pada Badan Layanan Umum (BLU) per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 masing-masing sebesar Rp584.750.192.417,00 dan Rp416.422.254.165,00. Kas pada BLU merupakan kas berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang berasal dari dana bergulir BLU, baik saldo rekening di bank maupun uang tunai. dengan rincian sebagaimana sebagai berikut:
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
No Uraian Rekening 31-Des-15 31-Des-14
1 BRI Acc No. 0193-01-000811-30-7 1.763.129.503,00 687.796.895,00 2 BRI Acc No. 0193-01-001699-30-0 9.752.637.601,13 20.387.269.975,00 3 BRI Acc No. 0193-01-000830-30-1 36.744.804,00 312.164.544,00 4 Kas Brangkas di Bendahara Pengeluaran 197.680.509,00 35.022.751,00 5 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011054-40-1 18.000.000.000,00
6 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011116-40-7 20.000.000.000,00 7 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011254-40-9 25.000.000.000,00 8 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011125-40-6 43.000.000.000,00
9 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-010284-40-1 60.000.000.000,00 60.000.000.000,00 10 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-010569-40-3 40.000.000.000,00 40.000.000.000,00 11 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-010700-40-7 20.000.000.000,00 20.000.000.000,00 12 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-010835-40-6 50.000.000.000,00 50.000.000.000,00 13 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011011-40-3 20.000.000.000,00 14 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-010924-40-9 40.000.000.000,00 40.000.000.000,00 15 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011334-40-3 25.000.000.000,00
16 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011338-40-7 20.000.000.000,00 17 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011400-40-8 25.000.000.000,00 18 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-011207-40-2 20.000.000.000,00 19 Deposito BRI 1 bulan No. 0193-01-010925-40-5 15.000.000.000,00
20 Deposito BTN 1 bulan No. 00603-01-40-000879-3 17.000.000.000,00 21 Deposito BTN 1 bulan No. 00603-01-40-000846-8 23.000.000.000,00 22 Deposito BTN 1 bulan No. 00603-01-40-000847-6 20.000.000.000,00 19 Deposito BTN 1 bulan No. 00603-01-40-000862-0 10.000.000.000,00 20 Deposito BTN 1 bulan No. 00603-01-40-000863-8 30.000.000.000,00 30.000.000.000,00 21 Deposito BTN 1 bulan No. 00043-01-40-007302-7 35.000.000.000,00 22 Deposito BTN 1 bulan No. 00603-01-40-001184-3 10.000.000.000,00
23 Deposito BTN 1 bulan No. 00603-01-40-000908-2 17.000.000.000,00 24 Deposito BTN 1 bulan No. 00043-01-40-007392-0 35.000.000.000,00
25 Deposito Mandiri 1 bulan No.122-02-0496332-9 30.000.000.000,00 30.000.000.000,00 26 Deposito Mandiri 1 bulan No.122-02-0500861-1 30.000.000.000,00
584.750.192.417,13
416.422.254.165,00
Jumlah
Terdapat selisih sebesar Rp0,13 (Rp584.750.192.417,00– Rp584.750.192.417,13) karena pada aplikasi tidak mengakomodir dua digit dibelakang koma, sehingga penginputan aplikasi dilakukan pembulatan ke atas.
Belanja dibayar dimuka (Prepaid) Rp6,80M
C.1.5 Belanja Dibayar Dimuka (prepaid)(114112)
Belanja dibayar dimuka (prepaid) merupakan pengeluaran satuan kerja/pemerintah yang telah dibayarkan sepenuhnya dari Rekening Kas Umum Negara dan membebani pagu anggaran, namun barang/jasa/fasilitas dari pihak ketiga belum diterima/dinikmati satuan kerja/pemerintah. Dengan kata lain, belanja dibayar di muka merupakan hak yang masih harus diterima dari pihak ketiga setelah tanggal neraca sebagai akibat dari telah dibayarkannya secara penuh belanja dan membebani anggaran tahun anggaran berjalan namun barang atau jasa belum diterima.
Belanja Dibayar Dimuka (prepaid) per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp6.809.588.874,00 sedangkan Belanja Dibayar Dimuka per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp933.576.678,00. Rincian saldo Belanja Dibayar Dimuka (Prepaid) per Eselon I Lingkup
Catatan atas Laporan Keuangan Penjelasan Pos-Pos Neraca
berikut:
Tabel 23.
Rincian Belanja Dibayar di Muka (Prepaid) menurut Eselon I
Kenaikan 31 Des 2015 31 Des 2014 (Penurunan)
1 Setjen 5,786,435,651 0 5,786,435,651 - 2 Ditjen PDASHL 192,086,928 127,157,381 64,929,547 51.06 3 Ditjen KSDAE 652,707,964 583,345,631 69,362,333 11.89 4 Ditjen PKTL 167,450,000 223,073,666 (55,623,666) (24.94) 5 Badan Litbang 10,908,331 0 10,908,331 - 6,809,588,874 933,576,678 5,876,012,196 629.41
No Eselon I Saldo per %
Jumlah
Berikut rincian akun Belanja Dibayar Dimuka per 31 Desember 2015 sebesar Rp6.809.588.874,00 adalah terdiri dari:
1. Akun Belanja Dibayar Dimuka per 31 Desember 2015 pada Eselon I Sekretariat Jenderal sebesar Rp.5.786.435.651,00. Belanja dibayar dimuka sebesar tersebut merupakan pembayaran tunjangan kinerja untuk pegawai Ex.Lingkungan Hidup yang telah dibayarkan, namun belum dibagikan kepada yang bersangkutan per tanggal 31 Desember 2015 di satuan kerja Biro Umum.
2. Belanja Dibayar Dimuka (prepaid) per tanggal 31 Desember