BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL
3.2 Pendekatan Penelitian Kuantitatif
3.2.1 Hipotesa Penelitian
Terdapat delapan hipotesis yang diangkat dalam penelitian ini, berikut adalah penjelasan yang mendukung hipotesis.
3.2.1.1 Hubungan Implementasi E-Procurement dengan Prinsip Pelaksanaan E-Procurement
Implementasi dalam e procurement diartikan sebagai tingkat dimana e procurement digunakan yaitu seberapa besar fungsifungsi dalam nilai e -procurement diaplikasikan pada setiap proses pengadaan yang dilakukan. Massetti and Zmud (1996) dalam penelitian Teo and Lai (2009) menyatakan sejauh mana penggunaan e -procurement berdasarkan empat dimensi yaitu volume, breadth, diversity dan depth. Empat dimensi tersebut secara keseluruhan menyatakan tentang sejauh mana kegiatan pengadaan pada organisasi dilakukan dengan internet meliputi prosentase kegiatan pengadaan yang ditransaksikan melalui internet, seberapa luas organisasi dapat berinteraksi dengan pemasok, produsen dan pemangku kepentingan lainnya secara elektronik dalam meningkatkan kemampuan pengadaan, berapa banyak jenis kegiatan rutin/proses yang dilakukan serta tingkat konsolidasi elektronik yang telah dilakukan dari dua atau lebih mitra dagang (koneksi pengadaan). Dalam penelitian Teo dan Lai (2009) juga didapatkan bahwa prosentase kegiatan pengadaan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi, seberapa luas organisasi dapat berinteraksi berpengaruh signifikan terhadap efektifitas dan peningkatan koordinasi, banyaknya kegiatan yang dapat dilakukan dengan e -procurement berpengaruh signifikan terhadap pengurangan biaya serta tingkat konsolidasi elektronik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan koordinasi. Berdasarkan ulasan di atas maka diusulkan hipotesa terhadap factor implementasi e -procurement :
52
H1 :Implementasi e -procurementberpengaruh positif pada efisiensi dalam prinsip pelaksanaan e -procurement
H2 :Implementasi e -procurementberpengaruh positif pada efektifitas dalam prinsip pelaksanaan e -procurement
H3 : Implementasi e -procurementberpengaruh positif pada tranparansi dalam prinsip pelaksanaan e -procurement
H4 : Implementasi e -procurementberpengaruh positif pada keterbukaan dalam prinsip pelaksanaan e -procurement
3.2.1.2 Hubungan Prinsip Pelaksanaan E-procurement dengan Peningkatan Kinerja
DeLone dan McLean (1992) menunjukkan bahwa terdapat dampak dari sebuah sistem informasi terhadap kinerja individual yang pada akhirnya juga menyebabkan dampak terhadap organisasi. Dalam nada yang sama, beberapa peneliti menekankan bahwa kausal jalur untuk kinerja perusahaan dengan penggunaan teknologi informasi adalah melalui teknologi informasi terjadi kemampuan proses yang aktif sehingga berdampak terhadap kinerja. Brandyberry, Rai, dan White (1999) menekankan kebutuhan terhadap dampak kinerja non-keuangan dari teknologi manufaktur yang maju, sementara Subramani (2004) menekankan kebutuhan untuk memeriksa manfaat urutan pertama dan kedua menggunakan teknologi informasi dalam pengelolaan rantai pasokan.
Pemanfaatan e-procurement menunjukkan bahwa teknologi jugadapat berkontribusi membenahi berbagaipersoalan terkait pengadaan barang/jasapemerintah yang mungkin sulit dicapaijika hanya berfokus pada aspekreformasi birokrasi.Implementasi e -procurement dipengaruhi oleh beberapa factor baik manfaat, hambatan, factor kesuksesan dan harapan peningkatan kinerja.
Teo dan Lai (2009) menyatakan efisiensi dalam penggunaan e -procurementditunjukkan dengan adanya pengurangan waktu terhadap siklus pengadaan, peningkatan respon untuk produksi dan kebutuhan pelanggan, peningkatan akurasi, serta mengotomatisasi proses persetujuan. Hsin Hsin Chang dan Kit Hong Wong (2010) menyatakan bahwa efisiensi dapat meningkatkan daya
53
tawar ketika berhadapan dengan pemasok. Adanya proses pembelian yang efisien juga menjadi factor benefit dalam adopsi e -procurement (Peral Toctas, 2014). Panayitou et.al (2004) menyimpulkan bahwa efisiensi merupakan manfaat yang sangat diharapkan dari implementasi e -procurement terkait pengurangan biaya suplai, pengurangan biaya tender serta waktu yang dibutuhkan dalam proses tender itu sendiri. Ketercapaian factorfaktor efisensi dalam penerapan e -procurement akan meningkatkan kinerja organisasi (Gunasekaran, 2009).
Teo dan Lai (2009) juga menyatakan efektifitas dalam penggunaan e -procurement adalah adanya pengambilan keputusan yang lebih baik terhadap kecepatan akurasi, penggunaan sumberdaya yang lebih baik, serta visibilitas yang lebih tinggi. Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 menyatakan prinsip efektifitas adalah bahwa pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Peral Toctas (2014) menyatakan bahwa adanya respon yang cepat serta system pelaporan secara online dan real time menjadi manfaat dalam adopsi e -procurement sehingga meningkatkan efektifitas . Panayitou et.al (2004) juga menyatakan bahwa dengan pelaporan secara online dapat meningkatkan manfaat dalam implementasi e -procurement dan efektifitas juga menjadi manfaat yang diharapkan dalam peningkatan kinerja organisasi.
Salah satu manfaat yang diharapkan dari implementasi e -procurement adalah transparansi yang didukung dengan definisi yang jelas terhadap aturan dan responsibilitas yaitu kesesuaian pelaksanaan dengan aturan yang berlaku (Panayitou, et.al, 2014). Neupane et.al (2014) menyatakan bahwa pemerintah dapat mendorong penggunaan e -procurement sebagai reformasi anti-korupsi dalam pengadaan public. Negara dapat mendorong kesadaran transparansi dan akuntabilitas sebagai alat instrumen utama untuk mempromosikan integritas dan mencegah penipuan dan korupsi dalam pengadaan publik. Pemerintah dapat melakukan pekerjaan yang sangat baik melalui portal web e -procurement dengan menciptakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang transparan dan akuntabel.
Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2011 menyatakan prinsip keterbukaan berarti pengadaan barang/jasa dapat diikuti oleh semua penyedia
54
barang/jasa yang memenuhi persyaratan/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas. Eadie Robert (2007) menyatakan cara mendapatkan keunggulan kompetitif terutama bagi kontraktor yang memiliki kemampuan dalam system elektronik menjadi salah satu factor penggerak dalam penggunaan e -procurement. Ronchi et.al (2010) juga menyatakan bahwa terdapat manfaat potensial dari penggunaan e -procurement salah satunya adalah mencegah pengguna tunggal dari proses pembelian sehingga proses pembelian dapat dilakukan dari beberapa sumber yang berbeda. Kekuatan monopoli dalam usaha mendapatkan lelang juga dinyatakan oleh Arjun Neupane (2014), dimana dengan mengadopsi e -procurement diharapkan kekuatan monopoli dapat dikurangi.
Gunasekaran, A. et.al (2008) dalam penelitiannya menyatakan bahwa kesuksesan e-procurement dapat meningkatkan performa organisasi jangka panjang dan jangka pendek, meningkatkan kinerja biaya dalam organisasi, meningkatkan daya saing organisasi serta meningkatkan aliansi strategis dan jaringan. Chang dan Wong (2010) meneliti bahwasannya adanya partisipasi dalam e-marketplace dapat meningkatkan kinerja perusahaan, dimana trust menjadi factor moderat antara adopsi e -procurement dan e-marketplace. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang telah mengadopsi e -procurement lebih mungkin untuk berparitsipasi dalam e-marketplace, sehingga dengan adopsi e -procurementdapat meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan yaitu meningkatkan kegiatan pengadaan dan melayani konsumen dengan lebih efisien yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja penjualan karena meningkatnya kepuasan pelanggan.Teo dan Lai (2009) menggambarkan pengaruh tingkat penggunaan e-procurement pada peningkatan kinerja berdasarkan cost reduction, internal efficiency, managerial effectiveness dan impact coordination. Berdasarkan ulasan di atas maka diusulkan hipotesa terhadapfactor implementasi e -procurement :
H5 : Efisiensi dalam prinsip e -procurementberpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja
H6 : Efektifitas dalam prinsip e -procurement berpengaruh positifterhadap peningkatan kinerja
55
H7 : Transparansi dan akuntabel dalam prinsip e –procurementberpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja
H8 : Keterbukaan dalam prinsipe -procurement berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja