HASIL DAN PEMBAHASAN
0.905 Hipotesis Analisis of covariens
(ancova)
0.000
Berdasarkan tabel 4.8 data analisis statistik inferensial tahap uji normalitas diperoleh sig 0.137 pada kelas kontrol dan sig 0.172 pada kelas eksperimen < 0.05 terdistribusi normal. Uji homogenitas diperoleh data sig 0.223 kelas kontrol dan sig 0.905 kelas eksperimen < 0.000 terdistribusi homogen, sedangkan uji hipotesis sig 0.000 disimpulkan terdapat pengaruh (Lampiran 15: 122)
Untuk mengetahui hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak yaitu dengan melihat nilai sig, taraf signifikansi yang digunakan yaitu 0.000.
pengambilan kesimpulan hipotesis berdasarkan kriteria pengujian yaitu nilai sig < α, maka terdapat pengaruh dan jika nilai sig> α, maka tidak dapat
pengaruh. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai sig sebesar 0.000 sama dengan taraf signifikansi 0.000 (Lampiran 16: 123) Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima karena penerapan media Mind Mapping terdapat pengaruh terhadap hasil belajar materi virus siswa di kelas X SMA Negeri 2 Makassar.
B. Pembahasan
Penerapan media Mind Mapping membantu siswa dalam kesulitan belajar dan membuat siswa lebih mudah memahami materi pelajaran karena siswa belajar menjelaskan kembali materi yang diterima melaui media Mind Mapping.
Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan adanya perbedaan nilai, antara kelas kontrol dan kelas eksperimen di SMA Negeri 2 Makassar. Nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2, nilai rata-rata Pre-Test dan Post-Test kelas kontrol yakni 64,49 dan 71,89 sedangkan pada kelas yang diberi perlakuan dengan media Mind Mapping kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 65,06 dan 82,26 mengalami peningkatan setelah diterapkannya media Mind Mapping dan aktivitas siswa selama pelajaran berlangsung memperlihatkan adanya ketertarikan dan antusias siswa dalam mengikuti proses pelajaran.
Berdasarkan analisis statistik inferensial pada tabel 4.8 dengan menggunakan analisis Ujiancova terlihat bahwa hipotesis dapat diterima karena pada penerapan media Mind Mapping terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa materi virus di kelas X SMA Negeri 2 Makassar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan media Mind Mapping berhasil karena nilai rata-rata sudah mencapai kategori sangat baik.
Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan media Mind Mapping, siswa juga sangat antusias dalam menerima materi, meskipun masih ada sebagian kecil siswa yang kurang memperhatikan pelajaran yakni 4 orang dari 35 siswa sedangkan pada pertemuan terakhir siswa yang melakukan aktivitas lain hanya 2 orang hal tersebut menunjukkan siswa yang tidak memperhatikan pelajaran tidak mempengaruhi siswa yang lainnya sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan tingkat keberhasilan penerapan media tergolong sangat tinggi.
Hasil belajar Pre-Test siswa pada kelas kontrol dan eksperimen tergolong rendah hal tersebut dipengaruhi karena pada saat test berlangsung dilakukan pengawasan yang sangat ketat sehingga siswa yang ketergantungan dengan smartphone dan jawaban teman mengerjakan dengan kemampuannya sendiri. Begitupun pada Post-Test kelas kontrol dan eksperimen, pengawasan yang cukup ketat kembali dilakukan. Terdapat beberapa siswa pada proses pelajaran sangat terlihat dominan namun kurang pada hasil test dan begitupun sebaliknya.
Pada pembuatan Mind Mapping siswa diajak untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa. Karena pencatatan menggunakan sistem Mind Mapping, tidak saja menggunakan otak kiri, tetapi juga menggunakan otak kanan. Dimana dalam membuat Mind Mapping digunakan simbol-simbol atau gambar-gambar yang disukai dan dapat juga digunakan warna-warna untuk percabangan-percabangan yang mengindikasikan makna tertentu. Selain melibatkan emosi, kesenangan, kreativitas dalam membuat catatan, Mind Mapping juga membantu menumbuhkan pengetahuan yang berbeda yang belum dimiliki siswa. Namun demikian, pembuatan Mind Mapping ini juga memiliki banyak kendala dan kesulitan. Disamping keterbatasan waktu saat pembelajaran diperlukan latihan yang cukup untuk menumbuhkan kebiasaan siswa untuk membuat Mind Mapping. Pada awalnya siswa memiliki kesulitan saat diberikan tugas membuat Mind Mapping, namun setelah diberi pengarahan oleh guru siswa menjadi sangat antusias dalam belajar dan membuat Mind Mapping tersebut dengan sangat baik.
Hasil belajar siswa meningkat ketika diterapkan media pembelajaran yang menyenangkan, membuat siswa mengeksperikan kemampuannya dan menggunakan media belajar yang memudahkan untuk mengingat pelajaran dan tidak berbelit-belit dalam menjelaskan kembali pelajaran. Namun, pada penelitian ini peneliti merasa masih kurang puas karena hasil yang ditargetkan belum maksimal dikarenakan belum adanya pengalaman sebelumnya dan kurang diberikannya pemahaman mengenai media Mind Mapping terhadap guru mata pelajaran.
Terlihat sangat jelas antusias siswa pada saat guru mata pelajaran menjelaskan mengenai pelajaran materi virus yang menggunakan media Mind Mapping sebab ini merupakan pengalaman pertama mereka belajar dengan media Mind Mapping. Siswa yang dominan menyukai gambar dan pandai dalam mejelaskan sangat antusias, dibanding dengan siswa yang dominan pada perhitungan dan tidak memiliki bakat menggambar. Namun karena sebelumnya telah dibentuk kelompok jadi kerjasama sesama tim sangatlah baik, mereka begitu kompak dalam mengerjakan Mind Mapping dan mejelaskan kembali materi dengan Mind Mapping. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari (2016) yaitu melalui kegiatan Mind Mapping secara berkelompok, siswa mampu mengembangkan kreativitas, membangun kerjasama untuk memahami materi, disiplin bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan dan bersikap jujur.
Hal tersebut terlihat pada hasil pengamatan aktivitas siswa pada poin ke 8 lembar observasi aktivitas siswadapat dilihat pada lampiran bahwa siswa mengerjakan Mind Mapping dengan tenang dan melakukan kerjasama dengan baik, yang dibuktikan dengan perolehan skor pada poin tersebut tinggi yakni pertemuan pertama 80 dan pertemuan kedua 85. (Lampiran 7: 108)Dari data-data tersebut dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa menunjang keberhasilan dari penerapan media Mind Mapping yang dilaksanakan pada pelajaran biologi materi virus. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan media Mind Mapping membuat hasil belajar siswa materi virus kelas X SMANegeri 2 Makassar dapat meningkat dari sebelumnya yang tidak menggunakan media Mind Mapping