• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MEDIA MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERIVIRUS PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MAKASSAR SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH MEDIA MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERIVIRUS PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MAKASSAR SKRIPSI"

Copied!
185
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MEDIA MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERIVIRUS PADA SISWA KELAS X

SMA NEGERI 2 MAKASSAR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh Karina NIM 105440000815

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI 2020

(2)

PENGARUH MEDIA MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERIVIRUS PADA SISWA KELAS X

SMA NEGERI 2 MAKASSAR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh Karina NIM 105440000815

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI 2020

i

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

(6)

v

(7)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Jika gagal, bangkit. Jika masih gagal, berusaha lebih keras.

Kesuksesan ada pada orang yang tidak pantang menyerah.

Bangkitlah lukis masa depan yang indah Pada lao, Teppada upe.

Kupersembahkan karya ini buat:

Orang tuaku, saudaraku dan sahabat-sahabatku, atas bantuan dan doanya dalam mendukung penulis sampai saat ini.

vi

(8)

ABSTRAK

Karina. 2019. Pengaruh Media Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Kognitif Materi Virus pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Makassar. Skripsi.

Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Hilmi Hambali dan Pembimbing II Rahmatia Thahir.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh media Mind Mapping terhadap hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Mind Mapping terhadap hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar.

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dalam bentuk penelitian Quasi Experimental Design (eksperimen semu). Dengan menilai hasil Pre-Test dan Post-Test siswa. Prosedur penelitian meliputi tahap observasi dan tahap persiapan. Sampel dari penelitian ini adalah kelas X MIPA 3 dan X MIPA 6 SMA Negeri 2 Makassar sebanyak 70 siswa.

Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa setelah menggunakan media Mind Mapping mengalami peningkatan yang berarti bahwa media pembelajaran Mind Mapping memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji normalitas yang terdistribusi normal, uji homogenitas yang terdistribusi homogen dan uji hipotesis dengan nilai sig 0.000 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar melalui penerapan media pembelajaran Mind Mapping.

Kata kunci: Media Pembelajaran Mind Mapping, Hasil Belajar

vii

(9)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, penulis memanjatkan puji syukur yang setinggi-tingginya kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat, hidayah-Nya sehingga penulis bisa melewati masa-masa sulit sakaligus masa-masa penuh tantangan selama studi hingga skripsi. Dengan ketulusan hati yang terdalam penulis ingin menghanturkan sembah dan syukur yang tak terhingga atas segala yang telah tuhan karuniakan kepada penulis. Begitupula shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, serta keluaga dan para sahabatnya-Nya dan orang-orang yang mengikuti beliau.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam skripsi ini, karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa penulis harapkan guna memacu penulis menciptakan karya-karya yang lebih bagus.

Akhir kata penulis ingin menghanturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan selama studi hingga sampai pada tahapan skripsi sebagai langkah akhir penyelesaian studi di Universitas Muhammadiyah Makassar. Kepada kedua orang tua tercinta, Baharuddin dan Tasya juga tante Nurhayati yang telah memberikan perhatian dan pengorbanan serta keikhlasan doa demi kesukesan penulis.

Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada: Prof. Dr. H. Abd.

Rahman Rahim, S.E., M.M selaku rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. selaku dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Irmawanty, S.Si., M.Si. selaku ketua program studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Makassar, Ibu Hilmi Hambali, S.Pd., M.Kes.

viii

(10)

selakupembimbing I yang dengan penuh kesabaran dan ketekunan membimbing penulis hingga skripsi ini bisa diselesaikan seperti yang diharapkan. Ibu Rahmatia Thahir S.Pd., M.Pd. selaku pembimbing II yang dengan penuh kesabaran dan ketekunan membimbing penulis hingga skripsi ini bisa diselesaikan seperti yang diharapkan. Bapak Muhammad Wajdi, S.Pd., M.Pd. selaku dosen program studi Pendidikan Biologi yang senantiasa mengajari dan memberikan dorongan kepada penulis hingga sampai pada tahapan ini dan Para dosen dan staf Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kapada bapak Drs. H.

Kasmuin M.Pd dan keluarga yang telah membantu dan senantiasa memberikan dorongan kepada penulis hingga sampai pada tahapan ini. Teman-teman Aspuri Gappembar yang telah memberikan bantuan dan dorongan hingga skripsi ini selesai. Terkhusus kepada saudariku Nur Hikmah, Nur Indah Sari dan Suciana Nasiva yang selalu memberikan bantuan terhadap segala kesulitan yang dihadapi dan mengajariku banyak hal tentang hidup, cinta dan akhirat.

Ucapan terima kasih kepada teman-teman kelas Ayu Angryani Abdullah, Ihwal, Rabiatul Adwiyah, Mutmainna, Abdul Rahman, A.Nur Rifqah Annisa serta seluruh kelas biologi A.15 yang tidak bisa penulis sebutkan namanya satu persatu . terima kasih sahabat-sahabatku tanpa kalian penulis tidak akan betah berada dalam kelas dan lingkungan kampus.Kepada rekan-rekan program studi pendidikan biologi angkatan 2015 yang tidak bisa di sebutkan namanya satu persatu. Makasih saudara-saudaraku teruslah maju, berkarya, berprestasi demi bangsa dan Negara, semoga rasa solidaritas kita jangan sampai terlupakan.

(11)

Demikianlah ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, tiada sesuatu yang bisa penulis berikan kecuali apa yang kita lakukan selama ini bernilai ibadah disisi Alah SWT, semoga segala bantuan yang diberikan kepada penulis mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Semoga kita semua senantiasa mendapat rahmat dan hidayah- Nya. Aamiin

Makassar, 12 Februari 2020

Karina

105440000815

(12)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR DIAGRAM ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

A. Kajian Pustaka ... 7

1. Definisi Hasil Belajar ... 7

2. Definisi Mind Mapping ... 13

3. Devinisi model pembelajaran Kooperatif Jigsaw ... 19

4. Penelitian Yang Relevan ... 22

5. Materi Ajar ... 23

B. Kerangka Pikir ... 34

11

(13)

C. Hipotesis Penelitian ... 35

BAB III METODE PENELITIAN ... 36

A. Rancangan Penelitian ... 36

1. Desain Penelitian ... 36

2. Variabel Penelitian ... 37

3. Waktu dan Tempat ... 37

4. Prosedur Penelitian ... 38

B. Populasi dan Sampel ... 41

C. Definisi Oprasional Variabel ... 43

1. Media Pembelajaran Mind Mapping ... 43

2. Hasil Belajar Kognitif ... 44

D. Instrumen Penelitian ... 44

E. Teknik Pengumpulan Data ... 45

F. Teknik Analisis Data ... 45

1. Uji Prasyarat ... 46

2. Uji Hipotesis ... 47

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 48

A. Analisis Hasil Penelitian ... 48

1. Analisis Statistik Deskriptif ... 48

2. Analisis Statistik Inferensial ... 53

B. Pembahasan ... 54

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 59

A. Simpulan ... 59

B. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 61

LAMPIRAN ... 64

RIWAYAT HIDUP ... 166

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Fungsi otak kanan dan kiri ... 15

2.2 Penggolongan virus berdasarkan inang ... 31

3.1 Desain penelitian ... 37

3.2 Sintaks media membelajaran Mind Mapping ... 38

3.3 Sintaks Model Pempelajaran Kooperatif Jigsaw ... 40

3.4 Populasi Penelitian ... 42

3.5 Sampel Penelitian ... 42

3.6 Kriteria Hasil Belajar Siswa ... 45

3.7 Kategori KKM ... 46

4.1 Analisis Statistik Data Skor Hasil Belajar Siswa Sebelum dan Setelah Diberikan Perlakuan (Pre-Test dan Post-Test) X MIPA3 ... 49

4.2 Data Frekuensi dan Kategori Skor Hasil Belajar Siswa Setelah Diberikan Perlakuan (Pre-Test dan Post-Test) X MIPA3 ... 49

4.3 Data Ketuntasan Hasil Belajar Siswa (KKM) (Pre-Test &Post-Test) X MIPA3 ... 50

4.4 Analisis Statistik Data Skor Hasil Belajar Siswa Sebelum dan Setelah Diberikan Perlakuan (Pre-Test dan Post-Test) X MIPA 6 ... 51

4.5 Data Frekuensi dan Kategori Skor Hasil Belajar Siswa Setelah Diberikan Perlakuan (Pre-Test dan Post-Test) X MIPA6 ... 51

4.6 Data Ketuntasan Hasil Belajar Siswa (KKM) (Pre-Test &Post-Test) X MIPA6 ... 52

4.7 Data Analisis Statistik Inferensial ... 53

(15)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Bentuk Virus ... 25

2.2 Daur Litik ... 27

2.3 Daur lisogenik ... 29

2.4 Kerangka pikiran ... 35

(16)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram Halaman

4.1 Data Hasil Pre-Test dan Post-Test ...22

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Silabus ...64

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ...75

3. Lembar Kerja Siswa (LKS) ...87

4. Instrumen Soal ...90

5. Soal Pre-Test ...92

6. Soal Post-Test ...100

7. Lembar Aktivitas Siswa Kelas Eksperimen ...108

8. Lembar Aktivitas Siswa Kelas Kontrol ...110

9. Media Mind Mapping ...112

10. Rekap Nilai Hasil Belajar Kelas Eksperimen ...115

11. Rekap Nilai Hasil Belajar Kelas Kontrol ...119

12. Hasil Uji Statistik Kelas Kontrol ...123

13. Hasil Uji Statistik Kelas Eksperimen ...124

14. Hasil Uji Normalitas ...125

15. Hasil Uji Homogenitas ...126

16. Hasil Uji Hipotesis ...127

17. Lembar Validasi RPP ...128

18. Lembar Validasi LKS ...136

19. Lembar Validasi Soal Hasil Belajar ...142

20. Lembar Validasi Aktivitas Siswa ...148

21. Lembar Keterangan Validasi ...154

(18)

22. Surat Pengantar LP3M ...155

23. Surat Permohonan Izin LP3M ...156

24. Surat Permohonan Izin Penelitian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu 1 Pintu ...157

25. Surat Permohonan Izin Pemelitian Dinas Pendidikan Privinsi Sulawesi Selatan ...158

26. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ...159

27. Katrol Pelaksanaan Penelitian ...160

28. Dokumentasi Penelitian ...161

(19)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pendidikan menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk membentuk generasi yang siap mengganti tongkat estafet generasi tua dalam rangka membangun masa depan. Karena itu pendidikan berperan mensosialisasikan kemampuan baru, kepada mereka agar mampu mengantisipasi tuntutan masyarakat yang dinamis. Pendidikan menjadi hal yang sangat penting, suatu bangsa akan dapat dikatakan maju apabila pendidikannya berkualitas. Bangsa yang memiliki pendidikan yang berkualitas akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Berdasarkan pengertian tersebut, proses pembelajaran yang terjadi di sekolah merupakan hal terpenting dalam proses pendidikan, dan sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan adalah tercapainya tujuan pendidikan yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa selama mengkuti proses pendidikan dapat diamati dengan berdasarkan tinggi rendahnya hasil belajar siswa. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan pembelajaran merupakan

1

(20)

kegiatan yang paling pokok. Hal ini bahwa berhasil tidaknya pendidikan tergantung pada proses pembelajaran yang dilaksanakan.

Proses pembelajaran selama ini sebagian besar dilakukan melalui penyampaian informasi yang berpusat pada kegiatan mendengarkan dan menghafalkan, bukan memberikan interprestasi dan makna terhadap apa yang di pelajari dalam upaya untuk membangun (mengontruksi) pengetahuan sendiri.

Pembelajaran yang baik ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswa secara langsung, komprehensif baik fisik, mental maupun emosi. Hal semacam ini sering diabaikan oleh guru karena guru lebih mementingkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana kelas yang aktif, efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran yakni dengan menggunakanmedia pembelajaran yang menarik. Hal ini dapat membantu guru dalam menggerakkan dan menjelaskan gambaran ide dari suatu materi.

Penerapan media pembelajaran yang dapat menggali kreatifitas dan keaktifan siswa, maka dalam mengusahakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan peningkatan kualitas pembelajaran biologi dapat tercapai. Selain itu juga, dapat memperbaiki penerapan kurikulum saat ini dan meningkatkan pemahaman, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 2 Makassar menunjukan bahwa, hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi rendah. Rendahnya pemahamahan terhadap pelajaran biologi disebabkan

(21)

karena kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran tersebut terutama pada materi virus. Dimana virus merupakan konsep yang tidak mudah karna materi tersebut membutuhkan daya hafal yang kuat, sulitnya konsep virus bagi siswa dibuktikan dengan rendahnya nilai ulangan harian siswa dalam kurung waktu 2 tahun terakhir yaitu sekitar 70% tidak tuntas dan 30% tuntas dari 35 siswa.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru biologi di SMA Negeri 2 Makassar, peneliti memperoleh informasi bahwa siswa memperoleh kesulitan dalam mempelajari konsep virus, hal ini terjadi karena siswa kurang banyak membaca buku, siswa hanya bergantung kepada internet tanpa membacanya dan juga semangat belajar siswa yang kurang.

Maka dari itu untuk menumbuhkan semangat belajar siswa peneliti ingin menerapkan sebuah media pembelajaran yang baru bagi siswa diharapkan dengan di terapkannya media pembelajaran tersebut dapat menumbuhkan semagat belajar siswa dan memudahkan dalam memahami suatu materi, media pembelajaran tersebut adalah media pembelajaran Mind Mapping.

Mind Mapping adalah salah satu dari media pembelajaran yang mengupayakan seorang peserta didik mampu menggali ide-ide kreatif dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Sehingga penulis yakin pembelajaran akan lebih hidup, variatif, dan membiasakan siswa memecahkan permasalahan dengan cara memaksimalkan daya pikir dan kreatifitas. Dengan demikian tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan dapat tercapai, media pembelajaan ini diharapkan dapat tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan kegiatan belajar siswa, dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif, dimana guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing,

(22)

sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan berjalan baik apabila siswa banyak aktif dibandingkan guru.

Penyampaian materi pelajaran biologi perlu dikolaborasikan dengan suatu media pembelajaran yang tepat, agar siswa mendapatkan pengalaman baru dalam belajarnya, selain itu siswa akan merasa nyaman.

Berdasarkan hasil penelitian Lestari (2019),bahwa dengan digunakannya media pembelajaran MindMapping dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, siswa menjadilebih aktif sehingga membuat guru lebih mudah saat berinteraksi dengan siswa dalam prosespembelajaran, guru tidak perlu menyampaikan banyak materi karena dengan media pembelajaranMind Mapping ini satu materi sudah dapat disusun menjadi lebih singkat dan mudah untukdipahami, proses pembuatan media Mind Mapping ini mudah sehingga guru tidak kesulitandalam pembuatannya, dapat menyajikan materi pembelajaran lebih praktis, dapat menjadikansuasana kelas menjadi lebih kondusif serta dapat mempermudah guru memberikan penilaiankeaktifan belajar siswa karena dengan diterapkannya media pembelajaran Mind Mapping inisiswa menjadi lebih aktif.

Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Putri (2018) dengan media pembelajaran yang sama namun model yang berbeda menyatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantu media Mind Mappingmampu meningkatkan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah yang dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dan aktifitas peserta didik yang sudah terlihat aktif dan kreatif. Dari beberapa penelitian sebelumnya terkait media pembelajaran Mind

(23)

Mappingyang di kolaborasikan dengan model pembelajaran yang berbeda- beda hampir dari keseluruhan menyatakan hasil penelitian yang sama.

Berdasarkan uraian diatas peneliti merasa perlu untuk mengadakan penelitian dengan judul“Pengaruh Media Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Kognitif Materi Virus pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Makassar”

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Apakah ada pengaruh media Mind Mapping terhadap hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar?

2. Bagaimanakah pengaruh media Mind Mapping terhadap hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar?

C. Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui

1. Untuk mengetahui pengaruh media Mind Mapping terhadap hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar

2. Untuk mengetahui bagaimana media Mind Mapping terhadap hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar

(24)

D. Manfaat penelitian

Adapun manfaat penelitian yaitu:

1. Manfaat teoritis

Diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang pendidikan

2. Manfaat praktis

a. Bagi siswa yaitu dapat memberikan pengalaman belajar dengan suasana baru yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan pemahaman terkait pelajaran biologi siswa

b. Bagi guru yaitu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pelakasanaan pembelajaran biologi khususnya dalam penerapanmedia pembelajaran Mind Mapping

c. Bagi peneliti yaitu dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan secara langsung serta dapat menjadikan motivasi dalam menggali dan mengembangkan model dan media pembelajaran biologi

(25)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Definisi Hasil belajar

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam prembelajaran.

Hasil belajar dapat dipahami melalui dua kata yang membentuknya, yaitu hasil dan belajar. Hasil belajar yaitu pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Pasal 1 penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran siswa dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran.

Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan Purwanto (2014) Sementara Nawawi dalam Susanto (2015) hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah meteri pelajaran tertentu.

Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang diperoleh siswa setelah melakukan proses belajar. Perolehan aspek perubahan perilaku

7

(26)

tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh siswa. Dalam pembelajaran, perubahan perilaku yang harus dicapai oleh siswa setelah melakukan aktifitas belajar dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Hasil belajar juga adalah hasil yang dicapai oleh siswa berupa angka atau skor setelah menyelesaikan tes yang diberikan. Untuk mengetahui tercapainya tujuan pembelajaran, maka guru dapat melihat hasil belajar yang diperoleh siswa. Oleh karena itu hasil belajar dapat dijadikan sebagai tolak ukur atau patokan untuk mengembangkan keterampilan dalam proses pembelajaran.

Hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah koognitif, afektif dan psikomotor. Teori taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah sebagai berikut.

a. Ranah kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.

b. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

c. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Tipe hasil

(27)

belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktifitas otak adalah termasuk dalam ranah koognitif. Merujuk pemikiran Bloom dalam Suprijono (2015) hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

a. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), appication (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk), dan evaluation (menilai).

b. Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respon), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization (karakterisasi).

c. Domain psikomotor meliputi initiatory, pre-routine danrountinized.

Benjamin S.Bloom dalam Sahabuddin (2007) Menyatakan bahwa terdapat enam jenis perilaku ranah kognitif,sebagai berikut :

(28)

a. Pengetahuan (C1), mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan,pengetahuan yang berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori,prinsip atau metode.

b. Pemahaman (C2), mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari, pemahaman yaitu mengerti,memahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep materi pelajaran.

c. Penerapan (C3), mencakup kemampuan menerapkan metode, hukum,dalil dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.

d. Analisis (C4), mencakupkemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik.

e. Sintesis (C5), mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru dan kemampuan untuk menggabung-gabungkan hal-hal lain yang terkait secara benar.

f. Evaluasi (C6), mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu, kemampuan menilai hasil ulangan.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas, peneliti menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran sehingga mengakibatkan perubahan perilaku siswa secara keseluruhan setelah proses belajar yang dapat diukur dan

(29)

diamati berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil belajar yang diamati pada penelitian ini difokuskan pada ranah kognitif dengan kata kerja operasional yaitu tingkatan pengetahuan C1, pemahaman C2, dan penerapan C3.

Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran karena akan memberikan sebuah informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui proses kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya setelah mendapat informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut untuk individu maupun klompok belajar. Sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri.

Dalam jurnal Kurniawan,dkk (2017) memaparkan Faktor-faktor intern yang mempengaruhi hasil belajar meliputi: minat 66,4%, motivasi 80,6%, dan perhatian 61,5%. Fekstern meliputi: metode mengajar 63,9%, media pembelajaran 66,8%, dan lingkungan sosial 50,5%. Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi hasil belajar pada mata pelajaran TLDO berdasarkan nilai extraction terbesar adalah motivasi, media pembelajaran, minat, metode mengajar, perhatian dan lingkungan sosial. Faktor yang kurang dominan adalah faktor lingkungan sosial. Artinya perlu adanya hubungan yang baik antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, ataupun siswa dengan keluarganya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut Rusman, (2012) antara lain meliputi faktor internal dan faktor eksternal:

(30)

a. Faktor Internal 1) Faktor Fisiologis

Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan sebagainya. Hal tersebut dapat mempengaruhi peserta didik dalam menerima materi pelajaran.

2) Faktor Psikologis

Setiap indivudu dalam hal ini peserta didik pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, tentunya hal ini turut mempengaruhi hasil belajarnya. Beberapa faktor psikologis meliputi intelegensi (IQ), perhatian, minat, bakat, motif, motivasi, kognitif dan daya nalar peserta didik.

b. Faktor Eksternal 1) Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor lingkungan ini meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

Lingkungan alam misalnya suhu, kelembaban dan lain-lain. Belajar pada tengah hari di ruangan yang kurang akan sirkulasi udara akan sangat berpengaruh dan akan sangat berbeda pada pembelajaran pada pagi hari yang kondisinya masih segar dan dengan ruangan yang cukup untuk bernafas lega.

2) Faktor Instrumental

(31)

Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang direncanakan.

Faktor-faktor instrumental ini berupa kurikulum, sarana dan guru.

2. Definisi Mind Mapping

Mind Mapping adalah teknik pemanfaatan seluruh otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan. Mind mapping adalah sebuah metode visualisasi pengetahuan secara grafis untuk mengoptimalkan eksplorasi seluruh area kemampuan otak. Mind mapping diperkenalkan oleh Tony Buzan dimana Mind mapping ini mengatasi kesulitan menghafal pada anak secara perlahan, Mind mapping ini membuat apa yang dipelajari menjadi lebih menarik.

Dalam Buku Pintar Mind Map, Tony Burzan (2010) menyatakan asosiasi, ketika seseorang dapat mengingat dengan baik, maka ia dapat mencapai segala sesuatu yang diinginkan. Dengan Mind Mapping, mengingat akan menjadi sangat mudah betapapun rumitnya hal yang harus diingat. Senada dengan Tony, Windura menyatakan bahwa Mind Mapping bermanfaat untuk kepentingan mengajar dalam presentasi mengajar dan manajemen waktu dalam mengajar. Mind Mapping juga memberikan banyak manfaat bagi siswa dalam belajar maupun berpikir. Oleh karenanya dengan penggunaan Mind Mapping diharapkan menyebabkan proses belajar

(32)

menjadi menyenangkan dan mendorong siswa untuk mandiri belajar serta sukses dalam prestasi belajarnya (Agustyningrum, 2016)

Mind Mapping adalah sebuah metode visualisasi pengetahuan secara grafis untuk mengoptimalkan eksplorasi seluruh area kemampuan otak. Mind mappingmerupakan sebuah sistem berpikir yang bekerja sesuai dengan cara kerja alami otak manusia dan mampu membuka dan memanfaatkan seluruh potensi dan kapasitas otak manusia sehingga menjamin tingkat kreativitas dan kemampuan berpikir yang lebih tinggi bagi penggunaannya. Mind mappingjuga merupakan rute yang hebat bagi ingatan, memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dapat dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional Buzan(2006) dalam jurnal Silaban (2015).

Tony Burzan (2010) menyatakan bahwa, “Mind Mapping adalah cara menumbuhkan kegiatan ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut dengan menumbuhkan cara berpikir dari satu pusat menjadi menyeluruh dan berakar.” Beliau menilai Mind Mapping dapat

memecahkan masalah dengan efektif dan dapat membantu kita banyak hal seperti merencanakan masalah, merumuskan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tony Burzan mengemukakan “Your brain is like a

(33)

sleeping giant, hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.”

Menurut Tony Buzan (2007) pembelajaran yang menerapkan Mind Mapping akan menyeimbangkan kerja otak kanan dan otak kiri pada diri siswa dan fungsi otak kanan dan otak kiri dapat diperjelas melalui tabel di bawah ini.

Tabel 2.1 TabelFungsi Otak Kanan dan Kiri

Otak kanan Otak kiri

Ritme Kata-kata

Kesadaran Logika

Imajinasi Angka

Mengkhayal Sekuen

Warna Linearitas

Dimensi Analisis

Daftar (Sumber:Buzan, 2007)

Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingatkembali informasi yang telah dipelajari. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya

(34)

kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.

Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Dengan demikian, guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif, maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar, sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar.

Media pembelajaran Mind Mapping digunakan dalam kegiatan mencatat, meringkas dan menghafalkan suatu materi. Menurut Silaban (2015) dalam bidang pendidikan, Mind Mapping mempunyai kegunaan yang sangat besar, terutama untuk belajar dan mengajar. Untuk keperluan belajar, Mind Mapping sangat bermanfaat pada saat kita meringkas, mencatat dan mengkaji ulang. Untuk keperluan mengajar, Mind Mapping sangat bagus diterapkan pada saat guru mencatat, mempersiapkan materi pengajaran dan manajemen waktu pengajaran. Penggunaan Mind Mapping untuk keperluan belajar dan mengajar akan sangat membantu proses belajar dan mengajar itu sendiri.

(35)

Berdasarkan pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Mind Mapping memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan Mind Mapping antara lain dapat memacu kreativitas siswa, meningkatkan pemahaman, lebih mudah diingat, serta menyenangkan bagi siswa. Adapun kelemahan Mind Mapping yaitu cenderung hanya siswa yang aktif saja yang terlibat dan detail informasi tidak dapat dimuat semua dan memerlukan waktu yang lama.

Mind mapping menggunakan teknik penyaluran gagasan dengan menggunakan kata kunci bebas, simbol, gambar, dan menggambarkan secara kesatuan dengan menggunakan teknik pohon. Mind mapping ini didasarkan pada detail-detail dan suatu peta pikiran yang mudah diingat karena mengikuti pola pemikiran otak.

Rose dan Malcolm (2006) menambahkan strategi visual ini mempunyai beberapa ciri, diantaranya sebagai berikut :

a. Menginat orang melalui penglihatan, mengingat kata-kata dengan melihat tetapi perlu waktu yang lebih lama untuk mengingat susunan atau urutan abjad jika tidak disebutkan awalnya.

b. Jika memberi atau menerima penjelasan arah lebih suka memakai peta/gambar.

c. Aktifitas reatif : menulis, menggambar, melukis merancang.

d. Mempunyai ingatan visual yang bagus, dimana ketika kita ingat saat meninggalkan sesuatu dalam beberapa hari yang lalu

Swadarma (2013) menyatakan bahwa terdapat tujuh karakteristik pokok dari Mind Mapping. Karakteristik tersebut meliputi:

(36)

a. Kertas, menggunakan kertas putih polos berorientasi landscape.

b. Warna, menggunakan spidol warna-warni dengan jumlah warna sekitar 2-7 warna, sehingga di setiap cabang berbeda warna.

c. Garis, menggunakan garis lengkung yang bentuknya mengecil dari pangkal.

d. Huruf, pada cabang utama yang dimulai dari central image menggunakan huruf kapital, sedangkan pada cabang menggunakan huruf kecil. Posisi antara garis dan huruf sama panjang.

e. Kata kunci, menggunakan kata kunci yang dapat mewakili pesan yang ingin disampaikan.

f. Kata bergambar, menggunakan kata bergambar yang memudahkan untuk mengingat.

g. Struktur, tema besar ditempatkan ditengah kertas kemudian beri garis memencar ke segala arah untuk sub tema dan keterangan lainnya

Mind Mapping adalah salah satu cara mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide atau informasi dalam bentuk diagram radial-hierarki non-linear yang melibatkan bentuk pencatatan dengan struktur dua dimensi sehingga dapat mengakomodasi bentuk keseluruhan topik, kepentingan serta hubungan relatif masing-masing komponen dan mekanisme penghubungnya. Dibandingkan dengan pencatatan biasa, Mind Mapping membantu mengaktifkan kognisi, fokus dan menunjukkan hubungan antar bagian-bagian terpisah, menggambarkan keseluruhan secara jelas,

(37)

memerinci materi dan mengalihkan informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Penggunaan media pembelajaran Mind Mapping, mengarahkan siswa untuk dapat memahami materi dengan mudah, cepat dalam mengkonstruksi konsep baru melalui pengetahuan yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan bahasa mereka sendiri serta menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna. Pembelajaran yang menggunakan model ini juga dapat membantu siswa dalam meningkatkan movitasi belajar, minat belajar, kreativitas dan hasil belajar siswa.

Menurut Olivia (2014) cara melatih siswa untuk membuat Mind Mapping adalah dengan membuat huruf-huruf yang berbicara, mengubah kata menjadi gambar sederhana, dan mencari kata kunci dari topik bahasan.

Menurut DePorter (2013) langkah-langkah membuat Mind Mapping atau peta pikiran adalah sebagai berikut.

a. Tulis gagasan utama di tengah-tengah kertas dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain.

b. Tambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap poin atau gagasan utama.

c. Tulislah kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang yang dikembangkan untuk detail.

d. Tambahkan simbol-simbol dalam ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik.

3. Devinisi model pembelajaran Kooperatif Jigsaw

Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawannya dari Universitas Texas dan kemudian

(38)

di adaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya. Menurut Agus ( 2009) model pembelajaran kooperatif Jigsawmerupakan pembelajaran kooperatif dimana guru membagi kelas dalam kelompok-kelompok lebih kecil.

Model pembelajaran kooperatif Jigsaw cocok digunakan dalam pelajaran-pelajaran Ilmu Sosial, Sains dan berbagai bidang yang tujuannya terkait dengan pemerolehan konsep melalui kelompok-kelompok yang heterogen, Isjoni (2007)

Dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah imformasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi, anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya. Pembelajaran model Jigsaw ini juga dikenal dengan kooperatif para ahli. Setiap anggota kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Tetapi permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama, setiap utusan siswa dalam kelompok yang berbeda membahas materi yang sama atau sebagai tim ahli( Rusman, 2012)

Nurman (2009) juga menyebutkan pada model pembelajaran kooperatif Jigsaw terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa 32 dengan kemampuan, asal, dan latar belakang yang beragam. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk

(39)

kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Pembentukan kelompok asal dan kelompok ahli dalam proses pembelajaran mengurangi keterlibatan guru sebagai pusat kegiatan kelas. Isjoni (2007) mengemukakan di dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw, meskipun guru tetap mengendalikan aturan namun tidak lagi menjadi pusat kegiatan kelas tetapi siswalah yang menjadi pusat kegiatan kelas.

Pembelajaran ini dimulai dengan pembelajaran bab atau pokok bahasan, sehingga setiap anggota kelompok memegang materi dengan topik yang berbeda-beda. Tiap siswa dari masing-masing kelompok yang memegang materi yang sama selanjutnya berkumpul dalam satu kelompok baru yang dinamakan kelompok ahli. Masing-masing kelompok ahli bertanggungjawab untuk sebuah bab atau pokok bahasan. Setelah kelompok ahli selesai mempelajari satu topik materi keahliannya, masing-masing siswa kembali ke kelompok asal mereka untuk mengajarkan materi keahliannya kepada teman-teman dalam satu kelompok dalam bentuk diskusi.

Pembelajaran menggunakan kelompok asal dan kelompok ahli mengarahkan siswa untuk bertanggungjawab terhadap penguasaan dan pemahaman materi pelajaran sehingga siswa termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar kognitif yang lebih baik. Penggunaan model pembelajaran kooperatif Jigsaw menurut para ahli dapat berpengaruh 33 terhadap peningkatan hasil belajar kognitif terutama dalam pemerolehan konsep-konsep pembelajaran.

(40)

4. Penelitian yang Relevan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari (2016) yaitu melalui kegiatan Mind Mapping secara berkelompok, siswa mampu mengembangkan kreativitas, membangun kerjasama untuk memahami materi, disiplin bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan dan bersikap jujur. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Liu et al (2014) menyimpulkan bahwa penggunaan Mind Mapping dalam pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Begitu pula penelitian dari Long & Carlson (2011) menyimpulkan bahwa penggunaan Mind Mapping dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan mampu membentuk konsep pengetahuan siswa.

Sedangakan penelitian yang dilakukan oleh Silaban (2015) bahwa tingginya kreativitas siswa dalam model pembelajaran Advance Organizer dengan Mind Mapping disebabkan Mind Mapping mampu menghubungkan ide baru dan unik dengan ide yang sudah ada. Sehingga menimbulkan adanya tindakan spesifik yang dilakukan oleh siswa. Melalui penggunaan warna dan simbol-simbol menarik yang akan menciptakan suatu pemetaan yang baru dan berbeda. Pemetaan pikiran merupakan suatu produk kreatif yang dihasilkan oleh siswa dalam kegiatan belajar. Siswa akan mampu mengingat materi lebih lama dengan bantuan Mind Mapping. Melalui Mind Mapping siswa akan lebih mampu mengekspresikan dirinya dalam membuat suatu hasil karya berupa catatan menarik dan kreatif.

(41)

5. Materi Ajar

Virus adalah struktur sederhana berukuran ultra mikroskopik yang terbuat dari potongan-potongan bahan genetik (DNA atau RNA) yang dikelilingi oleh selimut protein. Kata virus berasal dari bahasa Latin virion yang berarti „racun‟. Cabang biologi yang mempelajari tentang virus adalah virologi.

Hampir semua “virus” menimbulkan penyakit pada makhluk hidup

lain. Virus digolongkan ke dalam kingdom tersendiri karena sifatnya.

Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, dapat terserang virus. Beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus adalah influenza, batuk, pilek, tifus, gondong, cacar air, herpes, AIDS, dan hepatitis.

a. Sejarah Penemuan Virus

Virus ditemukan oleh Dimitri Ivanovsky (1892), yaitu ilmuan berkebangsaan Rusia DAN Beyerinch (1899) ilmuwan berkebangsaan Belanda. Keduanya menemukan penyakit mozaik pada daun tembakau.

Sebelum Ivanovsky dan Beyerinch menemukan virus tersebut, Adolf Mayer telah mengadakan penelitian tentang virus penyebab penyakit mosaik pada daun tembakau. Kesimpulan dari hasil penelitiannya adalah sebagai berikut:

1) Zat yang berasal dari daun tembakau menderita penyakit mosaik jika di suntikkan pada daun tembakau yang sehat akan menimbulkan

(42)

penyakit yang sama. Apabila zat itu hanya dioleskan, daun tembakau yang sehat tidak akan sakit

2) Zat penyebab penyakit mozaik tidak dapat dibiakkan dalam medium agar

3) Zat tersebut dapat menembus kertas saring rangakap dua

4) Zat tersebut tetap tahan terhadap suhu 60 ֯C tetapi bila dipanaskan pada suhu 80 ֯C selama 10 menit menjadi tidak aktif

Pada tahun 1935, W.M Stanley (Amerika) berhasil mengkristalkan virus penyebab penyakit mosaik daun tembakau.

Selanjutnya virus tersebut diberi namaTobacco Mosaic Virus (TMV).

Keberhasilan Stanley menginokulasikan virus, menjadi pendorong makin berkembangnya ilmu tentang virus atau virologi (Fifendy, 2017)

b. Ciri-Ciri Virus

1) Ukuran 5-500 nm (nano meter)

2) Struktur tubuh tersusun atas : kapsid (protein) yang tersusun atas kapsomer dan asam nukleat (DNA atau RNA)

3) Dapat melewati filter bakteri

4) Bentuk bervariasi : seperti huruf T, batang, bola, jarum dll

5) Mampu berkembang biak (berproliferasi) pada sel / jaringan yang hidup

6) Tidak memiliki organel metabolik seperti ribosom, sitoplasma dan membran sel

7) Tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sintesis protein dan membentuk ATP

(43)

8) Dapat dikristalkan seperti halnya benda tak hidup

c. Struktur dan Bentuk Virus 1) Bagian luar

a) Kapsid (protein), berfungsi untuk melindungi asam nukleat dan berperan dalam perlekatan virion pada sel inang sebelum terjadi infeksi.

b) Kapsid tersusun dari sejumlah besar subunit protein yang biasa disebut kapsomer

c) Kapsomer merupakan kumpulan polipeptida

d) Setiap virus memiliki kapsomer yang jumlah molekul proteinnya berbeda-beda

e) Bentuk kapsid bermacam-macam : batang, bulat, oval dan huruf T Bentuk tubuh Virus adalah sebagai berikut

(1) (2) (3)

Gambar 2.1 1).Virus T 2). Tambacau Mozaik Virus 3). Virus Rabies (Sumber: Fifendy, 2017)

d. Klasifikasi virus

Berdasarkan jenis sel inangnya, virus diklasifikasikan dalam empat kelompok:

(44)

1) Virus bateri

Virus bakteri adlah virus yang sel inangnya merupakan sel bakteri.

Virus bakteri mengandung materi genetik berupa DNA. Contoh virus bakteri adalah Ecscherchia coli.

2) Virus mikroorganisme eukariot

Virus mikroorganisme eukariot adalah virus yang sel inangya berupa mikroorganisme yang tergolong eukaryotik, seperti protozoa dan jamur. Virus ini mengandung RNA

3) Virus tumbuhan

Virus tumbuhan adalah virus yang sel inangnya adalah tumbuhan yang sebagian besar mengandung RNA

4) Virus hewan

Virus yang sel iangnya adalah sel hewan atau sel manusia. Virus ini mengandung DNA dan RNA. Contohnya adalah virus pada lulut dan kaki sapi serta virus rabies pada anjing

Berdasarkan materi genetiknya, virus diklasifikasikan 1) Virus ADN

Contoh virus ADN adalah Poxivirus, Herpevirus, Adenovirus dan Papovirus.

2) Virus ARN

Contoh virus ARN adalah Parmyxovirus, Myxovirus, Reustrovirus, Rhabdovirus, Reovirus, Togavirus dan Pocornavirus

(45)

e. ReplikasiVirus

Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inang untuk memperbanyak dirinya. Replikasi terjadi di dalam sel inang. Untuk dapat mereplikasi asam nukleat dan mensintesis protein selubungnya, virus bergantung pada sel-sel inang. Replikasi ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu, virus akan keluar dari sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut virion.

Ada beberapa tahapan dalam replikasi virus, yaitu tahap adsorpsi (penempelan) virus pada inang, tahap injeksi (masuknya) asam inti ke dalam sel inang, tahap sintesis (pembentukan), tahap perakitan, dan tahap litik (pemecahan sel inang). Berdasarkan tahapan tersebut, siklus hidup virus dapat dibedakan lagi menjadi siklus litik dan siklus lisogenik.

1) Siklus litik

Gambar 2.2 Daur Litik

(sumber: https://www.edubio.info/2015/07/reproduksi-virus- secara-litik-dan.html)

Siklus litik melalui fase-fase berikut ini:

(46)

a) Fase absorpsi

Pada fase absorpsi, fage melekat pada bagian tertentu dari dinding sel bakteri dengan serabut ekornya. Daerah pelekatan itu disebut daerah reseptor, daerah ini khas bagi fage sehingga fage jenis lain tidak dapat melekat ditempat tersebut.

b) Fase penetrasi

Meskipun tidak memiliki enzim untuk metabolisme, bakteriofag memiliki enzim lisosom yang berfungsi merusak dinding sel bakteri. Setelah dinding sel bakteri terhidrolisis, maka DNA fage masuk ke dalam sel bakteri.

c) Fase replikasi dan sintesis

Pada fase ini, fage merusak DNA bakteri menggunakan sebagian bahan untuk repliskasi dan sintesis. Pada fase replikasi, fage menyusun dan memperbanyak DNA nya. Pada fase sintesis, fage membentuk selubung-selubung protein (kapsid) baru. Bagian- bagian fage yang terdiri dari kepala, ekor dan serabut ekor telah terbentuk.

d) Fase perakitan

Komponen-komponen fage akan disusun membentuk fage baru yang lengkap dengan molekul DNA dan kapsidnya.

e) Fase pembebasan

Setelah fage dewasa, selbakteri akan pecah (lisis), sehingga fage yang baru akan keluar. Jumlah virus baru ini dapat mencapai

(47)

200 buah. Pembentukan partikel bakteri ofag melalui siklus litik ini memerlukan waktu 20 menit.

2) Siklus lisogenik

Gambar 2.3 DaurLisogrnik

(sumber: https://www.edubio.info/2015/07/reproduksi-virus-secara- litik-dan.html)

Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini:

a) Fase absorpsi

Pada fase absorpsi, peristiwa yang terjadi sama halnya dengan fase absorpsi pada infeksi secara litik. Fage menempel di tempat yang tepat yang spesifik pada sel bakteri

b) Fase penetrasi

Pada fase ini, fage melepas enzim lisozim sehingga dinding sel bakteri berlubang. Selanjutnya, DNA fage masuk kedalam sel bateri

c) Fase penggabungan

(48)

DNA virus bergabung dangan DNA bakteri membentuk profage, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif, tetapi sedikitnya ada satu gen yang selalu aktif. Gen aktif berfungsi untuk mengode protein reseptor yang berfungsi menjaga agar sebagian gen profage tidak aktif.

d) Fase replikasi

Saat profage akan bereplikasi, itu artinya DNA fage juga turut bereplikasi. Kemudian ketika bakteri membelah diri, bakteri menghasilkan 2 sel anakan yang masing-masing mengandung profage. DNA fage (dalam profage) akan terus bertambah banyak jika sel bakteri terus menerus membelah. Bakteri lisogenik dapat diinduksi untuk mengaktifkan profagenya. Pengaktifan ini mengakibatkan terjadinya siklus litik.

Beberapa perbedaan daur litik dan lisogenik:

1) Siklus/daur litik

a) Waktu relatif singkat b) Menonaktifkan bakteri

c) Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri 2) Siklus/daur lisogenik

a) Waktu relatif lama

b) Mengkominasi materi genetik bakteri dengan virus c) Terikat pada kromosom bakteri

(49)

e. Penggolongan Virus Berdasarkan Inang

Tabel 2.2Penggolongan virus berdasarkan inang Virus

Tumbuhan

Tobacco Mosaik Virus (TMV)

Menyerang tanaman tembakau Citus Vein Phloem

Degeneration

Menyerang pohon jeruk

Virus Tungro Menyerang padi

Virus Kerdil Tomat Menyerang tomat Virus

Hewan

Rabies Menyerang anjing, kucing dan

monyet New Castel Diseases

Virus (NCDV)

Menyerang unggas (tetelo) Foot and Mouth Diseases Menyerang ternak sapidan

kerbau

Virus Gumboro Menyerang ayam

Virus Manusia

Influenza (Virus RNA) Menyerang saluran pernapasan Hepatitis (Virus RNA) Menyerang organ hati

Poliomeylitis (polio) (Virus RNA)

Menyerang faring dan usus halus

Virusleikosis (leukemia) Menyerang darah Rhinovirus (demam) (Virus

RNA)

Menyerang saluran pernapasan Gondongan (Virus RNA) Menyerang kelenjar ludah Morbili (campak) (Virus

RNA)

Menyerang saluran pernapasan menyebar ke kulit dan usus halus

Variola (cacar) (Virus DNA) Menyerang kulit HIV (Human

Immunodeficiency Virus) (Virus RNA)

Menyerang kekebalan tubuh

Virus Bakteri

Bakteriofaga (faga) merupakan virus yang meyerang bakteri Catatan :

Selain merugukan virus juga berperan penting dalam bidang rekayasa genetik. Virus digunakan untuk kloning gen (produksi DNA yang secara genetik identik) dan terapi gen

(Sumber: Syarifuddin, 2017)

f. Peran Virus dalam Kehidupan

Virus umumnya merugikan dan menyebabkan penyakit pada berbagai organisme lainnya. Organisme yang diserang meliputi hewan,

(50)

manusia, tumbuhan, dan mikroorganisme. Dalam kehidupan ini, virus memiliki peran yang menguntungkan dan merugikan.

1) Peran Virus yang Menguntungkan

Virus yang menguntungkan dimanfaatkan oleh manusia dalam dunia kedokteran. Contohnya, digunakan dalam pembuatan vaksin.

Vaksin merupakan bahan yang dapat menimbulkan reaksi imun (kekebalan) pada organisme yang disuntikkan vaksin. Vaksin dapat berupa virus yang dilemahkan atau bagian dari virus tersebut.

Contohnya, vaksin polio. Vaksinasi ini berfungsi mencegah penyakit polio, yakni suatu kelainan pada tulang yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

2) Peran Virus yang Merugikan

Virus yang merugikan ini umumnya menyebabkan berbagai macam penyakit pada organisme lain. Virus ini menyerang manusia, hewan, dan tumbuhan.

a) Virus yang Menyerang Manusia

Virus yang menyerang manusia biasanya menyebabkan penyakit. Contohnya, HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyebabkan AIDS; virus H5N1 penyebab flu burung; virus ebola yang menyebabkan penyakit ebola; virus hepatitis yang menyebabkan penyakit hati atau hepatitis; dan virus influenza.

b) Virus yang Menyerang Hewan

Contoh penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus adalah rabies yang disebabkan rhabdovirus. Virus rabies pada hewan

(51)

ditunjukkan dengan gejala hewan menjadi agresif, gelisah, dan hilang kontrol. Hewan yang biasa diserang oleh virus ini adalah kucing, anjing, dan monyet. Hewan yang terjangkit, jika menggigit manusia dapat menularkan penyakit rabies pada manusia. Contoh lainnya adalah penyakit tetelo pada ayam yang disebut juga New Castle Disease (NCD). Gejalanya adalah mencret pada ayam.

c) Virus yang Menyerang Tumbuhan

Contoh virus yang menyerang tumbuhan adalah virus tungro.

Virus ini menyerang tanaman padi. Padi ini diserang oleh virus yang menyebabkan padi menjadi kerdil. Contoh lainnya adalah virus mosaik atau Tobacco mosaic virus (TMV) yang menyebabkan penyakit mosaik pada daun tembakau.

g. Pencegahan Terhadap Virus

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan terhadap serangan virus adalah dengan pemberian vaksin.Vaksin adalah suatu zat yang mengandung mikroorganisme pathogen yang sudah dilemahkan. Pemberian vaksin memberikan kekebalan secara aktif bagi tubuh manusia, contohnya :

1) Vaksin rabies 2) Vaksin influenza 3) Vaksin cacar 4) Vaksin hepatitis B

5) OPV (Oral polio vaccine) atau vaksin polio

6) Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) untuk cacar, gondongan, campak

(52)

B. KerangkaPikir

Hasil belajar sangatlah ditentukan dari proses belajar mengajar, dimana belajar merupakan perubahan seseorang yang mulanya tidak tahu dan juga meningkatkan perkembangan pengetahuan siswa. Perubahan yang terjadi akibat belajar sering dinyatakan dalam hasil belajar disekolah, hasil belajar adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru terhadap perkembangan kemajuan siswa dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Pada umumnya tujuan pendidikan dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah pendekatan belajar yang diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi dan menguatkan. Seperti yang masalah pembelajaran yang dialami di SMA Negeri 2 Makassar khususnya pada kelas X MIPA dimana hasil belajar siswa-siswa di sekolah tersebut dari 2 tahun terakhir tidak mengalami kenaikan, hasil belajar yang didapatkan sangat memprihatinkan dilihat dari nilai ulangan harian 70% tidak tuntas dan 30%

tuntas.

Menurut keterangan dari guru mata pelajaran hal terebut terjadi karena kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran tersebut terutama pada materi virus, dimana virus merupakan konsep yang tidak mudah karna materi tersebut membutuhkan daya hafal yang kuat.Adanya rasa bosan dan jenuh terhadap pelajaran, proses pembelajaran kurang menarik lagi bagi siswa sehingga daya tangkap siswa terhadap suatu materi melemah mengakibakan siswa kurang

(53)

paham pada suatu materi khusunya pada materi virus, maka dari itu di terapkanlah media pembelajaran yang menarik dan inovatif yaitu media pembelajaran Mind Mapping, dengan adanya media ini di harapkan agar mampu meningkatkan hasil belajar siswa khusunya pada materi virus.

Secara sistematik kerangka pikiran dapat digambarkan sebagai berikut:

C. Hipotesis Penelitian

Adapun hipotesis dari penelitian ini yaitu “Ada pengaruh media Mind Mapping terhadap hasil belajar kognitif materi virus pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Makassar”

Siswa kesulitan dalam memahami materi, proses pembelajaran kurang menarik dan membosankan bagi sisiwa

Materi Virus

Media pembelajaran Mind Mapping

Tingginya hasil belajar SMA Negeri 2 Makassar Hasil belajar biologi siswa rendah

Gambar 2.4 Kerangkapikiran

(54)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian 1. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dalam bentuk penelitian Quasi Experimental Design (eksperimen semu) yakni penelitian eksperimen yang berfungsi untuk mengetahui efek yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti.Quasi Experimental Designmerupakan pengembangan dari true experimental design.

Penelitian ini dikatakan Quasi Experimental Design (eksperimen semu) karena dalam desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Dalam artian peneliti tidak dapat mengendalikan variabel secara penuh seperti pada data eksperimen yang sebenarnya, namun peneliti bisa memperhitungkan variabel apa saja yang tak mungkin untuk dikendalikan dan mempunyai pengaruh terhadap hasil penelitian.Quasi Experimental Design dipandang sebagai eksperimen yang semu dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Biologi Materi Virus pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Makassar.

Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran mengunaka media

36

(55)

Mind Mapping dan kelas kontol diberikan pembelajaran menggunakan media power point yang biasa digunakan di sekolah.

Adapun desain penelitian ini terdapat pada tabel 3.1 di bawah ini:

Tabel 3.1Desain penelitian

Kelas Pretest Perlakuan Posttest

Eksperimen O1 X1 O2

Kontrol O3 X2 O4

(Sugiyono, 2012)

Keterangan:

X1: Pemberian perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatifJigsaw berbantukan media Mind Mappingoleh guru SMA Negeri 2 Makassar

X2: Pemberianperlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsawberbantukan media power pointoleh guru SMA Negeri 2 Makassar

O1: Pemberian nilai Pre – Testkelompok eksperimen O2: Pemberian nilai Post – Testkelompok eksperimen O3: Pemberian nilai Pre – Testkelompok kontrol O4: Pemberian nilai Post – Testkelompok kontrol 2. Variabel Penelitian

Pada penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independen)dan variabel terikat (dependen). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media pembelajaran Mind Mapping dan variabel terikat adalah hasil belajar biologi siswa.

3. Waktu danTempat

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 lokasi penelitian ini di kelas X MIPA 3 dan X MIPA 6SMA Negeri 2 Makassar

(56)

4. Prosedur Penelitian

Berikut adalah rancangan peneliti dalam melaksanakan penelitian a. Tahap Observasi

Observasi dilakukan di SMA Negeri 2 Makassar KotaMakassar kelas X MIPA 3 dan X MIPA 6

b. Tahap Persiapan

1) Mengajukan surat permohonan izin kepada kepala sekolah SMA Negeri 2 Makassar

2) Melakukan pertemuan dengan guru bidang studi biologi kelas X 3) Menentukan materi ajar yang akan diberikan kepada siswa

4) Menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan silabus 5) Membuat soal tes pilihan ganda yang akan di gunakan untuk uji Pre-

Test dan Post-Test sesuai dengan materi yang diajarkan.

Adapun sintaks atau fase-fase media pembelajaran Mind Mapping dengan model pembelajaran kooperatif Jigsawpada tabel 3.2 di bawah ini.

Tabel 3.2Sintaks Model pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan Media pembelajaran Mind Mapping

No Sintaks Model Kooperatif Jigsaw

Intraksi model

KooperatifJigsawdengan media Mind Mapping

1. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa agar lebih bersungguh-sungguh dalam belajar.

Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa agar lebih bersungguh-sungguh dalam belajar.

(57)

2. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Guru mengemukakan terlebih dahulu konsep yang akan dipelajari atau permasalahan yang akan dipecahkan berbantukan media Mind Mapping serta menjelaskan mengenai media tersebut

3 Guru mengelompokkan siswa sebanyak 4-5 siswa dalam 1 kelompok, tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda dan tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan

Guru mengelompokkan siswa sebanyak 4-5 siswa dalam 1 kelompok, tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda dan tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan

4 Guru mengarahkan anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk

mendiskusiksn sub bab mereka

Guru mengarahkan anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub

bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka dan hasil dari diskusi mereka di tuangkan dalam bentuk Mind Mapping

5 Setelah selesai diskusi guru kembali mengarahkan tim ahli tiap anggota kembali

kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang sub bab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama

Setelah selesai diskusi guru

kembali mengarahkan tim ahli tiap anggota kembali

kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang sub bab yang mereka kusai yang telah

digambarkan dalam bentuk Mind Mapping dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama

(58)

6 Guru mengarahkan kepada setiap tim ahli

mempresentasikan hasil diskusi.

Guru mengarahkan kepada setiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi dalam bentuk Mind Mapping

7 Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari

8 Guru menutup pembelajaran Guru menutup pembelajaran

(Sumber: Ngalimun, 2017)

No. Sintaks Model Kooperatif Jigsaw

1. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa agar lebih bersungguh- sungguh dalam belajar.

2. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

3 Guru mengelompokkan siswa sebanyak 4-5 siswa dalam 1 kelompok, tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda dan tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan

4 Guru mengarahkan anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka

5 Setelah selesai diskusi guru kembali mengarahkan tim ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang sub bab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama

6 Guru mengarahkan kepada setiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.

Tabel 3.3 Sintaks Model pembelajaran Kooperatif Jigsaw

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu penulis berupaya membahas mengenai waktu dengan cara menjelaskan definisi waktu, term- term waktu dalam al-Qur’an dengan memaparkan Asbâb al-Nuzul,

2.574.602.354 (dua miliar lima ratus tujuh puluh empat juta enam ratus dua ribu tiga ratus lima puluh empat rupiah) dan apabila terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti

Pemberian layanan bimbingan kelompok tidak terjadwal (menunggu kelas kosong), tetapi biasanya pemberian layanan diberikan minimal 2 kali dalam 1 (satu) semester. Tujuan

[r]

 Hidayat (2013) juga menemukan bahwa 6 penyebab utama penyaluran zakat tidak optimal: (1) SDM terbatas kualitas dan kuantitas, (2) Tidak seimbang

This process is called estimation , and the statistic we used (the sample mean) is called an estimator.. Using the sample mean to estimate µ is so obvious that it is hard to imagine

Tujuan penelitian ini adalah menjawab pertanyaan tentang: 1)Bagaimanakah pembagian urusan antar susunan pemerintahan dalam urusan pertambangan di Kota Palu; 2)

Dengan mempergunakan data tersebut dan data dimensi persimpangan dan akses kondisi saat ini maupun kondisi desain sesuai dengan usulan Master Plan UKP (Tabel 2),