HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2) Koefisien Determinasi (R 2 )
4.2.3. Hipotesis Kedua
1) Persamaan Regresi Berganda
Berdasarkan hasil analisis maka coefficients model regresi kedua dapat dituliskan sebagai berikut:
Y = 0,306 + 0,257 X1 + 0,282 X2 + 0,239 X3 + 0,132 X4
Pada model regresi ini, nilai konstanta yang tercantum sebesar 0,306 dapat diartikan jika variabel bebas dalam model regresi diasumsikan sama dengan nol, secara rata-rata variabel di luar model regresi tetap akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 0,306 satuan.
Nilai besaran koefisien regresi β1 sebesar 0,257 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa variabel fleksibilitas (X1
Nilai besaran koefisien regresi β2 sebesar 0,282 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa variabel responsibilitas (X
) berpengaruh positif terhadap iklim kerja (Y) di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hal ini menunjukkan bahwa ketika perusahaan memberikan keleluasaan bertindak bagi karyawan serta melakukan penyesuaian diri terhadap tugas-tugas yang diberikan dengan indikator aturan, kebijakan dan prosedur kerja, kemudian mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,257 satuan.
2) berpengaruh positif terhadap iklim kerja (Y) di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hal ini menunjukkan bahwa
ketika responsibilitas (X2
Nilai besaran koefisien regresi β3 sebesar 0,239 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa variabel standar kerja (X
) yang memiliki indikator keterlibatan dan rasa tanggung jawab mengalami peningkatan satu satuan, maka iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,282 satuan.
3) berpengaruh positif terhadap iklim kerja (Y) di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hal ini menunjukkan bahwa ketika standar kerja (X3
Nilai besaran koefisien regresi β4 sebesar 0,132 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa variabel standar kerja (X
) yang memiliki indikator waktu kerja, kuantitas kerja dan kualitas kerja mengalami peningkatan satu satuan, maka iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,239 satuan.
4
Hasil regresi tersebut menyatakan bahwa variabel responsibilitas berpengaruh lebih dominan terhadap iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hal ini berarti bahwa semakin baik responsibilitas pegawai, maka iklim kerja akan semakin meningkat. Responsibilitas yang ditandai dengan keterlibatan dan rasa tanggung jawab akan menciptakan iklim kerja yang kondusif dan baik bagi pegawai di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
) tidak berpengaruh signifikan terhadap iklim kerja (Y) di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Koefisien determinasi (R2) hasil analisis regresi untuk hipotesis kedua dapat dilihat pada Tabel 4.19 di bawah ini.
Tabel 4.19. Uji Determinasi
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .758a .574 .552 .16538
a. Predictors: (Constant), Komitmen Organisasi, Fleksibilitas, Standar Kerja, Responsibilitas b. Dependent Variable: Iklim Kerja
Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)
Dari Tabel 4.19 diketahui nilai koefisien determinasi (R2) hasil regresi sebesar 0,574 artinya bahwa kemampuan variabel bebas (fleksibilitas, responsibilitas, standard kerja, dan komitmen organisasi) menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen (iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan) sebesar 57,4 %. Selebihnya sebesar 42,6 % dipengaruhi variabel lain yang tidak dikaji dalam
penelitian ini tetapi turut mempengaruhi iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Variabel lain yang dimaksud disini antara lain adalah clarity dan rewards.
3) Uji F (Uji Serempak)
Pengaruh variabel fleksibilitas, responsibilitas, standard kerja, dan komitmen organisasi terhadap iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dapat dilihat pada Tabel 4.20 berikut.
Tabel 4.20. Hasil Uji F
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 2.912 4 .728 26.615 .000a
Residual 2.161 79 .027
Total 5.072 83
a. Predictors: (Constant), Komitmen Organisasi, Fleksibilitas, Standar Kerja, Responsibilitas
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 2.912 4 .728 26.615 .000a
Residual 2.161 79 .027
Total 5.072 83
b. Dependent Variable: Iklim Kerja
Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)
Dari Tabel 4.20 diperoleh nilai Fhitung sebesar 26,615. Dengan menggunakan
confidence interval (CI) 95% (α = 0.05) diperoleh nilai Ftabel sebesar 2,48. Dengan demikian Fhitung 26,615 > Ftabel 2,48 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel fleksibilitas, responsibilitas, standard kerja, dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap iklim kerja (Y) di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan atau dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen yaitu fleksibilitas, responsibilitas, standar kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hal ini berarti apabila fleksibilitas, responsibilitas, standar kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama mengalami kenaikan maka akan berdampak pada kenaikan iklim kerja (Y),
sebaliknya jika fleksibilitas, responsibilitas, standar kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama mengalami penurunan maka akan berdampak pada penurunan iklim kerja (Y)
Hasil ini menunjukkan bahwa fleksibilitas, responsibilitas, standar kerja dan komitmen organisasi adalah faktor yang menentukan dalam pembentukan iklim kerja yang baik dan positif di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Pengaruh keempat variabel dapat dijadikan pedoman bagi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan sebagai upaya menciptakan iklim kerja yang positif bagi pegawainya. Upaya dalam menciptakan iklim kerja yang positif ini dapat dilakukan dengan senantiasa mempertimbangkan setiap indikator dari fleksibilitas, responsibilitas, standar kerja dan komitmen organisasi yang berlaku di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Hasil diatas apabila dikaitkan dengan hasil tanggapan responden mengenai variabel fleksibilitas, ada sebanyak 36,9% responden beranggapan bahwa pelaksanaan aturan dan peraturan masih berada pada kategori cukup baik. Hal ini masih bisa ditingkatkan, karena apabila pelaksanaan aturan dan peraturan telah berjalan dengan baik maka pelaksanaan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik yang pada akhirnya akan menciptakan iklim kerja yang positif. Kemudian dari hasil tanggapan responden mengenai variabel responsibilitas sebanyak 52,4% responden beranggapan bahwa keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan di perusahaan masih berada pada kategori cukup tinggi. Ini berarti bahwa keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan belum maksimal yang menunjukkan bahwa
belum tercipta komunikasi yang baik antara karyawan dengan perusahaan. Kemudian dari hasil tanggapan responden mengenai variabel standar kerja sebanyak 38,1% responden beranggapan bahwa kemampuan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan masih berada pada kategori cukup mampu, yang mana kemampuan ini masih bisa ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan penguasaan karyawan terhadap pekerjaan. Selanjutnya dari hasil tanggapan responden mengenai variabel komitmen organisasi sebanyak 32,1% responden beranggapan bahwa kemampuan manajemen dalam usaha mencapai visi dan misi perusahaan masih berada pada kategori cukup yakin.
4) Uji t (Uji Parsial)
Uji pengaruh variabel fleksibilitas, responsibilitas, standard kerja, dan komitmen organisasi terhadap iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dapat dilihat pada Tabel 4.21.
Tabel 4.21. Hasil Uji t
Variabel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta
Fleksibilita s .257 .100 .244 2.560 .012 Responsibi litas .282 .117 .255 2.406 .018 Standar .239 .092 .261 2.592 .011 Komitmen .132 .092 .155 1.437 .155
a. Dependent Variable: Iklim Kerja
Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)
Dari Tabel 4.21 diperoleh nilai thitung masing-masing variabel. Nilai thitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel pada tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,025 (uji dua sisi). Nilai ttabel pada df 79 dengan α = 0,025 adalah 2,00. Pengaruh parsial dari variabel fleksibilitas (X1)diperoleh dengan nilai thitung sebesar 2,56 dengan demikian thitung 2,56 > ttabel 2,00, maka H1 diterima dan H0 ditolak, yang berarti bahwa variabel fleksibilitas berpengaruh signifikan terhadap iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Menurut Luthans (2005) bahwa adanya keleluasan bertindak bagi karyawan serta melakukan penyesuaian diri terhadap tugas-tugas yang diberikan dalam bekerja akan menciptakan iklim kerja yang baik di dalam
perusahaan. Dengan demikian para karyawan dapat menyesuaikan diri dalam pelaksanaan tugas-tugasnya sehari-hari walaupun tetap dalam control perusahaan. Selanjutnya Henry (2001) menyatakan bahwa menciptakan iklim kreatif dalam sebuah organisasi diperlukan adanya upaya untuk membangun sebuah kultur organisasi yang memungkinkan individu-individu di dalamnya berinovasi. Salah satu kunci utama untuk memunculkan kreativitas dalam sebuah kelompok atau organisasi adalah kebebasan.
Pengaruh parsial dari variabel responsibilitas (X2) diperoleh dengan nilai thitung sebesar 2,406 dengan demikian thitung 2,406 > ttabel 2,00, maka H1 diterima dan H0
Pengaruh parsial dari variabel standar kerja (X
ditolak, yang berarti bahwa variabel responsibilitas berpengaruh signifikan terhadap iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Mathis dan Jackson (2002) yang menyatakan bahwa tanggung jawab pegawai juga mengandung keberanian mengambil resiko terhadap tantangan, hambatan, dan rintangan yang menghalangi tercapainya tujuan pekerjaan yang telah diyakini kebaikan dan kebenarannya. Jadi, tanggung jawab pegawai di bidang tugas pekerjaannya adalah kesanggupan pegawai, yaitu kesanggupan untuk menjalankan tugas pekerjaan yang menjadi wewenang yang diembankan padanya dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian adanya tanggung jawab yang jelas menunjukkan iklim organisasi yang semakin baik.
3) diperoleh dengan nilai thitung
sebesar 2,592 dengan demikian thitung 2,592 > ttabel 2,00, maka H1 diterima dan H0 ditolak, yang berarti bahwa variabel standar kerja berpengaruh signifikan terhadap
iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Dalam hal ini Simamora (2004) menyatakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan suasana kerja dimana para karyawan melakukan pekerjaan mereka adalah adanya standar kerja. Standar kerja akan mengarahkan bagaimana karyawan melaksanakan dan mencapai pekerjaanya.
Pengaruh parsial dari variabel komitmen organisasi (X4) diperoleh dengan nilai thitung sebesar 1,437 dengan demikian thitung 1,437 < ttabel 2,00, maka H1 ditolak dan H0 diterima, yang berarti bahwa variabel komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap iklim kerja di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
BAB V