BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Penelitian
4. Hipotesis Keempat
Hipotesis ketiga adalah (a) Siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi, model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik. Siswa dengan commit to user
kecerdasan logis matematis tinggi, model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik; (b) pada siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang, model pembelajaran CPS menghasilkan prestasi yang lebih baik daripada model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik dan STAD dengan pendekatan saintifik, pada siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang, model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik menghasilkan prestasi yang lebih baik daripada model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik; (c) pada siswa berkecerdasan logis matematis rendah, model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik menghasilkan prestasi yang lebih baik daripada model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik dan STAD dengan pendekatan saintifik, pada siswa dengan kecerdasan logis matematis rendah, model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik akan menghasilkan prestasi yang lebih baik daripada model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik.
Berdasarkan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama untuk efek interaksi diperoleh H0AB ditolak. Ini menunjukkan ada interaksi antara model pembelajaran (CPS, TAPPS dan STAD) dan kecerdasan logis matematis (tinggi, sedang dan rendah) terhadap prestasi belajar. Untuk mengetahui bagaimana perbedaan prestasi belajar pada siswa yang berkecerdasan logis matematis (tinggi, sedang dan rendah) antara baris yang sama (model pembelajaran) maka diperlukan uji komparasi rerata antar sel pada kolom yang sama. Dari uji komparasi rerata antar sel pada kolom yang sama tersebut diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
a. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis tinggi tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik.commit to user
Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis. Pada awalnya siswa yang kecerdasan logis matematis tinggi mampu menyelesaikan masalah. Namun karena siswa yang dikenakan model pembelajaran TAPPS cara menyelesaikan masalah dengan berpasangan sehingga kemampuannya dapat menyeluruh pada siswa. Hal ini yang mengakibatkan prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran TAPPS sama baiknya dengan yang dikenai model pembelajaran CPS.
b. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis tinggi tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis. Pada awalnya siswa yang kecerdasan logis matematis tinggi mampu menyelesaikan masalah. Namun karena siswa yang dikenakan model pembelajaran STAD cara menyelesaikan masalah dengan berkelompok sehingga pada siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi pembelajaran dapat saling terbantu dengan siswa yang lain. Hal ini yang mengakibatkan prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran STAD sama baiknya dengan yang dikenai model pembelajaran TAPPS.
c. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis tinggi tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis. Pada awalnya siswa yang kecerdasan logis matematis tinggi mampu menyelesaikan masalah. Namun karena siswa yang dikenakan model pembelajaran STAD cara menyelesaikan masalah dengan berkelompok sehingga pada siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi pembelajaran dapat saling terbantu commit to user
dengan siswa yang lain. Hal ini yang mengakibatkan prestasi belajarsiswa yang dikenai model pembelajaran STAD sama baiknya dengan yang dikenai model pembelajaran CPS.
d. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis sedang tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis. Pada awalnya siswa kecerdasan logis matematis sedang jika dikenai model pembelajaran CPS prestasi belajarnya lebih baik daripada yang dikenai model pembelajaran TAPPS. Namun karena siswa yang dikenai model pembelajaran TAPPS, siswa dapat memehami permasalahan secara merata akibat dari siswa yang menyelesaikan permasalahan berpasangan dan saling membantu untuk menyelesaikan masalah. Sehingga dengan cara ini siswa yang dikenai model pembelajaran TAPPS memiliki prestasi sama baiknya pada siswa yang dikenai model pembelajaran CPS.
e. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis sedang tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis. Namun, karena siswa yang dikenakan model pembelajaran STAD cara menyelesaikan masalah dengan berkelompok sehingga pada siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi pembelajaran dapat saling terbantu dengan siswa yang lain. Hal ini yang mengakibatkan prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran STAD sama baiknya dengan yang dikenai model pembelajaran TAPPS.
f. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis sedang tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model commit to user
pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis. Namun karena siswa yang kecerdasan logis matematis sedang yang dikenai model pembelajaran STAD cara menyelesaikan masalah dengan berkelompok sehingga pada siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi pembelajaran dapat saling terbantu dengan siswa yang lain. Hal ini yang mengakibatkan prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran STAD sama dengan yang dikenai model pembelajaran TAPPS.
g. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis rendah tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis. Namun karena siswa yang dikenai model pembelajaran TAPPS, siswa dapat memehami permasalahan secara merata akibat dari siswa yang menyelesaikan permasalahan berpasangan dan saling membantu untuk menyelesaikan masalah. Sehingga dengan cara ini siswa yang dikenai model pembelajaran TAPPS memiliki prestasi sama pada siswa yang dikenai model pembelajaran CPS.
h. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis rendah tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelas yang dikenai model pembelajaran TAPPS dengan pendekatan saintifik dan kelas yang dikenai model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis. Namun karena siswa yang kecerdasan logis matematis rendah yang dikenai model pembelajaran STAD cara menyelesaikan masalah dengan berkelompok sehingga pada siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi pembelajaran dapat saling terbantu dengan siswa yang lain. Siswa yang dikenai model pembelajaran commit to user
TAPPS menyelesaikan masalah berpasangan atau dengan kelompok kecil. Hal ini yang mengakibatkan prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran STAD sama dengan yang dikenai model pembelajaran TAPPS.
i. Pada siswa yang berkecerdasan logis matematis rendah yang dikenai model pembelajaran CPS dengan pendekatan saintifik prestasi belajar lebih baik daripada kelas yang dikenai model pembelajaran STAD dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis.