2. LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA
2.4 Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara rumusan masalah. Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis dalam penelitian ini yaitu:
Ho1 : Tidak terdapat perbedaan pada hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 antara yang mendapat model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan yang mendapat model pembelajaran konvensional. (µ1 = µ2)
Ha1 : Terdapat perbedaan pada hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 antara yang mendapat model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan yang mendapat model pembelajaran konvensional. (µ1 ≠ µ2)
Ho2 : Hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal yang menerapkan model pembelajaran Think Talk Write
(TTW) tidak lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. (µ1 ≤ µ2)
Ha2 : Hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal yang menerapkan model pembelajaran Think Talk Write
(TTW) lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. (µ1 ≥ µ2)
47
BAB 3
METODE PENELITIAN
Bab tiga akan menguraikan metode penelitian. Prosedur dalam metodologi penelitian terdiri dari pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Pada metodologi penelitian akan diuraikan: (1) populasi dan sampel, (2) desain penelitian, (3) variabel penelitian, (4) data penelitian, (5) teknik pengumpulan data, (6) instrumen penelitian, dan (7) analisis data.
3.8
Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono 2013: 119 ). Sampel menurut Sugiyono (2013: 81) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh sebuah populasi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut.
3.1.3 Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal. Anggota populasi terdiri dari dua kelas, yaitu kelas V A dan kelas V B. Kelas V A memiliki 34 siswa, sedangkan kelas V B memiliki 32 siswa. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 66 siswa.
3.1.4 Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
48
Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono 2013: 122). Pengambilan sampel pada teknik proportionate stratified random sampling dilakukan secara acak (random). Jumlah sampel ditentukan dengan tabel Krecjie, dengan taraf kesalahan 5%. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus berikut.
Jumlah populasi penelitian 66 siswa. Sampel pada tabel krecjie untuk populasi sejumlah 66 adalah 58. Penghitungan sampel dengan rumus di atas memperoleh jumlah sampel dari masing-masing kelas. Sampel yang di ambil dari kelas VA sebanyak 30 siswa dan sampel dari kelas VB sebanyak 28 siswa. Peneliti melakukan pengundian pada kedua kelas untuk menentukan kelas kontrol dan eksperimen. Kelas VA terpilih sebagai kelas kontrol, dan VB sebagai kelas eksperimen. Daftar nama siswa yang dijadikan sampel penelitian dapat dibaca pada lampiran 5 dan 6.
3.9
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experimental, yang merupakan pengembangan dari true experimental design. Menurut Sugiyono (2013: 116), desain quasi experimental memiliki kelas kontrol meskipun tidak dapat sepenuhnya berfungsi sebagai pengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi penelitian. Jenis penelitian ini dipilih karena peneliti tidak akan sepenuhnya mampu mengontrol hal-hal yang mempengaruhi variabel penelitian.
Sampel tiap kelas = siswa a a as
Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nonequivalent control design. Desain nonequivalent control group design memiliki dua kelompok kelas, yaitu kelas kontrol dan eksperimen. Kelas kontrol dan eksperimen pada desain
nonequivalent control group design diberi tes awal terlebih dahulu, untuk mengetahui perbedaan kemampuan kedua kelas. Menurut Sugiyono (2013: 114), kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen, sedangkan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Quasi experimental design jenis nonequivalent control group design dapat digambarkan sebagaimana pada bagan 3.1.
Bagan 3.1. Desain Penelitian Nonequivalent Control Group
Keterangan:
E : Kelas eksperimen K : Kelas kontrol
O1 : tes awal kelas eksperimen O2 : tes akhir kelas eksperimen
X : perlakuan yang diberikan berupa penerapan model Think Talk Write
(TTW).
O3 : tes awal kelas kontrol O4 : tes akhir kelas kontrol (Sugiyono 2013: 118)
E O1 X O2 ...
3.10 Variabel Penelitian
Setiap masalah dalam penelitian mempunyai variabel. Variabel dalam penelitian akan memberikan informasi tentang masalah dalam penelitian. Variabel penelitian juga memberikan informasi tentang bagaimana pemecahan masalah yang tepat pada penelitian. Variabel pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat. Variabel bebas dan terikat pada penelitian ini diuraikan sebagai berikut.
3.3.3 Variabel Bebas
Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi sebab berubah atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono 2013: 64). Variabel bebas dapat dilambangkan dengan X. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pembelajaran materi menulis puisi dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write
(TTW).
3.3.4 Variabel Terikat
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono 2013: 64). Variabel terikat dapat dilambangkan dengan Y. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas V SDN Pesurungan Lor I pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi.
3.11 Data Penelitian
Menurut Sugiyono (2013: 187) salah satu hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian adalah kualitas pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut.
3.4.3 Jenis Data
Data yang didapat dari penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif tidak berupa angka, sedangkan data kuantitatif berupa angka. Data kuantitatif berupa nilai siswa, sedangkan data kualitatif berupa informasi tentang proses pembelajaran. Data kuantitatif dalam penelitian ini didapat dengan teknik dokumentasi dan tes. Data kuantitatif yang diperoleh dari teknik dokumentasi dan tes berupa nilai hasil belajar siswa. Data kualitatif didapat dengan teknik wawancara dan observasi.
3.4.4 Sumber Data
Pada penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dari beberapa sumber. Data diperoleh dari siswa, guru dan dokumen sekolah. Siswa yang dijadikan sumber data adalah siswa kelas V SDN Pesurungan Kidul 1 Kota Tegal dan SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal. Siswa kelas V SDN Pesurungan Kidul berjumlah 40 siswa, dijadikan objek uji coba instrumen tes. Siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal berjumlah 66 siswa, dijadikan subjek penelitian.
Data yang didapat dari guru berupa informasi tentang kondisi pembelajaran di kelas V SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal. Guru yang menjadi sumber informasi dalam penelitian ini guru kelas VA dan VB SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal. Informasi diperoleh dari guru dengan wawancara. Selain dari siswa dan guru, data juga diperoleh dari beberapa dokumen. Data dokumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumen nilai hasil belajar siswa. Dokumen yang digunakan berupa daftar nilai ulangan harian bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal.
3.12 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2013: 187) salah satu hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian adalah kualitas pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut.
3.5.5 Observasi
Observasi adalah cara menghimpun data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena- fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan (Sudijono 2007: 76). Observasi dalam penelitian ini dilakukan pada saat proses pembelajaran menulis puisi. Objek observasi dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Observasi aktivitas guru dan siswa bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang proses pelaksanaan pembelajaran. Observasi dilakukan oleh guru kelas menggunakan lembar observasi. Hasil observasi akan menunjukkan apakah pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti sudah sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran yang diterapkan atau belum.
3.5.6 Dokumentasi
Analisis dokumen dilakukan pada dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Dokumen yang digunakan sebagai sumber data pada penelitian ini berupa daftar nama dan daftar nilai ulangan akhir semester gasal siswa kelas V SDN Pesurungan Lor I Kota Tegal. Dokumen yang digunakan sebagai sumber dtaa adalah daftar nilai ulangan akhir semester (UAS) 1 siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1. Daftar nilai siswa tersebut digunakan untuk mengetahui kesamaan rata-rata kelas V A dan kelas V B. Daftar nilai UAS 1 siswa kelas V SDN Pesurungan Lor 1 dapat dibaca pada lampiran 5 dan 6.
3.5.7 Wawancara
Creswell (2012) dalam Sugiyono (2013: 188) mengatakan bahwa,
Interview survey, are form on which the researcher records answers supplied by the participant in the study. The researcher asks a question from an interview guide, listens for answers or observes behavior, and records responses on the survey.
Pernyataan di atas artinya, wawancara pada penelitian survei dilakukan oleh peneliti dengan cara merekam jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepada responden. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada responden dengan pedoman wawancara, mendengarkan jawaban, mengamati perilaku, dan merekam semua respon dari yang disurvei.
Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur. Peneliti, pada teknik wawancara tidak terstruktur, membawa pedoman yang merupakan garis besar tentang hal-hal yang ingin ditanyakan kepada narasumber (Riduwan 2014: 74). Wawancara ini dilakukan pada saat studi pendahuluan. Melalui wawancara tidak terstruktur, peneliti mendapatkan berbagai informasi tentang pembelajaran menulis puisi di kelas V yang selama ini berlangsung di SDN Pesurungan Lor 1, sehingga dapat menentukan permasalahan atau variabel yang harus diteliti.
3.5.8 Tes
Teknik tes adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan melakukan penilaian. Penilaian tersebut berisi tugas yang harus dikerjakan oleh anak secara individu maupun kelompok sehingga menghasilkan suatu nilai atau prestasi tertentu (Aunurrahman 2008: 8). Teknik tes pada penelitian ini ditujukan untuk mengukur kemampuan menulis puisi yang diperoleh siswa setelah kegiatan
pembelajaran. Tes yang diberikan merupakan tes tertulis. Soal tes tertulis yang digunakan dapat dibaca pada lampiran 30.
3.13 Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data/informasi yang dibutuhkan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Instrumen penelitian disusun berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari instrumen observasi, instrumen dokumentasi, instrumen wawancara, dan instrumen tes. Penjabaran dari instrumen penelitian diuraikan sebagai berikut.
3.6.6 Instrumen Observasi
Instrumen observasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran di kelas eksperimen dan kontrol. Setiap lembar observasi memiliki deskriptor yang dijadikan pedoman observasi. Observasi dilakukan oleh guru kelas V SDN Pesurungan Lor 1 Kota Tegal.
3.6.7 Instrumen Dokumentasi
Dokumen yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini berupa daftar nama dan nilai siswa. Daftar nama dan nilai siswa didapat dari arsip yang dimiliki oleh guru kelas. Daftar nama siswa memberikan informasi jumlah siswa yang ada di dalam kedua kelas yang akan diteliti. Selain daftar nama dan daftar nilai siswa, pendokumentasian juga dilakukan selama proses pembelajaran. Daftar nama siswa dapat dibaca pada lampiran 1 dan 2.
3.6.8 Instrumen Wawancara
Instrumen wawancara dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara. Pedoman wawancara terdiri dari sepuluh pertanyaan pokok. Peneliti dapat mengembangkan pertanyaan-pertanyaan lain selama proses wawancara. Pedoman wawancara tidak terstruktur dapat dibaca pada lampiran 4.
3.6.9 Instrumen Tes
Sugiyono (2013: 147) menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen dalam penelitian ini merupakan instrumen yang berkaitan dengan hasil belajar siswa, berupa tes evaluasi hasil belajar. Instrumen tes yang digunakan berbentuk tes uraian sejumlah satu soal. Tuckman (1975) dalam Nurgiyantoro (2010: 117) menyatakan bahwa bentuk tes uraian memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyusun jawaban sendiri dalam lingkup yang relatif dibatasi.
Soal yang digunakan dalam penellitian ini disusun berdasarkan kompetensi dasar. Peneliti menyusun tiga soal untuk kepentingan uji coba instrumen, meskipun yang dibutuhkan untuk penelitian hanya satu soal. Soal tersebut dibuat berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang telah dijabarkan terlebih dahulu dalam bentuk kisi-kisi soal. Kisi-kisi yang digunakan dalam tes uraian menulis puisi selengkapnya dapat dibaca di lampiran 13.
Pemilihan soal yang akan digunakan sebagai intrumen tes dilakukan setelah ketiga soal tersebut diujicobakan. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen tersebut diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu sehingga menghasilkan data penelitian yang valid dan reliabel. Selain itu, instrumen tes juga harus dihitung tingkat kesukaran dan daya beda soal.
3.6.4.5 Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen (Arikunto 2010: 211). Sudijono (2007: 163) menjelaskan bahwa pengujian terhadap validitas instrumen dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengujian validitas secara logis atau rasional dan pengujian validitas secara empiris.
Validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil pemikiran (Sudijono 2007: 164). Validitas rasional dari sebuah instrumen dapat dilakukan dari dua segi, yaitu segi validitas isi dan susunan atau konstruksinya. Validitas isi dari suatu instrumen adalah validitas yang diperoleh setelah melakukan penganalisisan, penelusuran atau pengujian terhadap isi dari instrumen. Instrumen akan dikatakan memiliki validitas isi apabila isi instrumen tersebut dapat mewakili secara representatif terhadap variabel yang akan dinilai. Validitas konstruksi suatu instrumen diperoleh dari pengujian terhadap susunan atau kerangkanya. Instrumen dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila instrumen tersebut, ditinjau dari segi susunan atau kerangka telah mencerminkan aspek-aspek konstruksi dalam teori psikologis secara tepat.
Proses pengujian validitas rasional, dapat dilakukan dengan menggunakan pendapat ahli. Dalam hal ini, validitas instrumen diuji oleh dua ahli, yaitu Drs. H.Y. Poniyo, M. Pd. (pembimbing) dan Susiati, S. Pd. (guru kelas V SDN Pesurungan Lor I Kota Tegal) dengan menggunakan lembar penilaian validitas logis. Hasil uji validitas rasional dapat dibaca pada lampiran 14 dan 15.
Validitas empiris adalah ketepatan mengukur yang didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik (Sudijono 2007: 167). Validitas empiris dihitung
menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20. Validitas empiris ditunjukkan oleh nilai rhitung. Hasil penghitungan rhitung selanjutnya dibandingkan dengan harga r product moment pada tabel (rtabel), dengan terlebih dulu menetapkan taraf signifikansi 5%. Jika rhitung > rtabel, maka instrumen dinyatakan valid. Jumlah siswa pada uji coba sebanyak 40, dengan taraf signifikansi 5%, maka rtabel 0,312. Rekapitulasi uji validitas instrumen tes menulis puisi bertema “Ibu” dapat dibaca pada tabel 3.1.
Tabel 3.1. Uji Validitas Soal Menulis Puisi Tema “Ibu”
Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Aspek 5 Total Skor Aspek 1 Pearson Correlation 1 ,690 ** -,186 -,107 ,756** ,592** Sig. (2-tailed) ,000 ,251 ,511 ,000 ,000 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 2 Pearson Correlation ,690 ** 1 -,228 -,187 ,890** ,456** Sig. (2-tailed) ,000 ,157 ,248 ,000 ,003 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 3 Pearson Correlation -,186 -,228 1 ,912 ** -,143 ,557** Sig. (2-tailed) ,251 ,157 ,000 ,379 ,000 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 4 Pearson Correlation -,107 -,187 ,912 ** 1 -,101 ,613** Sig. (2-tailed) ,511 ,248 ,000 ,534 ,000 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 5 Pearson Correlation ,756 ** ,890** -,143 -,101 1 ,495** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,379 ,534 ,001 N 40 40 40 40 40 40 Total Skor Pearson Correlation ,592 ** ,456** ,557** ,613** ,495** 1 Sig. (2-tailed) ,000 ,003 ,000 ,000 ,001 N 40 40 40 40 40 40
Uji validitas empiris menggunakan SPSS versi 20 pada tabel 3.1. menunjukkan bahwa rhitung kelima aspek penilaian lebih besar dari rtabel. Hasil rtabel lebih besar dari rhitung berarti kelima aspek tersebut valid. Rekapitulasi uji validitas
soal menulis puisi tema “Ibu” dapat dibaca selengkapnya pada lampiran 22. Rekapitulasi uji validitas instrumen tes menulis puisi bertema “Lingkungan” dapat dibaca pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Uji Validitas Soal Menulis Puisi Tema “Lingkungan”
Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Aspek 5 Total Skor Aspek 1 Pearson Correlation 1 ,142 -,131 -,212 -,165 ,319 * Sig. (2-tailed) ,382 ,422 ,189 ,308 ,045 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 2 Pearson Correlation ,142 1 -,002 -,113 -,234 ,415 ** Sig. (2-tailed) ,382 ,988 ,489 ,145 ,008 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 3 Pearson Correlation -,131 -,002 1 -,054 -,122 ,355 * Sig. (2-tailed) ,422 ,988 ,741 ,455 ,025 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 4 Pearson Correlation -,212 -,113 -,054 1 ,036 ,368 * Sig. (2-tailed) ,189 ,489 ,741 ,826 ,019 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 5 Pearson Correlation -,165 -,234 -,122 ,036 1 ,351 * Sig. (2-tailed) ,308 ,145 ,455 ,826 ,026 N 40 40 40 40 40 40 Total Skor Pearson Correlation ,319 * ,415** ,355* ,368* ,351* 1 Sig. (2-tailed) ,045 ,008 ,025 ,019 ,026 N 40 40 40 40 40 40
Uji validitas empiris menggunakan SPSS versi 20 pada tabel 3.2. menunjukkan bahwa rhitung kelima aspek penilaian lebih besar dari rtabel. Hasil rtabel lebih besar dari rhitung berarti kelima aspek tersebut valid. Rekapitulasi uji validitas soal menulis puisi tema “Lingkungan” dapat dibaca selengkapnya pada lampiran 23. Rekapitulasi uji validitas instrumen tes menulis puisi bertema “Cita-cita” dapat dibaca pada tabel 3.3.
Tabel 3.3. Uji Validitas Soal Menulis Puisi Tema “Cita-cita” Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Aspek 5 Total Skor Aspek 1 Pearson Correlation 1 -,248 ,082 -,303 ,166 ,462 ** Sig. (2-tailed) ,122 ,617 ,057 ,305 ,003 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 2 Pearson Correlation -,248 1 -,073 -,066 -,131 ,279 Sig. (2-tailed) ,122 ,656 ,686 ,419 ,081 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 3 Pearson Correlation ,082 -,073 1 -,198 -,217 ,351 * Sig. (2-tailed) ,617 ,656 ,220 ,179 ,026 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 4 Pearson Correlation -,303 -,066 -,198 1 -,105 ,225 Sig. (2-tailed) ,057 ,686 ,220 ,519 ,163 N 40 40 40 40 40 40 Aspek 5 Pearson Correlation ,166 -,131 -,217 -,105 1 ,351 * Sig. (2-tailed) ,305 ,419 ,179 ,519 ,026 N 40 40 40 40 40 40 Total Skor Pearson Correlation ,462 ** ,279 ,351* ,225 ,351* 1 Sig. (2-tailed) ,003 ,081 ,026 ,163 ,026 N 40 40 40 40 40 40
Uji validitas empiris menggunakan SPSS versi 20 pada tabel 3.3. menunjukkan bahwa rhitung aspek penilaian 1,3, dan 5 lebih besar dari rtabel. Nilai rhitung aspek penilaian 2 dan 4 kurang dari rtabel. Dengan demikian, maka soal menulis puisi tema “Cita-cita” tidak valid karena memiliki 2 aspek yang tidak bisa memenuhi syarat validitas. Hasil uji validitas soal menulis puisi tema “Cita-cita” selengkapnya dapat dibaca pada lampiran 24.
3.6.4.6 Uji Reliabilitas
Reliabel artinya dapat dipercaya, sehingga dapat diandalkan. Menurut Arikunto (2010: 221), reliabilitas instrumen mengacu pada seberapa handalkah instrumen sehingga dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data. Reliabilitas
instrumen penelitian ini diukur dengan rumus Cronbach Alpha menggunakan SPSS versi 20. Cronbach Alpha merupakan rumus yang digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya berupa rentangan antara beberapa nilai (misalnya 0–10) atau yang berbentuk skala (misalnya 1–3 dan 1–4). Data hasil belajar menulis puisi dalam penelitian ini berbentuk skala, sehingga Cronbach Alpha tepat untuk digunakan mengitung reliabilitasnya.
Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 20. Data yang diuji reliabilitasnya merupakan data yang valid. Kriteria yang diambil menggunakan batasan 0,6. Menurut Sekaran (2006) dalam Priyatno (2010: 30–2), reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik. Jika nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut reliabel, namun apabila kurang dari 0,6 maka instrumen tersebut tidak reliabel. Rekapitulasi uji reliabilitas intrumen soal menulis puisi tema “Ibu” dapat dibaca pada tabel 3.4.
Tabel 3.4. Uji Reliabilitas Soal Menulis Puisi Tema “Ibu”
Cronbach's Alpha N of Items
,739 6
Uji reliabilitas soal menulis puisi tema “Ibu” mendapatkan nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6, sehingga soal tersebut reliabel. Uji reliabilitas soal menulis puisi tema “Ibu” selengkapnya dapat dibaca pada lampiran 26. Uji reliabilitas soal menulis puisi tema “Lingkungan” dapat dibaca pada tabel 3.5.
Tabel 3.5. Uji Reliabilitas Soal Menulis Puisi Tema “Lingkungan”
Cronbach's Alpha N of Items
Berdasarkan 3.5., nampak bahwa hasil penghitungan Cronbach’s Alpha soal menulis puisi tema “Lingkungan” kurang dari 0,6 sehingga soal tersebut tidak reliabel. Soal yang tidak reliabel tidak dappat digunakan sebagai instrumen penelitian. Uji reliabilitas soal menulis puisi tema lingkungan selengkapnya dapat dibaca pada lampiran 27.
3.6.4.7 Indeks Tingkat Kesukaran
Penghitungan tingkat kesulitan dilakukan untuk mengetahui tingkat kesulitan setiap aspek penilaian menulis puisi dalam bentuk soal uraian. Tingkat kesulitan tes uraian dapat dihitung menggunakan rumus:
ndeks in kat Kesulitan × kor × kor i
a s kor i
Keterangan:
: jumlah skor betul kelompok tinggi : jumlah skor betul kelompok rendah
: skor maksimal suatu butir soal : skor minimal suatu butir soal
: jumlah subjek kelompok tinggi atau rendah (Iskandarwassid dan Sunendar 2013: 197)
Kategori tingkat kesulitan butir soal dibagi menjadi tiga. Tiga kategori tingkat kesulitan, yaitu : (1) sukar, (2) sedang, dan (3) mudah. Kategori tingkat kesulitan soal didasarkan pada kriteria indeks tingkat kesulitas soal. Kategori tingkat kesulitan menurut Nurgiyantoro (1995) dalam Iskandarwassid dan Sunendar (2013: 197) dapat digambarkan dalam tabel 3.6.
Tabel 3.6. Kategori Tingkat Kesukaran
Indeks Tingkat Kesulitan Kategori
0,00 – 0,14 Sukar
0,15 – 0,85 Sedang
0,86 – 1,00 Mudah
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa setiap aspek penilaian menulis puisi mempunyai kategori sukar, sedang, dan mudah. Aspek penilaian menulis puisi dikatakan sukar apabila hasil penghitungan tingkat kesulitan antara 0,00– 0,14. Aspek soal dikatakan sedang apabila hasil penghitungan antara 0,15–0,85. Aspek soal dikatakan mudah apabila hasil hitung tingkat kesulitan antara 0,86– 1,00. Rekapitulasi analisis tingkat kesulitan soal dapat dibaca pada tabel 3.7.
Tabel 3.7. Hasil Analisis Tingkat Kesulitas Soal
No. Aspek Indeks Tingkat Kesulitan Kategori Kesulitan
1. Bait 0,590 Sedang
2. Judul 0,606 Sedang
3. Tema 0,606 Sedang
4. Diksi 0,621 Sedang
5. Kesinambungan 0,560 Sedang
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, seluruh aspek pada soal menulis puisi bertema “Ibu” memiliki kategori tingkat kesulitan soal sedang. Hasil analisis tingkat kesulitan soal dapat dibaca pada lampiran 28.
3.6.4.8 Analisis Daya Beda
Penghitungan daya pembeda dilakukan untuk mengetahui daya beda setiap aspek penilaian menulis puisi. Daya beda tes uraian dapat diketahui dengan menggunakan rumus:
ndeks a a eda kor ×
Keterangan:
: jumlah skor betul kelompok tinggi : jumlah skor betul kelompok rendah
: skor maksimal suatu butir soal : skor minimal suatu butir soal
: jumlah subjek kelompok tinggi atau rendah (Iskandarwassid dan Sunendar 2013: 197)
Setiap butir aspek soal mempunyai daya beda. Penghitungan daya beda digunakan untuk mengetahui perbedaan antara kelas tinggi dan kelas rendah. Pembagian kelas tinggi dan kelas rendah dilakukan dengan mengurutkan data nilai siswa dari yang tertinggi. Kelas tinggi merupakan 27,5% jumlah siswa keseluruhan yang berada di urutan atas. Kelas rendah merupakan 27,5% jumlah siswa seluruhnya, yang berada di urutan bawah. Empat kategori daya beda, yaitu : (1) baik sekali; (2) baik; (3) sedang; dan (4) buruk. Kategori daya beda menurut Nurgiyantoro (1995) dalam Iskandarwassid dan Sunendar (2013: 197) diuraikan pada tabel 3.8.
Tabel 3.8. Kategori Indeks Daya Beda
Indeks Daya Beda Kategori
0,40-1,00 Baik sekali
0,30-0,39 Baik
0,20-0,29 Sedang
0,00-0,19 Buruk
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui kategori daya beda setiap aspek penilaian. Aspek penilaian menulis puisi dikatakan baik sekali apabila hasil penghitungannya antara 0,40–1,00. Dikatakan baik apabila hasil penghitungan
daya beda antara 0,30–0,39. Dikatakan sedang apabila penghitungan daya beda antara 0,20–0,29, sedangkan hasil penghitungan 0,00–0,19 berarti aspek penilaian menulis puisi buruk. Rekapitulasi analisis daya beda soal menulis puisi bertema “Ibu” dapat dibaca pada tabel 3.9.
Tabel 3.9. Hasil Analisis Indeks Daya Beda Soal
No. Aspek Indeks Daya Beda Kategori Daya Beda
1. Bait 0,515 Baik sekali
2. Judul 0,424 Baik sekali
3. Tema 0,242 Sedang
4. Diksi 0,272 Sedang
5. Kesinambungan 0,515 Baik sekali
Hasil analisis indeks daya beda soal menunjukkan bahwa ada tiga aspek penilaian menulis puisi yang memiliki kategori daya beda baik sekali. Dua aspek penilaian menulis puisi memiliki kategori daya beda sedang. Hasil analisis daya