METODE PENELITIAN
4. Hasil Uji Hipotesis
a. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti meningkat, tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, pada penelitian ini RSquare yang digunakan adalah R Square yang sudah
disesuaikan atau Adjusted R Square (Adjusted R2) karena disesuaikan dengan jumlah
variabel yang digunakan dalam penelitian. Nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun
apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model. Berikut ini disajikan hasil uji koefisien determinasi.
Tabel 4.13
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
R R Square Adjusted R Square
.584a .341 .305
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS
Tabel 4.15 menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0,305. Hal ini menandakan
bahwa variasi variabel kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, persaingan usaha dan pendidikan agama bisa menjelaskan sebesar 30,5% variasi variabel pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang. Sedangkan sisanya, yaitu 69,5% dijelaskan oleh sebab-sebab
lain di luar variabel kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, persaingan usaha.dan pendidikan agama.
b. Hasil Uji Statistik F
Uji statistik F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0,05. Jika nilai probability F
lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0, sedangkan jika nilai
probability F lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan menolak Ha. Berikut ini
adalah tabel yang menunjukkan hasil uji statistik F.
Tabel 4.14 Hasil Uji Statistik F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 4.858 4 1.214 9.682 .000a
Residual 9.407 75 .125
Total 14.265 79
a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS
Tabel diatas menunjukkan hasil uji statistik F antara seluruh variabel independen dengan variabel dependen sebagai berikut: Pengaruh kondisi ekonomi,
tingkat pendidikan, persaingan usaha dan pendidikan agama terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang.
Tabel di atas memperlihatkan nilai sig hasil uji F sebesar 0,000, artinya nilai signifikansinya lebih kecil dari alpha 0,05 (0,000 < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, persaingan usaha dan pendidikan agama berpengaruh secara bersama-sama terhadap etika bisnis pedagang.
c. Hasil Uji Statistik t
Uji t dilakukan untuk melihat apakah variabel independen secara individu memiliki dampak yang signifikan terhadap variabel dependen, serta untuk membuktikan variabel mana yang paling dominan. Berikut tabel yang menunjukkan hasil uji t yang dihasilkan.
Tabel 4.15 Hasil Uji Statistik t
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS
T Sig. 8.039 .000 .147 .883 1.334 .045 4.621 .000 1.726 .048
Tabel di atas menunjukkan hasil uji statistik t antara variabel independen dengan variabel dependen sebagai berikut:
Hasil uji H0(1) : Faktor kondisi ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang.
Tabel tersebut menunjukkan hasil bahwa variabel kondisi ekonomi (X1) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,883 dengan nilai beta positif 0,015. Tingkat signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 yang berarti H0 (1) ditolak sehingga dapat dikatakankondisi ekonomi tidak berpengaruh secara signifikan terhadappelaksanaan etika bisnis Islam pedagang.
Hasil uji H1(2) : Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap
pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang.
Tabel di atas menunjukkan hasil bahwa variabel tingkat pendidikan (X2) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,045. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1(2) diterima sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etika bisnis pedagang. Adapun nilai beta yang dihasilkan adalah positif sebesar 0,138. Estimasi arah yang positif pada
koefisien variabel pendidikan menunjukkan bahwa setiap peningkatan tingkat
pendidikanakan membuatetika bisnis pedagang menjadi lebih baik.
Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh teori yang dikemukakan oleh Popon Herawati yaitu, kenyataan empiris dan praktis menunjukkan bahwa perilaku seseorang, misalnya dalam pekerjaan yakni etika kerja, dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal (dalam diri manusia) dan eksternal (diluar diri manusia). Faktor
pendidikan merupakan salah satu bagian dari dimensi internal kegiatan usaha dimana dimensi pendidikan mempengaruhi etika bisnis.37
Hasil uji H1(3) : Persaingan usaha berpengaruh signifikan terhadap
pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang.
Tabel di atas menunjukkan hasil bahwa variabel persaingan usaha (X3) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1(3) diterima sehingga dapat dikatakan bahwa pengalaman berpengaruh
signifikan terhadap etika bisnis pedagang. Adapun nilai beta yang dihasilkan adalah positif sebesar 0,645. Estimasi arah yang positif pada koefisien variabel persaingan usaha menunjukkan bahwa setiap peningkatan persaingan usaha mempengaruhi seseorang dalam beretika bisnis.
Hasil uji H1(4): Pendidikan Agama berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang.
Tabel di atas menunjukkan hasil bahwa variabel pendidikan agama (X4) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,048. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1(4) diterima sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan agama berpengaruh signifikan terhadap etika bisnis pedagang. Adapun nilai beta yang dihasilkan adalah positif sebesar 0,72. Estimasi arah yang positif pada koefisien
variabel pendidikan agama menunjukkan bahwa setiap peningkatan pendidikan
agama mempengaruhi seseorang dalam beretika bisnis.
37 Popon Herawati, “Bisnis dan Etika Lingkungan”, hal.14, artikel diakses pada 17 oktober 2013 dari http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/31001-4-323350081917.doc
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai koefisien dari persamaan regresi. Dalam kasus ini, persamaan regresi berganda yang digunakan adalah:
Keterangan:
Y = Pelaksanaan Etika Bisnis Islam
a = Konstanta b = Koefisien regresi X1 = Kondisi Ekonomi X2 = Tingkat Pendidikan X3 = Persaingan usaha X3 = Persaingan usaha e = Error
Dari output didapatkan model persamaan regresi:
Dari persamaan regresi ini, dapat dilihat variabel bebas (kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, persaingan usaha dan pendidikan agama) yang paling dominan mempengaruhi variabel terikat (etika bisnis) adalah variabel persaingan usaha. Persaingan usaha memiliki nilai Beta sebesar 0,466, artinya apabila persaingan usaha mengalami perubahan sebanyak 10%, maka etika bisnis akan berubah sebanyak 4,66%.
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4+ e
Diurutan kedua yang berpengaruh adalah pendidikan agama memiliki nilai Beta sebesar 0,199, artinya apabila pendidikan semakin tinggi sebanyak 10%, maka etika bisnis akan berubah semakin baik sebesar 1,99%.
Kemudian diurutan ketiga yang berpengaruh adalah tingkat pendidikan, yang memiliki nilai Beta sebesar 0,118, artinya apabila tingkat pendidikan semakin tinggi sebanyak 10 % maka tingkat pendidikan akan berubah semakin baik sebesar 1,18 %. Lalu Kondisi ekonomi memiliki nilai Beta sebesar 0,009, artinya apabila kondisi ekonomi mengalami perubahan sebanyak 10%, maka etika bisnis akan berubah sebanyak 0,09 %.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, persaingan usaha dan pendidikan agama terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang. Responden penelitian ini berjumlah 80 pedagang yang berdagang di Pasar Kreo, Tangerang. Berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan dan hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap permasalahan dengan menggunakan regresi berganda, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel kondisi ekonomi (X1) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,883 dengan nilai beta positif 0,015. Tingkat signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 yang berarti H0(1) ditolak sehingga dapat dikatakan kondisi ekonomi tidak berpengaruh secara
signifikan terhadappelaksanaan etika bisnis Islam pedagang.
2. Variabel yang berada diurutan pertama yang sangat berpengaruh terhadap
pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang adalah Variabel persaingan usaha (X3) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1(3) diterima sehingga dapat dikatakan bahwa persaingan
usaha berpengaruh signifikan terhadap etika bisnis pedagang. Adapun nilai beta yang dihasilkan adalah positif sebesar 0,645. Estimasi arah yang positif pada koefisien variabel persaingan usaha menunjukkan bahwa setiap peningkatan persaingan usaha mempengaruhi seseorang dalam beretika bisnis.
3. Variabel yang berada diurutan kedua yang berpengaruh terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang adalah Variabel pendidikan agama (X4) memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,048. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1(4) diterima sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan agama berpengaruh signifikan terhadap etika bisnis pedagang. Adapun nilai beta yang dihasilkan adalah positif sebesar 0,72. Estimasi arah yang positif pada koefisien variabel pendidikan
agama menunjukkan bahwa setiap peningkatan pendidikan agama mempengaruhi
seseorang dalam beretika bisnis.
4. Variabel ketiga yang berpengaruh terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang adalah Variabel tingkat pendidikan (X2)memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,045. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1(2) diterima, sehingga
dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etika bisnis pedagang. Adapun nilai beta yang dihasilkan adalah positif sebesar 0,138. Estimasi arah yang positif pada koefisien variabel pendidikan menunjukkan bahwa setiap peningkatan tingkat pendidikan akan membuat etika bisnis pedagang menjadi lebih baik.
B. Implikasi
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman kita mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi etika bisnis pedagang dalam menghadapi suatu permasalahan bisnis, yaitu kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, persaingan usaha dan pendidikan agama. Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam.
Hasil implikasi ini memiliki beberapa pengetahuan penting bagi pedagang atau pengusaha, akademisi, peneliti selanjutnya, pembaca dan peneliti sendiri. Perkembangan peradaban hingga saat ini sangatlah luar biasa. Demikian pula pola kehidupan sangatlah kompleks. Sehingga umat Islam pada umumnya dan ilmuwan muslim pada khususnya perlu amat sangat proaktif dalam upaya melakukan revitalisasi konsep-konsep muamalah. Pentingnya pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal, pendidikan umum maupun pendidikan agama merupakan suatu hal yang harus terus diperhatikan guna meningkatkan etos kerja yang lebih beretika sesuai dengan pedoman Al-Qur’an dan As -sunah.
C. Keterbatasan
Penelitian ini memiliki keterbatasan yang mungkin dapat melemahkan hasilnya. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Ruang lingkup penelitian ini hanya dilakukan di Pasar Kreo saja, sehingga hasil penelitian ini terbatas generalisasinya.
2. Terbatasnya jumlah responden yang ingin diteliti, sehingga hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasi dengan baik.
D. Saran
Penelitian dimasa mendatang diharapkan dapat menyajikan penelitian yang lebih berkualitas lagi dengan adanya beberapa masukan mengenai beberapa hal diantaranya:
1. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel yang berbeda yang dapat mempengaruhi etika bisnis pedagang seperti variabel perekonomian internasional, keadaan politik, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.
2. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mendapatkan data berupa wawancara dari beberapa pedagang yang menjadi responden penelitian agar bisa mendapatkan data yang lebih nyata dan bisa keluar dari pertanyaan-pertanyaan kuesioner yang mungkin terlalu sempit atau kurang menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.
3. Penelitian ini lebih lanjut diharapkan dapat memperluas daerah survey, sehingga hasil penelitian lebih mungkin untuk disimpulkan secara umum.dasar
4. Berdasarkan penelitian ini bahwa persaingan usaha, pendidikan agama dan tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan etika bisnis Islam pedagang. Oleh karena itu, akan sangat baik untuk para pedagang tradisional mendapatkan pendidikan atau pengetahuan mendasar, baik itu mengenai pemahaman agama, bisnis, dan etika bisnis itu sendiri agar dapat tercipta pelaksanaan etika bisnis Islam dengan baik. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat ataupun pihak yang memiliki wewenang untuk mengadakan training atau penyuluhan mengenai etika bisnis Islam kepada para pedagang tradisional guna meningkatkan etos kerja pedagang tradisional yang sesuai dengan etika bisnis Islam.
90