“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan” (Sugiyono, 2016 : 64). Berdasarkan perumusan masalah,
tinjauan pustaka dan kerangka konseptual diatas maka hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Kekayaan yang dimiliki perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap audit delay, dimana pengaruh ini ditunjukkan dengan semakin besar nilai aset suatu perusahaan maka semakin pendek audit delay dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan semakin besar perusahaan maka perusahaan itu memiliki sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan laporan keuangan sehingga pengauditan atas laporan keuangan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Selain itu, perusahaan besar diawasi oleh investor dan pengawas permodalan pemerintah, memiliki sumber daya yang lebih banyak dan dapat membayar audit fee yang lebih tinggi kepada auditor agar laporan audit dapat diselesaikan lebih cepat.
H2 : Laba Rugi Perusahaan berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Laba/rugi perusahaan adalah alat untuk mengetahui kemajuan keuangan yang dicapai perusahaan atau kemunduran suatu perusahaan dalam suatu periode.
Laba/rugi perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap audit delay. Sehingga ada kecendrungan bagi perusahaan yang mengalami keuntungan untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu atau perusahaan yang mengalami kerugian akan mengalami terlambat.
H3 : Opini Audit berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Opini audit adalah pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen perusahaan. Perusahaan yang tidak menerima opini audit standar unqualified opinion diperkirakan mengalami audit delay yang lebih panjang hal ini dikarenakan perusahaan tersebut memandang sebagai bad news dan akan memperlambat proses audit. Selain itu proses pemberian pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion) akan melibatkan negosiasi dengan perusahaan, konsultasi dengan partner audit yang lebih senior sehingga prosesnya lebih lama.
H4 : Solvabilitas berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
Solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan jumlah hutang yang tinggi yang dimiliki oleh perusahaan akan menyebabkan proses audit yang relatif lama, hal ini dikarenakan dalam proses pengauditan, auditor perlu kehati-hatian serta kecermatan yang lebih dalam karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan.
H5 : Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Variabel ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit dan solvabilitas berpengaruh secara simultan terhadap audit delay
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kausal – komparatif atau penelitian sebab akibat. Menurut Erlina (2008:21) “penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis dan merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel”. Desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan – hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Dengan demikian penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan sebab akibat dari variabel Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit, dan Solvabilitas, terhadap Audit Delay.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan auditan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mengambil data-data laporan keuangan tahunan yang telah di audit melalui media internet pada Bursa Efek Indonesia melalui website www.idx.co.id sedangkan data nama-nama perusahaan perbankan yang terdaftar dilihat dari website www.SahamOk.com. Waktu penelitian yaitu bulan September 2018 hingga penelitian selesai.
3.3. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel
Variabel yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen).
3.3.1. Variabel Terikat (Dependent Variabel)
Menurut Erlina (2008:42), “Variabel dependen adalah konsekuensi dari variabel independen”. Variabel terikat atau variabel tidak bebas, menjadi perhatian utama dalam sebuah pengamatan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Audit Delay. Audit Delay adalah rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan (Rachmawati, 2008). Audit Delay adalah jangka waktu antara tanggal penutupan tahun buku sampai dengan tanggal ditandatanganinya laporan auditor independen. Variabel ini diukur secara kuantitatif dalam jumlah hari.
3.3.2. Variabel Bebas (Independent Variabel)
Variabel independen sering juga disebut sebagai variabel bebas, variabel stimulus, predictor, atau antecedent. Variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan positif maupun negative bagi variabel dependen lainnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Ukuran perusahaan (X1), Laba rugi perusahaan (X2), Opini audit (X3), dan Solvabilitas (X4)
3.3.2.1. Ukuran Perusahaan
Petronila dalam Puspitasari dan Latrini (2014) mendefinisikan “ukuran perusahaan sebagai besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan atau total aktiva perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan akhir periode yang diaudit menggunakan
logaritma”. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap telah memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama, selain itu juga menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi yang stabil dan lebih menghasilkan laba dibandingkan dengan perusahaan dengan total aktiva lebih kecil.
3.3.2.2. Laba Rugi Perusahaan
Variabel ini dilihat apakah suatu perusahaan mendapatkan laba/
keuntungan atau kerugian dalam laporan laba ruginya. Dalam penelitian ini variabel diukur skala nominal menggunakan variabel dummy. Indikator variabel ini adalah perusahaan yang mengalami laba maka akan diberikan kode 1, sedangkan perusahaan yang mengalami kerugian maka akan diberikan kode 0.
3.3.2.3. Opini Audit
Opini audit merupakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen perusahaan, dimana opini audit tersebut nantinya akan berguna bagi para pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Opini audit dalam penelitian ini diukur dengan melihat jenis opini yang diberikan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel opini audit dalam penelitian ini menggunakan variabel dummy, dimana opini audit dibagi menjadi 2 kelompok sesuai dengan jenis opini audit yang diberikan kepada perusahaan yaitu pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) diberi kode 1, sedangkan pendapat lain seperti pendapat wajar tanpa pengecualian
dengan bahasa penjelas (unqualifies opinion report with explanatory language), pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion), pendapat tidak wajar (adverse opinion), dan pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion) diberi kode 0. Diduga perusahaan yang mendapat opini selain unqualifiedopinion akanmengalamiAudit Delay yang lebih lama,dibandingkan dengan perusahaan yang mendapatkan unqualified opinion.
3.3.2.4. Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Indikator solvabilitas pada penelitian ini diukur dengan menggunakan total debt to total assets ratio atau debt to assetsratio. Rasio DAR dihitung dengan membandingkan jumlah aktiva (total aset) dengan jumlah utang (baik jangka pendek maupun jangka panjang). Diduga perusahaan yang memiliki jumlah hutang yang tinggi yang dimiliki oleh perusahaan akan menyebabkan proses audit yang relatif lebih lama, dikarenakan dalam proses pengauditan auditor perlu kehati-hatian serta kecermatan yang lebih dalam karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan.
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Jenis
Variabel Defenisi Pengukuran Skala
Audit delay(Y)
rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan
Ukuran Perusahaan (X1 )
besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan atau total aktiva perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan akhir periode yang diaudit menggunakan logaritma apakah suatu perusahaan
mendapatkan laba/
keuntungan atau kerugian dalam laporan laba ruginya.
Pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen perusahaan, dimana opini audit tersebut nantinya akan berguna bagi untuk memenuhi kewajiban keuangannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang
DAR =
Sumber :
Rachmawati, 2008
Rasio
3.4. Populasi dan Sampel Penelitian 3.4.1. Populasi Penelitian
“Populasi adalah sekelompok orang, kejadian, suatu yang mempunyai karakteristik tertentu” (Erlina,2008:75). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 43 perusahaan dengan periode 2016-2017 dengan total data observasi sebanyak 86.
Tabel 3.2
Daftar Populasi Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2017
No. Kode Nama Perusahaan
1 AGRO Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk 2 AGRS Bank Agris Tbk
3 ARTO Bank Artos Indonesia 4 BABP Bank MNC Internasional 5 BACA Bank Capital Indonesia 6 BBCA Bank Central Asia Tbk 7 BBHI Bank Harda Internasional 8 BBKP Bank Bukopin Tbk
9 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk
10 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 11 BBNP Bank Nusantara Parahyangan Tbk 12 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 13 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 14 BBYB Bank Yudha Bakti Tbk
15 BCIC Bank J Trust Indonesia
16 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk
17 BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk 18 BGTB Bank Ganesha Tbk
19 BINA Bank Ina Perdana Tbk 20 BJBR Bank Jabar Banten Tbk
21 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawan Timur Tbk 22 BKSW Bank QNB Indonesia Tbk
23 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk 24 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 25 BNBA Bank Bumi Artha Tbk 26 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 27 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk 28 BNLI Bank Permata Tbk
29 BSIM Bank Sinar Mas Tbk
30 BSWD Bank of India Indonesia Tbk
31 BTPN Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 32 BVIC Bank Victoria International Tbk
33 DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk
34 INPC Bank Artha Graha International Tbk 35 MAYA Bank Mayapada International Tbk 36 MCOR Bank China Construction Bank Ind. Tbk 37 MEGA Bank Mega
38 NAGA Bank Mitraniaga 39 NISP Bank OCBC NISP Tbk 40 NOBU Bank Nationalnobu Tbk 41 PNBN Bank Pan Indonesia 42 PNBS Bank Panin Syariah Tbk
43 SDRA Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk Sumber: www.idx.co.id dan www. Sahamok.com (2018).
3.4.2. Sampel Penelitian
“Sampel adalah bagian populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi” (Erlina,2008:75). Pada penelitian ini penentuan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan sampel berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Berdasarkan penjelasan diatas maka sampel dalam penelitian ini memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Merupakan perusahaan Perbankan yang terdaftar pada BEI dan tidak delesting selama tahun penelitian (2016-2017).
2. Merupakan perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan auditan dan memiliki data yang lengkap sesuai dengan variabel penelitian selama tahun penelitian (2016 - 2017).
Tabel 3.3
Daftar Populasi dan Proses Pemilihan Sampel Penelitian
No Kode
Perusahaan Nama Perusahaan
Kriteria
Sampel
1 2
1 AGRO Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk
√ √ 1
2 AGRS Bank Agris Tbk √ √ 2
3 ARTO Bank Artos Indonesia - -
4 BABP Bank MNC Internasional √ √ 3
5 BACA Bank Capital Indonesia √ √ 4
6 BBCA Bank Central Asia Tbk √ √ 5
7 BBHI Bank Harda Internasional √ √ 6
8 BBKP Bank Bukopin Tbk √ √ 7
9 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk √ √ 8
10 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
√ √ 9
11 BBNP Bank Nusantara Parahyangan Tbk
√ √ 10
12 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
√ √ 11
13 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
√ √ 12
14 BBYB Bank Yudha Bakti Tbk √ √ 13
15 BCIC Bank J Trust Indonesia - -
16 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk
√ √ 14
17 BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk
√ √ 15
18 BGTB Bank Ganesha Tbk √ √ 16
19 BINA Bank Ina Perdana Tbk √ √ 17
20 BJBR Bank Jabar Banten Tbk √ √ 18
21 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawan Timur Tbk
27 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk
31 BTPN Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk √ √ 29
32 BVIC Bank Victoria International Tbk
35 MAYA Bank Mayapada International Tbk
- -
36 MCOR Bank China Construction Bank Ind. Tbk
√ √ 33
37
MEGA Bank Mega √ √ 34
38 NAGA Bank Mitraniaga √ √ 35
39 NISP Bank OCBC NISP Tbk √ √ 36
40 NOBU Bank Nationalnobu Tbk √ √ 37
41 PNBN Bank Pan Indonesia √ √ 38
42 PNBS Bank Panin Syariah Tbk √ √ 39
43 SDRA Bank Woori Saudara
Indonesia 1906 Tbk √ √ 40
Sumber: Data diolah oleh peneliti dari website www.idx.co.id dan www.
Sahamoke.com (2018).
3.5. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dengan sumber data sekunder. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan, sedangkan data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung dengan melalui media perantara. Periode data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tahun 2016-2017. Data sekunder yang digunakan adalah laporan keuangan dan laporan independen perusahaan Perbankanyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan tahun 2017.
3.6. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Peneliti melihat dari laporan tahunan yang dipublikasikan perusahaan. Daftar data sekunder dilihat dari website www.sahamOk.com yang kemudian diunduh dari website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) yaitu laporan keuangan tahunan yang memuat laporan auditor independen. Dalam hal ini setiap perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang sesuai kriteria pemilihan sampel yang dimuat dalam penelitian ini.
3.7. Metode Analisis Data 3.7.1. Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai variabel-variabel dalam penelitian. Menurut Ghozali (2016 : 19),
“statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, serta skewness (kemencengan distribusi)”. Variabel-variabel yang digambarkan adalah Audit Delay sebagai variabel dependen, sedangkan variabel independennya meliputi variabel Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas.
3.7.2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh menunjukkan kondisi sebenarnya dan tidak bias sehingga layak untuk diuji. Uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji multikolineritas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi
3.7.2.1. Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2016 : 154), “Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal”. Data yang baik adalah data yang berdistribusi normal. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis akan menjadi bias.
Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu :
1. Analisis Grafik
Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distirbusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan plotnya data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya
2. Uji statistik sederhana
Uji Statistik Sederhana dapat dilakukan dnegan melihat nilai kurtosis dan nilai Z-skewness. Uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non parametrik Kolmogrov-Smirnov (K-S) dimana jika hasilnya menunjukkan nilai signifikan di atas 0,05 maka data terdistribusi normal, namun apabila hasilnya menunjukkan dibawah 0.05 maka data residual terdistribusi tidak normal.
3.7.2.2. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali (2016 : 103), “Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regesi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen)”. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel ini tidak ortogonal (variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol).
Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Nilai umum yang biasa dipakai adalah Tolerance Value < 0,1 atau VIF > 10 maka terjadi multikolinearitas, jika nilai Tolerance Value > 0,1 atau VIF
< 10 maka tidak terjadi multikolinearitas.
3.7.2.3. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2016 : 134), “Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain”. Jika variance residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskesdatisitas dan jika berbeda disebut heteroskesdatisitas. Model regresi yang baik adalah homoskesdatisitas atau tidak terjadi heteroskesdatisitas.
Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan Uji Glejser dimana dapat dilihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Kriteria yang digunakan menurut Ghozali, (2016: 138) adalah apabila nilai p-value<0,05, maka model tersebut terdapat heteroskedastisitas. Namun jika p-value>0,05 maka tidak terdapat heteroskedastisitas.
3.7.2.4. Uji Autokorelasi
Menurut Ghozali (2016 : 107), “Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan penggangu pada periode t-1”. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi
berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan penggangu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runut waktu (time series) karena gangguan pada seseorang individu/kelompok cenderung mempengaruhi gangguan pada individu/kelompok yang sama pada periode berikutnya.
Konsekuensi adanya autokorelasi dalam model regresi adalah variance sampe tidak dapat menggambarkan variance populasinya, sehingga model regresi yang dihasilkan tidak dapat digunakan untuk menaksir nilai variabel dependen pada nilai independen tertentu. Untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi maka dapat dideteksi dengan uji Durbin-Watson (DW test). Pedoman dalam pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi diuraikan sebagai berikut:
a. Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif
b. Angka D-W diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi c. Angka D-W diatas +2 berarti ada autokorelasi negatif
3.7.3. Uji Analisis Linier Berganda
Analisis regresi berganda dipilih untuk digunakan pada penelitian ini untuk menentukan hubungan linear antar beberapa variabel bebas yang dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit dan solvabilitas, dengan Audit Delay sebagai variabel terikatnya. Persamaan analisis linier berganda dirumuskan sebagai berikut :
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e Keterangan:
Y = Audit Delay
a = konstanta
β 1 = koefisien variabel Ukuran Perusahaan β 2 = koefisien variabel Laba Rugi Perusahaan β 3 = koefisien variabel Opini Audit
β 4 = koefisien variabel Solvabilitas X1 = Ukuran Perusahaan
X2 = Laba Rugi Perusahaan X3 = Opini Audit
X4 = Solvabilitas e = Standar error 3.7.4. Uji Hipotesis
3.7.4.1. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Ghozali (2016 : 95), “Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen”. Dimana R2 adalah kemampuan masing – masing variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen.
Nilai R2 koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2sama dengan nol menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Bila R2semakin mendekati 1 menunjukkan semakin kuat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan bila R2 semakin kecil mendekati 0 menunjukkan semakin kecil pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
3.7.4.2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t)
Uji statikstik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing – masing variabel bebas yaitu ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit dan solvabilitas seberapa pengaruhnya terhadap variabel terikat yaitu Audit Delay.
Variabel independen dikatakan memiliki pengaruh terhadap variabel dependen apabila variabel tersebut memiliki nilai signifikan (sig) dibawah 0,05.
3.7.4.3. Uji Signifikan Simultan (Uji-F)
Uji F digunakan untuk menguji apakah semua variabel independen yaitu ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit dan solvabilitas yang di masukkan dalam model ini mempunyai pengaruh secara simultan atau bersama - sama terhadap variabel dependen yaitu Audit Delay. Variabel – variabel tersebut dikatakan mempunyai pengaruh secara simultan dan signifikan terhadap variabel independen apabila memiliki nilai signifikan (sig) dibawah 0,05.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.5. Deskriptif Penelitian
Analisis dimulai dengan mengolah data dengan menggunakan Microsoft Excel 2007, selanjutnya dilakukan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda dan pengujian hipotesis dengan menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21. Objek penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2017. Hasil pengolahan data berupa informasi melihat dan menganalisa hubungan dan pengaruh antara ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit dan solvabilitas terhadap Audit delay.
Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk pengambilan sampel, maka diperoleh 40 perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria sampel dengan periode pengamatan selama 2 tahun. Sehingga data yang digunakan dalam proses analisis berjumlah 80 amatan.
1.6. Hasil Penelitian
4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif
Pengujian statistik deskriptif adalah pengujian yang pertama sekali dilakukan dalam penelitian ini. Pengujian statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum data dari masing – masing variabel.
Variabel dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan (X1), Laba Rugi Perusahaan (X2), Opini Audit (X3), dan Solvabilitas (X4) yang di proksikan ke
dalam Debt to Assets Ratio ( DAR). Hasil pengujian statistik deskriptif dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
AuditDelayY 80 7 143 57.41 25.088
UkuranPerusahaanX1 80 28.35 34.66 31.0720 1.80916
LabaRugiPerusahaanX2 80 0 1 .86 .347
OpiniAuditX3 80 0 1 .65 .480
SolvabilitasX4 80 .08 .94 .8136 .12524
Valid N (listwise) 80
Sumber : Ouput SPSS, data diolah oleh penulis, 2018
Berdasarkan hasil pengujian statistik deskriptif yang tersaji dari tabel 4.1 dapat dijelaskan :
1. Analisis statistik deskriptif pada tabel 4.1 menunjukkan jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 80 observasi, lamanya audit yang terjadi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia rata – rata adalah 57 hari, dengan standar deviasi dari Audit delay adalah 25.0880. Audit delay yang
1. Analisis statistik deskriptif pada tabel 4.1 menunjukkan jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 80 observasi, lamanya audit yang terjadi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia rata – rata adalah 57 hari, dengan standar deviasi dari Audit delay adalah 25.0880. Audit delay yang