SKRIPSI
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN , LABA RUGI PERUSAHAAN, OPINI AUDIT, DAN SOLVABILITAS TERHADAP AUDIT DELAY
PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
OLEH :
ADDINI HIDAYATI HASIBUAN 170522051
PROGRAM STUDI STRATA 1 DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2019
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
Telah diuji pada
Tanggal 07 Februari 2019
TIM PENGUJI SKRIPSI
Ketua : Drs. Sucipto, MM, Ak
Penguji : Dra. Mutia Ismail, MM, Ak Pembanding : Drs. Arifin Hamzah, MM, Ak
ABSTRAK
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN , LABA RUGI PERUSAHAAN, OPINI AUDIT, DAN SOLVABILITAS TERHADAP AUDIT DELAY
PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Latar belakang dilakukannya penelitian yang berjudul Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah karena kontribusi sektor jasa keuangan terus meningkat bagi perekonomian.
Bahkan dalam tiga tahun terakhir, porsi industri jasa keuangan khususnya perbankan di ekonomi terus meningkat dan adanya ketidakkonsistenan dari beberapa penelitian terdahulu.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan laporan auditor independen yang dipublikasikan di internet melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Populasi dari penelitian ini sebanyak 43 Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskritif dan analisis linier berganda. Proses analisis data yang digunakan terlebih dahulu adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda kemudian pengujian hipotesis.
Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa (1) Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay, (2) Laba Rugi Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay, (3) Opini Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay, (4) Solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay. Hasil dari penelitian in secara simultan menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas berpengaruh secara simultan terhadap Audit Delay
Kata Kunci : Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit, Solvabilitas, Audit Delay
ABSTRACT
INFLUENCE OF COMPANY SIZE, COMPANY PROFIT AND LOSS, AUDIT OPINION AND SOLVABILITY ON AUDIT DELAY
IN BANKING COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE
The background of the research titled Influence of Company Size, Company Profit and Loss, Audit Opinion and Solvability on Audit Delay in Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange is because the contribution of the financial services sector continues to increase for the economy. Even in the last three years, the portion of the financial services industry, especially banking in the economy has continued to increase and the inconsistencies from several previous studies.
This study uses secondary data obtained from annual financial reports and independent auditor reports published on the internet through the official website of the Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id). The population of this study are 43 Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange. Data analysis techniques used are descriptive statistical analysis and multiple regression analysis. The process of data analysis is done first is descriptive statistics, classical assumption test, multiple regression analysis and then hypothesis testing.
The results of this study partially showed that (1) Company Size had a significant influenced on Audit Delay, (2) Company Profit and Loss had not significant effect on Audit Delay, (3) Audit Opinion had not significant effect on Audit Delay, (4) Solvability had not significant effect on Audit Delay. The results of this study simultaneously showed that Company Size, Company Profit and Los, Audit Opinion, Solvability simultaneously had a significant influenced on Audit Delay.
Kata Kunci : Company Size, Company Profit and Loss, Audit Opinion, Solvabilit, Audit Delay
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha Kuasa karena senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayahNya serta memberikan kekuatan di dalam kehidupan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjuduk “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” dengan baik guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil dalam menyelesaikan skripsi ini, untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE. MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak., CPA selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dan Almarhum Bapak Drs. Syahrul Rambe MM, Ak selaku Sekretaris Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Sucipto, MM, Ak, CPA selaku Dosen Pembimbing penulis yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, arahan, dan koreksi dalam proses penyelesaian tugas akhir sehingga dapat diselesaikan dengan baik.
4. Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak dan Bapak Drs. Arifin Hamzah, MM, Ak, CPA selaku dosen penguji dan pembanding yang telah memberikan masukan baik dalam ujian skripsi dan seminar proposal sebelumnya.
5. Teristimewa kepada kedua orang tua tercinta Ayahanda M. Rizal Hasibuan dan Ibunda Feliah Saragih dan kedua Adik saya M. Miftahul Huda Hasibuan dan Abdul Fatin Nauval Hasibuan yang memberikan kasih sayang, perhatian, pengorbanan, serta dorongan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
6. Semua teman seperjuangan di S1 Akutansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yaitu Dini, Prily, Dini lagi, Wina, Novi, Fira, Kak Ica, Kak Sari, Tanti, Suci, warga Prodi D3 Akuntansi Wanda, Fika, Yulinda, dan teman – teman lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada pembacanya dan peneliti juga menerima saran yang membangun dari semua pihak untuk hasil yang lebih baik. Akhir kata peneliti sampaikan terima kasih.
Medan, Februari 2019 Penulis
Addini Hidayati Hasibuan NIM 170522051
DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN ... i
ABSTRAK ... ii
ABSTRACT ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB IPENDAHULUAN ...1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 6
1.3. Tujuan Penelitian ... 7
1.4. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 9
2.1. Landasan Teori ... 9
2.1.1. Teori Keagenan (Agency Theory) ... 9
2.1.2. Laporan Keuangan ... 9
2.1.3. Auditing ... 11
2.1.3.1. Pengertian Auditing ... 11
2.1.3.2. Tujuan Auditing ... 11
2.1.3.3. Standar Auditing ... 11
2.1.3.4. Jenis Audit ... 13
2.1.3.5. Tipe Auditor ... 14
2.1.3.6. Audit Laporan Keuangan ... 14
2.1.4. Audit Delay ... 15
2.1.5. Ukuran Perusahaan ... 16
2.1.6. Laba Rugi Perusahaan ... 17
2.1.7. Opini Audit ... 18
2.1.8. Solvabilitas... 18
2.2. Penelitian Terdahulu ... 20
2.3. Kerangka Konseptual ... 25
2.4. Hipotesis Penelitian ... 26
BAB III METODE PENELITIAN...29
3.1. Jenis Penelitian ………29
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian ... 29
3.3. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel ... 29
3.3.1. Variabel Terikat (Dependent Variabel) ... 30
3.3.2. Variabel Bebas (Independent Variabel) ... 30
3.3.2.1. Ukuran Perusahaan ... 30
3.3.2.2. Laba Rugi Perusahaan ... 31
3.3.2.3. Opini Audit ... 31
3.3.2.4. Solvabilitas ... 32
3.4. Populasi dan Sampel Penelitian ... 33
3.4.1. Populasi Penelitian ... 33
3.4.2. Sampel Penelitian ... 35
3.5. Jenis dan Sumber Data ... 37
3.6. Metode Pengumpulan Data ... 37
3.7. Metode Analisis Data... 38
3.7.1. Statistik Deskriptif ... 38
3.7.2. Uji Asumsi Klasik ... 38
3.7.2.1. Uji Normalitas ... 38
3.7.2.2. Uji Multikolineritas ... 39
3.7.2.3. Uji Heteroskesdastisitas ... 40
3.7.2.4. Uji Autokorelasi ... 40
3.7.3. Uji Analisis Linier Berganda ... 41
3.7.4. Uji Hipotesis ... 42
3.7.4.1. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 42
3.7.4.2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t) ... 43
3.7.4.3. Uji Signifikan Simultan (Uji-F) ... 43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...44
4.1. Deskriptif Penelitian ... 44
4.2. Hasil Penelitian ... 44
4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif ... 44
4.2.2. Uji Asumsi Klasik ... 46
4.2.2.1. Uji Normalitas ... 46
4.2.2.2. Uji Multikolineritas ... 47
4.2.2.3. Uji Heteroskesdastisitas ... 48
4.2.2.4. Uji Autokorelasi ... 49
4.2.3. Uji Analisis Linier Berganda ... 50
4.2.4. Uji Hipotesis ... 52
4.2.4.1. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 52
4.2.4.2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t) ... 53
4.2.4.3. Uji Signifikan Simultan (Uji-F) ... 54
4.3. Pembahasan Hasil Penelitian ... 55
4.3.1. Pengaruh Ukuran Perusahaan (X1) Terhadap Audit Delay (Y) ... 55
4.3.2. Pengaruh Laba RugiPerusahaan (X2) Terhadap Audit Delay(Y) ... 56
4.3.3. Pengaruh Opini Audit (X3) Terhadap Audit Delay (Y) ... 57
4.3.4. Pengaruh Solvabilitas (X4) Terhadap Audit Delay (Y) ... 58
4.3.5. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas Terhadap Audit Delay ... 59
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... ...60
5.1. Kesimpulan ... 60
5.2. Saran ... 60
DAFTAR PUSTAKA ... 61
LAMPIRAN ... 64
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
Tabel 1.1 Tabel Research Gap ... 5
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 22
Tabel 3.1 Definisi Opersional ... 32
Tabel 3.2 Daftar Populasi ... 34
Tabel 3.3 Daftar Populasi dan proses pemilihan sampel ... 35
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif... 45
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Laba Rugi Perusahaan... 45
Tabel 4.3 Statistik Deskriptif Opini Audit ... 46
Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Kolmograv-Smirnov ... 47
Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolineritas... 48
Tabel 4.6 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 49
Tabel 4.7 Hasil Uji Uji Autokorelasi... 49
Tabel 4.8 Hasil Uji Analisis Linier Berganda ... 50
Tabel 4.9 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 52
Tabel 4.10 Hasil Uji Signifikan Parsial ... 53
Tabel 4.11 Hasil Uji Signifikan Simultan ... 55
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ... 25
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul Halaman
1 Daftar Populasi dan Sampel Penelitian ... 64 2 Data Audit Delay, Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini
Audit, Solvabilitas... 66 3 Output SPSS... 69
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Laporan keuangan sangat berperan penting dalam proses pengukuran dan penilaian kinerja sebuah perusahaan. Dalam mengukur kinerja perusahaan, para investor membutuhkan informasi yang andal untuk perencanaan dan pengambilan keputusan investasi yang tepat. Laporan Keuangan merupakan sumber informasi penting bagi investor atau pemegang saham dalam pengambilan keputusan investasi dan sarana pengawasan pemegang saham terhadap Emiten atau Perusahaan Publik. Untuk memenuhi kebutuhan informasi para investor, maka manajemen perusahaan mendaftarkan sahamnya di pasar modal dan perusahaan berkewajiban untuk menerbitkan laporan keuangan minimum setiap setahun sekali.
Laporan keuangan perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia wajib disampaikan kepada publik disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan serta telah di audit oleh akuntan publik. Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK:2009) No. 1 tujuan dari “laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomik”. Informasi yang diperlukan oleh pihak- pihak yang berkepentingan dapat bermanfaat bilamana disajikan secara akurat dan tepat pada saat dibutuhkan oleh pemakai laporan keuangan, namun informasi tidak lagi bermanfaat bila tidak disajikan secara akurat dan tepat waktu. “Nilai
dari ketepatan waktu pelaporan keuangan adalah faktor penting untuk kegunaan laporan keuangan tersebut” (Givoly dan Palmon, 1982). “Adapun pemakai laporan keuangan adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah dan masyarakat” (Harahap, 2011:97)
Ketepatan waktu penyajian laporan keuangan merupakan faktor penting bagi kegunaan laporan keuangan. Ketepatan waktu perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangan kepada masyarakat umum dan kepada OJK tergantung dari ketepatan waktu auditor dalam menyelesaikan auditnya.
Pemeriksaan laporan keuangan oleh auditor independen untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena banyaknya transaksi yang harus di analisis, kerumitan dari transaksi, dan sistem perusahaan yang kurang baiksehingga dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan. Audit delay adalah rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan (Rachmawati, 2008).
Semakin lama auditor menyelesaikan pekerjaan auditnya maka semakin lama pula audit delay. Artinya, jika audit delay semakin lama, maka besar kemungkinan perusahaan terlambat menyampaikan laporan keuangan ke OJK dan para pengguna lainnya.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/ POJK.04/ 2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik BAB III tentang
Penyampaian Laporan Tahunan Pasal 7 ayat 1 menyatakan bahwa Emiten atau perusahaan publik wajib menyampaikan Laporan Tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat pada akhir bulan keempat setelah tahun buku berakhir.
Apabila ada pihak yang melanggar peraturan tersebut, dengan tidak mengurangi ketentuan pidana di bidang pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan berwenang mengenakan sanksi administratif terhadap setiap pihak yang melanggar ketentuan pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran ketentuan tersebut (Pasal 19).
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan di perbankan tidak melebihi waktu yang telah ditetapkan (akhir bulan ke empat setelah tahun buku berakhir) yaitu 30 April. Pada kenyataannya ada bank yang penyampaian laporan keuangannya melebihi waktu yang telah ditetapkan.
Contohnya pada tahun 2016 bank Victoria International Tbk mengalamai audit delay sebanyak 143 hari. Sedangkan pada tahun 2017 bank Victoria International Tbk mengalami audit delay sebanyak 81 hari, dan pada tahun 2015 mengalami audit delay sebanyak 112 hari.
Penelitian ini mengambil sampel pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2017. Alasan memilih perusahaan perbankan karena kontribusi sektor jasa keuangan terus meningkat bagi perekonomian. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, porsi industri jasa keuangan khususnya perbankan di ekonomi terus meningkat. Secara umum sektor jasa keuangan dan asuransi berkontribusi 4,20 persen pada 2016 atau naik kontribusinya dibanding tahun 2015 sebesar 4,03 persen dan 2014 sebesar 3,86 persen. Dari sisi pertumbuhan sektor keuangan juga meningkat dalam tiga tahun
terakhir karena pertumbuhan sektor jasa keuangan dan asuransi memang tertinggi di 2016 . Data BPS menyebutkan jasa perantara bank, bank umum dan BPR tumbuh 9,57 persen di 2015 menjadi 9,82 persen di 2016. Subsektor perbankan menguasai 60-70 persen sektor jasa keuangan. Kontribusi sektor keuangan meningkat, meskipun sektor keuangan bukan kontributor utama PDB atau belum masuk 5 besar. (http://infobanknews.com/kontribusi-sektor-keuangan-terhadap- pdb-terus-meningkat, diakses 26 September 2018).
Banyak faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi audit delay pada suatu perusahaan. Diantaranya adalah ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit, dan solvabilitas. Menurut Ningsapiti dalam Puspitasari dan latrini, (2014) ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya asset yang dimiliki perusahaan. Hasil penelitian Puspitasari dan Latrini (2014) mengatakan Variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikansi terhadap audit delay. Berbeda dengan penelitian Badriyah dkk (2014) menyimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Laba/rugi perusahaan adalah alat untuk mengetahui kemajuan keuangan yang dicapai perusahaan atau kemunduran suatu perusahaan dalam suatu periode.
Menurut hasil penelitian Badriyah dkk(2014) laba/rugi perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap audit delay. Sehingga ada kecendrungan bagi perusahaan yang mengalami keuntungan untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu atau perusahaan yang mengalami kerugian akan mengalami terlambat. Berbeda dengan penelitian Kartika (2011) yang berhasil membuktikan
bahwa bahwa laba/ rugi operasi secara signifikan tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Opini audit adalah pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen perusahaan. Hasil dari penelitian Kartika (2009) menunjukkan bahwa opini auditor independen mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap audit delay perusahaan. Berbeda dengan penelitian Sebayang dan Laksito (2014) yang mengemukakan bahwa opini audit tidak berpengaruh terhadap Audit delay.
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
Hasil penelitian Kartika (2011) menunjukkan bahwa solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Berbeda dengan penelitian Rachmawati (2008) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara solvabilitas terhadap Audit delay. Berikut adalah tabel research gap tentang audit delay.
Tabel 1.1 Research Gap
No. Variabel Peneliti Hasil
1. Ukuran perusahaan Puspitasari dan Latrini (2014) Badriyah dkk (2014)
Berpengaruh negatif
Tidak Berpengaruh 2. Laba Rugi Perusahaan Badriyah dkk
(2014)
Kartika (2011)
Berpengaruh negatif
Tidak Berpengaruh 3. Opini Audit Kartika (2009)
Sebayang dan Laksito (2014)
Berpengaruh negatif Tidak Berpengaruh
4. Solvabilitas Kartika (2011) Rachmawati (2008)
Berpengaruh positif Tidak Berpengaruh Sumber : Data diolah oleh peneliti dari berbagai jurnal (2018).
Ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu dengan variabel yang sama mendorong peneliti untuk melakukan pengujian kembali mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay, seperti ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit, dan solvabilitas. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan Penelitian dengan judul “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit, dan Solvabilitas terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah Ukuran Perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
2. Apakah Laba Rugi Perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? 3. Apakah Opini Audit berpengaruh secara parsial terhadap Audit delay pada
Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
4. Apakah Solvabilitas berpengaruh secara parsial terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
5. Apakah, Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas berpengaruh secara simultan terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang penelitian dan perumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaansecara parsial terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Untuk mengetahui pengaruh Laba Rugi Perusahaansecara parsial terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3. Untuk mengetahui pengaruh Opini Auditsecara parsial terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
4. Untuk mengetahui pengaruh Solvabilitassecara parsial terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
5. Untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas secara simultan terhadap Audit delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Adapun manfaat yang diberikan antara lain :
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini akan menambah wawasan ilmu pengetahuan di bidang audit, khususnya mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi audit delay.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi untuk penelitian lebih lanjut khususnya yang melakukan penelitian berkaitan dengan ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit dan solvabilitas terhadap audit delay sehingga hasilnya bisa lebih baik lagi.
3. Bagi Akademisi
Penelitian ini dapat menjadi referensi dalam melakukan penelitian selanjutnya dan menambah wawasan tentang pengaruh ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit, dan solvabilitas terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
4. Bagi Perusahaan/ Manajemen
Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perusahaan, khususnya perusahaan dalam usaha meningkatkan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan kepada publik melalui pengelolaan khususnya faktor – faktor yang dapat mempengaruhi lamanya penyelesaian audit oleh auditor sebagai bahan pertimbangan berkaitan dengan proses audit laporan keuangan sebelum laporan keuangan auditan diterbitkan ke publik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis
2.1.1. Teori Keagenan (Agency Theory)
Teori agensi merupakan hubungan atau kontrak antara Principal dan agen, dimana principal yaitu pihak yang memberikan amanat kepada agen untuk melakukan suatu jasa atas nama principal, sementara agen adalah pihak yang diberikan mandat. Agen bertindak sebagai pengambil keputusan, sedangkan principal adalah pihak yang mengevaluasi informasi. Teori keagenan dilandasi oleh beberapa asumsi, salah satunya asumsi sifat dasar manusia yaitu bahwa setiap individu termotivasi oleh kepentingan dirinya sendiri sehingga dapat menimbulkan konflik kepentingan antara prinsipal dan agen. Konflik kepentingan terjadi karena ketidakseimbangan informasi akibat distribusi informasi yang tidak sama antara agen dan prinsipal. “Peranan auditor dalam teori agensi adalah sebagai penengah antara prinsipal dan agen yang memiliki kepentingan yang berbeda” (Lestari, 2015)
2.1.2. Laporan Keuangan
Menurut Mulyadi (2002:61), laporan keuangan adalah suatu penyajian data keuangan termasuk catatan yang menyertainya, bila ada, yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan sumber daya ekonomi (aktiva) dan/atau kewajiban entitas pada saat tertentu atau peruabahan atas aktiva dan/atau kewajiban selama satu periode tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau basis akuntansi komprenhesif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Komponen laporan keuangan yang lengkap menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK:2014) No. 1 terdiri dari komponen “laporan posisi
keuangan pada akhir periode, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode, laporan perubahan ekuitas selama periode, dan catatan atas laporan keuangan”.
Karakteristik kualitas laporan keuangan dimaksudkan untuk meningkatkan manfaat informasi yang disajikan dalam laporan keuangan sehingga lebih berguna bagi para pemakainya. Adapun karakteristik kualitas laporan keuangan menurut Harahap (2011:95) adalah :
1. Dapat dipahami 2. Relevan
3. Materialitas
4. Keandalan (reliabilitas, faithful representation) tidak menyesatkan 5. Penyajian jujur
6. Substansi mengungguli form (dokumen) 7. Netralitas
8. Pertimbangan sehat (prudence) 9. Kelengkapan
10. Dapat dibandingkan
Laporan keuangan memiliki tujuan kualitatif yang dirumuskan APB Statement No.4 dalam Harahap (2011:127) adalah sebagai berikut:
1. Relevance
Memilih informasi yang benar-benar sesuai dan dapat membantu pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
2. Understandability
Informasi yang dipilih untuk disajikan bukan saja yang penting tetapi juga harus informasi yang dimengerti para pemakainya.
3. Verifiability
Hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh pihak lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
4. Neutrality
Laporan akuntansi itu netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.
Informasi dimaksudkan untuk pihak umum bukan pihak tertentu saja.
5. Timeliness
Laporan keuangan hanya bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
6. Comparability
Informasi keuangan harus dapat saling dibandingkan, artinya akuntansi harus
memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
7. Completeness
Informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang layakdari para pemakai.
2.1.3. Auditing
2.1.3.1. Pengertian Auditing
Menurut Arens, dkk (2015:2),“auditing adalah pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah di tetapkan. Auditing harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen”.
2.1.3.2. Tujuan Auditing
Standar Profesional Akuntan Publik SA 200 menyatakan tujuan suatu audit adalah untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna laporan keuangan yang dituju. Hal ini dicapai melalui pernyataan suatu opini oleh auditor tentang apakah laporan keuangan disusun, dalam semua hal yang material sesuai dengan suatu kerangka pelaporan keuangan yang berlaku. (IAPI, 2013).
Sedangkan menurut (Arens dkk, 2015 : 39 ), “tujuan audit adalah untuk memberikan pemakai laporan keuangan suatu pendapat yang dikeluarkan oleh auditor tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan kerangka kerja pelaporan yang berlaku”.
2.1.3.3. Standar Auditing
Untuk mencapai tujuan di dalam auditing, auditor harus berpedoman pada standar pemeriksaan, yang merupakan kriteria atau ukuran mutu pelaksanaan akuntan. Standar pemeriksaan berbeda dengan prosedur pemeriksaan akuntan.
Standar pemeriksaan merupakan hal yang berkenaan dengan mutu pekerjaan
akuntan, sedangkan prosedur pemeriksaan adalah langkah-langkah dalam pelaksanaan pemeriksaan.
Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. 1 SA Seksi 150 dalam Mulyadi (2002:16) Standar Auditing disajikan sebagai berikut :
a. Standar Umum
1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor
2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor
3. Dalam pelaksanaan audt dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama b. Standar Pekerja Lapangan
1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya
2. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan
3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang di audit
c. Standar Pelaporan
1. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
2. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor
4. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.
Dengan adanya standar yang telah ditetapkan, diharapkan bahwa dalam pelaksanaan pemeriksaan para auditor harus dapat memenuhi standar-standar
yang berlaku umum di Indonesia. Sehingga hasil pemeriksaannya dapat memberikan keyakinan yang penuh oleh para pengguna jasa auditor baik pihak internal maupun eksternal.
2.1.3.4. Jenis Audit
Akuntan publik melakukan tiga jenis utama audit menurut Arens dkk (2015:12) yaitu sebagai berikut:
1. Audit Operasional.
Audit operasional mengevaluasi efisiensi dan efektivitas setiap bagian dari prosedur dan metode operasi organisasi. Pada akhir audit operasional, manajemen biasanya mengharapkan rekomendasi untuk memperbaiki operasi.
Sebagai contoh, auditor mungkin mengevaluasi efisiensi dan akurasi pemrosesan transaksi penggajian dengan sistem komputer yang baru dipasang.
2. Audit Ketaatan (Compliance Audit).
Audit ketaatan dilaksanakan untuk menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, aturan, atau ketentuan tertentu yang diterapkan oleh otoritas yang lebih tinggi. Berikut ini adalah contoh-contoh audit ketaatan untuk suatu perusahaan tertutup.
a. Menentukan apakah personel akuntansi mengikuti prosedur yang digariskan oleh pengawas perusahaan.
b. Review tarif upah untuk melihat ketaatan dengan ketentuan upah minimum.
c. Memeriksa perjanjian kontraktual dengan bankir dan pemberi pinjaman lainnya untuk memastikan bahwa perusahaan menaati persyaratan persyaratan hukum.
d. Menentukan apakah hipotek bank sesuai dengan regulasi pemerintah yang baru diberlakukan
3. Audit laporan keuangan (Financial Statement Audit).
Audit laporan keuangan dilakukan untuk menentukan apakah laporan keuangan (informasi yang diverifikasi) telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. Biasanya, kriteria yang berlaku adalah standar akuntansi A.S.
atau internasional, walaupun auditor mungkin saja melakukan audit atas laporan keuangan yang disusun dengan menggunakan akuntansi dasar kas atau beberapa dasar lainnya yang cocok untuk organisasi tersebut. Dalam menentukan apakah laporan keuangan telah dinyatakan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi, auditor mengumpulkan bukti untuk menetapkan apakah laporan keuangan itu mengandung kesalahan yang material atau salah saji lainnya.
2.1.3.5. Tipe Auditor
Orang atau kelompok orang yang melaksanakan audit dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu (Mulyadi, 2002:28) :
1) Auditor Independen
Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang dibuat oleh kliennya. Audit tersebut terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai informasi laporan keuangan seperti para kreditur, investor, calon kreditur, calon investor dan instansi pemerintah (terutama instansi pajak)
2) Auditor Pemerintah
Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang memiliki tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggung jawaban yang ditujukan kepada pemerintah.
3) Auditor Intern
Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun swasta), yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan atas kekayaan organisasi, menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.
2.1.3.6. Audit Laporan Keuangan
Menurut Mulyadi (2002:12), “laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan masyarakat lingkungannya”.
Dalam laporan tersebut auditor menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan auditan. Laporan audit dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena audit tersebut mempunyai pengaruh terhadap risiko informasi, dimana risiko tersebut mencerminkan kemungkinan informasi yang dijadikan sebagai dasar untuk menilai risiko bisnis telah dibuat tidak tepat. Penyebab terjadinya risiko informasi ini adalah kemungkinan besar terjadi karena ketidaktepatan laporan keuangan. Maka diperlukan suatu laporan yang
mengkomunikasikan kesimpulan tentang laporan keuangan yang telah diaudit.
Pendapat auditor biasanya disampaikan dalam bentuk tertulis yang umumnya berupa laporan audit baku. Menurut Mulyadi (2002:12) Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf, yaitu sebagai berikut:
paragraf pengantar (introductory paragraph), paragraf lingkup (scope paragraph), dan paragraf pendapat (opinion paragraph). Paragraf pengantar dicantumkan sebagai paragraf pertama laporan audit baku. Terdapat tiga fakta yang di ungkapkan oleh auditor dalam paragraf pengantar :
1. Tipe jasa yang diberikan ole auditor 2. Objek yang di audit
3. Pengungkapan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dan tanggung jawab auditor atas pendapat yang diberikan atas laporan keuangan berdasarkan hasil auditnya.
Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor, dan paragraf pendapat berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan.
2.1.4. Audit delay
“Audit delay adalah rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan” (Rachmawati, 2008).
Hendriksen dan Breda dalam Kuswanto dan Manaf (2014) menyatakan bahwa “informasi tidak dapat relevan jika tidak tepat waktu, yaitu hal itu harus tersedia bagi pengambil keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusan”. Ketepatan waktu tidak menjamin relevansinya, tetapi relevansi tidaklah mungkin tanpa ketepatan waktu. Oleh karena itu, ketepatan waktu adalah batasan penting pada publikasi laporan keuangan. Akumulasi, peringkasan dan penyajian selanjutnya informasi akuntansi harus dilakukan secepat mungkin untuk menjamin tersedianya informasi sekarang di tangan
pemakai. Ketepatanwaktu juga menunjukkan bahwa laporan keuangan harus disajikan pada kurun waktu yang teratur untuk memperlihatkan perubahan keadaan perusahaan yang pada gilirannya mungkin akan mempengaruhi prediksi dan keputusan pemakai.
Dyer dan Mc Hugh (1975) three primary lags will be refrred to. Terdapat tiga kriteria keterlambatan untuk melihat ketepatan waktu dalampenelitiannya :
1. Preliminary lag
Interval jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai penerimaan laporan akhir preliminary oleh bursa.
2. Auditor’s signature lag
Interval jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal laporan auditor ditandatangani
3. Total lag
Interval jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal penerimaan laporan dipublikasikan oleh bursa.
2.1.5. Ukuran Perusahaan
Petronila dalam Puspitasari dan Latrini (2014) mendefinisikan “ukuran perusahaan sebagai besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan atau total aktiva perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan akhir periode yang diaudit menggunakan logaritma”.
Menurut Dyer dan McHugh (1975), “larger firms ave taken less time to report , which is expected because they are more in the public eye”. Perusahaan besar lebih konsisten untuk tepat waktu dibandingkan perusahaan kecil dalam menginformasikan laporan keuangannya. Pengaruh ini ditunjukkan dengan semakin besar nilai asset perusahaan maka semakin pendek audit delay dan sebaliknya. Perusahaan besar diduga akan menyelesaikan proses auditnya lebih
cepat dibandingkan perusahaan kecil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu manajemen perusahaan yang berskala besar cenderung diberikan insentif untuk mengurangi audit delay, dikarenakan perusahaan-perusahaan tersebut dimonitor secara ketat oleh investor, pengawas permodalan dari Pemerintah.
Pihak-pihak ini sangat berkepentingan terhadap informasi yang termuat dalam laporan keuangan.
2.1.6. Laba Rugi Perusahaan
Ada dua penyebab perusahaan yang mengalami kerugian cenderung mengalami audit delay yang lebih panjang. Pertama, pada saat kerugian terjadi perusahaan berkeinginan untuk menunda berita buruk sehingga perusahaan akan meminta pada auditor agar mengulang jadwal penugasan audit. Kedua, auditor akan lebih berhati-hati selama proses audit apabila percaya bahwa kerugian mungkin disebabkan karena gagalnya keuangan perusahaan dan kecurangan manajemen tentang laba perusahaan.
Ashton, dkk (1987), “All studies which have examined measures of size, industry, and net loss have reported results consistent with ours: there are shorter audit delays for larger companies and greater delays for industrial companies and for companies reporting a net loss in the current year”. Perusahaan yang mendapatkan laba yang besar tidak ada alasan untuk menunda penerbitan laporan keuangan auditan karena ini merupakan berita baik yaitu prestasi yang dicapai cukup menggembirakan. Sebaliknya, perusahaan yang menderita kerugian akan berusaha memperlambat penerbitan laporan keuangan auditan. Auditor akan berhati hati selama proses audit dalam merespon kerugian perusahaan apakah
kerugian tersebut disebabkan oleh kegagalan finansial atau kecurangan manajemen.
2.1.7. Opini Audit
Menurut Mulyadi (2002:19), “paragraf ketiga dalam laporan audit baku adalah paragraf yang digunakan oleh auditor untuk menyatakan pendapatnya mengenai laporan keuangan yang disebutkannya dalam paragraf pengantar”.
Dalam paragraf ini auditor menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan auditan, dalam semua hal yang material, yang didasarkan atas keseuaian penyusunan laporan keuangan tersebut dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Menurut Mulyadi (2002:20), ada empat tipe pokok laporan audit yang diterbitkan oleh auditor :
1. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opiniion report).
2. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan (unqualified opinion report woth explanatory languange )
3. Laporan yang berisi pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion report)
4. Laporan yang berisi pendapat tidak wajar (adverse opinion report)
5. Laporan yang didalamnya auditor tidak menyatakan pendapat (disclaimer of opinion report)
2.1.8. Solvabilitas
“Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka panjang apabila perusahaan dilikuidasi” (Sjahrial dan Purba, 2013:37). Semakin kecil rasio solvabilitas dari suatu perusahaan maka semakin baik karena kewajiban jangka panjang lebih sedikit dari modal atau aktiva. Dan juga kewajiban jangka panjang yang besar memiliki konsekuensi beban bunga yang besar pula.
Menurut Kasmir (2008:151), “Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi)”. Penggunaan hutang yang terlalu tinggi akan berdampak pada masa depan perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan dapat terjebak dalam hutang yang tinggi dan sulit untuk dilunasi. Oleh karena hal itu, perusahaan harus menyeimbangkan jumlah utang perusahaan dan memperhatikan sumber-sumber yang dapat digunakan untuk menjamin pembayaran utang perusahaan tersebut.
Menurut Kasmir (2008 : 153), tujuan perusahaan menggunakan rasio solvabilitas antara lain:
1. Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya (kreditor).
2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga).
3. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal.
4. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang.
5. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap pengelolaan aktiva.
6. Untuk menilai atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang.
7. Untuk menilai berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih, terdapat sekian kalinya modal sendiri yang dimiliki; dan
8. Tujuan lainnya.
Menurut Kasmir (2008 : 155),“ada 7 (tujuh) jenis rasio solvabilitas, yaitu:
debt to asset ratio (debt ratio), debt to equityratio, long term debt to equity ratio, tangible assets debt coverage,current liabilities to net worth, times interest earned, dan fixed charge coverage”.
Solvabilitas pada penelitian ini diukur dengan menggunakan total dept to total assets ratio atau debt to assets ratio. Rasio ini membandingkan jumlah total utang dengan total aktiva. Dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk mengukur solvabilitas perusahaan ialah Debt to Assets Ratio (DAR) karena rasio ini dapat mengindikasikan tingkat kesehatan suatu perusahaan.
Menurut Badriyah dkk (2014) Tingginya debt to asset ratio mencerminkan tingginya resiko keuangan perusahaan. Tingginya resiko ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa perusahaan tersebut tidak bisa melunasi kewajiban atau hutangnya baik berupa pokok maupun bunga. Resiko perusahaan yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan.
“Kesulitan keuangan merupakan berita buruk yang akan mempengaruhi kondisi perusahaan di mata masyarakat” (Ukago dalam Badriyah dkk, 2014).
Pihak manajemen cenderung menunda penyampaian laporan keuangan berisi berita buruk.
Selain itu, jumlah hutang yang tinggi yang dimiliki oleh perusahaan akan menyebabkan proses audit yang relatif lebih lama, dikarenakan dalam proses pengauditan auditor perlukehati-hatian serta kecermatan yang lebih dalam karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan.
2.2. Penelitian Terdahulu
Peneliti menggunakan penelitian terdahulu dari beberapa jurnal berbeda yang dapat mendukung peneliti dalam melakukan peneltian ini, antara lain:
Puspitasari dan Latrini (2014) yang menguji Pengaruh Ukuran Perusahaan, Anak Perusahaan, Leverage dan Ukuran KAP terhadap Audit delay. Hasil penelitian ini menunjukkan Audit delaydiantara 91 hari hingga 197 hari dengan rata-rata sebesar
120,7 hari, Ukuran Perusahaan dan Ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap Audit delay, Leverage dan Anak Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Audit delay.
Badriyah dkk (2014) melakukan penelitian pengaruh Size, Solvabilitas, Kualitas Audit, Laba Rugi, Opini Audit Dan Kepemilikan Publik Terhadap Audit delay Pada Perusahaan Automotif di Bursa Efek Jakarta Tahun 2008-2013. Hasil penelitian ini menunjukkan Size dan Kualitas Audit tidak berpengaruh terhadap Audit delay, Solvabilitas dan Kepemilikan Publik berpengaruh positif terhadap Audit delay, Laba Rugi dan Opini Audit berpengaruh negatif terhadap Audit delay.
Kartika (2011) melakukan penelitian Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit delay Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI. Hasil penelitian ini menunjukkan Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit delay dan solvabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap audit delay, sedangkan Profitabilitas, ukuran KAP dan Opini Audit tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Kartika (2009) melakukan penelitian faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit delay di Indonesia (Studi Empiris Pada Perusahaan-perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Hasil penelitian ini menunjukkan Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Operasi, mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap audit delay perusahaan. Opini dari auditor punya pengaruh yang positif dan signifikan terhadap audit delay perusahaan, Profititabilitas dan Reputasi Auditor tidak mempunyai pengaruh terhadap audit delayperusahaan.
Sebayang dan Laksito (2014) melakukan penelitian Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit delay (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012). Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif menunjukan nilai minimum sebesar 23 hari dan nilai maksimum 136 hari. Dengan rata- rata sebesar 68.7037 hari. Dari data tersebut, rata – rata dari audit delaymasih di bawah 90 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan Ukuran Perusahaan berpengaruh dan signifikan terhadap Audit delay, Profitabilitas, Opini Audit dan Kualitas Auditor tidak berpengaruh terhadap Audit delay, Gender Auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Audit delay.
Rachmawati (2008) melakukan penelitian Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan terhadap Audit delay dan Timeliness. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal yang mempengaruhi audit delay adalah size perusahaan dan faktor eksternal ukuran kantor akuntan public sedangkan variable profitabilitas, solvabilitas, internal auditor tidak mempunyai pengaruh terhadap audit delay.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Peneliti Variabel
Independen
Variabel
Dependen Hasil
1. Rachma wati (2008)
size
perusahaan, ukuran kantor akuntan public, profitabilitas, solvabilitas, internal auditor
Audit delay 1. faktor internal yang mempengaruhi audit delay adalah size perusahaan 2. faktor eksternal :
a. ukuran kantor akuntan public mempengaruhi audit delay
b. profitabilitas tidak mempunyai pengaruh terhadap audit delay.
c. solvabilitas tidak mempunyai
pengaruh terhadap audit delay.
d. internal auditor tidak mempunyai
pengaruh terhadap audit delay.
2. Kartika (2009)
Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Operasi, Opini auditor, Profititabilita s, Reputasi Auditor
Audit delay 1. Ukuran Perusahaan mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap audit delay perusahaan.
2. Laba Rugi Operasi, mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap audit delay perusahaan.
3. Opini auditor punya pengaruh yang positif dan signifikan terhadap audit delay perusahaan,
4. Profititabilitas tidak mempunyai pengaruh terhadap audit delay perusahaan.
5. Reputasi Auditor tidak mempunyai pengaruh terhadap audit delay perusahaan.
3. Kartika (2011)
Ukuran Perusahaan, solvabilitas, Profititabilita s, Ukuran KAP, Opini auditor,
Audit delay 1. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit delay
2. solvabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap audit delay,
3. Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay.
4. Ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay.
5. Opini Audit tidak berpengaruh terhadap audit delay.
4. Puspitas ari dan Latrini (2014)
Ukuran Perusahaan, Anak Perusahaan, Leverage, Ukuran KAP
Audit delay 1. Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap Audit delay
2. Anak Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Audit delay.
3. Leverage tidak berpengaruh terhadap Audit delay.
4. Ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap Audit delay
5. Badriyah dkk (2014)
Size,
Solvabilitas, Kualitas Audit, LabaRugi, Opini Audit, Kepemilikan Publik
Audit delay 1. Size tidak berpengaruh terhadap Audit delay
2. Solvabilitas berpengaruh positif terhadap Audit delay 3. Kualitas Audit tidak berpengaruh terhadap Audit delay
4. Laba Rugi berpengaruh negatif terhadap Audit delay
5. Opini Audit berpengaruh negatif terhadap Audit delay.
6. Kepemilikan Publik berpengaruh positif terhadap Audit delay
6. Sebayan g dan Laksito (2014)
Ukuran Perusahaan, Profitabilitas , Opini Audit, Kualitas Auditor, Gender Auditor
Audit delay 1. Ukuran Perusahaan berpengaruh dan signifikan terhadap Audit delay
2. Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Audit delay
3. Opini Audit tidak berpengaruh terhadap Audit delay
4. Kualitas Auditor tidak berpengaruh terhadap Audit delay
5. Gender Auditor
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Audit delay.
Sumber : Data diolah oleh peneliti dari berbagai jurnal (2018).
2.3. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual berdasarkan tinjauan teoritis dan penelitian terdahulu dapat digambarkan pada gambar berikut :
H1
H2
H5
H3
H4
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
Ukuran perusahaan merupakan besar atau kecilnya suatu perusahaan yang dapat diukur berdasarkan ukuran nominalnya seperti dengan menggunakan jumlah kekayaan (total aktiva). Perusahaan yang memiliki nilai aktiva yang lebih besar, makalebih cepat menyelesaikan proses audit. Hal ini dikarenakan semakin besar suatu perusahaan, memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik. Oleh karena itu, tingkat kesalahan dalam penyajian laporan keuangannya rendah sehingga dapat memudahkan dan mempercepat auditor dalam proses pengauditan laporan keuangannya.
Opini Audit (X3) UkuranPerusahaan
(X1)
Laba Rugi Perusahaan (X2)
Solvabilitas (X4)
Audit delay (Y)
Laba rugi perusahaan mempengaruhi Audit Delay karena Pengumuman laba berisi berita baik maka pihak manajemen akan cenderung melaporkan tepat waktu dan jika pengumuman laba berisi berita buruk, maka pihak manajemen cenderung melaporkan tidak tepat waktu. Sebaliknya, perusahaan yang menderita kerugian akan berusaha memperlambat penerbitan laporan keuangan auditan.
Perusahaan yang menerima pendapat unqualified opinion cenderung akan melaporkan laporan keuangannya tepat waktu. Berbeda dengan perusahaan yang menerima pendapat selain unqualified opinion, perusahaan tersebut akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam melaporkan laporan keuangannya.
Hal ini disebabkan karena auditor dalam proses pemberian opini audit membutuhkan waktu untuk negosiasi dengan klien dan juga negosiasi dengan partner audit yang lebih senior.
Solvabilitas diproksikan dengan Debt to Assets Ratio. Jumlah hutang yang tinggi yang dimiliki oleh perusahaan akan menyebabkan proses audit yang relatif lebih lama. Hal ini dikarenakan dalam proses pengauditan, auditor perlu kehati- hatian serta kecermatan yang lebih dalam karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini menunjukkan semakin tinggi solvabilitas perusahaan maka semakin panjang audit delay, begitu pula sebaliknya.
2.4. Hipotesis Penelitian
“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan” (Sugiyono, 2016 : 64). Berdasarkan perumusan masalah,
tinjauan pustaka dan kerangka konseptual diatas maka hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Kekayaan yang dimiliki perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap audit delay, dimana pengaruh ini ditunjukkan dengan semakin besar nilai aset suatu perusahaan maka semakin pendek audit delay dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan semakin besar perusahaan maka perusahaan itu memiliki sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan laporan keuangan sehingga pengauditan atas laporan keuangan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Selain itu, perusahaan besar diawasi oleh investor dan pengawas permodalan pemerintah, memiliki sumber daya yang lebih banyak dan dapat membayar audit fee yang lebih tinggi kepada auditor agar laporan audit dapat diselesaikan lebih cepat.
H2 : Laba Rugi Perusahaan berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Laba/rugi perusahaan adalah alat untuk mengetahui kemajuan keuangan yang dicapai perusahaan atau kemunduran suatu perusahaan dalam suatu periode.
Laba/rugi perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap audit delay. Sehingga ada kecendrungan bagi perusahaan yang mengalami keuntungan untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu atau perusahaan yang mengalami kerugian akan mengalami terlambat.
H3 : Opini Audit berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Opini audit adalah pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen perusahaan. Perusahaan yang tidak menerima opini audit standar unqualified opinion diperkirakan mengalami audit delay yang lebih panjang hal ini dikarenakan perusahaan tersebut memandang sebagai bad news dan akan memperlambat proses audit. Selain itu proses pemberian pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion) akan melibatkan negosiasi dengan perusahaan, konsultasi dengan partner audit yang lebih senior sehingga prosesnya lebih lama.
H4 : Solvabilitas berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
Solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan jumlah hutang yang tinggi yang dimiliki oleh perusahaan akan menyebabkan proses audit yang relatif lama, hal ini dikarenakan dalam proses pengauditan, auditor perlu kehati-hatian serta kecermatan yang lebih dalam karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan.
H5 : Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit dan Solvabilitas berpengaruh terhadap Audit delay Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Variabel ukuran perusahaan, laba rugi perusahaan, opini audit dan solvabilitas berpengaruh secara simultan terhadap audit delay
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kausal – komparatif atau penelitian sebab akibat. Menurut Erlina (2008:21) “penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis dan merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel”. Desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan – hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Dengan demikian penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan sebab akibat dari variabel Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Perusahaan, Opini Audit, dan Solvabilitas, terhadap Audit Delay.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan auditan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mengambil data-data laporan keuangan tahunan yang telah di audit melalui media internet pada Bursa Efek Indonesia melalui website www.idx.co.id sedangkan data nama-nama perusahaan perbankan yang terdaftar dilihat dari website www.SahamOk.com. Waktu penelitian yaitu bulan September 2018 hingga penelitian selesai.
3.3. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel
Variabel yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen).
3.3.1. Variabel Terikat (Dependent Variabel)
Menurut Erlina (2008:42), “Variabel dependen adalah konsekuensi dari variabel independen”. Variabel terikat atau variabel tidak bebas, menjadi perhatian utama dalam sebuah pengamatan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Audit Delay. Audit Delay adalah rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan (Rachmawati, 2008). Audit Delay adalah jangka waktu antara tanggal penutupan tahun buku sampai dengan tanggal ditandatanganinya laporan auditor independen. Variabel ini diukur secara kuantitatif dalam jumlah hari.
3.3.2. Variabel Bebas (Independent Variabel)
Variabel independen sering juga disebut sebagai variabel bebas, variabel stimulus, predictor, atau antecedent. Variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan positif maupun negative bagi variabel dependen lainnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Ukuran perusahaan (X1), Laba rugi perusahaan (X2), Opini audit (X3), dan Solvabilitas (X4)
3.3.2.1. Ukuran Perusahaan
Petronila dalam Puspitasari dan Latrini (2014) mendefinisikan “ukuran perusahaan sebagai besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan atau total aktiva perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan akhir periode yang diaudit menggunakan
logaritma”. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap telah memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama, selain itu juga menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi yang stabil dan lebih menghasilkan laba dibandingkan dengan perusahaan dengan total aktiva lebih kecil.
3.3.2.2. Laba Rugi Perusahaan
Variabel ini dilihat apakah suatu perusahaan mendapatkan laba/
keuntungan atau kerugian dalam laporan laba ruginya. Dalam penelitian ini variabel diukur skala nominal menggunakan variabel dummy. Indikator variabel ini adalah perusahaan yang mengalami laba maka akan diberikan kode 1, sedangkan perusahaan yang mengalami kerugian maka akan diberikan kode 0.
3.3.2.3. Opini Audit
Opini audit merupakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen perusahaan, dimana opini audit tersebut nantinya akan berguna bagi para pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Opini audit dalam penelitian ini diukur dengan melihat jenis opini yang diberikan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel opini audit dalam penelitian ini menggunakan variabel dummy, dimana opini audit dibagi menjadi 2 kelompok sesuai dengan jenis opini audit yang diberikan kepada perusahaan yaitu pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) diberi kode 1, sedangkan pendapat lain seperti pendapat wajar tanpa pengecualian
dengan bahasa penjelas (unqualifies opinion report with explanatory language), pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion), pendapat tidak wajar (adverse opinion), dan pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion) diberi kode 0. Diduga perusahaan yang mendapat opini selain unqualifiedopinion akanmengalamiAudit Delay yang lebih lama,dibandingkan dengan perusahaan yang mendapatkan unqualified opinion.
3.3.2.4. Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Indikator solvabilitas pada penelitian ini diukur dengan menggunakan total debt to total assets ratio atau debt to assetsratio. Rasio DAR dihitung dengan membandingkan jumlah aktiva (total aset) dengan jumlah utang (baik jangka pendek maupun jangka panjang). Diduga perusahaan yang memiliki jumlah hutang yang tinggi yang dimiliki oleh perusahaan akan menyebabkan proses audit yang relatif lebih lama, dikarenakan dalam proses pengauditan auditor perlu kehati-hatian serta kecermatan yang lebih dalam karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan.
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Jenis
Variabel Defenisi Pengukuran Skala
Audit delay(Y)
rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan
Audit Delay =
Tanggal laporan audit – Tanggal laporan keuangan
Sumber :
Rachmawati, 2008
Rasio
Ukuran Perusahaan (X1 )
besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan atau total aktiva perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan akhir periode yang diaudit menggunakan logaritma
Ukuran Perusahaan = L ( ) Sumber :
Rachmawati, 2008
Rasio
Laba Rugi Perusahaan (X2)
Laba RugiPerusahaandilihat apakah suatu perusahaan
mendapatkan laba/
keuntungan atau kerugian dalam laporan laba ruginya.
perusahaan yang mengalami laba maka diberikan kode 1, sedangkan perusahaan yang mengalami kerugian maka akan diberikankode 0.
Sumber : Kartika, 2011
Nomina l
Opini Auditor (X3)
Pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen perusahaan, dimana opini audit tersebut nantinya akan berguna bagi
para pihak yang
berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut
Kode 1 jika menerima opini wajar tanpa pengecualian
(unqualified opinion) Kode 0 jika menerima opini selain opini
wajar tanpa
pengecualian.
Sumber : Kartika, 2011
Nomina l
Solvabilitas (X4)
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang
DAR =
Sumber :
Rachmawati, 2008
Rasio
3.4. Populasi dan Sampel Penelitian 3.4.1. Populasi Penelitian
“Populasi adalah sekelompok orang, kejadian, suatu yang mempunyai karakteristik tertentu” (Erlina,2008:75). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 43 perusahaan dengan periode 2016-2017 dengan total data observasi sebanyak 86.