• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

C. Hipotesis Penelitian

Merujuk pada rumusan masalah dan landasan teori yang ada, maka jawaban sementara dari penelitian ini adalah β€œTerdapat perbedaan nilai yang signifikan dari yang diterapkan metode curah gagasan dantidak diterapkan metode curah gagasan dalam pembelajaran karangan narasi pada siswa kelas X SMK 2sinjai utara.

20

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen semu. Jenis penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan terhadap subjek yang diteliti. Kemudian membandingkan dengan variabel yang diberi perlakuan dan variabel yang tidak diberi perlakuanterhadap pembelajaran menulis karangan narasi. Kelompok esperimen diterapkan metode curah gagasan sedangkan kelompok kontrol tidak diterapkan metodecurah gagasan.

B. Desain Penelitian

Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent control group Desainyang dapat dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Nonequivalent control group Desain Jenis

kelompok Treatment Posttest

π‘œ1 X π‘œ3

π‘œ2 π‘œ4

Keterangan :

π‘œ1 = Pretest kelompok eksperimen π‘œ3 = Pretest kelompok kontrol

π‘œ2 = Kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas eksperimen setelah dilakukan perlakuan

π‘œ4 = Kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan

X = perlakuan dengan menggunakan metode curah gagasan.

(Sugiyono, dalam Amalia, 2014;47) 20

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X SMK Negeri 2 Sinjai Utara. Populasi terdiri dari lima kelas X ATPK 1, X ATPK 2, X ATPH, X AP, X ATR, dan X MM.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2009 :215). Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah dua kelas dalam populasi yang telah ditentukan, yaitu kelas X ATR dan kelas XATPK di SMK 2 Sinjai Utara. Kelas X ATR berlaku sebagai kelompok eksperimen dengan menerapkan metode curah gagasandalam pembelajaran menulis karangan narasi, dan kelas X ATPK 1 berlaku sebagai kelompok kontroldengan tidak menerapkan metode curah gagasan alam pembelajaran karangan narasi.

Tabel 3.3 Keadaan Sampel

No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

1

D. Definisi Operasional variabel

Untuk menghindari beberapa penafsiran, maka di bawah ini peneliti memberi beberapa defenisi operasional.

1. Curah gagasan adalah suatu teknik atau mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas, yaitu dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang singkat.

2. Karangan narasi adalah Karangan narasi (berasal dari kata naration berarti bercerita) adalah suatu bentuk tulisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, dan merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau berlangsung dalam suatu kesatuan waktu.

E. Prosedur Penelitian

Secara garis besar, penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Adapun uraian dari tahap-tahap tersebut adalah berikut ini.

1. Tahap Persiapan

Tahap ini dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan. Rincian dari tahap persiapan adalah di bawah ini:

1) Menentukan pokok bahasan yang akan dipergunakan dalam studi literatur dari KTSP dan silabus;

2) Mengidentifikasi permasalahan mengenai bahan ajar, perencanaan pembelajaran, dan sebagainya;

3) Survei ke lokasi untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk penelitian;

4) Meminta izin untuk peneltian dengan memberikan surat izin dari fakultas ke SMK Negeri 2 Sinjai Utara;

5) Menentukan populasi dan sampel;

6) Menentukan waktu pelaksanaan penelitian dengan berkonsultasi kepada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X SMK Negeri 2 Sinjai Utara.

2. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada SMK Negeri 2 Sinjai Utara dengan tahap sebagai berikut.

1) Pelaksanaan pada kelas eksperimen

Di kelas eksperimen yaitu kelas X ATRdengan menerapkan metode curah gagasan dalam pembelajaran menulis karangan narasi. Pada pertemuan pertamadiberi pretest diambil dari materi yang akan menjadi bahan ajar yang pada pertemuan selanjutnya pembelajaran dengan menggunakan metode curah gagasan, kemudian pertemuan terakhir siswa diberi posttest dengan soal yang sama diberikan pada pertemuan pertama.

2) Pelaksanaan pada kelas kontrol

Di kelas kontrol yaitu kelas X ATPK 1 dengan tidak menerapkan metode curah gagasan dalam pembelajaran menulis karangan narasi. Pada pertemuan pertama diberi pretest diambil dari materi yang akan menjadi bahan ajar yang

pada pertemuan selanjutnya pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional (ceramah dan penugasan), kemudian pertemuan terakhir siswa diberi posttest dengan soal yang sama diberikan pada pertemuan pertama.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan pada peneltian ini yaknites yaitu pretest dan posttestberupa soal yang sama diiujikan kepada siswa kelas X ATR dengan

menerapkan metode curah gagasan dan siswa kelas X ATPK dengan tidakmenerapkan metode curah gagasan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi.

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat-alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan dan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2002: 127).

G. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dipakai adalah Soal tes tertulis yang digunakan dalam penelitian ini berupa satu buah soal esai yaitu instruksi untuk membuat karangan narasi. Siswa mengerjakan soal tes sebanyak dua kali. soal pertama digunakan untuk mengukur kemampuan siswa menulis karangan narasi sebelum diberi perlakuan. Setelah itu, portofolio kedua digunakan untuk mengukur kemampuan siswa menulis karangan narasi setelah diberi perlakuan. Siswa menulis karangan narasi sesuai dengan topik dan permasalahan yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun format penilaiannya adalah sebagai berikut.

Tabel 3.4 Skala Penilaian Karangan Narasi

1 Ketepatan jenis karangan narasi yang menceritakan suatu peristiwa

5 20

2 Organisasi

karangan(pendahuluan, isi, dan penutup)

Analisis data yang dilakukan setelah semua data terkumpul dengan langkah-langkah sebagai berikut.

a. Statistik deksriptif

Analisis ini dimaksud untuk memberikan gambaran mengenai presentase hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode curah gagasan dan metode pengaliran imaji?’. Analisis statistik dekskriptif digunakan untuk mendeskripsikan skor hasil penelitian yang diajarkan dengan menggunakan metode curah gagasan dan tidak menggunakan metode curah

gagasan. Untuk keperluan analisis ini digunakan skor tertinggi, skor terendah, tabel distribusi frekuensi, skor rata-rata (mean skor), dan standar deviasi.

a) Membuat tabel hasil test akhir dari kelas eksperimen dan kelas kontrol b) Menentukan mean skor (x)

X= βˆ‘ π‘₯𝑁 (Subana, 2005: 63) Keterangan :

X = mean yang ingin dicari

 = jumlah dari perkalian antara mean point dari masing-masing interval dan frekuensi

N = banyaknya responden

Nilai mentah yang dimiliki subjek/skor c) Menentukan Standar deviasi

SD = βˆšβˆ‘ 𝑓(π‘₯βˆ’π‘₯)π‘βˆ’1 2 Keterangan:

SD = Standar Deviasi

βˆ‘ 𝑓π‘₯2 = jumlah dari perkalian antara frekuensi masing-msing skor yang telah dikuadratkan

N = banyaknya responden (Sudjono, 2006:158) b. Statistik Inferensial

Sebelum menggunakan statistik inferensial terlebih dahulu menghitung uji normalitas yang bertujuan untuk meyakinkan kemampuan siswa yang mempunyai distribusi normal. Dengan kata lain, uji ini sebagai syarat yang harus digunakan untuk menguji kemampuan rata-rata. Untuk menentukan

bahwa data mempunyai sifat yang normal atau tidak. Adapun rumus yang /digunakan adalah sebagai berikut

1) Menentukan batas kelas yatu skor kiri interval pertama dkurang 0,5 dan kemudian skor kanan kelas imterval ditambah 0,5.

2) Mencari nilai Z skor, dengan rumus : Z = π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  βˆ’π‘‹

𝑠

3) Mencari luas O – Z dari tabel kurva normal dengan menggunakan nilai Z – skor

4) Mencari luas tiap kelas interval dengan rumus nilai 0 – Z pertama dikurang nilai 0 – Z kedua , setelah hasilnya diperoleh kemudian mencari fe dengan mengalikan luas interval sampel pada kelas eksperimen (14) begitupun hingga 0 – z terakhir.

5) Mencari Chi kuadrat dengan rumus

𝑋

2=βˆ‘(π‘‚π‘–βˆ’πΈπ‘–)𝐸𝑖

Keterangan :

𝑂𝑖= frekuensi observasi atau pengamatan 𝐸𝑖= frekuensi ekspektasi (harapan)

6) Membandingkan x hitung dengan x tabel

Untuk menemukan normal tidaknya distribusi data kriterianya adalah sebagai berikut ini

a) 𝑋2 hitung ≀ 𝑋2 tabel artinya distribusi data normal b) 𝑋2 hitung β‰₯ 𝑋2 tabel artinya distribusi data tidak normal

Setelah menghitung statistik inferensial maka dilanjutkan dengan menguji hipotesis penelitian atau biasa disebut dengan statistik inferensial. Dengan rumus sebagai berikut:

a) Menentukan nilai varian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol

b) Menentukan harga t hitung dengan menggunakan rumus t dua sampel sebagai berikut:

t

=

𝑋1βˆ’π‘‹2

βˆšπ‘†12 𝑛1+𝑆22

𝑛2

(Arikunto, 2002:276) Keterangan :

t = Harga t x = mean

S = Standar deviasi N = banyaknya subjek

c) Mencari nilai t tabel dengan ketentuan : 𝛼 = 0,05 db= n 1 + n 2 - 2

Kriteria Pengujian hipotesis

𝐻0=diterima jika, t tabel ≀ t hitung ≀ t tabel

𝐻1= diterima jika, t hitung > t tabel atau - t hitung < t tabel d) Membandingkan t hitung dengan t tabel

29

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini dibahas tentang pembelajaran menulis karangan narasi yang menunjukkan perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode curah gagasan dan tanpa menggunakan metode curah gagasan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan dua sampel. sampel pertamakelas X ATR sebagai kelas eksperimen yang menerapkan metode curah gagasan dalam menulis karangan narasi dengan jumlah siswa 14 orang. Sampel kedua kelas X ATPK 1 sebagai kelas kontrol dengan tidak menerapkan metode curah gagasan dalam menulis karangan narasi jumlah siswa 14 orang. jadi jumlah sampel secara keseluruhan adalah 28 orang siswa yang terbagi atas kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Hasil dan pembahasan yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian ini diuraikan sebagai berikut:

A. Hasil Penelitian

dalam bab ini memaparkan hasil penelitian mengenai pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode curah gagasan pada kelas eksperimen dan juga pembelajaran menulis karangan narasi dengan tidak menggunakan metode curah gagasan pada kelas kontrol SMK Negeri 2 Sinjai Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan analisis data kuantitatif. Hasil dari penelitian ini akan dihitung berdasarkan teknik analisis data yang telah dijelaskan pada bab III.

Penyajian hasil data terdiri dari analisis dari deskripsi hasil belajar siswa kelas eksperimen pada siswa kelas X ATR dan deskripsi hasil belajar siswa kelas

29

kontrol pada siswa kelas X ATPK 1. Adapun penyajian dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Analisis statistika deksriptif

a. Deskripsi Hasil Belajar Siswa dengan Penerapan Metode Curah Gagasan Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATR SMK Negeri 2 Sinjai (Kelas Eksperimen)

Hasil belajar siswa dengan penerapan metode curah gagasan dalam pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas eksperimen, digambarkan melalui analisis statistika deksriptif. Analisis statistika deskriptif menggambarkan pemerolehan skor siswa. Pemerolehan data siswa tersebut yaitu dari pretest dan posttest. Pretest merupakan pemberian tugas sebelum diterapkannya metode curah gagasan, sedangkan posttest merupakan pemberian tugas setelah diterapakannya metde curah gagasan. Adapun hasil pemerolehan skor siswa sebagai berikut:

a) Data dari hasil Pretest kelas eksperimen

Pretest digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa dalam menulis karangan sebelum menerapkan metode curah gagasan pada siswa kelas X ATR SMK Negeri 2 Sinjai.

Tabel 4.1 Nilai Hasil Pretest Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATR (Kelas Eksperimen).

No NIS Skor Nilai

1 10054 60

2 10055 60

Adapun kategorisasi hasil pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode curah gagasan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini

Tabel 4.2 Kategorisasi Hasil Pembelajaran Menulis Karangan Narasi dengan Penerapan Metode Curah Gagasan

No Interval nilai Tingkat kemampuan

3

Berdasarkan tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa pemerolehan skor untuk kategorisasi di atas menunjukkan bahwa kelompok paling rendah 0 – 64, kelompok rendah 65 – 69, kelompok sedang 70 – 74, kelompok tinggi 75 – 79, kelompok sangat tinggi 80 – 100.

Hasil dari kategorisasi pada pembelajaran menulis karangan narasi dengan menerapkan metode curah gagasan menunjukkan bahwa memeroleh nilai sangat tinggi 5 orang siswa (35,5%), yang berkategori tinggi 0 orang siswa (0%), kategori sedang 4 orang siswa (28,6%), berkategori rendah 0 orang siswa (0%), dan kategori sangat rendah terdapat 5 orang siswa ( 35,7%).

Dari tabel hasil pretest dan kategorisasi nilai di atas diperoleh, selanjutnya menentukan skor tertinggi, skor rendah, jumlah kelas, panjang kelas membuat tabel distribusi frekuensi, mean skor, dan standar deviasi, dan derajat kebebasan.

Menentukan rentang kelas r = skor tertinggi – skor terendah

= 80 – 60= 20

P = π‘˜π‘Ÿ= 206 = 3,33

Membuat daftar tabel distribusi frekuensi skor baku variabel X Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kelas Eksperimen

Kelas interval F x Fx (x-x) (x-x)2 F (x-x)2

0 - 64 5 32,5 162,5 31,8 1011,2 5056

65 - 69 0 66,5 0 -2,2 4,84 0

70 - 74 4 71,5 286 -7,2 51,48 207,36

75 - 79 0 76,5 0 -12,2 148,84 0

80 - 100 5 100,5 452,5 -26,2 686,44 3432,2

14 901 8695,56

Menghitung Mean βˆ‘π‘₯ = βˆ‘ 𝑓π‘₯𝑛 = 90114 = 64,3 Menentukan simpangan baku (Standar Deviasi)

S = βˆšβˆ‘ 𝑓 ( π‘₯βˆ’π‘₯)π‘›βˆ’1 2 =

= √8696,5614βˆ’1 = 3,60 Derajat kebebasan (db)

K -3 = 6 – 3 = 3

b) Data Dari Hasil PosttestKelas Eksperimen

Posttest digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa dalam menulis karangan narasi dengan menerapkan metode curah gagasan pada siswa kelas X ATR SMK Negeri 2 Sinjai.

Tabel 4.4Nilai Hasil Posttest Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATR (Kelas Eksperimen).

No Nama Siswa Skor Nilai

1 10054 75

2 10055 95

3 10056 90

4 10057 90

5 10058 90

6 10059 100

7 10060 80

8 10061 90

9 10062 100

10 10063 90

11 10064 85

12 10065 75

13 10066 90

14 10067 90

Adapun kategorisasi hasil pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode curah gagasan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini

Tabel 4.5 Kategorisasi Hasil Pembelajaran Menulis Karangan Narasi dengan Penerapan Metode Curah Gagasan

No Interval nilai Tingkat

kemampuan

Berdasarkan tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa pemerolehan skor untuk kategorisasi di atas menunjukkan bahwa kelompok paling rendah 0 – 64, kelompok rendah 65 – 69, kelompok sedang 70 – 74, kelompok tinggi 75 – 79, kelompok sangat tinggi 80 – 100.

Hasil dari kategorisasi pada pembelajaran menulis karangan narasi dengan menerapkan metode curah gagasan menunjukkan bahwa memeroleh nilai sangat tinggi 12 orang siswa (85,7%), yang berkategori tinggi 2 orang siswa (14,3%), kategori sedang 0 orang siswa (0%), berkategori rendah 0 orang siswa (0%), dan kategori sangat rendah terdapat 0 orang siswa (0%).

Dari tabel hasil posttest dan kategorisasi nilai di atas diperoleh, selanjutnya menentukan skor tertinggi, skor rendah, jumlah kelas, panjang kelas membuat tabel distribusi frekuensi, mean skor, dan standar deviasi, dan derajat kebebasan.

Menentukan rentang kelas r = skor tertinggi – skor terendah

= 100 – 75 = 25

ο‚· Menentukan jumlah kelas k = 1 + 3,3 log n

= 1 + 3,3 log 14

= 1 +3,3 (1,446)

=1 + 4,771

=5,771 dibulatkan menjadi 6

ο‚· Menentukan panjang kelas

P = π‘˜π‘Ÿ= 256 = 4,2

ο‚· Membuat daftar tabel distribusi frekuensi skor baku variabel X

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Kelas Eksperimen

Kelas interval F x Fx (x-x) (x-x)2 F (x-x)2

0 - 64 0 32,5 0 56 31,36 0

65 - 69 0 66,5 0 22 484 0

70 - 74 0 71,5 0 17 289 0

75 - 79 2 76,5 152 12 144 288

80 - 100 12 90,5 1086 -2 4 48

14 1239 336

Menghitung Mean βˆ‘π‘₯ = βˆ‘ 𝑓π‘₯𝑛 = 123914 = 88,5 Menentukan simpangan baku (Standar Deviasi) S = βˆšβˆ‘ 𝑓 ( π‘₯βˆ’π‘₯)π‘›βˆ’1 2 =

=√14βˆ’1336 = 3,6

Derajat kebebasan (db) K -3 = 6 – 3 = 3

b. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Tanpa Penerapan Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATPK 1 SMK Negeri 2 Sinjai (Kelas kontrol)

Hasil belajar siswa tanpa penerapan metode curah gagasan dalam pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas kontrol, digambarkan melalui analisis statistika deksriptif. Analisis statistika deskriptif menggambarkan pemerolehan skor siswa. Adapun hasil pemerolehan skor siswa sebagai berikut:

a) Data dari Hasil Pretest Kelas Kontrol

Pretest digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa dalam menulis karangan sebelum menerapkan metode curah gagasan pada siswa kelas X ATR SMK Negeri 2 Sinjai.

Tabel 4.7 Nilai Hasil Pretest Tanpa Menerapan Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATPK 1 (Kelas Kontrol).

No NIS Skor Nilai

1 10102 60

2 10103 60

3 10104 60

4 10105 60

5 10106 75

6 10107 60

7 10108 75

8 10109 60

9 10110 75

10 10111 75

11 10112 60

12 10113 60

13 10114 75

14 10115 60

Adapun kategorisasi hasil pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode curah gagasan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini

Tabel 4.8 Kategorisasi Hasil Pretest Pembelajaran Menulis Karangan Narasi Tanpa Penerapan Metode Curah Gagasan

No Interval nilai Tingkat kemampuan

Berdasarkan tabel 4.8 dapat digambarkan bahwa pemerolehan skor untuk kategorisasi di atas menunjukkan bahwa kelompok paling rendah 0 – 64, kelompok rendah 65 - 69, kelompok sedang 70 – 74, kelompok tinggi 75 – 79, kelompok sangat tinggi 80 – 100.

Hasil dari kategorisasi pada pembelajaran menulis karangan narasi tanpa menerapkan metode curah gagasan menunjukkan bahwa memeroleh nilai sangat tinggi 0 orang siswa (0%), yang berkategori tinggi 5 orang siswa (37,5%), kategori sedang 0 orang siswa (0%), berkategori rendah 0 orang siswa (0%), dan kategori sangat rendah terdapat 9 orang siswa ( 64,3%).

Dari tabel hasil prettest dan kategorisasi nilai di atas diperoleh, selanjutnya menentukan skor tertinggi, skor rendah, jumlah kelas, panjang kelas membuat tabel distribusi frekuensi, mean skor, dan standar deviasi, dan derajat kebebasan.

Menentukan rentang kelas r = skor tertinggi – skor terendah

= 75 – 60

= 15

Menentukan jumlah kelas k = 1 + 3,3 log n

= 1 + 3,3 log 14

= 1 +3,3 (1,446)

= 1 + 4,771

= 5, 771 = 6

Menentukan panjang kelas P = π‘˜π‘Ÿ= 306 = 5

Membuat daftar tabel distribusi frekuensi skor baku variabel X Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Kelas Kontrol

Kelas interval F x Fx (x-x) (x-x)2 F (x-x)2

0 - 64 9 32,5 292,5 10,2 104,4 936,36

65 - 69 0 66,5 0 -23,8 566,44 0

70 - 74 0 71,5 0 28,8 829,44 0

75 – 79 4 76,5 308 33,8 1142,44 4569,76

80 - 100 0 100,5 0 47,8 2284,84 0

14 5506,12

Menghitung Mean βˆ‘π‘₯ = βˆ‘ 𝑓π‘₯𝑛 = 598,514 = 42,7 Menentukan simpangan baku (Standar Deviasi) S = βˆšβˆ‘ 𝑓 ( π‘₯βˆ’π‘₯)

2

π‘›βˆ’1 =√5506,1214βˆ’1 = 3,60 Derajat kebebasan (db)

K – 3 = 6 – 3 = 3

b) Data Dari Hasil Posttest kelas kontrol

Posttest digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa dalam menulis karangan narasi tanpa menerapkan metode curah gagasan pada siswa kelas X ATPK SMK Negeri 2 Sinjai.

Tabel 4.10 Nilai Hasil Posttest Tanpa Menerapan Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATPK 1 (Kelas Kontrol).

Adapun kategorisasi hasil pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan metode curah gagasan dapat dilihat pada tabel 4.11 berikut ini

Tabel 4.11Kategorisasi Hasil Pembelajaran Menulis Karangan Narasi Tanpa Penerapan Metode Curah Gagasan

No Interval nilai Tingkat

kemampuan

frekuensi persentase

1

Berdasarkan tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa pemerolehan skor untuk kategorisasi di atas menunjukkan bahwa kelompok paling rendah 0 – 64, kelompok rendah 65 - 69, kelompok sedang 70 – 74, kelompok tinggi 75 – 79, kelompok sangat tinggi 80 – 100.

Hasil dari kategorisasi pada pembelajaran menulis karangan narasi tanpa menerapkan metode curah gagasan menunjukkan bahwa memeroleh nilai sangat tinggi 4 orang siswa (28,6%), yang berkategori tinggi 5 orang siswa (35,7%), kategori sedang 4 orang siswa (28,6%), berkategori rendah 0 orang siswa (0%), dan kategori sangat rendah terdapat 1 orang siswa ( 7,1%).

Dari tabel hasil posttest dan kategorisasi nilai di atas diperoleh, selanjutnya menentukan skor tertinggi, skor rendah, jumlah kelas, panjang kelas membuat tabel distribusi frekuensi, mean skor, dan standar deviasi, dan derajat kebebasan.

Menentukan rentang kelas r = skor tertinggi – skor terendah

= 90 – 60= 30

Menentukan jumlah kelas k = 1 + 3,3 log n

= 1 + 3,3 log 14

= 1 +3,3 (1,446)

= 1 + 4,771

= 5, 771 = 6

Menentukan panjang kelas P = π‘˜π‘Ÿ= 306 = 5

Membuat daftar tabel distribusi frekuensi skor baku variabel X

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Kelas Kontrol

Kelas interval F x Fx (x-x) (x-x)2 F (x-x)2

0 - 64 1 32,5 32,5 43,5 1892,25 1892,

65 - 69 0 66,5 0 9,5 90,25 0

70 - 74 4 71,5 286 4,5 20,25 81

75- 79 5 76,5 382,5 -0,5 0,25 1,25

80 - 100 4 90,5 362 -14,5 210,25 841

14 1063 2815,5

Menghitung Mean βˆ‘π‘₯ = βˆ‘ 𝑓π‘₯𝑛 = 106314 = 76 Menentukan simpangan baku (Standar Deviasi)

S = βˆšβˆ‘ 𝑓 ( π‘₯βˆ’π‘₯)π‘›βˆ’1 2 =√2815,514βˆ’1 = 3,60

ο‚· Derajat kebebasan (db)

K – 3 = 6 – 3 = 3

2. Analisis statistik inferensial

Sebelum menggunakan statistik inferensial terlebih dahulu menghitung uji normalitas yang bertujuan untuk meyakinkan kemampuan siswa yang mempunyai ditribusi normal. Dengan kata lain, uji ini sebagai syarat yang harus digunakan

untuk menguji kemampuan rata-rata. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

a) Hasil Belajar Siswa dengan Penerapan Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATR SMK Negeri 2 Sinjai (Kelas Eksperimen)

ο‚· Menentukan batas kelas

Menentukan batas kelas yaitu angka skor kiri kelas interval pertama dikurang dengan 0,5 dan kemudian angka skor kanan kelas interval ditambah 0,5.

Sehingga hasil yang didapat 64,5 ; 69,5 ; 74,5 ; 79,5 ; 88,5 ; 100,5.

ο‚· Mencari nilai Z skor untuk batas kelas interval dengan menggunakan rumus;

Z = π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  πΎπ‘’π‘™π‘Žπ‘ βˆ’π‘₯ 𝑠

yang diketahui nilai x = 88,5 dan s = 3,6 𝑧1 = 644,5βˆ’88,53,6 = -6,6

𝑧2 = 69,5βˆ’88,53,6 = -5,2 𝑧3 = 74,5βˆ’ 88,53,6 = -3,8 𝑧4 = 79,5βˆ’ 88,53,6 = -2,6 𝑧5 = 88,5βˆ’ 88,53,6 = 0 𝑧6 = 100,5βˆ’ 88,5

3,6 = 3,3

ο‚· Mencari luas 0 – Z dari tabel kurve normal dan diperoleh skor 0,4656; 0, 3365; 0,0871; 0,1844; 0, 4192; 0,4956.

ο‚· Mencari luas tiap kelas interval dengan rumus nilai 0 – Z pertama dikurang nilai 0 – Z kedua ,angka baris kedua, angka baris kedua dikurangi angka baris

ketiga, dan begitupun seterusnya.Setelah hasilnya diperoleh kemudian mencari fe dengan mengalikan luas interval sampel pada kelas eksperimen (14) begitupun hingga 0 – z terakhir.

0,4656 – 0,3365 x 14 =

Tabel 4.13 Frekuensi yang Diharapkan dari Hasil Pengamatan untuk Variabel X

𝑋2 = βˆ‘(9βˆ’1,80)

Membandingkan 𝑋2hitung dengan 𝑋2tabel

Db = K -3 = 6 – 3 = 3 dan ο‚΅ = didapat 𝑋2tabel = 7.814 Kaidah keputusan:

Jika 𝑋2hitung β‰₯ 𝑋2tabel, maka distribusi data tidak normal.

Jika 𝑋2hitung ≀ 𝑋2tabel, maka distribusi data normal.

Ternyata 𝑋2hitung ≀ 𝑋2tabel, atau 36,13 ≀ 7.814 maka distribusi data normal.

b) Hasil Belajar Siswa dengan Penerapan Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X ATPK 1 SMK Negeri 2 Sinjai (Kelas Kontrol)

ο‚· Menentukan batas kelas

Menentukan batas kelas yaitu angka skor kiri kelas interval pertama dikurang dengan 0,5 dan kemudian angka skor kanan kelas interval ditambah 0,5.

Sehingga hasil yang didapat 64,5 ; 69,5 ; 74,5 ; 79,5 ;88,5 ; 100,5.

ο‚· Mencari nilai Z skor untuk batas kelas interval dengan menggunakan rumus;

Z = π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  πΎπ‘’π‘™π‘Žπ‘ βˆ’π‘₯

𝑠 yang diketahui nilai x = 76 dan s = 3,6 𝑧1 = 64,5βˆ’763,6 = -3,1

𝑧2 = 69,5βˆ’763,6 = -1,80 𝑧3 = 74,5βˆ’763,6 = -0,41

𝑧4 = 79,5βˆ’763,6 = 0,97 𝑧5 = 88,5βˆ’763,6 = 3,5

𝑧6 = 100,5βˆ’763,6 = 6,8

ο‚· Mencari luas 0 – Z dari tabel kurve normal dan diperoleh skor 0,4981; 0, 3665; 0,1026; 0,2224; 0,4177; 0,4868.

ο‚· Mencari luas tiap kelas interval dengan rumus nilai 0 – Z pertama dikurang

nilai 0 – Z kedua , angka baris kedua dikurangi angka baris ketiga, begitupun seterusnya. Setelah hasilnya diperoleh kemudian mencari fe dengan mengalikan luas interval sampel pada kelas eksperimen (14) begitupun hingga 0 – z terakhir.

0,4981 – 0,3655 x 14 =

= 0,1326 x 14 = 1,85 0,3655 – 0,1026 x 14 =

= 0,2629 x 14 = 3, 68 0,1026– 0,2224 x 14 =

= 0,1198 x 14 = 1,67 0,2224 – 0,4177 x 14 =

= 0,1953x 14 = 2,73 0,4177 – 0,4868 x 14 = 0,0691 x 14 = 0,96

Tabel 4.14 Frekuensi yang Diharapkan dari Hasil Pengamatan untuk Variabel X

No Batas kelas Z Luas 0 -Z Luas interval fe fo

1 64,5 -3,1 0,4981 0,1326 1,85 1

2

Jika 𝑋2hitung β‰₯ 𝑋2tabel, maka distribusi data tidak normal.

Jika 𝑋2hitung ≀ 𝑋2tabel, maka distribusi data normal.

Ternyata 𝑋2hitung ≀ 𝑋2tabel,atau 17,21 ≀ 7.814 maka distribusi data normal.

3. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis ini dilakukan terhadap kedua kelompok sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol atas hasil tes akhir yang sudah dilakukan. Adapun langkah-langkah pengujian dilakukan dengan cara berikut:

1) Menentukan nilai varian kelas eksperimen dan kelas kontrol I. Kelas eksperimen

𝑆2 = 3,62 = 12,96 II. Kelas kontrol

𝑆2= 3,62 = 12,96

2) Mencari t hitung dengan rumus : T hitung = 𝑋1βˆ’ 𝑋2

√(π‘†π‘Ž1𝑛)+(𝑆𝑏𝑛2)

T hitung = 88,5βˆ’76

√(3,614)+(3,614)

= 12,5

√0,26+0,26 = 12,5

√0,52 = 12,50,72 = 17,36 3) Mencari nilai t tabel dengan ketentuan :

Taraf signifikan ο‚΅ = 0,05,

db = n1 + n2 – 2 = 14 + 14 – 2 = 26.

Maka diperoleh nilai t tabel = 1,7056.

Kriteria pengujian :

Jika t hitung β‰₯ t tabel maka π»π‘Ž diiterima dan jika t hitung ≀ t tabel, maka 𝐻0ditolak.

4) Membandingkan t hitung dengan dengan t tabel

Ternyata t hitung β‰₯ t tabel, atau 17,36 β‰₯ 1,7056, maka π»π‘Žditerima.

B. Pembahasan

Pembahasan pengumpulan data melalui tes telah dipaparkan pada bagian sebelumnya yang menunjukkan bahwa menunjukkan perbedaan yang sangat

signifikan baik itu dari segi ketertarikan siswa dalam pembelajaran sampai hasil pemberian pretest posttest. Padakelas eksperimen atau pada kelas yang diterapkannya metode curah gagasan siswalebih tertarikdalam pembelajaran menulis karangan narasi dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak diterapkannya metode curah gagasan siswa cenderung kurang paham sehingga mengalami kesulitan menuangkan ide-ide pemikirannya pada saat menulis karangan narasi.

Pada pemberian tugas pretest dan postest juga diperoleh perbedaan nilai yang signifikan, itu terilhat bahwa nilai yang diperoleh dari kelas eksperimen lebih tinggi dibanding dengan nilai yang diperoleh dari kelas kontrol.

Dari hasil pretest pada kelas pada kelas eksperimen, kelas yang menggunakan metode curah gagasan atau kelas X ATR terdiri dari 14 orang siswa, terdapat 5 orang yang mencapai nilai tertinggi yaitu 80 dan nilai terendah 5 orang dengan nilai 60 dengan nilai rata-rata siswa 43 . Setelah diterapkannya metode curah gagasan dan menghasilkan nilai posttest, terdapat 12 orang yang mencapai skor tertinggi yaitu 100, dan nilai tinggi hanya 2 orang yaitu skor yang dihasilkan adalah 80. Jadi nilai rata- rata yang dihasilkan kelas eksperimen ini adalah 88,5 .

Namun berbeda pada kelas kontrol, kelastanpa diterapkannya metode cursah gagasan atau kelas X ATPK 1, hasil pretest Diantara 14 orang siswa hanya 5 orang siswa mencapai 75 yang merupakan nilai tertinggi dan nilai terendah 9

Namun berbeda pada kelas kontrol, kelastanpa diterapkannya metode cursah gagasan atau kelas X ATPK 1, hasil pretest Diantara 14 orang siswa hanya 5 orang siswa mencapai 75 yang merupakan nilai tertinggi dan nilai terendah 9

Dokumen terkait