BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Pembahasan pengumpulan data melalui tes telah dipaparkan pada bagian sebelumnya yang menunjukkan bahwa menunjukkan perbedaan yang sangat
signifikan baik itu dari segi ketertarikan siswa dalam pembelajaran sampai hasil pemberian pretest posttest. Padakelas eksperimen atau pada kelas yang diterapkannya metode curah gagasan siswalebih tertarikdalam pembelajaran menulis karangan narasi dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak diterapkannya metode curah gagasan siswa cenderung kurang paham sehingga mengalami kesulitan menuangkan ide-ide pemikirannya pada saat menulis karangan narasi.
Pada pemberian tugas pretest dan postest juga diperoleh perbedaan nilai yang signifikan, itu terilhat bahwa nilai yang diperoleh dari kelas eksperimen lebih tinggi dibanding dengan nilai yang diperoleh dari kelas kontrol.
Dari hasil pretest pada kelas pada kelas eksperimen, kelas yang menggunakan metode curah gagasan atau kelas X ATR terdiri dari 14 orang siswa, terdapat 5 orang yang mencapai nilai tertinggi yaitu 80 dan nilai terendah 5 orang dengan nilai 60 dengan nilai rata-rata siswa 43 . Setelah diterapkannya metode curah gagasan dan menghasilkan nilai posttest, terdapat 12 orang yang mencapai skor tertinggi yaitu 100, dan nilai tinggi hanya 2 orang yaitu skor yang dihasilkan adalah 80. Jadi nilai rata- rata yang dihasilkan kelas eksperimen ini adalah 88,5 .
Namun berbeda pada kelas kontrol, kelastanpa diterapkannya metode cursah gagasan atau kelas X ATPK 1, hasil pretest Diantara 14 orang siswa hanya 5 orang siswa mencapai 75 yang merupakan nilai tertinggi dan nilai terendah 9 orang dengan nilai 60. Dan nilai rata –rata yang dihasilkan 47. Pada pemberian posttest dari kelas ini rendah. Diantara 14 orang siswa hanya 1 orang siswa yang berhasil mengerjakan posttest dengan nilai tertinggi mencapai 90 dan nilai
terendah 60. Dan nilai rata –rata yang dihasilkan 76. Sangat jauh perbedaan yang terlihat dari kelas eksperimen yang menerapkan metode curah gagasan nilai yang dihasilkan sangat memuaskan dibanding nilai yang dihasilkan dari kelas kontrol yang tanpa menerapkan metode curah gagasan.Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Roestiyah N.K dkk, (1985 :73) metode curah gagasan ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang singkat, karena metode ini melatih siswa berpikir dengan cepat dan tersusun secara logis, sehingga siswa lebih mudah menulis karangan, terutama karangan narasi. Ini berarti penerapan metode curah gagasan dapat memberikan hasil yang memuaskan dalam pembelajaran menulis siswa.
52
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan tentang keefektifan metode curah gagasan dalam pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Sinjai Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode curah gagasan yang diterapkan pada kelas X ATR atau kelas eksperimen lebih efektif dibanding kelas ATPK 1 atau kelas kontrol yang tidak diterapkan metode curah gagasan. Hal ini tampak pada nilai rata kelas eksperimen pada saat pretest 64,3 posttest 88,5, sedangkan pada kelas kontrol memperoleh hasil pada saat pretest 42,7 dan hasil posttest 76.
Berdasarkan hasil uji yang signifikan diperoleh T hitung 17,36. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil perhitungan statistika dengan uji t pada taraf = 0,05 sehingga diperoleh t tabel 1,7056. T hitung ≥ t tabel, atau 17,36 ≥ 1,7056.
Sesuai dengan hipotesis sebelumnya maka 𝐻𝑎 diterima karena terdapat perbedaan nilai yang signifikan dari yang menerapkan metode curah gagasan dan yang tidak menerapkan metode curah gagasan.
B. Saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka sebagai tindak lanjut penelitian imi perlu diuraikan beberapa saran berikut ini :
1) Berdasarkan hasil penelitian ini, metode curah gagasan dalam pembelajaran menulis karangan narasi memiliki pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu,
54
metode pembelajaran ini dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran dalam proses pembelajaran di kelas.
2) Perlu dilakukan penelitian lanjut oleh peneliti lain guna meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi.
DAFTAR PUSTAKA
Akhadiah N K, dkk. 1998. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.
Jakarta: Erlangga.
Amalia, Reski. 20014. Efektivitas Penggunaan Teknik Musikalisasi Puisi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengapresiasi Puisi Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 1Makassar. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar:
Unismuh.
Arifuddin. 2011. Perbandingan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Metode Belajar berdasarkan Berbagai Sumber dan Metode Catatan Terbimbing pada Siswa Kelas X1 dan X2 MA Guppi Samata Gowa. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar: Unismuh.
Arikunto,S. 2002. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Bandung:
Kineka Cipta.
Finoza, Lamuddin. 2004. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Insan Mulia.
Jumriana. 2012. Penggunaan Metode Brainstorming (Curah Pendapat) dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas VII SLTP Negeri 1 Polut Kabupaten Gowa. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar:
Unismuh.
Keraf, Gorys. 1987. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PTGramedia.
Khaeruddin, Amiruddin. 2013. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Teknik Teratai Siswa Kelas X MA Muhammadiyah Punnia Kecamatan MattiroBulu Kabupaten Pinrang. SkripsiTidak diterbitkan. Makassar: Unismuh.
Marahami, Ismail. 2005. Menulis Secara Populer. Cetakan Kelima. Jakarta:
Pustaka Jaya.
Munirah. 2007. Dasar Keterampilan Menulis. Makassar: Unismuh.
Reinking. 1998. Manfaat Menulis Puisi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Roestiyah, N.K, dkk. 1983. Materi Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sarianto, Sugeng. 2012. Penggunaan Strategi Brainstorming dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Naratif Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Sila Bolo Kabupaten Bima. Skripsi Tidak diterbitkan.
Makassar: Unismuh.
Semi, M. Atar. 2003. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya.
Sorenson. 2000. Tahap-tahap dalam Menulis. London: Logman.
Subana. 2005. Statistik Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R dan B.
Bandung: Alfabeta.
Syafi’ie, I. 1988. Retorika dalam Menulis. Jakarta. Depdikbud.
Widyamartaya, A. 1992. Seni Menuangkan Gagasan. Cetakan Kedua.
Yogyakarta: Karnisius.
DOKUMENTASI
Gambar 1 Perkenalan
Gambar 2 Suasana Kelas Eksperimen pada saat pretest
Gambar 3 Suasana pada saat Postest
Gambar 4 Suasana Kelas Kontrrol pada Saat Pretest
Gambar 5 Suasana pada saat posttest
RIWAYAT HIDUP
Helda. M, lahir di Sinjai pada tanggal 15 April 1992. Penulis merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, buah hati pasangan Ayahanda Muhammad Nur H.W dan Ibunda Rohani.
Penulis memulai pendidikan pada jenjang pendidikan dasar di bangku SD Negeri 2 Sinjai Utara pada tahun 1998, dan tamat tahun 2004.
Selanjutnya, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 3 Sinjai Utara dan tamat pada tahun 2007. Kemudian pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Sinjai Utara dan tamat pada tahun 2010. Pada tahun 2010 Alhamdulillah penulis lulus dan terdaftar sebagai mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Perguruan Strata-1.
Berkat rahmat dan izin Allah swt. serta iringan doa dari kedua orang tua dan saudara, perjuangan panjang penulis dalam mengikuti pendidikan di perguruan tinggi, pada tahun 2014 mengambil studi dan menyusun karya ilmiah yang berjudul “Efektivitas Metode Curah Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi pada Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Sinjai Utara”.