BAB II TINJAUAN TEORETIK
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara terhadap permasalahan yang diajukan dalam penelitian.38 Hipotesis berisi dugaan, atau perkiraan hubungan antara dua variabel atau lebih dari dua variabel yang dirumuskan dalam kalimat pernyataan.39 Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dan merujuk dari pengertian hipotesis di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah
“Terdapat pengaruh kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Bontonompo Kab. Gowa”.
38Yatim Riyanto, Metodologi Penelitian Pendidikan (Surabaya: Penerbit SIC, 2001), h.16.
39Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), h. 281.
30 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan, Jenis, dan Desain Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya dapat dinyatakan dalam angka dan dianalisis dengan teknik statistik.1
Penelitian kuantitatif dipilih karena data penelitiannya berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial dengan prestasi belajar matematika.
2. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian ekspost fakto (expost facto research.
Penelitian ekspost fakto meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab-akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi.2
1Khalifah Mustamin, Metodologi Penelitian Pendidikan (Yogyakarta: CV. Arti Bumi Intaran, 2015), h. 13.
2Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), h. 55.
3. Desain penelitian
Desain penelitian ini adalah paradigma ganda dengan dengan dua variabel independen dan satu variabel dependen sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut ini:
Gambar 3.1. Desain Penelitian Keterangan:
X1 = Kecerdasan Logis-Matematis X2 = Kecerdasan Visual-Spasial Y = Prestasi Belajar Matematika B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 4 Bontonompo yang terletak di dusun Passallangngang, Desa Katangka, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
X
1X
2Y
C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.3 Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Bontonompo Kab. Gowa yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 96 yang penyebaran homogen (tidak ada pengklasifikasian antara peserta didik yang memiliki kecerdasan tinggi dengan peserta didik yang memiliki kecerdasan rendah).
Tabel 3.1
Jumlah Peserta Didik Kelas VIII SMPN 4 Bontonompo Kabupaten Gowa Tahun Ajaran 2015/2016
No Kelas Jumlah Peserta Didik
1 VIII A 34 orang
2 VIII B 32 orang
3 VIII C 30 orang
Jumlah Total 96 orang
Sumber: Tata Usaha SMP Negeri 4 Bontonompo Kabupaten Gowa 2. Sampel Penelitian
Dalam penelitian, pengambilan sampel yang tepat merupakan langkah awal dari keberhasilan penelitian, karena dengan pemilihan sampel yang dilakukan dengan
3Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Edisi IX; Bandung: Alfabeta, 2010), h.117.
tidak benar akan menghasilkan temuan-temuan yang kurang memenuhi sasarannya.4 Sampel adalah sejumlah anggota yang dipilih/diambil dari suatu populasi.5
Menurut Arikunto ada beberapa cara yang digunakan dalam melakukan pengambilan sampel, jika jumlah subyek kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, tetapi jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.6 Berdasarkan pendapat tersebut maka yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah seluruh populasi atau disebut juga sampel jenuh, yaitu semua peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Bontonompo Kab. Gowa dengan jumlah 96 peserta didik.
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Penelitian 1. Variabel Penelitian
Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel adalah suatu atribut seseorang antara satu orang dengan orang lain yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga informasi dan ditarik kesimpulannya.
Variabel yang diselidiki dalam penelitian ini terbagi atas dua jenis, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel-variabel bebasnya adalah kecerdasan
4Joko Subbagyo, Metode Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 29.
5Muhammad Arif Tiro, Dasar-Dasar Statistika, (Makassar: Andira Publiser, 2008 ), h. 4.
6Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta, Rineka Cipta, 2006), h. 134.
logis-matematis (X1) dan kecerdasan visual-spasial (X2). Sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar matematika peserta didik (Y).
2. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang variabel-variabel yang berkaitan dengan penelitian.Untuk menghindari terjadinya penafsiran keliru dari pembaca dan agar lebih memudahkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam variabel. Defenisi operasional variabel pada penelitian ini sebagaimana diuraikan sebagai berikut:
a). Kecerdasan Logis-Matematis (variabel X1)
Kecerdasan logis-matematis yang dimaksud peneliti merupakan kemampuan peserta didik melakukan perhitungan matematis, kemampuan berpikir logis, kemampuan memecahkan masalah, pola pikir deduksi dan induksi, dan kemampuan mengenali pola dan hubungan.
b). Kecerdasan Visual-Spasial (variabel X2)
Kecerdasan visual-spasial yang dimaksud peneliti adalah kemampuan peserta didik dalam memahami gambar, mampu membaca peta, diagram, mampu berimajinasi, dan sangat baik dalam menghubungkan antara objek dan ruang.
c). Prestasi belajar matematika (variabel Y)
Prestasi belajar matemaika adalah skor matematika yang telah diperoleh setelah melakukan kegiatan belajar selama periode tertentu. Prestasi belajar
matematika ini lebih berfokus pada skor rapor Semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket.
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data secara tidak langsung (peneliti tidak bertanya-jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpul datanya disebut angket berisi sebuah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh responden.7
Eko Putro Widoyoko memandang dari cara menjawab, angket dapat dibedakan menjadi angket terbuka dan angket tertutup:
1. Angket terbuka, merupakan angket yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri atau direspon secara bebas. Peneliti tidak menyediakan alternative jawaban.
2. Angket tertutup, merupakan angket yang alternatif jawabannya telah disediakan sehingga responden tinggal memilih sesuai dengan keadaan dirinya yang sebenarnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup dengan pertimbangan bahwa variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini menyangkut pribadi dan kejiwaan seseorang, sehingga variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian, indikator tersebut
7Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, h. 219.
dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan skala psikologi untuk memperoleh informasi tentang pengaruh kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial peserta didik, sedangkan untuk memperoleh informasi terhadap prestasi belajar peserta didik menggunakan dokumentasi. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi yang sangat positif sampai negatif. Skala likert menggunakan secara pasti baik dan buruk yang diberi tanda positif dan negative yang dapat berupa kata-kata antara lain:8
1) Sangat setuju 1) Selalu
2) Setuju 2) Sering
3) Ragu-ragu 3) Kadang-kadang
4) Tidak setuju 4) Tidak pernah 5) Sangat tidak setuju
1) Sangat positif 1) Sangat baik
2) Positif 2) Baik
3) Negatif 3) Tidak Baik
4) Sangat negatif 4) Sangat tidak baik
8Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, h. 135.
Adapun kisi-kisi angket untuk kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial dapat dilihat pada tabel berikut:
a. Skala Pengetahuan Logis-Matematis
Di bawah ini akan diuraikan kisi-kisi instrumen kecerdasan logis-matematis.
Tabel 3.2
Kisi-Kisi Instrumen Kecerdasan Logis-Matematis
Variabel Aspek indikator Nomor item total
positif negatif
b. Skala pengetahuan visual-spasial
Di bawah ini akan diuraikan kisi-kisi instrumen kecerdasan visual-spasial.
Tabel 3.3
Kisi-Kisi Instrumen Kecerdasan Visual-Spasial Variabel
tinggi 22,24,26,27,28,29 23,25
8
Jumlah 21 9 30
1. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk mengetahui tentang data peserta didik, data sarana pembelajaran, data kegiatan pembelajaran, dan data lainnya yang menunjang penelitian ini. Dalam penelitian ini data prestasi belajar matematika peserta didik
yang diperoleh berasal dari dokumen yang berupa skor rapor semester ganjil tahun pembelajaran 2015/2016 pada mata pelajaran matematika.
Untuk keperluan analisis kuantitatif maka jawaban dapat diberi skor seperti pada table berikut:9
Table 3.4 Skala Likert
Jawaban Pertanyaan Bobot Nilai
Bila Positif Bila Negatif
1. SS (Sangat Setuju) 5 1
2. S (Setuju) 4 2
3. R (Ragu-Ragu) 3 3
4. TS (Tidak Setuju) 2 4
5. STS (Sangat Tidak Setuju) 1 5
G. Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas
Validitas instrumen adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur.10 Validitas suatu instrument dapat dicari menggunakan rumus korelasi dengan menggunakan rumus Product Moment Correlation, uji ini dilakukan dengan melihat korelasi/skor masing-masing item pertanyaan. Adapun rumusnya adalah:
9Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, h. 86.
10Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula (Bandung:
Alfabeta, 2008), h. 97.
Keterangan:
r = koefisien korelasi
= jumlah skor dalam sebaran X = jumlah skor dalam sebaran Y
= jumlah hasil skor X dengan skor Y yang berpasangan = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X
= jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y = jumlah responden11
Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan antara 5% berarti item (butir soal) valid dan sebaliknya jika rxy < rtabel maka butir soal tersebut tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan untuk dijadikan instrumen penelitian. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan bantuan SPSS 20,0 diperoleh hasil uji validitas sebagai berikut :
Tabel 3.5
Hasil Validasi Kecerdasan Logis-Matematis No. Item
Pernyataan
Koefisien Korelasi rhitung
Keputusan
1 0,646 Valid
2 0,641 Valid
11Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 98
No. Item Pernyataan
Koefisien Korelasi rhitung
Keputusan
3 0,360 Valid
4 0,544 Valid
5 0,540 Valid
6 0,348 Valid
7 0,522 Valid
8 0,142 Tidak Valid
9 0,404 Valid
10 0,383 Valid
11 0,004 Tidak Valid
12 0,510 Valid
13 -0,054 Tidak Valid
14 0,559 Valid
15 0,528 Valid
16 0,591 Valid
17 0,564 Valid
18 0,720 Valid
19 0,529 Valid
20 0,643 Valid
21 0,656 Valid
22 0,678 Valid
No. Item merupakan butir yang tidak valid. Sehingga dapat diketahui bahwa dari 27 pernyataan instrumen kecerdasan Logis-matematis ternyata 6 pernyataan dinyatakan tidak valid atau gugur yaitu pernyataan nomor 8,11,13,23,24, dan 27 sedangkan 21 pernyataan dinyatakan valid.
Selain itu, berdasarkan hasil uji coba kecerdasan visual-spasial peserta didik yang juga diberikan kepada 40 peserta didik diperoleh hasil uji validasi sebagai berikut.
Tabel 3.6
Hasil Validasi Kecerdasan Visual-Spasial Peserta didik No. Item
No. Item Pernyataan
Koefisien Korelasi rhitung
Keputusan
3 0,359 Valid
4 0,638 Valid
5 0,066 Tidak Valid
6 0,494 Valid
7 0,450 Valid
8 0,175 Tidak Valid
9 0,645 Valid
10 0,788 Valid
11 -0,058 Tidak Valid
12 0,205 Tidak Valid
13 0,715 Valid
14 0,388 Valid
15 0,497 Valid
16 0,680 Valid
17 0,395 Valid
18 -0,029 Tidak Valid
19 0,561 Valid
20 -0,055 Tidak Valid
21 0,530 Valid
22 0,780 Valid
No. Item Pernyataan
Koefisien Korelasi rhitung
Keputusan
23 0,569 Valid
24 0,004 Tidak Valid
25 0,066 Tidak Valid
26 0,645 Valid
27 0,236 Tidak Valid
28 -0,004 Tidak Valid
29 0,645 Valid
30 0,788 Valid
Berdasarkan tabel 3.6, butir yang memiliki nilai korelasi (r) > 0,312 merupakan butir yang valid. Sebaliknya, item yang memiliki nilai korelasi < 0,312 merupakan butir yang tidak valid. Sehingga dapat diketahui bahwa dari 30 pernyataan instrument kecerdasan visual-spasial ternyata 10 pernyataan dinyatakan tidak valid atau gugur yaitu pernyataan nomor 5,8,11,12,18,20,24,25,27 dan 28 sedangkan 20 pernyataan dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas instrumen penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Rumus yang dapat digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen penelitian ini adalah Koefisien Alpha dari Cronbach yaitu sebagai berikut:
Dimana:
Rumus Varians = Keterangan:
= Reliabilitas instrumen = banyaknya item
= Jumlah varians skor tiap-tiap item = Varians total
= jumlah kuadrat x = Jumlah responden12
Berdasarkan uji validitas di atas, maka item-item yang valid untuk skala kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial, kemudian dilakukan uji reliabilitas. Adapun hasil uji realibilitas untuk masing-masing instrumen dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 20.0 dapat dilihat pada tabel berikut:
12Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 115
Tabel 3.7 Realibility Stastistics
Variabel Cronbach’s Alpha N of item
Kecerdasan Logis-Matematis 0,910 21
Kecerdasan Visual-Spasial 0,916 20
a. Skala Kecerdasan Logis-Matematis
Hasil uji realibilitas skala kecerdasan logis-matematis dengan teknik Cronbach’s Alpha diperoleh koefisien realibilitas sebesar 0,910. Koefisien realibilitas skala tersebut lebih besar dari 0,70 yang merupakan standar minimum koefisien realibilitas. Hal tersebut menunjukkan bahwa skala kecerdasan logis-matematis memiliki realibilitas yang baik.
b. Skala Kecerdasan Visual-Spasial
Hasil uji realibilitas skala kecerdasan visual-spasial dengan teknik Cronbach’s Alpha diperoleh koefisien realibilitas sebesar 0,916. Koefisien realibilitas skala tersebut lebih besar dari 0,70 yang merupakan standar minimum koefisien realibilitas. Hal tersebut menunjukkan bahwa skala kecerdasan visual-spasial memiliki realibilitas yang baik.
H. Teknik Analisis Data
Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Analisis Statistik Inferensial
Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya akan digeralisasikan (diferensikan) untuk populasi dimana sampel diambil. Keperluan pengujian hipotesis, maka digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:
c. Uji Prasyarat 1) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel terikat dan variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS 20,00. Adapun rumusan hipotesis:13
H0: Distribusi populasi normal, jika probabilitas > 0,05, H0 diterima.
H1: Distribusi populasi tidak normal, jika probabilitas < 0,05, H0 ditolak.
2) Uji Linearitas
Uji linearitas adalah uji yang akan memastikan apakah data yang kita miliki sesuai dengan garis linier atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk mengkonfirmasikan apakah sifat linier antara dua variabel yang diidentifikasikan
13 Kadir, Statistik Terapan ( Jakarta : PT. Raja Grafindo, 2015), h. 155.
secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada. Rumus uji linieritas adalah sebagai berikut:
Fhitung =
Linear jika Fhitung> Ftabel pada taraf signifikansi dengan Ftabel diperoleh dari distribusi F dengan derajat kebebasan masing-masing sesuai dengan dk pembilang dk penyebut pada taraf = 0,05, sedangkan kriteria pengujian linearitas dengan olahan SPSS versi 20.0 yaitu jika sig> maka data linier dan jika sign< maka data tidak linear.
d. Analisis Regresi Sederhana
1) Menentukan persamaan garis regresi linear sederhana
Analisis regresi digunakan untuk menentukan bentuk dari hubungan antar variabel. Tujuan utama dalam penggunaan analisis itu adalah untuk meramalkan atau memperkirakan nilai dari satu variabel dalam hubungannya dengan variabel lain yang diketahui melalui persamaan garis regresinya. Bentuk persamaannya adalah :
Y = a + bX Keterangan :
= variabel terikat (variabel yang diduga) = variabel bebas (variabel yang diketahui) = intersep (nilai , bila )
= slop (kemiringan garis regresi)
Persamaan Y = a + bX memberikan arti jika variabel mengeluarkan satu satuan maka variabel akan mengalami peningkatan atau penurunan sebesar 1 x b.
Untuk membuat peramalan, penaksiran atau pendugaan dengan persamaan regresi, maka nilai dan harus ditentukan terlebih dahulu. Dengan metode kuadrat kecil (least square), nilai dan dapat ditentukan dengan rumus berikut:
=
2) Kesalahan baku regresi dan koefisien regresi sederhana
Kesalahan baku atau selisih taksir standar merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur tingkat ketepatan regresi (pendugaan) dan koefisien regresi (penduga) atau mengukur variasi titik-titik observasi di sekitar garis regresi.
Untuk regresi, kesalahan bakunya dirumuskan:
=
Untuk koefisien regresi a (penduga a), kesalahan bakunya dirumuskan:
=
Untuk koefisien regresi b (penduga b), kesalahan bakunya dirumuskan:
= ...14
3) Uji Korelasi
Untuk menguji hubungan kedua variabel dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
=
n
X2n
XYX
2 nX
YY2
Y
2
Keterangan:
rxy : koefisien korelasi variabel X dan Y
∑ X : jumlah skor dalam distribusi X
∑ Y : jumlah skor dalam distribusi Y
∑ X Y : jumlah kuadrat masing-masing skor X N : jumlah subjek15
Untuk menentukan keeratan hubungan/korelasi antar variabel dan variabel , berikut ini diberikan nilai r sebagai patokan16:
r = 0; tidak ada korelasi
14Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan PenelitiPemula (Bandung:
Alfabeta, 2008), h. 1
15 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan ( Cet. 16; Bandung: Alfabeta, 2013), h. 146
16Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro, Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur) (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 223.
0 < r ≤ 0,20 ; korelasi sangat rendah/lemah sekali
0,20 < r ≤ 0,40 ; korelasi rendah/lemah tapi pasti
0,40 < r ≤ 0,70 ; korelasi yang cukup berarti
0,70 < r ≤ 0,90 ; korelasi yang tinggi ; kuat
0,90 < r < 1,00 ; korelasi sangat tinggi; kuat sekali, dapat diandalkan
r = 1 ; korelasi sempurna.
b. Pengujian hipotesis
Pengujian statistiknya digunakan rumus:
0 0
b
b B
t S
…17
Adapun syarat pengujian hipotesis yaitu:
(tidak ada pengaruh terhadap ) : 0 (terdapat pengaruh terhadap )
Jika -tα/2 < t < tα/2, maka diterima dan ditolak, artinya tidak ada pengaruh variabel terhadap variabel . Begitupun sebaliknya, jika t > tα/2 atau t < - tα/2, maka ditolak dan diterima, artinya terdapat pengaruh antara variabel terhadap variabel .18 tα/2 diperoleh dari daftar distribusi t dengan taraf signifikan α = 0,05.
17Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik 2 Statistik Inferensial, h. 227.
18Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik 2 Statistik Inferensial, h. 154.
e. Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi ganda adalah pengembangan dari analisis regresi sederhana.
Kegunaannya yaitu untuk meramalkan nilai variabel terikat (Y) apabila variabel bebas minimal dua atau lebih.19 Analisis regresi ganda digunakan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial terhadap prestasi belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Bontonompo Kabupaten Gowa.
a. Persamaan Regresi Linear Berganda
Persamaan yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Y = a + b1 X1 + b2 X2 Keterangan :
Y = Variabel Terikat (prestasi belajar) a = Nilai konstanta
X1 dan X2 = Variabel Bebas (X1 = kecerdasan logis-matematis, X2 = kecerdasan visual-spasial).
b1.2 = koefisien regresi20 b. Kesalahan Baku Regresi
1) Menghitung kesalahan baku regresi
19Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula, h. 155.
20Misbahuddin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik Edisi Ke-2 (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h. 89.
2) Menghitung kesalahan baku regresi b
c. Mencari Koefisien Korelasi Ganda
d. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis bagi koefisien regresi berganda atau regresi parsial parameter B1 dan B2 dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu pengujian hipotesis bersama dan pengujian hipotesis individual. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis yang digunakan yaitu hipotesis bersama.
Pengujian hipotesis bersama merupakan pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
Langkah-langkah pengujiannya yaitu sebagai berikut:
1). Menentukan formulasi hipotesis
H0 : B1 = B2 = 0 (tidak ada pengaruh X1 dan X2 terhadap Y) H1 : B1≠B2≠0 (ada pengaruh X1 dan X2 terhadap Y)
2). Menentukan taraf nyata (α) dengan f tabel:
(db) = n-k-1
3). Menentukan kriteria pengujian Menentukan nilai uji statsitik
=
4). Membuat kesimpulan
Menyimpulkan apakah H0 diterima atau ditolak
Jika Fhitung≤Ftabel maka H0 diterima dan jika Fhitung<Ftabel makaH0 ditolak
Dapat disimpulkan bahwa teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data inferensial. Adapun teknik analisis data inferensial mencakup uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat diantaranya uji normalitas dan uji linearitas.Uji hipotesis yaitu uji t dan uji F untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial terhadap prestasi belajar matematika peserta didik.
56 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini adalah jawaban atas rumusan masalah yang peneliti tetapkan sebelumnya, dimana terdapat 3 rumusan masalah. Pada rumusan masalah 1,2 dan 3 akan dijawab dengan menggunakan analisis inferensial sekaligus menjawab hipotesis yang telah ditetapkan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Bontonompo kabupaten Gowa. Mengambil data kedua variabel tersebut menggunakan angket. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial menggunakan uji prasyarat, regresi sederhana, regresi berganda, dan uji hipotesis.
Berikut ini hasil penelitian yang peneliti dapatkan setelah melakukan penelitian:
Pada bagian ini akan dibahas tentang rumusan masalah yang pertama menggunakan statistik inferensial. Pada bagian ini akan diketahui ada tidaknya pengaruh kecerdasan logis-matematis terhadap prestasi belajar matematika.
a. Uji Prasyarat 1) Uji Normalitas
Pengujian Normalitas data dilakukan terhadap data kecerdasan logis-matematis yang dilakukan pada masing-masing kelompok dengan menggunakan
teknik Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS versi 20.0. Berdasarkan analisis uji prasyarat yang diperoleh, maka kesimpulan hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
a) Pengujian Normalitas Kecerdasan logis-matematis Tabel 4.1
Uji Normalitas Kecerdasan Logis-matematis dengan SPSS 20.0
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kecerdasan logis-matematis
N 96
Normal Parametersa,b Mean 72,01
Std. Deviation 6,393
Asymp. Sig. (2-tailed) ,080
a. Test distribution is Normal.
Pengujian normalitas dilakukan pada kecerdasan logis-matematis. Taraf signifinikan yang ditetapkan adalah = 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan dengan SPSS 20.0 maka diperoleh sig. adalah 0,080 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data kecerdasan logis-matematis berdistribusi normal karena nilai sig. lebih besar dari atau (0,080> 0,05).
b) Pengujian Normalitas Data Kecerdasan Visual-Spasial Tabel 4.2
Uji Normalitas kecerdasan Visual-Spasial dengan SPSS 20.0
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kecerdasan visual-spasial
N 96
Normal Parametersa,b Mean 62,16
Std. Deviation 7,940
Most Extreme Differences
Absolute ,097
Positive ,097
Negative -,068
Kolmogorov-Smirnov Z ,947
Asymp. Sig. (2-tailed) ,332
a. Test distribution is Normal.
Pengujian normalitas dilakukan pada kecerdasan visual-spasial. Taraf signifinikan yang ditetapkan adalah = 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan dengan SPSS 20.0 maka diperoleh sig. adalah 0,332 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data kecerdasan visual-spasial berdistribusi normal karena nilai sig. lebih besar dari atau (0,332> 0,05).
c) Pengujian Normalitas Data Prestasi Belajar Matematika Tabel 4.3
Uji Normalitas Prestasi Belajar Matematika dengan SPSS 20.0
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Prestasi belajar matematika
Asymp. Sig. (2-tailed) ,209
a. Test distribution is Normal.
Berdasarkan hasil output SPSS di atas, dapat dilihat bahwa sign sebesar 0,209 dan taraf signifikasni yang ditetapkan adalah = 0,05 dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa data prestasi belajar matematika peserta didik kelas VIII pada SMP Negeri 4 Bontonompo berditribusi normal karena (sig. = 0,209 > = 0,05)
Tabel 4.4
Rangkuman Hasil Uji Normalitas
Variabel K-SZ Sig Keterangan
Kecerdasan Logis-Matematis (X1) 1,269 0,080 Normal Kecerdasan Visual-Spasial (X2) 0,947 0,332 Normal Prestasi Belajar Matematika (Y) 1,062 0,209 Normal 2.) Uji Linearitas
Tabel 4.5
Uji Linearitas Kecerdasan Logis-matematis terhadap Prestasi Belajar SPSS 20.0
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil uji linieritas kecerdasan logis-matematis terhadap prestasi belajar matematika diperoleh hasil sig. (0,913 >
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil uji linieritas kecerdasan logis-matematis terhadap prestasi belajar matematika diperoleh hasil sig. (0,913 >