• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

K. Hipotesis Statistik

2. Jika kelompok sampel tersebut heterogen, maka Uji Beda Rata-Rata (Uji t) menggunakan rumus sebagai berikut:

̅̅̅ ̅̅̅

Setelah diperoleh nilai statistik hitung, kemudian mencari nilai dalam statistik tabel dengan taraf kepercayaan 95 %. Selanjutnya membandingkan statistik hitung dengan statistik tabel. Jika t hitung lebih besar daripada t tabel maka H ditolak dan Ha diterima.

K. Hipotesis Statistik

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. H = 1 = 2 : Tidak Ada Perbedaan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII di MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat dengan yang menggunakan metode

Cooperatif Integrated and Reading Composition (CIRC) dan metode

Think pair Share (TPS).

2. Ha = 1 2 : Ada Perbedaan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII di MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat dengan yang menggunakan metode

Cooperative Integrated and Reading Composition (CIRC) dan metode

Keterangan:

H = Hipotesis Nol

Ha= Hipotesis Alternatif

= Hasil belajar siswa dengan metode Cooperative Integrated and Reading Composition (CIRC).

53

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

1. Gambaran Umum MTs. Jam’iyyatul Khair

a. Sejarah Berdirinya MTs. Jam’iyyatul Khair

Madrasah Tsanawiyah Jam’iyyatul Khair merupakan lembaga yang dikelola oleh sebuah yayasan yang bernama "Yayasan Pendidikan Jam’iyyattul Khair", yang pendiriannya dikukuhkan berdasarkan akta notaris nomor 70 Tanggal 31 Maret 1988 melalui notaris KGS Zainal Arifin SH. Madrasah Tsanawiyah Jam’iyyatul Khair berdiri di atas tanah wakaf seluas 1160 m2. Mulai beroperasi pada tahun 1987 berdasarkan izin operasional yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Barat Nomor: Wi/Bg.010.1.3/205/1987 tanggal 20 Juli 1987. Berdasarkan izin tersebut, maka secara sah MTs. Jam’iyyatul Khair dapat menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dengan baik.

Kepercayaan yang besar yang diberikan masyarakat kepada lembaga membuat Jam’iyyatul Khair terus berusaha meningkatkan kualitas lembaga pendidikannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menaikkan jenjang akreditasi madrasah. Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Barat Nomor Wi/I/PP.03.2/212/1999 tanggal 17 Juni 1999, Madrasah Tsanawiyah Jam’iyyatul Khair berhasil mengubah statusnya menjadi Diakui.

konsekuensi pada peningkatan profesionalisme individu-individu yang terlibat di dalam lembaga. Dalam hal peningkatan sumber daya pendidik, MTs. Jam’iyyatul Khair memiliki strategi rekrutmen tenaga kependidikan yang selektif berdasarkan kecakapan-kecakapan khusus yang dipersyaratkan. Latar belakang pendidikan, jenjang pendidikan, serta prestasi akademik calon guru menjadi prasyarat yang diutamakan. Saat ini, MTs. Jam’iyyatul Khair memiliki 15 orang tenaga pendidik yang merupakan alumnus beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Dan MTs. Jam’iyyatul Khair membimbing dan mendidik siswa yang sampai saat ini berjumlah 159 siswa.

Selanjutnya, era informasi dan teknologi yang maju begitu pesat menuntut Jam’iyyatul Khair agar mampu beradaptasi dengan segala bentuk kemajuan zaman. Penyesuaian diri pada perkembangan diwujudkan dengan penambahan sarana pen-dukung kegiatan belajar siswa. Lalu kemudian, pada tahun 2000 Jam’iyyatul Khair bersama dengan masyarakat melengkapi sarana laboratorium komputer untuk lembaga pendidikannya. Saat berdiri, sepuluh unit komputer melengkapi laboratorium tersebut. Berikutnya, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan komputer, maka pada tahun ajaran 2002/2003, MTs. Jam’iyyatul Khair meresmikan pendidikan komputer sebagai salah satu muatan lokal (MULOK) bagi para peserta didiknya.

Masih dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikannya, pada tahun 2003 MTs. Jam’iyyatul Khair melengkapi lagi beberapa program ekstrakurikuler bagi siswanya dalam bentuk kegiatan Pramuka dan Paskibra. Kegiatan ini merupakan satu bentuk syiar bagi lembaga dalam mempromosikan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Dan sebagai upaya meningkatkan rasa cinta akan bangsanya ( Nasionalisme) dan kualitas disiplin siswa.

1. Nama Madrasah : MTs. JAM’IYYATUL KHAIR

2. Alamat :

Jalan : Wr. Supratman , No. 35, RT 002/06

Desa : Cempaka Putih

Kecamatan : Ciputat Timur

Kota/ Kab. : Tangerang Selatan

Propinsi : Banten

3. Nama dan Alamat Yayasan / Penyelenggara Madrasah :

YAYASAN PENDIDIKAN JAM’IYYATUL KHAIR

4. Alamat Yayasan / Penyelenggara Madrasah :

Jl. WR Supratman No. 35 Rt. 002/06 Kelurahan Cempaka Putih – Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan - Banten

5. NSS/NSM/NSD : 212 280 406 047

6. Jenjang Akreditasi : Peringkat B ( Baik )

7. Tahun Didirikan : 1986

8. Tahun beroprasi : 1986

9. Kepemilikan Tanah : Milik Yayasan dan Menyewa a. Surat Tanah : Sertifikat Wakaf

b. Luas Tanah : Wakaf : 1160 M2 Sewa : 165 M2 10. Status bangunan : Milik Yayasan

11. Luas bangunan : 376 M2

12. Data Siswa Dalam 5 Tahun Terakhir :

Tabel 6

KELAS JUMLAH SISWA

2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010

VII 46 49 50 62 59

VIII 63 48 45 50 59

IX 41 61 45 43 48

JUMLAH 150 158 140 155 166

13.Keadaan Ruang Kelas :

a. Kelas VII = 1 Ruang : Kondisi Baik b. Kelas VIII = 1 Ruang : Kondisi Baik c. Kelas IX = 1 Ruang : Kondisi Baik

u dan Karyawan di MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat. Tabel 7

Keadaan Guru dan Karyawan MTs. Jam'iyyatul Khair Ciputat

No Nama Pendidikan Terakhir Jabatan/Mengajar

Mata Pelajaran

Jenjang Fak Jur

1 Drs. Sukirman S-1 Ushuludin Dakwah Kep. Sekolah / SKI

2 Saenih, S.Ag S-1 Tarbiyah PAI Wakamad / Fiqih

3 Ratu Ifa Maftuchah, S.Ag S-1 Tarbiyah B. Arab Bid. Peribadatan/ B.Arab

4 Syamsiyah PGAN - - SBD

5 Dra. Romlah. S S-1 Tarbiyah IPS IPS/BQ

6 Ir. Siti Khairunnisa S-1 Pertanian Pertamanan Wl. Kelas VIII-1 / Biologi

7 Dra. Rosyidah S-1 Tarbiyah B. Indonesia Bimb. Konseling /

B.INDO

8 Sarim S-1 Tarbiyah B. Arab Pembina OSIS /

Qurdist, Penjas

9 Zuhrul Huda S-1 Tarbiyah B. Inggris B. Inggris

10 Mualifatul Istianah, S.Pd.I S-1 Tarbiyah SKI Bid. Kurikulum

SKI/BQ/MULOK

11 Suheri Mukti, S.Ag S1 Ushuludin Tafsir-Hadits A. Akhlak/BQ

12 Abkoriah, S.Pd S1 Tarbiyah Pendidikan

Matematika Matematika 13 Sainah SMUN - - TU 14 Ismail SMK - - TU 15 Amelia MAN - - TU 16 Ahmad SMP - - Kebersihan 17 Abdurrahman SD - - Kemanan

Visi dan Misi MTs. Jam’iyyatul Khair

1) Visi

Islami, Cerdas dan Ke Indonesiaan

2) Misi

a) Mengintegrasikan kurikulum Nasional dengan nilai – nilai ke-Islaman.

b) Mengembangkan kurikulum Muatan lokal yang berbasis ke-Islaman.

c) Memaksimalkan potensi dan daya nalar siswa dalam proses pembelajaran.

d) Mengoptimalkan sarana dan pra sarana pendidikan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran yang efektif.

e) Menyelenggarakan pembinaan ke-Indonesiaan melalui aktifitas belajar intra maupun ekstra kurikuler.

c. Struktur Organisasi MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat

STRUKTUR ORGANISASI

MTs. JAM’IYYATUL KHAIR CIPUTAT

YAYASAN T U SAINAH KOMITE Drs. TB. AMAN SYIHABUDDIN KEPALA MADRASAH Drs. SUKIRMAN WALI KELAS PKM PERPUSTAKAAN Dra. Romlah PKM KURIKULUM & PENGAJARAN

Mualifatul Istianah, S.Pd.I

PKM KESISWAAN/B

Dra. Rosyidah

PKM IBADAH Ratu Ifa M., S.Ag

OSIS &EKSTRAKURIKULE

R

a. Praktik Pembelajaran Metode Cooperative Integrated and Reading Composition (CIRC)

Dalam penerapan metode ini siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Di mana siswa dapat mengeluarkan ide serta pendapatnya dalam presentasi kelompok. Dalam metode Cooperative Integrated and Reading Composition diawali dengan, guru memberikan pretest.

Tahap kedua penerapan metode Cooperative Integrated and Reading

composition, guru memberikan sedikit penjelasan tentang materi

Memahami Kegiatan Ekonomi Masyarakat di kelas VII-1. Tahap ketiga, siswa di bagi ke dalam kelompok yang masing-masing berjumlah 4 orang secara heterogen. Tahap keempat guru membagikan wacana atau artikel yang berkaitan dengan topik pembelajaran. Setelah masing-masing kelompok menerima wacana atau artikel tersebut. Tahap kelima siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana atau artikel dan ditulis pada selembar kertas. Tahap keenam setiap masing-masing kelompok mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok. Tahap terakhir dari metode cooperative

Integrated and Reading Composition adalah guru memberikan kesempatan

kepada para siswa untuk bertanya, guru menyimpulkan materi bersama-sama dengan siswa. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, setelah pelaksanaan metode Cooperative Integrated and Reading Composition, guru memberikan posttest.

Penerapan metode Cooperative Integrated and Reading Composition

ini dalam pembelajaran dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, pada pertemuan pertama penerapan metode Cooperative Integrated and Reading Compostion, berdasarkan pengamatan (observasi) suasana kelas terlihat kurang kondusif, hal ini terlihat dari suasana kelas yang berisik dalam pembagian kelompok. Pada penerapan metode Cooperative Integrated and Reading Composition pertemuan kedua, suasana kelas dalam keadaan lebih kondusif dari pertemuan sebelumnya, hal ini terlihat

sebelumnya bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran harus dilakukan dengan tenang dan saling menghargai sesama teman dan anggota kelompok harus melakukan peranya masing-masing.

b. Praktik Pembelajaran Metode Think Pair Share

Dalam penerapan metode Think Pair Share ini siswa terlibat langsung dalam proses diskusi dalam skala kecil. Dalam metode Think Pair Share diawali dengan, guru memberikan pretest.

Tahap kedua penerapan metode Think Pair Share, guru menjelaskan sedikit tentang materi Memahami Kegiatan Ekonomi Masyarakat di kelas VII-2. Tahap ketiga, guru mengajukan pertanyaan tentang materi yang telah diajarkan. Tahap keempat guru meminta siswa berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka masing-masing peroleh, kemudian mereka saling berinteraksi untuk menyatukan jawaban mereka atas pertanyaan tersebut. Tahap selanjutnya guru meminta pasangan-pasangan tersebut berbagi kepada seluruh siswa kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan.

Tahap terakhir dari metode Think Pair Share ini guru memberikan siswa kesempatan unuk bertanya dan menyimpulkan hasil belajar secara bersama-sama. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, setelah pelaksanaan metode Think Pair Share, guru memberikan posttest.

Penerapan metode Think Pair Share ini dalam pembelajaran dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, pada pertemuan pertama penerapan metode Think Pair Share berdasarkan pengamatan (observasi) suasana kelas terlihat kurang kondusif, hal ini terlihat dari suasana kelas yang gaduh karena siswa belum memahami pelaksanaan metode Think Pair Share ini. Pada penerapan metode Think Pair Share pertemuan kedua, suasana kelas dalam keadaan lebih kondusif dari pertemuan sebelumnya, hal ini terlihat dari suasana gaduh berkurang karena ada kesepakatan sebelumnya bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran harus

c. Data Hasil Belajar IPS Siswa

1. Data Hasil Belajar IPS Siswa Kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition

a) Hasil Pretest Kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition

Nilai yang diperoleh siswa dari pretest yang dilakukan terhadap kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 8

Data Hasil Pretest Siswa Kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition N Jumlah Nilai Nilai Terendah Nilai Tertinggi

Mean Median Modus Varians Simpangan Baku

40 1375 26 73 50,29 53 43

dan 53

144,91 12,03

b) Hasil Posttest Kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition

Nilai yang diperoleh siswa dari Posttest yang dilakukan terhadap kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 9

Data hasil Posttest Siswa Kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition N Jumlah Nilai Nilai Terendah Nilai Tertinggi

Mean Median Modus Varians Simpangan Baku

a) Hasil Pretest Kelompok Think Pair Share

Nilai yang diperoleh siswa dari pretest yang dilakukan terhadap kelompok Think Pair Share (TPS) dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 10

Data Hasil Pretest Siswa Kelompok Think Pair Share N Jumlah Nilai Nilai Terendah Nilai Tertinggi

Mean Median Modus Varians Simpangan Baku

41 903 16 60 39,26 36 36 82,74 9,09

b) Hasil Posttest Kelompok Think Pair Share

Nilai yang diperoleh siswa dari Posttest yang dilakukan terhadap kelompok Think Pair Share dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 11

Data Data hasil Posttest Siswa Kelompok Think Pair Share N Jumlah Nilai Nilai Terendah Nilai Tertinggi

Mean Median Modus Varians Simpangan Baku

41 1588 60 80 69,04 70 70 33,13 5,75

B. Uji Persyaratan Analisis Data 1. Uji Normalitas Data

a. Uji Normalitas Data Pretest Kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition

Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji normalitas (Liliefors). Kriteria uji normalitas adalah Ho diterima jika, . Dengan diterimanya Ho berarti data dalam penelitian berasal dari populasi berdistribusi normal, jika Ho ditolak berarti data berasal dari populasi berdistribusi tidak normal.

Cooperative Integrated and Reading Composition sebesar 0,06. Jika dikonsultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi = 0.05 dan N = 27 diperoleh 0,03. Dengan demikian Ho ditolak karena

(0,08 Dapat disimpulkan bahwa data prestes kelompok

Cooperative Integrated and Reading Composition berdistribusi tidak normal.

b. Uji Normalitas Data Posttest Kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition

Setelah dilakukan perhitungan, diperoleh posttest kelompok

Cooperative Integrated and Reading Composition sebesar 0,13. Jika dikonsultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi = 0.05 dan N = 27 diperoleh 0,03. Dengan demikian Ho ditolak karena (0,13 ). Dapat disimpulkan bahwa data posttest

kelompok Cooperative Integrated and Reading Composition

berdistribusi tidak normal.

c. Uji Normalitas Data Pretest Kelompok Think Pair Share

Setelah dilakukan perhitungan, diperoleh pretest kelompok

Think Pair Share sebesar 0,21. Jika dikonsultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi = 0.05 dan N = 23 diperoleh 0,03. Dengan demikian Ho ditolak karena (0,21 ). Dapat disimpulkan bahwa data pretest kelompok Think Pair Share

berdistribusi tidak normal.

d. Uji Normalitas Data Posttest Kelompok Think Pair Share

Setelah dilakukan perhitungan, diperoleh posttest kelompok

Think Pair Share sebesar 0,20. Jika dikonsultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi = 0.05 dan N = 23 diperoleh 0,03. Dengan demikian Ho ditolak karena (0,20 ). Dapat disimpulkan bahwa data posttest kelompok Think Pair Share berdistribusi tidak normal.

a. Uji Homogenitas Data Pretest

Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang homogen atau tidak, maka dilakukan uji homogenitas dengan Uji Fisher. Kriteria uji homogenitas adalah Ho diterima jika , atau Ho ditolak jika . Dengan diterimanya Ho berarti data dalam penelitian berasal dari populasi yang homogen, jika Ho ditolak berarti data berasal dari populasi yang tidak homogen.

Hasil perhitungan uji homogenitas data pretest diperoleh sebesar 1,75. Jika dikonsultasikan dengan pada taraf signifikansi 0,05 dengan db penyebut 26 dan db pembilang 22 diperoleh sebesar 1,98. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa data pretest berasal dari populasi yang homogen, karena ( ).

b. Uji Homogenitas Data Posttest

Hasil perhitungan uji homogenitas data posttest diperoleh sebesar 2,38. Jika dikonsultasikan dengan pada taraf signifikansi 0,05 dengan db penyebut 22 dan db pembilang 26 diperoleh sebesar 1,95. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa data posttest tidak berasal dari populasi yang homogen, karena ( ).

Dokumen terkait