BAB II TINJAUAN PUSTAKA dan KERANGKA PEMIKIRAN
2.4. Hipotesis
Hipotesis menurut Sugiyono (2013:64) adalah merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
1. H01 : Tidak ada pengaruh jangka waktu kredit terhadap kredit macet.
Ha1 : Terdapat pengaruh jangka waktu kredit terhadap kredit macet.
2. H02 : Tidak ada pengaruh suku bunga kredit terhadap kredit macet Ha2 : Terdapat pengaruh suku bunga kredit terhadap kredit macet 3. H03 : Tidak ada pengaruh jaminan pinjaman terhadap kredit macet
Ha3 : Terdapat pengaruh jaminan pinjaman terhadap kredit macet
4. H04: Tidak ada pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman terhadap kredit macet
Ha4 :Terdapat pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman terhadap kredit macet
28
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah studi kasus, data yang diperoleh kemudian dianalisis selanjutnya ditarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya.
Metode penelitian deskriptif kuantitatif merupakan suatu penelitian yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena, peristiwa, gejala dan kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis serta akurat. Fenomena dapat berupa bentuk, aktivitas, hubungan, karakteristik serta persamaan maupun perbedaan antar fenomena.
Menurut Sugiyono (2017:14) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif dapat menggambarkan variabel bebas dan variabel terikat serta memberikan pengaruh dari variabel bebas ke variabel terikat melalui pengujian hipotesis.
3.2 Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2017:80), defenisi populasi adalah wilayah generalisasi yang trdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang memiliki peminjam Kredit Usaha Rakyat sebanyak 105 nasabah, Kredit Multi Guna sebanyak 137 nasabah dan Kredit Angsuran Lainnya sebanyak 21 nasabah pada tahun 2018 hingga tahun 2020 di PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan. Jadi total jumlah kasus kredit macet adalah sebanyak 263 kasus yang menjadi populasi dalam penelitian ini. Karena banyaknya jumlah populasi yang ada jadi yang diteliti dalam penelitian ini diambil sebagian sampel untuk mewakili jumlah populasi.
2. Sampel
Menururt Sugiyono (2017:81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
Dalam penelitian ini diperoleh sampel yang digunakan adalah sebagian nasabah yang menerima kredit dari PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan dari tahun 2018 hingga 2020 namun mengalami kemacetan saat pembayaraan.
Sampel di ambil dengan rumus Isaac dan Michael : ƛ2 NP (1-P)
S =--- d2 (N-1) + ƛ2 P (1-P)
Keterangan :
S = ukuran sampel yang diperlukan N = jumlah anggota populasi
P = proporsi populasi=0.50 (maksimal sampel yang mungkin) d = tingkat akurasi = 0.05
ƛ2 = tabel chi-square sesuai tingkat kepercayaan 0.95 = 1.841
Jadi sampel yang digunakan sebanyak 109 nasabah yang dihitung sebagai berikut:
1.841 X 263X0.50X(1-0.50)
S= --- 0.052 (263-1) +1.841X0.50( 1- 0.50) 121,04575
= --- 1,11525
= 108,5369 = 109 nasabah 3. Teknik Sampling
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Menurut Sugiyono (2017:85), purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel adalah sekelompok atau beberapa bagian dari populasi, nasabah yang diambil harus memenuhi karakteristik sebagai berikut : nasabah mengambil kredit dengan jenis kredit yaitu Kredit Usaha Rakyat, Kredit Multiguna dan Kredit Angsuran Lainnya yang mengalami kemacetan pembayaran kredit pada tahun 2018-2020 di PT.Bank SUMUT KCP Setia Budi. Teknik sampling dilakukan dengan melihat proporsi sampel masing-masing kredit, sampel diambil secara acak.
Proporsi sampel setiap jenis kredit dapat dihitung sebagai berikut : NMKUR 105
KUR = --- X s =--- X 109 = 43,517 = 43 nasabah TNM 263
KUR = kredit usaha rakyat
NMKUR = nasabah macet kredit usaha rakyat TNM = total nasabah macet
S = jumlah sampel
NMKMG 137
KMG = --- X s =--- X 109 = 56,779 = 57 nasabah TNM 263
KMG = kredit multi guna
NMKMG = nasabah macet kredit multi guna TNM = total nasabah macet
S = jumlah sampel
NMKAL 21
KAL = --- X s =--- X 109 = 8,703 = 9 nasabah TNM 263
KAL = kredit angsuran lainnya
NMKAL = nasabah macet angsuran lainnya TNM = total nasabah macet
S = jumlah sampel
Jumlah proporsi setiap jenis kredit diambil dengan tidak disengaja sebanyak proporsi setiap jenis kredit dan jika digabungkan sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan yaitu 109 nasabah.
3.3 Sumber Data
Sumber data secara umum digolongkan menjadi dua :
a) Data primer merupakan jenis data yang diperoleh dan digali dari sumber utamanya (sumber asli), baik berupa data kualitataif maupun data kuantitatif ( melalui observasi, wawancara, maupun kuesioner )
b) Data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain), umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang tersusun dalam arsip.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara – cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Wawancara
Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah.
2. Observasi
Observasi adalah pengamatan langsung objek yang menjadi sumber data guna memperoleh gambaran yang nyata dan sumber catatan yang diperlukan.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan melihat atau menganalisis dokumen atau catatan-catatan dan arsip yang sudah ada.
Metode dokumentasi dalam penelitian ini diperoleh dari website resmi Bank SUMUT berupa catatan / laporan tentang nasabah yang mengalami kredit macet kemudian diambil sesuai dengan kebutuhan dan kemudian data tersebut diolah ke dalam bentuk statistik.
3.5 Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Dalam penelitian ini terdapat empat jenis variabel yang digunakan yaitu : a. Variabel dependen yaitu kredit macet (Y).
b. Variabel independen :Jangka waktu (X1), Suku bunga (X2), Jaminan bank sebagai jaminan atas pinjaman
3.6 Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda (multiple linear regression). Menurut Sugiyono (2017 : 275) analisis regresi linear merupakan suatu model dimana variabel terikat tergantung dua atau lebih variabel bebas. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat.
Dalam analisis regresi linear berganda dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
3.6.1 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dapat dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut : 3.6.1.1 Uji Normalitas
Uji normalitas akan menguji data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Uji asumsi klasik normalitas dapat dilakukan dengan cara normal probability plot, cara ini membandingkan data riil dengan data distribusi normal secara kumulatif. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika garis data riil mengikuti garis diagonal.
3.6.1.2 Uji Multikolinieritas
Uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi linier berganda yang terdiri atas dua atau lebih variabel bebas atau independent variable. Dimana menentukan ada tidaknya multikolinieritas dapat digunakan cara yaitu dengan:
a. Nilai tolerance adalah besaran tingkat kesalahan yang dibenarkan secara statistik (α).
b. Nilai variance inflation factor (VIF) adalah faktor inflasi penyimpangan baku kuadrat
Nilai tolerance (α) dan variance inflation factor (VIF) dapat dicari dengan menggabungkan kedua nilai tersebut sebagai berikut:
- Besar nilai tolerance (α) : α = 1/VIF
- Besar nilai variance inflation factor (VIF) : VIF=1/α
Variabel bebas mengalami multikolinieritas jika :α hitung < α dan VIF hitung
> VIF
3.6.1.3 Uji Heterokedastisitas
Dalam persamaan regresi linier berganda perlu diuji mengenai sama atau tidak varians dari residual observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya mempunyai varians yang sama disebut juga Homokedastisitas dan jika varians tidak sama atau berbeda disebut terjadi Heterokedastisitas. Persamaan regresi yang baik jika tidak terjadi heterokedastisitas. Analisis uji asumsi heterokedastisitas hasil output SPSS melalui grafik scatterplot antara Z prediction (ZPRED) yang merupakan variabel bebas ( sumbu X = Y hasil prediksi) dan nilai residualnya (SPRESID) merupakan variabel terikat (sumbu Y=Y prediksi-Y riil).
Homokedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik hasil pengolahan data antara ZPRED dan SRESID menyebar di bawah maupun di atas titik origin (angka 0) pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola yang teratur.
Heterokedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titiknya mempunyai pola yang teratur baik menyempit, melebar maupun pola yang bergelombang-gelombang.
3.6.1.4 Uji Autokorelasi
Autokorelasi dapat diartikan sebagai korelasi yang terjadi di antara anggota-anggota dari serangkaian observasi yang derderetan waktu (apabila datanya time series) atau korelasi antara tempat berdekatan (apabila cross sectional). Adapun uji yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya penyimpangan asumsi klasik ini adalah uji Durbin Watson (D-W stat) dengan ketentuan sebagai berikut (Sujianto, 2009:80) :
1. 1,65 < DW < 2,35 maka tidak ada autokorelasi.
2. 1,21 < DW < 1,65 atau 2,35 < DW < 2,79 maka tidak dapat disimpulkan.
3. DW < 1,21 atau DW >2,79 maka terjadi autokorelasi.
3.6.2 Persamaan Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis besarnya hubungan dan pengaruh variabel independen yang jumlahnya lebih dari dua.
Bentuk persamaan regresi dengan 3 variabel independen adalah : Y'=a + b1X1 + b2X2 + b3X3
Dimana :
Y' :besarnya kredit macet a :nilai konstan
b1,b2,b3 :koefisienvariabel jangka waktu, suku bunga, jaminan pinjaman
X1 :jangka waktu
X2 :suku bunga
X3 :jaminan pinjaman
3.6.3 Uji Hipotesis 3.6.3.1 Uji Parsial (Uji t)
Uji parsial atau uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1,X2, X3 ) secara persial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y).Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji t yaitu :
1) Menyusun hipotesis
Variabel bebas berpengaruh tidak nyata apabila nilai koefisiennya sama dengan nol, sedangkan variabel bebas akan berpengaruh nyata apabila nilai koefisiennya tidak sama dengan nol.
Hipotesisnya sebagai berikut : H0 : b1 = b2 = b3 = 0
Ha : b1≠b2≠ b3 ≠ 0
2) Menentukan nilai thitung
thitung dapat dilihat pada tabel pengolahan data 3) Menentukan nilai ttabel
Tabel distribusi t dicari pada a=5% : 2 = 2.5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen)
4) Keputusan
Jika thitung>ttabel pada α sebesar 0.05 atau jika thitung pada P-value<0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jika thitung≤ ttabel pada α sebesar 0.05 atau jika thitung pada P-value ≥ 0.05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.
3.6.3.2 Uji Keseluruhan (Uji F)
Uji keseluruhan atau uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1, X2, X3 ) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Selain itu, bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas memiliki koefisien regresi sama dengan nol. Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji F yaitu :
1. Menyusun hipotesis
Hipotesis yang ingin diuji adalah kemampuan variabel bebas menjelaskan tingkah laku variabel tidak bebas. Penyusunan hipotesis selalu ada hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis nol selalu mengandung unsur kesamaan, maka dapat dirumuskan hipotesis nol adalah koefisien regresi sama dengan nol.
Sedangkan hipotesis alternatif adalah koefisien regresi tidak sama dengan nol.
Rumusan hipotesisnya sebagai berikut : H0 : b1 = b2 = b3 = 0
Ha : b1≠b2≠ b3 ≠ 0
2. Menentukan nilai Fhitung
Fhitung dapat dilihat pada tabel pengolahan data.
3. Menentukan Ftabel
Ftabel dapat dicari dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, a= 5%, df 1 (jumlah variabel-1), dan df 2 (n-k-1) (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen).
4. Keputusan
Jika Fhitung> Ftabel pada α sebesar 0.05 atau jika Fhitung pada P-value<0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jika Fhitung≤ Ftabel pada α sebesar 0.05 atau jika Fhitung pada P-value ≥ 0.05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.
3.6.3.3 Uji Koefisien Determinasi (Uji R Square)
Analisis determinasi (R square) berfungsi untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Koefisien determinasi pada dasarnya adalah untuk memeriksa apakah model regresi yang terestimasi cukup baik atau tidak. Nilai koefisien determinasi R square berkisar antara 0 dan 1. Jika nilai koefisien determinasi R square semakin mendekati 1 maka semakin baik model regresi atau kemampuan model yang digunakan sebagai model prediktif semakin kuat dan dapat dibenarkan, yang berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat. Demikian sebaliknya, jika nilai koefisien determinasi R square semakin mendekati nol berarti kemampuan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variabel-variabel terikat adalah bebas.
40
BAB IV
ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1 Sejarah Singkat PT Bank SUMUT
Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara didirikan pada tanggal 4 Nopember 1961 dengan sebutan BPSU. Sesuai dengan ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah Tingkat I Sumatera Utara maka pada tahun 1962 bentuk usaha dirubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan modal dasar sebesar Rp.100 Juta dengan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Tingkat I dan Pemerintah Daerah Tingkat II se Sumatera Utara.
Pada tahun 1999, bentuk hukum BPDSU dirubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara disingkat PT.Bank Sumut yang berkedudukan dan berkantor pusat di Medan, Jl. Imam Bonjol No.18 Medan. Modal dasar pada saat itu menjadi Rp.400 milyar yang selanjutnya modal dasar kembali ditingkatkan menjadi Rp.500 milyar. Laju pertumbuhan Bank Sumut kian menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dilihat dari kinerja dan prestasi yang diperoleh dari tahun ke tahun dan membuka cabang yang tersebar di seluruh Sumatera Utara salah satu di antaranya adalah Bank Sumut KCP Setia Budi.
PT Bank SUMUT Cabang Pembantu Setia Budi adalah Bank Umum Milik Daerah (BUMD) yang dahulunya hanya sebuah kantor kas, sesuai dengan surat keputusan Direksi PT Bank SUMUT Nomor: 088/DIRDP-PP/SK/2005 Tanggal 5
Juli 2005 tentang pedoman pembukuan kantor kas PT Bank SUMUT Setia Budi beralamat di Setia Budi komplek Milala Mas Nomor A/6 dengan induk kantor cabang medan I, dengan awal pimpinan Syafrijal Syah dengan memiliki satpam 3 orang, outsourching 2 orang, teller 2 orang customer service 1 orang back office 1 orang dan overbooking. Kantor kas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai unit penghimpun dana tetapi juga berfungsi menyalurkan kredit guma untuk kelangsungan usaha calon debitur yang berdomisili diwilayah kerja kantor kas khusunya kredit skala kecil sesuai dengan visi dan misi PT Bank SUMUT.
Pada bulan Desember 2005 kepemimipinan digantikan oleh Jansen Manurung. Pada tanggal 26 Oktober 2007 kantor kas tersebut berubah menjadi kantor cabang pembantu sesuai dengan surat keputusan Direksi Nomor:
357/DIR/DPP-PCSK/2007. Selanjutnya, pada 10 Januari 2010 kepemimpinan digantikan oleh Yunita. Dan sekarang Bank Sumut KCP Setia Budi dibawah pimpinan oleh Dana Daulay dengan Fricilia Vina C.T Sitorus sebagai wakil pimpinan.
4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
Adapun visi Bank SUMUT adalah menjadi bank andalan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan perkembangan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka peningkatan taraf hidup rakyat. Untuk melakukan visi tersebut, Bank SUMUT menetapkan misi yang harus dilaksanakan yaitu mengelola dana pemerintah dan masyarakat secara profesional yang didasarkan pada prinsip-prinsip compliance.
4.1.3 Logo Perusahaan
Sumber: Bank SUMUT
Gambar:IV.1 Logo Bank SUMUT
Kata kunci logo adalah “ SINERGY” yaitu kerja sama yang erat sebagai langkah lanjut dalam rangka meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, berbekal kemauan keras yang didasari dengan profesionalisme dan siap memberikan pelayanan yang terbaik. Bentuk logo menggambarkan dua elemen dalam bentuk huruf “U” yang saling berkait bersinergy memebentuk huruf “S” yang merupakan kata awal “SUMUT”. Sebuah penggambaran bentuk kerja sama yang sangat erat antara Bank SUMUT dengan masyarakat Sumatera Utara.
Warna orange sebagai simbol suatu hasrat untuk terus maju yang dilakukan dengan energi yang dipadu dengan warana “ Biru” yang sportif dan profesional. Warna “Putih” sebagai ketulusan hati untuk melayani. Jenis huruf platina bold sederhana dan mudah dibaca, penelitian Bank dengan huruf kecil dan SUMUT dengan huruf kapital guna lebih mengedepankan sumatera utara sebagai gambaran keinginan dan dukungan untuk membangun dan membesarkan Sumatera Utara.
Produk dan jasa Bank Sumut dalam menghimpun dana 1. Tabungan martabe
2. Tabungan martabe gaji
3. Tabungan martabe mahasiswa 4. Tabungan martabe Sumut sejahtera 5. Tabungan martabe bina siswa mandiri 6. Tabungan martabe pension
7. Tabungan martabe school 8. Tabunganku
9. Tabungan Simpeda 10. Tabungan martabe valas 11. Tabungan simple
12. Giro pemerintah dan Giro swasta
13. Deposito rupiah, Deposito valas dan Deposito on call
4.1.4 Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan mekanisme yang terformat dalam pengelolaan suatu organisasi. Struktur organisasi menunjukkan suatu susunan berupa bagan, dimana terdapat hubungan diantara fungsi bagian, status atau pun orang-orang yang menunjukkan tanggung jawab dan wewenang yang berbeda dalam organisasi tersebut. Sesuai dengan surat keputusan direksi PT Bank SUMUT NO. 429/Dir/DSDM-TK/SK/2010 Tanggal 16 Juni 2010.
Berikut adalah uraian tentang struktur organisasi pada PT Bank SUMUT Kantor Cabang Pembantu Setia Budi Medan.
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR CABANG PEMBANTU
(Sesuai SK Direksi No 429/DirDSDM-TK-SK/2010 Tanggal 16 juni 2010)
Sumber : Dokumen Bank SUMUT
Gambar IV.2
Struktur Organisasi Bank SUMUT KCP Setia Budi
4.1.5 Deskripsi Jabatan
Uraian tugas setiap unit pada PT Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan:
a. Pimpinan Cabang Tugas pimpinan cabang:
1. Memimpin, mengkoordinir, mengarahkan, membimbing, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi :
Accout Fricilia Vina C T sitorus
Back Office
a. Kegiatan menghimpun dana, penyaluran kredit, pemasaran jasa-jasa bank dan pemasaran layanan syariah sesuai rencana kerja Bank.
b. Kegiatan administrasi kredit, pengelolaan likuiditas, penyelesaian kredit non lancar pembuatan laporan dan kearsipan sesuai ketentuan yang berlaku.
c. Kepatuhan pejabat dan pegawai terhadap standar operasional prosedur dilingkungan kantor cabang pembantu.
d. Pelaksanaan standar pelayanan Bank SUMUT oleh pejabat dan pegawai dilingkungan kantor cabang pembantu.
e. Menggunakan teknologi informasi oleh pejabat dan pegawai dilingkungan kantor cabang pembantu.
f. Pelaksanaan tata kelola perusahaan oleh pejabat dan pegawai dilingkungan kantor cabang pembantu.
2. Mengajukan rencana anggaran, investasi kantor cabang pembantu untuk dituangkan kedalam rencana kerja anggaran tahunan Bank.
3. Menyusun program kerja kantor cabang pembantu sehubungan dengan upaya pencapaian target rencana kerja dan melakukan pemantauan serta mengevaluasi pelaksanaannya.
4. Memeriksa setiap proses pengambilan keputusan dan memastikan resiko-resiko yang diambil atau setiap keputusan dalam batas toleransi yang tidak merugikan baik bank saat ini atau pun masa yang akan datang.
5. Melaporkan setiap resiko yang berpotensi terjadi atas setiap kegiatan kantor cabang kepada direksi.
6. Memantau dan memastikan serta melaporkan setiap transaksi yang dikategorikan transaksi keuangan tunai dan transaksi keuangan mencurigakan 7. Melakukan evaluasi atas kinerja kantor cabang pembantu.
8. Mengelola dana pemerintah daerah(kantor cabang pembantu yang ada rekening kas daerah) dan menjaga agar tidak beralih ke bank lain.
9. Mengelola dan menggunakan kunci penyimpanan uang dansurat berharga/
surat barang agunan lainya.
10. Mengadakan rapat yang bersifat koordinasi, bimbingan, pengarahan sosaialisasi ketentuan maupun produk baru secara periode dalam rangka peningkatan kinerja, pengetahuan dan pelayanan.
11. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pemimpin cabang tentang langkah langkah yang perlu diambil dibidang tugasnya.
12. Melakukan koordinasi unit kerja dikantor cabang induk maupun unit kerja dibawah kantor cabang lainnya.
13. Membantu laporan terkait operasional bank sesuai ketentuan yang berlaku.
14. Melaksanakan tugas lainnya sesuai fungsi dan aktifitas kantor cabang.
15. Menilai manajemen kinerja pejabat dan pegawai kantor cabang pembantu danmemberikan persetujuan atas penilaian manajemen kinerja pegawai yang dinilai oleh pejabat dibawahnya.
16. Menandatangani/ mengesahkan semua transasksi keuangan, warkat-warkat, laporan-laporan, surat-surat yang berhubungan dengan operasional kantor cabang pembantu sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk warkat kliring dan surat penolakan warkat kliring.
17. Menyetujui pembayaran atas tabungan,deposito dan giro serta transaksi lain nya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
18. Menandatangani perjanjian kredit atau perjanjian membuka kredit serta berkas pencairan kredit sesuai ketentuan yang berlaku.
19. Menandatangani berita acara serah terima barang agunan yang diserahkan kepada debitur.
20. Menandatangani surat pemberitahuan realisasi kredit.
21. Menyetujui dan menandatangani surat jaminan bank (bank garansi) dengan jaminan tunai dan kontrak garansiketentuan yang berlaku.
22. Menandatangani surat-surat dan laporan-laporan yang bersifat intern.
23. Menyetujui biaya-biaya rutin sesuai ketentuan yang berlaku.
24. Melaksanakan rotasi pegawai dalam lingkungan kantor cabang pembantu.
25. Mengusulkan kegiatan promosi diwilayah kerja kantor cabang pembantu dalam rangka menunjang pemasaran produk bank.
26. Memberikan persetujuan atas izin permisi, izin cuti, izin menikah, istirahat melahirkan dan izin melanjutkan pendidikan pejabat dan pegawai kantor cabang pembantu kepada pimpinan cabang induk.
27. Memberikan teguran lisan /tulisan dan merekomendasikan sanksi hukuman atas pelanggaran disiplin pejabat dan pegawai kantor.
b. Wakil Pemimpin Cabang.
Tugas wakil pemimpin cabang :
1. Membantu pimpinan cabang dalam:
a. Kegiatan menghimpun dana, menyalurkan kredit, pemasaran jasa-jasa
bank dan pemasaran layanan syariah sesuai rencana kerja bank.
b. Penyelesaian kredit non lancar, pembuatan laporan dan kearsipan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Memantau kepatuhan pegawai pelaksanaan standar operasional prosedur dilingkungan kantor cabang pembantu.
d. Memantau pelaksanaan standar pelayanan Bank SUMUT oleh pegawai dilingkungan kantor cabang pembantu.
e. Memantau pengunaan teknologi informasi dan pegawai dilingkungan kantor cabang pembantu.
f. Melaksanakan program kerja kantor cabang pembantu sehubungan dengan upaya pencapaian target rencana kerja dan melakukan pemantauan serta mengevaluaisi pelaksanaannya.
2. Memeriksa kebenaran posting transaksi yang diinput ke komputer sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Menyesuaikan cetakan hasil rekapitulasi mutasi kas dengan penerimaan setoran/ pembayaran tunai oleh teller.
4. Memeriksa kebenaran bukti-bukti penerimaan dan pembayaran berkenaan dengan rekening nasabah.
5. Mengadministrasikan daftar warkat-warkat yang akan dikliringkan dan daftar warkat-warkat pemindah bukuan.
6. Mengadministrasikan pembukuan dan penutupan rekening serta membuat dan memelihara buku registrasi nasabah dan daftar hitam(backlist).
7. Mengawasi dan memeriksa tindak lanjuti surat masuk dan surat keluar baik
7. Mengawasi dan memeriksa tindak lanjuti surat masuk dan surat keluar baik