• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH JANGKA WAKTU, SUKU BUNGA DAN JAMINAN PINJAMAN TERHADAP BESARNYA KREDIT MACET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH JANGKA WAKTU, SUKU BUNGA DAN JAMINAN PINJAMAN TERHADAP BESARNYA KREDIT MACET"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)

(Studi kasus pada PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi SyaratMemperoleh Gelar Sarjana EkonomiPada Jurusan Akuntansi

FARIDA KRIS MONITA BR GINTING NIM : 16.21.0150

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INTERNATIONAL BUSINESS MANAGEMENT INDONESIA

MEDAN 2021

(2)
(3)

3

(4)

i ABSTRAK

GINTING, FARIDA KRIS MONITA, 16210150. PENGARUH JANGKA WAKTU, SUKU BUNGA DAN JAMINAN PINJAMAN TERHADAP BESARNYA KREDIT MACET Studi Kasus: PT.BANK SUMUT KCP SETIA BUDI MEDAN. STIE IBMI2021.

Penelitian ini adalah penelitian mengenai pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman terhadap besarnya kredit macet pada PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruhjangkawaktuterhadapbesarnyakreditmacetdi Bank Sumut KCP Setia Budi. 2) Pengaruhsukubungaterhadapbesarnyakreditmacetdi Bank Sumut KCP Setia Budi. 3) Pengaruhjaminanpinjamanterhadapbesarnyakreditmacetdi Bank

Sumut KCP Setia Budi. 4) Pengaruhjangkawaktu,

sukubungadanjaminanpinjamanterhadapbesarnyakreditmacetdi Bank Sumut KCP Setia Budi.

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat dokumen di PT.Bank Sumut Setia Budi Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah kredit macet pada periode 2018-2020 sebanyak 263 kredit macet, sedangkan sampel sebanyak 109 kredit macet yang ditentukan dengan rumus Isaac dan Michael. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi linear berganda Y= -19, 350026 + 1,179X1 + 2,806X2 + 1,423X3. Pengujian hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa ketiga variabel berpengaruh terhadap besarnya kredit macet. Dilihat dari hasil statistik untuk variabel jangka waktu diketahui nilai thitung = 2,020 >ttabel = 1,9828 dengan sig. 0,046 < 0,05, untuk variabel suku bunga diketahui nilai thitung

= 1,484 <ttabel = 1,9828 dengan nilai sig. 0,022 < 0,05, dan untuk variabel jaminan pinjaman diketahui nilai thitung = 18,508 >ttabel = 1,9828 dengan nilai sig. 0,000 <

0,05. Secara simultan jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman berpengaruh terhadap besarnya kredit macet. Dilihat dari nilai Fhitung= 168,432

>Ftabel= 3,15 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Selanjutnya melihat kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen dari angka koefisien determinasi sebesar 0,828 sehingga besarnya kredit macet dapat dijelaskan oleh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman sebesar 82,8% sedangkan sisanya sebesar 17,2% dipengaruhi oleh variabel lain.

Kata kunci:Jangka Waktu, Suku Bunga, Jaminan Pinjaman dan Kredit Macet

(5)

ii ABSTRACT

GINTING, FARIDA KRIS MONITA, 16210150. THE INFLUENCE OF TERM, INTEREST AND CREDIT COLLATERAL TOWARD THE AMOUNT OF BAD DEBTS CASESTUDY: PT.BANK SUMUT KCP SETIA BUDI MEDAN. STIE IBMI 2021.

This study is a study on the influence of term, interest and credit collateral toward the amount of bad debt at PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi. The research aimed to identify: 1) the influence of term to the amount of bad debts at PT.Bank Sumut KCP Setia Budi. 2) the influence of interest to the amount of bad debts at PT.Bank Sumut KCP Setia Budi branch. 3) the influence of credit collateral to the amount of bad debts at PT.Bank Sumut KCP Setia Budi branch.4)the influence of term,interest and credit collateral to the amount of bad debts at PT.Bank Sumut KCP Setia Budibranch eitherpartially or simultaneously.

The type of research used by the researcher is quantitative research method. Technique of data collection was conducted by reviewing documents at PT.Bank Sumut KCP Setia Budi Medan branch. The population in the research was the costumersof bad debts at the period of 2018 to 2020, which consists at 263 bad debts, meanwhile the sampleswere 109 bad debts based on certain determined by Isaac and Michael. Technique of data analysis in the research used analysis of multiple linear regressions.

The result of the research showed the multiple linear regression Y=- 19,350026 +1,179X1 +2,806X2 +1,423X3. Hyphothesis testing (t test) shows that the three variable affect the amount of bad debt. Judging from the statistical results for the terms,the value of tcount 2,020 > ttable 1,9828 with significance 0,046

< 0,05, for the interest variable the value of tcount 1,484 < ttable 1,9828 with significance 0,022 <0,05, and for the credit collateral the value of tcount 18,508 >

ttable 1,9828 with significance 0,000 < 0,05. Simultaneously the term, interest and credit collateral affect the amount of bad debt. Judging from the Fcount 168,432>

Ftable 3,15 with significance 0,000 < 0,05. Next look at the contribution of the independent variable to the dependent variable from the coefficient of determination of 0,828 so that the amount of bad debt can be explained by the tyerm, interest and credit collateral of 82,8% while the remaining 17,2% is influenced by other variables.

Keywords : Term, Interest, Credit Collateral and Bad Debts.

(6)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang telah diberikan-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“ Pengaruh Jangka Waktu, Suku Bunga dan Jaminan Pinjaman Terhadap Besarnya Kredit Macet di PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program Sarjana (S1) pada jurusan akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi International Business Management Indonesia Medan.

Pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, peneliti menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua: Japet Ginting Munte dan Rapenna Br Tarigan Sibero atas semua bantuan, bimbingan, waktu, semangat, dan dukungan.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini dapat terselesaikan karena adanya masukan dan dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Evi Novalin Bako,SS., M.Si., selaku Ketua STIE IBMI Medan.

2. Ibu Richna Handriyani., S.Pd., M.Si selaku ketua jurusan akuntansi

3. Ibu Richna Handriyani., S.Pd., M.Si selaku dosen pembimbing 1 yang telah meluangkan waktunya untuk memberi bimbingan, arahan dan ilmu pengetahuannya kepada peneliti selama penyusunan skripsi sampai selesai.

(7)

iv

4. Ibu Siti Junaidah Hasibuan., SH., M.Kn., selaku dosen pembimbing 2 yang telah memberi bimbingan, arahan dan ilmu pengetahuannya kepada peneliti selama penyusunan skripsi hingga selesai.

5. Ibu Trans Ningsih., ST., M.M., selaku narasumber 1 yang telah memberikan bimbingan dan masukan untuk perbaikan skripsi ini.

6. Ibu Rifqah Harahap., SE., M.Si., selaku narasumber 2 yang telah memberikan masukan untuk perbaikan skripsi ini.

7. Seluruh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi International Business Management Indonesia Medan yang telah banyak memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada peneliti selama perkuliahan.

8. Seluruh staff dan pegawai Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi International Business Management Indonesia Medan yang telah membantu dalam mengurus segala kebutuhan administrasi dan lain-lain.

9. Bapak Dana Daulay, selaku pimpinan di PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan yang telah memberi izin riset dan membantu peneliti dalam mendapatkan data untuk penelitian.

10. Seluruh karyawan dan staff PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan yang telah membantu peneliti selama proses pengambilan data.

11. Teman-teman seperjuangan jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi International Business Management Indonesia.

12. Seluruh keluarga yang selalu membantu dan memberi masukan kepada peneliti selama perkuliahan.

(8)

v

13. Rijal Sihotang yang selalu meluangkan waktu untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan perkuliahan dan terima kasih atas semangat dan masukannya.

14. Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu dan memberi inspirasi bagi peneliti, suatu kebahagiaan karena telah dipertemukan dengan kalian semua, terima kasih banyak.

Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai tambahan informasi dan pengetahuan bagi semua pihak yang membutuhkan.

Medan, 02 Oktober 2021 Peneliti

Farida Kris Monita Br Ginting NIM : 16210150

(9)

vi DAFTAR ISI

Halaman LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PERNYATAAN

ABSTRAK ... i

ABSTRACT... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 6

1.3. Perumusan Masalah ... 7

1.4. Tujuan Penelitian ... 7

1.5. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA dan KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS ... 9

2.1.Tinjauan Pustaka ... 9

2.1.1. Kredit Macet ... 9

2.1.1.1 Pengertian Kredit ... 9

(10)

vii

2.1.1.2 Unsur-unsur Kredit ... 10

2.1.1.3 Jenis-Jenis Kredit ... 10

2.1.1.4 Pengertian Kredit Macet ... 15

2.1.1.5 Faktor Penyebab Kredit Macet ... 16

2.1.1.6 Dampak Kredit Macet ... 17

2.1.2. Jangka Waktu Kredit ... 18

2.1.3. Suku Bunga Kredit ... 19

2.1.4. Jaminan Pinjaman Kredit... 22

2.2. Penelitian Terdahulu ... 23

2.3. Kerangka Pemikiran Teoritis ... 26

2.4. Hipotesis ... 27

BAB III METODE PENELITIAN ... 28

3.1. Jenis Penelitian ... 28

3.2. Populasi dan Sampel ... 29

3.3. Sumber Data ... 32

3.4. Metode Pengumpulan Data ... 32

3.5. Defenisi Operasionaldan Pengukuran Variabel ... 33

3.6. Metode Analisis Data ... 34

3.6.1.Uji Asumsi Klasik ... 34

3.6.1.1.Uji Normalitas ... 34

3.6.1.2.Uji Multikolinieritas ... 34

3.6.1.3.Uji Heterokedastisitas ... 35

3.6.1.3.Uji Autokorelasi ... 36

(11)

viii

3.6.2.Persamaan Regresi Linear Berganda ... 36

3.6.3.Uji Hipotesis ... 37

3.6.3.1.Uji Parsial (Uji t) ... 37

3.6.3.2.Uji Keseluruhan (Uji F) ... 38

3.6.3.3.Koefisien Determinasi (R2) ... 39

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN ... 40

4.1. Gambaran Umum Perusahaan ... 40

4.1.1 Sejarah Singkat PT. Bank SUMUT ... 40

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan ... 41

4.1.3 Logo Perusahaan... 42

4.1.4 Struktur Organisasi ... 43

4.1.5 Deskripsi Jabatan ... 44

4.2. Hasil Uji Statistik ... 52

4.2.1 Uji Asumsi Klasik ... 52

4.2.1.1.Uji Normalitas ... 52

4.2.1.2.Uji Multikolinieritas ... 53

4.2.1.3.Uji Heterokedastisitas ... 54

4.2.1.4.Uji Autokorelasi ... 55

4.2.2. Persamaan Regresi Linier Berganda ... 56

4.2.3. Uji Hipotesis ... 58

4.2.3.1.Uji t ... 58

4.2.3.2.Uji F ... 59

4.2.3.3.Koefisien Determinasi(R2) ... 60

(12)

ix

4.3. Pembahasan Hasil Penelitian ... 61

4.3.1. Pengaruh Jangka Waktu terhadap Besarnya Kredit Macet pada PT.Bank Sumut KCP Setia Budi ... 61

4.3.2. Pengaruh Suku Bunga terhadapBesarnya Kredit Macet pada PT.Bank Sumut KCP Setia Budi ... 62

4.3.3. Pengaruh Jaminan Pinjaman terhadap Besarnya Kredit Macet pada PT.Bank Sumut KCP Setia Budi ... 64

4.3.4. Pengaruh Jangka Waktu, Suku Bunga dan Jaminan Pinjaman terhadap Besarnya Kredit Macet pada PT.Bank Sumut KCP Setia Budi... 65

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 66

5.1. Kesimpulan ... 66

5.2. Saran ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 68

(13)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel I.1 Jumlah Kredit Macet ... 5

Tabel II.1 Penelitian Terdahulu ... 23

Tabel III.1 Definisi Operasional Penelitian... 33

Tabel IV.1 Uji Multikolinieritas ... 54

Tabel IV.2Uji Autokorelasi ... 56

Tabel IV.3Uji Regresi Berganda ... 57

Tabel IV.4Uji Parsial (Uji t) ... 58

Tabel IV.5Uji Keseluruhan (Uji F) ... 60

Tabel IV.6 Koefisien Determinasi (R2)... 61

(14)

xi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar II.1 Kerangka Pemikiran Teoritis ... 26

Gambar IV.1 Logo Perusahaan ... 42

Gambar IV.2Struktur Organisasi ... 44

Gambar IV.3Normal Probability Plot ... 53

Gambar IV.4 Scatterplot Uji Heterokedastisitas ... 55

(15)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat permohonan izin riset Lampiran 2 Data kredit macet

Lampiran 3 Hasil uji asumsi klasik Lampiran 4 Hasil uji regresi berganda Lampiran 5 Hasil uji hipotesis

Lampiran 6 Tabel Durbin Watson Lampiran 7 t tabel

Lampiran 8 F tabel

Lampiran 9 Daftar riwayat hidup

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

Di era global ini, perekonomian Indonesia sudah mulai maju pesat. Hal itu dikarenakan tumbuhnya semangat masyarakat dalam melakukan bisnis sendiri, terutama membangun usaha UKM dengan pemikiran-pemikiran kreatif dari para pelaku usaha tersebut. Untuk bisa memajukan dan mengembangkan usaha tersebut diperlukan sumber dana. Sumber dana tersebut salah satunya bisa dengan meminjam kepada bank atau dengan kata lain disebut dengan kredit. Bagi pelaku usaha, kredit dapat digunakan untuk mengembangkan dan memperluas usaha yang dijalankan, sedangkan bagi bank akan mendapat keuntungan dari bunga kredit. Tujuan bank memberikan kredit adalah mencari keuntungan, membantu usaha nasabah, dan membantu pemerintah.

Dalam menentukan kredit, pelaku usaha dan pihak bank akan membuat perjanjian yang disepakati kedua belah pihak. Di dalam perjanjian akan dimuat hak dan kewajiban masing-masing pihak mengenai jangka waktu untuk mengembalikan pinjaman, suku bunga yang dibebankan, beserta jaminan kredit.

Sebelum kredit diberikan kepada nasabah, pihak bank akan melakukan analisis kredit yang mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan, menganalisis prospek usahanya serta jaminan yang diberikan. Untuk menilai semuanya, biasanya bank akan melakukan survei dengan menggunakan prinsip 5C dan 7P. Selain itu, bank akan menelusuri data SID (Sistem Informasi Debitur)

(17)

calon debitur tersebut. Bank hanya akan memberikan kredit kepada calon debitur apabila kolektibilitas kreditnya termasuk kolektibilitas 1/ lancar atau belum memiliki daat SID (kosong/ belum memiliki kredit). Jika dalam data SID calon debitur tersebut terdapat kolektibilitas 2/3/4/5 dapat disimpulkan bahwa calon debitur tersebut ada kredit yang terlambat/ tidak lancar/ macet di bank atau lembaga keuangan lainnya. Artinya calon debitur itu tidak dapat mengajukan kredit ke bank. Setelah ditelusuri data SID calon debitur yang kolektibilitasnya 1/

lancar, maka dapat dirumuskan plafon kredit yang diberikan yaitu jangka waktu kredit, suku bunga kredit dan jaminan kredit.

Jangka waktu kredit akan ditentukan oleh jumlah angsuran perbulan yang calon debitur mampu. Pada umumnya jangka waktu kredit merupakan cerminan dari resiko kredit yang mungkin muncul. Jangka waktu pinjaman adalah waktu yang diberikan oleh pihak bank kepada debitur untuk mengenbalikan pokok dan bunga pinjaman. Makin panjang jangka waktu kredit, semakin tinggi resiko yang mungkin muncul, maka bank pun akan membebankan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kredit jangka pendek.

Suku bunga kredit akan ditentukan oleh pihak bank dengan interval tertentu sesuai dengan kebijakan bank. Suku bunga yang diajukan oleh pihak bank akan mempengaruhi jumlah angsuran yang harus dibayar oleh debitur. Semakin tinggi suku bunga kredit yang diajukan bank ke debitur, maka semakin tinggi resiko terjadinya kredit macet. Menurut Lown yang mengatakan bahwa penurunan jumlah kredit terjadi karena bank yang modal rendah meningkatkan tingkat suku bunga pinjaman yang lebih tinggi dari rata-rata kredit dibandingkan dengan suku

(18)

bunga pinjaman yang diberikan bank yang bermodal besar. Situasi seperti itu cepat atau lambat akan banyak mempengaruhi perkreditan yang dilaksanakan oleh bank bersangkutan.

Dalam menentukan nilai jaminan, bank memiliki petugas untuk menganalisis atau menilai seberapa besar nilai jaminan itu jika ditukarkan ke dalam bentuk uang. Dari jenis jaminan yang diajukan, bank akan menentukan nilai jualnya dan menawarkan jumlah kredit yang bisa diberikan kepada debitur.

Jika jenis jaminannya adalah fixed asset seperti SHM (surat hak milik), maka besaran kredit yang dapat diambil oleh debitur adalah 100% dari nilai jual jaminan tersebut. Jika jenis jaminannya adalah non fixedasset seperti BPKP, maka besaran kredit yang dapat diambil oleh debitur adalah 80% dari nilai jual jaminan.

Bila nasabah memberikan jaminan kredit yang mempunyai kualitas yang sangat tinggi yaitu mudah dicairkan, nilainya tidak mengalami penurunan, sangat mudah diperjualbelikan, berarti resiko atas kredit yang diberikan bank rendah.

Setelah kredit disalurkan ke debitur yang sudah diseleksi, maka bank harus mengawasi apakah debitur bisa membayar angsuran kreditnya dengan tepat atau tidak. Bank juga harus menilai kemungkinan diterimanya kembali dana yang disalurkan ke nasabah.

PT. Bank SUMUT hadir sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dan juga menjadi salah satu Bank yang memberikan fasilitas kredit kepada masyarakat. PT.Bank SUMUT melaksanakan kegiatan kredit sebagai salah satu fungsi daripada lembaga keuangan. Sedangkan fungsi lainnya meliputi

(19)

produk tabungan dan deposito serta lalu lintas keuangan lainnya, diselenggarakan sebagai upaya memupuk keuntungan dalam jangka waktu tertentu.

Untuk memperoleh keyakinan bahwa debitur akan mengembalikan pinjaman tepat waktu seperti yang terdapat dalam penjelasan Pasal 8 Undang- undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan yaitu : “Dalam memberikan kredit, bank wajib melakukan penelitian yang seksama terhadap watak (character), kemampuan (capacity), modal (capital), agunan (collateral), kondisi ekonomi debitur (condition of economy) untuk menjaga kemungkinan yang tidak diharapkan seperti kredit macet.

Kredit macet terjadi jika pihak bank mengalami kesulitan untuk meminta angsuran dari pihak debitur karena suatu hal. Kredit macet adalah piutang yang tak tertagih atau kredit yang memiliki kriteria kurang lancar, diragukan karena mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor-faktor tertentu .

Menurut Ismail (2010), secara umum ada dua faktor yang menyebabkan kredit macet, yaitu faktor internal dan faktor eksternal bank. Faktor internal bank seperti analisis yang kurang tepat, adanya kolusi antara pejabat bank yang menangani kredit dan nasabah, keterbatasan pengetahuan pejabat bank terhadap jenis usaha debitur, campur tangan terlalu besar dari pihak terkait, kelemahan dalam melakukan pembinaan dan monitoring kredit debitur. Faktor eksternal terdiri dari unsur kesengajaan yang dilakukan oleh nasabah dan unsur ketidaksengajaan. Unsur kesengajaan seperti nasabah sengaja tidak melakukan pembayaran angsuran kepada bank, debitur melakukan ekspansi terlalu besar, penggunaan dana yang tidak sesuai dengan tujuan. Sedangkan unsur ketidaksengajaan seperti usaha debitur yang terbatas, usaha debitur tidak dapat bersaing dengan pasar, perubahan kebijakan pemerintah serta bencana alam.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi penyebab kredit macet dapat dilihat pada Bank SUMUT pada umumnya dikarenakan unsur ketidaksengajaan seperti mereka mengalami kondisi penurunan performa keuangan, adanya bentuk ketidakstabilan dari bisnis yang mereka lakukan. Selain itu, menurunnya aktivitas ekonomi juga turut mempengaruhi adanya kredit macet pada Bank SUMUT KCP Setia Budi. Selain faktor tersebut, hal yang mungkin menjadi penyebab terjadinya kredit macet pada Bank SUMUT

(20)

adalah kredit jangka panjang dengan bunga yang dibebankan pihak bank lebih tinggi yang menyebabkan angsuran yang harus dibayarkan semakin besar dan menjadi penyebab terjadinya kredit macet.

Sebagai gambaran awal PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi melalui laporan kredit macet memperlihatkan perkembangan jumlah kredit macet yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Tabel I.1 : Jumlah Kredit Macet Berdasarkan Jenis Kredit Pada Tahun 2018-2020

Tahun Jenis Kredit

KUR KMG KAL

2018 25 37 5

2019 34 45 7

2020 46 55 9

Total 105 137 21

Sumber : dokumen Bank Sumut, 2020

Berdasarkan data pada tabel tersebut, dapat dilihat bahwa kredit KUR (Kredit Usaha Rakyat) memiliki jumlah kredit macet pada tahun 2018 sebanyak 25 kasus. Pada tahun 2019 mengalami kenaikan jumlah kredit macet sebanyak 9 kasus menjadi 34 kasus kredit macet. Kredit macet kembali bertambah pada tahun 2020 sebanyak 12 kasus menjadi 46 kasus kredit macet. Pada kredit KMG (Kredit Multi Guna) dapat dilihat jumlah kredit macet pada tahun 2018 sebanyak 37 kasus yang mengalami kenaikan di tahun 2019 sebanyak 8 kasus menjadi 45 kasus.

Pada tahun 2020, jumlah kredit macet bertambah 10 kasus menjadi 55 kasus kredit macet. Hal serupa juga dapat dilihat pada jenis kredit KAL (Kredit Angsuran Lainnya) pada tahun 2018 terdapat 5 kasus kredit macet yang bertambah 2 kasus pada tahun 2019 menjadi 7 kasus. Tahun 2020 juga mengalami

(21)

kenaikan sebanyak 2 kasus menjadi 9 kasus kredit macet. Jadi pada jenis kredit KUR, KMG dan KAL pada Bank SUMUT KCP Setia Budi dari tahun 2018 hingga 2020 mengalami kenaikan jumlah kredit macet.

Berdasarkan latar belakang dan data yang ada tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti tentang kredit macet dan memutuskan untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman kredit terhadap besarnya kredit macet. Judul penelitian yang diangkat peneliti adalah

“Pengaruh Jangka Waktu, Suku Bunga Dan Jaminan Pinjaman Terhadap Besarnya Kredit Macet” studi kasus pada PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, peneliti mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Jumlah kredit macet paling banyak terdapat pada jenis kredit KMG

2. Jumlah kredit macet mengalami kenaikan setiap tahun pada PT.Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan

3. Jangka waktu kredit yang lebih lama dengan suku bunga yang lebih tinggi menjadi penyebab terjadinya kredit macet pada Bank SUMUT.

(22)

1.3. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini peneliti merumuskan beberapa permasalahan yang akan diteliti, yaitu :

1. Apakah jangka waktu berpengaruh terhadap besarnya kredit macet pada PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan?

2. Apakah suka bunga berpengaruh terhadap besarnya kredit macet pada PT.

Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan?

3. Apakah jaminan pinjaman berpengaruh terhadap besarnya kredit macet pada PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan?

4. Apakah jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman berpengaruh terhadap besarnya kredit macet pada PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan?

1.4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh jangka waktu terhadap besarnya kredit macet di PT. Bank Sumut KCP Setia Budi

2. Untuk mengetahui pengaruh suku bunga terhadap besarnya jumlah kredit macet di PT. Bank Sumut KCP Setia Budi

3. Untuk mengetahui pengaruh jaminan pinjaman terhadap besarnya kredit macet di PT. Bank Sumut KCP Setia Budi

4. Untuk mengetahui pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman terhadap besarnya kredit macet PT. Bank Sumut KCP Setia Budi

(23)

1.5. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam bidang perkreditan khususnya kredit macet serta dapat menuangkan teori tentang keuangan dan perbankan kedalam penelitian ini.

2. Bagi PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai adanya pengaruh antara jangka waktu, suku bunga, dan jaminan pinjaman terhadap besarnya kredit macet serta dapat dijadikan referensi untuk pertimbangan dalam pemberian kredit kepada nasabah.

3. Bagi STIE IBMI

Penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi untuk menunjang perkuliahan yang membahas masalah perkreditan atau kredit macet dalam dunia perbankan.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Sebagai bahan referensi bagi calon peneliti yang berminat melakukan penelitian menyangkut masalah yang di bahas tersebut.

(24)

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN TEOROTIS

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Kredit Macet

2.1.1.1 Pengertian Kredit

Menurut Thamrin (2012:162) kata kredit berasal dari bahasa Yunani

“Credere” yang berarti kepercayaan, dalam artian bahwa seseorang atau suatu badan yang memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa penerima kredit (debitur) di masa yang akan datang sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah dijanjikan, apabila seseorang mperoleh kredit berarti mereka memperoleh kepercayaan maka dari itu dasar dari kredit adalah kepercayaan.

Menurut (Kasmir 2012:113), pengertian kredit menurut Undang-undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998, adalah “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam- meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.

Kredit yang diberikan oleh bank dapat didefinisikan sebagai penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan (Taswan, 2003 :163)

Dari beberapa pengertian tentang kredit yang telah dikemukakan oleh para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan pihak bank dan peminjam dengan janji bahwa pembayarannya akan dilunasi oleh pihak peminjam sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati beserta besarnya bunga yang telah ditetapkan.

(25)

2.1.1.2 Unsur-Unsur Kredit

Menurut (Kasmir 2013:87). Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut:

1. Kepercayaan

Kepercayaan yaitu keyakinan bank sebagai pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan kepada nasabahakan benar-benar diterima kembali dimasa yang akan datang. Kepercayaan ini diberikan bank karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang nasabah untuk mengetahui kemauan dan kemampuan dalam membayar kredit yang disalurkan.

2. Kesepakatan

Kesepakatan ini terjadi antara pemberi kredit dan penerima kredit yang dituangkan dan ditandatangani dalam suatu perjanjian yang berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak.

3. Jangka waktu

Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Jangka waktu tersebut bisa berbentuk jangka pendek, jangka waktu menengah atau jangka panjang.

4. Risiko

Semakin panjang jangka waktu suatu kredit maka akan semakin besar resikonya demikian pula sebaliknya. Tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu resiko tidak tertagihnya atau macetnya pemberian kredit.

Resiko ini akan menjadi tanggungan perusahaan, baik resiko yang disengaja oleh nasabah yang lalai, maupun oleh resiko yang tidak disengaja.

5. Balas Jasa

Balas jasa merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit. Bagi bank konvensional bunga dan biaya administrasi kredit merupakan sumber keuntungan yang diterima bank sebagai balas jasa dalam memberikan fasilitas kredit kepada nasabah.

2.1.1.3 Jenis-Jenis Kredit

Ismail (2010). Kredit dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain : 1. Dilihat dari tujuan kegunaan:

a. Kredit Investasi

Kredit investasi merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur untuk pengadaan barang-barang modal (aktiva tetap) yang mempunyai nilai ekonomis lebih dari satu tahun. Secara umum, kredit investasi ini ditujukan untuk pendirian perusahaan baru atau proyek baru, maupun proyek pengembangan, modernisasi mesin, dan peralatan, pembelian kendaraan yang digunakan untuk kelancaran usaha, dan perluasan perusahaan. Kredit investasi ini

(26)

nominalnya besar, maka pada umumnya jangka waktunya lebih dari satu tahun, jangka menengah dan panjang.

b. Kredit Modal Kerja

Kredit modal kerja merupakan kredit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang biasanya habis dalam satu siklus usaha.Kredit modal kerja ini, biasanya diberikan dalam jangka pendek yaitu lamanya satu tahun.

Kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, biaya upah, untuk menutup piutang dagang, pembelian barang dagangan, kebutuhan dana lain yang sifatnya hanya digunakan dalam satu tahun.

c. Kredit Konsumtif

Kredit konsumtif merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk membeli barang dan jasa untuk keperluan pribadi dan tidak untuk digunakan keperluan usaha. Beberapa contoh kredit konsumtif antara lain, kredit untuk pembelian rumah tinggal, kendaraan bermotor untuk dipakai sendiri, dan kredit untuk keperluan lain yang habis pakai. Dalam praktiknya bank juga memberikan kredit kepada pegawai negeri sipil, BUMN, Swasta dalam bentuk kredit konsumtif untuk memenuhi kebutuhannya misalnya untuk pembelian komputer, dan barang elektronik.

2. Dilihat dari sektor usaha a. Sektor Industri

Kredit yang diberikan kepada nasabah yang bergerak dalam sektor industri, yaitu sektor usaha yang mengubah bentuk dari bahan baku menjadi barang jadi atau mengubah suatu barang menjadi barang lain yang memiliki faedah lebih tinggi. Beberapa contoh sektor industri antara lain industri elektronik, pertambangan, kimia, tekstil.

b. Sektor Perdagangan

Kredit ini diberikan kepada pengusaha yang bergerak dibidang perdagangan, baik perdagangan kecil, menengah dan perdagangan besar. Kredit ini dimaksudkan untuk memperluas usaha nasabah dalam usaha perdagangan.

Misalnya, untuk memperbesar jumlah penjualan atau memperbesar pasar.

Beberapa contoh kredit perdagangan antara lain kredit yang diberikan kepada usaha supermarket, distributor, eksportir, importir, rumah makan, dan usaha perdagangan lainnya.

c. Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan

Kredit ini diberikan dalam rangka meningkatkan hasil di sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Kredit tersebut biasanya diberikan dalam bentuk kredit modal kerja maupun investasi kepada pengusaha tamba, petani, dan nelayan.

d. Sektor Jasa

Sektor jasa sebagaimana tersebut dibawah ini yang dapat diberikan kredit oleh bank antara lain jasa pendidikan, jasa rumah sakit, jasa angkutan, dan jasa lainnya.

e. Sektor Perumahan

Bank memberikan kredit kepada debitur yang bergerak di bidang pembangunan perumahan. Pada umumnya, diberikan dalam bentuk kredit konstruksi, yaitu kredit untuk pembangunan perumahan. Adapun cara pembayaran

(27)

kembali yaitu dipotong dari produk rumah yang telah terjual. Kredit ini diberikan oleh bank tertentu.

3. Dilihat dari segi jaminan a. Kredit dengan jaminan

Kredit dengan jaminan merupakan jenis kredit yang didukung dengan jaminan (agunan). Kredit dengan jaminan ini dapat digolongkan menjadi jaminan perorangan, benda berwujud, dan benda tidak berwujud.

b. Kredit tanpa jaminan

Kredit yang diberikan kepada debitur tanpa didukung adanya jaminan.

Kredit tersebut diberikan atas dasar kepercayaan yang diberikan oleh bank kepada debitur. Kredit tanpa jaminan ini risikonya tinggi karena tidak ada pengaman yang dimiliki oleh bank apabila debitur wanprestasi.

4. Dilihat dari jumlahnya a. Kredit UMKM

Kredit UMKM merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha dengan skala usaha sangat kecil. Misalnya kredit yang diberikan bank kepada pengusaha tempe, dan perancangan.

b. Kredit UKM

Kredit yang diberikan kepada pengusaha dengan batasan antara Rp 50.000.000,- dan tidak melebihi Rp 350.000.000,- . UKM sudah memiliki modal yang cukup, serta administrasi yang lebih baik dibanding dengan UMKM, sehingga bank juga dapat memenuhi permohonan kreditnya. Kredit UKM antara lain kredit untuk koperasi, pengusaha kecil (perdagangan, toko, dan grosir).

c. Kredit Korporasi

Jenis kredit ini merupakan kredit yang diberikan kepada debitur dengan jumlah besar dan diperuntukkan kepada debitur besar (korporasi). Pada umumnya, bank lebih mudah melakukan analisis terhadap debitur korporasi karena data keuangannya lebih lengkap, administrasinya baik, dan struktur permodalannya kuat.

Tiap bank mempunyai cara sendiri tentang pengajuan dan penyelesain permintaan kredit. Pada umumnya prosedur tersebut dapat dibagi dalam beberapa tahap:

a. Mengajukan permintaan kredit, termasuk di dalamnya wawancara antara petugas bank dengan calon nasabah;

b. Persiapan pemutusan kredit, termasuk di dalamnya pengumpulan data, penilaian data dan pemeriksaan;

(28)

c. Pemutusan kredit, ialah menentukan banyaknya dan jangka waktu kredit serta syarat bank lainnya;

d. Tatalaksana dan pengawasan kredit, termasuk di dalamnya pembinaan nasabah.

Sebelum suatu kredit diberikan maka bank harus merasa yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar akan kembali. Keyakinan itu diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan. Biasanya penilaian kredit yang dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan dilakukan dengan analisis 5C dan 7P.

Analisis 5C dijelaskan sebagai berikut (Abdullah & Tantri,2013: 173) : 1. Character (Watak)

Suatu keyakinan bahwa watak atau sifat dari orang-orang yang diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya. Hal ini tercermin dari latar belakang nasabah baik latar belakang secara umum maupun secara pribadi.

2. Capacity (Kapasitas)

Untuk melihat kemampuan nasabah dalam bidang bisnis yang dihubungkan dengan pendidikannya, kemampuan bisnis juga diukur dengan kemampuannya dalam memahami tentang ketentuan-ketentuan pemerintah.

3. Capital (Modal)

Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif dilihat dari laporan keuangan dengan melakukan pengukuran seperti dari segi solvabilitas/likuiditas, rentabilitas dan ukuran lainnya.

4. Collateral (Jaminan)

Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan.

5. Condition (Kondisi)

Dalam menilai kredit hendaknya dinilai kondisi ekonomi sekarang dan kemungkinan untuk masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing.

(29)

Sedangkan penilaian 7P sebagai berikut : 1. Personality

Personality yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya.

2. Party

Party yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya.

3. Purpose

Purpose yaitu mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.

4. Prospect

Prospect yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak.

5. Payment

Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit.

6. Profitability

Profitability digunakan untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.

7. Protection

Protection tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan mendapatkan perlindungan.

(30)

2.1.1.4 Pengertian Kredit Macet

Kredit macet dapat diartikan sebagai pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau karena faktor eksternal diluar kemampuan kendali debitur. Menurut Kuncoro dan Suhardjono (2002) kredit macet adalah suatu keadaan dimana nasabah sudah tidak sanggup membayar sebagian atau seluruh kewajibannya kepada bank seperti yang telah diperjanjikan.

Menurut Veithzal Riva’i (2013:210)kredit macet adalah kesulitan nasabah didalam penyelesaian kewajiban-kewajibannya terhadap bank, baik dalam bentuk pembayaran kembali pokoknya, pembayaran bunga, maupun pembayaran ongkos- ongkos bank yang menjadi beban nasabah debitur yang bersangkutan.

Kredit macet atau bad debt adalah kredit yang setelah jatuh tempo belum dapat diselesaikan pembayarannya karena mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor – faktor atau unsur kesengajaan atau karena kondisi diluar kemampuan kondisi debitur ( Siamat, 2003:220 ).

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kredit macet sebagai pinjaman yang mengalami kesulitan dalam penyelesaian kewajiban- kewajibannya oleh debitur terhadap bank karena faktor kesengajaan dan faktor eksternal diluar kemampuan kendali debitur. Kredit macet merupakan kondisi yang sangat ditakuti oleh setiap pegawai bank, karena dengan adanya kredit yang bermasalah tersebut akan menyebabkan menurunnya pendapatan bank, yang selanjutnya memungkinkan terjadinya penurunan laba. Kondisi kinerja usaha bank yang kurang bagus akan berpengaruh secara menyeluruh terhadap upaya perbaikan kesejahteraan pegawai, pemupukan modal sendiri, pengembangan usaha.

(31)

2.1.1.5 Faktor Penyebab Kredit Macet

Menurut (Ismail,2010). Dalam penyaluran kredit, tidak selamanya kredit yang diberikan bank kepada debitur akan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan di dalam perjanjian kredit. Secara umum ada dua faktor yang menyebabkab kredit macet, yaitu faktor internal bank dan faktor eksternal bank.

1. Faktor Internal Bank

a. Analisis kurang tepat, sehingga tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam kurun waktu selama jangka waktu kredit. Misalnya, kredit diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan, sehingga nasabah tidak mampu membayar angsuran yang melebihi kemampuan.

b. Adanya kolusi antara pejabat bank yang menangani kredit dan nasabah, sehingga bank memutuskan kredit yang tidak seharusnya diberikan.

c. Keterbatasan pengetahuan pejabat bank terhadap jenis usaha debitur, sehingga tidak dapat melakukan analisis dengan tepat dan akurat.

d. Campur tangan terlalu besar dari pihak terkait, misalnya komisaris, direktur bank sehingga petugas tidak independen dalam memutuskan kredit.

e. Kelemahan data melakukan pembinaan dan monitoring kredit debitur;

dsb.

2. Faktor Eksternal Bank

a) Unsur kesengajaan yang dilakukan oleh nasabah

1. Nasabah sengaja untuk tidak melakukan pembayaran angsuran kepada bank, karena nasabah tidak memiliki kemauan dalam memenuhi kewajibannya;

2. Debitur melakukan ekspansi terlalu besar, sehingga dana yang dibutuhkan terlalu besar. Hal ini akan memiliki dampak terhadap keuangan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan modal kerja;

3. Penyelewengan yang dilakukan nasabah dengan menggunakan dana kredit tersebut tidak sesuai dengan tujuan penggunaan. Misalnya, dalam pengajuan kredit, disebutkan kredit untuk investasi, ternyata dalam praktiknya setelah dana kredit dicairkan digunakan untuk modal kerja;dsb.

b) Unsur ketidaksengajaan

1. Debitur mau melaksanakan kewajiban sesuai perjanjian, akan tetapi kemampuan perusahaan sangat terbatas, sehingga tidak dapat membayar angsuran;

2. Perusahaannya tidak dapat bersaing dengan pasar, sehingga volume penjualan menurun dan perusahaan rugi;

3. Perubahan kebijakan dan peraturan pemerintah yang berdampak pada usaha debitur;

4. Bencana alam yang dapat menyebabkan kerugian debitur.

(32)

2.1.1.6 Dampak Kredit Macet

Kredit macet berdampak pada pihak bank sebagai kreditur maupun nasabah sebagai debitur sebagai berikut :

1. Bagi nasabah

Nasabah harus menanggung kewajiban yang cukup berat kepada bank, karena bunga terus dihitung selama kredit belum dilunasi ( utang pokok ditambah bunga ) sehingga jumlah kewajiban nasabah semakin lama semakin besar.

2. Bagi Bank

Bank akan kekurangan dana sehingga mempengaruhi kegiatan usaha bank dan akan terganggu kesehatan keuangan dan kesulitan memenuhi permintaan nasabah.

Keadaan yang demikian mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada bank.

Menurut (Ismail 2010). Berikut ini beberapa dampak jika kredit yang disalurkan oleh bank bermasalah, antara lain :

1. Laba/Rugi bank menurun. Penurunan laba tersebut diakibatkan adanya penurunan pendapatan bunga kredit.

2. Bad Debt Ratio mrnjadi lebih besar. Rasio aktiva produktif menjadi lebih rendah.

3. Biaya pencadangan penghapusan kredit meningkat. Bank perlu membentuk pencadangan atas kredit bermasalah yang lebih besar. Biaya pencadangan penghapusan kredit akan berpengaruh pada penurunan keunrungan bank.

4. Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) menurun.

Penurunan laba akan memiliki dampak pada penurunan pada Return On Assets, karena Return turun maka ROA dan ROE akan menurun.

Menurut Ismail (2010). Upaya yang dilakukan bank untuk penyelamatan terhadap kredit macet antara lain :

1. Reschedulling

Reschedulling merupakan upaya yang dilakukan bank untuk menangani kredit bermasalah dengan membuat penjadwalan kembali.

2. Reconditioning

Reconditioning merupakan upaya bank dalam menyelamatkan kredit dengan mengubah seluruh atau sebagian perjanjian yang telah dilakukan oleh bank dan debitur.

3. Restructuring ( penataan kembali )

(33)

Restructuring merupakan upaya yang dilakukan oleh bank dalam menyelamatkan kredit bermasalah dengan cara mengubah struktur pembiayaan yang mendasari pemberian kedit.

4. Kombinasi

Upaya penyelesaian kredit bemasalah dengan cara kombinasi antara lain:

a. Rescheduling dan Restructuring b. Rescheduling dan Reconditioning c. Restructuring dan Reconditioning

d. Rescheduling, Restructuring dan Reconditioning 5. Eksekusi

Eksekusi merupakan penjualan agunan yang dimiliki oleh bank dan hasil dari penjualan agunan digunakan untuk melunasi semua kewajiban/hutang debitur.

2.1.2 Jangka Waktu Kredit

Jangka waktu kredit adalah tanggal dimulainya berlaku perjanjian kredit dan pelunasan kredit. Apabila jangka waktu telah berakhir atau habis berarti kredit sudah harus dilunasi oleh debitur yang bersangkutan. Dalam perjanjian kredit, jangka waktu merupakan hal yang penting karena jangka waktu kredit itu merupakan batas waktu bagi bank pemberi kredit dan debitur.

Beberapa pedoman dalam menentukan lamanya jangka waktu kredit yaitu:

1. Kemampuan debitur untuk membayar kembali pinjamannya kepada bank pemberi pinjaman.

2. Umur teknis dan ekonomis dari barang modal yang dibiayai dan dipergunakan oleh debitur.

3. Jangka waktu ijin pemakaian yang ditentukan oleh instansi yang berwenang.

(34)

Lamanya jangka waktu kredit sebagai berikut : 1. Kredit jangka pendek

Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk modal kerja.

2. Kredit jangka menengah

Jangka waktu menengah berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun, biasanya untuk investasi.

3. Kredit jangka panjang

Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang. Kredit jangka panjang pengembaliannya diatas 3 tahun atau 5 tahun. Biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang.

Apabila dalam kenyataannya jangka waktu kredit yang telah disetujui tidak sesuai atau mengalami keterlambatan maka debitur dapat mengajukan permintaan perpanjangan waktu/time reschedule dan bila disetujui oleh bank, maka jangka waktu kredit mempengaruhi jadwal angsuran pembayaran pinjaman kredit dan batas waktu pelunasan pinjaman.

2.1.3 Suku Bunga Kredit

Menurut Sunariyah (2013:80), suku bunga adalah harga dari pinjaman.

Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya suku bunga sebagai berikut :

1. Jangka waktu

Biasanya jangka waktu kredit merupakan cerminan dari resiko kredit yang mungkin muncul. Makin panjang jangka waktu kredit makin tinggi resiko yang

(35)

mungkin muncul, maka pihak bank pun akan membebankan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kredit jangka pendek.

2. Kualitas jaminan kredit

Jaminan kredit merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam memberikan pertimbangan seberapa besarnya bunga pinjaman yang akan dibebankan kepada seorang nasabah atau perusahaan. Jika nasabah memberikan jaminan kredit yang berkualitas tinggi yaitu mudah dicairkan, nilainya tidak mengalami penurunan, mudah diperjualbelikan, bank juga akan membebankan suku bunga yang lebih rendah.

3. Reputasi perusahaan

Kualitas dan reputasi suatu perusahaan tercermin dari credit rating perusahaan tersebut. Bank akan menentukan bunga kredit paling rendah pada perusahaan yang mempunyai reputasi dengan credit rating sangat baik.

Sebaliknya, kepada perusahaan yang memiliki credit rating yang kurang baik, bank akan memberikan bunga yang lebih tinggi.

4. Produk yang kompetitif

Perusahaan yang mempunyai produk yang mudah diproduksi oleh perusahaan lain berarti suatu perusahaan itu berada pada industri yang sangat kompetitif. Kompetitif yang sangat tinggi membawa resiko yang tinggi juga pada perusahaan, yang akan mempengaruhi resiko kredit yang akan diberikan kepada suatu perusahaan.

(36)

5. Hubungan baik

Hubungan baik antara perusahaan dengan bank dilihat dari seberapa banyak perusahaan sudah melakukan transaksi dengan bank, bagaimana catatan dalam hubungan tersebut. Apabila hubungan atau catatan antara suatu perusahaan dengan bank telah terjalin lama dan memuaskan bagi pihak bank, maka pihak bank akan menetapkan bunga yang lebih rendah daripada kepada perusahaan yang baru menjalin hubungan.

6. Jaminan pihak ketiga

Jika suatu perusahaan memiliki jaminan dari pihak ketiga yang cukup meyakinkan dari penilaian pihak bank akan mempengaruhi penetapan bunga kredit yang ditetapkan bank.

Bunga kredit dapat ditentukan dengan berbagai cara yaitu:

1. Sliding rate

Sliding rate adalah pembebanan bunga terhadap nilai pokok pinjaman akan semakin menurun dari bulan ke bulan atau satu periode ke periode selanjutnya sesuai penurunan pokok pinjaman sebagai akibat adanya pembayaran cicilan pokok pinjaman.

2. Flat rate

Flat rate adalah pembebanan bunga terhadap nilai pokok pinjaman akan tetap dari satu periode ke periode selanjutnya walau pokok pinjaman menurun sebagai akibat dari pembayaran cicilan pokok pinjaman.

(37)

3. Floating rate

Floating rate adalah penentuan bunga yang besarnya tidak ditentukan dalam jangka waktu tertentu tetapi ditentukan berdasarkan perkembangan tingkat bunga yang berlaku dipasar uang.

2.1.4 Jaminan Pinjaman Kredit

Menurut Sutarno jaminan (2009:169) adalah segala sesuatu yang mempunyai nilai mudah untuk diuangkan yang diikat dengan janji sebagai jaminan untuk pembayaran dari hutang debitur berdasarkan perjanjian kredit yang dibuat kreditur dan debitur.

Menurut M. Bahasan (2002:148) jaminan adalah segala sesuatu yang diterima kreditur dan diserahkan debitur untuk menjamin suatu hutang-piutang dalam masyarakat.

Menurut Mariam Darus Badrulzalman(2006:246) jaminan adalah suatu tanggungan yang diberikan oleh seorang debitur dengan dan atau pihak ketiga kepada kreditur untuk menjamin kewajibannya dalam suatu perikatan.

Pada dasarnya jenis-jenis jaminan kredit terdiri dari dua yaitu jaminan perorangan dan jaminan kebendaan.

1. Jaminan perorangan, adalah jaminan berupa pernyataan kesanggupan yang diberikan oleh seseorang pihak ketiga, guna menjamin pemenuhan kewajiban-kewajiban debitur kepada kreditur apabila debitur yang bersangkutan ingkar janji (wanprestasi).

2. Jaminan kebendaan, adalah jaminan berupa harta kekayaan, baik benda maupun hak benda, yang diberikan dengan cara pemisahaan bagian dari

(38)

harta kekayaan, baik dari si debitur maupun pihak ketiga, guna menjamin pemenuhan kewajiban-kewajiban debitur kepada kreditur apabila debitur yang bersangkutan ingkar janji(wanprestasi).

Menurut sifatnya, jaminan kredit terbagi dua yaitu:

1. Jaminan dengan benda berwujud, dapat berupa benda/barang bergerak dan atau benda/barang tidak bergerak

2. Jaminan dengan benda tidak berwujud yang lazim diterima oleh pihak bank sebagai jaminan kredit adalah berupa hak tagih milik debitur terhadap pihak ketiga.

2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang menjadi dasar pemikiran peneliti dalam menentukan penelitiannya, yaitu :

Tabel II.1 Penelitian Terdahulu N

o.

Nama / Tahun

Judul Hasil

1 Hariman Syah (Universitas Sanata Dharma 2010)

“Pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan kredit terhadap besarnya kredit kredit macet.

Studi kasus pada

PD.BPR BKK

Purwokerto Utara Cabang Banyumas.

Teknik analisis data dengan

menggunakan

analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit macet pada PD.BPR BKK Purwokerto Utara Cabang Banyumas secara simultan dipengaruhi oleh jangka waktu, suku bunga dan jaminan kredit sebesar 72,8%

dan sisanya 27,2% dipengaruhi oleh variabel lain. Secara parsial jangka waktu tidak berpengaruh terhadap kredit macet (0,072>0,05). Suku bunga berpengaruh terhadap kredit macet (0,022<0,05). Dan jaminan kredit berpengaruh terhadap kredit macet (0,000<0,05).

(39)

2 Siti Zulbiah dan Rodhiyah (Universitas Diponegoro 2017)

“Analisis faktor-

faktor yang

mempengaruhi kredit bermasalah pada nasabah kredit

PD.BPR Bank

Daerah Kabupaten Madiun Cabang Bojonegoro”.

Pengumpulan data dengan kuesioner yang menggunakan skala Likert. Untuk pengolahan data menggunakan cara uji dengan SPSS : uji validitas &

reliabilitas, uji korelasi, uji koefisien

determinasi, regresi sederhana dan regresi berganda, uji t dan uji F.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh suku bunga terhadap jumlah kredit bermasalah sebesar 12,7%

sisanya 87,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Ada pengaruh jangka waktu terhadap kredit bermasalah sebesar 6,4% dan sisanya 93,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Ada pengaruh hasil penjualan nasabah terhadap kredit bermasalah sebesar 31,8%

dan 68,2% dipengaruhi faktor lain. Ada pengaruh antara suku bunga, jangka waktu dan hasil penjualan nasabah terhadap jumlah kredit bermasalah sebesar 37,8% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

3 Viswanadham (University of Dodoma, Tanzania 2015)

Determinants of Non Performing Loans in Commercial Banks:

A Study of NBC

Bank Dodoma

Tanzania. Penelitian ini mencoba untuk memastikan penentu kredit bermasalah di National Bank of Commerce. Data dikumpulkan dari 152 responden dengan

menggunakan

metode wawancara,

Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah : 72,1%

responden mengatakan bahwa PDB mempengaruhi kredit bermasalah, 75% responden setuju jika kondisi ekonomi

mempengaruhi kredit

bermasalah, 81,8% responden mengatakan bahwa bank menerapkan suku bunga yang terlalu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah PDB dan kondisi ekonomi berpengaruh negatif terhadap kredit bermasalah dan suku bunga berpengaruh positif.

(40)

kuesioner dan bukti dokumenter.

4 Abi Manyu Sinulingga (Universitas Sumatera Utara 2017)

“Faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet pada Koperasi Pegawai Negeri Guru SD kecamatan Binjai Barat. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda, uji t, uji F dan uji asumsi klasik meliputi uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.

Hasil dari penelitian dengan uji keseluruhan menunjukkan bahwa jumlah kredit yang disalurkan,jumlahdebitur, suku bunga kredit dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap kredit macet. Secara parsial (uji t) jumlah kredit yang disalurkan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet dengan tingkat signifikansi 0.0012 < 0.05, jumlah debitur berpengaruh positif dan signifikan dengan tingkat signifikansi 0.0276<0.05, inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan dengan tingkat signifikansi 0.7505 > 0.05, suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan dengan tingkat signifikansi 0.0006 < 0.05.

5 Putu Emy Megayanti (Universitas Mahasaraswati Denpasar 2019)

“Faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet pada Lembaga

Perkreditan Desa (LPD) Kecamatan Abiansemal,

Kabupaten Badung.

Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jangka waktu berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet.

Tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit macet. Pengawasan kredit berpenaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet.

Pemberian kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet.

Sumber : Data diolah oleh peneliti,2021

(41)

2.3 Kerangka Pemikiran Teoritis

Pinjaman kredit adalah salah satu cara untuk mendapatkan modal tambahan untuk membantu mengembangkan usaha. Jumlah pinjaman kredit dipengaruhi oleh jangka waktu, suku bunga, dan jaminan pinjaman. Dimana dengan jumlah pinjaman yang besar dengan jangka waktu singkat akan menghasilkan angsuran yang lebih besar dengan bunga lebih sedikit dibandingkan dengan jangka waktu yang lebih lama tetapi dengan bunga yang lebih banyak.

Dari uraian itu, dapat dibuat suatu kerangka pemikiran sebagai berikut :

Sumber : Data diolah oleh peneliti

Gambar II.1 Kerangka Berpikir Suku bunga (X2)

Cara menentukan besar kecilnya

suku bunga kredit

(Suyatno,dkk.2003:107) : a. Sliding rate b. Flat rate c. Floating rate

Kredit macet (Y) Faktor penyebab terjadinya kredit macet (Kuncoro,2002:470) : Faktor internal Faktor eksternal Jangka Waktu (X1)

Lamanya jangka waktu kredit (Kasmir) :

1. Kredit jangka pendek 2. Kredit jangka menengah 3. Kredit jangka panjang

Jaminan pinjaman kredit (X3) Jenis jaminan kredit terdiri dari dua:

1. Jaminan perorangan 2. Jaminan kebendaan

(42)

2.4 Hipotesis

Hipotesis menurut Sugiyono (2013:64) adalah merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.

1. H01 : Tidak ada pengaruh jangka waktu kredit terhadap kredit macet.

Ha1 : Terdapat pengaruh jangka waktu kredit terhadap kredit macet.

2. H02 : Tidak ada pengaruh suku bunga kredit terhadap kredit macet Ha2 : Terdapat pengaruh suku bunga kredit terhadap kredit macet 3. H03 : Tidak ada pengaruh jaminan pinjaman terhadap kredit macet

Ha3 : Terdapat pengaruh jaminan pinjaman terhadap kredit macet

4. H04: Tidak ada pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman terhadap kredit macet

Ha4 :Terdapat pengaruh jangka waktu, suku bunga dan jaminan pinjaman terhadap kredit macet

(43)

28

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah studi kasus, data yang diperoleh kemudian dianalisis selanjutnya ditarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya.

Metode penelitian deskriptif kuantitatif merupakan suatu penelitian yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena, peristiwa, gejala dan kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis serta akurat. Fenomena dapat berupa bentuk, aktivitas, hubungan, karakteristik serta persamaan maupun perbedaan antar fenomena.

Menurut Sugiyono (2017:14) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif dapat menggambarkan variabel bebas dan variabel terikat serta memberikan pengaruh dari variabel bebas ke variabel terikat melalui pengujian hipotesis.

(44)

3.2 Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sugiyono (2017:80), defenisi populasi adalah wilayah generalisasi yang trdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang memiliki peminjam Kredit Usaha Rakyat sebanyak 105 nasabah, Kredit Multi Guna sebanyak 137 nasabah dan Kredit Angsuran Lainnya sebanyak 21 nasabah pada tahun 2018 hingga tahun 2020 di PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan. Jadi total jumlah kasus kredit macet adalah sebanyak 263 kasus yang menjadi populasi dalam penelitian ini. Karena banyaknya jumlah populasi yang ada jadi yang diteliti dalam penelitian ini diambil sebagian sampel untuk mewakili jumlah populasi.

2. Sampel

Menururt Sugiyono (2017:81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Dalam penelitian ini diperoleh sampel yang digunakan adalah sebagian nasabah yang menerima kredit dari PT. Bank SUMUT KCP Setia Budi Medan dari tahun 2018 hingga 2020 namun mengalami kemacetan saat pembayaraan.

Sampel di ambil dengan rumus Isaac dan Michael : ƛ2 NP (1-P)

S =--- d2 (N-1) + ƛ2 P (1-P)

(45)

Keterangan :

S = ukuran sampel yang diperlukan N = jumlah anggota populasi

P = proporsi populasi=0.50 (maksimal sampel yang mungkin) d = tingkat akurasi = 0.05

ƛ2 = tabel chi-square sesuai tingkat kepercayaan 0.95 = 1.841

Jadi sampel yang digunakan sebanyak 109 nasabah yang dihitung sebagai berikut:

1.841 X 263X0.50X(1-0.50)

S= --- 0.052 (263-1) +1.841X0.50( 1- 0.50) 121,04575

= --- 1,11525

= 108,5369 = 109 nasabah 3. Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Menurut Sugiyono (2017:85), purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel adalah sekelompok atau beberapa bagian dari populasi, nasabah yang diambil harus memenuhi karakteristik sebagai berikut : nasabah mengambil kredit dengan jenis kredit yaitu Kredit Usaha Rakyat, Kredit Multiguna dan Kredit Angsuran Lainnya yang mengalami kemacetan pembayaran kredit pada tahun 2018-2020 di PT.Bank SUMUT KCP Setia Budi. Teknik sampling dilakukan dengan melihat proporsi sampel masing-masing kredit, sampel diambil secara acak.

(46)

Proporsi sampel setiap jenis kredit dapat dihitung sebagai berikut : NMKUR 105

KUR = --- X s =--- X 109 = 43,517 = 43 nasabah TNM 263

KUR = kredit usaha rakyat

NMKUR = nasabah macet kredit usaha rakyat TNM = total nasabah macet

S = jumlah sampel

NMKMG 137

KMG = --- X s =--- X 109 = 56,779 = 57 nasabah TNM 263

KMG = kredit multi guna

NMKMG = nasabah macet kredit multi guna TNM = total nasabah macet

S = jumlah sampel

NMKAL 21

KAL = --- X s =--- X 109 = 8,703 = 9 nasabah TNM 263

KAL = kredit angsuran lainnya

NMKAL = nasabah macet angsuran lainnya TNM = total nasabah macet

S = jumlah sampel

Jumlah proporsi setiap jenis kredit diambil dengan tidak disengaja sebanyak proporsi setiap jenis kredit dan jika digabungkan sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan yaitu 109 nasabah.

(47)

3.3 Sumber Data

Sumber data secara umum digolongkan menjadi dua :

a) Data primer merupakan jenis data yang diperoleh dan digali dari sumber utamanya (sumber asli), baik berupa data kualitataif maupun data kuantitatif ( melalui observasi, wawancara, maupun kuesioner )

b) Data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain), umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang tersusun dalam arsip.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara – cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Wawancara

Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah.

2. Observasi

Observasi adalah pengamatan langsung objek yang menjadi sumber data guna memperoleh gambaran yang nyata dan sumber catatan yang diperlukan.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan melihat atau menganalisis dokumen atau catatan-catatan dan arsip yang sudah ada.

(48)

Metode dokumentasi dalam penelitian ini diperoleh dari website resmi Bank SUMUT berupa catatan / laporan tentang nasabah yang mengalami kredit macet kemudian diambil sesuai dengan kebutuhan dan kemudian data tersebut diolah ke dalam bentuk statistik.

3.5 Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini terdapat empat jenis variabel yang digunakan yaitu : a. Variabel dependen yaitu kredit macet (Y).

b. Variabel independen :Jangka waktu (X1), Suku bunga (X2), Jaminan pinjaman (X3)

Tabel III.1

Definisi Operasional Penelitian VARIAB

EL

DEFINISI OPERASIONAL

INDIKATOR SKALA

Kredit macet (Y)

Kredit yang telah jatuh tempo tetapi belum menyelesaikan semua pembayarannya

KL+Diragukan+Macet

X100%

Total Kredit disalurkan

Rasio

Jangka waktu (X1)

Waktu yang

ditentukan untuk pengembalian pokok dan bunga pinjaman

1. Jangka pendek 2. Jangka menengah 3. Jangka panjang

Rasio

Suku bunga (X2)

Harga atau bunga yang harus dibayar debitur kepada bank

Saldo pinjaman x i (suku bunga ) : 12 (jumlah bulan per tahun)

Rasio Jaminan

pinjaman (X3)

Aset milik peminjam yang diberikan kepada bank sebagai jaminan atas pinjaman

Besar jumlah kredit yang diterima 70 % - 80 % dari nilai jaminan pinjaman

Rasio

Sumber : data diolah peneliti

(49)

3.6 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda (multiple linear regression). Menurut Sugiyono (2017 : 275) analisis regresi linear merupakan suatu model dimana variabel terikat tergantung dua atau lebih variabel bebas. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat.

Dalam analisis regresi linear berganda dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

3.6.1 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dapat dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut : 3.6.1.1 Uji Normalitas

Uji normalitas akan menguji data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Uji asumsi klasik normalitas dapat dilakukan dengan cara normal probability plot, cara ini membandingkan data riil dengan data distribusi normal secara kumulatif. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika garis data riil mengikuti garis diagonal.

3.6.1.2 Uji Multikolinieritas

Uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi linier berganda yang terdiri atas dua atau lebih variabel bebas atau independent variable. Dimana menentukan ada tidaknya multikolinieritas dapat digunakan cara yaitu dengan:

a. Nilai tolerance adalah besaran tingkat kesalahan yang dibenarkan secara statistik (α).

Referensi

Dokumen terkait

permasalahan yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah bagaimana akibat hukum dari adanya kredit macet tanpa jaminan pada Koperasi Serba Usaha Transportasi Sewaka

Bank Indonesia menyusun rencana devisa yang mencerminkan pemeliharaan ekonomi nasional dan memperlancar usaha pembangunan denagan memperhatikan posisi likuiditas solvabilitas

Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pelunasan kredit bank terkait perhitungan bunga sebelum jatuh tempo yang dibuat dan ditentukan dalam perjanjian kredit oleh

Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kredit macet dengan jaminan Hak tanggungan di PD.BPR BKK Margadana Kota Tegal, (2) Untuk

Adapun judul skripsi ini adalah Jaminan Fidusia Akibat Kredit Macet (Kajian Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 Tentamg Pengamanan Eksekusi Jaminan Fiduia) Skripsi

Pendapatan masyarakat yang mengacuh pada produk domestik bruto sangatlah berpengaruh terhadap kinerja indutsri perbankan dalam merealisasikan dana kredit UMKM,

Pendapatan masyarakat yang mengacuh pada produk domestik bruto sangatlah berpengaruh terhadap kinerja indutsri perbankan dalam merealisasikan dana kredit UMKM,

Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan penyelesaian kredit macet dengan jaminan hak tanggungan di PT Bank Bukopin, Tbk Cabang yaitu; (1) Pelaksanaan eksekusi