• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. HIPOTESIS

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka hipotesis dalam penelitian ini adalah HRD yang meliputi Rekrutmen, Pelatihan berpengaruh positif signifkian terhadap kinerja karyawan

HRD - Rekrutmen ( Rivai,2013) - Pelatihan (Sugianto,2015) - Konversasi (Rivai 2013) Kinerja Karyawan (Y) (STEPHEN 2013)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

` Jenis penelitian menurut tingkat eksplanasinya terbagi tiga jenis yakni penelitian deskriptif, komparatif dan asosiatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun hubungan antara dua variable atau lebih. Maka penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menjelaskan pengaruh antara HRD terhadap Kinerja Karyawan.

B. Tempat dan waktu

PT. PLN (Persero) Wilayah Sulsel Sultra dan Sulbar dengan alamat jalan Let Jend Hertasning Makassar Waktu penelitian, penelitian ini dilaksanakan 2 bulan, mulai bulan juni - juli Tahun 2021.

C. Teknik Pengumpulan data

1. Dokumentasi yaitu mengumpulkan bahan-bahan dari berbagai sumber informasi dan mempelajari buku-buku ataupun catatan-catatan.

2. Observasi Yaitu aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan.

3. Kuesioner merupakan instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan. Penyusunan kuesioner dilakukan dengan harapan dapat mengetahui variable-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting. Tujuan penyusunan kuesioner adalah untuk memperbaiki bagian-bagian yang dianggap kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap responden.

D. Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan yang bekerja pada PT PLN (Persero) Wilayah Sultra Sulsel dan Sulbar Dkhususnya Divisi HRD yang berjumlah 45 orang yang akan diteliti.

Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti). Sampel penelitian ini sampel jenuh, dengan mengambil seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 45 sampel.

E. Metode Analisis 1. Uji Analisis

Adapun alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk mengatahui karakteristik responden pada penelitian melalui perhitungan persentase jawaban yang telah ditabulasi, selain itu, analisis deskriptif juga digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik responden yang berpengaruh terhadap varibel penelitian

2. Analisis Inferensial

Untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara proses rekrutmen dan seleksi dengan kinerja karyawan digunakan teknik analisis regresi sederhana, untuk mengetahui besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu perubahan (variabel X) terhadap kejadian lainnya (variabel Y). Analisis regresi menggunakan rumus persamaan regresi berganda seperti yang dikutip dalam Sugiyono (2009 : 277), yaitu :

Y= a+bX +e Keterangan :

Y = Kinerja karyawan X = HRD

a = Konstanta yang merupakan rata-rata nilai Y pada saat nilai X1 dan X2 sama dengan nol

b = Koefisien regresi parsial, mengukur rata-rata nilai Y untuk tiap perubahan X1 dengan menganggap X2 konstan.

e = Eror ( Kesalahan)

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi baik adalah berdistribusi normal atau mendekati normal. Suatu data di katakan mengikuti distribusi normal dilihat dari penyebaran data pada sumbu diagonal dari grafik. Dasar pengambilan keputusan yaitu: a) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi normalitas, b) jika data menyebar jauh dari garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi normalitas.

1) Uji Validitas

Uji validitas pada kuesioner berfungsi untuk menguji apakah item pertanyaan yang ada dalam kuesioner dapat dijadikan alat ukur atau tidak. Suatu skala pengukuran disebut valid bila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur.

Bila skala pengukuran tidak valid maka tidak bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Secara konseptual, dibedakan 3 macam jenis validitas yaitu : validitas isi (cintent validity), validitas yang berkaitan dengan kriteria (criterion-related validity) dan validitas konstruk (construct

validity), dalam Kuncoro (2009:172).

Uji validitas pada kuesioner berfungsi untuk menguji apakah item pertanyaan yang ada dalam kuesioner dapat dijadikan alat ukur atau tidak. Uji validitas dilakukan dengan cara menguji korelasi skor item dengan skor total masing-masing variabel. Secara statistik, angka korelasi bagian total yang diperoleh harus dibandingkan dengan angka dalam r product moment. Apabila nilai r hitung lebih dari (>) kritis maka kuesioner tersebut dapat dikatakan valid dan sebaliknya, dengan tingkat sinifikan 0,3. Biasanya syarat minimal untuk dianggap memenuhi syarat adalah jika rkritis = 0,3. Jadi, jika korelasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.

2) Uji Reliabilitas

Uji realibilitas berfungsi untuk menguji apakah item pertanyaan didalam kuesioner dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Untuk menginterprestasikan tinggi rendahnya realibilitas instrumen. Reliabilitas menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari skor (skala pengukuran). Reliabilitas berbeda dengan validitas karena pertama memusatkan perhatian pada masalah konsistensi, sedang yang kedua lebih memperhatikan masalah ketepatan. Dengan demikian,

reliabilitas mencakup dua hal utama, yaitu: stabilitas ukuran dan konsistensi internal ukuran, dalam Kuncoro (2009:175).

Uji reliabilitas berfungsi untuk menguji apakah item pertanyaan didalam kuesioner dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Untuk menginterprestasikan tinggi rendahnya realibitas instrumen.teknik pengujian reliabilitas ini menggunakan teknik uji statistik Cronbach

Alpha, hasil perhitungan menunjukkan reliabel bila koefisien alphanya

(α) lebih dari 0,60 artinya kuesioner dapat dipercaya daan dapat digunakan untuk penelitian. Semakin besar nilai koefisien reliabilitas, semakin reliabel pula data tersebut. Tidak terdapat batasan yang disepakati untuk itu, namun pada umumnya nilai koefisien reliabilitas yang dapat diterima adalah 0,60 keatas (Sugiyono, 2013:220).

3. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas adalah dengan menggunakan nilai variance inflation factor (VIF). Jika VIF lebih kecil dari 5, maka dalam model tidak terdapat multikolinearitas.

4. Uji Hipotesis

a. Pengujian hipotesis (Uji T )

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel bebas terhadap varibel terikat. Dimana Fhitung > Ftabel, maka H1 diterima atau secara bersama-sama variabel bebas dapat menerangkan variabel terikatnya secara serentak. Sebaliknya apabila

Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima atau secara bersama-sama variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Untuk mengetahui signifikan atau tidak pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat maka digunakan probability sebesar 5% (α= 0,05).

b. Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Pada model linear sederhana ini, akan dilihat besarnya kontribusi untuk variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya dengan melihat besarnya koefisien determinasi totalnya (R2). Jika (R2) yang diperoleh mendekati 1 (satu) maka dapat dikatakan semakin kuat model tersebut menerangkan hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika (R2) makin mendekati 0 (nol) maka semakin lemah pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat.

F. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Variabel-variabel indikator inilah yang kemudian dikembangkan oleh penulis menjadi instrumen penelitian yang dalam hal ini adalah pertanyaan-pertanyaan di dalam kuisioner penelitian. Lebih jelas mengenai variabel-variabel dalam penelitian ini dapat dilihat secara ringkas dalam tabel 3.1 berikut :

Tabel 3.1

Ringkasan Definisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Operasional Indikator

Rekrutmen (Rivai,2013) Definisi rekrutmen adalah suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan tambahan tenaga kerja, melalui tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan pegawai, menentukan kebutuhan karyawan yang diperlukan perusahaan, proses seleksi, penempatan dan orientasi pegawai

1. Persiapan 2. seleksi

Pelatihan

(Sugiyantor,2015)

Pelatihan merupakan upaya dalam mengembangkan

sumber daya manusia terutama untuk mengembangkan

kemampuan intelektual dan kepribadian manusia, Oleh karena itu untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam pengembangan Karyawan diperlukan program pelatihan yang sesuai dengan analisa jabatan agar Karyawan mengetahui tujuan pelatihan yang dijalankannya 1. Pengembanga n Karir 2. Evaluasi Kompensasi, (Rivai,2013)

Manajemen personalia dapat memberi penghargaan yang adil dan layak bagi karyawan sesuai dengan peran dan pencapaian karyawan dalam perusahaan. Pemberian

kompensasi terhadap karyawan ini bisa bersifat finansial seperti kenaikan gaji maupun non finansial berupa tunjangan-tunjangan seperti tunjangan-tunjangan kesehatan

1. Pemberian Gaji 2. Proteksi (BPJS atau Asuransi)

Kinerja Karyawan (Y), (Stephen 2013)

Hasil pencapaian kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai

1. Hasil kerja 2. Perilaku kerja 3. Sifat pribadi

Adapun skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Ordinal dengan tipe skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan (Sugiyono, 2013:168).

Setiap pertanyaan dari variabel yang ada dalam kuesioner dengan mengacu pada Skala likert, dimana masing-masing dibuat dengan menggunakan skala 1 – 5 kategori jawaban, yang masing-masing jawaban diberi score atau bobotnya yaitu banyaknya score antara 1 sampai 5 perinciannya adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Penilaian Score Pernyataan

Jenis Pernyataan Jenis Jawaban Score

Positif

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Tidak Setuju (TS) 2

Netral (N) 3

Setuju (S) 4

Dokumen terkait