Ilmu Shalawat Badawiyah Kubro
HIZIB JAILANI AL-BAGHDADIY Apakah Hizib itu?
Hizib yang mengandung fadhilah dan khasiat yang luar biasa ini adalah kumpulan ayat-ayat Alqur’an, dzikir dan doa yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai waliyullah (Kekasih Allah), hanya saja yang membedakan setiap hizib antara
lain asrar yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa, atau kutipan hadits, yang sesuai dengan karakter Wali sang penyusun. Sementara, kandungan dalam hizib terdapat banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam, seperti kutipan ayat yang isinya terkadang seperti tidak terkait dengan rangkaian doa sebelumnya padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya. Hizib juga biasanya mengandung lebih banyak ismul a’zham (asma Allah yang agung) yaitu nama Allah seperti yang terkandung diantara “KAf dan NUN”.
Dengan kata lain, hijib yang terbentuk bukan saja atas keinginan para wali saja namun yang diterima dari Rasululloh langsung dan diterima dari Ilham Allah SWT.
Oleh para Awliya hizib disusun dan dirancang ada yang untuk konsumsi umum sehingga semua orang boleh mengamalkannya untuk memperkuat benteng diri dan sebagainya. Ada juga yang dirancang untuk kalangan tertentu yang dianggap memiliki kemampuan lebih dari yang lain.
Mengamalkan suatu hizib tidak terlepas dari cobaan atau ujian (ada efek negatif), biasanya cobaannya itu ada yang berbentuk kedigjayaan atau kesaktian berbukti (menonjol), kemarahannya berlebihan atau rezekinya seret dan sebagainya. Semua cobaan itu akan membuat kita sombong atau minder. Makanya ketika kita memulai mengamalkan hizib harus lebih ikhlas dan sepenuhnya berserah diri pada Allah agar kita mampu menghadapi semua cobaan yang datang.
Berikut ini saya menukilkan sebuah hizib yang disusun oleh Syekh Abdul Qadir jailani yang memiliki khasiat antara lain sebagai berikut: 1. Dikasihi dan dicintai makhluk
2. Diberikan ketentraman dalam rumah tangga 3. Disenangi dalam pergaulan
4. Mendapatkan kesaktian/kedigjayaan 5. Diberikan Allah rezeki yang berlimpah 6. Mendapat perlindungan harta bendanya 7. Mendapat kecukupan barokah, karomah, fadhal. 8. Senantiasa mendapat pertolongan dari Allah SWT.
“Hizbul jailanil Baghdaadi” (Hizib jailani al-Baghdadiy) Wasilah Hizib jailani:
1. Ilaa hadhratin nabiyyil mushthafaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama, Al-faatihah…(baca surat al-fatihah 1x).. 2. Wa-ilaa hadhratisy syaikh Muhyiddiin abdil Qaadiril jailaanil baghdaadii, Al-faatihah…(baca surat al-fatihah 1x)… 3. Wa-ilaa ruuhi man ajaazanii, Al-fatihah…(baca surat alfatihah 1x)…
Hizib Jailani Al-Baghdadiy:
“Bismillaahhirrohmaanirrohiim. Raabbi inni maghluubun fantashir wajbur qalbil munkasir wajma’ syamlil mundatsir innaka
antarrahmaanul muqtadir ikfinii ya kaafii wa anal ‘abdul muftaqiru wakafaa billaahi waliyyaa wakafaa billaahi nashiiraa. Innasy syirka
lazhulmun ‘azhiimun wamallahu yuriidu zhulman lil’ibaadi faquthi’a daabiral qaumil ladziina zhalamuu wal hamdulillaahi rabbil
‘aalamiin”
Caranya:
• Puasa 3 hari dimulai pada hari selasa, rabu dan kamis. • Selama puasa hizib jailani dibaca sebanyak 70x
• Pada malam jum’at setelah buka puasa tidak boleh tidur semalaman.
• Sesudah tammat puasa, hizib diwirid setelah sholat maghrib dan isya dibaca sebanyak 7x
Ilmu ini juga dapat dijadikan sarana membangkitkan dan meningkatkan ilmu gerak bela diri bathin (gerak rasa) karomah syekh abdul qadir jailani
Caranya cukup mudah:
Setelah tammat puasa seperti diatas, maka lakukan pembangkitan silat batin (bela diri) dengan karomah syekh. lakukan berdiri membentuk kuda-kuda (buka kaki selebarnya) dan jinjitkan (naikkan tumit tanpa nyentuh tanah) kaki yang belakang (kaki kanan). kemudian satukan tapak tangan seperti sedang menyembah. tekan sekuatnya hingga bergetar. Getaran yang muncul jangan dilawan. maka dengan lihay dan mahir kita akan bergerak kesana kemari, meloncat kesana kemari melakukan gerakan permainan beladiri seperti layaknya pendekar beladiri yang tangguh. Beladiri yang muncul akan sesuai apa niat yang dinginkan, bahkan mampu melakukan gerakan dari seluruh aliran beladiri di
dunia ini. Untuk menghentikannya cukup sebut dengan jelas maupun berbisik (dilafazkan) Sholawat nabi berulang ulang hingga getaran dan gerak stop :
Ini afirmasi yang dibaca ketika merapatkan kedua tapak tangan:
“Bismillahhirrohmanirrohim, Ashadu alla ilaha ilallah wa ashadu anna muhammaddarrosululloh, Berkat aku menyampaikan kepada guru, guru menyampaikan kepada aulia syeh abdul qadir zailani, aulia menyampaikan kepada malaikat, malaikat menyampaikan kepada Allah, membangkitkan karomah syekh “bela diri…(sebutkan jenis beladiri yang diinginkan)..pada diriku, dengan berkat izin Allah-Allah-Allah (terus berzikir hingga bangkit gerak beladiri yang diminta).”
Melatih bela diri karomah syeh ini untuk pemula dilarang berfatner. Dan setelah bangkit beladiri syeh di diri kita harus patuh terhadap perintah agama dan menjauhi larangannya, dilarang melakukan kerusuhan/keributan di masyarakat, dilarang durhaka terhadap guru dan orang tua.
37.Shalawat thibbul qulub. Ini merupakan shalawat penerang hati yang sedang dilanda keruwetan karena mengalami berbagai masalah. Shalawat ini banyak kegunaan diantaranya adalah: Untuk mengatasi masalah - masalah berat yang tidak mungkin bisa diselesaikan secara akal. Shalawat ini juga dapat digunakan untuk keperluan lain, misalnya untuk keamanan diri dari gangguan kejahatan.
Khasiat dan Fadhilah Sholawat TIBBIL QULUB
Shalawat Thibbil qulub sbb:
ﺎﻬِﺋﺎﻴِﺿﻭ ِﺭﺎﺼﺑﹶﺎﹾﻟﺍ ِﺭﻮﻧﻭ ﺎﻬِﺋﺎﹶﻔِﺷﻭ ِﻥﺍﺪﺑﹶﺎﹾﻟﺍ ِﺔﻴِﻓﺎﻋﻭ ﺎﻬِﺋﺍﻭﺩﻭ ِﺏﻮﹸﻠﹸﻘﹾﻟﺍ ﺐِﻃ ٍﺪﻤﺤﻣ ﹶﺎِﻨﻴِﺒﻧ ﻰﻠﻋ ِﱢﻞﺻ ﻢﻬﻠﻟﺍ
...
"ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN TIBBIL QULUUBI WADAWAAIHAA WA'AAFIYATIL ABDAANI WASYIFAAIHAA WANUURIL ABSHAARI WADLIYAAIHAA WAQUWWATIL AJSAADI WAL ARWAAHI
WAGHIDAA IHA WA'ALAA AALIHI WASHAHBIHI AJMA'IIN" Artinya :
Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya dan merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani, Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya.
Fadhilah dan Khasiat Sholawat Tibbil Qulub :
Untuk menyembuhkan penyakit perut, sholawat ini dibaca 7 x, tiap-tiap satu kali ditiupkan pada satu gelas air kemudian diminum. Atau sholawat ini dibaca 7 x tiap kali membaca dituipkan pada telapak tangan kemudian diusapkan pada perut yang sakit, Insya Allah akan segera sembuh dengan ijin Allah. Untuk hati yang sempit was-was dan bingung alias sumpek bacalah sholawat ini sebanyak-banyaknya, agar kita dijauhkan dari berbagai penyakit bacalah sholawat ini sebagai wirid setelah shalat maktubah (shalat fardlu) Insya Allah akan terhindar dari segala macam penyakit.
Shalawat Thibbil Qulub atau sholawat Syifa adalah shalawat yang sering digunakan untuk wasilah penyembuhan suatu penyakit. Dari
segi bahasa, Thibbil Qulub artinya adalah obat hati, sedangkan Syifa adalah penyembuh. Para ulama dan kyai sering mengajarkan
shalawat ini untuk tujuan penyembuhan penyakit.
Meskipun pernah dikatakan shalawat ini dapat mendatangkan syirik, tapi ini terjadi bila shalawat ini disalahartikan dalam penerjemahannya. Menurut Dato Dr. Haron Din, memang ada sedikit kebingungan jika ia diterjemahkan terus 'ayat by ayat'. Apa yang penting adalah kita harus ingat bahwa segala penyakit dan musibah yang datang semua dari Allah SWT dan enyembuhnya juga dari Allah SWT.
Segala obat adalah sebagai perantara atau asbab, dan usaha kita sebagai hambaNYA yang tetap yakin Allah SWT adalah musabab dan penentu diatas kesembuhan seseorang dan insyaAllah shalawat Thibbil Qulub atau Syifa’ ini juga dapat dijadikan salah satu amalan untuk menyembuhkan penyakit.
Dan inilah bacaan sholawat Tibbil Qulub:
Allahumma sholli 'ala Sayyida Muhammadin thibbil quluubi wa dawaaiha, wa 'aafiyatil abdani wa syifaa iha, wanuuril abshoori wa dhiyaa iha wwa 'ala aalihi wa shohbihi wa baarik wa sallim.
"Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan
kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya dan merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani,
Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya."
Fadhilah dan Khasiat Sholawat Tibbil Qulub :
Untuk menyembuhkan penyakit perut, sholawat ini dibaca 7 x, tiap-tiap satu kali ditiupkan pada satu gelas air kemudian diminum. Atau sholawat ini dibaca 7 x tiap kali membaca dituipkan pada telapak tangan kemudian diusapkan pada perut yang sakit, Insya Allah akan segera sembuh dengan ijin Allah. Untuk hati yang sempit was-was dan bingung alias sumpek bacalah sholawat ini sebanyak-banyaknya, agar kita dijauhkan dari berbagai penyakit bacalah sholawat ini sebagai wirid setelah shalat maktubah (shalat fardlu) Insya Allah akan terhindar dari segala macam penyakit.
Syaikh Muhammad bin Jamil Zinu mengatakan:
ﻮﻨﻳﺯ ﻞﻴﲨ ﻦﺑ ﺪﻤﳏ ﺕﺎﻔﻟﺆﻣ
-)
ﺝ
5
/
ﺹ
54
)
ﹸﻝﻮﹸﻗﹶﺃ
:
ﺎﻫﺪﻳِﺩﺮﺗ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﺩﺎﺘﻋﺍ ﻒِّﻟﺆﻤﹾﻟﺍ ﺎﻬﻨﻋ ﹶﻝﺎﹶﻗ ِﱵﱠﻟﺍ ﹶﺔﹶﻘﺑﺎﺴﻟﺍ ﹶﺔﻐﻴﺼﻟﺍ ﱠﻥِﺇ
.
ﺒﻣ ﹸﺓﺩﹶﺎﺒِﻌﻟﹾﺍﻭ ، ﹲﺓﺩﺎﺒِﻋ ﻢﹼﻠﺳﻭَ ِﻪﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲِﺒﻨﻟﺍ ﻰﹶﻠﻋ ﹶﺓﹶﻼﺼﻟﺍ ﱠﻥﹶﺄِﻟ ﺯﻮﺠﺗ ﹶﻻ
، ﹸﻞﻴِﻟﺪﻟﺍ ﻲِﺗﹾﺄﻳ ﱴﺣ ِﻒﱡﻗﻮﺘﻟﺍ ﻰﹶﻠﻋ ﺎﻫﺎﻨ
ِﻟﺎﺼﻟﺍ ِﻒﹶﻠﺴﻟﺍﻭ ، ِﻪِﺘﺑﺎﺤﺻﻭ ﻢﱠﻠﺳﻭ ِﻪﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ِﻝﻮﺳﺮﻟﺍ ِﻦﻋ ﺕﺩﺭﻭ ﻲِﺘﹼﻟﺍ ِﺕﺎﻳﺍﻭِّﺮﻟﺍ ﻊﻴﻤﺟ ﻒِﻟﺎﺨﺗ ﺎﻬﻧﹶﺃ ﺎﻤﻴِﺳ ﹶﻻﻭ ، ِﺔﻐﻴِّﺼﻟﺍ ِﻩِﺬﻫ ﻰﹶﻠﻋ ﹶﻞﻴِﻟﺩ ﹶﻻﻭ
ًﺀﺍﺮﹾﻃِﺇﻭ ﹰﺍﻮﹸﻠﹸﻏ ﺎﻬﻴِﻓ ﱠﻥﹶﺃ ﻰﹶﻟِﺇ ِﺔﹶﻓﺎﺿِﻹﺎِﺑ ، ِﺢ
ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻ ﹸﻝﻮﺳﺮﻟﺍﻭ ﷲﺍ ﻩﺎﺿﺮﻳ ﹶﻻ
.
ِﻣ ٍﺔﻐﻴِﺼِﺑ ﹸﺬﺧﹾﺄﻳﻭ ، ﻪﺑﺎﺤﺻﹶﺃﻭَ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻ ﹸﻝﻮﺳﺮﻟﺍ ﺎﻬﹶﻠِﻤﻋ ِﱵﱠﻟﺍ ﹶﺔﻐﻴِّﺼﻟﺍ ﻙﺮﺘﻳ ﹾﻥﹶﺃ ٍﻢِﻠﺴﻤِﻟ ﺯﻮﺠﻳ ﹾﻞﻬﹶﻓ
ﻒِﻟﺎﺨﺗ ﻲِﺘﱠﻟﺍﻭ ، ِﺱﺎﻨﻟﺍ ِﻝﺍﻮﹾﻗﹶﺃ ﻦ
؟ ﹶﺔﻋﻭﺮﺸﻤﹾﻟﺍ ﹶﻎﻴِّﺼﻟﺍ
Aku berkata;
Sesungguhnya redaksi dulu yang di katakan oleh pengarang ( Muhammad Ahmad Jamal ) sebagai sholawat yang sering di baca di kalangan manusia- hakikatnya tidak boleh. Sebab membaca sholawat pada Nabi SAW adalah ibadah dan landasan ibadah tawaqquf ( menanti dulu ) hingga datang dalilnya. Dan redaksi sholawat ( tibbul qulubn ) itu tiada dalilnya. Apalagi menyalahi seluruh riwayat yang datang dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya, salaf saleh. selain itu, terdapat berlebihan dalam memuji Nabi SAW yang tidak diridai oleh Allah dan rasulNya.
Apakah layak bagi seorang muslim untuk meninggalkan redaksi sholawat yang di jalan kan oleh nabi dan para sahabatnya lalu mengambil redaksi dari omongan orang yang menyalahi sariat juga.
Selain itu, Rasulullah SAW dalam sholawat Thibbul qulub itu di katakan sebagai obat hati, apa maksudnya. Apakah hati sakit lalu bisa di sembuhkan oleh Rasulullah SAW. Bila demikian, kapan hal itu di lakukan oleh Rasulullah SAW waktu hidupnya? Pada hal menurut al Quran bukan Rasulullah SAW yang menyembuhkan penyakit tapi Allah. Lihat ayat sbb:
ِﲔِﻔﺸﻳ ﻮﻬﹶﻓ ﺖﺿِﺮﻣ ﺍﹶﺫِﺇﻭ
dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku
Karena itu, Rasulullah SAW juga minta sehat dan selamat kepada Allah dalam doa sbb:
ِﺇ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ِﺓﺮِﺧﺂﹾﻟﺍﻭ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﻲِﻓ ﹶﺔﻴِﻓﺎﻌﹾﻟﺍ ﻚﹸﻟﹶﺄﺳﹶﺃ ﻲﻧِﺇ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ
ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ﻲِﺗﺎﻋﻭﺭ ﻦِﻣﺁﻭ ﻲِﺗﺍﺭﻮﻋ ﹸﻥﺎﻤﹾﺜﻋ ﹶﻝﺎﹶﻗﻭ ﻲِﺗﺭﻮﻋ ﺮﺘﺳﺍ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ﻲِﻟﺎﻣﻭ ﻲِﻠﻫﹶﺃﻭ ﻱﺎﻴﻧﺩﻭ ﻲِﻨﻳِﺩ ﻲِﻓ ﹶﺔﻴِﻓﺎﻌﹾﻟﺍﻭ ﻮﹾﻔﻌﹾﻟﺍ ﻚﹸﻟﹶﺄﺳﹶﺃ ﻲﻧ
ﻲِﻨﹾﻈﹶﻔﺣﺍ
ﻦِﻣﻭ ﻲِﻟﺎﻤِﺷ ﻦﻋﻭ ﻲِﻨﻴِﻤﻳ ﻦﻋﻭ ﻲِﻔﹾﻠﺧ ﻦِﻣﻭ ﻱﺪﻳ ِﻦﻴﺑ ﻦِﻣ
ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻲِﺘﺤﺗ ﻦِﻣ ﹶﻝﺎﺘﹾﻏﹸﺃ ﹾﻥﹶﺃ ﻚِﺘﻤﹶﻈﻌِﺑ ﹸﺫﻮﻋﹶﺃﻭ ﻲِﻗﻮﹶﻓ
Alloohumma innii as`alukal aa`fiyata fiddunya wal`aakhiroh Alloohumma innii as`alukal afwa wal`aafiyata fii diinii wadunyaaya wa `ahlii wamaalii . Alloohumma s tur aurootii, wa`aamin rou`aatii. Alloohumma h fazhnii min baini yadayya wamin kholfii wa`an yamiinii wa`an syimaalii wamin fauqii . wa`a`uudzu bi`azhomatika an ughtaala min tahtii.
Ya Allah ! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu keselamatan di dunia maupun di aherat. Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepadaMu pengampunan dan keselamatan agama, dunia dan keluargaku serta hartaku. Ya Allah ! Tutupilah aibku dan tenangkan hatiku. Ya Allah ! Jagalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri, atas dan aku berlindung dengan ke agungan Mu jangan sampai aku di bunuh dari bawah ( ya`ni di makan ular atau lainnya ). HR Abu Dawud .
Bila maksud dari sholawat Thibbul qulub Rasulullah SAW bisa membikin hati orang kafir masuk Islam. Bila demikian, maka tidak jelas dalilnya, pengertian yang keliru dan bertentangan dengan realita, dimana paman beliau masih tetap berpegangan kepada ajaran leluhur dan kekufuran. Beliau senang kepadanya, tapi hidayah bukan miliknya. Ahirnya pamannya menjumpai ajalnya dalam keadaan dimurkaiNya dan enggan membaca sahadat. Ingat firmanNya
:
ﻦﻳِﺪﺘﻬﻤﹾﻟﺎِﺑ ﻢﹶﻠﻋﹶﺃ ﻮﻫﻭ ُﺀﺎﺸﻳ ﻦﻣ ﻱِﺪﻬﻳ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻦِﻜﹶﻟﻭ ﺖﺒﺒﺣﹶﺃ ﻦﻣ ﻱِﺪﻬﺗ ﺎﹶﻟ ﻚﻧِﺇ
)
56
)
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. Qashash 56.
Malah ada hadis sbb: Al Musayyab berkata :
ﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲِﺒﻨﻟﺍ ِﻪﻴﹶﻠﻋ ﹶﻞﺧﺩ ﹸﺓﺎﹶﻓﻮﹾﻟﺍ ﻪﺗﺮﻀﺣ ﺎﻤﹶﻟ ٍﺐِﻟﺎﹶﻃ ﺎﺑﹶﺃ ﱠﻥﹶﺃ
ﻲِﺑﹶﺃ ﻦﺑ ِﷲﺍﺪﺒﻋﻭ ٍﻞﻬﺟ ﻮﺑﹶﺃ ﹶﻝﺎﹶﻘﹶﻓ ِﷲﺍ ﺪﻨِﻋ ﺎﻬِﺑ ﻚﹶﻟ ﺝﺎﺣﹸﺃ ﹰﺔﻤِﻠﹶﻛ ُﷲﺍ ﱠﻻِﺇ ﻪﹶﻟِﺇ ﹶﻻ ﹾﻞﹸﻗ ﻢﻋ ﻱﹶﺃ ﹶﻝﺎﹶﻘﹶﻓ ٍﻞﻬﺟ ﻮﺑﹶﺃ ﻩﺪﻨِﻋﻭ ﻢﱠﻠﺳﻭ ِﻪﻴﹶﻠ
ﻢﹶﻠﹶﻓ ِﺐِﻠﱠﻄﻤﹾﻟﺍِﺪﺒﻋ ِﺔﱠﻠِﻣ ﻦﻋ ﺐﹶﻏﺮﺗ ٍﺐِﻟﺎﹶﻃ ﺎﺑﹶﺃ ﺎﻳ ﹶﺔﻴﻣﹸﺃ
ﻪﻨﻋ ﻪﻧﹸﺃ ﻢﹶﻟ ﺎﻣ ﻚﹶﻟ ﱠﻥﺮِﻔﻐﺘﺳﹶﺄﹶﻟ ﻢﱠﻠﺳﻭ ِﻪﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲِﺒﻨﻟﺍ ﹶﻝﺎﹶﻘﹶﻓ ِﺐِﻠﱠﻄﻤﹾﻟﺍِﺪﺒﻋ ِﺔﱠﻠِﻣ ﻰﹶﻠﻋ ِﻪِﺑ ﻢﻬﻤﱠﻠﹶﻛ ٍﺀﻲﺷ ﺮِﺧﺁ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻰﺘﺣ ِﻪِﻧﺎﻤﱢﻠﹶﻜﻳ ﹶﻻﺍﺰﻳ
ﺖﹶﻟﺰﻨﹶﻓ
)
ﹾﻥﹶﺃ ﺍﻮﻨﻣﺁ ﻦﻳِﺬﱠﻟﺍﻭ ﻲِﺒﻨﻠِﻟ ﹶﻥﺎﹶﻛ ﺎﻣ
ِﻢﻴِﺤﺠﹾﻟﺍ ﺏﺎﺤﺻﹶﺃ ﻢﻬﻧﹶﺃ ﻢﻬﹶﻟ ﻦﻴﺒﺗ ﺎﻣ ِﺪﻌﺑ ﻦِﻣ ﻰﺑﺮﹸﻗ ﻲِﻟﻭﹸﺃ ﺍﻮﻧﺎﹶﻛ ﻮﹶﻟﻭ ﲔِﻛِﺮﺸﻤﹾﻠِﻟ ﺍﻭﺮِﻔﻐﺘﺴﻳ
(
ﺖﹶﻟﺰﻧﻭ
)
ﺖﺒﺒﺣﹶﺃ ﻦﻣ ﻱِﺪﻬﺗ ﹶﻻ ﻚﻧِﺇ
)Ketika Abu Tholib akan meninggal dunia, Nabi Muhammad saw, masuk kepadanya. Disisi Abu Tholib terdapat Abu Jahal. Nabi saw, berkata :” Wahai pamanku ! Katakanlah la ilaha illallah suatu kalimat yang saya gunakah hujjah untukmu disisi Allah “.
Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah berkata : “ Wahai Abu Tholib ! Apakah kamu benci agama Abdul muttholib .Keduanya mengatakan begitu terus hingga akhir perkataan Abu Tholib adalah : “ Saya ikut agama Abd Muttholib “.
Nabi Muhammad saw, bersabda :” Sungguh aku akan memintakan ampun kepadamu selama tidak dilarang, lalu turunlah ayat :
ﺎﻣ
ِﻢﻴِﺤﺠﹾﻟﺍ ﺏﺎﺤﺻﹶﺃ ﻢﻬﻧﹶﺃ ﻢﻬﹶﻟ ﻦﻴﺒﺗ ﺎﻣ ِﺪﻌﺑ ﻦِﻣ ﻰﺑﺮﹸﻗ ﻲِﻟﻭﹸﺃ ﺍﻮﻧﺎﹶﻛ ﻮﹶﻟﻭ ﲔِﻛِﺮﺸﻤﹾﻠِﻟ ﺍﻭﺮِﻔﻐﺘﺴﻳ ﹾﻥﹶﺃ ﺍﻮﻨﻣﺁ ﻦﻳِﺬﱠﻟﺍﻭ ﻲِﺒﻨﻠِﻟ ﹶﻥﺎﹶﻛ
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahannam.