HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
3. Komponen Komposisi
4.2.2 Hubungan Inter-semiotik Logis antara Teks Verbal dan Teks Visual dalam Menyampaikan Makna Teks Multimodal Mangayun
Sebuah teks multimodal disusun oleh lebih dari satu sumber semiotik.
Sumber semiotik dalam penelitian ini adalah tanda verbal dan tanda visual yang diwujudkan dalam bentuk teks verbal dan teks visual dalam teks multimodal mangayun. Kedua model teks ini memiliki keterkaitan satu dengan yang lain dalam menciptakan makna. Hal ini diwujudkan melalui hubungan-hubungan yang saling menjelaskan, melengkapi, dan hubungan sebab akibat. Hubungan inter-semiotik logis antara teks verbal dan teks visual dalam menyampaikan makna dalam teks multimodal mangayun menunjukkan bahwa teks verbal yang berwujud tanda-tanda verbal tidak selamanya dapat berdiri sendiri dalam
menciptakan makna sehingga membutuhkan teks visual, seperti pada teks multimodal mangayun.
1. Hubungan repeating/pengulangan
Hubungan repeating/pengulangan yaitu teks verbal dan visual berkali-kali diulang (temporal/time). Teks verbal diayun ho amang diayun, dianggun dibue- bue, ho do amang si ubat lungun, jadima ho anak na soleh, sareto mandok syukur tu Tuhan, malum nyae sombu lungun, horas torkis markahirasan, tutup doa allohumma amin, sian sude koum na markunjung, jadima ho anak namukmin, cita-cita nian marujung berulang-ulang diucapkan begitu juga dengan visual yang berulang-ulang juga, kemudian teks verbal diatas merupakan proses action yang menyangkut kegiatan fisik sama halnya dalam visual memperlihatkan kegiatan fisik seperti sentuhan atau dorongan ketika mengayun anak. Hubungan repeating ini menyampaikan makna dan memberi penegasan dari teks verbal dan visual bahwa acara ini adalah upacara mangayun. Selain itu, dengan hubungan reapeting ini menunjukkan bahwa teks verbal dan visual inilah yang menjadi inti dari upacara mangayun.
Misalnya;
Teks verbal Teks visual
diayun ho
amang diayun
dianggun dibue-bue
2. Hubungan Comparative/perbandingan
Hubungan comparative, yaitu hubungan perbandingan antara teks verbal dan visual pada tingkatan umum dan abstraksi. Teks mangayun ini memiliki empat teks yang berhubungan dengan perbandingan, yaitu jadima ho anak na soleh dijelaskan melalui proses classifical dan visual ayah memakai peci, artinya teks verbal memiliki perbandingan umum bahwa anak yang soleh ditandai dengan petanda peci. Kemudian riang sude koum namarkunjung merupakan proses tindakan (action) dan visual lambaian tangan ibu. Artinya teks verbal memiliki perbandingan umum bahwa tindakan yang dilakukan oleh ibu (aktor) merupakan kagiatan yang menyangkut fisik yaitu lambaian tangan. Ringgas mangarejohon sumbayang adalah proses tindakan (action) dan visual ayah memakai peci, hubungan perbandingan yang terjadi antara teks visual dan verbal ini adalah
hubungan perbandingan abstaksi. Artinya proses tindakan pada ringgas mangarejohon sumbayang direpresentasikan berdasarkan arti rajin mengerjakan sholat dengan petanda peci yang dipakai ayah. Selanjutnya, sude hamu si oban dame merupakan proses action, hamu adalah anak yang diayun sekaligus menjadi aktor dan dame sebagai gol, ini juga diperlihatkan pada visual bahwa keluarga sangat bahagia kehadiran anak yang diayun sebagai anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya. Artinya hubungan ini adalah hubungan perbandingan umum.
Makna yang ingin disampaikan teks verbal dan visual ini adalah kebahagiaan keluarga dan kaum kerabat atas kehadiran anak yang diayun dan sekaligus harapan agar anak menjadi anak yang soleh.
Misalnya;
Teks verbal Teks visual
Jadima ho anak na soleh
Ringgas mangarejohon sumbayang
Sedu hamu maroban dame
3. Hubungan Additive
Hubungan additive dalam teks verbal dan visual pada teks multimodal mangayun terdiri atas anggunan na marbunga-bunga da amang, diayun ho, patidahon holong ni ama ina, maroban sangap, sholawat salam tu Rasululloh, marlagut kahanggi anakboru mora da amang, sapangido anso ho anak paragama, marlagut koum sisolkot. Hubungan ini menunjukkan bahwa teks verbal dan teks visual saling melengkapi dalam menyampaikan makna. Artinya dalam hubungan ini, teks verbal menyampaikan makna melalui partisipan dan proses yang kemudian dilengkapi oleh visual melalui gambar sehingga makna dapat dimengerti. Teks verbal anggunan na marbunga-bunga da amang disampaikan dengan partisipan berupa thing yaitu anggunan yang kemudian dilengkapi oleh visual dengan gambar ayunan, hal ini menjelaskan teks verbal tersebut dengan menunjukkan pada visual apa yang dimaksudkan teks verbal sehingga dapat dipahami. Kemudian teks verbal diayun ho menyampaikan makna denga proses yang dilengkapi dengan visual. Artinya dengan teks verbal diayun ho diperlihatkan pada visual gambar dorongan ke ayunan yang berarti mengayun anak. Patidahon holong ni ama ina menyampaikan makna melalui proses sehingga dapat dimengerti, artinya ketika teks verbal patidahon holong ni ama ina direalisasikan dalam visual dengan belaian kasih sayang ayah dan ibu.
Makna teks maroban sangap disampaikan melalui proses yang direalisasikan dengan visual yaitu jabatan tangan ucapan selamat, artinya teks verbal dilengkapi oleh visual yang memberikan pemahaman makna teks. Teks verbal sholawat salam tu Rasululloh dengan visual ibu menunduk seolah-olah mengajarkan solawat pada anaknya memberi kelengkapan makna pada teks
verbal dan visual. Kemudian teks verbal sagala koum mandoahon hamunu dengan visual kehadiran tamu-tamu memberi penjelasan melalui proses. Artinya dengan teks verbal sagala koum mandoahon dengan kehadiran tamu yang secara langsung ingin mendoakan anak yang diayun sehingga ketika teks perbal hadir dengan visual memberi pemahaman makna dari keduanya. Marlagut kahanggi anakboru mora da amang dengan visual memperlihatkan kahanggi, memberi pemahaman utuh pada teks verbal dan visual. Sapangido anso ho anak paragama dengan visual ayah yang memakai baju koko memberi pengertian terhadap makna teks verbal dan visual. Marlagut koum sisolkot dijelaskan dengan proses yang memberi pemahaman terhadap teks verbal dan visual. Artinya kedua teks saling melengkapi dalam menyampaikan makna. Makna yang ingin disampaikan teks verbal dan visual pada hubungan additive ini adalah kebahagiaan keluarga dan kaum kerabat atas upacara mangayun anak dan harapan keluarga agar anak menjadi anak yang beragama dan menyayangi keluarganya kelak.
Misalnya;
Teks verbal Teks visual
Anggunan na marbunga-bunga
Patidahon holong ni ama ina
Sagala koum mandoahon hamunu
4. Hubungan Consequential
a. Consequential; consequence dengan efek yang dapat dipastikan dimiliki teks verbal dan visual. Teks verbal Simbor ma ho amang laho magodang yang direpresentasikan oleh visual dengan efek yang sudah dipastikan yaitu sentuhan ayah kepada anak yang diayun, ho do jagar-jagar ni ama ina da amang direpresentasikan oleh visual dengan efek yang sudah dipastikan yaitu anak yang diayun, mayam-mayam ni si mangido direpresentasikan oleh visual dengan efek yang sudah dipastikan yaitu anak, ida ho amang sude on ancogot da amang direpresentasikan oleh visual dengan efek yang sudah dipastikan yaitu tatapan ayah ibu, dung dipasahut baga-baga direpresentasikan oleh
visual dengan efek yang sudah dipastikan yaitu acara mangayun, nazar ni ama ina dipalalu direpresentasikan oleh visual dengan efek yang sudah dipastikan yaitu acara mangayun, malum nyae direpresentasikan oleh visual dengan efek yang sudah dipastikan yaitu anak yang sehat.
Misalnya consequential; concequence
Teks verbal Teks visual
Mayam-mayam ni si mangido
Nazar ni ama ina dipalalu
Ho do jagar-jagar ni ama ina
Simbor ma ho amang laho magodang
Malum nyae
b. Concequential; contingency adalah hubungan yang mengacu pada efek yang tidak pasti, artinya teks verbal memiliki efek dan teks visual tidak, atau sebaliknya tidak ada hubungan yang pasti antara keduanya. Teks verbal; nauli bulung riang mangayun tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, karena dalam visual anak diayun oleh ayah, ibu dan kahanggi bukan seperti yang ada pada teks verbal nauli bulung. Horas torkis ama ina magabe tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual. Tu anak sangape boru tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, karena dalam visual kedua anak yang diayun berjenis kelamin laki-laki. Kemudian teks verbal simbur ma ho amang laho magodang tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual. Teks verbal peng-peng muse laho matua tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual. Teks verbal na sian jae sian julu tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, karena dalam visual tidak diperlihatkan dari mana asal kaum kerabat yang hadir. Teks verbal ho do udut ni tangan na pondok tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual. Teks verbal tamba ni gogo na so sadia tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual. Teks verbal nadung lan on ulang gabe lotok tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual. Teks verbal bege tondimu aso matogu tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, muda dung maginjang magodang tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, ma gogo ho marsipoda, haru sibukku merjeng marnyiang tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, hu gogoi do
manjalaki na suada tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, poken di Aek Nabara tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, Hadungdung tu si Pagabu tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, dao nian sagala mara bahaya tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, horas ma tondi madingin tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual, jana sayur matua bulung tidak ada hubungan yang mengacu pada efek yang pasti pada visual. Makna yang ingin disampaikan teks verbal dan visual pada hubungan consequential ini adalah kebahagiaan keluarga dan kaum kerabat atas upacara mangayun anak dan harapan keluarga agar anak menjadi anak yang beragama, tercapai semua cita-cita dan menyayangi keluarganya kelak.
Misalnya;
Teks verbal Teks visual
Nauli bulung riang mangayun
Horas torkis ama ina magabe
Tu anak sang ape boru
Peng-peng laho matua
Bege tondi mu aso ma togu
Muda dung manginjang
Ma gogo ho amang marsipoda
106 BAB V