• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori

2.2.2 Metafungsi Bahasa

2.2.2.2 Metafungsi Bahasa Visual Kress dan van Leeuwen (1996, 2006)

Sejalan dengan penjelasan Halliday (2004), dan Liu O’Halloran (2009), Kress dan van Leeuwen (2006: 40-41) menjelaskan metafungsi bahasa yang dikaitkan dengan multimodal, metafungsi bahasa meliputi tiga komponen.

1. Komponen representasi: setiap sistem semiotik memiliki kemampuan untuk merepresentasikan aspek-aspek pengalaman dunia di luar sistem tanda baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan kata lain, sistem semiotik harus mampu untuk merepresentasikan objek dan hubungannya dengan dunia di luar sistem representasi tersebut yang mungkin memiliki sistem tanda yang lain. Dengan cara itulah, sistem semiotik ideasional memberikan pilihan-pilihan untuk merepresentasikan objek dengan cara yang berbeda, agar cara-cara ini dapat saling berhubungan satu sama lain.

repr

Bagan 2.1 Variables of Representational Analysis in Visuals (Kress dan van Leeuwen 1996, 2006)

Komponen

Komponen representasi dalam metafungsi visual meliputi; proses, partisipan dan sirkumtan.

(1) Proses dibagi menjadi narrative analysis (analisis naratif) dan conceptual analysis (analisis konseptual). Analisis narratif terdiri atas (a) proses tindakan (action), proses tindakan terbagi dua yaitu, proses tindakan transaksional dan non-transaksional. Proses tindakan transaksional/ verba intrasitif artinya kata kerja yang memerlukan objek (aktor dan gol). Sedangkan proses tindakan non-transaksional sama halnya dengan verba transitif artinya kata kerja yang tidak memerlukan objek. (b) Proses reaksional, Proses reaksional dalam metafungsi visual adalah ketika vektor dibentuk oleh garis mata, dan arah pandangan dari satu atau lebih yang berarti ada reaksi. (c) Proses mental, proses mental dalam metafungsi visual berbentuk vektor yang dapat diamati di komik: berupa balon/gelembung berpikir yang menghubungkan senser dan fenomenon. (d) Proses verbal dalam metafungsi visual berbentuk vektor berupa balon/gelembung dialog yang menghubungkan sayer dan ucapan. (e) Proses konversi, gol sebagai partisipan satu-atunya. Sedangkan analisis konseptual terdiri atas (a) analytical (analitik), dalam metafungsi bahasa sama dengan proses relasional kepemilikan, (b) symbolic attribute (penanda attribut), dalam metafungsi bahasa sama dengan proses relasional identifikasi, dan (c) Classifical (pengelompokan) dalam metafungsi bahasa sama dengan proses relasional attribut (Kress dan Van Leeuwen, 2006:63).

(2) Partisipan adalah orang, atau sesuatu bahkan tempat yang ada dalam analisis gambar partisipan merupakan objek yang paling menonjol, melalui ukuran, tempat di komposisi, kontras terhadap latar belakang, saturasi warna, dan

fokus ketajaman. (a) Proses action (tindakan) memiliki aktor sebagai partisipan I dan gol sebagai partisipan II. (b) Proses reaksi dengan partisipan I disebut reactor, dan partisipan II disebut fenomena. Reactor adalah partisipan yang melakukan proses baik manusia atau binatang, sedangkan fenomena dapat dibentuk partisipan lain. (c) Proses mental memiliki partisipan I senser dan partisipan II fenomenon. (d) Proses verbal terdiri dari sayer sebagai partisipan I dan ucapan (utterance) sebagai partisipan II. (e) Proses konversi, partisipan satu-satunya adalah gol. (f) Partisipan analytical (analitik) adalah carrier (pemilik) sebagai pertisipan I dan possessive attribute (milik) sebagai

partisipan II (b) symbolic attribute (penanda identitas) dengan partisipan I adalah (superordinate) penanda dan partisipan II adalah (subordinate) petanda (c) Classifical (pengelompokan) dalam metafungsi bahasa sama dengan proses relasional attribute dengan partisipan I adalah (carrier) penyandang dan partisipan II adalah (symbolic attribute) atribut (Kress dan Van Leeuwen, 2006:47).

(3) Sirkumtan pada metafungsi visual, adapun sirkumtan pada metafungsi visual adalah (a) lokasi berkaitan dengan tempat proses itu terjadi, (b) alat berkaitan dengan sarana proses dibentuk oleh alat dengan tindakan yang dijalankan biasanya juga membentuk vektor. (c) Penyerta berkaitan dengan proses di mana dua benda wujud dapat disatukan sebgai dua unsur. (Kress dan van Leeuwen, 2006:72)

2. Komponen interpersonal/ interaksional: setiap sistem semiotik harus mampu untuk memproyeksikan hubungan-hubungan antara pencipta/produser yang menciptakan tanda atau kompleks tanda dengan penerima/reproducer tanda

tersebut. Dengan kata lain, sistem semiotik harus mampu memproyeksikan sebuah hubungan sosial diantara pencipta, pemirsa (yang menerima tanda), dan objek yang direpresentasikan oleh tanda tersebut. Dalam sistem semiotik ditawarkan hubungan interpersonal yang berbeda. Kress memberi contoh satu bentuk dari reperesentasi visual dalam gambar. Seseorang yang difoto mungkin secara semiotik berkomunikasi dengan fotografer. Disini dapat terjadi suatu proses interpersonal antara orang yang difoto dengan orang-orang yang nantinya melihat fotonya, atau mungkin juga tidak ada proses interaksi jika yang melihat foto, menganggap foto itu sebagai ‘cermin’

bayangan diri sendiri.

Table 2.2 Interactive Meanings (Interpersonal) Adapted from The Grammar of Visual Design (1996, 2006)

Interaksional

Vertical angle (viewer power and represented participant power

Modality

colour 1) Colour saturation 2) Colour differentiation 3) Colour modulation Contextualization 1) Absence of background

2) Full detail

Representation 1) Maximum abstraction 2) Maximum Representation Depth 1) Absence of depth

2) Maximally deep

perspective

Illumination 1) Full representation of light and shape

2) Absence of light and shape

Brightness 1) Maximum brightness 2) Black and white or shades

of light grey and dark

Komponen interpersonal meliputi; contact (kontak), social distance (jarak sosial), point of view (sudut pandang ) dan modality (modalitas).

(1) Contact (kontak) terdiri atas; 1) image art; (a) demand (goods/services) adalah interaksi langsung antara partisipan dengan khalayak diwujudkan melalui kontak mata yang menatap kepada penyaksi, (b) offer (information) adalah adanya pandangan penyaksi. 2) Gaze (tatapan); direct (langsung) artinya tatapan dari partisipan langsung dan indirect (tidak langsung) sebaliknya tatapan dari partisipan tidak langsung.

(2) Social distance (jarak sosial) meliputi size of frame (ukuran frame); (a) intimate/personal adalah tampilan personal, (b) social dan equality adalah cara pengambilan elemen visual pada teks dengan memberikan informasi kepada khalayak bahwa produk tersebut adalah produk yang dapat dimiliki dengan mudah dan realisasinya dapat ditemukan pada call and visit information, (c) impersonal adalah tampilan umum.

(3) Point of view (sudut pandang) meliputi; subjective image; (a) horizontal angle; involvement (sudut frontal), detachment (sudut miring), (b) vertical angle; viewer power (pandangan menjadi kuat), represented participant power (pandangan menjadi lemah).

(4) Modality/modalitas membahas tentang tingkatan warna, tingkatan warna menurut Kress dan van Leeuwen (2006:160), ditandai dengan (1) saturasi warna, artinya warna penuh atau tidak ada warna, misalnya hitam dan putih (2) diferensiasi warna, warna dari berbagai keragaman warna menjadi tidak beragam (3) perubahan warna, artinya warna yang penuh bayang-bayang berubah menjadi tidak ada bayangan (4) kontekstualisasi, warna yang tidak

berlatar menjadi berlatar jelas, (5) representasi, warna yang direpresentasikan dari hal yang abstrak menjadi detail, misalnya: helai pada rambut, pori-pori di kulit, lipatan di pakaian, daun di pohon (6) kedalaman, skala berjalan dari tidak adanya kedalaman perspektif menjadi perspektif yang dalam (7) penerangan, skala berjalan dari representasi sepenuhnya dari permainan cahaya dan bayangan untuk ketiadaan di sisi lain, abstrak dari pencahayaan menunjukkan bayangan (8) kecerahan, artinya perbedaan warna tingkat terang hitam dan putih atau abu-abu gelap, misalnya kulit hitam atau putih cerah.

Tabel 2.3 Penanda Modalitas pada Data Visual (Kress dan van Leeuwen, 2006:160-162)

Penanda modalitas modalitas tinggi modalitas rendah Saturasi warna saturasi netral hitam dan putih

Keragaman warna beragam tidak beragam

Perubahan warna penuh bayangan tidak berbayangan Kontekstualisasi konteks yang jelas kontek abstak

Representasi detail abstrak

Kedalaman perspektif yang jelas perspektif abstrak

Penerangan bercahaya tidak bercahaya

Kecerahan tingkat kecerahan tidak cerah

3. Komponen tekstual: setiap sistem semiotik harus memiliki kemampuan untuk membentuk teks, kompleks tanda yang saling melekat satu dengan yang lain, baik secara internal maupun dengan konteks di dalamnya dan untuk apa tanda-tanda tersebut diproduksi. Dalam hal tatabahasa visual juga menciptakan suatu jarak pengaturan komposisi yang berbeda untuk merealisasikan fungsi tekstual yang berbeda pula. Teks multimodal yang terdiri atas teks verbal dan teks visual memiliki hubungan-hubungan logis dalam menyampaikan suatu makna. Hubungan-hubungan ini dapat diketahui melalui adanya keterkaitan antara komponen metafungsi dalam teks verbal

dan teks visual. Komponen tekstual pada metafungsi teks multimodal berkaitan tentang komposisi (kress dan van Leeuwen, 2006:177).

(1) Nilai informasi, menghubungkan dua partisipan dalam gambar yang dapat memberikan nilai informasi spesifik tentang apa saja yang ada di gambar yang dilihat baik dari kanan,kiri,atas, bawah, tengah dan samping, meliputi;

centred adalah unsur pusat yang diletakkan di tengah terdiri atas triptych sebagai non-central yang diletakkan disisi kanan, kiri, atas dan bawah.

Circular sebagai non-central yang diletakkan, atas, bawah atau samping.

Kemudian, jika informasi disajikan di sebelah kiri menjadi informasi given dan jika informasi disajikan sebelah kanan menjadi informasi new.

(2) Salience (tonjolan), unsur partisipan dan represententasi dibuat untuk menarik perhatian penonton dengan derajat yang sebagai penempatan latar belakang, latar depan, ukuran yang relative, kontras dalam nilai warna, dan perbedaan ketajaman.

(3) Framing (bingkai), kehadiran atau ketidakhadiran alat bingkai direalisasikan oleh unsur yang menciptakan batas garis atau garis bingkai tidak berkaitan atau berkaitan dengan gambar, memberi tanda bahwa mereka adalah bagian atau bukan bagian (Kress dan van Leeuwen, 2006:177).

Kress dan van Leeuwen menyimpulkan realisasi atas ketiga metafungsi di atas untuk bahasa visual sebagai berikut;

Tabel 2.4 Realisasi Komponen Metafungsi Visual Komponen Metafungsi Realisasi

Ideasional Representasi Interpersonal makna interaksi

Tekstual Komposisi

2.2 Mangayun