• Tidak ada hasil yang ditemukan

INAP RSUD DELI SERDANG TAHUN 2015

RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2015

4.3.5. Hubungan Jarak dengan Status Imunisasi Dasar

Lengkap

Tabel 4.3.5. Hubungan Jarakdengan Status Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2015

Berdasarkan tabel 4.3.5 tersebut dapat diketahui bahwa dari 45 responden yang jarak tempuh ke fasilitas kesehatan dekat yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap tidak ada, dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 45 orang ibu (48,9%),sedangkan dari 47 orang ibu yang jarak tempuh ke fasilitas kesehatan jauh yang tidak memberikan imunisasi dasar secara

lengkap sebanyak 29 orang ibu (61,9%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 18 orang ibu (38,3%). Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara jarak dengan status imunisasi dasar lengkap.

PEMBAHASAN

Hubungan Pengetahuan dengan Status Imunisasi Dasar Lengkap

Hasil analisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan status imunisasi dasar lengkap pada balita dapat dijelaskan bahwa dari 30 responden yang memiliki pengetahuan baik yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 10 orang ibu (33,3%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 20 orang ibu (66,7%), sedangkan dari 39 orang ibu yang memiliki tingkat pengetahuan cukup yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 10 orang ibu (25,6%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 29 orang ibu (74,4%), sedangkan dari 23 orang ibu yang memiliki tingkat pengetahuan kurang yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 9 orang ibu (39,1%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 14 orang ibu (60,9%). Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,053 (p >0,05 ) yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan

Duku ngan Keua rga Status Imunisasi Dasar Lengkap Total P va lu e Leng kap Tida k Leng kap n % N % N % Baik 5 9 79 ,7 1 5 20 ,3 7 4 10 0 0,0 30 Tidak baik 4 22 ,2 1 4 77 ,8 1 8 10 0 Total 9 2 10 0, 0

56

dengan status imunisasi dasar lengkap.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Albertina (2008) bahwa ada hubungan antara pengetahuan orang tua dengan kelengkapan imunisasi dasar balita. Begitu pula dengan peneitian Ningrum (2008) bahwa pengetahuan ibu berhubungan dengan status imunisasi dasar lengkap balita dengan p-value=0,000.

Peneliti menganalisis bahwa pengetahuan tidak selalu di selalu di dapat dari tingginyai suatu tingkatan pendidikan, karena pengetahuan juga dapat diperoleh dari media massa, pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain. Suatu pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan, semakin baik pengetahuan ibu maka semakin tinggi peluang ibu untuk kelengkapan imunisasi pada bayi. Semakin luas pengetahuan seseorang semakin mudah orang melakukan perubahan dalam tindakannya. Menurut Rogers perilaku yang didasarkan oleh pengetahuan akan lebih lama dari pada perilaku yang tidak didasarkan pengetahuan, dan urutan proses dalam diri seseorang sebelum mengadopsi perilaku baru.

Hubungan Pendidikan Dengan Status Imunisasi Dasar Lengkap

Hasil analisis hubungan antara pendidikan dengan status imunisasi dasar lengkap pada balita dapat dijelaskan bahwa dari 66 responden yang memiliki pendidikan rendah yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 17 orang ibu (25,8%), dengan yang

memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 49 orang ibu (74,3%),sedangkan dari 26 orang ibu yang memiliki pendidikan tinggi yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 12 orang ibu (46,2%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 14 orang ibu (53,8%). Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,016 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan status imunisasi dasar lengkap.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Jannah (2009), Ladifre (2009) bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar lengkap dengan P-value=0,000

Peneliti menganalisis bahwa pendidikan dapat mempengaruhi ibu dalam kelengkapan imunisasi semakin tinggi pendidikan maka semakin mudah dalam menerima informasi sehingga peluang ibu memberikan imunisasi pada bayinya akan semakin tinggi.Tingkat pendidikan ibu sangat menentukan kemudahan dalam menerima setiap pembaharuan. Makin tinggi tingkat pendidikan ibu, maka akan semakin cepat tanggapan dengan perubahan kondisi lingkungan, dengan demikian lebih cepat menyesuaikan diri dan selanjutnya akan mengikuti perubahan itu.

Hubungan Pekerjaan Dengan

Status Imunisasi Dasar Lengkap

Hasil analisis hubungan antara pekerjaan dengan status imunisasi dasar lengkap pada balita dapat dijelaskan bahwa dari 43 responden

yang pekerjaannya sebagai IRT yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 19 orang ibu (44,2%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 24 orang ibu (55,8%),sedangkan dari 36 orang ibu yang pekerjaannya sebagai karyawan yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 8 orang ibu (22,2%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 28 orang ibu (77,8%),sedangkan dari 12 orang ibu yang pekerjaannya sebagai PNS yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 2 orang ibu (15,4%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 11 orang ibu (84,6%). Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,045 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan status imunisasi dasar lengkap.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Istriyati (2011) bahwa ada hubungan antara status pekerjaan ibu dengan imunisasi dasar lengkap dengan p-value=0,025.

Peneliti menganalisis bahwa Status pekerjaan ibu berkaitan dengan kesempatan dalam mengimunisasi anaknya. Seorang ibu yang tidak bekerja akan mempunyai kesempatan untuk mengimunisasikan anaknya dibanding dengan ibu yang bekerja. Pada ibu-ibu yang bekerja diluar rumah seringkali tidak mempunyai kesempatan untuk datang ke pelayanan imunisasi karena mungkin saat dilakukan pelayanan imunisasi ibu masih bekerja di tempat kerjanya. Sering juga ibu yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya lupa akan

jadwal imunisasinya. Sehingga ibu yang tidak bekerja memiliki peluang yang lebih besar untuk kelengkapan imunisasi pada bayinya.

5.2.Hubungan Dukungan

KeluargaDengan Status

Imunisasi Dasar Lengkap

Hasil analisis hubungan antara dukungan keluarga dengan status imunisasi dasar lengkap pada balita dapat dijelaskan bahwa dari 74 responden yang memiliki dukungan keluarga baik yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengakap sebanyak 15 orang ibu (20,3%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 59 orang ibu (79,7%), sedangkan dari 18 orang ibu yang memiliki dukungan keluarga yang tidak baik yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 14 orang ibu (77,8%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 4 orang ibu (22,2%). Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,030 (p <0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan status imunisasi dasar lengkap.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Istriyati (2011) bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan imunisasi dasar lengkap dengan p-value=0,035. Peneliti menganalisis bahwa dukungan keluarga itu sangat penting di karenakan dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman sehingga ibu balita mau membawa balitanya imunisasi secara teratur, teori Buffering Hipothesisyang berpandangan bahwa dukungan

58

sosial mempengaruhi kesehatan dengan cara melindungi individu dari efek negatife. Dukungan keluarga yang diberikan kepada ibu balita dapat menumbuhkan perasaan tenang, aman, dan nyaman sehingga dapat mempengaruhi kemauan ibu untuk membawa balitanya ke pelayanan imunisasi. Dukungan keluarga terutama dari suami akan menimbulkan ketenangan batin dan perasaan senang dalam diri ibu sehingga membuat ibu akan selalu mengunjungi pelayanan imunisasi balita secara teratur.

5.3.Hubungan Jarak Dengan

Status Imunisasi Dasar

Lengkap

Hasil analisis hubungan antara jarak dengan status imunisasi dasar lengkap pada balita dapat dijelaskan bahwa dari 45 responden yang jarak tempuh ke fasilitas kesehatan dekat yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap tidak ada, dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 45 orang ibu (48,9%), sedangkan dari 47 orang ibu yang jarak tempuh ke fasilitas kesehatan jauh yang tidak memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 29 orang ibu (61,9%), dengan yang memberikan imunisasi secara lengkap sebanyak 18 orang ibu (38,3%). Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara jarak dengan status imunisasi dasar lengkap.

Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Ningrum (2008), Jannah (2009) bahwa tidak ada hubungan antara jarak rumah ke pelayanan imunisasi dengan

imunisasi dasar lengkap balita dengan p-value=0,25.

Peneliti menganalisis bahwa tempat pelayanan yang jaraknya jauh bisa jadi membuat orang akan enggan untuk mendatanginya. Jauhnya tempat pelayanan bisa menyebabkan membengkaknya biaya akomodasi pelayanan,karena selain biaya pelayanan kesehatan ada biaya tambahan yaitu biaya transportasi. Bagi orang – orang yang akan berfikir sederhana mungkin akan memutuskan untuk tidak datang ke sarana pelayanan kesehatan. Hal ini mungkin terjadi adalah ketidak terjangkauan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat.

Kesimpulan dan Saran Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dengan sampel 92 responden diketahui bahwa yang memberikan imunisasi dasar secara lengkap sebanyak 63 orang ibu (68,5%), responden yang pengetahuannya cukup sebanyak 39 orang ibu (42,4%),responden yang pendidikan terbanyak yaitu pendidikan rendah dengan jumlah 66 orang (71,7%), responden yang terbanyak yang pekerjaannya adalah IRT dengan jumlah 43 orang (46,7%), responden dengan jarak yang jauh yaitu dengan jumlah 47 orang (51,1%), responden dengan dukungan keluarga baik yaitu dengan jumlah 74 orang (80,4%).

Hasil uji bivariat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dengan derajat kepercayaan 95% variabel Faktor – faktor yang berhubungan dengan status imunisasi dasar lengkap, di uraikan sebagai berikut :

1 Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,053 (p <0,05 ) yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan status imunisasi dasar lengkap.

2 Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,016 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan status imunisasi dasar lengkap.

3. Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,045 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan status imunisasi dasar lengkap.

4. Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,030 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan status imunisasi dasar lengkap.

5. Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05 ) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara jarak ke fasilitas imunisasi dengan status imunisasi dasar lengkap.

Saran

Dokumen terkait