INAP RSUD DELI SERDANG TAHUN 2015
PAKAM TAHUN 2015
B. Populasi dan Sampel Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan eksperimen. Dengan rancangan pre-eksperimen. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik one group pre tes and post test design yaitu suatu penelitian yang dilakukkan untuk menilai suatu kelompok saja secara utuh.
Rancangan penelitian menggunakan one group pre test dan post test tanpa menggunakan kelompok pembanding (kontrol), tetapi pada pengujian pertama (pre test) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Pada penelitian ini peneliti melakukan intervensi yaitu pemberian posisi miring kanan dan miring kiri terhadap subjek penelitian dengan sengaja, terencana, kemudian dinilai pengaruhnya pada pengujian kedua.
Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Deli Serdang. Adapun alasan peneliti memilih melakukan penelitian pada tempat tersebut adalah pada studi pendahuluan
observasi yang dilakukan oleh peneliti di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam dari laporan indikator mutu pelayanan Rumah Sakit periode Januari sampai bulan Desember 2013 bahwa dari 78 pasien yang dirawat dengan tirah baring terdapat pasien dengan luka dekubitus 17,65% sekitar 14 orang. Pada bulan Juni 2015 terdapat 26 pasien stroke. Angka ini relatif tinggi dan akan semakin meningkat serta menimbulkan komplikasi jika tidak dilakukan upaya dalam mencegahnya. Angka ini relatif tinggi dan akan semakin meningkat serta menimbulkan komplikasi jika tidak dilakukan upaya dalam mencegahnya. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwab pasien stroke yang mengalami gangguan mobilisasi biasanya mengalami luka dekubitus karena tidak dilakukan perubahan tirah baring. Akan tetapi, di Rumah Sakit biasanya perawat melakukan tirah baring hanya pada saat personal hygiene saja. Sehingga perubahan tirah baring tersebut tidak efektif sebagai upaya pencegahan dekubitus..
2. Waktu Penelitian
Rencana kegiatan penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari -Mei 2015.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono, 2009).
Populasi pada penelitan ini adalah seluruh penderita stroke yang dirawat yang terkena decubitus.
1. Sampel
Sampel adalah sebagian dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Setiadi, 2007). Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, yaitu tehnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiono, 2008). Perhitungan besar sampel menggunakan rumus uji estimasi proporsi. Rumus perhitungan besar sampel adalah:
10 8 , 9 05 , 0 5 , 0 5 , 0 96 , 1 1 2 1 n n x x n d P P Z n a Keterangan: n :Besar Sampel 2 1 aZ : Nilai Z pada derajat kemaknaan (baisanya 95%= 1,96)
P : Proporsi suatu kasus tertentu terhadap populasi, bila tidak diketahui proporsinya, ditetapkan 50% (0,5) d : derajat penyimpangan terhadap populasi yang diinginkan: 10% (0,10), 5% (0,05), atau 1% (0,01). Berdasarkan perhitungan diatas, besar sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah 10 responden.Untuk membatasi karakteristik dari sampel,
dilakukan kriteria pemilihan yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi merupakan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh subjek agar dapat diikutsertakan kedalam penelitian (Notoatmodjo, 2007). Kriteria inklusi penelitian ini adalah:
1) Bersedia menjadi responden penelitian dan menandatangi lembar persetujuan menjadi responden yang diberikan. 2) Pasien stroke.
3) Bersikap kooperatif. b. Krteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah keadaan yang menyebabkan subjek yang memenuhi kritria inklusi tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian (Harun, et al, 2006). 1) Pasien stroke yang
menderita luka dekubitus. 2) Pasien yang sudah
dianjurkan untuk pulang oleh dokter
D. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang didapat dari sumber yang pertama, baik dari individu atau perseorangan seperti wawancara atau hasil pengisian lembar dan lembar observasi yang biasa dilakukan peneliti. Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi langsung
98 terhadap pasien sebelum dan sesudah perlakuan. Dalam penelitian ini peneliti memperoleh data primer dari lembar observasi tersebut dibuat oleh peneliti berdasarkan teori yaitu melihat secara langsung kriteria terhadap proses penyembuhan luka dekubitus yang dimiliki oleh subyek sebagai penderita stroke.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat dari sumber yang kedua, dari tempat penelitian. Data sekunder diperoleh dari Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam. Data tersebut berupa jumlah pasien stroke dan dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam.
E. Variabel dan Defenisi
Operasional
1. Variabel Penelitian
Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu yaitu benda, manusia ( Sugiyono, 2009). Variable penelitian terdiri dari dua yaitu :
a) Variabel bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi yaitu pemberian posisi miring kiri dan miring kanan.
b) Variabel terikat (dependent) adalah variabel yang dipengaruhi, yaitu luka dekubitus pada pasien stroke.
2. Defenisi Operasional
Defenisi operasional merupakan penjelasan semua variable dan istilah yang akan digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga akhirnya
mempermudah pembaca dalam mengartikan makna dalam penelitian (Arikunto, 2007).
F. Metode Pengukuran
Metode pengukuran adalah cara dimana variable dapat diukur dan ditemukan karakteristiknya (Aziz, 2008).
1. Pemberian posisi miring kiri dan miring kanan
Memberikan posisi miring kiri dan miring kanan sesuai dengan prosedur pelaksanaan.
2. Luka Dekubitus
Pada variable dependent penyembuhan luka diukur dengan menggunakan lembar observasi yang berisi:
a. Hireremia reaktif normal (kemerahan) 1) Ya = 2 2) Tidak = 1 b. Indurasi (Pembengkakan) 1) Ya = 2 2) Tidak = 1 c. Pucat dan belang-belang
1) Ya = 2
2) Tidak = 1
d. Hilangnya lapisan kulit permukaan
1) Ya = 2
2) Tidak = 1
e. Borok, lecet atau bintik-bintik
1) Ya = 2
2) Tidak = 1
G. Pengolahan dan Analisis Data 1. Pengolahan data
Pengolahan data merupakan salah satu bagian rangkaian kegiatan penelitian setelah pengumpulan data. Data yang masih mentah (raw data), perlu diolah sehingga menjadi informasi yang akhirnya dapat
digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Agar analisis penelitian menghasilkan informasi yang benar, pengolahan data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu :
a. Editing
Editing merupakan kegiatan untuk pengecekan isian lembar observasi, apakah jawaban yang ada di lembar observasi sudah lengkap, jelas, relevan, dan konsisten.
b. Coding
Yaitu merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka/bilangan. Kegunaan dari coding ini adalah untuk mempermudah pada saat analisis data.
c. Processing
Pemrosesan data dilakukan dengan cara mengentry data dari observasi ke program komputerisasi. Tahapan ini dilakukan setelah pengkodean data.
d. Cleaning
Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dientry untuk melihat apakah ada kesalahan atau tidak.
2. Analisis data
Pada penelitia ini analisis data dilakukan secara bertahap yaitu : a. Univariat
Tujuan dari analisis univariat adalah untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti secara sederhana yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang meliputi pencegahan luka dekubitus sebelum dan sesudah
dilakukan posisi miring kiri dan miring kanan.
b. Bivariat
Analisis ini diperlukan untuk menjelaskan atau mengetahui apakah ada pengaruh atau perbedaan yang signifikan antar variabel independent dengan variabel dependent. Analisis bivariat dilakukan setelah karakteristik masing-masing variabel diketahui. Data dianalisis untuk perhitungan bivariat pada penelitian ini menggunakan Paired Sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% (pValue≤α). Pembuktian ini dilakukan untuk membuktikan hipotesis adakah pengaruh pemberian posisi miring kanan dan miring kiri terhadap luka dekubitus pada pasien stroke hemoragik apabila nilai p ≤0,05.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
A. Tabulasi Hasil Univariat