DIVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM DAN ATAU NILAI PERUSAHAAN
1.3 Research Gap
1.3.1 Hubungan Kebijakan Dividen dengan Nilai Perusahaan
Beberapa studi empiris dengan hasil yang menunjukkan dukungannya terhadap pandangan dividend irrelevance theory, dapat dikemukakan sebagai berikut: Black dan Scholes (1974) menguji hubungan antara hasil pengembalian surat berharga dan hasil dividen dengan membentuk portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dan menyusun peringkat dari surat berharga itu berdasarkan risiko sistematiknya dan kemudian menyusunnya menurut hasil dividennya untuk setiap kelompok risiko. Black dan Scholes (1974) menyimpulkan bahwa dividen tidak mempengaruhi hasil pengembalian surat berharga tersebut. Demikian pula halnya,
penelitian yang dilakukan oleh Pettit (1974) membuktikan bahwa harga saham umum (common stock) perusahaan tidak ditentukan oleh kebijakan dividen yang dijalankan perusahaan tersebut. Hasil penelitian yang telah dilakukan Miller dan Scholes (1983) menemukan bukti yang mendukung pernyataan bahwa tidak ada pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham.
Beberapa studi empiris dengan hasil yang menunjukkan dukungannya terhadap pandangan bird in the hand theory adalah sebagai berikut: Long (1978) secara cermat menguji kasus Citizen Utilities, suatu perusahaan yang mempunyai dua kelompok saham yang mirip dalam segala hal kecuali bahwa satu kelompok membayar dividen tunai dan kelompok lainnya membayar dividen saham. Ia menemukan bukti bahwa para pemegang saham lebih menyukai dividen tunai. Hasil penelitian Bhattacharya (1979) membenarkan bird in the hand theory dari Lintner (1962) dan Gordon (1963) yang menjelaskan bahwa investor lebih menyukai dividen yang tinggi karena dividen yang diterima risikonya lebih kecil atau mengurangi ketidakpastian dibandingkan dengan keuntungan yang tidak dibagikan dalam bentuk laba ditahan (capital gain).
Studi sebelumnya oleh Baker dan Farrelly (1989) melaporkan hasil-hasil yang sama untuk apa yang mereka sebut sebagai pencapaian dividen. Baker dan Farrelly (1989) mengadakan survei terhadap investor-investor institusional untuk mempelajari apa yang menjadi pertimbangan penting suatu perusahaan dalam kebijakan dividen. Temuan-temuan mereka memperlihatkan bahwa para investor berpengalaman percaya kebijakan dividen mempengaruhi harga saham dan dividen yang konsisten
adalah sangat penting, hasil-hasil ini adalah konsisten dengan Lintner (1956). Glen et al (1995) menemukan bukti bahwa perusahaan-perusahaan di negara-negara berkembang secara rata-rata melakukan kebijakan pembayaran dividen dengan
payout ratio dua pertiga lebih besar dari perusahaan-perusahaan di negara maju.
Perusahaan di negara berkembang lebih mementingkan kebijakan dividen berdasarkan payout ratio dibandingkan dengan besaran-besaran moneternya.
Bajaj dan Vijh (1990) dalam penelitiannya yang menggunakan sampel dari periode tahun 1962 sampai dengan tahun 1987 menunjukkan bahwa tingkat hasil dividen memiliki pengaruh signifikan searah dengan pergerakan harga saham. Penelitian ini juga menemukan bukti bahwa pengaruh tingat hasil dividen terhadap harga saham adalah kuat pada perusahaan dengan skala kecil. Hal ini disebabkan pasar relatif kurang memiliki informasi mengenai perusahaan dengan skala kecil, sehingga pengumuman pembayaran dividen merupakan informasi kunci bagi para pemegang saham. Allen et al. (2000), dan Baker dan Wurgler (2004) mereka menduga bahwa pembayaran-pembayaran dividen adalah sebagai jawaban atas permintaan-permintaan dari para investor untuk kebutuhan dividen.
DeAngelo dan DeAngelo (2005) menyatakan bahwa kebijakan dividen adalah tidak terpisahkan dalam mempengaruhi kekayaan para pemilik saham. Oleh karena itu, kebijakan dividen akan mempengaruhi pilihan proyek investasi atau oleh karena ketidaksempurnaan pasar seperti pajak pribadi. Hasil penelitian Brav, Graham et al. (2005) mendokumentasikan suatu bukti bahwa para eksekutif keuangan bersifat ragu-ragu untuk membuat perubahan-perubahan besar pada kebijakan dividends mereka,
karena perubahan-perubahan seperti itu akan mengubah suatu pemodal dasar perusahaan dan dengan kurang baik mempengaruhi harga sahamnya. Amidu (2007) melakukan penelitian untuk menguji apakah kebijakan dividen berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Ghana Stock Exchange (GSE), dengan menggunakan data selama delapan tahun yaitu mulai tahun 1997 sampai tahun 2004. Hasil penelitian Amidu (2007) mendukung pernyataan bahwa kebijakan dividen adalah relevan terhadap nilai perusahaan, yang diukur dengan Tobin’s q yaitu rasio nilai pasar dari aset terhadap nilai buku dari aset perusahaan, Return on Asset , dan Return on Equity.
Beberapa studi empiris dengan hasil yang menunjukkan dukungannya terhadap pandangan tax preferency theory yang dikemukakan oleh Farrar dan Selwyn (1967) adalah sebagai berikut: Brenan (1970) telah melakukan penelitian, yang mana hasilnya dapat menyimpulkan bahwa para investor tidak menyukai dividen dan karena itu para investor menuntut hasil pengembalian yang lebih tinggi sebelum dikenakan pajak, guna menutup pajak yang dikenakan. Dengan semua hal lain dianggap tetap, saham dengan pembayaran dividen yang lebih besar, maka harganya akan lebih rendah. Rozeff (1982) dan Easterbrook (1984) menyatakan bahwa semakin banyak dividen yang ingin dibayarkan oleh perusahaan, semakin besar kemungkinan berkurangnya laba yang ditahan. Sebagai akibat, perusahaan harus mencari biaya eksternal untuk melakukan investasi baru. Namun biaya penerbitan untuk sumber pembiayaan eksternal menjadi mahal karena adanya
dibagikan sekecil-kecilnya, sejauh dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan investasi pada proyek-proyek yang menguntungkan atau suatu proyek investasi yang dapat memberikan (Net Present Value) NPV positif.
Penelitian Litzenberger dan Ramaswami (1979, 1980, dan 1982) yang ditempuh dengan cara melakukan pengujian terhadap hubungan antara pembayaran dividen dan hasil pengembalian atas surat berharga yang menggunakan model Brennan (1970), menyimpulkan bahwa hasil pengembalian yang disesuaikan terhadap risiko akan lebih tinggi bagi surat berharga yang hasil dividennya lebih tinggi. Selanjutnya, implikasi dari temuan penelitian itu adalah bahwa pembayaran dividen tidak diinginkan para investor, oleh karena itu hasil pengembalian yang lebih tinggi diperlukan untuk mengganti pajak yang dikenakan atas para penanam modal (investor) guna mendorong mereka mempertahankan saham dengan hasil dividen yang lebih tinggi. Hasil-hasil penelitian yang dikemukankan di atas sejalan dengan apa yang telah ditemukan dalam hasil penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Poterba dan Summers (1984) dan Barclay (1987).
Berdasarkan pemaparan di atas, selanjutnya untuk mempermudah dalam membandingkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan yang menguji hubungan antara kebijakan dividen dengan harga saham dan atau nilai perusahaan, maka disajikan Tabel 1.2 sebagai berikut:
TABEL 1.2
RINGKASAN RESEARCH GAP PENGARUH DIVIDEND POLICY TERHADAP HARGA SAHAM DAN ATAU NILAI PERUSAHAAN
GAP HASIL PENELITI METODE
Terdapat perbedaan temuan hasil penelitian tentang; Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham dan atau Nilai Perusahaan. Menemukan bukti tidak ada pengaruh kebijakan dividen atas harga saham dan atau nilai perusahaan.
▪Morgan dan Thomas (1998) ▪Miller dan Scholes (1983) ▪ Pettit (1974)
▪ Black dan Scholes (1974)
▪ Regressions Analysis ▪ Multiple Regressions ▪ Regressions Analysis ▪ Multiple Regressions Menemukan bukti bahwa ada pengaruh kebijakan dividen atas harga saham dan atau nilai perusahaan
▪ Mohammed Amidu (2007) ▪ Alpa Dhanani (2005) ▪
▪ Brav et al. (2005)
▪ Baker and Wurgler (2004) ▪ Allen et al. (2000) ▪ Multiple Regressions ▪ Regressions Analysis ▪ Multiple Regressions ▪ Regressions Analysis ▪ Multiple Regressions Menemukan bukti bahwa harga saham yang pembayaran dividennya lebih besar, akan lebih rendah harganya. ▪ Barclay (1987) ▪ Litzenberger dan Ramaswami (1982) ▪ Rozeff (1982)
▪ Poterba dan Summers (1984) ▪ Easterbrook (1984) ▪ Multiple Regressions ▪ Regressions Analysis ▪ Multiple Regressions ▪ Multiple Regressions ▪ Regressions Analysis