• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA KETERDEDAHAN TERHADAP MEDIA KOMUNIKASI DENGAN PERILAKU KOMUNIKASI PETAN

Hubungan antara Keterdedahan terhadap Media Komunikasi dengan Perilaku Komunikasi Petani

Rank Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara keterdedahan

petani terhadap media komunikasi dengan perilaku komunikasi interpersonal oleh petani. Berdasarkan Tabel 12, dapat dilihat bahwa terdapat satu variabel yang saling berhubungan yaitu keterdedahan terhadap media komunikasi internet dengan perilaku komunikasi interpersonal petani secara total dan perilaku interaksi petani dengan keluarga.

Berdasarkan Tabel 12, dapat dilihat bahwa keterdedahan terhadap media komunikasi yaitu internet, berhubungan nyata positif dengan interaksi komunikasi petani dengan keluarga dan perilaku interaksi petani secara total. Hal tersebut menggambarkan bahwa, semakin tinggi akses atau keterdedahan petani terhadap media komunikasi yaitu internet, maka semakin tinggi pula interaksi komunikasi petani dengan keluarga untuk membahas informasi mengenai pertanian. Selain itu, semakin tinggi keterdedahan petani terhadap internet, maka semakin tinggi pula keaktifan petani dalam melakukan interaksi komunikasi dengan orang lain. Petani yang sudah terdedah terhadap internet dapat disebut sebagai petani yang sudah maju. Hal tersebut berarti petani telah memiliki akses terhadap berbagai macam media komunikasi yang membuatnya memperoleh informasi pertanian yang cukup banyak. Petani dengan keterdedahan internet yang tinggi memiliki tingkat komunikasi interpersonal yang tinggi pula dengan orang lain. Mereka mempunyai banyak pengetahuan dan saling bertukarr pengetahuan dengan orang lain serta saling bantu membantu dalam menyelesaikan permasalahan pertanian.

Tabel 12 Nilai korelasi antara keterdedahan terhadap media komunikasi dengan perilaku komunikasi interpersonal petani

Keterdedahan

media komunikasi Perilaku komunikasi interpersonal petani Interaksi komunikasi

dengan keluarga

Interaksi komunikasi dengan petani lain

Interaksi komunikasi dengan penyuluh Total Televisi -.001 .247 -.041 .103 Radio .279 .275 .026 .251 Koran .010 .133 -.126 -.011 Seminar pertanian -.085 .081 .155 .174 Rapat gapoktan .052 -.040 -.119 -.012 Bertemu penyuluh -.274 .086 .142 -.016 Internet .413* .068 .267 .367* Total -.097 .234 .066 .175

Semakin tinggi keterdedahan terhadap media komunikasi yaitu internet, maka semakin tinggi pula intensitas petani dalam berkomunikasi dengan anggota keluarganya untuk membahas informasi mengenai pertanian. Petani yang memiliki akses terhadap internet, pada umumnya merupakan petani yang menjadi pengurus dalam gapoktan Mandiri Jaya dan petani tersebut termasuk aktif baik dalam mencari informasi maupun berkomunikasi secara interpersonal dengan orang lain. Dalam hal ini, ditemukan bahwa petani mengakses informasi pertanian melalui internet lalu menjadi aktif berkomunikasi dengan keluarganya. Internet dianggap belum sebagai media utama bagi petani untuk memperoleh informasi mengenai pertanian. Sementara itu, informasi pertanian kurang dianggap teruji kebenaranya oleh petani. Hal tersebut menyebabkan petani aktif berinteraksi membahas informasi pertanian melalui internet dengan keluarga dibandingkan berinteraksi dengan orang lain, karena sebagian besar petani takut untuk menyebarkanya karena mereka menganggap bahwa informasi yang didapatkanya kurang benar.

Hubungan antara Keterdedahan terhadap Media Komunikasi dengan Perilaku Komunikasi Petani dalam Rapat Gapoktan

Rank Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara keterdedahan

petani terhadap media komunikasi dengan perilaku komunikasi petani dalam kelompok tani. Berdasarkan Tabel 13, dapat dilihat bahwa terdapat tiga variabel yang saling berhubungan yaitu keterdedahan terhadap media komunikasi radio dengan perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan, hubungan antara keterdedahan media komunikasi yaitu rapat gapoktan dengan perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan, dan hubungan keterdedahan terhadap media komunikasi total dengan perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan.

Tabel 13 Nilai korelasi hubungan antara keterdedahan terhadap media komunikasi dengan perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan

Keterdedahan media komunikasi Perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan

Televisi .296 Radio .402* Koran .241 Seminar pertanian .180 Rapat gapoktan .619** Bertemu penyuluh .001 Internet .051 Total .375*

Keterangan: *Berhubungan nyata pada p<0.05 **Berhubungan sangat nyata pada p<0.01

Berdasarkan Tabel 13, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan nyata yang positif antara keterdedahan terhadap media komunikasi radio oleh petani dengan perilaku komunikasi dalam rapat gapoktan. Semakin tinggi keterdedahan petani terhadap media

komunikasi yaitu radio, maka semakin tinggi pula interaksi atau keaktifan komunikasi petani pada saat rapat gapoktan. Petani yang aktif mencari informasi melalui radio biasanya merupakan petani yang tergabung dalam kepengurusan gapoktan. Selain itu, petani dengan keterdedahan terhadap media komunikasi yang tinggi biasanya juga mendengarkan radio untuk melengkapi informasi pertanian yang mereka butuhkan. Dalam hal ini, keterdedahan terhadap media komunikasi yaitu radio berhubungan nyata positif dengan perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan. Petani yang mempunyai keterdedahan terhadap media komunikasi radio yang tinggi biasanya aktif dalam berinteraksi dengan anggota gapoktan lainnya untuk membahas informasi pertanian. Selain itu, petani yang mempunyai keterdedahan yang tinggi terhadap radio umumnya memiliki informasi pertanian yang lengkap sehingga mereka berani mengungkapkan pendapatnya saat berlangsungnya rapat gapoktan.

Selain itu, terdapat hubungan sangat nyata positif antara keterdedahan terhadap media komunikasi yaitu rapat gapoktan dengan perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan. Hal tersebut digambarkan dengan, semakin tinggi keikutsertaan petani dalam rapat gapoktan, maka semakin tinggi pula interaksi komunikasi petani dalam rapat gapoktan. Hal tersebut berarti petani yang sering ikutserta dalam rapat gapoktan, sudah mengetahui suasana saat rapat sehingga petani dalam mengetahui jalannya arah komunikasi saat rapat gapoktan dilaksanakan dan petani dapat berbaur dalam rapat gapoktan tersebut. Selain itu, petani yang sering ikut dalam rapat gapoktan biasanya adalah petani pengurus gapoktan dan mereka mempunyai informasi mengenai pertanian yang cukup banyak dibandingkan dengan anggota gapoktan, sehingga mereka aktif dalam berkomunikasi dengan anggota gapoktan lainnya saat mengikuti rapat gapoktan.

Berdasarkan Tabel 13, dapat dilihat bahwa, terdapat hubungan nyata positif antara keterdedahan terhadap media komunikasi total dengan perilaku komunikasi petani dalam rapat gapoktan. Hal tersebut berarti bahwa, semakin tinggi keterdedahan petani terhadap semua media komunikasi, semakin tinggi pula interaksi komunikasi petani dalam rapat gapoktan. Petani yang mengakses media komunikasi secara keseluruhan dapat dikatakan memiliki informasi mengenai pertanian yang lengkap, sehingga mereka dapat berinteraksi dengan anggota gapoktan lainnya saat rapat untuk berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinnya serta memberikan penjelasan kepada anggota gapoktan lainnya. Pada umumnya ketua gapoktan merupakan petani yang memiliki tingkatan tinggi dalam keterdedahan total terhadap media komunikasi, sehingga banyak anggota gapoktan yang sering bertanya kepadanya untuk memperoleh solusi maupun informasi mengenai pertanian.

Dokumen terkait