Pasien PGK stadium III, IV, V predialisis
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.2. Hubungan LFG dengan Trombosit pada subjek PGK
Untuk menilai korelasi antara LFG dan stadium PGK dengan trombosit dilakukan dengan uji korelasi spearman.
Pada penelitian ini dijumpai korelasi positif lemah antara LFG dengan trombosit (r = 0,262 ) yang berarti semakin tinggi nilai LFG maka nilai trombosit akan semakin tinggi. Namun korelasi ini tidak bermakna secara signifikan (p= 0,162) (Tabel 7).
55
Tabel 7. Korelasi antara LFG dengan Trombosit
Variabel LFG
Trombosit r p
0,262 0,162
Uji Correlations Spearman's rho
Berdasarkan uji korelasi spearman, dijumpai korelasi positif kuat antara jumlah trombosit dengan PGK stadium IV dan V, dengan masing-masing nilai r = 0,429 dan r = 0,711. Sementara untuk PGK stadium III dijumpai korelasi negatif lemah (r = -0,365) yang berarti semakin tinggi nilai LFG maka semakin rendah nilai trombosit . Dari ketiga variabel stadium PGK, PGK stadium III memiliki korelasi yang signifikan dengan jumlah trombosit (p=0,02) (Tabel 8).
Tabel 8. Korelasi antara Stadium PGK dengan Trombosit
Variabel Stadium PGK
Trombosit
Stadium III Stadium IV Stadium V
r p r p r P
-0,365 0,3 0,429 0,216 0,711 0,021 4.1.3. Hubungan penanda koagulasi dengan subjek PGK.
Pada penelitian ini dijumpai korelasi positif antara LFG dengan aPTT, waktu pendarahan dan D-Dimer dengan masing-masing nilai r = 0,18; 0,25; 0,28 namun korelasi ini tidak bermakna secara signifikan dengan masing-masing nilai p = 0,33; 0,18; 0,13 . Sedangkan pada PT dijumpai korelasi negatif (r= -0,27) tapi korelasi ini tidak bermakna secara signifikan (p = 0,15) (Tabel 9).
56
Tabel 9. Korelasi antara LFG dengan penanda koagulasi
Variabel LFG r p PT -0,27 0,15 aPTT 0,18 0,33 Waktu pendarahan 0,25 0,18 D-Dimer 0,28 0,13
Uji Correlations Spearman's rho
Dijumpai korelasi positif sedang yang signifikan antara nilai aPTT dengan PGK stadium III dengan r = 0,68; p 0,03, sementara untuk PGK stadium IV dijumpai korelasi negatif sedang dengan nilai aPTT (r = -0,59) dan korelasi positif sedang dengan D-Dimer (r= 0,57) akan tetapi kedua korelasi ini tidak memiliki hubungan yang signifikan (p=0,07;p=0.08). Sementara pada PGK stadium V dijumpai korelasi negatif lemah pada nilai PT dan aPTT dan korelasi positif lemah pada Waktu pendarah dan D-Dimer akan tetapi keempat variabel ini tidak memiliki korelasi yang signifikan (Tabel 10).
Tabel 10. Korelasi antara Stadium PGK dengan penanda koagulasi
Variabel
Stadium PGK
Stadium III Stadium IV Stadium V
r p r P r p
PT 0,078 0,83 -0,367 0,29 -0,05 0,88
aPTT 0,68 0,03 -0,59 0,07 -0,04 0,9
57
D-Dimer 0,23 0,52 0,57 0,08 0,02 0,94
Uji Correlations Spearman's rho
4.2. Pembahasan
Pada penelitian ini dilakukan penilaian terhadap kadar trombosit dan faktor koagulasi pada pasien-pasien PGK stadium III, IV dan V yang belum menjalani tindakan hemodialisa.
Pada penelitian ini tidak dijumpai korelasi yang signifikan (p >0,05) antara peningkatan nilai aPTT dengan LFG, akan tetapi bila dilakukan uji korelasi nilai aPTT berdasarkan stadium dari PGK, dijumpai adanya korelasi yang signifikan (p <0,05) antara peningkatan nilai aPTT dengan PGK stadium III. Hal ini serupa dengan studi yang dilakukan oleh subhan-ud-din dkk.10
Peningkatan aPTT pada PGK pre HD disebabkan oleh karena terjadinya disfungsi endotel yang akan menurunkan faktor koagulasi V, VIII, IX, X, XI, XIII, protrombin, fibrinogen, prekalikren, kininogen, dimana terjadi peningkatan aktifitas fibrinolisis dan penurunan kadar fibrinogen yang biasanya disebabkan karena adanya inhibitor dan defisiensi faktor koagulasi VIII, IX, XI, XII, protrombin, fibrinogen, prekalikren, serta kininogen.
Dijumpai adanya pemanjangan nilai PT pada PGK stadium III didapati 2 dari 10 sampel, pada PGK stadium IV 1 dari 10 sampel dan pada PGK stadium V 1 dari 10 sampel. Korelasi antara LFG dan pemanjangan nilai PT pada penelitian ini tidak signifikan, begitu juga bila di lakukan pemeriksaan berdasarkan stadium dari PGK, juga tidak dijumpai hasil yang signifikan.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Prima astiawanti pada pasien PGK predialisis dengan DM tipe 2 dibandingkan pada non DM , dijumpai adanya
58
pemanjangan nilai PT ≥ 11 detik lebih banyak apabila dibandingkan dengan PGK
tanpa DM tipe 2. Pemanjangan nilai PT pada penyakit ginjal kronik disebabkan oleh disfungsi endotel yang akan menurunkan faktor koagulasi V, VII, X, protrombin, fibrinogen sehingga menyebabkan peningkatan aktifitas fibrinolisis dan penurunan kadar fibirogen yang biasanya disebabkan karena adanya inhibitor dan defisiensi faktor koagulasi V, VII, XI.
Hasil pemeriksaan waktu pendarahan pada penelitian ini tidak memiliki korelasi yang signifikan (p>0,05) baik pada LFG maupun pada stadium dari PGK. Korelasi yang dijumpai pada penelitian ini bila dilihat berdasarkan hubungannya dengan LFG memiliki korelasi positif lemah. Sedangkan bila dilihat berdasarkan stadium dari PGK, pada PGK stadium III dan V ditemukan korelasi positif. Pada penelitian ini dijumpai hanya 2 pasien pada PGK stadium V yang waktu pendarahannya memanjang. Penelitian yang dilakukan oleh Subhan-ud-din dkk melaporkan tidak dijumpai adanya pemanjangan waktu pendarahan pada PGK stadium III dan IV, hanya 5 dari 50 pasien dengan PGK stadium IV yang waktu pendarahannya memanjang. Penelitian lain yang dilakukan oleh Prima astiawanti juga tidak menemukan perbedaan waktu pendarahan yang bermakna pada pasien PGK yang menderita DM dibandingkan dengan tanpa DM. Pada penelitian ini tidak dijumpai adanya pemanjangan dari waktu pendarahan.10
Peningkatan nilai D-Dimer pada penelitian ini bila ditinjau berdasarkan LFG tidak dijumpai korelasi yang signifikan, akan tetapi apabila ditinjau berdasarkan pembagian dari stadium PGK, pada PGK stadium IV dijumpai korelasi positif yang kuat pada D-Dimer walaupun secara statistik gagal mencapai nilai yang bermakna (p=0,07). Hal ini juga dijumpai pada penelitian yang
59
dilakukan oleh Reza Karami-Djurabi dkk menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara peningkatan D-Dimer dengan 3 kategori penurunan dari LFG untuk gangguan ginjal moderat dibandingkan dengan gangguan ginjal ringan dan dengan fungsi ginjal normal.
Pada penelitian ini dijumpai 3 dari 10 pasien PGK stadium V yang diamati mengalami trombositopenia Pada penelitian ini dijumpai korelasi positif yang signifikan antara nilai LFG dengan trombosit pada PGK stadium V. Korelasi positif ini juga dijumpai pada PGK stadium IV dan juga bila dilihat dari hubungan LFG dengan trombosit, akan tetapi hasil ini tidak signifikan. Berdasarkan LFG secara umum tidak dijumpai adanya korelasi yang signifikan. Pada penelitian yang dilakukan oleh subhan-ud-din melaporkan hubungan yang signifikan pada keadaan trombositopenia pada PGK stadium III, dan stadium IV.10
Kelemahan dari penelitian ini adalah sampel yang diambil satu kali saja dan tidak dilakukan pengamatan terhadap subjek penelitian.
60
BAB V