• Tidak ada hasil yang ditemukan

Apa hubungan antara menulis di media masa dengan bisnis?

Dalam dokumen CONTOH SECARA UMUM SISTEMATIKA PENULISAN (Halaman 67-77)

Menulis di media baik di surat kabar, majalah pasti diberikan royalti, namun besarnya royalti tergantung pada masing-masing perusahaan. Coba bayangkan kalau tulisan dapat dimuat di media masa, maka ribuan orang yang dapat membacanya. Kalau tulisan dianggap berbobot, maka akan menjadi incaran media masa. Jika sudah demikian, maka duit akan mengalir dengan sendirinya. Oke, saya yakin tanpa penjelasan panjang lebar anda sudah mengerti.

Sejak era reformasi media masa mulai dibuka krannya, sehingga banyak bermunculan seperti; majalah, koran, tabloit, televisi, radio. Fenomena ini tentu memberikan peluang kepada majalah, koran, tabloi, televisi, dan radio untuk memberikan kontribusinya kepada masyarakat peng- gemarnya. Dengan berkembangnya media masa, maka persaingan sulit dihindari. Untuk memenangkan persaingan minimal dapat berkembang dengan baik, maka media masa terus berkreasi untuk menarik minat penggemarnya dengan berbagai program. Salah satu programnya adalah mengundang penulis untuk menuangkan pikiran dan karyanya melalui tulisan berupa:

1. Artikel 2. Cerpen 3. Resensi 4. Puisi 5. Feature

Program majalah, koran, atau tabloid tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menuangkan pikiran atau idenya, sekaligus dapat meningkatkan kesejatraannya. Apalagi saat ini banyak bermunculan majalah atau tabloid yang mengangkat isu-isu di sekitar dunia pendidikan. Jangankan guru, peserta didik pun saat ini sudah diwadahi oleh media masa untuk menuangkan idenya di sekitar pendidikan atau di sekitar sekolahnya. Apabila guru sudah banyak terlibat dalam dunia tulisan di media masa, sudah bisa dipastikan bahwa guru tersebut akan semakin kreaktif dan profesional. Sekali lagi inilah yang saya maksudkan

guru berbisnis tetapi sekaligus dapat meningkatkan pro- fesionalnya sebagai guru.

Yang ingin saya uraikan dalam tulisan ini adalah artikel dan cerpen, karena dua tulisan ini sering dimuat di media masa baik media masa lokal maupun media masa nasional.

A r t i k e l

Artikel merupakan karangan yang dimuat di koran, majalah, tabloid, dan media-media lain. Menulis artikel di koran, majalah atau tabloid sesungguhnya tidak sulit, hanya menyangkut kemauan. Namun dalam mengirim kan tulisan yang perlu diperhatikan isi tulisan harus berbobot yang memenuhi unsur aktual, tajam dan terpercaya (sama dengan motonya SCTV). Di samping isi tulisan agar menembus redaksi, topik atau tema tulisan harus tepat dengan waktu atau momentumnya. Anda juga dapat menyiapkan artikel dengan tema yang berhubungan de- ngan hari-hari besar. Sebagai contoh tanggal 2 Mei hari Pendidikan Nasional, tepatnya Anda mengirimkan artikel yang berhubungan dengan pendidikan. Tanggal 22 Desember hari Ibu, tepatnya Anda mengirim artikel yang ber hubungan dengan pemberdayaan perempuan. Cara mengirimkan atikel kemedia masa dapat dilihat pada media masa yang dimaksud.

Contoh Pengumuman di Radar Sulteng :

Mengundang Penulis

Redaksi menerima artikel dari akademisi, praktisi, profesional, pengamat, dan mahasiswa. Artikel berupa analis persoalan aktual, maksimal 1.200 kata. Jangan lupa sertakan foto copy identitas diri. Redaksi berhak menyeleksi dan melakukan editing dengan tidak mengubah makna tulisan. Bagi yang mengirim surat pembaca, mohon disertai fotocopy identitas. Artikel bisa dikirim melalui email [email protected].

Contoh Judul Artikel :

No. Judul Artikel Hari / Tanggal Terbit

1. Wilfrida, Prabowo, dan Kita Oleh: Ahmad Sahidah (Dosen Filsafat dan Etika Universitas Utara Malaysia)

Radar Sulteng Kamis,

3 Oktober 2013

2. Menyapu Korupsi di Parlemen Absolut

Oleh: Emerson Yuntho (Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Wactch).

Radar Sulteng Kamis,

3. Pahlawan pada Beku Monumen Oleh: Bandung Mawardy ( Pengelola Abjad Solo)

Radar Sulteng Senin,

11 Nopember 2013

C e r p e n

Menulis cerpen tidak jauh beda dengan cara menulis buku atau menulis artikel, karena pada prinsipnya adalah kemaun untuk menulis. Kita akui bahwa tidak semua guru suka menulis cerpen, karena dianggap hanya bercerita doang. Tetapi bagi guru yang suka berkhayal dan menulis buku harian, menulis cerpen salah satu pilihan untuk menuangkan pikirannya melalui tulisan. Kalau potensi ini dikomersilkan di media masa, maka sudah pasti akan meningkatkan kesejahteraan.

Bagaimana cerpen yang bagus?

Cerpen agar berhasil menembus redaksi majalah atau koran , maka kita perhatikan beberapa tips berikut ini:

1. Gaya bahasa yang digunakan bagus. 2. Tema dan idenya menarik.

Kesimpulannya cerpen yang bagus adalah membuat pembaca tidak berhenti sampai akhir, kaya bahasa yang digunakan dapat difahami, tema dan idenya lagi menarik serta alur ceritanya membuat penasaran.

Bagaimana langkah-langkah menulis cerpen ?

Langkah-langkan menulis cerpen secara umum:

1. Mendapatkan Ide. Ide cerita dapat diperoleh dari pengalaman pribadi, pengalaman teman, curhat teman atau peserta didik. Catat dan kumpulkan pengalaman tersebut, sehingga menghasilkan tulis- an yang sangat bermanfaat.

2. Tentukan tema. Agar terarah dan tersusun baik dalam tulisan, maka tentukan tema yang akan ditulis. Untuk remaja, biasanya yang bertema romantis, tetapi biasanya juga misteri, detektif, dan komedi.

3. Membangun kerangka cerita. Kerangka cerita hanya merupakan rambu-rambu dalam menulis, agar alur cerita dapat terarah. Akan tetapi, bukan berarti ide-ide yang muncul harus dibatasi.

4. Mulai menulis. Sekarang tibalah saat anda menulis. Carilah waktu yang tepat dan tempat yang menyenangkan, agar imajinasi atau ide-ide me- ngalir ibarat air mengalir. Jika anda penggemar musik, siapkanlah musik sebagai selingan dan siapkan makanan ringan yang menjadi vaforitmu.

5. Menentukan judul. Suatu tulisan apakah buku atau cerpen, harus memiliki judul. Isi tulisan kadang- kadang tergambar dari judul. Tetapi tidak semua judul menggambarkan isi tulisan. Mudahkan? ting- gal anda memulai.

Menyusun LKS dan Bank Soal

Apa hubungan antara profesional sebagai guru dengan menyusun LKS dan bank soal? Kata profesional seperti yang telah dibahas sebelumnya hubungannya dengan me nyusun LKS dan bank soal tidak perlu dibahas secara mendalam, karena setiap guru pasti yakin bahwa menyusun LKS dan bank soal akan meningkatkan profesionalnya sebagai guru. Hal ini dimungkinkan karena guru sebelum menyusun LKS atau bank soal memerlukan penguasaan materi sesuai bidangnya.

Apa hubungan menyusun LKS dan bank soal dengan bisnis ?

Seseorang yang ingin menjadi pengusaha atau pebisnis pada intinya adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik atau untuk memperoleh keuntungan (duit). Tidak berlebihan saya katakan bahwa menyusun LKS dan bank soal dapat mendatangkan keuntungan (duit). Contoh sederhananya adalah jika LKS dan bank soal yang telah disusun dipasarkan minimal di sekolah tempat kita mengajar (seizin kepala sekolah), maka sudah pasti mendatangkan duit. Ini masih skala kecil, bagaimana jika LKS atau bank

soal yang berhasil disusun (berkualitas) dapat digunakan dalam lingkup Kabupaten/Kota atau lingkup Provinsi.

Lembar kerja siswa (LKS) sebenarnya merupakan buku kecil atau buku saku yang mudah di bawah ke mana-mana baik guru maupun peserta didik. LKS merupakan kumpulan soal-soal yang disertai dengan penjelasan singkat dan biasanya disusun untuk satu semester atau satu tahun pelajaran, tergantung keinginan penyusun dan kebutuhan pasar. LKS sesungguhnya sangat mudah disusun oleh guru, karena guru sudah memiliki kumpulan soa-soal seperti: Soal post tes, pra test, ulangan harian, ulangan semester, dan soal-soal lainnya yang dianggap memenuhi syarat dan standar kurikulum.

Pertanyaanya adalah apakah guru sudah menyusun LKS?. Kenyataan di lapangan masih banyak guru belum menggunakan LKS karyanya sendiri, tetapi lebih cenderung menggunakan LKS yang diperjual belikan oleh penerbit. Jika hal ini terjadi terus-menerus alias kita tidak merubah

mindset ini, maka yang didapatkan guru hanya bisnisnya sementara kompetensinya belum tercapai. Memang lebih mudah menjual daripada menyusun, tetapi perlu diingat bahwa menulis adalah merupakan kepuasan batin yang tidak bisa dinilai harganya. Masih ingat unkapan “pahlawan tanpa tanda jasah” ? Ungkapan tersebut kadang menjadi sorotan tentang pro dan kontra. Menurut saya tidak perlu ikut pro kontra, tetapi mari berbuat yang terbaik untuk bangsa agar nama selalu di kenang. Sekali lagi menurut

saya agar dapat dikenang oleh anak cucuk , tinggalkanlah tulisan minimal sebuah buku.

Bank soal adalah kumpulan soal-soal yang diambil dari soal-soal LKS, soal ulangan harian, ujian semester, ujian kenaikan kelas, ujian nasional, ujian masuk PTN (untuk SMA), olimpiade, ujian masuk PNS, dan sumber lain yang dapat dipertanggung jawabkan. Pada umumnya, memasuki semester genap atau semester penentuan kelulusan bagi kelas ujian baik tingkat SD/sederajat, SMP/sederajat, maupun SMA/sederajat, Bank Soal merupakan hal yang sudah biasa. Paru guru yang mengajar di kelas ujian disibukkan dengan mencari Bank Soal, sebagai bahan untuk melatih peserta didiknya dalam menyelesaikan soal-soal. Asumsinya adalah soal yang ada di bank soal mendekati soal-soal ujian nasional, di lain sisi pada Bank Soal sebagian sudah ada kunci jawaban dan cara menyelesaikan soal- soalnya. Sangat memudahkan bagi guru tinggal mengajar. Pertanyaanya adalah apakah guru di sekolah tidak mampu membuat atau menyusun bank soal? Melihat sumber bank soal yang sudah diuraikan di atas sebenarnya guru mampu menyusun bank soal yang penting ada kemauan. Menyusun bank soal sebenarnya tidak sulit, karena soal-soalnya sudah ada tinggal disusun berdasarkan pokok bahasan yang diinginkan. Untuk lebih memudahkan menyusun bank soal lakukan langkah-langka berikut sesuai bidang keahlian masing-masing:

1. Kumpulkan soal-soal ulangan harian tiga hingga lima tahun terakhir.

2. Kumpulkan soal-soal ujian semester tiga hingga lima tahun terakhir

3. Kumpulkan soal-soal ujian kenaikan kelas tiga hingga lima tahun terakhir

4. Kumpulkan soal-soal ujian nasional tiga hingga lima tahun terakhir

5. Kumpulkan soal-soal ujian masuk PTN (untuk SMA/ sederajat) tiga hingga lima tahun terakhir.

6. Kumpulkan soal-soal Olimpiade tiga hingga lima tahun terakhir, baik tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi, Nasional, maupun tinggkat Internasional 7. Kumpulkan soal-soal ujian masuk PNS tiga hingga

lima tahun terakhir.

8. Kunpulkan soal-soal yang sumbernya dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah soal-soal terkumpul, pisahkan dan satukan berdasarkan pokok bahasan/sub pokok bahasan dan urut berdasarkan tingkat kesukaran soal. Satu hal yang mungkin menyulitkan anda, yaitu setiap soal dilengkapi cara menyelesaikan soal atau kunci jawaban setiap soal. Untuk mengatasi masalah tersebut anda bisa membuat team, minimal team sekolah atau bekerjasama dengan instruktur atau Dosen. Misalnya guru matematika di sekolah anda tiga orang, maka anda bisa kerjasama dan membagi pokok

bahasan atau sub pokok bahasan setiap guru. Kalau ini dapat dilakukan maka sekolah anda sudah memiliki bank soal, dan dapat dijual kepada peserta didik melalui koperasi sekolah atau wadah lain yang legal. Jika guru sudah melakukan, maka guru semakin kreatif dan profesional sekaligus dapat meningkatkan kesejahtraan. Agar bank soal yang anda susun dapat dipakai oleh sekolah lain, anda dapat dipromosikan melalui wadah MGMP, launching buku,

seminar, atau melalui brosur atau pamflet.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Apa hubungan antara profesional sebagai guru dengan PTK? Kata profesional seperti yang telah dibahas sebelumnya, hubungannya dengan PTK tidak perlu dibahas secara mendalam, karena setiap guru pasti yakin bahwa PTK akan meningkatkan profesionalnya sebagai guru. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan guru untuk melakukan PTK sebagai wadah untuk meningkatkan profesional.

Dalam dokumen CONTOH SECARA UMUM SISTEMATIKA PENULISAN (Halaman 67-77)

Dokumen terkait