TUJUH KIAT BUDAYA
2. Tujuh Peluang Usaha Berbasis
TeacherPreneurship
•
Mengelola dan Mengajar Les
Privat
Sebelum membahas lebih jauh dan mendalam tentang kiat- kiat menjadi guru profesional sekaligus menangkap peluang usaha atau pebisnis yang sukses berbasis pendidikan, maka untuk mengawali pembahasan saya mencoba me- munculkan suatu pertanyaan yang berkaitan langsung antara kiat yang sedang dibahas dengan profesional dan bisnis. Oleh karena akan membahas kiat pertama (mengelola dan mengajar les privat), maka pertanyaan yang muncul adalah:
Apa hubungan antara profesional sebagai guru dengan mengelola dan mengajar les privat?
Mengajar atau mengelola les privat sudah pasti akan meningkatkan profesional seorang guru, karena sebelum mengajar apalagi mengelola les privat sudah pasti mem- persiapkan segala sesuatunya termasuk belajar atau mem- baca buku sebagai penunjang, karena guru privat dituntut memiliki kemampuan lebih.
Apa hubungan antara mengelola dan mengajar les privat dengan bisnis?
Seseorang yang ingin menjadi pengusaha atau pebisnis pada intinya adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik atau untuk memperoleh keuntungan (duit). Jika dilihat kegiatannya, mengelola dan mengajar les privatsudah kelihatan bahwa sasaranya adalah untuk mendapatkan honor atau uang (di dalamnya terdapat bisnis).
Oke... Pertanyaan di atas sudah terjawab.
Belajar di sekolah waktunya sangat terbatas, sehingga sebagian peserta didik atau orang tua merasa belum cukup untuk menggali ilmu pengetahuan atau belajar di sekolah. Oleh sebab itu, peserta didik atau orang tua berusaha untuk menambah waktu belajarnya dengan melalui les tambahan di rumah atau di tempat yang disetujui dengan gurunya. Les tambahan di rumah lebih populer atau dikenal dengan istilah “Les Privat”. Istilah les privat ini pada awalnya hanya
trend oleh peserta didik yang berada di perkotaan atau peserta didik yang berasal dari ekonomi mampu, namun saat ini les privat sudah membudaya hingga ke pedesaan. Hal ini ditengarai oleh beberapa faktor, di antaranya:
1. Orang tua sibuk, sehingga tidak punya waktu untuk membimbing atau mendampingi anaknya belajar di rumah.
2. Orang tua tidak menguasai semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, sehingga membutuhkan guru untuk membimbing anaknya di rumah.
3. Orang tua tidak percaya diri atas prestasi anaknya, jika tidak mengikuti les privat, padahal dia berasal dari ekonomi mampu.
4. Anak-anak cenderung ogah-ogahan, jika orang tuanya yang membimbingnya, sehingga orang tua kewalahan membimbingnya.
Seorang guru dapat memanfaatkan fenomena tersebut, karena merupakan peluang untuk menjadi guru les privat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus meningkatkan profesionalnya sebagai guru. Dari segi pe- serta didik, les privat di golongkan dua jenis yaitu:
1. Peserta didik melakukan les privat secara sendirian. Peserta didik melakukan les privat tanpa ditemani oleh peserta didik yang lain, karena beberapa alasan, seperti waktu yang tersedia tidak pas dengan temannya, tidak bisa belajar maksimal kalau ada temannya, orang tuanya tidak mengizinkan belajar bersama temannya atau tidak ada temanya yang sejalan dengan dia. Biasanya peserta didik seperti ini ekonomi orang tuanya cukup memadai.
2. Peserta didik melakukan les privat secara berkelompok. Les privat berkelompok ini biasanya jumlah peserta didik dibatasi. Berdasarkan pengalaman penulis jumlah peserta didik maksimal lima orang, agar belajarnya dapat dikontrol dan hasil belajarnya lebih maksimal. Kalau lebih dari lima orang biasanya mereka disibukkan bercerita sesama mereka dan gurunya juga tidak mak-
simal memberikan bimbingan kepada peserta didik yang lambat pemahamannya.
Dari segi guru les privat, dapat dibedakan pula dua cara yaitu:
1. Dilakukan secara mandiri
Les privat ini biasanya dilakukan oleh guru pemula, karena belum berpengalaman membuat lembaga les privat. Walaupun dilakukan secara mandiri, diharapkan dapat melakukan langkah-langkah berikut:
a. Tetap melakukan kerjasama dengan guru lain. Misalnya Anda guru Kimia boleh kerjasama
dengan guru fisika, biologi, matematika, dan guru
lain. Tujuanya adalah agar saling memasarkan atau mempromosikan, serta dapat kerjasama jika ada kendala yang dihadapi. Misalnya, Anda guru kimia, maka anda bisa mempromosikan
guru fisika untuk mengajar fisika.
b. Memiliki buku-buku yang menjadi pegangan pesertadidik. Tujuannya agar tidak kesulitan menjawab pertanyaan peserta didik atau me- nyelesaikan PR peserta didik.
c. Promosikan diri Anda. Promosi dapat dilakukan melalui iklan baris di koran, brosur yang di- bagikan kepada peserta didik atau ditempel di tempat yang dianggap strategis yang dapat dilihat oleh orang banyak.
d. Disarankan jangan melakukan les privat pada peserta didik yang anda ajar di kelas, karena akan menimbulkan penilaian yang subyektif. Misalnya anda guru kimia mengajar di kelas X, tidak mengajar di kelas XI dan XII, maka anda jangan les privat kelas X tetapi les privat kelas XI dan XII. Lebih baik lagi kalau peserta didik yang diajar berasal dari sekolah yang berbeda–beda, sehingga membuat anda lebih mempersiapkan diri dengan demikian anda semakin profesional. 2. Dilakukan secara lembaga.
Bagi guru yang sudan perpengalaman mengajar sebagai guru les privat secara mandiri, maka bisa membuka les privat secara kelembagaan. Anda adalah pemilik lembaga les privat dan teman-teman anda adalah gurunya. Kendatipun anda sudah punya pengalaman mengajar di les privat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
a. Dikelola secara profesional. Persaingan di dunia bisnis termasuk les privat tidak dapat dihindari seiring dengan perkembangan zaman. Ingat, yang ingin membuka les privat bukan cuman anda, sehinga selalu membaca kebutuhan peserta didik terutama kepuasan mereka. Pernahkah melihat tulisan terutama di tempat pelayanan jasa yang berbunyi “Kepuasan Anda adalah tujuan kami”. Ini bukan sekedar tulisan
tetapi mengandung makna bahwa kepuasan pelanggan harus diperhatikan dan diutamakan. b. Berilah nama lembaga anda. Nama suatu
lembaga termasuk nama les privat sangat penting, agar mudah diketahui oleh peserta didik atau orang tua yang ingin memasukkan anaknya. Nama lembaga diserahkan kepada anda, tapi usahakan yang berhubungan dengan pendidikan atau lebih mudah diingat. Dalam suatu lembaga biasanya harus punya izin, tetapi tidak usah dulu direpotkan dengan izin. Jalankan saja dulu sambil mengurus izin kalau sudah dianggap perlu.
c. Perhatikan tiga hal, yatiu akademik, pemasar- an, dan administrasi. Akademik misalnya me- nyangkut jumlah guru dan pengembangan kurikulum. Guru yang mengajar jangan terlalu banyak, sesuaikan dengan jumlah peserta didik. Sedangkan kurikulumnya harus mengikuti perkembangan dan perubahan kurikulum dan sesuaikan dengan kebutuhan pasar. Sedangkan pemasaran misalnya melalui promosi separti
pamflet, brosur, spanduk di jalan, dan sarana
komnikasi yang siap 24 jam. Di samping itu harga jual dan honor pengajar harus di- perhatikan. Administrasi yaitu berhubungan dengan buku informasi, perjanjian kerjasama dengan pengajar. Program pengembangan
lembaga, kwitansi pembayaran, stempel, absen dan hal-hal lain yang berhubungan. Program pengembangan lembaga harus diperhatikan dengan serius, karena program dapat berubah setiap saat sesuai kebutuhan.
•
Mengelola Atau Mengajar
Bimbingan Belajar
Apa hubungan antara profesional sebagai guru dengan mengelola atau mengajar bimbingasn belajar? Jawaban pertanyaan di atas tidak jauh berbeda dengan jawaban pertanyaan pada kiat pertama, karena sudah pasti akan meningkatkan profesional seorang guru. Seorang guru se belum mengajar apalagi mengelola bimbingan belajar sudah pasti mempersiapkan segala sesuatunya termasuk belajar atau membaca buku sebagai penunjang, karena guru yang mengajar pada bimbingan belajar dituntut me-
miliki kemampuan lebih dan krekarifitas.
Apa hubungan antara mengelola atau mengajar bim- bingan belajar dengan bisnis? Jika kita lihat kegiatannya, yaitu mengelola atau mengajar bimbingan belajar, sudah kelihatan bahwa sasarannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan atau untuk mendapatkan uang.
Bimbingan belajar berbeda dengan les privat. Bimbingan belajar memiliki kelas atau jenjang tertentu dan memiliki buku panduan. Sedangkan les privat tidak memiliki jenjang
dan tidak memiliki buku panduan, karena diajar sesuai kebutuhan peserta didik. Guru yang mengajar di bimbingan belajar disebut “Mentor”. Untuk menjadi mentor di sebuah bimbingan belajar tidaklah mudah, karena seleksinya cukup ketat. Seleksinya seperti tes tertulis, micro teaching, magang, dan mengajar langsung di kelas. Akan tetapi guru yang sukses mengajar di sekolah peluangnya sangat tinggi untuk diterima sebagai guru dibimbingan belajar. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengikuti seleksi untuk menjadi guru bimbingan belajar, terlebih dahulu memperbaiki cara mengajar dan penguasan materi pelajaran di sekolah tempat mengajar, sehingga lebih memudahkan untuk menjadi guru bimbingan belajar.
Kalau sudah matang mengajar di les privat atau sudah berpengalaman mengajar di bimbingan belajar, maka saatnya Anda mendirikan lembaga bimbingan belajar. Tinggal sedikit lagi menjadi pengusaha sukses yang dapat meningkatkan kesejahteran sekaligus meningkatkan pro- fe sional sebagai guru, namun harus diingat mendirikan bimbingan belajar tidak semudah membalikan tangan, karena modalnya cukup besar maka resikonya juga besar. Banyak bimbingan-bimbingan belajar yang bermunculan, tetapi tidak eksis lagi.
Terus bagaimana cara membuka bimbingan belajar agar tetap eksis? Anda sebagai pemula sebaiknya perhatikan langkah-langkah berikut:
1. Pikirkan nama bimbingan belajar anda.
Karena ini merupakan suatu lembaga, maka nama adalah sesuatu yang wajib. Di samping sebagai penunjuk suatu lembaga, nama juga dapat memotifasi peserta didik dan para orang tua.
2. Carilah lokasi atau tempat yang strategis.
Lokosi tempat bimbingan belajar diusahakan mudah dijangkau, mudah dilihat, transportasi tidak sulit, dan diyakini tempat tersebut aman dan kondusif.
3. Cari tim yang satu visi dengan Anda.
Anda tidak mungkin mengelola sendiri, harus membutuhkan orang lain dalam bentuk tim. Tim yang bekerja cukup tiga orang dan diusahakan yang sejalan dengan visi anda, agar tidak terjadi perbedaan atau banyak kepentingan.
4. Siapkan sarana dan agenda pemasaran.
Sarana pemasaran yang harus disiapkan yaitu: Brosur progran, brosur penjualan, spanduk program, dan papan nama. Untuk pemasaran tinggal melihat kondisi misalnya:
a. Try out UN, SPBM, atau pada saat semester. b. Seminar kiat khusus menghadapi UN dan SPBM c. Seminar kiat sukses menjadi juara, dan acara-acara
5. Siapkan panduan belajar.
Untuk menyusun panduan suatu bimbingan belajar, tidaklah mudah, oleh karena itu disarankan sebagai langka awal konsentrasi lebih dahulu di salah satu jenjang, dan melihat panduan bimbingan belajar yang lain sebagai rujukan.
6. Rekrut dan pelatihan mentor
Mentor dapat diseleksi dari mahasiswa tingkat akhir atau dari guru yang berminat mengajar di bimbingan belajar. Seleksinya bisa tes tertulis, micro teaching, magang, dan mengajar langsung di kelas.
7. Siapkan administrasi
Semua alat dan bahan yang berkaitan dengan administrasi harus disiapkan, seperti buku administrasi pembayaran peserta didik, daftar hadir pengajar, kom- puter dan lain-lain.
•
Menulis Buku
Ingin menjadi orang luar biasa? Jika jawabannya ya, maka salah satu caranya adalah menjadi penulis. Seorang penulis menjadi hebat dan luar biasa minial ada empat alasan yaitu: 1. Menjadi tekenaldan dikenang. Ada suatu ungkapan “
Jika kamu ingin menjelajahi dunia, maka membacalah dan jika anda ingin dikenal dunia maka menulislah”. Pernahkah anda menonton Ustad Yusuf Mansur di TV?
2. Beliau pernah bercerita bahwa pada mulanya beliau adalah orang biasa, tidak terkenal, dan keadaam eko- nominya yang begitu sulit. Tetapi siapakah yang tidak mengenal Ustad Yusuf Mansur saat ini? Beliau terkenal melalui tulisan alias buku diantaranya “Keajaiban Sedekah”. Hampir semua lapisan masyarakat Indonesia bahkan dunia mengenal Ustad Yusuf Mansur apalagi beliau saat ini tergolong orang sukses di Indonesia. Penulis bukan hanya dikenal oleh masyarakat luas, tetapi akan dikenang sampai kapan pun terutama anak cucu, karena Ia meninggalkan pusaka yang berharga yang dapat dibaca kapan pun dan oleh siapa pun. 3. Penghasilan bertambah dan sejahtera. Apabila sudah
berhasil menulis buku, maka sudah pasti buku akan dipasarkan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Artinya, bisa menjual sendiri atau melalui penerbit, tinggal menerima royalti. Jika penghasilan sudah bertambah, maka perjalanan menuju yang namanya sejahtera akan lebih mudah.
4. Memiliki wawasan dan pandangan yang luas. Seorang penulis, memiliki wawasan yang luas dan memiliki misi atau pandangan ke depan yang telah direncanakan dengan jelas. Tentu hal ini bukan terjadi begitu saja, tetapi melalui analisis dan kajian yang mendalam yang didasari pengetahuan dan pengalaman.
5. Disegani dan dikagumi. Jika seseorang sudah menjadi penulis, maka pasti akan disegani dan dikagumi. Ini
terjadi tentu dengan berbagai alasan, salah satunya adalah karena penulis dianggap banyak mengetahui berbagai hal dan memiliki pengetahuan yang luas yang tidak dapat dimiliki oleh semua orang, sehingga mengagumi karya-karyanya (buku).
Apa hubungan antara profesional sebagai guru dengan menulis buku? Guru yang melakukan kegiatan menulis buku, sudah pasti telah membaca buku atau referensi sebagai penunjang. Seorang guru yang ingin menulis buku dibutuhkan kemauan dan motivasi yang tinggi, karena menulis buku dibutuhkan ketrampilan terutama menyusun ide-ide yang muncul yang selanjutnya menjadi tulisan. Jika ini sudah dilakukan oleh seorang guru, maka dengan sendirinya kompetensinya sebagai guru semakin meningkat.
Apa hubungan antara menulis buku dengan bisnis? Seseorang yang telah menulis buku, tentu ingin dicetak dan diperbanyak selanjutnya untuk dijual kepasaran. Kalau kita sudah bicara jual-beli, maka yang ada dipikiran adalah keuntungan atau penghasilan (duit). Jadi jelas bahwa hubungan antara menulis buku dan bisnis sangat erat.
Menulis buku adalah merupakan salah satu bisnis yang dapat dilakukan oleh setiap orang termasuk guru. Sesungguhnya bila guru berhasil menulis buku, maka inilah bisnis yang paling menjanjikan. Coba bayangkan jika buku yang di buat berhasil di terbitkan oleh salah satu penerbit,
maka royalti atau bonus mengalir terus selama buku laku di pasaran. Inilah yang dimaksud passive income, sekali kerja untuk mendapatkan royalti tidak terbatas. Akan te- tapi guru-guru masih banyak yang enggan menulis buku, mereka cenderung menjual buku yang dipasarkan oleh penerbit. Memang tidak ada salahnya, tetapi yang didapatkan hanyalah duitnya tetapi kompotensi guru tidak tercapai. Padahal, yang kita harapkan guru dapat berbisnis atau menjadi pengusaha dengan karyanya sendiri, karena di samping mendapatkan duit juga dapat meningkatkan kompetensinya sebagai guru. Buku yang dapat ditulis oleh guru boleh yang berhubungan dengan profesinya, berupa buku pelajaran (misalnya buku Kimia), buku motivasi (seperti buku saya ini), LKS, novel, cerpen dan lain-lain. Menurut pengamatan penulis, guru-guru masih banyak kesulitan menulis buku dengan berbagai alasan. Alasan- alasan tersebut diantaranya:
1. Tidak berbakat menulis buku. 2. Menulis membutuhkan waktu lama. 3. Tidak memiliki ilmu yang cukup.
4. Kalau sudah ada tulisan diterbitkan dimana?
Sebelum saya menguraikan alasan mengapa sehingga tidak menulis, perlu saya sampaikan lebih dahulu bahwa saya bukanlah penulis yang berpengalaman seperti yang anda bayangkan. Tetapi saya penulis pemula (buku yang pertama), hanya modal kemauan dan keberanian. Mungkin
muncul pertanyaan “Mengapa berani menguraikan ten tang menulis buku padahal masih penulis pemula?”.
Jika pertanyaan tersebut ada dibenak hati para guru, saya tidak akan menjawabnya, namun saya hanya sekedar memberikan motivasi dan berbagi pengalaman, karena me nurut saya menyampaikan kebenaran tidak terbatas dari siapa saja, dari mana saja, dan kapan saja.
Saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang penulis buku. Saya hanya berpikir bagaimana bekerja dengan baik untuk menghasilkan duit lebih banyak. Ternyata tidak dapat mencapai mimpi saya, terutama mendapatkan duit lebih banyak. Memang diakui bahwa saat ini persoalan duit bagi sebagian besar guru bukan lagi masalah yang berarti, karena dengan adanya tunjangan profesi. Tetapi, ternyata menulis merupakan kepuasan batin yang tidak ternilai harganya bagi penulisnya. Saya termotivasi menulis setelah mengikuti training kepenulisan “Dahsyat Writing: 7 Jurus Menulis Dengan Otak Kanan” yang diselenggarakan Education Development Center (EnDeCe) Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Rumah Cerdas Entrepreneur Indonesia (RCEI) tanggal 5 Nopember 2013 di Auditorium IAIN Palu. Sebagai nara sumber adalah Abdul Hakim El Hamidy. Ia sebagai Penulis dan Motivator kepenulisan yang luar biasa.
Ketika training berlangsung, yang membuat saya terkesan adalah ketika Abdul Hakim El Hamdiy me- ngungkapkan:
1. Mimpi tidak dibayar alias gratis, tetapi mengapa kita tidak pernah bermimpi, termasuk mimpi menulis buku?
2. Menulislah sebelum namamu ditulis di batu nisan. 3. Gerakkanlah jari-jari tanganmu untuk menulis, se-
belum tanganmu dihentikan oleh Allah SWT.
Selanjutnya beliau memberikan motivasi pada semua peserta dimana disuruh membacakan Proklamasi menulis yaitu:
P R O K L A M A S I
Kami penulis pemula dengan ini menyatakan kemerdekaan berpikir dan bertindak untuk menulis buku. Hal-hal yang mengenai ketidak
percayaan diri, ketidaktahuan, dan kemiskinan ide akan dihilangkan secara saksama dan dalam tempo yang
sesingkat-singkatnya.
Palu, 5 Nopember 2013 Atas Nama Diri Sendiri
Dari kalimat proklamasi di atas, dapat dimaknai bahwa sesungguhnya telah diberikan karunia oleh Allah
SWT. untuk berpikir (bermimpi) dan pikiran itu disalurkan melalui jari-jari tangan dalam bentuk tulisan. Subhanallah
mudahan-mudahan pemahaman saya ini bukan sesuatu yang berlebihan. Tetapi kuat dugaan saya bahwa konsep di atas adalah hidayah dari Allah SWT. melalui hambanya yang taat kepada-Nya seorang Ustad yang sederhana, gaul, dan luar biasa, sang Motivator kepenulisan Abdul Hakim El Hamidy.
Oke, mari kita kembali membahas tentang alasan sehingga tidak menulis.