• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Antara Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Deterjen dengan Keterlibatan Konsumen Terhadap Merek Deterjen

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Penelitian 4.1.Gambaran Umum Penelitian

4.10. Hubungan Antara Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Deterjen dengan Keterlibatan Konsumen Terhadap Merek Deterjen

Persepsi konsumen terhadap kualitas merek deterjen tentu saja berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Konsumen yang menganggap suatu produk atau merek berkualitas, memiliki kecenderungan untuk memilih produk tersebut. Tidak jarang pula mereka memiliki keterlibatan yang tinggi terhadap merek. Keterlibatan ini ditunjukkan dengan kecocokan konsumen terhadap merek, tidak adanya keinginan untuk berganti merek dan konsistensi terhadap merek.

Hubungan antara persepsi kualitas dengan keterlibatan konsumen terhadap merek deterjen diketahui dengan menggunakan uji korelasi

Rank-Order Spearman. Hasil pengolahan data baik konsumen laki-laki maupun

Tabel 24. Hubungan antara persepsi konsumen laki-laki terhadap kualitas deterjen dengan keterlibatan terhadap merek deterjen

Atribut Tidak ingin berganti merek Konsisten dalam pembelian Tingkat kecocokan Daya bersih 0,230 0,042 0,323* Keharuman 0,268 0,248 0,399* Halus di tangan 0,276 0,270 0,234

Irit dalam pemakaian 0,335* 0,344* 0,339* Menjaga warna tetap

cemerlang 0,176 0,081 0,282

Banyaknya busa 0,283 0,066 0,283

Tidak mudah apek 0,144 0,362* 0,391*

Gengsi 0,124 0,088 0,048

*

hubungan nyata pada sig .05 (2-tailed)

**

hubungan sangatnyata pada sig .01(2-tailed)

Berdasarkan Tabel 24 diketahui bahwa terdapat tujuh hubungan yang nyata antara persepsi kualitas dengan keterlibatan konsumen laki-laki terhadap merek deterjen. Pertama, antara atribut daya bersih dan keharuman dengan tingkat kecocokan konsumen terhadap merek deterjen. Semakin baik daya bersih suatu merek deterjen, konsumen akan semakin cocok dengan merek deterjen tersebut. Begitu juga dengan atribut keharuman, semakin baik kinerjanya akan semakin tinggi pula tingkat kecocokan konsumen.

Hubungan nyata juga terjadi antara atribut irit dengan ketidakinginan konsumen untuk berpindah merek. Artinya, jika konsumen beranggapan bahwa merek deterjen yang digunakannya irit dalam pemakaian, ia cenderung tidak punya keinginan untuk berpindah merek. Selain berhubungan nyata dengan ketidakinginan konsumen untuk berpindah merek, atribut irit juga berhubungan nyata dengan konsistensi konsumen dalam membeli. Jika merek deterjen yang dipakai tidak tersedia di toko, konsumen tidak akan membeli merek deterjen yang lain. Konsumen cenderung mencari merek deterjen tersebut di tempat lain. Ini memperlihatkan tingginya keterlibatan konsumen terhadap merek. Selain itu, atribut irit juga memiliki hubungan nyata dengan tingkat kecocokan konsumen terhadap merek deterjen. Semakin irit suatu merek deterjen menunjukkan bahwa konsumennya merasa semakin cocok dengan merek deterjen tersebut. Melihat tingkat keeratan hubungan yang

tersebut, sebaiknya produsen memperhatikan atribut irit dalam memproduksi dan mempromosikan merek deterjennya.

Hubungan nyata lainnya ditunjukkan antara atribut tidak mudah apek dengan konsistensi pembelian dan tingkat kecocokan konsumen. Artinya, apabila merek deterjen tertentu memiliki daya tahan keharuman yang baik atau tidak mudah apek, konsumen cenderung konsisten untuk membeli merek tersebut. Konsumen akan mencari merek deterjen tersebut di tempat lain jika tidak tersedia di toko yang dikunjunginya. Ini terjadi karena tingkat kecocokan konsumen terhadap merek deterjen tersebut juga tinggi. Sebaiknya produsen deterjen memperhatikan atribut tersebut untuk mendapatkan konsumen yang setia terhadap merek.

Atribut yang tidak berhubungan secara nyata adalah atribut menjaga warna tetap cemerlang, banyaknya busa, gengsi dan halus di tangan. Ini berarti bahwa konsumen laki-laki tidak terlalu mempertimbangkan kemampuan deterjen menjaga warna dan banyaknya busa dalam memilih merek deterjen. Konsumen laki-laki tidak memandang penting suatu merek deterjen yang dibelinya bergengsi atau tidak. Konsumen laki-laki juga tidak terlalu memperhatikan atribut halus di tangan. Ini dapat disebabkan konsumen laki-laki tidak terlalu mementingkan penampilan dibandingkan konsumen perempuan, termasuk tangan yang kasar dan pecah-pecah karena menggunakan deterjen tertentu.

Hubungan antara persepsi konsumen perempuan dengan keterlibatan konsumen terhadap merek deterjen dapat dilihat pada Tabel 25. Atribut daya bersih berhubungan sangat nyata dengan tingkat kecocokan dan ketidakinginan konsumen untuk berganti merek. Semakin baik daya bersih deterjen, semakin tinggi pula tingkat kecocokan konsumen terhadap merek tersebut, sehingga konsumen pun tidak mempunyai keinginan untuk menggunakan merek lain. Meskipun demikian, atribut daya bersih tidak terlalu berpengaruh pada konsistensi konsumen dalam pembelian merek deterjen. Artinya, jika konsumen tidak bisa mendapatkan merek deterjen yang dibutuhkan, konsumen akan tetap membeli deterjen dengan merek lain. Ini

dapat terjadi karena konsumen tidak memiliki banyak waktu atau enggan untuk mencari merek deterjen yang digunakannya.

Tabel 25. Hubungan antara persepsi konsumen perempuan terhadap kualitas deterjen dengan keterlibatan terhadap merek deterjen

Atribut Tidak ingin berganti merek Konsisten dalam pembelian Tingkat kecocokan Daya bersih 0,348** 0,217 0,418** Keharuman 0,222 -0,021 0,236 Halus di tangan 0,211 0,373** 0,284*

Irit dalam pemakaian 0,287* 0,321* 0,323* Menjaga warna tetap

cemerlang 0,141 0,256

*

0,307*

Banyaknya busa 0,141 -0,010 0,069

Tidak mudah apek 0,234 0,154 0,173

Gengsi 0,012 0,022 0,194

*

hubungan nyata pada sig 0,05

**

hubungan sangatnyata pada sig 0,01

Tidak seperti atribut daya bersih yang memiliki dua hubungan sangat nyata dengan keterlibatan konsumen terhadap merek, atribut keharuman tidak memiliki hubungan yang nyata dengan keterlibatan merek. Ini menunjukkan bahwa konsumen perempuan tidak menganggap faktor keharuman sebagai faktor yang harus dipenuhi. Deterjen yang harum belum tentu membuat konsumennya memiliki keterlibatan merek yang tinggi, sehingga harum dan tidaknya suatu deterjen tidak terlalu berpengaruh pada keterlibatan konsumen perempuan terhadap merek tertentu. Hal tersebut juga dapat disebabkan banyaknya produk pewangi pakaian yang beredar di pasar. Jika deterjen yang digunakan tidak wangi, mereka bisa menggunakan pewangi pakaian untuk mengatasinya.

Hubungan sangat nyata juga ditunjukkan antara atribut halus di tangan dengan konsistensi konsumen dalam membeli deterjen. Ini dapat disebabkan konsumen perempuan mempunyai perhatian yang lebih tinggi terhadap penampilan dibandingkan laki-laki, sehingga konsumen perempuan cenderung menyukai deterjen yang tidak membuat tangan menjadi kasar, panas atau pecah-pecah. Atribut halus di tangan juga berhubungan nyata dengan tingkat kecocokan konsumen perempuan terhadap merek deterjen tertentu.

Atribut irit juga berhubungan secara nyata dengan ketidakinginan berpindah merek, konsistensi konsumen dalam pembelian dan tingkat kecocokan konsumen terhadap merek. Ini berarti semakin irit suatu merek deterjen, konsumen tidak akan berniat untuk berpindah merek. Deterjen yang irit akan membuat konsumen setia terhadap merek dan mencarinya di tempat lain ketika deterjen yang dicarinya tersebut tidak ada. Konsumen juga memiliki tingkat kecocokan yang tinggi terhadap deterjen yang irit dalam pemakaian.

Hubungan nyata juga terjadi pada atribut menjaga warna tetap cemerlang dengan konsistensi pembelian dan tingkat kecocokan konsumen terhadap merek deterjen tertentu. Deterjen yang bisa menjaga warna pakaian tetap cemerlang akan membuat konsumen merasa cocok dengannya dan konsisten dalam pembelian, sehingga konsumen tidak akan membeli merek deterjen lain ketika merek yang dicarinya tidak ada.

Atribut lain yang tidak memiliki hubungan nyata dengan keterlibatan merek adalah atribut banyaknya busa, tidak mudah apek dan gengsi. Konsumen perempuan belum tentu memiliki keterlibatan yang tinggi terhadap merek deterjen yang memiliki busa banyak, tidak mudah apek dan bergengsi.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait