• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM AGRARIA

Dalam dokumen Pengantar Ilmu Hukum Indonesia (Halaman 107-111)

I X .1 Pe n ge r t ia n H u k u m Agr a r ia

Hukum agraria adalah keseluruhan kaidah hukum t ert ulis dan t idak t ert ulis yang m enget ur agraria. Menurut UU No. 5 t ahun 1960 ( UUPA) yang dim aksud dengan ” agraria” adalah bum i, air dan kekayaan alam yang t erkandung didalam nya, bahkan sam pai bat as- bat as t ert ent u t erm asuk j uga ruang angkasa. Seluruh bum u, air, ruang angkasa dan kekayaan yang t erkandung di dalam nya yang t erm asuk ke dalam w ilayah I ndonesia adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa dan m erupakan kekayaan bangsa I ndonesia. Pengert ian bum i m enurut UUPA bukan hanya m eliput i perm ukaan bum i it u saj a, t et api j uga t erm asuk t ubuh bum i dan kekayaan yang berada di bawah air, sedangkan yang dim aksud dengan air adalah air laut ( laut an) m aupun perairan pedalam an dan laut an t ersebut hanyalah t erbat as pada laut yang t erm asuk w ilayah RI ( ayat 5) ) . Ruang angkasa adalah ruang angkasa di at as bum i dan laut an yang t er m asuk w ilayah RI ( ayat 6) ) .

Seluruh, bum i, air, ruang angkasa dan seluruh kekayaan alam yang t erkandung di dalam nya dikuasai oleh negara, oleh karenanya negara berw enang unt uk :

a. m engat ur, m enyelenggarakan perunt ukan, penggunaan dan pem eliharaan t erhadapnya.

b. Menent ukan dan m engat ur hubungan- hubungan hukum ant ara orang dengan bum i, air, dan ruang angkasa.

c. Menent ukan dan m negat ur hubungan- hubungan hukum ant ara orang dan perbuat an- perbuat an hukum yang m engenai bum i, air, dan ruang angkasa.

Wew enang unt uk m enent ukan, m engat ur dan lain- lain yang berhubungan dengan hal m enguasai dari negara- negara t ersebut adalah unt uk kepent ingan dan kem akm uran seluruh rakyat I ndonesia. Pelaksanaan kekuasaan negara t ersebut dapat dikuasakan at au didelegasikan kepada daerah- daerah sw at ant ara dan m asyarakat hukum adat .

I X .2 Se j a r a h H u k u m Agr a r ia

Sebelum UUPA berlaku ( sebelum t anggal 24 Sept em ber 1960) , hukum agraria di I ndonesia bersifat dualist is, karena hukum agraria pada w akt u it u bersum ber pada hukum adat dan hukum perdat a Barat . Hukum agraria yang berdasarkan pada perdat a barat yang berlaku sebelum 24 Sept em ber 1960 t ersusun dari sum ber- sum ber yang berasal dari Pem erint ah j aj ahan, sehingga t idak m ust ahil bahw a didalam nya t erselubung t uj uan- t uj uan Pem erint ah j aj ahan yang hanya m engunt ungkan pihaknya. Keadaan sem acam ini berakibat bahw a beberapa ket ent uan hukum agraria yang berlaku pada w akt u it u m enj adi bert ent angan dengan kepent ingan rakyat I ndonesia. Hukum perdat a Barat yang m enyangkut agraria t ersebut diberlakukan bagi orang- orang yang t erm asuk ke dalam golongan Eropa dan golongan Tim ur Asing, sedangkan t anah- t anah yang dikuasai oleh kedua golongan penduduk t ersebut dinam akan ” t anah dengan hak- hak Barat ” .

Sebagai law annya adalah ” t anah dengan hak adat ” yang t unduk pada hukum adat t anah dan khusus berlaku bagi golongan penduduk bum i put era ( pribum i) . Cor ak hukum agraria yang dualist is ini ber laku sam pai dengan t ahun 1959, dan pada w akt u it u Pem erint ah berusaha unt uk dalam w akt u dekat m elahirkan hukum agraria baru yang bersifat nasional. Pada t anggal 24 Sept em ber 1960 diundanganlah Undang- Undang No.5 Tahun 1960 m elalui Lem baran Negara 1960 No.104, yait u Undang- undang yang m engat ur t ent ang agraria. Undang- undang t ersebut diberi nam a Undang- Undang Pokok Agraria. Pem berlakuan undang- undang ini di seluruh w ilayah I ndonesia dilakukan secara bert ahap, t idak serent ak seluruh m at eri berlaku di seluruh w ilayah RI . Dengan berlakunya UUPA sej ak 24 Sept em ber 1960, m aka beberapa perat uran t ert ulis m engat ur t ent ang argaria dinyat akan t idak beraku lagi ( dicabut ) . Perat uran- perat uran yang di m aksud adalah :

1. KUH Perdat a, khususnya yang m engat ur t ent ang hak eigendom ,

hak erpacht , hak opst al, dan hak- hak lainnya ( buku I I KUH Perdat a)

2. Agrarische Wet , St aat sblad 1870 No. 55 sebagaim ana t er m uat dalam Pasal 51 I S.

3. Dom ein Verklar ing, t ersebut dalam keput usan agraria (Argarisch Besluit ) , St aat sblad 1870 No. 118.

4. Algem ene dom ein Verklaring, t ersebut dalam St aat sblad 1875 No. 119 a.

5. Dom ein Verklaring unt uk Sum at era, t ersebut dalam Pasal 1 St aat sblad 1874 No. 94 f.

6. Dom ein Verklaring unt uk Keresidenan Manado, t ersebut dalam Pasal 1 St aat sblad 1888 No. 55.

7. Dom ein Verklar ing unt uk Resident il Zuider en Oost erafdeling van Borneo, t ersebut dalam Pasal 1 St aat sblad 1888 No. 58.

8. Koninklj ik Besluit 16 Apr il 1872 No. 17 dan perat uran pelaksanaannya.

Dengan berlakunya UUPA sej ak 24 Sept em ber 1960, hilanglah dulaism e hukum agraria dan t ercipt alah unifikasi hukum dalam bidang hukum argaria di I ndonesia. Hukum agraria baru ( UUPA) disusun dengan dasar hukum adat , oleh karenanya hukum agraria adat m em punyai peran pent ing dalam sej arah lahirnya UUPA. Dengan berlakunya UUPA t idak berart i bahw a hak ulayat t idak diakui lagi. Hak ulay at t ersebut m asih diakui sej auh t idak m engganggu at au m engham bat pem bangunan nasional unt uk kepent ingan um um . Lebih j elas lagi dikat akan bahw a hukum agraria yang m engat ur bum i, air, ruang angkasa , dan kekayaan alam yang t erkandung didalam nya adalah hukum adat sej auh t idak bert ent angan dengan kepent ingan nasional dan negara ( Pasal 5 UUPA) . Sem ua hak at as t anah dinyat akan berfungsi sosial ( Pasal 6 UUPA) .

Tuj uan hukum Agraria :

a. Melet akkan dasar bagi penyusunan hukum agraria nasional, yang m erupakan sarana unt uk m ew uj udkan kem akm uran, kebahagiaan, keadilan bagi rakyat dan negara, t erut am a rakyat t ani, dalam rangka m enuj u ke m asyarakat adil –m akm ur.

b. Melet akkan dasar unt uk m engadakan kesat uan dan kesederhanaan hukum pert anahan.

c. Melet akkan dasar unt uk m em berikan kepast ian hukum m engenai hak- hak at as t anah bagi rakyat .

Dalam dokumen Pengantar Ilmu Hukum Indonesia (Halaman 107-111)

Dokumen terkait