• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterangan Terkait Realisasi Program

II. PERWUJUDAN POLA RUANG 2.1 Kawasan Lindung

2.2 Kawasan Budidaya

2.2.1 Hutan Produksi Terbatas (HPT)

2.2.1 Hutan Produksi Terbatas (HPT)

Pengembangan budidaya hutan produksi yang berfungsi serta memiliki ekonomi tinggi dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

Pengembangan budidaya hutan produksi tahun 2015 seluas 50 Ha dan tahun 2016 seluas 100 Ha (Jati dan Bambu)

Pengembangan budidaya

perkebunan/buah-buahan dengan partisipasi masyarakat di Kecamatan Bontosikuyu (Kec. Bontoharu dan

Kec. Bontosikuyu)

Pengembangan budidaya

perkebunan/tanaman keras di seluruh kecamatan kecuali Benteng,dan Takabonerate (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

Penyiapan lahan dan pembibitan (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

Pembentukan kelompok kerja (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

Pembangunan prasarana pendukung (Kec. Bontoharu dan Kec.

Bontosikuyu)

Pengolahan lahan (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

Penanaman (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

Pemeliharaan (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 121 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Kegiatan panen dan pascapanen (Kec. Bontoharu dan Kec. Bontosikuyu)

2.2.2 Hutan Rakyat

Pengembangan Hasil Hutan Bukan

Kayu (seperti komoditas tanaman

obat, dan lain-lain)

Pengembangan tanaman hutan atau tanaman obat-obatan pada lahan hutan rakyat

Pengembangan tanaman hutan atau tanaman obat-obatan pada lahan hutan rakyat Tahun 2012 : 200 Ha

Tahun 2013 : 200 Ha Tahun 2014: 175 Ha Tahun 2015 : 75 Ha

Tahun 2016 : 105 Ha Keterangan :tahun 2016 Hutan Rakyat 75 Ha dan

Agroforestry 30 Ha

2.2.3 Kawasan Pertanian

Mempertahankan lahan pertanian sawah sebagai lahan pertanian berkelanjutan

belum ada perda LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan)

Mengembangkan sarana pertanian khususnya irigasi sederhana untuk menunjang kegiatan sektor pertanian

telah dibangun irigasi sederhana seluas 1.673,81 ha (44%) dari total luas lahan sawah seluas 3.823,06 ha (terlampir data teknis sebaran sawah berdasarkan

jenis pengairan)

Pendistribusian sarana dan prasarana pertanian sesuai dengan potensi lahan pertanian di setiap daerah;

penyediaan pupuk bersubsidi/non subsidi, benih/bibit tanaman serta pestisida pada kawasan pertanian

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 122 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Mengembangkan teknologi pertanian dalam berbagai segi dengan

menggunakan prinsip daya guna dan hasil guna

penyediaan alat mekanisasi pertanian pada kawasan pertanian pangan (hand traktor (roda 2 dan roda 4), combine harvester, rice transplanter,

pompanisasi dll.

Pertanian tanaman pangan

Peningkatan pelayanan irigasi teknis/desa dengan jaminan pasokan air yang mencukupi.

Telah terbit Perda Irigasi tahun 2016. Telah dikembangkan pemanfaatn sumber-sumber air pd daerah pertanian pangan dalam bentuk irigasi air

permukaan maupun irigasi air tanah.

Peningkatan produksi pertanian sawah melalui intensifikasi lahan sehingga hasil panen dapat dicapai lebih dari 4,2 ton/ha

telah dilakukan intervensi melalui program P2BN (peningkatan produksi beras nasional) dan Program UPSUS PAJALE (Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi Jagung dan Kedelai) dengan capaian provitas padi sawah 5,9

ton/ha

Untuk meningkatkan pendapatan petani perlu dikembangkan padi organik bersertifikat

belum dikembangkan dan pemanfaatannya masih sangat

tergantung dari bantuan pemerintah

Diperlukan berbagai insentif (keringanan pajak/retribusi dan subsidi guna meningkat-kan

produktivitas lahan dan kinerja petani)

beberapa insentif yang telah diberikan ke petani berupa : bantuan benih berlabel (unggul), pupuk bersubsidi, penyediaan alat dan mesin pertanian serta direncanakan sertifikasi lahan bagi petani pemilik sawah

Penguatan kelembagaan petani terkait dengan pengelolaan lahan dan air (irigasi), pengadaan sarana produksi, panen dan pengolahan pasca panen termasuk pemasaran

Telah terbentuk P3A pada beberapa daerah Irigasi serta telah terbentuk Perda Irigasi. Khusus penguatan kelembagaan pengelolaan panen dan pasca panen masih sangat terbatas

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 123 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

(belum ada kemitraan

Pertanian lahan kering dan holtikultura

Penetapan kawasan dan sentra pertanian lahan kering

formalitas penetapan kawasan

pertanian lahan kering belum ada

Penetapan komoditas unggulan sesuai karakteristik sub kawasan

formalitas penetapan komoditas

unggulan belum ada

Peningkatan produksi komoditas melalui intensifikasi lahan, ekstensifikasi dan optimasi lahan

Tahun 2014 Intensifikasi jeruk keprok : 2 Ha di Batangmata sapo

Tahun 2015 Ekstensifikasi jeruk keprok 15 Ha di Bontona Saluk

Tahun 2016

Pembangunan prasarana dan sarana pertanian, seperti jalan produksi, peralatan budidaya dan teknologi pengolahan pasca panen

Pengembangan hortikultura jeruk pada kawasan yang tersebar di Kecamatan Bontomatene telah dibangun prasarana Jalan Tani/Produksi dgn capaian : Tahun 2009 : 915 meter (Desa onto dan Batangmata Sapo

Tahun 2010 : 2.155 meter (Batangmata Sapo dan Bontona Saluk)

Tahun 2011 : 548 meter (Maharayya) Tahun 2012 : 462 meter (Bontona Saluk & Barat Lampongan)

Tahun 2013 : 2437,95 meter (Onto, Batangmata Sapo, Maharayya, Barat Lambongan)

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 124 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Saluk) Tahun 2015 : 1551,44 meter (Batangmata Sapo)

Selain pembangunan prasarana, penyediaan sarana pertanian seperti bibit jeruk sebanyak 19.850 pohon (50 Ha) di tahun 2015 dan 9.400 pohon (23 Ha) di tahun 2016

Penguatan kelembagaan petani terkait dengan pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik,

pengangkutan, pengolahan dan pemasaran serta permodalan

belum ada

2.2.4 Kawasan Perkebunan

Penetapan (delineasi) kawasan

perkebunan yang potensial dan tidak berada pada kawasan konservasi (lindung)

Tidak Ada

Peningkatan produksi komoditas melalui intensifikasi lahan

- Rehabilitas dan Intensifikasi Tanaman Kelapa

- Rehabilitas dan Intensifikasi Tanaman

Cengkeh

Pembangunan infrastruktur kawasan perkebunan

- Pembangunan irigasi air tanah dangkal - Pembangunan jaringan irigasi air permukaan

- Pembukaan DAM parit / Embung 2.2.5 Kawasan Peternakan

Pengembangan sentra peternakan

ternak besar (sapi dan kerbau)

Pengembangan sentra peternakan ternak kecil (kambing & domba)

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 125 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Pengembangan kawasan agribisnis peternakan

Pengembangan kawasan integrasi

peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peternak

Pengembangan pakan ternak lokal dengan mengandalkan hasil pertanian dan perikanan lokal

2.2.6 Kawasan Perikanan

Pengembangan perikanan tangkap

laut di seluruh wilayah perairan pesisir

Pemberian bantuan Sarana

Penangkapan (Kapal dan Alat Tangkap & Fasilitas Penunjang Lainnya)

Pengembangan sentra budidaya perikanan laut (udang, kerapu, dan rumput laut) di seluruh kecamatan pesisir

- Pemberian bantuan bidang budidaya seperti bibit udang, bibit bandeng, bibit kerapu, bibit rumput laut

-Terbentuknya desa keramba di bontolebang untuk pengembangan budidaya laut

- Pengembangan percontohan budidaya air tawar antara lain didusun pajalayya

untuk budidaya lele

Pengembangan kegiatan minapolitan, terutama di Kecamatan Benteng dan Bontoharu

Penambahan sarana dan prasarana fasilitas penunjang kawasan PPI

Bonehalang- Benteng

Pengembangan industri pengolahan

perikanan di Benteng dan Bontoharu

Pengembangan industri maritim

Benteng dan Pamatata

Peningkatan sarana prasarana pelabuhan perikanan

- Pengembangan pabrik es balok

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 126 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

2.2.7 Kawasan Pertambangan

Inventarisasi sumberdaya mineral,

pembinaan, dan pengawasan bidang pertambangan, Mineral dan Batubara serta Batuan, serta air bawah tanah, yang berpotensi untuk dieksploitasi dalam skala ekonomi

- Inventarisasi dan pemetaan sumber Daya- Inventarisasi dan pemetaan Potensi batuan granit di Pulau jampea

Kecamanatan

Pasimasungggu Timur, Peta sebaran mineral logam dan Logam'- Lokasi inventarisasi dan pemetaan di Kec. Pasimasunggu,

Pasimasunggu Timur Luas penyebaran batu granit di Pulau jampea : 36.116.918 m2. total cadangan terkira batuan granit = 4.385.102, 164 ton

Melakukan kajian daya dukung lingkungan untuk ekploitasi bahan tambang dan galian

Menetapkan satuan Wilayah Pertambangan (WP)

Menyusun profil potensi, prosedur dan mekanisme perizinan serta rencana bisnis (bussines plan) untuk masing-masing WUP, WPR dan WPN

Melakukan kajian sumberdaya energi alternatif yang meliputi panas bumi dan tenaga air, listrik pedesaan

Melakukan promosi untuk menarik investasi pengembangan bidang pertambangan dan energi

Melakukan kajian pengembangan energi panas bumi untuk

pengembangan energi alternatif

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 127 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Melaksanakan perencanaan

pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit tenaga listrik energi alternatif

Mencari sumber pembiayaan dan investor untuk pelaksanaan

pengembangan pembangkit tenaga listrik energi panas bumi

2.2.8 Kawasan Industri

Penyusunan rencana detail tata ruang

kawasan industri yang ditindaklanjuti dengan penyiapan peraturan daerah (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

Penyusunan rencana pengusahaan (business plan) dan promosi pengembangan kawasan (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

Pengadaan Lahan Kawasan industri (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

Pembangunan infrastruktur dasar untuk pengembangan kawasan industri (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

Pengembangan industri pengolahan hasil laut, baik ikan maupun non ikan (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

Pengembangan industri pengolahan hasil kayu dari hasil hutan tanaman industri pola hutan tanaman rakyat (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 128 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Pengembangan industri hasil pertanian (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

Pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan, terutama kelapa, kakao, jarak, robusta dan mete (Kec. Benteng dan Kec. Bontoharu)

Belum Ada

2.2.9 Kawasan Pariwisata

Penyiapan regulasi tentang

pengembangan obyek dan daerah tujuan wisata

- Perda Penetapan objek wisata No 2 tahun 2020

- Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Perda No 7 Tahun 2011 (Rencana Revisi tahun 2017)

Penataan dan penyediaan sarana dan prasarana di daerah tujuan wisata

- Pembuatan Gazebo di Kampung Penyu,Liang Kareta, tinabo dan tempat

wisata lainnya

Melakukan promosi intensif tentang obyek dan daerah tujuan wisata

- Ikut Even Pameran (partisipasi) - membuat even tunggal (promosi) Pemuatan Informasi Pariwisata Selayar di Majalah Pesawat(citylink dan Lion) - Pamtour (mengundang tamu kemudian mempromosikan ke media atau travel) - Promosi melalui mediatron

Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Takabonerate

Pengembangan Kawasan Wisata Bahari lainnya melalui penataan kawasan, pembangunan fasilitas penunjang pariwisata, dan promosi dan pemasaran

Sudah ada Pengembangan Kawasan Wisata Bahari lainnya melalui penataan kawasan, pembangunan fasilitas penunjang pariwisata, dan promosi dan

pemasaran

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 129 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Budaya Gantarang, Perkampungan Tua

bitombang, Jangkar raksasa di padang dan Gong Nekara di Matalalang

Pengembangan potensi sumberdaya alam sebagai objek–objek wisata dalam satu kesatuan sistem pengelolaan yang terpadu

Akses sudah ada ke objek wisata

2.2.10 Kawasan Pemukiman Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan

Percepatan penyediaan perumahan melalui kegiatan : Penyediaan KPR – RSH bersubsidi, Pengembangan perumahan swadaya dan

Pengembangan Kasiba/Lisiba

Penataan dan rehabilitasi

lingkungan kawasan perkampungan nelayan

Rumah Khusus Nelayan Dusun Buttu Desa Laiyolo Kec. Bontosikuyu

Revitalisasi kawasan

tradisional/etnis/bersejarah yaitu kawasan yang mempunyai bangunan bersejarah yang bernilai atau

bermakna penting

Peningkatan penyehatan lingkungan permukiman

Program P2KP (Program Peningkatan Kualitas Permukiman) Kemudian berkembang ke Program Kota tanpa kumuh (Kotaku)

baru tahap FGD (forum Group Discusion) dan menghasilkan profil kawasan kumuh

Pengembangan prasarana dan sarana kawasan cepat tumbuh perkotaan, seperti di Pamatata

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 130 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Program pembangunan permukiman perkotaan Benteng

Pemetakan zona permukiman eksisting dan kawasan siap bangun (Kec. Benteng)

Identifikasi kelengkapan dan cakupan layanan fasilitas dan utilitas utama pada per blok peruntukan (Kec. Benteng)

Identifikasi lokasi kelompok permukiman yang berada pada kawasan rawan bencana alam dan merekomendasikan

mitigasinya/relokasi (Kec. Benteng) Revitalisasi kawasan tradisional/etnis/bersejarah yaitu kawasan yang mempunyai bangunan bersejarah yang bernilai atau

bermakna penting (Kec. Benteng)

Peningkatan penyehatan lingkungan permukiman (Kec. Benteng)

Penyusunan Profil kawasan Kota

Benteng Sebagai bahan acuan pada program Kota tanpa Kumuh

Pengembangan prasarana dan sarana kawasan cepat tumbuh perkotaan, seperti Kota Benteng dan Pamatata

Penyusunan rencana teknis tata ruang kota dengan pendekatan mitigasi bencana dan pencadangan kawasan permukiman baru (kasiba dan lisiba) (Kec. Benteng)

Pengadaan perumahan melalui subsidi KPR-Rumah Sangat

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 131 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Sederhana Program pembangunan perdesaan

Identifikasi kebutuhan perumahan dan penyediaan perumahan perdesaan melalui bantuan pemerintah dan pembangunan perumahan swadaya

Peningkatan kualitas rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Desa Lowadan Desa batang

Identifikasi kelompok permukiman perdesaan yang berada pada kawasan lindung dan budidaya

Identifikasi bangunan fasilitas umum dan perumahan yang tidak

memenuhi kualitas rumah sehat dan merekomendasikan rencana

penanganannya secara teknis

Pendataan Rumah Tidak Layak huni di Kecamatan Daratan

Kec. Bontoharu dan Kec Bontosikuyu

Klasifikasi kelompok permukiman yang berada pada kawasan budidaya yang mempunyai akses tinggi, sedang dan rendah (remote area)

2.2.11 Peruntukan Lainnya

Pengembangan perkantoran

pemerintahan (Kec. Benteng)

Pengembangan kawasan pendidikan melalui pembangunan fasilitas pendidikan pada kawasan perkotaan (Kec. Benteng)

LAPORAN EVALUASI/PENINJAUAN KEMBALI PERDA RTRW Page 132 KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

No Pemanfaatan Ruang Indikasi Program Lima Tahunan Realisasi Program

Keterangan Terkait

Realisasi Program

Pengembangan kawasan pertahanan keamanan melalui pembangunan bangunan dan infrastruktur

pendukung tugas pengamanan dan keamanan kawasan dan negara (Kec. Benteng)

Pengembangan kawasan budidaya perairan di wilayah pesisir (Kec.

Benteng)

Program pengendalian pemanfaatan ruang yang dilaksanakan oleh Pemerintah sebagai acuan pemanfaatan ruang di Kabupaten Kepulauan Selayar (Kec. Benteng)

1. Pendataan bangunan di Kecamatan Benteng

III. KAWASAN STRATEGIS