• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PENELITIAN RELEVAN

2.1.5 ICT Dalam Pendidikan

Perubahan yang cepat pada masa sekarang ini disebabkan terutama oleh kemajuan teknologi. Teknologi dapat dianggap sebagai katalis perubahan, yakni membuat perubahan jadi revolusioner, sangat cepat dan intensif. Dalam dunia pendidikan dan pengetahuan, revolusi ini sedang berlangsung dan berdimensi ganda, yaitu menghubungkan penelitian otak modern yang mengagumkan dengan ke kuatan informasi dan pengetahuan yang dapat diakses secara cepat dan mudah melalui teknologi informasi dan komunikasi ((Information and Communication Technology, ICT)).

Revolusi gabungan internet computer World Wide Web (www) telah membentuk generasi baru dengan nilai-nilai baru, gaya pergaulan baru, budaya baru, bahkan ekonomi baru yang disebut sebagai ekonomi digital. Komunikasi dan akses informasi menjadi serba instan, cepat dan mudah, sehingga

aktivitas-aktivitas seperti perdagangan dan pendidikan dapat dilakukan secara bersamaan dengan sebuah komputer pribadi.

Pembelajaran berbasis ICT adalah pembelajaran yang berasaskan konsep pembelajaran komputer dan multimedia. Pendidikan bebasis ICT (Information Communication Technology) saat ini sudah berkembang pesat di berbagai daerah.

Kebutuhan akan berbagai media interaktf semakin dirasakan, mengingat kondisi perkembangan teknologi informasi semakin berkembang pesat. Dalam dunia pendidikan misalnya, siswa mulai pra-sekolah, SD, SMP, SMA dan SMK dituntut mengenal ICT sejak dini disebabkan tuntutan pendidikan abad 21 atau masyarakat industry 4.0 yang mengandalkan pada pemanfaatan pembelajaran inovatif serta ketrampilan berpikir tingkat tinggi atau sering dikenal dengan istilah HOTS.

Bagi negara-negara maju telah memulai terlebih dahulu dengan memanfaatkan pendidikan berbasis ICT Negara-negara asia tenggara khususnya di Indonesia masih tergolong baru dalam menerapkan sistem pemanfaatan ITC sebagai bagian integral dari pendidikan abad 21. Sebagai pemula tentu kita punya kesempatan berharga untuk belajar banyak atas keberhasilan dan kegagalan mereka sehingga penerapan pendidikan berbasis ITC di Indonesia menjadi lebih terarah. Apalagi dengan hadirnya kurikulum 2013 yang strategi dan arah kurikulumnya untuk menjawab tantangan masyarakat industry abad 21. Di mana ada kompetensi 4 ciri pokok yang harus dimiliki peserta didik saat ini antara lain kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis (criticial thinking), kreatif dan inovasi (creative and innovative), kemampuan berkomunikasi (communication skill), kemampuan bekerja sama (collaboration) dan kepercayaan diri (confidence).

Saat ini teknologi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sebagai sarana belajar multimedia yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh peserta diklat. Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi perkuliahan yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.

Lafendry (2022:42) dalam jurnalnya memaparkan perkembangan ICT yang sedemikian pesat tersebut menciptakan kultur baru bagi semua orang di seluruh dunia. Dunia pendidikan pun tak luput dari sentuhannya. Integrasi teknologi informasi ke dalam dunia pendidikan telah menciptakan pengaruh besar.

Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, mutu dan efisiensi pendidikan dapat ditingkatkan. Kemajuan teknologi dewasa ini dan di masa yang akan datang terutama di bidang informasi dan komunikasi menyebabkan dunia semakin sempit, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja menjadi semakin intensif. Demikian juga yang terjadi di Indonesia dan Negara-negara di dunia, globalisasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Di bidang pendidikan, peran guru untuk mendidik menjadi manusia yang selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya sangat penting dalam menentukan perjalanan generasi bangsa ini. Guru dituntut menjadi pendidik yang

bisa menjembatani kepentingan-kepentingan itu. Tentu saja melalui uasaha-usaha nyata yang bisa diterapkan dalam mendidik peserta didiknya harus dilaksanakan.

ICT dalam literatur diinformasikan memiliki kekuatan yang luar biasa terkait dengan proses pembelajaran. Beberapa kekuatan itu telah tercatat sebagai alat komunikasi, alat bantu design, alat bantu inquiri dalam proses pembelajaran.

Untuk itu, tidaklah berlebihan bila ICT merupakan salah satu pilar/bagian penting dalam pembelajaran. Dengan terungkapnya ICT banyak memberi manfaat dalam proses pembelajaran maka para ahli pendidikan mengembangkan ICT yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Integrasi dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang memasukan unsur-unsur teknologi dalam pembelajaran dan merupakan satu kesatuan dengan materi pedagoginya. Dengan hadirnya ICT pada abad digital ini dapat dijadikan salah satu unsur penyangga berlansungnya proses pembelajaran maka menambah kompleknya proses penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran, artinya, peran guru berubah. Guru tidak hanya piawai dalam menyampaikan materi kepada siswa-siswanya tetapi dituntut lebih dari itu.

Di sinilah babak baru perubahan paradigma pembelajaran di mulai. Guru dituntut dapat mengintegrasikan, menyusun, dan menerapkan pembelajaran berbasis ICT.

Integrasi ICT dalam dunia pendidikan pada abad 21 ini diyakini akan membantu institusi pendidikan baik secara akademik maupun secara administrasi.

Pemerintah telah mendukung penggunaan ICT dalam pembelajaran sebagaimana dalam peraturan Menteri Pendidkan Nasional (permendiknas) No 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Pasal 5 ayat 2 menyatakan bahwa proses pembelajaran menerapkan pendekatan pembelajaran

berbasis teknologi informasi dan komunikasi, aktif kreatif, efektif, menyenangkan, dan kontekstual.

Dengan demikian pemanfaatan pembelajaran berbasis ITC bagi dunia pendidikan akan memberikan dampak yang positif dan nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan bagi anak didik kita sehingga kedepannya kecepatan dan ketepatan dalam menerima informasi terkait bidang pendidikan menjadi hal yang penting untuk bekal guru dalam pembelajaran peserta didik di kelas untuk menatap masa depan mereka yang lebih baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lainnya yang lebih dulu mengenal TIK.

Dokumen terkait