• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI BENTUK MEDIA PEMBELAJARAN (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI BENTUK MEDIA PEMBELAJARAN (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi)"

Copied!
187
0
0

Teks penuh

(1)

(Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Jambi)

SKRIPSI

Oleh : NYAMI BESTARI

NIM A1D518043

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

2022

(2)

i

PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI BENTUK MEDIA PEMBELAJARAN

(Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Jambi)

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Jambi untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana Pada Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Oleh : NYAMI BESTARI

NIM A1D518043

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

2022

(3)

ii

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini yang berjudul “Penggunaan Youtube Sebagai Bentuk Media Pembelajaran (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi)”.

Program Studi Administrasi Pendidikan, yang disusun oleh Nyami Bestari, dengan Nomor Induk Mahasiswa A1D518043 telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.

Jambi, Desember 2022 Pembimbing I

Dr. Drs. H. Firman, M. Si.

NIP. 195906221985031002

Jambi, Desember 2022 Pembimbing II

Dr. Dra. Hj. Aprillitzavivayarti, M.M.

NIP. 196104241987102001

(4)

iii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini yang berjudul “Penggunaan Youtube Sebagai Bentuk Media Pembelajaran (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi)”. Program Studi Administrasi Pendidikan, yang disusun oleh Nyami Bestari, dengan Nomor Induk Mahasiswa A1D518043 telah dipertahankan

Tim Penguji 1. Dr. Drs. H. Firman, M. Si. Ketua

NIP. 195906221985031002

2. Dr. Dra. Hj. Aprillitzavivayarti, M.M. Sekretaris NIP. 196104241987102001

3. Dr. Ir. Denny Denmar, M.P Penguji Utama NIP. 196412101994031005

4. Dr. Sofyan, M. Pd. Anggota

NIP. 196810101994031005

5. Bradley Setiyadi, S. Pt., M. Pd. Anggota NIP. 198309302018031001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan

Dr. Mulyadi, S. Ag., M. Pd.I NIP. 197604282010011010

(5)

iv MOTTO

“Allah tidak pernah gagal dalam menciptakan takdir bagi setiap ciptaannya, bahkan setetes air yang menghilangkan dahagamu bukan tanpa takdir dan kekuasaannya. Dan Allah sangat paham akan kapasitas dan kemapuanmu.”

( Quotes, November 2022 )

“Man saaro „aladdarbi washola”

“Barang siapa yang berjalan, dijalannya pastai akan sampai”

( Al-mahfudzot )

“Kuliah bukan perihal gelar, Bukan perihal lomba untuk ajang cari kerja Tapi kuliah jadi tempat untuk membentuk value diri lebih tinggi lagi dan lebih baik lagi

Kuliah tidak semudah itu Masuknya susah Keluarnya pun penuh tangis Demi sebuah gelar, Ada pundak orang tua yang merintih Ada jiwa seorang anak yang

sedang mencari jati dirinya dan Ada sebuah takdir yang menunggunya Gagal, terlambat bukan perihal yang salah karena sejatinya kemampuan setiap

orang berbeda-beda. Gagal dan terlambat bukanlah hal yang salah karena sejatinya sebuah kegagalan bisa menjadi batu loncatan untuk kita loncat lebih jauh. Oleh sebab itu, nikmatilah setiap prosesmu dan terus berjalan maju kedepan.

Semangat Pejuang Gelar!!”

( Quotes, November 2022)

(6)

v

Kupersembahkan skripsi karyaku ini untuk Bapak terbaikku Supriyanto dan ibunda tercinta Lismawati (almh). Atas kasih saying, restu, dan dukungan yang tak pernah berhenti dari bapak untuk aku bisa terus menempuh pendidikan hingga bisa tercapai semua tujuan, harapan, dan cita-cita dalam hidupku. Terimakasih bapak, tak mudah tentunya bagimu seorang diri engkau menjaga dan segala curahan kasih sayangmu terhadap 4 putrimu khususnya aku hingga sampai detik ini. Itu merupakan anugerah terhebat yang sangat aku syukuri dalam hidupku.

Semoga kelak aku bisa mengukir senyum kebahagiaan dan kebanggaan di wajah lelahmu yang semakin termakan usia.

Untuk ketiga ayukku Mujiasih, Mujiani, dan Rusna serta seluruh keluarga besar guru-guru, dosen, dan teman-teman seperjuangan yang turut menyertai setiap langkah perjuanganku. Bantuan, motivasi, perhatian, dan dukungan kalian sangat berarti bagiku.

Terimakasih Nyami Bestari

(7)

vi

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : Nyami Bestari

NIM : A1D518043

Program Studi : Administrasi Pendidikan

Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi ini benar hasil karya Saya sendiri dan nukan merupakan plagiat dari hasil penelitian orang ataupun pihak lain. Apabila di kemudian hari terbukti atau bisa dibuktikan bahwa skripsi ini merupakan hasil plagiat atau jiplakan, Saya bersedia menerima sanksi dengan dicabutnya gelar dan ditarik kembali ijazah.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Jambi, Desember 2022 Yang membuat pernyataan

Nyami Bestari NIM. A1D528043

Materai 10000

(8)

vii ABSTRAK

Bestari, Nyami. (2022). Penggunaan Youtube Sebagai Bentuk Media Pembelajaran (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Jambi). Skripsi Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi.

Pembimbing Skripsi: (I) Dr. Drs. H. Firman, M.Si. (II) Dr. Dra. Hj.

Aprillitzavivayarti, M. M.

Kata Kunci : Media Pembelajaran, Penggunaan Youtube

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai bentuk Penggunaan Youtube, respon berupa penerimaan dan pemahaman mahasiswa, mengetahui kendala, dan mencari serta mengetahui solusi yang tepat untuk mengatasi kendala Youtube yang digunakan Sebagai Bentuk Media Pembelajaran.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah ketua program studi dan Jurusan Ilmu Pendidikan, dosen, dan mahasiswa Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis reduksi, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Selanjutnya menggunakan Triangulasi untuk teknik menguji keabsahan data penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan, berbagai bentuk atau strategi penggunaan yang ditemukan yaitu dosen membuat konten video pembelajaran yang kemudian membagikan link video pembelajaran tersebut ke mahasiswa, dosen menugaskan mahasiswa membuat konten dari suatu materi pembahasan yang nantinya konten tersebut akan dibahas pada saat tatap muka di kelas.

Penggunaan media pembelajaran ini terbukti bisa diterima dan direspon dengan cukup baik oleh mahasiswa. Selanjutnya kendala yang dialami yaitu aturan-aturan dalam produksi video, dosen dan mahasiswa yang tidak terlalu mahir dalam IT, copyright dan waktu edit, dapat menimbulkan bosan, interaksi terbatas, stabilitas listrik, kurang efektif, dan jaringan internet. Solusi yang ditemukan yaitu membuat tim teaching, penugasan mahasiswa, penggunaan Youtube short, menambahkan ilustrasi yang menarik, melakukan pembahasan mataeri kembali saat tatap muka di kelas, mencoba fitur live streaming, dan untuk memastikan berada di lokasi yang mudah akses jaringan internet.

(9)

viii

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, atas segala limpahan berkah, rahmat, dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga Penulis bisa menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan sebagaimana mestinya. Judul skripsi ini yaitu Penggunaan Youtube Sebagai Bentuk Media Pembelajaran (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi).

Sholawat beserta salam semoga selalu terlimpah kepada junjungan seluruh umat muslim Rasulullah Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat-sahabat yang telah berjihad membawa umat manusia dari zaman kebodohan menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini. Semoga kita kelak mendapat syafa‟at beliau di hari akhir.

Adapun penyusunan skripsi penelitian yang berjudul Penggunaan Youtube Sebagai Bentuk Media Pembelajaran (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Jambi) disusun sebagai bagian dari kewajiban pemenuhan tugas akhir serta pelengkap dari keseluruhan kegiatan perkuliahan yang telah ditetapkan oleh universitas. Harapan setelah skripsi penelitian ini selesai, peneliti dapat melanjutkan pelaksanaan penelitian dan memenuhi syarat untuk memperoleh gelar strata 1 sarjana pendidikan.

Peneliti sangat menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan sehingga untuk menyelesaikan dan menyempurnakan penulisan skripsi ini tentu tidak lepas dari partisipasi banyak pihak yang memberikan motivasi, dukungan, bimbingan, dan bantuan. Kepada

(10)

ix

kedua orang tua saya, Bapak tercinta Supriyanto dan Ibu terkasih Lismawati (almh), ayuk terhebat Mujiasih, Mujiani, dan Rusna Al-Nurfadzlillah yang saya sayangi. Terima kasih atas segala dukungan baik secara moril maupun materil selama saya menjalankan perkuliahan sampai menyelesaikan skripsi ini.

Selanjutnya, penulis juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis, diantaranya :

1. Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc, Ph. D, selaku Rektor Universitas Jambi.

2. Prof. Dr. M. Rusdi, M.Sc. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi, yang sudah memberikan izin untuk menyelesaikan proposal ini.

3. Dr. K.A. Rahman, M.Pd.I., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.

4. Dr. Mulyadi, S. Ag., M. Pd.I., selaku Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Jambi.

5. Prof. Amirul Mukminin, S. Pd., M. Sc. Ed., Ph.D., selaku dosen pembimbing akademik

6. Dr. Drs. H. Firman, M. Si. Pembimbing Skripsi I yang telah dengan sabar membimbing serta mengajarkan penulisan dengan baik.

7. Dr. Dra. Hj. Aprillitzavivayarti, M.M. selaku dosen pembimbing skripsi II yang telah membimbing serta mengajarkan penulisan dengan baik.

8. Prof/ Bapak/ Ibu dosen Program Studi Administrasi Pendidikan yang telah membimbing serta mengajarkan saya sepanjang perkuliahan dengan baik.

(11)

x

9. Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi yang sudah memberikan izin peneliti untuk melakukan penelitian.

10. Dosen dan Mahasiswa/i Administrasi Pendidikan yang sudi bekerja sama membantu penelitian untuk mendapatkan data awal.

11. Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, dosen dan teman-teman mahasiswa Administrasi Pendidikan yang telah bersedia diwawancarai sebagai sumber data penelitian ini.

12. Keluarga besar Program Studi Administrasi Pendidikan, khususnya teman- teman seperjuangan, atas dukungan, semangat, serta kerjasamanya, dan pihak-pihak lainnya yang telah membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Peneliti sangat menyadari bahwa dalam penelitian dan penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna baik tata cara ataupun penulisannya. Penulis sudah berupaya dengan sebaik-baiknya agar skripsi ini dapat menjadi laporan penelitian yang sempurna. Oleh sebab itu, kritik serta saran sangat dibutuhkan penulis agar bisa menyempurnakan skripsi ini.

Jambi, Desember 2022

Nyami Bestari

(12)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

PERNYATAAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PENELITIAN RELEVAN 2.1 Belajar dan Pembelajaran ... 9

2.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran ... 9

2.1.2 Prinsip-prinsip Pembelajaran... 11

2.1.3 Tujuan Prinsip-prinsip Pembelajaran ... 13

2.1.4 Media Pembelajaran ... 14

2.1.5 ICT Dalam Pendidikan ... 16

2.1.6 Pembelajaran dengan Media Youtube ... 20

2.1.7 Youtube Sebagai Media Pembelajaran ... 22

2.1.8 Youtube ... 28

2.1.9 Youtube di Indonesia ... 31

2.1.10 Dampak Penggunaan Media Sosial Youtube ... 32

2.1.11 Youtube Sebagai Media ... 33

2.1.12 Teori Mediamorfosis ... 36

2.2 Penelitian Relevan ... 36

2.3 Kerangka Berfikir ... 41

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 43

3.2 Jenis Penelitian ... 44

3.3 Data dan Sumber Data ... 49

3.4 Subjek Penelitian ... 50

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 52

3.6 Uji Validasi Data ... 54

3.7 Teknik Analisis Data ... 56

3.8 Prosedur Penelitian ... 58

BAB IV HASIL TEMUAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Lokasi dan Objek Penelitian ... 60

4.2 Deskripsi Temuan dan Analisis Data ... 69

4.3 Pembahasan ... 93

(13)

xii

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

5.1 Simpulan ... 106

5.2 Implikasi ... 107

5.3 Saran ... 107

DAFTAR RUJUKAN... 109

LAMPIRAN ... 114 RIWAYAT HIDUP ...

(14)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Waktu Penelitian ... 44

Tabel 3.2 Partisipan/Subjek Penelitian ... 52

Tabel 4.1 Jumlah Mahasiswa Administrasi Pendidikan ... 62

Tabel 4.2 Partisipan/Subjek Penelitian ... 64

Tabel 4.3 Tema dan Sub Tema Hasil Penelitian ... 70

(15)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir ... 42

(16)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Pedoman Wawancara ... 112

Lampiran 2 Dokumen Penelitian ... 115

Lampiran 3 Transkrip Wawancara ... 116

Lampiran 4 Dokumen Penelitian ... 160

Lampiran 5 Dokumentasi Penelitian ... 162

Lampiran 6 Surat Izin Penelitian ... 164

Lampiran 7 Surat Keterangan ... 171

(17)

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Kehidupan manusia saat ini berada di era grobalisasi teknologi. Hal ini ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi. Teknologi telah mengalami perkembangannya sebagai media yang sangat membantu memudahkan setiap segi kehidupan manusia. Setiap saat terus muncul perangkat-perangkat dan platform baru untuk memuaskan kehidupan dan keinginan pengguna. Hal ini tentu berdampak pada pola komunikasi manusia sebagai pengguna utamanya.

Teknologi komunikasi memanfaatkan perangkat-perangkat baik lunak (software) maupun keras (hardware) untuk membantu memudahkan manusia dalam bertukar informasi dan pesan. Terlihat bahwa penggunaan teknologi komunikasi yang semakin canggih membuat perubahan besar pula bagi komunikasi manusia itu sendiri.

Adanya dari perkembangan teknologi yang terus meningkat pesat, berdampak meningkatkan jumlah penggunanya. Abad ke-21 menjadi masa dimana internet tumbuh dan berkembang hingga mencapai puncak kejayaannya.

Dimana seluruh aspek kehidupan manusia sudah didominasi dengan penggunaan peralatan teknologi. Perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi gaya kehidupan manusia pula. Awalnya kemunculan internet yang dianggap sebagai suatu kesulitan bagi sebagian besar orang awam, hingga akhirnya saat ini internet sudah menjadi hal umum bahkan tak sedikit dari kalangan usia dini hingga lansia memiliki akun jejaring social masing-masing dan berinteraksi aktif satu sama lain

(18)

dalam jejaring teknologi.

New media merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan kemunculan era baru dalam berkomunikasi atau berinteraksi, komputer, jaringan informasi dan komunikasi. Danaher & Davis (2003), mendefinisikan secara sederhana new media ialah media yang tercipta dari adanya interaksi manusia dengan perangkat internet seperti gadget dan computer. Termasuk juga laman web, social network, blog, dan forum online yang menggunakan computer sebagai media aksesnya.

New media juga diartikan sebagai media yang merupakan sarana atau fasilitas interaksi antara penerima dan pengirim.

Salah satu bentuk contoh dari new media adalah Youtube. Pasar bisnis di Indonesia saat ini sangat diuntungkan dengan kehadiran social media YouTube, sebagai dampak dari kemajuan teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat. Youtube sebagai salah satu bentuk media massa baru dalam perkembangan teknologi yang kian canggih memiliki beragam fitur lengkap bagi viewers yang setiap hari mampu memenuhi kebutuhan akan informasi ter up to date dari situs ini. Youtube adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi, dan mengakses berbagai konten video, berupa tampilan music, hiburan, berita, dan aktivitas yang diperindah dengan proses editing hingga menjadi video.

Bahkan saat ini Youtube sudah banyak digunakan untuk media pembelajaran.

Penggunaanya yang mudah membuat aplikasi ini begitu di minati oleh berbagai kalangan, baik untuk sekedar membagi informasi terkaiti, bahkan hingga untuk berbisnis. Tak jarang para pengguna YouTube yang sudah memiliki banyak subscriber menerima iklan ataupun sponsor dari berbagai produk. Hal ini tentu dapat menunjukan potensi penghasilan yang sangat menjanjikan saat ini.

(19)

Hakekat pembelajaran merupakan upaya membelajarkan (memberikan pembelajaran kepada siswa) dan perancangan pembelajaran merupakan upaya penataan pembelajaran itu sendiri (Degeng, 2008:5). Teknologi telah menciptakan banyak karakteristik dan keguanaan baru yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan untuk menghasilakn proses pembelajaran yang lebih menarik bagi para siswa (Keller & Suzuki,2004). Kondisi pendidikan saat ini pasca pandemi Covid-19 mulai bisa berjalan dengan stabil. Dimana perencanaan pendidikan- perencanaan pendidikan dapat diupayakan dan dilaksanakan secara semestinya.

Namun, kebiasaan pelaksanaan kegiatan pendidikan secara daring terkadang masih terlihat digunakan. Seperti pengadaan kegiatan mahasiswa yang memanfaatkan Zoom meeting dan Youtube pun masih dimanfaatkan sebagai bagian dari berbagai bentuk media pembelajaran. Berbagai platform yang digunakan dalam menunjang aktivitas pendidikan selain aplikasi Zoom meeting, adapula aplikasi Watsapp, dan Google meet.

Adanya kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendorong segala aktivitas pendidikan seperti penerapan teknologi pada proses pembelajaran, mengelola sumberdaya dan bahan pembelajaran, mendukung kegiatan komunikasi pendidikan, serta menilai hasil kegiatan pembelajaran (Che Ku Nurainai, Dkk.

2014). Nah dari adanya dorongan teknologi ini terdapat beberapa dosen Program studi Administrasi Pendidikan yang memanfaatkan salat satu aplikasi dalam aktivitas mengajarnya yaitu Youtube. Keuntungan dari aplikasi ini selain dari sistem penyampaian materi lebih dipermudah dengan adanya tampilan video pembelajaran yang elok nan unik, mereka juga dapat menyampaikan seluruh pesan pembelajaran secara lengkap dalam video sang dikemas dengan menarik

(20)

serta mengisi konten-konten pembelajaran. Dengan Youtube mereka juga berkesempatan mempromosikan produk berupa barang maupun jasa. Bahkan saat ini banyak pihak tak hanya generasi muda, tapi juga kalangan dewasa dan orang tua bahkan lanjut usia yang berprofesi sebagai Youtuber selain menjalani profesi utamanya.

Banyak mahasiswa dan tidak terkecuali peneliti yang ikut merasakan dampak buruk dari adanya pandemi covid-19, perlahan taapi pasti system pembelajaran tatap muka sudah normal dilaksanakan dan dengan sebagian aktivitas organisasi kemahasiwaan yang masih melaksanakan kelas virtual.

Dimana, komunikasi antar mahasiswa masih terdapat batas tidak seperti kelas tatap muka secara langsung. Peneliti pun merasakan dimana minat mengikuti perkuliahan saat pandemic kemarin tidak setinggi saat pelaksanaan kelas offline, ditambah lagi saat akses jaringan internet sulit, jadi kelas daring terhambat dan tidak semua pesan pembelajaran dapat tersampaikan dengan optimal belum lagi tugas yang lebih banyak dari kuliah normal serta biaya kost yang masih tetap harus dibayar meskipun perkuliahan dilaksanakan dari rumah, mengingat pandemi juga sangat berpengaruh buruk pada sektor ekonomi. Harga kebutuhan sehari-hari dan sembako semakin meningkat sedangkan harga hasil komoditas menurun.

Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga merubah profesi jadi ojek online serta berjualan online.

Sekilas flashback ketika masa pandemic segala segi kehidupan manusia tidak terkecuali aktivitas pendidikan termasuk perkuliahan di perguruan tinggi banyak mengalami hambatan. Dimana kegiatan perkuliahan masih sebagian

(21)

dilakukan secara daring dan tatap muka diperuntukkan bagi mahasiswa yang menempuh semester akhir. Dimana aktivitas mereka yang mengharuskan berinteraksi secara langsung dengan dosen pembimbing seperti melakukan proses bimbingan tugas akhir, seminar proposal penelitian, ujian sidang dan seminar hasil. Bahkan masih ada sebagian yang melakukan aktifitas-aktifitas tersebut secara daring.

Terdapat 5 kawasan pendidikan dan program studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi masuk pada kawasan ke-4 yaitu pengelolaan. Pengelolaan pendidikan ini dimaksudkan salah satu keahlian yang harus dimiliki dan mampu mahasiswanya adalah pada aktivitas pengelolaan pendidikan. Sesuai dengan keadaan teknologi yang semakin canggih, program studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan menyediakan matakuliah ICT (Information and Communication Technologies) bagi mahasiswa program studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. ICT sendiri merupakan teknologi system informasi yang memiliki peran memiliki peran penting dalam sector riil. Tak hanya berperan penting dalam dunia bisnis dan industry, ICT juga memiliki andil dalam perkembangan sector pendidikan. Tentu sangat diharapkan ICT ini mampu menunjang keahlian pengelolaan mahasiswa dengan berbasis IT pada Prodi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.

(22)

Pada Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi, peneliti melihat ada beberapa dosen yang memanfaatkan Youtube sebagai media menyampaikan materi perkuliahan. Bentuk dan strategi penggunaanya bagi tiap-tiap dosen tentu akan bermacam-macam. Aktivitas pembelajaran ini tentu sangat berbeda dan baru dan belum pernah ada yang meneliti sebelumnya di program studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi dan tentunya akan memperoleh respon ataupun tanggapan dan feedback yang beragam serta pencapaian tujuan pembelajaran yang ditentukan.

Jadi dari permasalahan tersebut, yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang "Penggunaan Youtube Sebagai Bentuk Media Pembelajaran (Studi Kasus Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang dipaparkan pada latar belakang tersebut di atas, maka peneliti dapat menentukan rumusan masalah penelitian sebagaimana berikut:

1. Bagaimana bentuk atau strategi pembelajaran mahasiswa dengan penggunaan media Youtube?

2. Bagaimana respon, penerimaan, dan pemahaman mahasiswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan media Youtube?

3. Apa saja kendala yang dialami melaksanakan pembelajaran melalui Youtube?

4. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala tersebut?

(23)

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu:

1. Mengetahui bentuk atau strategi pembelajaran yang menggunakan media Youtube.

2. Mengetahui respon, penerimaan, dan pemahaman mahasiswa terhadap pembelajaran dengan Youtube.

3. Mengetahui berbagai kendala baik mahasiswa dan dosen Program Studi Administrasi Pendidikan mengenai pembelajaran dengan Youtube.

4. Mencari dan mengetahui solusi dari kendala yang dialami 1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan baik secara teoritis maupun manfaat secara praktis. Adapun manfaat tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat digunakan menganalisa penerapan teori-teori belajar dan pembelajaran, digunakan sebagai pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan tentang proses pembelajaran yang saat ini semakin didukung dengan adanya ketersediaan berbagai media teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan serta hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian lanjutan dalam bidang pendidikan.

(24)

2. Manfaat Praktis

Pertama, penelitian ini diharapkan mampu menjawab rumusan masalah yang ditetapkan diatas. Kedua, bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca maupun peneliti sendiri serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang serupa.

(25)

9 BAB II

KAJIAN TEORETIK DAN PENELITIAN RELEVAN

2.1 Belajar dan Pembelajaran

2.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran

Kegiatan belajar didefinisikan sebagai interaksi seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan dalam hal ini adalah segala objek yang memungkinkan diri sesorang memperoleh pengetahuan dan pengalaman, baik pengetahuan dan pengalaman baru maupun yang pernah diketahui sebelumnya yang dapat menarik kembali perhatian dan minat seseorang tersebut sehingga akan menimbulkan sebuah interaksi terjadi (Aunurrahman:

2013).

Jadi, belajar dapat diartikan suatu aktivitas yang dilakukan disengaja dan disadari oleh seseorang. Aktivitas ini memiliki focus utama pada keaktifan melakukan aspek mental oleh seseorang yang dapat memungkinkan terjadinya perubahan dan perkembangan pada diri seseorang tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa suatu kegiatan belajar akan baik apabila intensitas keaktifan mental serta jasmani seseorang semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya meskipun seseorang belajar, akan tetapi bilamana keaktifan mental dan jasmaninya rendah maka aktivitas belajar tersebut tidak secara nyata memahami bahwa ia melakukan kegiatan belajar.

Pembelajaran menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 Pasal 1 Ayat Ke-20, pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik

(26)

dengan disertai sumber belajar yang berlangsung pada satu waktu dalam suatu lingkungan belajar. Hakikat pembelajaran menurut Djamarah & Zain (2006) ialah suatu proses mengatur dan mengorganisasikan segala objek yang berada di lingkungan peserta didik sehingga mampu menumbuhkan serta mendorong peserta didik melaksanakan proses belajar. Pembelajaran juga dapat dimaknai sebagai proses membimbing dan membantu peserta didik dalam melaksanakan proses belajarnya. Keberadaan guru sebagai pembimbing akan sangat berperan dari banyaknya peserta didik yang bermasalah tentunya. Karena dalam belajar, tiap-tiap peserta didik memiliki perbedaan dalam memperhatikan, mendengarkan, dan memahami materi pelajaran. Berbagai perbedaan tersebut mengharuskan seorang pendidik untuk mampu mengatur strategi pembelajaran yang ideal agar sesuai dengan keadaan setiap peserta didiknya. Oleh karena itu, dapat dikatakan apabila hakikat belajar ialah perubahan maka hakikat pembelajaran ialah pengaturan.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan oleh dua orang pelaku yang saling berinteraksi dan saling memberikan feedback, yaitu pendidik dan peserta didik.

Pendidik sebagai pelaku mengajar dan peserta didiknya sebagai pelaku belajar.

Aktivitas mengajar dan belajar yang terjadi antara keduanya tentu tidak terjadi tanpa adanya bahan pelajaran. Jadi kesimpulannya, pembelajaran pada dasarnya ialah aktivitas kegiatan terencana yang mampu merangsang atau mengkondisikan individu supaya belajar dengan baik, sehingga kegiatan pembelajaran dapat bermuara pada bagaimana individu merubah tingkah laku dengan melalui kegiatan belajar, dan bagaimana tindakan individu dalam menyampaikan ilmu pengetahuan melaui kegiatan mengajar.

(27)

2.1.2 Prinsip-prinsip Pembelajaran

Prinsip pembelajaran merupakan landasan pemikiran atau dasar berpijak untuk membantu pencapaian optimal tujuan-tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Prinsip-prinsip pembelajaran ini diimplementasikan oleh pendidik yang merujuk kepada segala hal yang harus dilaksanakan oleh pendidik dalam melangsungkan kegiatan pembelajaran agar pendidik dan peserta didiknya dapat mencapai hasil pembelajran yang diharapkan. Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan pemberian pelayanan guna mengembangkan potensi dan kemahiran yang dilakukan oleh seorang guru terhadap peserta didiknya.

Pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tepat yang berfokus utama dari kebutuhan internal peserta didik untuk belajar. Hal ini perlu diperhatikan agar aktivitas pendidik dalam proses pembelajaran terarah pada upaya meningkatkan keterampilan, intelektual, dan potensi peserta didiknya secara komprehensif.

Seorang guru perlu memerhatikan beberapa prinsip pembelajaran yang diperlukan agar tercipta suasana yang kondusif dan menyenangkan tersebut, beberapa prinsip pembelajaran tersebut dapat diuraikan secara singkat, adapun beberapa prinsip yang dikemukaan oleh Susanto (2013) adalah sebagai berikut:

a. Prinsip Motivasi adalah upaya guru untuk menumbuhkan dorongan belajar, baik dari dalam diri anak atau dari luar diri anak, sehingga anak belajar seoptimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimilkinya.

b. Prinsip Latar belakang adalah upaya guru dalam proses belajar mengajar memerhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dimiliki anak agar tidak terjadi pengulangan yang membosankan.

(28)

c. Prinsip pemusatan perhatian adalah usaha untuk memusatkan perhatian anak dengan jalan mengajukan masalah yang hendak dipecahkan lebih terarah untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai.

d. Prinsip keterpaduan, merupakan hal yang penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, guru dalam menyampaikan materi hendaknya mengaitkan suatu pokok bahasan dengan pokok bahasan lain agar anak mendapat gambaran keterpaduan dalam proses perolehan hasil belajar.

e. Prinsip pemecahan masalah adalah situasi belajar yang dihadapkan pada masalah-masalah. hal ini dimaksudkan agar anak peka dan juga mendorong mereka untuk mencari, memilih, dan menentukan pemecahan masalah sesuai dengan kemampuannya.

f. Prinsip menemukan adalah kegiatan menggali potensi yang dimiliki anak untuk mencari, mengembangkan hasil prolehannya dalam bentuk fakta dan informasi. Untuk itu, proses belajar mengajar yang mengembangkan potensi anak tidak akan menyebabkan kebosanan.

g. Prinsip belajar sambil bekerja, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan berdasarkan pengalaman untuk mengembangkan dan memperoleh pengalaman baru.

h. Prinsip belajar sambil bermain, merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan suasana menyenangkan bagi peserta didik dalam belajar, karena dengan bermain pengetahuan, keterampilan, sikap, dan daya fantasi anak berkembang.

suasana demikian akan mendorong ana aktif dalam belajar.

i. Prinsip perbedaan individu, yakni upaya guru dalam proses belajar mengajar yang memerhatikan perbedaan individu dari tingkat kecerdasan, sifat, dan

(29)

kebiasaan atau latar belakang keluarga. hendaknya guru tidak memperlakukan anak seolah-olah sama semua.

j. Prinsip hubungan sosial adalah sosialisasi pada masa anak yang sedang tumbuh yang banyak dipengaruhi oleh lingkungan sosial. kegiatan belajar hendaknya dilakukan secara kelompok untuk melatih anak menciptakan suasana kerja sama dan saling menghargai satu sama lain.

Prinsip-prinsip pembelajaran sebagaimana yang diuraikan di atas adalah prinsip yang harus menjadi landasan guru dan peserta didik dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Karena dalam proses pembelajaran harus direncanakan serta diarahkan dengan penerapan prinsip-prinsip pembelajaran agar dapat terarah pada pencapaian tujuan. Serta dapat membantu guru dalam menentukan langkah yang harus ditempunya dalam mengatasi problem yang terjadi yang dapat mempengaruhi keberhasilan di dalam pencapaian hasil pembelajaran yang ingin dicapai.

2.1.3 Tujuan prinsip-prinsip Pembelajaran

Supriadi & Darmawan (2012) menyatakan kegiatan pembelajaran merupakan proses yang dilakukan pendidik atau guru untuk menciptakan kondisi belajar peserta didik dalam upaya mencapai tujuan yang diharapkan. Proses akan menjadi efektif apabila guru mampu menciptakan atmosfer yang kondusif.

Atmosfer akan terbangun dengan baik manakala guru/instruktur merujuk kaidah dan prinsip sehingga pembelajaran akan berlangsung dengan baik. Dalam proses kegiatan pembelajaran tentu saja tidak dilakukan dengan sembarang tetapi harus memiliki landasan dan patokan berupa teori dan prinsip-prinsip pembelajaran agar guru dalam melaksanakan tugasnya mampu bertindak secara tepat dalam proses

(30)

pembelajaran. Dalam perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan pengetahuan tentang prinsip-prinsip pembelajaran lebih mengarahkan guru dalam memilih tindakan yang tepat terhadap tindakan yang diberikan kepada peserta didik yang kelihatanya sudah tepat namun tidak berhasil dalam meningkatkan proses belajar dan hasil belajar peserta didik. Selain itu guru juga memiliki kemampuan sikap dalam mengembangkan dan menunjang peningkatan belajar peserta didik. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan prinsip- prinsip pembelajaran iyalah memberikan arahan kepada guru sebagai penyalur pembelajaran agar dalam proses pemberian materi kepada peserta didik dapat terlaksana dengan semestinya, memberikan perlakuan kepada peserta didik secara tepat, mengarahkan guru untuk mengatasi berbagai masalah yang di hadapi peserta didik, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dan dapat memberikan perubahan tingkah laku dan pengetahuan yang baru terhadap peserta didik, serta kepuasan tersendiri terhadap guru karena telah berhasil melakukan proses pembelajaran yang ditandai dengan hasil belajar yang baik.

2.1.4 Media Pembelajaran

Pengertian dari kata “Media pembelajaran” dikatan bahwa media pembelajaran merupakan segala bentuk dan sarana penyampaian informasi yang dibuat atau dipergunakan sesuai dengan teori pembelajaran, dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran dalam menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan ,perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan ,dan terkendali.

Pendapat Anderson yang dikutip oleh Sukiman (2015:28), media pembelajaran merupakan media yang memungkinkan terwujudnya hubungan

(31)

langsung antara karya seseorang pengembang mata pelajaran dengan para peserta didik. Sanaky (2016:3) mendefinisikan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Jika suatu media membawa pesan atau informasi yang mengandung maksud pengajaran maka media itu dapat disebut sebagai media pembelajaran.

Munadi (2016:7) mendefinisikan media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara tersusun sehinnga mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya mampu melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Pendapat ini seiring dengan pengertian media pembelajaran menurut AECT yaitu bahwa media pembelajaran merupakan segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan orang untuk menyampaikan pesan atau informasi.

Husrandi & Sutjipto (2015:9) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat mebantu kegiatan belajar mengajar dan memili fungsi untuk meperjelas arti pesan atau informasi yang disampaikan sehingga mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.

(32)

Subtansi dari media pembelajaran adalah:

a) Bentuk saluran, yang digunakan untuk menyaurkan pesan, imformasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan atau pembelajaran.

b) Berbagai jenis komponen dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.

c) Bentuk alat fisik yang mampu menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar.

d) Bentuk-bentuk komunikasi dan metode yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar, baik cetak maupun audio, visual dan audio-visual.

2.1.5 ICT Dalam Pendidikan

Perubahan yang cepat pada masa sekarang ini disebabkan terutama oleh kemajuan teknologi. Teknologi dapat dianggap sebagai katalis perubahan, yakni membuat perubahan jadi revolusioner, sangat cepat dan intensif. Dalam dunia pendidikan dan pengetahuan, revolusi ini sedang berlangsung dan berdimensi ganda, yaitu menghubungkan penelitian otak modern yang mengagumkan dengan ke kuatan informasi dan pengetahuan yang dapat diakses secara cepat dan mudah melalui teknologi informasi dan komunikasi ((Information and Communication Technology, ICT)).

Revolusi gabungan internet computer World Wide Web (www) telah membentuk generasi baru dengan nilai-nilai baru, gaya pergaulan baru, budaya baru, bahkan ekonomi baru yang disebut sebagai ekonomi digital. Komunikasi dan akses informasi menjadi serba instan, cepat dan mudah, sehingga aktivitas-

(33)

aktivitas seperti perdagangan dan pendidikan dapat dilakukan secara bersamaan dengan sebuah komputer pribadi.

Pembelajaran berbasis ICT adalah pembelajaran yang berasaskan konsep pembelajaran komputer dan multimedia. Pendidikan bebasis ICT (Information Communication Technology) saat ini sudah berkembang pesat di berbagai daerah.

Kebutuhan akan berbagai media interaktf semakin dirasakan, mengingat kondisi perkembangan teknologi informasi semakin berkembang pesat. Dalam dunia pendidikan misalnya, siswa mulai pra-sekolah, SD, SMP, SMA dan SMK dituntut mengenal ICT sejak dini disebabkan tuntutan pendidikan abad 21 atau masyarakat industry 4.0 yang mengandalkan pada pemanfaatan pembelajaran inovatif serta ketrampilan berpikir tingkat tinggi atau sering dikenal dengan istilah HOTS.

Bagi negara-negara maju telah memulai terlebih dahulu dengan memanfaatkan pendidikan berbasis ICT Negara-negara asia tenggara khususnya di Indonesia masih tergolong baru dalam menerapkan sistem pemanfaatan ITC sebagai bagian integral dari pendidikan abad 21. Sebagai pemula tentu kita punya kesempatan berharga untuk belajar banyak atas keberhasilan dan kegagalan mereka sehingga penerapan pendidikan berbasis ITC di Indonesia menjadi lebih terarah. Apalagi dengan hadirnya kurikulum 2013 yang strategi dan arah kurikulumnya untuk menjawab tantangan masyarakat industry abad 21. Di mana ada kompetensi 4 ciri pokok yang harus dimiliki peserta didik saat ini antara lain kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis (criticial thinking), kreatif dan inovasi (creative and innovative), kemampuan berkomunikasi (communication skill), kemampuan bekerja sama (collaboration) dan kepercayaan diri (confidence).

(34)

Saat ini teknologi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sebagai sarana belajar multimedia yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh peserta diklat. Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi perkuliahan yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.

Lafendry (2022:42) dalam jurnalnya memaparkan perkembangan ICT yang sedemikian pesat tersebut menciptakan kultur baru bagi semua orang di seluruh dunia. Dunia pendidikan pun tak luput dari sentuhannya. Integrasi teknologi informasi ke dalam dunia pendidikan telah menciptakan pengaruh besar.

Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, mutu dan efisiensi pendidikan dapat ditingkatkan. Kemajuan teknologi dewasa ini dan di masa yang akan datang terutama di bidang informasi dan komunikasi menyebabkan dunia semakin sempit, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja menjadi semakin intensif. Demikian juga yang terjadi di Indonesia dan Negara-negara di dunia, globalisasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Di bidang pendidikan, peran guru untuk mendidik menjadi manusia yang selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya sangat penting dalam menentukan perjalanan generasi bangsa ini. Guru dituntut menjadi pendidik yang

(35)

bisa menjembatani kepentingan-kepentingan itu. Tentu saja melalui uasaha-usaha nyata yang bisa diterapkan dalam mendidik peserta didiknya harus dilaksanakan.

ICT dalam literatur diinformasikan memiliki kekuatan yang luar biasa terkait dengan proses pembelajaran. Beberapa kekuatan itu telah tercatat sebagai alat komunikasi, alat bantu design, alat bantu inquiri dalam proses pembelajaran.

Untuk itu, tidaklah berlebihan bila ICT merupakan salah satu pilar/bagian penting dalam pembelajaran. Dengan terungkapnya ICT banyak memberi manfaat dalam proses pembelajaran maka para ahli pendidikan mengembangkan ICT yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Integrasi dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang memasukan unsur-unsur teknologi dalam pembelajaran dan merupakan satu kesatuan dengan materi pedagoginya. Dengan hadirnya ICT pada abad digital ini dapat dijadikan salah satu unsur penyangga berlansungnya proses pembelajaran maka menambah kompleknya proses penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran, artinya, peran guru berubah. Guru tidak hanya piawai dalam menyampaikan materi kepada siswa-siswanya tetapi dituntut lebih dari itu.

Di sinilah babak baru perubahan paradigma pembelajaran di mulai. Guru dituntut dapat mengintegrasikan, menyusun, dan menerapkan pembelajaran berbasis ICT.

Integrasi ICT dalam dunia pendidikan pada abad 21 ini diyakini akan membantu institusi pendidikan baik secara akademik maupun secara administrasi.

Pemerintah telah mendukung penggunaan ICT dalam pembelajaran sebagaimana dalam peraturan Menteri Pendidkan Nasional (permendiknas) No 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Pasal 5 ayat 2 menyatakan bahwa proses pembelajaran menerapkan pendekatan pembelajaran

(36)

berbasis teknologi informasi dan komunikasi, aktif kreatif, efektif, menyenangkan, dan kontekstual.

Dengan demikian pemanfaatan pembelajaran berbasis ITC bagi dunia pendidikan akan memberikan dampak yang positif dan nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan bagi anak didik kita sehingga kedepannya kecepatan dan ketepatan dalam menerima informasi terkait bidang pendidikan menjadi hal yang penting untuk bekal guru dalam pembelajaran peserta didik di kelas untuk menatap masa depan mereka yang lebih baik dan mampu bersaing dengan negara- negara lainnya yang lebih dulu mengenal TIK.

2.1.6 Pembelajaran Dengan Media Youtube

Dalam lingkup pendidikan, youtube dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajarn dengan menggunakan sebagai salah satu bentuk media ajar.

Penggunaan media youtube ini diperkirakan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar (Haryadi Mujianto: 2019).

Ilmu teknologi hadir dengan fitur menarik dan menawarkan banyak kemudahan bagi aktifitas kehidupan manusia. Bahkan saat ini manusia menjadi ketergantungan akan penggunaan alat-alat teknologi. Seluruh aspek kehidupan manusia sudah memanfaatkan teknologi dari mereka membuka mata hingga menutup mata mereka kembali tak terkecuali dalam ranah pendidikan tentunya.

Pembelajaran banyak menggunakan berbagai peralatan teknologi seperti gawai, penampil layar, portable computer, komputer dll, untuk mempermudah proses pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Dengan begitu peserta didik dan pengajar

(37)

tidak perlu tatap muka untuk bisa melakukan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar ini dikenal dengan sebutan pembelajaran dalam jaring (daring).

Istilah daring memiliki makna yang sama dengan kata online learning. Daring sendiri istilah yang digunakan masyarakat Indonesia untuk mengartikan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan jejaring teknologi dan online learning merupakan istilah yang diambil dari bahasa Inggris. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan daring sebagai singkatan dari kata dalam jaringan yang terhubung melalui jejaring internet, computer maupun perangkat-perangkat lainnya. (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , 2020).

Disebutkan pada jurnal Nabila (2020:3) Pembelajaran daring juga dapat didefinisikan sebagai suatau interaksi yang dibangun dalam jaringan melalui computer dan ataupun alat-alat elektronik antara pengajar dan peserta didik yang belajar. Berdasarkan kategori, pembelajaran daraing dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Synchronous Learning

Pembelajaran daring dengan jenis Synchonous ini peserta ajar terlibat dengan pengajar dalam pembelajaran daring pada waktu yang bersamaan melalui aktivitas streaming video dan audio/suara. Pada kondisi ini pengajar terlebih dahulu telah menyetujui waktu pembelajaran dan dapat secara langsung berinteraksi dengan para peserta ajarnya sehingga dapat bertanya dan menjawab pada saat berlangsungnya aktivitas pembelajaran.

2. Asynchronous (Collaborative Learning)

Pembelajaran daring jenis ini peserta ajar dibebaskan berpartisipasi dalam pembelajaran daring pada waktu yang ditentukan oleh kehendak mereka

(38)

sendiri, artinya pengajar tidak dapat memberikan tanggapan pertanyaan- pertanyaan yang muncul atau melakukan interaksi langsung. Fleksibilitas waktu sangat terlihat jelas pada pembelajaran daring jenis ini.

Pembelajaran dengan menggunakan Youtube dapat dikatakan sebagai pembelajaran daring. Sebab, dalam penggunaan youtube sudah tentu melibatkan jaringan dan platform internet. Lagipula dari berbagai definisi mengenai pembelajaran daring dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring merupakan aksi atau aktifitas pemanfaatan internet untuk mengakses materi atau bahan ajar, menghubungkan pengajar dan peserta ajar dengan yang lain untuk saling berinteraksi dengan materi agar memperoleh dukungan selama proses pembelajaran dan menciptakan pemahaman serta memperoleh pengetahuan dari pengalaman belajar yang dilalui. Terlihat proses pembelajaran daring saat ini masih digunakan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mengingat kembali adanya teknologi saat ini yang semakin menunjang dan memudahkan implementasi sistem pendidikan berikut juga mahasiswa sudah terbiasa dengan pelaksanaan kegiatan perkuliahan maupun organisasi secara daring yang kurang lebih 2 tahun terakhir mereka jalani selama pandemic Covid-19.

2.1.7 Youtube Sebagai Media Pembelajaran

Media memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan. Media merupakan sesuatu berupa alat-alat yang dapat digunakan untuk meneruskan informasi (pesan pembelajaran) dari pemberi pesan ke penerima pesan. Media dalam pendidikan merupakan media yang digunakan sebagai alat dan bahan dalam menunjang kegiatan pembelajaran (Daryanto, 2016:4). Pengertian serupa juga dikemukan oleh Briggs (1977) yang mengatakan media pembelajaran adalah

(39)

sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video dan sebagainya. Secara umum media pembelajaran dapat dikatakan sebagai alat bantu pembelajaran yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Media pembelajaran berfungsi untuk memudahkan dalam menjelaskan atau menvisualisasikan suatu materi yang sulit dipahami jika hanya menggunakan ucapan verbal. Misalnya, penjelasan tentang sistem pencernaan, sistem ekskresi pada manusia ataupun konsep getaran, gelombang, dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

Pada era globalisasi saat ini, teknologi informasi dan komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, termasuk di bidang pendidikan dalam penggunaan media pembelajaran. Dampak masa pandemi Covid-19 di 2 tahun terakhir juga telah banyak merubah strategi belajar baik guru maupun peserta didiknya. Ketika peserta didik dan guru tidak dapat bertatap muka secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, maka guru mendapatkan tantangan untuk meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan teknologi demi memenuhi target mengajar dan feedback dari para peserta didiknya.

Teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran salah satunya adalah Youtube. Youtube adalah sebuah situs website media sharing video online yang paling banyak diminati masyarakat dewasa ini.

Pengguna youtube tersebar di seluruh dunia dari berbagai kalangan usia, dari tingkat anak-anak sampai dewasa. Youtube telah menjadi alternatif tontonan selain

(40)

televisi. Youtube sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Saat guru mengupload video pembelajaran di Youtube, maka sebenarnya video tersebut tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran antara guru dan peserta didiknya, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengguna Youtube, baik itu peserta didik sekolah lain maupun digunakan kembali oleh guru lainnya.

Pemanfaatan Youtube sebagai media pembelajaran membuat guru dapat menciptakan kondisi dan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan interaktif. Ketika melaksanakan pembelajaran tatap muka di kelaspun video pembelajaran di Youtube juga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran interaktif.

Hal ini telah diterapkan oleh pendidik (dosen) dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 di Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Jambi. Dengan adanya video pembelajaran yang diberikan, dapat membantu mahasiswa untuk lebih mudah memahami penjelasan mengenai materi yang sedang disampaikan walaupun tidak tatap muka secara langsung dengan gurunya. Dosen dan mahasiswa juga membuat beberapa video pembelajaran yang kemudian di upload ke Youtube dengan tujuan agar video tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa Prodi Administrasi Pendidikan saja, akan tetapi juga dapat bermanfaat bagi peserta didik perguruan tinggi lain.

Berikut ini adalah langkah-langkah mengupload video pembelajaran ke Youtube.

Cara upload video ke Youtube melalui PC

(41)

1. Kita harus memiliki akun google untuk dapat masuk dan meng- upload video. Masukkan alamat email dan password akun google kita pada menu log in yang ada pada pojok kanan atas layer.

2. Kemudian apabila kita belum memiliki channel youtube maka kita perlu membuat channle Youtube terlebih dahulu, caranya dengan klik My Channel dan buat nama channel Youtube sesuai keinginan.

Setelah channel dibuat, maka kita dapat langsung mengupload video ke Youtube.

3. Klik ikon upload video di bagian atas halaman. Sebelum mulai meng- upload video

4. Saat video, kita dapat memilih setelan privasi video. Pilih video yang ingin diupload dari komputer.

5. Saat video diupload, kita dapat mengedit informasi dasar dan setelan lanjutan untuk video tersebut.

6. Beri judul dan deskripsi singkat mengenai video.

7. Klik publikasikan untuk menyelesaikan proses upload video publik ke youtube. Jika kita mengatur setelan privasi video ke pribadi atau tidak publik, cukup klik selesai untuk menyelesaikan upload, atau klik bagikan untuk berbagi video secara pribadi. Jika kita belum mengklik publikasikan, video tidak dapat dilihat orang lain. Kita dapat mempublikasikan video kapan saja di Pengelola Video.

Cara upload video ke Youtube menggunakan ponsel Android

(42)

1. Kita harus log in menggunakan akun google untuk membuat Channel Youtube. Biasanya aplikasi youtube sudah tersinkronisasi langsung dengan

akun google jika sebelumnya kita sudah mendaftarkan akun google di android.

2. Membuat Channel Youtube terlebih dahulu. Caranya sama seperti pada pembuatan akun Youtube melalui PC. Setelah itu, tap ikon kamera di bagian atas halaman beranda dari halaman navigasi mana saja.

3. Rekam video baru atau pilih video yang ada untuk diupload. Untuk merekam video baru: Tap ikon kamera video dan mulailah merekam.

Untuk memilih video yang sudah ada: Buka galeri untuk memilih video.

4. Terapkan penyempurnaan opsional pada video tersebut, lalu tap berikutnya. Sesuaikan judul, deskripsi, dan setelan privasi video.

Kemudian tap Upload.

5. Kamu juga dapat mengubah jenis koneksi yang digunakan untuk mengupload video. Caranya adalah buka ikon akun.

Tap Setelan>Umum>Upload. Gunakan pengaturan ini untuk membatasi upload melalu Wi-Fi saja.

Youtube telah merilis data resmi yang menyataakan bahwa konten yang bersifat edukatif merupakan salah satu focus utama yang perlu dikembangkan, melihat “saat ini sudah lebih dari 1 miliar konten video pembelajaran yang ditonton user setiap hari” (Youtube Creator Academy, 2018). Pihak Youtube melihat genre terkait konten pendidikan terdiri atas tiga genre utama yang dapat diciptakan yaitu:

(43)

1) Edutainment, merupakan konten yang menggabungkan antara pendidikan dengan hiburan, yang bertujuan memberikan pendidikan di Youtube dengan cara yang kreatif agar lebih mudah diingat.

2) Pendidikan dan jawaban langsung, merupakan konten video belajar yang berisi petunjuk, materi pembelajaran akademis, ataupun pelajaran berbasis kurikulum. Biasanya langsung dipandu oleh pakar atau pengajar.

3) Pembelajaran berbasis keterampilan, merupakan konten yang mengajarkan, melatih atau mengasah keterampilan tertentu untuk meningkatkan kemahiran dan keahlian serta jenjang karir. Dalam hal ini tentu akan dipandu oleh pakar-pakar, tenaga ahli dan professional, serta organisasi yang memberikan pelatihan keterampilan (ibid).

Hingga saat ini di berbagai Negara konten-konten pendidikan sudah banyak dikembangkan. Berdasarkan jurnal Rahmawan dkk. (2018) tentang potensi Youtube; data-data yang dikumpulkan menunjukkan, meskipun pengguna Youtube di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, namun dampak pada pemberdayaan generasi muda dan masyarakat belum optimal. Pada kanal Youtube masih didominasi dengan konten hiburan sehingga porsi konten yang memuat edukasi dan informasi masih kurang. Masyarakat Indonesia belum memiliki tingkat literasi digital yang tinggi. Tak hanya itu kurangnya pemahaman akan teknologi dan pengetahuan akan akses konten-konten positif di Youtube dan Internet membuat pemanfaatan media digital dan teknologi dalam kehidupan belum optimal.

(44)

Berkaca dari banyaknya penggunaan Youtube di tengah-tengah peradaban masyarakat Indonesia, peneliti mengetahui terdapat peluang yang sangat besar terkait konten edukasi di Youtube Indonesia. Kreator yang diutamakan tentu yang memiliki keahlian dan pengetahuan di berbagai bidang pendidikan. Misalnya seperti guru mata pelajaran, dosen mata kuliah, atau bahkan professor (guru besar).

Karena di Indonesia banyak generasi muda yang tidak berkesempatan menempuh jenjang pendidikan atau sengaja tidak melanjutkan pendidikan. Bisa disebabkan berbagai factor seperti keadaan social, ekonomi, dan pribadi yang tidak memiliki motivasi dalam bidang pendidikan serta akademik. Sebagian mereka bisa saja tidak sekolah, akan tetapi bukan berarti mereka tidak memiliki gadget. Keadaan ini tentunya menjadi peluang besar bagi para content creator pendidikan untuk memberikan edukasi melalui Youtube.

Berbagai macam bentuk pembelajaran di tampilkan secara menarik dan mudah dipahami oleh creator pendidikan agar mahasiswa atau peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Tak hanya itu, tersedianya fitur saving pada Youtube memudahkan dosen cukup merekam 1 video materi pembelajaran yang dapat disimpan dan dibagikan oleh banyak penonton. Dengan 1 rekaman tersebut, dosen tidak perlu mengulang penjelasan materi yang sama pada kelas lain yang diajarnya.

2.1.8 Youtube

“Youtube didefinisikan oleh Baskoro (2009) sebagai situs media digital (video) yang memungkinkan penggunanaya untuk menyimpan (download), mengunggah (upload), dan berbagi (share) ke seluruh penjuru di dunia”.

(45)

Youtube telah mencapai puncak kejayaan dalam persaingan bisnis di internet pada tahun 2007 setelah mereka memiliki hingga jutaan member. Baik itu member aktif maupun yang tidak aktif dari setiap bagian bumi di dunia. Youtube merupaan platform layanan media social untuk berbagi video gratis melalui internet. Steve Chen, Jawed Karim, dan Chad Hurley merupakan tiga orang mantan pegawai perusahaan paypal yang menciptakan Youtube. Youtube mulai launching dan aktif pada pertengahan bulan Februari di Tahun 2005 dengan nama domain Youtube.com”.

Youtube merupakan file sharing bagi semua membernya di mana member diberi kebebasan untuk mencari dan meng-upload video rekamannya untuk dapat dilihat oleh orang lain. Banyak dari neters datang ke web ini hanya ingin mencari berita-berita terkini, isu-isu panas, hasil pertandingan dan informasi lainnya.

Dengan menggunakan gadget dan kuota jaringan internet para pengguna dapat mencari, mengakses, menonton, memuat, dan berbagi klip video secara gratis.

Awalnya, kebanyakan video–video di Youtube adalah klip music (video klip ), film TV, serta video-video konten buatan para penggunanya sendiri. Namun saat ini Youtube mampu menjadi profesi dan sumber penghasilan bagi beberapa orang.

Format yang digunakan video-video di Youtube adalah flv, dapat diputar di penjelajah web yang memiliki plugin Flash Player.

YouTube merupakan platform pemimpin dalam video online, dan tujuan utamanya untuk menonton dan berbagi video di seluruh dunia melalui beranda dan pencarian laman Web. Youtube memungkinkan semua orang untuk dengan mudah meng-upload dan berbagi klip video di www.YouTube.com dan di Internet

(46)

melaui situs, perangkat mobile, blog, ataupun email. Semua orang bisa menunjukkan kemampuan mereka pada dunia salah satunya dengan melalui situs Youtube. Youtube telah sukses mengubah hidup banyak seseorang dari yang nobody hingga menjadi somebody.

Youtube beroperasi dengan menggunakan teknologi adobe video flash.

Adobe video flash player adalah teknologi yang paling banyak digunakan untuk memutar video internet dan permainan internet. Layanan internet ini bermula dari tiga mantan pegawai paypal. Chad hurley, Steve Chan, dan Jawed Karim.

Perusahaan ini berdiri di San Bruno, California.

Bermacam jenis video bisa diunggah ke dalam Youtube, dari mulai rekaman acara tv, isu-isu terbaru dan terpanas, cuplikan film, berita, dan video music. Hal inilah alasan yang menjadi pilihan dari berbagai macam elemen masyarakat untuk menggunakannya. Akan tetapi selain digunakan sebagai ajang promosi gratis, Youtube juga mendapat banyak gugatan hukum berkenaan dengan perihal hak cipta. Organisasi seperti Viacom, Mediaset, dan The English premier.

League mengajukan tuntutan berkaitan dengan aturan tidak kuat dalam Youtube terhadap pelanggaran hak cipta. Youtube telah disensor beberapa kali di beberapa negara karena berbagai alasan, di Arab Saudi Youtube dapat diakses, namun halaman untuk mengkonfirmasi tanggal kelahiran pengguna diblokir mencegah para pengguna internet di Arab Saudi melihat halaman yang dinyatakan untuk dewasa di Youtube.

(47)

2.1.9 Youtube di Indonesia

Youtube video bisa saja menjadi sebuah kata yang tidak memiliki makna yang cukup berarti, namun dibalik penggabungan dua kata tersebut, yaitu antara kata video dan Youtube memiliki makna sebagai sebuah situs internet sebagai ajang tempat berbagi video antara satu pengguna internet, dengan pengguna internet lainnya.

“Dilansir dari Kompas.com per Januari 2021, menunjukkan bahwa pengguna internet berusia 16-24 tahun banyak menghabiskan waktu mereka untuk menonton video online. Hingga Youtube dinobatkan sebagai media social terpopuler bagi masyarakat Indonesia sebab Youtube mampu menjaring 202,6 juta pengguna atau sekitar 98,3% dari seluruh populasi pengguna memiliki rentang usia 16-64 tahun”.

Pengguna internet terus-menerus mengalami peningkatan Indonesia pada beberapa waktu terakhir juga turut serta dalam pemanfaatan situs Youtube. Mulai dari tempat berbagi video musik, film, dan video hiburan, serta hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan, telah menampatkan situs Youtube menjadi sebuah situs web nomor 4 paling banyak pengunjung di Indonesia.

Berbagai macam video pembelajaran dapat kita temui secara mudah di situs berbagi video ini hanya dengan mencari materi yang bersangkutan melalui search engine yang tersedia di Youtube, bahkan segala video yang dibutuhkan kesemuanya sudah tersedia dan dapat didengar, dinikmati bahkan didownload dengan sangat mudah. Melalui Youtube video-video yang tersedia tak jarang pula menjadi sebuah pemberitaan besar di media massa Indonesia.

(48)

Youtube memang dipenuhi dengan berbagai manfaat bagi pengguna yang memanfaatkannya secara tepat dan benar. Namun situs-situs video ini tak jarang pula bisa menjadi bumerang bagi pengguna yang salah memanfaatkannya, bahkan situs Youtube juga sempat diblokir di Indonesia beberapa waktu yang lalu, karena sebab melalui situs berbagi video ini, terkadang terdapat film yang dianggap telah melecehkan agama dan budaya yang dengan mudahnya tersebar secara luas melalui situs Youtube.

Di Indonesia, Youtube belum menjadi sesuatu yang harus diantisipasi dari efek penggunaannya. Mengingat keberadaan Youtube yang tidak dilegalkan di beberapa Negara luar. Hal ini menjadikan Youtube menjadi media terpilih oleh masyarakat untuk mempublikasikan sesuatu dalam bentuk video-video dan menjadi media praktis untuk memperkenalkan suatu hal atau mem-publish diri kepada khalayak umum yang semua terintegrasi pada sebuah lingkungan global.

2.1.10 Dampak Penggunaan Media Sosial Youtube

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat semakin mudah pula seseorang bisa mengakses berbagai macam situs, video, berita, gambar, ebook, atau pun artikel. Akhirnya banyak orang yang menggunakan media internet sebagai alternatif untuk mencari hal-hal baru, misalnya seperti di Youtube yang semua orang memiliki banyak peluang untuk mengakses berbagai macam video yang telah di publikasikan oleh orang banyak.

Pemanfaatan Youtube ini bisa saja membawa dampak positif bagi penggunanya bila digunakan untuk mencari berbagai macam pengetahuan baru ataupun mengunggah video baru yang kita punya. Bila Youtube hanya difungsikan

(49)

untuk mencari video yang tidak baik dan maka hal itu dapat berdampak negatif bagi penggunanya. Berikut beberapa dampak positif dan negatif bagi mahasiswa yang disebabkan dari penggunaan Media social dilansir dari laman Kompasiana.com (2021) yang didasarkan pada keadaan nyata saat ini:

Dampak Positif:

1. Sebagai sarana pendukung aktivitas pembelajaran.

2. Dapat dimanfaatkan sebagai sarana berbisnis.

3. Memudahkan mahasiswa mencari sumber referensi tugas dan bahan belajar Selain 3 dampak positif diatas, media social dapat medorong orang menjadi kreatif dengan keahlian produksi video yang menarik.

Dampak Negatif:

1. Menimbulkan ketergantungan bagi mahasiswa dalam belajar.

2. Dapat mengganggu kesehatan.

3. Mengandung video–video yang bisa memicu kejahatan dan kekerasan.

4. Terdapat video yang dapat memperburuk nama seseorang, kelompok, dan kategori tertentu.

2.1.11 Youtube Sebagai Media

Sebagai suatu media, Youtube sangat fleksibel dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktifitas manusia. Dalam dunia pendidikan misalnya, Youtube dapat berperan sebagai media pembelajaran.

“Media Pembelajaran menurut Wati (2016), merupakan suatu peralatan yang digunakan oleh guru sebagai sarana untuk menyampaikan pesan

(50)

pembelajaran yang ingin dicapai dan mampu menarrik kemauan, merangsang pemikiran serta mampu meningkatkan motivasi belajar bagi peserta didik.

Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa media pembelajaran merupakan berbagai peralatan yang digunakan sebagai perantara bagi guru untuk menyampaikan maksud dan tujuan pembelajaran yang ditentukan agar proses pembelajaran lebih efektif, efisien waktu, dan memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran. Penggunaan media belajar yang tepat juga akan menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga tujuan dari perencanaan pembelajaran dapat mudah dicapai.

Di masa revolusi industry saat ini setiap aktivitas manusia sudah didukung dengan kecanggihan teknologi. Pendidikan semakin dipermudah dengan pemanfaatan teknologi. Banyak platform yang bisa diciptakan dan digunakan untuk mendukung proses-proses pembelajaran. Mengingat kondisi kehidupan saat ini yang masih belum stabil keberadaan teknologi bisa menjadi alternative sebagai media pendukung aktivitas belajar.

Selain penggunaan slide power point, penggunaan video dan audio visual sangat membantu dosen pengajar untuk menyampaikan isi pesan dalam suatu aktifitas pembelajaran. Keberadaan Youtube saat ini yang tidak hanya dapat diisi dengan berbagai konten video namun memungkinkan menambah penghasilan creator dan mempopulerkan seseorang. Jadi dosen bisa membuat konten pembelajaran mengenai materi tertentu untuk yang kemudian diperlihatkan dan diperdengarkan kepada mahasiswanya untuk kemudian dipahami oleh mereka.

Atau bisa juga dosen menyampaikan pembelajaran secara langsung kemudian

Referensi

Dokumen terkait

Dapat dikatakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran remedial dengan menggunakan alat peraga “Kotak Geser” ditinjau dari hasil belajar

[r]

Pembuatan saluran terbuka yang berfungsi untuk mengalirkan air asam tambang yang akan terbentuk pada saat proses penimbunan.. Air akan dialirkan ke

Pendekatan merupakan cara pandang terhadap suatu objek atau permasalahan. Pendekatan juga dapat dimaknai sebagai cara untuk mengamati atau memahami dunia

Melalui empat hal yang telah penulis tentukan dalam seni dampeng ini, maka akan dapat menjelaskan kepada kita tentang struktur melodi dan makna teks dampeng

Setelah kita buat bagian table ini, sekarang kita akan isi bagian tablenya, dengan cara mengubah tampilan viewnya menjadi Data Sheet View dengan cara klik menu View , pilih

(1) Pemantau Pemilu melakukan pemantauan pada suatu daerah tertentu sesuai dengan rencana pemantauan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf f dan huruf g yang

Media pembelajaran ini dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam mempelajari materi sistem koordinat; (2) rancang bangun media pembelajaran sistem