• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

V- 26 Control Chart C/T

5.2.2. Analisa Current State Map

5.2.2.3. Identifikasi pemborosan dalam proses

Pembahasan pemborosan tersebut pada PT. Toba Surimi Industries mencakup:

a. Waktu menunggu (Waiting time)

V-46

waktu menunggu dalam jumlah yang besar. Waktu menunggu terjadi antar proses, dimana proses yang satu menunggu datangnya produk dari proses sebelumnya untuk diproduksi. Hal ini menunjukan proses berjalan sendiri secara setahap-setahap dan tidak mengalir. Waktu menunggu sebelum proses

seaming akan memperbesar kemungkinan daging rajungan terkontaminasi bakteri sehingga akan menurunkan mutu produk atau menyebabkan produk menjadi reject. Hal ini disebabkan produk sesudah melewati proses sorting

tidak diletakkan diatas es, melainkan berada dalam ruangan bersuhu 16-18o

Transportasi termasuk pemindahan material dalam proses (WIP) dari satu proses ke proses lainnya. Pemindahan yang repetitif dan tidak efesien dapat dilihat pada proses picking Gambar 5.3. Dimana pekerja memindahkan daging rajungan yang telah dikopek secara manual dengan sekali angkat sekitar dua keranjang, dan mengumpulkan bahan dengan mendatangi satu-satu pekerja melalui lorong berjarak 1m yang terdapat 2 baris pekerja picking. Hal ini selain meningkatkan kebutuhan tenaga kerja untuk pemindahan bahan, juga melelahkan pekerja, dan membuat proses pemindahan menjadi lama. Proses pengumpulannya juga membuat pekerja picking terhenti sesaat dari pekerjaannya untuk membalikkan badan menyerahkan daging yang telah

C. Suhu ini memungkinkan untuk pertumbuhan bakteri yang dapat berpindah melalui permukaan kerja atau terbawa pekerja yang lalu lalang. Adanya waktu menunggu juga menyebabkan adanya karyawan yang tidak produktif, duduk menunggu untuk memulai pekerjaan atau bercerita-cerita.

V-47

dikopek. Pekerja yang bolak balik mengangkut bahan juga tampak pada proses

receiving raw material ke bagian picking dimana pekerja mengangkat rajungan yang telah dikopek cangkangnya secara manual untuk dibagikan satu-satu ke meja picking.

c. Proses yang berlebih (Overprocessing)

Melakukan langkah yang tidak diperlukan dalam proses produksi termasuk

overprocessing. Aktivitas ini ditemui pada proses packing yaitu proses pemeriksaan sebelum karton ditutup dengan isolasi. Aktivitas ini cukup memakan waktu dan seharusnya tidak perlu dilakukan bila sudah dilakukan dengan benar sejak memasukkan produk. Pada aktivitas ini produk dikeluarkan satu-satu dan dilihat kesesuaian label dan negara pengimpornya. d. Gerakan yang tidak perlu (motion)

Gerakan pekerja dikategorikan mubazir bila tidak memberi nilai tambah, antara lain mencari dan memilih bagian rajungan yang akan dikopek pada proses picking, kegiatan mencari dan memilih kaleng yang sesuai pada proses

filling, serta kegiatan mencari pada proses packing. Hal ini karena bahan tidak dikelompokkan secara baik. Produk yang tercampur juga akan menambah waktu changeover pada proses coding untuk melihat urutan kode jenis produk yang dicetak dan mengatur mesin inject printer.

V-48

5.2.2.4. Identifikasi pemborosan dalam proses

Dari hasil pengamatan dan diskusi dengan value stream manager dapat dilihat pemborosan utama perusahaan ini adalah adanya pemborosan waktu menunggu dan pemborosan gerakan. Waktu transportasi yang lama dikarenakan pemindahan yang tidak efesien dan waktu pengumpulan juga menyebabkan produk menunggu. Proses yang berlebih pada kegiatan packing juga dapat digolongkan dalam gerakan berlebih. Permasalahan ini akan dicari penyebabnya dengan bantuan tool 5Why. Salah satu pencarian akar masalah untuk pemborosan waktu menunggu adalah:

Masalah : Pemborosan waktu menunggu

Why 1 : Karena proses berjalan setahap-setahap atau tidak mengalir

Why 2 : Daging rajungan menunggu untuk disorting Why 3 : Menunggu waktu pemindahan dari bagian picking

Why 4 : Waktu mengumpulkan rajungan dari setiap pekerja lebih lama dari waktu untuk menempuh jalur perpindahan

Why 5 : Pekerja pemindahan mendatangi dan mengumpulkan dari setiap pekerja.

Pencarian akar masalah dengan tool 5Why ditampilkan pada Tabel 5.22 dan Tabel 5.23.

V-49

Tabel 6.22. Analisa Akar Masalah Pemborosan Waktu Menunggu dengan Menggunakan Tool 5Why

Untuk menghindari kegiatan mematikan atau

menghidupkan mesin berulang-ulang Produk ada yang tercampur dan masih harus

dipilih-pilih yang sejenis Petugas QC terlambat datang untuk mengambil

sampel

Hasil pemeriksaan tidak segera disampaikan

Kecepatan mesin seaming

tinggi sehingga selesai dalam waktu yang singkat

Proses cooling selesai

pada waktu subuh sehingga tidak di beri kode

lagi dan disimpan dulu

Hasil pemeriksaan dari petugas QC membutuhkan

waktu bervariasi 2 jam Rajungan dalam kaleng

ditumpuk hingga jumlah yang cukup banyak baru

dilakukan seaming

Produk tidak sempat langsung dikerjakan

Produk yang hendak diisolasi pada bagian packing harus menunggu hasil pemeriksanaan dari Daging rajungan dalam

kaleng menunggu untuk diseaming

Produk menunggu untuk

proses Coding

Produk menunggu untuk penyelesaian proses packing Pemborosan Waktu Menunggu Why Why

Why Why Why

Permasalahan

Tidak ada spesialisasi pekerjaan dan kurangnya

pengendalian Pekerja mendatangi dan mengumpulkan dari setiap

pekerja

Cara pemindahan secara manual sehingga pekerja hanya mengangkat sekitar

2 basket setiap perpindahan Kekurangan pekerja picking untuk memenuhi

kebutuhan stasiun selanjutnya Pekerja sorting juga

adalah pekerja bagian

receiving raw material

Waktu untuk mengumpulkan daging rajungan lebih lama dari

waktu menempuh jarak perpindahan

Menunggu setiap meja dapat menghasilkan 1 keranjang daging rajungan Menunggu masuknya

pekerja sortasi Menunggu waktu pemindahan yang lama

dari bagian picking

Hasil picking menunggu waktu 2 jam baru

dikumpulkan Daging rajungan

V-50

Tabel 6.23. Analisa Akar Masalah Pemborosan Gerakan dengan Menggunakan Tool 5Why

Tidak ada pengaturan untuk memudahkan pekerjaan setiap pekerja

Adanya gerakan yang tidak memberi

nilai tambah di bagian picking Pemborosan Gerakan Why Why

Why Why Why

Permasalahan

Tidak ada pembagian yang jelas sehingga kaleng- kaleng dapat tercampur

Kurangnya spesialisasi tugas pekerja pemindahan

bahan dan bekerja pada satu stasiun atau lebih

Sistem pemindahan atau pengumpulan bahan yang

kurang efesien

Tidak ada prosedur dalam penggunaan keranjang 1 keranjang rajungan

dikerjakan oleh 4 orang yang mengerjakan bagian

rajungan yang berbeda dalam 1 regu Petugas pemindahan bahan berada pada bagian lain atau lupa membagikan

bahan ke meja tersebut Pengumpulan bahan membuat pekerja harus berhenti dan membalikkan

badan

Warna keranjang berbeda- beda tetapi digunakan

secara acak

Kaleng hanya dibedakan dari label yang tergantung

negara pengimpor Bagian-bagian rajungan

tidak dipisah dalam keranjang yang berbeda

Petugas pembagian belum memindahkan bahan ke

meja picking

Petugas pemindahan bahan datang untuk mengumpulkan daging

rajungan Daging rajungan ditempatkan dalam keranjang berukuran sama

dan berbeda warna

Ukuran kaleng sama untuk setiap jenis produk Adanya aktivitas memilih

dan mencari bagian- bagian rajungan yang

hendak dikerjakan

Pekerja yang meninggalkan tempatnya untuk mengambil rajungan

Pekerja terhenti sesaat untuk melakukan aktivitas

lain

Pekerja memilih daging rajungan yang sesuai

untuk diisi

Pekerja memilih kaleng yang sesuai dengan jenis

daging Adanya gerakan

yang tidak memberi nilai tambah di

V-51

Tabel 6.23. Analisa Akar Masalah Pemborosan Gerakan dengan Menggunakan Tool 5Why (Lanjutan)

Untuk meyakinkan produk telah dimasukkan dengan

benar Why Why

Why Why Why

Permasalahan

Produk dapat tercampur

saat diangkat ke ante room

atau diangkat balik ke

ruang picking

Tidak ada keyakinan melakukan dengan benar

sejak awal

Kaleng yang telah diberi kode sering tercampur

Takut produk tertukar Petugas mencari kaleng

dan karton yang sesuai

Petugas harus memeriksa dengan melihat label produk di dalam karton

sebelum diisolasi Adanya gerakan

yang tidak memberi nilai tambah di

bagian packing

Produk tidak dikelompokkan sejak awal

V-52

Dokumen terkait