• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

4.5 Variabel Penelitian

4.5.1 Identifikasi Variabel Penelitian

NO Desa

Populasi Sampel

Jumlah Responden Gapoktan Simantri Poktan Pelaksana

Pengurus Anggota

1 Tunjuk Sb Gede Bungan Kapal 2 2 4

2 Sudimara Tani Lestari 2 2 4

3 Subamia Sabha Ramya 2 2 4

4 Beraban Baruna 2 2 4

5 Kelating Timan agung 2 2 4

6 Penarukan Ananta Winangun 2 2 4

7 Gadungan Sari Gadung 2 2 4

8 Antap Antap Tani Makmur 2 2 4

9 Selemadeg Sapta Tunggal 2 2 4

10 Manik Yang Panca Usaha Tani 2 2 4

11 Angkah Tri Buana 2 2 4

12 Munduk temu Batur Ibu 2 2 4

13 Sai Windu Karya Sedana 2 2 4

14 Padangan Rasa Tani Sentausa 2 2 4

15 Batannyuh Catur Sari 2 2 4

16 Marga Manah Bakti 2 2 4

17 Mangesta Sb Kedampal Wangaya Betan 2 2 4

18 Tegal Linggah Catur Wahana 2 2 4

19 Pesagi Sarwa Nadi 2 2 4

20 Candi Kuning Candi Agro Mandiri 2 2 4

21 Perean Tengah Catur Loka Bhuana 2 2 4

Jumlah 42 42 84

Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali

4.5 Variabel Penelitian

4.5.1 Identifikasi Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas (X), dan variabel terikat (Y),

yang dikategorikan sebagai berikut :

1. Variabel bebas (Independent Variabel) adalah variabel yang mempengaruhi

atau perubahannya menjadi penyebab perubahan variabel dependent. Dalam

a. Sifat Jiwa Kewirausahaan (X1) yang terdiri dari sifat instrumental (X1.1), sifat prestatif (X1.2), sifat keluwesan bergaul (X1.3), sifat pengambil resiko (X1.4), sifat swakendali (X1.5), sifat kerja keras (X1.6), sifat keyakinan diri (X1.7), sifat inovatif (X1.8), sifat kreatif (X1.9), sifat kepemimpinan (X1.10), sifat berorientasi pada tindakan (action oriented) (X1.11), sifat berpikir sederhana (simple) (X1.12), sifat fokus pada usaha yang digeluti (X1.13) . b. Manajemen Agribisnis (X2) yang terdiri dari perencanaan usaha agribisnis

dalam Simantri (X2.1), pengorganisasian usaha agribisnis dalam Simantri (X2.2), pengembangan usaha agribisnis dalam Simantri (X2.3), pengendalian usaha agribisnis dalam Simantri (X2.4).

2. Variabel Terikat Variabel terikat (dependent Variable) adalah variabel yang

dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variable bebas. Variabel

terikat dalam penelitian ini adalah keberhasilan Simantri (Y) yang terdiri dari

7 indikator yaitu berkembangannya kelembagaan dan SDM (Y1) , terciptanya lapangan kerja melalui pengembangan diversifikasi usaha pertanian (Y2), berkembangannya intensifikasi dan ekstensifikasi usaha tani (Y3), meningkatnya insentif berusaha tani melalui peningkatan produksi usaha tani

(Y4), tercipta dan berkembangnya pertanian organik (Y5), berkembangnya lembaga usaha ekonomi pedesaan (Y6), meningkatnya pendapatan petani (Y7). Pada Tabel 4.2 di kemukakan indikator dari masing-masing variabel bebas

berdasarkan faktornya dan pada Tabel 4.3 dikemukakan indikator dari variabel

Tabel 4.2

Pengukuran Variabel Bebas (X)

Variabel Indikator Parameter

Sifat Instrumental (X1.1) 1. Memanfaatkan Sumberdaya di sekitar lingkungan

Sifat/Jiwa

2. Memanfaatkan masukan dari berbagai sumber 3. Tanggap terhadap peluang berusaha tani 4. Tanggap terhadap perbaikan kerja

Kewirausahaan

(X1) Sifat Prestatif (X1.2) 1. Berusaha untuk berprestasi lebih baik

2. Berusaha mencapai hasil kinerja yang lebih baik 3. Proses pencapaian prestasi sangat penting 4. Memiliki tanggung jawab dan dorongan untuk

selalu berprestasi

Sifat Keluwesan Bergaul

(X1.3) 1. Aktif dalam bergaul dan mencari informasi

2. Dapat menyesuaikan diri dalam pergaulan 3. Senantiasabersosialisasi dengan kelompok lainnya 4. Adanya jaringan dalam kelompok lainnya

Sifat Pengambil Resiko (X1.4)

1. Memperhitungkan dan mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi

2. Memperhitungkan tindakan dengan cermat 3. Menghadapi resiko dengan sikap optimis 4. Berani bertindak cepat dalam menghadapi resiko Sifat Swakendali (X1.5) 1. Menyadari kekuatan dan kelemahan diri sendiri

2. Mengetahui kapan saatnya harus bekerja keras dan berhenti bekerja

3. Mampu mengubah strategi dalam menghadapi masalah

4. Adanya pengendalian diri dalam setiap kegiatan Sifat kerja Keras (X1.6) 1. Tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai

2. Mengisi waktu untuk hal-hal yang nyata atau positif

3. Selalu terlibat dalam situasi kesibukan kerja, seperti tidak pernah lelah

4. Mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh Sifat Keyakinan Diri (X1.7) 1. Percaya dengan kemampuan diri sendiri

2. Tidak Ragu-ragu dalam bertindak

3. Percaya diri dengan keputusan yang diambil 4. Fokus pada eksekusi sehingga dalam pikiran tidak

ada keraguan

Sifat Inovatif (X1.8) 1. Mencari cara-cara baru yang lebih bermanfaat

2. Mencari hasil penemuan terbaru

3. Mencari ide-ide baru yang lebih bermanfaat 4. Mampu menggunakan ide-ide baru

Sifat Kreatif (X1.9) 1. Mampu memikirkan ide-ide baru

2. Mempunyai pemikiran yang berbeda dan lebih baik dalam mencapai tujuan

3. Mampu menemukan peluang-peluang baru 4. Mampu menghasilkan ide-ide baru dengan

berdiskusi

Sifat Kepemimpinan(X1.10) 1. Mampu mempengaruhi anggota kelompok

2. Melakukan pembenahan terhadap organisasi suatu kegiatan

3. Mampu memimpin anggota untuk mengelola sumber daya

4. Mampu mengarahkan anggota kelompok

Sifat Berorientasi pada tindakan (action oriented) (X1.11)

1. Lebih banyak bekerja dan tidak menunda pekerjaan

2. Tidak membiarkan kesempatan kerja berlalu begitu saja

3. Tetap bertindak walaupun situasi tidak pasti 4. Berani menerima tantangan

Sifat Berpikir Sederhana (simple) (X1.12)

1. Selalu belajar menyederhanakan permasalahan 2. Melihat persoalan dengan jernih

3. Menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.

4. Mampu mengambil keputusan alternatif

Sifat fokus pada Usaha yang digeluti (X1.13)

1. Selalu bertekad mencurahkan segenap perhatian dalam kegiatan

2. Bersedia mengorbankan waktu dan kepentingan lainnya

3. Berkomitmen terhadap usaha yang digeluti 4. Memiliki tanggung jawab dalam menjalankan

kegiatan Perencanaan Usaha

Agribisnis dalam Simantri (X2.1)

1. Menetapkan tujuan akhir

2. Jangka waktu dalam pelaksanaan kegiatan 3. Penentuan modal dan sumber daya

4. Mengembangkan poktan agar bersifat proaktif 5. Penyediaan sarana produksi

Pengorganisasian Usaha Agribisnis dalam Simantri (X2.2)

1. Koordinasi hubungan kerja

Manajemen Agribisnis (X2)

2. Pembagian tugas yang jelas

3. Menjalin hubungan yang harmonis dengan anggota 4. Menjalin hubungan harmonis dengan mitra kerja

Pengembangan Usaha Agribisnis dalam Simantri (X2.3)

1.Berkembangnya jenis usaha 2.Meningkatnya produktivitas 3.Meningkatkan produksi 4.Meningkatnya kualitas produk 5.Pemasaran produk

Pengawasan Usaha Agribisnis dalam Simantri (X2.4)

1.Adanya standar produk

2.Adanya mekanisme kerja sesuai standar 3.Melakukan perbaikan untuk meningkatkan

produktivitas

4.Menerima masukan dari pihak instansi pemerintahan

Tabel 4.3

Pengukuran Variabel Terikat (Y)

Variabel Indikator Parameter

Keberhasilan SIMANTRI (Y)

Berkembangnya

kelembagaan dan SDM (Y1)

1. Berkembangnya organisasi yang baik dalam kelompok

2. Terciptanya hubungan baik petani dan penyuluh pertanian dalam penunjang sarana produksi

3. Terbentuknya SDM ke arah organik

Terciptanya lapangan kerja melalui pengembangan diversifikasi usaha pertanian dan industri rumah tangga (Y2)

1. Terciptanya lapangan kerja bagi petani 2. Terciptanya kelompok wanita tani yang aktif 3. Berkembangnya jenis usaha ekonomi rumah

tanga tani

Berkembangnya intensifikasi dan ekstensifikasi usaha tani (Y3)

1. Peningkatan pengolahan lahan pertnian dengan sebaik-baiknya

2. Memperluas lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian

3. Penganekaragaman tanaman pertanian Meningkatnya insentif

berusaha tani melalui peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani (Y4)

1. Meningkatnya produksi usahatani dalam kelompok

2. Efisiensi usahatani dengan menggunakan pupuk organik

3. Meningkatnya petani dalam berusaha tani

Tercipta dan berkembangnya pertanian organik menuju

green economic (Y5)

1. Pengolahan pupuk organik cair maupun padat

2. Kelompok tani menerapkan hasil olahan pupuk organik ke masing-masing lahan

3. Berkembangnya pertanian organik di Desa

Berkembangnya usaha ekonomi pedesaan (Y6)

1. Berkembangnya usaha agribisnis dalam kelompok tani

2. Terciptanya unit simpan pinjam dalam kelompok

3. Terbentuknya Koperasi dalam Gapoktan Simantri

Peningkatan pendapatan petani (Y7)

1. Pendapatan pada sektor pertanian.

2. Pendapatan pada sektor peternakan.

3. Pendapatan pada sektor perkebunan.