• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III.................................................................................................................. 34

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.2 Identitas Sekolah dan Data Pelengkap

NPSN : 20330176

Status : Negeri

Bentuk Pendidikan : SD

Status Kepemilikan : Pemerintah Pusat SK Pendirian Sekolah : 4212/0020/X/83/85 Tanggal SK Pendirian : 1980-07-21

SK Izin Operasional : 1411810610803 Tanggal SK Operasional : 1980-07-21

Status BOS : Bersedia Menerima

Waku Penyelenggaraan : Pagi

51 Sertifikasi ISO : 9001:2008

Sumber Listrik : PLN

Daya Listrik : 450

Akses Internet : 3 (Tri) 4.1.3 Visi dan Misi SD N 2 Pringtulis

1) Visi Sekolah

“Meujudkan manusia yang cerdas, terampil, berbudi luhur dan berwawasan dinamis berdasarkan iman dan taqwa”

2) Misi Sekolah

a) Meningkatkan kualitas dan kuantitas iman dan taqwa kepada Allah SWT

b) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia

c) Mengembangkan potensi sesuai sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki

d) Membantu meningkatkan harkat dan martabat masyarakat

e) Melatih dan membiasakan kehidupan sehat peka sosial dan berdisiplin tinggi

f) Mentranformasi nilai-nilai luhur budaya bangsa

g) Menumbuhkan semangat berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

h) Membangun mentalitas siswa sesuai dengan agama Islam dan kepribadian bangsa Indonesia

52

i) Menciptakan hubungan yang harmonis, serasim selaras dan seimbang antara sekolah, stake holder, out resource dan masyarakat

4.1.4 Lokasi dan Administrasi Sekolah 1) Lokasi Sekolah

SD N 2 Pringtulis beralamat di Jl. Raya Pringtulis Desa Pringtulis Rt. 2 Rw.

1 Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, Kode Pos 59466.

Tabel 4.1 Sarana Penunjang Pembelajaran SD N 2 Pringtulis

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan

1 Ruang Kantor 1 Berfungsi

2 Ruang Guru 2 Berfungsi

3 Ruang Belajar 6 Berfungsi

4 Perpustakaan 1 Berfungsi

5 Musholla 1 Berfungsi

6 Lapangan Olahraga 1 Berfungsi

7 UKS 1 Berfungsi

8 Kantin 1 Berfungsi

9 Toilet 3 Berfungsi

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, maka dapat diketahui bahwa sarana di SD N 2 Pringtulis sudah cukup lengkap. Diharapkan dengan semua yang telah ada dapat menunjang proses pembelajaran di SD N 2 Pringtulis untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Untuk prasarana yang dimiliki SD N 2 Pringtulis adalah sebagai berikut:

53

Tabel 4.2 Prasarana Penunjang Pembelajaran SD N 2 Pringtulis

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan

1 Meja Belajar 120 Berfungsi

2 Kursi Belajar 170 Berfungsi

3 Meja Guru 40 Berfungsi

4 Kursi Guru 40 Berfungsi

5 Komputer 2 Berfungsi

6 Televisi 1 Berfungsi

7 Radio 1 Berfungsi

8 Printer 1 Berfungsi

9 Buku-Buku ±500 Berfungsi

Berdasarkan Tabel 4.2 di atas, dapat diketahui bahwa keadaan prasarana di SD N 2 Pringtulis sudah cukup lengkap sehingga bisa menunjang proses pembelajaran di sekolah.

4.1.5 Keadaan Siswa dan Guru SD N 2 Pringtulis

Siswa merupakan objek utama dalam pendidikan, siswa sebagai objek didik dalam pendidikan membutuhkan bantuan dan bimbingan dari guru. Karena itu, guru dan siswa keduanya merupakan faktor dominan dalam proses belajar mengajar, guru sebagai subjek pendidikan. Guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Dalam kegiatan belajar mengajar, terjadi hubungan timbal balik antara siswa dengan guru, guru sebagai pemberi dan siswa sebagai penerima. Tugas pokok guru adalah mengajar, mendidik dan membina siswa. Sebaliknya peserta didik tugas pokoknya adalah belajar. Adapun data jumlah siswa di SD N 2 Pringtulis adalah sebagai berikut:

54

Tabel 4.3 Data Siswa SD N 2 Pringtulis

No Kelas Jenis Kelamin

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas, dapat diketahui bahwa jumlah siswa laki-laki di SD N 2 Pringtulis adalah sebanyak 70 siswa dan siswa perempuan sebanyak 66 siswa. Adapun data siswa kelas IV yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4 Data Siswa Kelas IV SD N 2 Pringtulis

No Inisial Jenis

55

Berdasarkan Tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang akan digunakan sebagai sampel penelitian adalah kelas V yang berjumlah 20 siswa dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 9 siswa dan siswa perempuan sebanyak 11 siswa.

Adapun guru di SD N 2 Pringtulis tahun pelajaran 2021/2022 berjumlah 10 guru tetap dan 3 orang karyawan yang membantu terlaksananya kegiatan belajar mengajar yaitu tenaga administrasi (tata usaha), operator sekolah dan tenaga kebersihan yang menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah. Jumlah guru dan karyawan yang ada di SD Negeri 2 Sengonbugel dapat dijelaskan pada tabel di bawah.

Tabel 4.5 Daftar Guru dan Karyawan di SD N 2 Pringtulis

No Nama Status Kepegawaian

1 Siti Alfiyah, S.Pd., SD. Kepala Sekolah

2 Maryono, S.Pd Guru Kelas

3 Huntarmi, S.Pd., SD. Guru kelas 4 Hariyanti, S.Pd., SD. Guru kelas

5 Preseno, S.Pd., SD. Guru kelas

6 Siti Zuariyah, S.Pd. Guru kelas

7 Drs. Sulistyowati Guru kelas

8 Margoyoso, S.Pd., SD. Guru kelas

9 Sholikul Huda, S.Pd., SD. Guru Mapel dan Admin 10 Nur Hidayatika, A.Ma., Pust. Guru Mapel dan Seksi Perpus

11 Suwandi Penjaga Sekolah

4.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian

Data merupakan segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan (Arikunto, 2014:9). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2021 sampai dengan 12 Juli 2021. Data dalam penelitian ini

56

didapatkan secara langsung oleh peneliti dengan cara observasi kuesioner/angker dan dokumentasi.

Penelitian adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan mengumpulkan suatu data yang nantinya akan diolah untuk menjawab dan menyelesaikan permasalahan. Berdasarkan judul penelitian, peneliti akan memilih desain penelitian yang cocok. Dalam hal ini peneliti akan menggunakan metode deskriptif, karena pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian dengan menyebar kuesioner dan soal essay kemampuan berpikir kreatif untuk memperoleh informasi dari responden tanpa adanya perlakukan.

Penelitian ini berlokasi di SD N 2 Pringtulis dengan menggunakan sampel seluruh siswa kela V yang berjumlah 20 siswa. Siswa tersebut terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Semua siswa akan dijadikan sampel penelitian, dalam hal ini yang dimaksud adalah pemberian kuesioner yang nantinya akan digunakan sebagai bahan olah data dan analisis data untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengaruh minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis tahun pelajaran 2021/2022.

Sebelum kuesioner diberikan kepada siswa untuk diisi, peneliti terlebih dahulu melakukan uji instrumen data setiap item pada kuesioner. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah pernyataan yang dicantumkan di kuesioner sudah cocok untuk digunakan atau diberikan kepada responden atau tidak. Setelah didapatkan hasil uji instrumen, selanjutnya kuesioner diberikan kepada responden yang hasilnya nanti akan di analisis dengan nilai hasil belajar siswa selama semester 1.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

57 4.2.1 Hasil Uji Validitas

Untuk mengetahui validitas, dilakukan dengan membandingkan r tabel dengan r hitung. Nilai r tabeldapat dilihat pada tabel r dengan rumus: df = n-k (n=

jumlah responden/sampel dan k= jumlah variabel independen). Pada tingkat signifikansi 5% = 0,05, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

Df = 20-1 = 19. Jadi nilai r tabel adalah sebesar 0,432.

Berdasarkan keriteria tersebut, hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas No.

58

27. 0,987 0,432 Valid

28. 0,988 0,432 Valid

29. 0,991 0,432 Valid

30. 0,990 0,432 Valid

Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Uji validitas dapat dikatan valid apabila nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel (r hitung > r tabel). Berdasarkan Tabel 4.6 di atas, dapat diketahui bahwa pada tabel hasil uji validitas menunjukkan semua butir pernyataan pada kuesioner memiliki nilai r hitung yang lebih besar dari nilai r tabel. Maka semua butir pertnyataan yang digunakan dapat dikatakan valid 100%.

4.2.2 Hasil Uji Reliabilitas

Untuk mengetahui uji reliabilitas adalah apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,60. apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih kecil dari 0.60 maka dikatakan tidak reliabel. Adapun hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.999 30

Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 4.7 diatas, dapat diketahui bahwa semua butir pernyataan yang digunakan dalam kuesioner memiliki nilai Cronbach’s Alpha yang lebih besar dari 0,60 (0,999 > 0,60) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua butir pernyataan yang digunakan dalam kuesioner dapat dikatakan reliabel.

59 4.2.3 Hasil Skor Kuesioner

Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui jawaban responden tentang pertanyaan yang terdapat di dalam butir kuesioner yang merupakan indikator atau rincian dari variabel penelitian. Analisis deskriptif juga untuk mengetahui berapa besar presentase jawaban responden pada setiap alternatif jawaban yang ada. Tiap butir pernyataan terdapat 5 pilihan jawaban yang meliputi sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju.Yang masing-masing jawaban diberi nilai 1-5. Deskripsi data penelitian per variabel dapat dijelaskan sebagi berikut:

Tabel 4.8 Hasil Skor Kuesioner

No Inisial Total Skor

Sumber: Hasil jawaban kuesioner, 2021

Jumlah skor kriterium untuk skor tertinggi tiap butir pernyataan adalah = 5 x 20 x 30 = 3000 dan skor terendah tiap butir pernyataan adalah 1 x 20 x 30 = 600.

60

Berdasarkan Tabel 4.8 di atas, dapat diketahui bahwa jumlah skor pengumpulan data adalah 2511. Kemudian dapat diketahu bahwa minat baca siswa kelas IV di SD N 2 Pringtulis adalah 2511 : 3000 = 0,837 (83,7%). Jadi dapat disimpulkan bahwa minat membaca siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis memiliki persentase sebesar 83,7% yang termasuk dalam kategori Baik.

4.2.4 Nilai Hasil belajar Siswa

Nilai hasil belajar yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah nilai mid semester ganjil mata pelajaran Bahasa Indonesia. Adapun nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9 Nilai Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

No INISIAL NILAI

Jumlah 1688 Seribu Enam Ratus Delapan Puluh Delapan

61

Rata-Rata 84,4 Delapan Puluh Empat Koma Empat Sumber: Nilai hasil belajar siswa, 2021

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, dapat diketahui bahwa nilai terendah adalah 68 dan nilai tertinggi adalah 96 dengan jumlah nilai sebanyak 1688 dan rata-rata sebesar 84,4. Kemudian untuk dapat mengetahu hasil belajar tersebut termasuk dalam kategori apa, maka dapat berpedoman pada Tabel sebagai berikut:

Tabel 4.10 Pedoman Ketegori Hasil Belajar Siswa

No Interval Kategori

1. Sangat Kurang 0 – 40

2. Kurang 41 – 55

3. Cukup 56 – 70

4. Baik 71 – 85

5. Baik Sekali 86 - 100

Sumber: Buku Rapor Iswa SD N 2 Pringtulis

Berdasarkan pedoman pada Tabel 4.10 di atas, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis termasuk dalam kategori Baik dengan nilai rata-rata sebesar 84,4.

4.3 Deskripsi Hasil Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan mengatur data yang telah dikumpulkan atau dihimpun oleh peneliti setelah melakukan pengambilan data dari lapangan secara sistematis (Sugiyono, 2018:335). Analisis data dapat diartikan sebagai cara melakukan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut menjadi informasi, sehingga sifat-sifat data yang diperoleh dapat dipahami dengan mudah dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan penelitian, baik berkaitan dengan deskripsi maupun untuk membuat induksi atau menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi berdasarkan data yang

62

diperoleh dari sampel (Sugiyono, 2018:336). Adapun uji analisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

4.3.1 Hasil Uji Asumsi Dasar

Uji asumsi dasar dilaksanakan dengan menggunakan tiga tahap uji, yaitu uji normalitas, uji linearitas dan uji homogenitas. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut.

4.3.1.1 Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data yang normal atau mendekati normal. Uji normalitas data dapat mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal (Masrukin, 2008:56). Untuk menguji data apakah data berdistribusi normal atau tidak dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Namun dalam penelitian ini menggunakan rumus one sample kolmogrov-smirnov dengan bantuan program SPSS. Adapun kriteria pengujian

normalitas data adalah sebagai berikut:

1) Jika angka signifikansi (SIG) > 0,05, maka data berdistribusi normal.

2) Jika angka signifikansi (SIG) < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal.

Berdasarkan kriteria tersebut, maka penulis melakukan uji normalitas data menggunakan SPSS dengan hasil sebagai berikut:

63

Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 20

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std.

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan output SPSS pada Tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada kolom Asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,200. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.

4.3.1.2 Hasil Uji Linearitas

Linearitas adalah keadaan dimana hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen bersifat linier (garis lurus) dalam range variabel independen tertentu. Penelitian ini akan diuji dengan menggunakan deviation from linearity dengan kriteria pengujian sebagai berikut.

64

1) Jika nilai signifikansi deviation from linearity > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear antar data.

2) Jika nilai signifikansi deviation from linearity < 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang linear antar data.

Adapun hasil pengujian linearitas menggunakan bantuan program SPSS adalah sebagai berikut.

Tabel 4.12 Hasil Uji Linearitas ANOVA Table

Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 4.12, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada kolom Deviation from Linearity adalah sebesar 0,798. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 (0,798 > 0,05) sehingga dapat dsimpulkan bahwa minat baca siswa memiliki hubungan yang linear dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis.

4.3.1.3 Hasil Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui varian populasi data apakah antara dua kelompok atau lebih data memiliki varian yang sama atau berbeda. Uji ini digunakan pada analisis Independent Samples T Test dan One Way ANOVA.

Kriteria yang digunakan dalam uji homogenitas adalah sebagai berikut.

65

1) Jika signifikansi > 0,05 maka varian tersebut homogen 2) Jika signifikansi < 0,05 maka varian tersebut tidak homogen

Berdasarkan hasil pengujian homogenitas data, diperoleh hasil dalam tabel output SPSS sebagai berikut.

Tabel 4.13 Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

SKOR Based on Mean 3.983 1 38 .053

Based on Median 3.571 1 38 .066

Based on Median and with adjusted df

3.571 1 35.142 .067

Based on trimmed mean 4.029 1 38 .052

Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 4.13, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0,067. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikasni lebih besar dari 0,05 (0,067 > 0,05) artinya bahwa nilai pretest dan nilai posttest memiliki varian yang sama (homogeny) pada taraf signifikansi 0,05.

4.3.2 Hasil Analisis Akhir (Pengujian Hipotesis) 4.3.2.1 Hasil Analisis Korelasi Sederhana

Analisis korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel, yaitu untuk mengetahui seberapa kuat hubungan, mengetahui arah hubungan apakah positif atau negatif, dan apakah hubungannya signifikan atau tidak (Priyatno, 2018:87). Langkah-langkah pengujian korelasi sederhana adalah sebagai berikut:

1) Menentukan hipotesis

66

Ho: tidak ada hubungan antara minat baca siswa dengan hasil belajar siswa.

Ha: ada hubungan anatara minat baca siswa dengan hasil belajar siswa.

2) Kriteria pengujian

jika signifikansi > 0,05 maka Ho ditrima Jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak

Adapun hasil pengujian analisis korelasi sederhana menggunakan bantuan program SPSS adalah sebagai berikut.

Tabel 4.14 Hasil Analisis Korelasi Sederhana Correlations

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 4.14, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada kolom sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,000

< 0,05), jadi Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara minat baca siswa dengan hasil belajar mate pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis.

4.3.2.2 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara satu variabel

67

independen dengan satu variabel dependen. Untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya, seberapa besar pengaruhnya dan untuk memprediksi nilai variabel dependen dengan menggunakan variabel independen (Priyatno, 2018:93).

Adapun hasil olahdata analisis regresi linear sederhana adalah sebagai berikut.

Tabel 4.15 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Coefficientsa

a. Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 4.16, dapat diperoleh persamaan regresi pengaruh minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis adalah sebagai berikut:

Y= a + bx

Y= 128,839 + 0,354 x

Interpretasi dari persamaan regresi adalah sebagai berikut.

1) Nilai konstanta (a) adalah 128,839. Artinya jika minat baca siswa nilainya adalah 0, maka hasil belajar siswa adalah 128,839.

2) Nilai koefisien regresi minat baca siswa adalah sebesar 0,354. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap peningkatan minat baca siswa sebesar 1% maka hasil belajar siswa siswa akan meningkat sebesar 0,354%.

68 4.3.2.3 Hasil Uji t (Parsial)

Uji t ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependen. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel minat baca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis.

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah dengan cara membandingkan antara nilai ti hitung dengan nilai t tabel. Tabel distribusi t dicari pada derajat kebebasan (df) n-k-1. (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independen). Sehingga t tabel diperoleh df= (20-1-1=18) dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,100. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,005 dan 2 sisi. Adapun hasil uji t adalah sebagai berikut.

Tabel 4.16 Hasil Uji t (Parsial) Coefficientsa

Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 4.15 dapat diketahui bahwa hasil pengujian statistik pengaruh minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa menunjukkan nilai t hitung sebesar 20,930 dengan nilai t tabel2,100 dan nilai signifikansi 0,000. Dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (20,930 > 2,100), maka H0 ditolak dan H1 diterima (terdapat pengaruh

69

dan signifikan). Jadi minat baca siswa merupakan variabel bebas yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis.

4.3.2.4 Hasil Uji Koefisien Determinan

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variable dependent. Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol atau satu. Nila R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independent dalam menjelaskan variasi variabel dependent amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependent. Dalam penelitian ini variabel dependent atau terikat (Y) adalah hasil belajar siswa, selanjutnya variabel independen atau variabel bebas adalah minat baca siswa (X). Hasil analisis dengan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut.

Tabel 4.17 Hasil Uji Koefisien Determinan Model Summaryb Sumber: Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan Tabel 4.18, dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0,920.

kemudian dapat dijelaskan bahwa sumbangan pengaruh variabel mminat baca siswa (X) terhadap hasil belajar siswa (Y) dipengaruhi sebesar 92%. Jadi besarnya pengaruh antara minat baca siswa (X) terhadap kemhasil belajar siswa (Y) adalah

70

sebesar 92% sedangkan sisanya (100% - 92% = 8%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

Minat membaca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri untuk menemukan makna tulisan dan menemukan informasi untuk mengembangkan intelektualitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan perasaan senang yang timbul dari dalam dirinya. Minat membaca juga didefinisikan sebagai bentuk perilaku terarah guna melakukan kegiatan membaca sebagai tingkat kesenangan yang kuat (Dalman, 2014:28).

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Hasil belajar merupakan bentuk interpretasi dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pendidikan pada siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar sering digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan (Purwanto, 2014: 46).

Pembelajaran dapat dikatakan sebagai hasil dari memori, kognisi, dan metakognisis yang berpengaruh terhadap pemahaman. Pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Wenger dalam Huda (2016:2) menyatakan bahwa pembelajaran bukanlah aktivitas, sesuatu yang dilakukan seseorang ketika ia tidak melakukan aktivitas yang lain.

Pembelajaran juga bukanlah sesuatu yang berhenti dilakukan oleh seseorang. Lebih

71

dari itu, pembelajaran bisa terjadi dimana saja dan pada level yang berbeda-beda, secara individual, kolektif, ataupun sosial.

Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di sekolah dasar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD mengajarkan mengenai cara berbahasa yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia dapat dipahami sebagai salah satu dari ragam bahasa melayu. Bahasa Indonesia adalah Bahasa Melayu Riau sejak abad ke-19 (Achmad, 2015:17).

Pembahasan dalam penelitian ini diperoleh dari penyebaran angket untuk mengetahui bagaimana pengaruh minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis. Pada penelitian ini, telah ditetapkan bahwa yang menjadi variabel bebas adalah minat baca siswa dan variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Sebelum penelitian dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan validitas instrumen penelitian yang berkaitan dengan angket. Selama penelitian berlangsung, proses pembelajaran didokumentasikan melalui foto yang dibantu oleh satu orang teman pada saat penelitian.

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 siswa dengan 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Sebelum angket diberikan kepada siswa, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi dan meminta data hasil belajar siswa.

Data yang digunakan adalah nilai mid semester ganjil siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis tahun pelajaran 2021/2022.

72

Berdasarkan hasil olahdata dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pengujian statistik pengaruh minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa menunjukkan nilai t hitung sebesar 20,930 dengan nilai t tabel2,100 dan nilai signifikansi 0,000. Dapat

Berdasarkan hasil olahdata dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N 2 Pringtulis. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pengujian statistik pengaruh minat baca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa menunjukkan nilai t hitung sebesar 20,930 dengan nilai t tabel2,100 dan nilai signifikansi 0,000. Dapat