Bab IV: GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PROGRAM ACARA
C. Strategi Marketing Communication Mix
1. Idola Cilik
1. Idola Cilik
Dari penjumlahan tiap-tiap skor harapan dan kinerja tiap-tiap butir soal yang diberikan kepada responden dan kemudian dirata-rata, maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel V
Rerata Harapan, Kinerja dan Indeks Kepuasan tiap sektor di Idola Cilik
No Keterangan Harapan Kenyataan IKP
1 Konsep Acara 4,303704 3,873333 0,89999
2 Musik & Lagu 3,975 3,716667 0,93501
3 Pembawa Acara/MC 4,233333 4,166667 0,98425
4 Peserta/Kontestan 3,555556 3,566667 1,00312
5 Komentator/Juri 4,166667 4,058333 0,97399
6 Sistem Penilaian 4,058333 3,516667 0,86653
7 Durasi & Waktu Tayang 3,444444 3,466667 1,00645
8 Bintang Tamu/Guest Star 3,95 3,46667 0,87764
Rata-rata keseluruhan 3,96088 3,7289589 0,943373
Dari tabel di atas ini dapat diketahui bahwa pemirsa berharap sebesar 4, 303704 untuk sektor konsep acara, namun kinerja yang dihasilkan oleh tim kerja dan dapat dinikmati pemirsa hanya sebesar 3, 873333 ini berarti pemirsa merasa ada yang kurang pada konsep acara program acara Idola Cilik dan wajib untuk diperbaiki atau ditingkatkan lagi.
Musik dan Lagu juga merupakan sektor yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena harapan pemirsa yang sebesar 3, 975 hanya dapat dipenuhi oleh tim
acara Idola Cilik sebesar 3, 716667 ini berarti pemirsa merasa tidak puas terhadap kriteria pilihan lagu dan aransemen musik yang sudah ditampilkan selama ini.
Sektor lain yang juga perlu mendapatkan perhatian selain konsep acara dan musik lagu adalah sektor penilaian. Di sektor ini sangat terlihat jelas dibanding sektor-sektor yang lain angka indeks kepuasannya adalah yang paling rendah, yakni sebesar 0,86653 ini berarti tingkat kepuasan atau kepercayaan pemirsa terhadap sistem penilaian di program acara Idola Cilik masih cukup rendah. Sistem penilaiannya dirasa belum cukup baik untuk memberikan penilaian yang senyatanya terhadap peserta program acara Idola Cilik.
Bintang tamu juga perlu mendapat sedikit perhatian yang agak lebih banyak karena angkanya juga masih kurang, hal ini terjadi karena pemilihan bintang tamu ataupun lagu-lagu yang ditampilkan oleh para bintang tamu dirasa belum mampu mengakomodir keinginan pemirsa setia program acara ini. Dari tabel diatas, sekarang kita akan beralih kepada profil masukan pemirsa terhadap program acara Idola Cilik. Profil masukan pemirsa yang disajikan pada tabel lampiran V merupakan saran-saran yang diberikan pemirsa, dalam hal ini responden untuk lebih meningkatkan daya tarik dan kualitas program Idola Cilik.
Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa 6 dari 30 responden menginginkan kemasan acara hendaknya disesuaikan sesuai segmentasi usia peserta. Jadi diharapkan apabila acara tersebut merupakan acara anak-anak, maka kemasan acaranya lebih menjurus ke hal-hal yang bersifat anak-anak. Seperti misalnya pada tata panggung, pada konsep acara itu sendiri, pemilihan pakaian yang bernuansa lebih anak-anak dimana situasi acara juga dibuat seceria mungkin
dengan menampilkan kesenian atau hiburan yang bersifat anak-anak atau mungkin dapat pula dengan menyisipkan edukasi-edukasi ringan yang berguna bagi perkembangan anak-anak.
Dari profil masukan responden tersebut juga dapat diketahui bahwa 6 dari 30 responden juga menyoroti masalah cerita sedih yang dinilai kurang relevan. Pada dasarnya penambahan cerita mengenai profil peserta ataupun latar belakang peserta dinilai tidak mengganggu dan tidak mempengaruhi hasil polling sms apabila porsinya secukupnya dan sewajarnya. Namun apabila ekspose soal latar belakang peserta atau yang kerap disebut oleh pemirsa dengan ekspose kisah sedih itu porsinya terlalu berlebihan, ini yang dinilai tidak tepat oleh responden karena dikhawatirkan selain menimbulkan kebosanan akibat cerita yang diulang berkali-kali, ekspose kisah sedih ini juga memberikan dampak psikologis yang kurang baik bagi peserta dan juga bagi pemirsa di rumah.
Ekspose kisah sedih yang terlalu berlebihan juga dikhawatirkan menjadikan proses penilaian baik oleh juri maupun oleh pemirsa di rumah menjadi kurang objektif, sehingga sangat sering bahwa peserta-peserta yang mempunyai
background kekurangan atau cerita sedih lebih banyak mendapatkan dukungan dari pemirsa melalui polling dibanding peserta-peserta yang background
keluarganya biasa-biasa saja.
Sistem penilaian juga menjadi sorotan yang cukup tajam pada profil masukan pemirsa, tercatat 13 dari 30 peserta menginginkan bahwa sistem penilaian harus se-fair mungkin. Sistem penilaian hendaknya bersifat terbuka dan dapat diakses oleh pemirsa setiap saat. Sistem penilaian juga sebaiknya
mengkombinasikan hasil penilaian dari juri/komentator dengan hasil pilihan pemirsa lewat metode polling sms, karena yang sekarang sering terjadi adalah banyak dari peserta-peserta yang mempunyai talenta lebih dalam bidang menyanyi justru mendapatkan polling sms yang cukup rendah dari pemirsa, hal ini biasa terjadi apabila peserta tersebut tidak mempunyai cukup dukungan yang kuat dari fansbase-nya atau peserta tersebut tidak mempunyai background keluarga yang dapat diangkat untuk diekspose semisal cerita-cerita sedih.
Responden juga menginginkan adanya audit polling oleh lembaga
independent agar hasil yang dihasilkan benar-benar fair dan tidak perlu lagi beredar kabar-kabar di luar bahwa terjadi manipulasi hasil polling sms pemirsa atau kabar beredar mengenai bahwa sebenarnya siapa-siapa yang akan menjadi pemenang pada program acara ini telah di skenario oleh stasiun televisi yang menayangkan program ini.
Berdasarkan hasil analisis lacak dan juga profil masukan dari responden yang dapat dilihat pada tabel lampiran V berdasarkan harapan mereka terhadap peningkatan daya tarik dan kualitas program acara Idola Cilik maka :
Pemirsa merasa kurang puas terhadap sistem penilaian, konsep acara, musik dan lagu serta bintang tamu/guest star dengan sorotan utama pada sektor konsep acara, musik dan lagu dan sistem penilaian.
Pemirsa merasa perlu diadakan perbaikan dan atau perubahan pada strategi marketing program Idola Cilik
Strategi program Idola Cilik yang selama ini dijalankan adalah strategi penantang pasar, dimana pada saat program Idola Cilik diperkenalkan kepada
masyarakat sebagai reality show berbasis talent scout bidang menyanyi untuk anak-anak pada tahun 2008 di RCTI, sebelumnya sudah lebih dahulu muncul program serupa dengan label AFI Junior pada tahun 2005 di stasiun Indosiar.
Pada saat itu RCTI melakukan segala bentuk upaya dalam kemasan dan promosi untuk dapat mencuri pasar anak-anak dari stasiun televisi Indosiar. Karena fokusnya di awal adalah mencuri perhatian, maka RCTI melakukan serangan terhadap Indosiar dalam hal menyamai kemasan produk, strategi promosi, saluran distribusi. Yang dilakukan oleh RCTI saat itu adalah inovasi produk milik Indosiar, hal itu bisa dilihat dari kemasan acara AFI Junior yang diubah dan dan diolah menjadi tampilan Idola Cilik.
Deferensiasi dalam pemilihan lagu, kalau AFI Junior hanya memilih lagu-lagu yang bernuansa anak-anak untuk dinyanyikan kontestannya maka RCTI menggunakan semua lagu yang masuk ke top chart lagu-lagu di radio-radio, fungsinya untuk lebih banyak lagi menarik penonton dari segala kalangan. Baik kalangan dewasa maupun kalangan anak-anak. Inovasi lain yang dilakukan oleh RCTI (Idola Cilik) adalah bekerja sama dengan salah satu label terkenal, kerjasama timbal balik inilah yang juga berpengaruh pada pemilihan lagu-lagu yang dinyanyikan (kebanyakan adalah lagu-lagu dari hasil publishing label tersebut dan juga bintang tamu). Lebih dari 50 % bintang tamu yang dihadirkan di Idola Cilik adalah bintang tamu yang dinaungi label tersebut. Sementara Idola Cilik sendiri diuntungkan dari segi recording dan publishing kontestan-kontestan pemenang program reality show ini dibawah naungan label tersebut.
Kekurang puasan pemirsa terhadap beberapa sektor merupakan dampak dari strategi penyerang pasar, karena pada awalnya konsep yang dijalankan oleh manajemen adalah konsep untuk mencuri perhatian terlebih dahulu, maka yang dilakukan adalah membuat kemasan acara yang terlihat menarik agar diterima oleh berbagai kalangan tertentu. Ada yang sekadar menyaksikan hanya sebagai sarana hiburan sehingga tidak peduli dengan nilai-nilai yang diangkat dan terkandung didalam program acara ini, namun kalangan yang melihat acara ini dari sisi sarana edukasi terhadap anak-anak menginginkan perbaikan kualitas program acara supaya lebih dapat menyampaikan nilai-nilai edukasi kepada anak-anak. Akan lebih baik kalau fokus nya mulai dialihkan dari strategi yang berfokus terhadap pesaing menjadi strategi yang berfokus terhadap pelanggan. Hal ini dimungkinkan karena pada saat ini RCTI dan program Idola Cilik (Idola Cilik 1-3) sudah menjadi pemimpin pasar, merebut dan menguasai pasar anak-anak dari yang tadinya identik oleh AFI Junior menjadi Idola Cilik.