• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV: GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PROGRAM ACARA

C. Strategi Marketing Communication Mix

2. Indonesian Idol

Dari penjumlahan tiap-tiap skor harapan dan kinerja tiap-tiap butir soal yang diberikan kepada responden dan kemudian dirata-rata, maka didapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel VI

Rerata Harapan, Kinerja dan Indeks Kepuasan tiap sektor di Indonesian Idol

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa penonton Indonesian Idol berharap sebesar 4,033333 pada sektor konsep acara, sedangkan yang senyatanya diperoleh dari kinerja program ini adalah sebesar 3, 841667 sehingga dapat kita ketahui bahwa Indeks kepuasannya hanya sebesar 0, 95248 yang berarti pemirsa merasa kurang puas terhadap sektor konsep acara ini.

Selain itu kita juga dapat mengetahui bahwa bintang tamu/guest star dan pembawa acara/ MC juga cukup mendapat sorotan dari responden ini terlihat dari jumlah harapan penonton yang sebsar 4, 04 dan 4, 08 untuk pembawa acara MC dan bintang tamu/guest star namun angka kinerjanya hanya berkisar 3, 8 sehingga sangat jelas terlihat ada ketidakpuasan pemirsa yang dalam hal ini diwakili oleh responden.

Responden merasa bahwa ada hal-hal yang sekiranya perlu dikurangi dan ditingkatkan lagi dari kedua sektor ini, misalnya memilih MC yang benar-benar dapat atraktif dan komunikatif di panggung tetapi tetap tau porsinya bagaimana yang tepat dalam membawakan acara sehingga tidak ada kesan bertele-tele atau justru terlalu banyak bercanda di atas panggung.

No Keterangan Harapan Kenyataan IKP

1 Konsep Acara 4,033333 3,841667 0,95248

2 Musik & Lagu 3,916667 3,841667 0,98085

3 Pembawa Acara/MC 4,044444 3,8 0,93956

4 Peserta/Kontestan 3,688889 3,655556 0,99096

5 Komentator/Juri 4,183333 3,983333 0,95219

6 Sistem Penilaian 3,866667 3,48333 0,90086

7 Durasi & Waktu Tayang 3,711111 3,48889 0,94012

8 Bintang Tamu/Guest Star 4,083333 3,816667 0,93469

Penampilan bintang tamu yang mungkin perlu diperhatikan adalah supaya slot atau kesempatan bintang tamu untuk menampilkan aksinya bisa sedikit lebih banyak mendapatkan waktu dan jumlah lagu yang ditampilkannya pun lebih banyak dan beragam. Dan yang juga tidak berbeda dari Idola Cilik, sistem penilaian di Indonesian Idol juga dirasa kurang memberikan kepuasan terhadap pemirsa yang dalam hal ini diwakili oleh responden.

Bila dilihat dari angka yang dihasilkan sebagai harapan adalah sebesar 3,866667 sedangkan kinerja yang senyatanya diperoleh adalah sebesar 3, 48333 sehingga indeks kepuasan yang dihasilkan adalah 0,90086. ini berarti sistem penilaian pada program Idola Cilik masih harus diperbaiki ataupun ditingkatkan lagi sehingga pemirsa setia merasa bahwa sistem penilaian dapat dipercaya dan supaya masyarakat semakin yakin bahwa hasil yang disajikan kepada pemirsa di rumah adalah benar-benar hasil yang senyatanya, bukan hasil manipulasi polling sms maupun rekayasa skenario.

Dari tabel di atas sekarang kita akan beralih ke profil masukan responden terhadap program Indonesian Idol yang dapat dilihat pada tabel lampiran VI. Dari profil masukan responden terhadap program acara Indonesian Idol dapat diketahui bahwa 11 dari 30 responden menyoroti sistem penilaian sebagai sektor yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Masukan itu diantaranya mengenai sistem penilaian yang lebih terbuka kepada masyarakat, hendaknya 1 nomer telepon seluler hanya dipergunakan untuk 1 poin yang dihitung dalam polling. Masukan yang kedua mengenai sistem penilaian yang hendaknya mengkombinasikan antara penilaian dari juri dengan hasil polling sms, sehingga peserta yang pada akhirnya

terpilih menjadi pemenang adalah yang benar-benar bertalenta, bukan hanya karena memiliki fansbase yang kuat. Masukan yang ketiga mengenai pentingnya audit terhadap polling sms oleh lembaga yang independent sehingga hasilnya benar-benar fair.

Selain sistem penilaian, hal lain yang juga disoroti oleh responden adalah jam tayang. Sebanyak 4 dari 30 responden menginginkan agar pihak pengelola acara memperhatikan penempatan jam tayang. Hal ini dikarenakan pada penyelenggaraan sesi-sesi yang lalu, waktu tayang yang terlalu lama dipandang kurang menguntungkan baik bagi penonton maupun bagi peserta. Jam tayang yang terlalu malam membuat penonton tidak dapat meyaksikan acara hingga selesai sedangkan bagi peserta, semakin ia mendapat nomor undi yang mengharuskan ia tampil di malam hari, maka kemungkinan untuk mendapatkan banyak dukungan dari penonton semakin kecil, karena jam-jam terakhir biasanya sudah mulai ditinggalkan oleh penonton.

8 dari 30 responden menginginkan supaya tim kreatif program ini lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengolah berbagai komponen sektor pendukung acara, sementara 6 dari 30 responden menginginkan supaya durasi tayang iklan yang selama ini terlalu lama dan terlalu sering dapat dikurangi karena kenyamanan dalam menyaksikan menjadi sedikit terganggu akibat terlalu seringnya break iklan.

Berdasarkan hasil analisis lacak dan juga profil masukan dari responden yang dapat dilihat pada tabel lampiran VI berdasarkan harapan mereka terhadap peningkatan daya tarik dan kualitas program acara Indonesian Idol maka :

 Pemirsa merasa kurang puas terhadap sistem penilaian, konsep acara, pembawa acara/MC dan bintang tamu.

 Pemirsa merasa perlu diadakan perbaikan dan atau perubahan pada strategi marketing program Indonesian Idol.

Strategi yang pada awalnya diterapkan pada acara ini adalah strategi penyerang pasar, karena pada saat acara Indonesian Idol ini diselenggarakan di RCTI program reality show serupa juga diselenggarakan di stasiun Indosiar yakni Akademi Fantasi Indosiar. Reality show di Indosiar ini bahkan tayang terlebih dahulu dibanding Indonesian Idol.

Sebagai penyerang yang berniat merebut pangsa pasar reality show talent scout tingkat remaja-dewasa, RCTI pada waktu itu secara perlahan mulai dapat mengimbangi Indosiar dan justru pada akhirnya merebut pasar. Hal ini dapat dilihat bahwa setelah AFI yang ke 2, AFI semakin lama semakin meredup dan akhirnya hilang. Walaupun sempat terselenggarakan AFI ke 3, AFI 2005 dan AFI 2006 namun gaungnya tidak semegah AFI pertama dan yang kedua tahun 2003 dan 2004.

Sementara AFI mulai meredup, RCTI dengan Indonesian Idolnya semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar. Indonesian Idol justru semakin dikenal dan tetap eksis sampai tahun 2010 yang lalu, walaupun sempat vakum sejenak demi memperbaiki konsep acara. Namun mulai akhir tahun 2010 yang lalu Trans TV yang bernaung dibawah bendera Trans Corp mulai mencoba peruntungan dibidang reality show dengan fokus dibidang menyanyi juga yakni Suara Indonesia.

Trans TV berusaha memposisikan dirinya sebagai pengisi celah pasar karena saat acara ini pertama kali muncul Indonesian Idol sudah selesai masa tayangnya dan belum ada satupun stasiun televisi yang membuat reality show menyanyi namun memperbolehkan peserta bernyanyi secara duo, trio atau vokal group. Selama ini yang ada hanya reality show dengan peserta sebagai single fighter atau bernyanyi solo.

Untuk mengantisipasi hal ini dan untuk tetap memegang posisi sebagai pemimpin pasar, hendaknya RCTI melakukan banyak perbaikan terhadap konsep acara dan konsep marketingnya supaya posisinya tetap aman . strategi pemimpin pasar yang dapat diterapkan itu diantaranya adalah mempertahankan pangsa pasar dan memperluas pangsa pasar.

Cara untuk mempertahankan pangsa pasar yang paling tepat adalah melakukan inovasi terus menerus terhadap program acara Indonesian Idol. Inovasi ini bertujuan supaya tidak ada kebosanan pada pemirsa lama dan terbukanya celah adanya pemirsa baru. Sudah jelas bahwa sebagai pemimpin pasar RCTI harus mempertimbangkan dengan seksama aspek-aspek apa saja yang perlu dipertahankan dan aspek-aspek mana yang bisa dihilangkan atau dirubah dengan potensi resiko yang lebih kecil.

Ada kemungkinan dengan inovasi ini program Indonesian Idol tidak lagi menjadi reality show talent scout yang bersifat solo singer tetapi bisa dikemas seperti program acara pesaingnya, yakni Suara Indonesia. Dengan cara ini, RCTI memperbaharui konsep program acaranya, mengurangi kebosanan penonton/pasar lama dengan sajian konsep acara yang itu-itu saja selama bertahun-tahun dan

punya celah untuk mencuri pasar milik Trans TV pada program acara Suara Indonesia.

Kegiatan Promosi yang dilakukan pada program Idola Cilik dan Indonesian Idol adalah sebagai berikut:

1. Sebelum penyelenggaraan program:  Audisi terbuka di hall daerah-daerah

 Audisi tertutup di sekolah-sekolah terpilih, sanggar-sanggar seni, panti asuhan, sekolah dan kursus musik.

 Bekerja sama dengan radio partner

 Promosi melalui adlib iklan di radio partner

 Memasang iklan di media cetak/tabloid/majalah mengenai formulir dan informasi penyelenggaraan audisi.

 Menitip formulir-formulir di radio partner.

 Promosi lewat media televisi/promosi di media sendiri  Formulir di bundling dengan CD album

 Melalui web RCTI 2. Promosi di tempat audisi :

 Baliho/spanduk

 Penempatan logo di kaos, pulpen dan property lainnya.  Transit advert

 Banner

3. Pada saat pelaksanaan program : 

 Pemasangan iklan di tabloid/majalah, contohnya genie, girls.  Pemasangan iklan/liputan di koran nasional.

 Iklan berupa liputan melalui infotainment milik RCTI  Konfrensi pers yang dipublikasikan melalui web RCTI  Promosi iklan sms

4. Sesudah pelaksanaan program :  Konferensi pers

 Membuat album kontestan  Promo album via road show  Launching album

 Promo album di tabloid melalui pemasangan iklan

Jadi media yang digunakan oleh RCTI untuk melakukan kegiatan promosi adaalah:

 TV sendiri : iklan dan liputan  Radio partner

 Konferensi pers

 Pers rilis/publikasi di www. rcti.tv  Transit advert

 Baliho/banner/spanduk/poster

 Social networking : fanspage facebook  Website khusus : Indonesian Idol

 Media cetak : tabloid, koran dan majalah.

 Mengeluarkan album, bekerjasama dengan Musica Studio dan Sony

Strategi yang mungkin dapat diterapkan dalam meningkatkan daya tarik dan kualitas program acara Idola Cilik dan Indonesian Idol adalah :

 Pengawasan dan evaluasi terhadap komponen-komponen yang dirasa masih kurang, komponen-komponen yang indeks kepuasan pemirsanya masih rendah.

 Susun rencana untuk mengatasi kelemahan/keurangan yang ada dan bagaimana memperbaiki kelemahan itu.

 Maksimalkan bauran promosi untuk menjaga loyalitas pemirsa disamping juga untuk menarik audience baru.

Setelah melihat hasil kuisioner mengenai saran-saran terbuka dari responden, hasil wawancara dengan beberapa narasumber yang diantaranya adalah pendukung acara yakni pemain musik, juri/komentator, peserta dan juga orang tua serta melalui observasi pribadi yang dilakukan di lapangan baik secara langsung, melalui media televisi maupun internet maka bidang advertising, public relation dan sales promotion perlu mendapatkan perbaikan strategi marketing communication mixnya.

Bidang advertising dianggap masih dapat dimaksimalkan, karena selama ini kegiatan advertising yang dilakukan oleh RCTI baru sebatas pada media-media milik sendiri sementara untuk kegiatan public relation dapat memaksimalkan

berinteraksi langsung dengan para pemirsa program acara tersebut yang kebetulan mengakses website maupun fansite tersebut.

Sales promotion dapat memaksimalkan kegiatan penjualan CD hasil rekaman kontestan maupun melalui souvenir-souvenir yang memuat logo atau berciri khas program acara tersebut, misalnya mug, t-shirt, note book, dan yang lainnya. Souvenir-souvenir yang memuat foto maupun logo nama para kontestan pun cukup diminati namun kurang diperhatikan oleh pihak RCTI sehingga justru komunitas-komunitas fansclub yang kemudian berlomba-lomba memproduksi dan

BAB VI PENUTUP

Dokumen terkait