PEMBAHASAN KASUS
3. Kala III
Ibu memasuki kala III, berlangsung selama 4 menit. Setelah bayi lahir maka segera melakukan palpasi untuk memastikan tidak ada kehamilan kembar, setelah yakin tidak ada bayi ke dua, sesuai dengan teori5) kemudian melakukan manajemen aktif kala III, antara lain yaitu : memberikan suntikan oksitosin, melakukan peregangan tali pusat terkendali dan melakukan massase fundus. Setelah terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah, tali pusat memanjang, uterus globuler. Plasenta lahir pukul 12.00 WIB menurut teori lamanya kala III berlangsung tidak lebih dari 30 menit setelah bayi lahir. Hal tersebut menunjukkan kesesuaian antara teori dengan kasus yang ada. Setelah itu memeriksa kelengkapan plasenta : warna plasenta merah segar, selaput plasenta lengkap utuh, kotiledon lengkap 20 buah, diameter± 19cm, ketebalan ± 2,5cm, insersi tali pusat sentralis, panjang tali pusat ± 45 cm, berat plasenta ± 450 gram, lalu masukkan kedalam kendi. Hal ini sesuai dengan teori5) yang menyatakan bahwa setelah plasenta lahir, periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukan plasenta kedalam kantung plastik atau tempat khusus.
4. Kala IV
Pada kala IV keadaan umum ibu baik dengan tanda-tanda vital dalam batas normal. Pada Ny.K terjadi rupture perineum tingkat I, tidak terjadi
85 rembesan pada robekan tetapi atas indikasi estetika maka dilakukan penjahitan dengan metode jahitan jelujur. Sebelum melaksanakan jahitan, pasien tidak diberikan anestesia, hal ini tidak sesuai dengan teori1) menyebutkan bahwa teknik penjahitan memerlukan asisten, anastesi lokal, penerangan lampu yang cukup, serta spekulum dan memperhatikan kedalaman luka.
Menurutteori observasi yang dilakukan pada kala IV yaitu setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam kedua.9) Terdapat kesesuaian antara teori dan kasus dimana pada kasus Ny.K, pemantauan kala IV semua dilakukan dengan baik dan hasilnya di dokumentasikan dalam bentuk catatan dan pengisian partograf dengan lengkap.
Dilakukan vulva hygiene pada Ny.K, kemudian ibu dibersihkan, dipasang pembalut, dan pakaian. Hal ini sesuai dengan teori1) yaitu membersihkan ibu dengan menggunakan air disinfeksi tingkat tinggi. Membersihkan cairan ketuban, lendir, dan darah. Membantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.
Jumlah pendarahan dari kala 1 sampai dengan kala IV adalah ± 150cc, jumlah ini masih dalam batas normal yaitu tidak melebihi 400-500cc, sesuai dengan teori14)
Selama persalinan, penulis melakukan pencatataan hasil observasi dan kemajuan persalinan dan mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal dengan menggunakan partograf, hal ini sesuai dengan5) bahwa partograf dipakai untuk memantau kemajuan dan membantu petugas kesehatan dalam penatalaksanaan partograf dimulai pada pembukaan 4 cm (fase aktif), atau sebagai alat pencatat persalinan untuk menilai keadaan ibu, janin dan seluruh proses persalinan.
Secara keseluruhan, penulis melakukan tindakan sesuai dengan standar asuhan kebidanan.
86
C. NEONATUS
Bayi Baru Lahir Normal adalah bayi yang dilahirkan dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan dengan berat badan lahir dari 2500 gram sampai dengan 4000 gram. Pada kasus ini, bayi yang dilahirkan Ny. K sesuai dengan masa kehamilan yaitu 39 minggu 4 hari. Namun, berat badan lahir tidak sesuai yaitu 2200 gram. Hal tersebut menunjukkan kesesuaian pada masa kehamilan dengan teori namun tidak sesuai dengan berat badan antara teori dengan kasus yang ada.9) Kesimpulan berat bayi Ny. K sesuai dengan teori11). Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi. Bayi Ny. K BBLR karena adanya gangguan pertumbuhan pada kehamilan.
Pada bayi baru lahir didapatkan bayi Ny.K dengan usia kehamilan 39 minggu 5 hari lahir spontan, presentasi kepala, bayi menangis kuat, warna kulit kemerahan, tonus otot baik, jenis kelamin perempuan, anus positif dapat dinilai karena terlihat adanya mekonium dan tidak ada cacat bawaan. Keadaan tersebut sesuai dengan pernyataan10) bahwa tanda-tanda neonatus sehat dan cukup bulan adalah bayi langsung menangis, warna kulit kemerahan dan pergerakan aktif. Asuhan lain yang diberikan pada bayi baru lahir adalah mencegah terjadinya hipotermi, memberikan bayi kepada ibunya untuk segera mendapatkan ASI sedini mungkin dan melakukan bounding attachment, observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital dan melakukan perawatan tali pusat.
Pada bayi Ny.K telah diberikan salep mata Chloramphenicol 1% dan vit K 1 mg. Hal ini sesuai dengan teori10) yaitu Bayi baru lahir diberikan salep mata untuk mencegah penyakit menular seksual kemungkinan terjadi infeksi pada neonatus selama melewati jalan lahir seorang ibu dengan gonorhoe atau klamidia dan pemberian vit K untuk mencegah perdarahan karena defisiensi
87 vitamin K pada bayi baru lahir. Pada bayi Ny.K telah diberikan Imunisasi hepatitis B0 2 jam setelah lahir. Hal tersebut sesuai dengan16) yang menyatakan bahwa Imunisasi hepatitis B0 diberikan dalam 12 jam setelah bayi lahir.
Pada saat 2 jam setelah bayi lahir, dilakukan konsultasi kepada dokter spesialis anak. Advise yang diberikan adalah masukkan bayi dalam inkubator dan dilakukan pemantauan TTV setiap 1 jam. Berikan ASI Eksklusif.
Keadaan neonatus pada kunjungan 6 jam baik, refleks hisap baik, BAB dan BAK normal serta menganjurkan memberikan ASI sedini mungkin. Hal ini sesuai dengan teori menyatakan bahwa salah satu tujuan kunjungan 6 jam adalah pemberian ASI awal.8) Pada kunjungan ini ibu juga diberikan informasi mengenai tanda-tanda bahaya pada bayi dan salah satu penatalaksanaan pada kunjungan 6 jam adalah memberikan informasi pada ibu agar mengenali tanda-tanda bahaya pada bayi.
Pada kunjungan 6 hari keadaan umum bayi baik, tidak ditemukan adanya tanda - tanda infeksi dan tali pusat bayi belum puput. Bayi menyusu dengan kuat karena produksi ASI yang banyak. Hal ini sesuai dengan teori 18) yang menyatakan bahwa pada hari ke 6, merupakan ASI peralihan dari kolostrum menjadi ASI yang matur karena di sekresi dari hari ke-4 sampai hari ke-10. Terjadi peningkatan berat badan sebanyak 400 gram dari berat badan lahir 2200 gram menjadi 2600 gram, hal ini terjadi karena asupan ASI yang cukup. Pernyataan ini sesuai dengan teori10) bahwa tanda ASI cukup adalah bayi bertambah berat badannya.
Pada kunjungan 2 minggu keadaan bayi baik. Penatalaksanaan yang diberikan adalah menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara On Demand (sesuka hati) dan memberikan konseling mengenai imunisasi BCG. Hal ini sesuai dengan teori10) bahwa bayi harus diberi ASI setiap kali ia lapar atau 10-12 kali/24 jam. Terjadi peningkatan berat badan sebanyak 800 gram
88 dari berat badan lahir 2200 gram menjadi 3000 gram lalu sesuai dengan10) yang menyatakan bahwa imunisasi BCG dapat diberikan 0-2 bulan.
Pada kunjungan 6 minggu keadaan bayi baik, bayi berusia 1 Bulan 5 hari, berat sudah 4000gram dan panjang badan 50cm. bayi sudah disuntik BCG.
89
D. NIFAS
Menurut teori bahwa kunjungan nifas dilakukan sebanyak 4 kali kunjungan, yaitu 6 jam setelah persalinan, 6 hari setelah persalinan, 2 minggu setelah persalinan dan 6 minggu6), hal ini sesuai dengan asuhan kebidanan ibu post partum yang diberikan pada Ny.K karena pada kunjungan nifas Ny.K dilakukan sebanyak 4 kali.
Hasil pemeriksaan 6 jam post partum keadaan umum: baik, tekanan darah: 100/70 mmHg, nadi: 82 x/mnt, respirasi: 21 x/mnt, suhu: 36.5ºC, pengeluaran kolostrum: positif, Tinggi Fundus Uteri (TFU): 2 jari bawah pusat, kontraksi: baik, kandung kemih: kosong, perdarahan: normal, lochea rubra, warna merah segar, luka bekas jahitan tidak bengkak, tidak ada bau dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Hal ini sesuai dengan teori6) yang menyatakan bahwa tujuan ibu nifas 6-8 jam salah satunya yaitu pemberian ASI awal.
Karena ibu mendapatkan jahitan maka ibu diberikan penyuluhan tentang perawatan luka perineum yaitu dengan cara: Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, mengajarkan ibu bagaimana cara membersihkan daerah genitalnya dengan sabun dan air bersih setiap kali BAK dan BAB. Sebelum dan sesudah membersihkan alat genitalnya ibu harus cuci tangan sampai bersih, pada waktu mencucinya dari arah depan kebelakang dan mencuci daerah anusnya terakhir dan menyarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari.10). Hal tersebut menunjukkan kesesuaian antara teori dengan kasus yang ada
Pada 6 hari post partum keadaan umum: baik, tekanan darah: 110/80 mmHg, nadi: 81 x/mnt, respirasi: 21 x/mnt, Suhu: 36,5ºC, pengeluaran ASI: positif, involusi berjalan normal, didapatkan data tinggi fundus uteri pertengahan pusat-simfisis, kandung kemih kosong, lochea sanguinolenta warna merah kekuningan berisi darah dan lendir, perdarahan sedikit, tidak
90 berbau, tidak ada tanda-tanda infeksi, luka bekas jahitan sudah kering dan pengeluaran ASI lancar. Hal ini sesuai dengan pernyataan6) bahwa kunjungan 6 hari post partum yaitu, untuk memastikan involusi uterus berjalan normal, evaluasi adanya tanda-tanda deman, infeksi atau perdarahan abnormal, memastikan ibu cukup makan, minum dan istirahat, memastikan ibu menyusui dengan benar dan tidak ada tanda-tanda adanya penyulit.
Setelah 2 minggu masa nifas keadaan umum: baik, tekanan darah: 110/80 mmHg, nadi: 82 x/mnt, respirasi: 19 x/mnt, Suhu: 36,7ºC, pengeluaran ASI: positif, involusi berjalan normal, TFU: tidak teraba, pengeluaran lochea alba. Hal ini tidak dengan pernyataan8) bahwa lochea serosa berwarna agak kuning, cairan tidak berdarah lagi, terjadi pada hari ketujuh sampai keempat belas. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.K adalah mengingatkan pada ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya tanpa tambahan makanan apapun. Hal ini sesuai dengan pernyataan6) bahwa pada kunjungan 2 minggu setelah persalinan adalah memberikan konseling pada ibu mengenai hal-hal berkaitan dengan asuhan pada bayi.
Pada 6 minggu masa nifas keadaan umum baik, tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 81x/m, Rr 19x/m Suhu 36,7 C Pengeluaran ASI positif dan
banyak. TFU sudah tidak teraba dan tidak ada pengeluaran pervaginam. Pemeriksaan KB IUD. Hasil: IUD Tidak ada keluhan, Benang Positif, tidak
91
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. K yang dilaksanakan mulai tanggal 21 Desember 2015 sampai dengan tanggal 22 Febuari 2016, sejak usia kehamilan 35 minggu 5 hari sampai dengan 6 minggu masa nifas Penulis membuat kesimpulan dan saran yang menghubungkan teori dengan kasus yang dialami oleh Ny.K:
1. Penulis telah mampu melakukan pengkajian pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dengan BBLR, dan masa nifas.
2. Penulis telah mampu mengumpulkan data objektif pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dengan BBLR, dan masa nifas.
3. Penulis telah mampu melakukan analisis data (assesment) pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan BBLR, dan masa nifas.
4. Penulis telah mampu melakukan penatalaksanaan asuhan kebidanan pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dengan BBLR, dan masa nifas.
B. SARAN
a. Bagi Lahan Praktek
Di harapkan agar lahan praktek dapat melakukan asuhan kebidanan kepada ibu sesuai dengan teori yang sedang berlaku serta selalu menambah keterampilannya.
92
b. Untuk institusi pendidikan
Di harapkan mahasiswa mudah untuk mencari buku-buku di perpustakaan dengan sumber-sumber terbaru terutama dalam hal kebidanan agar mahasiswa mudah untuk mencari sesuai referensi untuk pembuatan tugas.
c. Untuk Mahasiswa
Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir serta Keluarga Berencana.