• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI(Lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES(Continued)

r. Aset dan Liabilitas Keuangan(Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities

Instruments(Continued)

ii. Penurunan Nilai dari Aset Keuangan (Lanjutan)

ii. Impairment of Financial Assets (Continued)

Ketika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapus bukukan dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Beban penurunan nilai yang terkait dengan piutang diklasifikasikan ke dalam “Cadangan Kerugian Penurunan Nilai”.

When a receivable is uncollectible, it is written off against the related allowance for impairment losses. Such receivable are written-off after all the necessary procedures have been completed and the amount of the loss has been determined. Impairment charges relating to receivable, is classified in “Allowance for Impairment Losses”.

Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan, dengan menyesuaikan cadangan kerugian penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi konsolidasi.

Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapus bukukan sebelumnya, jika pada periode berjalan, dikreditkan pada cadangan kerugian penurunan nilai, sedangkan jika setelah tanggal neraca, dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya.

If, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognised the previously recognised impairment loss is reversed by adjusting the allowance for impairment losses. The amount of the reversal is recognised in the consolidated statements of income.

Subsequent recoveries of previously written off receivables, if in the current period, are credited to the allowance for impairment losses, but if after balance sheet date, are credited to other operating income.

iii. Liabilitas Keuangan iii. Financial Liabilities

Kewajiban keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, hutang dan pinjaman. Pada tanggal neraca, Grup memiliki ke dua jenis kewajiban keuangan. Grup menetapkan klasifikasi atas kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal.

Grup mengklasifikasikan kewajiban keuangan dalam kategori (a) kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (b) kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang telah ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2006) are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings. As at the balance sheet date, the Group has both type of financial liabilities. The Group determines the classification of its financial liabilities at intial recognition.

The Group classifies its financial liabilities in the category of (a) financial liabilities at fair value through profit or loss and (b) financial liabilities measured at amortised cost. Financial liabilities are derecognised when the obligations under the contract is discharged or cancelled or expired.

POLICIES(Continued)

r. Aset dan Liabilitas Keuangan(Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities

Instruments(Continued)

iii. Liabilitas Keuangan (Lanjutan) iii. Financial Liabilities (Continued)

a. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kategori ini terdiri dari kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan .Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif diklasifikasikan sebagai kewajiban diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai diperdagangkan disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi sebagai Laba (Rugi) Perubahan Nilai Wajar Derivatif- Bersih”.

a. Financial liabilities at fair value through profit or loss

This category consists of financial liabilities classified as trading. Financial liabilities are classified as trading if acquired primarily for the purpose of sale or repurchase in the near future. Derivatives classified as trading liabilities unless specified and effective as hedging instruments

Advantages and disadvantages arising from changes in fair value of financial liabilities classified as trading are presented in the consolidated income statement as Gain (Loss) Change in Fair Value of Derivatives-Net ".

b. Kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi

Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Setelah pengakuan awal, Grup mengukur seluruh kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

b. Financial liabilities atamortised cost

Financial liabilities that are not classified as financial liabilities measured at fair value through profit or loss are categorized and measured by amortized cost.

After initial recognition, the Group measures all financial liabilities at amortised cost using effective interest rate method.

iv. Penghentian Pengakuan iv. Derecognition

Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika asset keuangan tersebut telah dialihkan dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset telah ditransfer (jika, secara substansial seluruh risiko Dan manfaat tidak ditransfer, maka Grup melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kontrol yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan). Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang telah ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Financial assets are derecognized when the contractual rights to receive the cash flows from these assets have ceased to existor the assets have been transferred and substantially al lthe risks and rewards of ownership of the assets are also transferred (that is, if substantially all the risks and rewards have not been transferred, the Group tests control to ensure that continuing involvement on the basis of any retained powers of control does not prevent derecognition). Financial liabilities are derecognised when the obligations under the contractis discharged or cancelledor expired.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI(Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES(Continued)

r. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities

Instruments (Continued)

v. Reklasifikasi Instrumen Keuangan v. Reclassification of Financial Instruments

Grup tidak mereklasifikasi instrumen keuangan dari atau ke kategori instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selama instrumen keuangan tersebut dimiliki atau diterbitkan.

The Group does not reclassify any financial instruments out of or into the fair value through profit orl oss category while it is held or issued.

Grup tidak mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo melebihi jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo (lebih dari jumlah yang tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah nilai investasi dimiliki hingga jatuh tempo), kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut:

The Group does not classify any financial assets as held-to-maturity if the entity has, during the current financial year or during the two preceding financial years, sold or reclassified more than an insignificant amount of held-to-maturity investments before maturity (more than in significant in relation to the total amount of held to maturity investments) other than sales or reclassifications that:

- dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali dimana perubahan suku bunga pasar tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai wajar asset keuangan tersebut; - terjadi setelah Grup telah memperoleh

secara substansial seluruh jumlah pokok awal aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau pelunasan dipercepat atau

- terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali Grup, tidak berulang Dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh Grup.

- are so close to maturity or the financial asset's call date that changes in the market rate of interest would not have a significant effect on the financial asset's fair value;

- occur after the Group has collected substantially all of the financial asset's original principal through scheduled payments or prepayments or

- are attributable to an isolated event that is beyond the Group's control, is non- recurring and could not have been reasonably anticipated by the Group.

vi. Saling Hapus Instrumen Keuangan vi. Offsetting Financial Instruments

Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus buku dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca konsolidasi jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan.

Financialassets and liabilities are offset and the net amount presented in the consolidated balance sheets when there is a legally enforceable right to off set the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis or realise the asset and settle the liability simultaneously.

POLICIES(Continued)

r. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities

Instruments (Continued)

s. Goodwill s. Goodwill

Perusahaan menerapkan secara prospektif utuk goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum 1 Januari 2011. Oleh karena itu entitas:

Company adopted prospectively utuk goodwill earned from the date of its acquisition of business combinations prior to January 1, 2011. Therefore, the entity:

a. Menghentikan amortisasi goodwill sejak awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.

a. Discontinue the amortization of goodwill since the beginning of the fiscal year period beginning on or after January 1, 2011.

b. Mengeliminasi jumlah tercatat yang terkait dengan akumulasi amortisasi sehubungan penurunan goodwill pada awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.

b. Eliminate the carrying amount of accumulated amortization related to the decline in respect of goodwill at the beginning of the fiscal year beginning on or after January 1, 2011.

c. Melakukan uji penurunan nilai atas goodwill sesuai dengan PSAK 48 (revisi 2009): penurunan nilai aset sejak awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.

c. Impairment test of goodwill in accordance with IAS 48 (revised 2009): a decrease in asset value since the beginning of the period of the fiscal year beginning on or after January 1, 2011.

Pada awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum 1 Januari 2011, jumlah tercatat goodwill negatif dihentikan pengakuannya dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.

In the early period of the fiscal year beginning on or after January 1, 2011 are derived from the date of its acquisition of business combinations prior to January 1, 2011, the carrying amount of negative goodwill by doing adjustment against retained earnings as of the beginning of the early period of the fiscal year beginning on or after January 1, 2011.

3. AKUISISI TIP DAN PRA 3. ACQUISITION OF TIP AND PRA

Pada tahun 2010, berdasarkan Akta Jual Beli saham No. 20, 21 dan 22 tanggal 27 Oktober 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H., Perusahaan telah mengakuisisi 49.490 lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,98% atas saham TIP dan 50.510 lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,99% atas saham PRA.

Transaksi pembelian saham TIP dan PRA dilakukan masing - masing dengan harga perolehan sebesar Rp 71.364.580.000 dan Rp 144.751.558.000 melalui penerbitan surat promes.

In 2010, based on Deed of Sale and Purchase of shares No. 20, 21 and 22 dated October 27, 2010, passed before by Notary Benediktus Andy Widyanto, S.H., the Company has acquired 49,490 shares, equivalent to 99.98% ownership of the shares of TIP and 50,510 shares, equivalent to 99.99 % of shares in PRA.

The share purchase of TIP dan PRA was settled through the issuance of promissory notes of Rp 71,364,580,000 and Rp 144,751,558,000

Dokumen terkait