Halaman/
Pages
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report
Laporan Keuangan Financial Statements
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
1 - 2 Consolidated Statement of Financial
Position
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
3 Consolidated Statements of
Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
4 Consolidated Statements of Changes in Shareholder’s Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan
Konsolidasian 6 - 66
Notes to the Consolidated Financial Statements
Catatan/ Notes 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des. 2010/ Dec. 31, 2010 ASET ASSETS
Aset Lancar Current Assets
Kas dan setara kas 2e, 4 41.990.769.984 15.522.864.959 Cash and Cash Equivalents
Piutang usaha Trade Receivables
- Pihak ketiga 2g,2q,2r, 5 77.296.407.969 61.618.417.576 Third party -
Piutang lain-lain
- Pihak yang berelasi 2c,6 6.145.100.846 19.888.383.554
Other receivables Related party -
Persediaan 2h, 7 494.770.738 235.044.418 Inventory
Biaya dibayar dimuka
dan uang muka 2i,8 35.056.531.871 33.222.483.465
Prepaid expenses and advance payment
Pajak dibayar dimuka 2o, 11a 1.586.379.621 4.288.668.784 Prepaid taxes
Jumlah Aset lancar 162.569.961.029 134.775.862.756 Total Current Assets
Aset Tidak Lancar Non - Current Assets
Aset pajak tangguhan 2o,11d 4.250.034.608 652.637.861 Deffered tax asset
Aset Tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar Rp 154.407.370.924 per 30 Juni 2011 dan Rp
137.526.515.651 pada tahun 2010 2j,2k,9 512.599.314.834 528.927.222.558
Fixed assets- net of accumulated depreciation
of Rp 154,407,370,924 in June 30, 2011 and Rp 137,526,515,651 in 2010
Aset lain-lain– bersih 10 46.635.514.385 82.991.963.585 Other Asset– net
Goodwill 37 170.517.033.466 170.517.033.466 Goodwill
Jumlah Aset Tidak Lancar 734.001.897.293 783.088.857.470 Total Non - Current Assets
Catatan/ Notes 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des. 2010/ Dec. 31, 2010
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities
Hutang bank jangka pendek 12 21.744.980.203 29.742.917.780 Bank loan (Short term)
Hutang usaha
- Pihak ketiga 13 22.705.381.186 8.290.765.153
Account payable Third parties-
Uang muka penjualan 14 16.160.733.110 11.893.162.722 Unearned revenue
Hutang pajak 2o,11b 28.763.122.839 22.972.414.519 Taxes payable
Hutang lain-lain 2c,2r, 15 31.761.078.054 57.362.275.160 Other payable
Biaya yang masih harus dibayar 16 9.582.684.937 1.897.249.508 Accrued expenses
Hutang surat promes 2q,2r, 17 209.077.493.139 209.077.493.139 Promissory notes
Hutang jangka panjang - bagian yang jatuh tempo dalam setahun
Current maturities of long term liabilities
Hutang bank 19 109.448.964.135 117.175.790.676 Bank loan
Hutang sewa pembiayaan 2k, 20 1.442.779.144 978.446.630 leasing
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 450.687.216.747 459.390.515.287 Total Current Liabilities
Liabilitas Jangka Panjang Non Current Liabilities
Liabilitas pajak tangguhan 2o,11d 789.884.728 1.009.364.210 Deferred tax liabilities
Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam setahun
Long term liabilities net - of
current maturities
Hutang bank 19 199.513.449.690 257.288.663.373 Bank loan
Hutang sewa pembiayaan 2j, 20 2.062.106.060 876.287.264 Leasing
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja
karyawan 2n,18 13.038.223.656 11.451.824.305
Estimated liability for employee benefits
Hutang kepada pihak yang berelasi
2c,2q,2r,
21 23.903.753.652 14.655.798.203 Due to related parties
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 239.307.417.786 285.281.937.355 Total Non-Current Liabilities
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk
Equity attributable to Owners of the Parent Company
Modal saham - nilai nominal Rp100 Capital stock-par value Rp 100
Modal dasar - 2.718.055.000 saham Authorized - 2,718,055,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor
penuh 679.513.750 lembar saham 23 67.951.375.000 67.951.375.000
Issued and fully paid - 679,513,750 shares
Tambahan modal disetor 2l, 24 (81.628.165) (81.628.165) Additional paid in capital
Ekuitas hak konversi
pemegang surat promes 2q, 17 7.038.644.861 7.038.644.861
Promissory notes holder's conversion equity
Saldo Laba Retained earning
Telah ditentukan penggunaannya 40.000.000 40.000.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 29.960.967.753 2.382.819.402 Unappropriated
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik induk 104.909.359.449 77.331.211.098
Equity attributable to Owners of the Parent Company
Kepentingan non pengendali 2b, 22 101.667.864.340 95.861.056.486 Non-controlling interest
Ekuitas - Bersih 206.577.223.789 173.192.267.584 Equity - Net
JUMLAH LIABILITAS
DAN EKUITAS 896.571.858.322 917.864.720.226
TOTAL LIABILITIES AND SHAREHOLDERS’EQUITY
Catatan/ Notes 30 Juni 2011/ June 30, 2011 30 Juni 2010 / June 30, 2010 (Tidak diaudit / Unaudited) PENDAPATAN 2f,25 393.894.799.606 7.626.943.214 REVENUE
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2f,26 295.142.172.044 5.663.053.574 COST OF REVENUE
LABA KOTOR 98.752.627.562 1.963.889.640 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Pemasaran 2f, 27 1.070.814.684 36.880.000 Marketing
Administrasi dan Umum 2f, 28 34.420.445.097 1.628.864.197 General and administration
Jumlah Beban Usaha 35.491.259.781 1.665.744.197 Total Operating Expenses
LABA USAHA 63.261.367.781 298.145.443 INCOME FROM OPERATIONS
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSES)
Pendapatan bagi hasil - bersih 3.862.352.325 - Revenue Sharing – Net
Beban bunga (25.152.788.394) - Interest Expenses
Laba (rugi) selisih kurs 7.466.641.564 - Gain (loss) on forex exchange
Administrasi bank (237.736.850) (1.359.000) Bank administration
Lain-lain - bersih (2.362.908.704) (8.041.761) Miscellaneous – net
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih (16.424.440.059) (9.400.761) Other Income (Expenses) - Net
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
(Beban) 46.836.927.722 288.744.682
Income Before Tax Benefit (Expense)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN 2o,11c
TAX BENEFIT (EXPENSE)
Kini (17.272.401.821) (51.208.920) Current
Tangguhan 3.820.430.304 2.096.111 Deffered
Beban Pajak - bersih (13.451.971.517) (49.112.809) Tax Expense - Net
Laba Komprehensif 33.384.956.205 241.008.638 Comprehensive Income
Jumlah Laba Komprehensif Total Comprehensive Income
Diatribusikan Kepada : Attributable to:
Pemilik Entitas Induk 27.578.148.351 239.631.873 Owners of the Parent Company
Kepentingan Non pengendali 5.806.807.854 1.376.765 Non-controlling interest
33.384.956.205 241.008.638
Laba bersih yang Comprehensive Income
Diatribusikan Kepada : Attributable to :
Pemilik Entitas Induk 27.578.148.351 239.631.873 Owners of the Parent Company
Kepentingan Non pengendali 5.806.807.854 1.376.765 Non-controlling interest
33.384.956.205 241.008.638
DASAR * 2p, 30 40,59 0,35 * BASIC
DILUSIAN * 2p, 31 27,55 0,35 * DILUTED
* Dinyatakan dalam angka penuh Rupiah per saham
* Expressed in full amount of Rupiah per share
Ekuitas hak Pemegang surat Hutang Promes /
Saldo Laba / Retained Earning
Total yang diatribusikan ke pemilik entitas Induk / Modal Saham / Share Capital Tambahan Modal Disetor / Paid in capital Promissory Notes Holder's Conversion Equity Telah ditentukan penggunaanya / Approriated Belum ditentukan penggunaanya / Unappropriated Total Comprehensive Income Attirbutable to Parent Entity Kepentingan non pengendali/ Non-controlling
Interest Total / Total
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo Per 31 Desember
2009 67.951.375.000 (81.628.165) 40.000.000 1.457.626.660 69.367.373.495 361.487.535 69.728.861.030
Balance As of December 31, 2009
Laba Bersih - - - - 239.321.578 239.321.578 1.687.060 241.008.638 Net Income
Saldo Per 30 Juni 2010 (tidak diaudit) 67.951.375.000 (81.628.165) - 40.000.000 1.696.948.238 69.606.695.073 363.174.595 69.969.869.668 Balance, as of June 30, 2010 (Unaudited)
Saldo per 1 Januari
2011 67.951.375.000 (81.628.165) 7.038.644.861 40.000.000 2.382.819.402 77.331.211.098 95.861.056.486 173.192.267.584 Balance, as of January 1, 2011 Laba bersih 27.578.148.351 27.578.148.351 5.806.807.854 33.384.956.205 Net income Saldo per 30 Juni 2011 67.951.375.000 (81.628.165) 7.038.644.861 40.000.000 29.960.967.753 104.909.359.449 101.667.864.340 206.577.223.789 Balance as of June 30, 2011
2011 (6 bulan/ 6 months) 2010 (6 bulan/months) (Tidak diaudit / Unaudited)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari pelanggan 382.484.379.601 10.344.643.696 Cash receipts from customers
Pembayaran kas kepada pemasok dan
operasional (311.442.775.403) (7.411.009.727)
Cash paid to supplier and operational
Kas diperoleh dari aktivitas operasi 71.041.604.198 2.933.633.969 Cash provided by operating activities
Pembayaran pajak (8.775.850.263) (37.687.667) Payments for taxes
Beban bunga (25.152.788.394) - Interest expense
Pendapatan (beban) lain-lain 8.704.948.502 26.770.916 Other income (expenses)
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi 45.817.914.043 2.922.717.218
Net cash provided by Operating activities
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
CASH FLOWS FOR INVESTING ACTIVITIES Penambahan aset tetap (4.834.737.380) (1.275.000.000) Additions to fixed assets
Penjualan aset tetap 1.621.600.000 - Sales of fixed assets
Penurunan aset lain – lain 34.375.599.200 - Decrease of other assets
Kas bersih diperoleh dari (digunakan
untuk) aktivitas investasi 31.162.461.820 (1.275.000.000)
Net cash Provided by (used for) Investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES (Penurunan) kenaikan hutang pihak yang
berelasi
21.337.355.654 (50.000.000) (Decrease) increase in payables to related parties
Pembayaran hutang bank (73.499.977.801) - Payment of bank loan
Pembayaran hutang sewa pembiayaan 1.650.151.310 - Payments of Lease payments
Kas bersih digunakan untuk aktivitas
pendanaan (50.512.470.837) (50.000.000)
Net cash used for Financing activities
KENAIKAN KAS
DAN SETARA KAS 26.467.905.025 1.597.717.218
INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN 15.522.864.959 3.479.729.271
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN 41.990.769.984 5.077.446.489
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF YEAR Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas
Penambahan aset tetap – sewa pembiayaan melalui hutang sewa
pembiayaan 2.826.913.624 -
Activities that unaffect cash flows: The addition of fixed assets – lease
financing through lease payables
(dalam Rupiah) (in Rupiah)
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establisment and General Information
PT Rukun Raharja Tbk, (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 290 tanggal 24 Desember 1993 dari Ir. Rusli, S.H. dan diubah dengan akta No. 163 tanggal 19 Februari 1994 dari Kristianto, SH, Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.C2.12743.HT.01.01-Th 94 tanggal 23 Agustus 1994. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 49 tanggal 22 Mei 2008 dari Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta sehubungan dengan perubahan seluruh Anggaran Dasar dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas nomor 40 tahun 2007. Perubahan anggaran dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-85276.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 13 Nopember 2008, dan akta No. 33 tanggal 26 Februari 2009 dari Ny, Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta sehubungan
dengan peningkatan modal dasar perusahaan dari Rp 116.070.000.000 menjadi Rp 271.805.500.000. Perubahan akta ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. AHU-09932.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 30 Maret 2009.
PT Rukun Raharja Tbk, (Company) was established under notarial deed No. 290 dated December 24, 1993 of Ir. Rusli, S.H., and amended by deed. No. 163 dated February 19, 1994 by Kristianto, S.H., Notary in Jakarta. This deed was approved by the Minister of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia No. C2.12743.HT.01.01-Th 94 dated August 23, 1994. The Company’s Articles of Association have been amended several times, most recently by deed No. 49 dated May 22, 2008 of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notary in Jakarta, concerning the changes of Articles of Association as compliance to the provisions of the Laws number 40 of 2007 concerning “Corporate Law”. This amendment was approved by the Minister of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia No. AHU-85276.AH.01.02.Tahun 2008 dated November 13, 2008, and deed No. 33 dated February 26, 2009 by Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notary in Jakarta concerning the increase in Company’s authorized capital from Rp 116,070,000,000 to Rp 271,805,500,000. The amendment of such deed was approved by the Minister of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia by its Decree No. AHU-09932.AH.01.01. 2009 dated March 30, 2009.
Berdasarkan Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 5 Januari 2010 yang dinyatakan kembali berdasarkan Akta No. 01 dihadapan Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, SH Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui untuk membatalkan seluruh keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 5 Maret 2009 tersebut, serta melakukan perubahan susunan Direksi dan Komisaris
Based on the Minutes of the Extraordinary Meeting of Shareholders dated Januari 5, 2010 which was stated by Deed No. 01 passed before Ny Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notary in Jakarta, the shareholders approved to cancel shareholders decision on General Meeting of Shareholders dated March 5, 2009 and approved to changes Company’s Board of Director and Commisioner composition.
Berdasarkan Notulen Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 5 Maret 2009 dan Akta No. 19 tanggal 14 September 2009 dari Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta para pemegang saham menyetujui :
1. Penawaran Umum Terbatas II kepada pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak - banyaknya 2.038.541.250 saham biasa atas nama. 2. Melakukan akuisisi PT Gelar Karya Raya
dan PT Baratama Mutiara Pertiwi yang bergerak di bidang pertambangan Timah. 3. Mengubah pasal 3 Anggaran Dasar. 4. Meningkatkan modal dasar.
Based on the Minutes of the General Meeting of Shareholders dated March 5, 2009 and deed 19 dated September 14, 2009 of Ny Poerbaningsih Adi Warsito, S.H, Notary in Jakarta, the shareholders approved:
1. Rights Issue II to the shareholders in connection with the issuance of Preemptive Rights (ER) as much of 2,038,541,250 registered ordinary shares.
2. The acquisition of PT Gelar Karya Raya and PT Baratama Mutiara Pertiwi engaged in tin mining.
3. Change of article 3 of the Articles of Association.
(dalam Rupiah) (in Rupiah)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) a. Establisment and General Information
(Continued) Pada tanggal 22 Juni 2005 yang dilanjutkan
tanggal 29 Juni 2005 diadakan Rapat Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang aktanya dibuat dihadapan Notaris Ny. Perbaningsing Adi Warsito, SH No.82.
On June 22, 2005 which was continued on June 29, 2005 Limited General Meeting was held I with Pre-emptive Rights (ER), notarized by Notary Ny. Perbaningsing Adi Warsito, SH 82.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 1 tanggal 9 juli 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Ny Rini Yulianti, S.H., pemegang saham telah menyetujui perubahan bidang usaha Perusahaan dari sebelumnya bergerak dalam bidang real estat menjadi bergerak dalam bidang penyedia energi terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir.
Based on the Deed of Extraordinary General Shareholders No. 1 dated July 9, 2010 that made before Notary Mrs. Rini Yulianti, SH, the shareholders have approved changing the Company's previous line of business is engaged in real estate to be engaged in the integrated energy providers from upstream to downstream.
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. AHU-35808.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 16 Juli 2010.
The amendment of the Articles of Association of the Company has obtain the approval from the
Minister of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia based on its Decree No. AHU-35808.AH.01.02.Tahun 2010 dated July 16, 2010.
Maksud dan tujuan perusahaan sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar adalah :
Company purposes and objectives in accordance with Article 3 of the Articles of Association are as follows :
- Menjalankan usaha dibidang jasa atau pelayanan yang meliputi jasa-jasa penunjang pertambangan minyak dan gas bumi, penyediaan tenaga listrik, konsultasi bidang pertambangan, pengelolaan kepelabuhan, bongkar muat peti kemas, pengelolaan dan penyewaan bangunan, sarana penunjang perusahaan properti dan konsultasi bidang
perencanaan dan pengawasan
pembangunan;
- - To carry out a business in the service which include supporting services to oil and gas mining, power generation, mining consulting, port services, loading and unloading containers, building management and rental, supporting utilities of property company and consultancy in planning and construction supervision;
- Menjalankan usaha dibidang pertambangan yang meliputi pendistribusian, penyimpanan gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM), pengembangan, pengelolaan dan pengoperasian infrastruktur gas dan perdagangan kapasitas pipa transmisi gas dan BBM serta kegiatan usaha penunjang;
- - To carry out business in mining, including distribution and storage of gas and fuel oil
(Bahan Bakar Minyak - BBM),
development, management and operation of gas infrastructure and provide fuel and gas transmission pipeline and related business activities;
- Menjalankan usaha penunjang yang meliputi usaha pemborongan, perdagangan antara lain perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat dan properti; perdagangan impor, ekspor, lokal serta antar pulau,demikian pula usaha-usaha perdagangan besar, sebagai agen, leveransir, grosir,dan distributor; bertindak sebagai perwakilan dari badan-badan, perusahaan-perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri.
- - To carry out supporting business including contracting, trading such as trading related with real estate and property; import, export, local and inter-island trading, as well as large commercial enterprises, as agents, suppliers, wholesalers, and distributors; act as representatives of agencies, other companies both inside and outside the country.
(dalam Rupiah) (in Rupiah)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) a. Establisment and General Information
(Continued)
Susunan pengurus Perusahaan per 30 Juni 2011 sesuai dengan akta No.2 tanggal 1 Juni 2011 dari Ny. Rini Yulianti, SH Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut :
The composition of the Company's managements as of June 30, 2011 based on deed No.2 dated June 1, 2011 from Ny. Rini Yulianti, SH Notary in Jakarta, are as follows:
Dewan Komisaris The Board Commissioners
Komisaris Utama : Hapsoro : President Commissioner
Komisaris : Farouk Rais : Commissioner
Komisaris : Muhammad Senang Sembiring : Commissioner
Dewan Direksi The Board of Directors
Direktur Utama : Budiman Parhusip : PresidentDirector
Direktur : Priyo S.Brodjonegoro : Director
Direktur : Djauhar Maulidi : Director
Per tanggal 30 Juni 2011, susunan komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut :
As of June 30, 2011, the members of the Company’s audit committee are as follows:
Komite Audit Audit Committee
Ketua Komite Audit : M. Senang Sembiring : Head of Audit Committe
Anggota : Agus Haryanto : Member
Anggota : Budi R. Sinaga, S.H : Member
Kompensasi dewan komisaris dan direksi sebesar Rp 1.908.600.000 dan Rp 966.339.700 untuk periode enam bulan yang berakhir tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010.
Compensation of the board of commissioners
and board of directors amounted to Rp 1,908,600,000 and Rp 966,339,700 for the
years ended June 30, 2011 and December 31, 2010.
Susunan pengurus Perusahaan per 31 Desember 2010 sesuai dengan akta No. 15 tanggal 24 Juni 2010 dari Ny. Rini Yulianti, Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut :
The composition of the Company's managements as of December 31, 2010 based on deed No. 15 dated June 24, 2010 from Ny. Rini Yulianti, Notary in Jakarta, are as follows:
Dewan Komisaris The Board Commissioners
Komisaris Utama : Hapsoro : President Commissioner
Komisaris : Farouk Rais : Commissioner
Komisaris : Muhammad Senang Sembiring : Commissioner
Komisaris : Ricardo Suhendra Wijawan : Commissioner
Dewan Direksi The Board of Directors
Direktur Utama : Budiman Parhusip : PresidentDirector
Direktur : Priyo S.Brodjonegoro : Director
Direktur : A. Rifky Zarkoni : Director
Direktur : Ifiandiaz Nazsir : Director
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Mayapada Tower Lantai 21 Jalan Jendral Sudirman Kav.2, Jakarta Selatan dan memulai kegiatan usaha pada bulan Februari 2002.
The Company is domiciled in Jakarta and its head office is located in Mayapada Tower Floor 21 Jalan Jendral Sudirman Kav.2, South of Jakarta and started business operations in February 2002.
Jumlah karyawan Perusahan dan Anak Perusahaan sebanyak 363 dan 341 orang
Number of Company and subsidiaries employees are 363 and 341 persons
(dalam Rupiah) (in Rupiah)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
b. Penawaran Umum Efek b. Company’s Public Offering
Pada Tanggal 31 Desember 2002, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat Nomor S-2699/PM/2002 untuk melakukan penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat sejumlah 120.000.000 lembar saham disertai dengan waran sebanyak 84.000.000 lembar waran yang diberikan secara cuma-cuma. Setiap pemegang satu waran berhak membeli satu saham Perusahaan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 per saham. Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 22 Januari 2003 sampai dengan 22 Januari 2006. Bila waran tidak dilaksanakan sampai dengan masa berlaku habis, maka waran tersebut menjadi kadaluarsa. Seluruh saham tersebut telah dicatat di Bursa Efek Surabaya tanggal 22 Januari 2003.
On December 31, 2002, the Company obtained the effective statement approval from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) on its letter No. S-2699/PM/2002 to do public offeringof its shares of 120,000,000 shares along with warrants as much as 84,000,000 shares of warrants allotted free of charge. Each holder of a warrant is entitled to purchase one share of the Company with an exercise price of Rp 110 per share. Purchases can be made during the execution period starting on January 22, 2003 until January 22, 2006. If the warrants are not exercised until the period of validity expires, the warrants shall be expired. All shares have been listed on the Surabaya Stock Exchange on January 22, 2003.
Pada tanggal 28 Juni 2005, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat Nomor : S1697/PM/2005 untuk melakukan penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak - banyaknya 467.500.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham, dengan ketentuan setiap pemegang 4 (empat) saham lama berhak atas 5 (lima) HMETD untuk membeli 5 (lima) saham baru. Jumlah saham hasil penawaran umum terbatas I adalah sebanyak 362.718.750 lembar.
On June 28, 2005, the Company obtained the effective statement approval from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) on its letter No: S1697/PM/2005 to do Right Issue I to the shareholders in the framework of the issuance of Preemptive Rights (ER) as much as 467,500,000 registered ordinary shares with a nominal value of Rp 100 per share, provided that each holder of 4 (four) old shares are entitled to 5 (five) pre-emptive rights to purchase 5 (five) new shares. The number of shares of public offering I was as much as 362,718,750 shares.
c. Anak Perusahaan c. Subsidiaries
Persentase kepemilikan Perusahaan dan jumlah aset Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :
The percentaged of ownership of the Company and total assets of the Subsidiaries are as follows : Anak Perusahaan/ Subsidiaries Kedudukan/ Domicile Tahun Usaha Komersial / Year Commercial Operations Ruang Lingkup Usaha/ Scope of Activities Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership
Total Aset dalam Milyar Rupiah sebelum Jurnal Eliminasi / Total Asset in Billions of Rupiah before Elimination Entries 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des 2010/ Dec 31, 2010 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des 2010/ Dec 31, 2010 PT Cahya Saguna Niketana (CSN) Jakarta, Bitung 2002 Jasa kepelabuhan/ port services 99,00% kepemilikan langsung / direct ownership 99,00% kepemilikan langsung / direct ownership 39,12 41,82
(dalam Rupiah) (in Rupiah)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
c. Anak Perusahaan c. Subsidiaries
Anak Perusahaan/ Subsidiaries Kedudukan/ Domicile Tahun Usaha Komersial / Year Commercial Operations Ruang Lingkup Usaha/ Scope of Activities Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership
Total Aset dalam Milyar Rupiah sebelum Jurnal Eliminasi / Total Asset in Billions of Rupiah before Elimination Entries 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des 2010/ Dec 31, 2010 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des 2010/ Dec 31, 2010 PT Panji Raya Alamindo (PRA)
Jakarta 2007 Investasi, induk perusahaan dari EHK dan SNB / Investment, parent company of EHK and SNB 99,99% kepemilika n langsung / direct ownership 99,99% kepemilika n langsung / direct ownership 605,93 574,23 PT Triguna Internusa Pratama (TIP) Jakarta, Cilegon
2007 Transmisi gas dan kompresi gas/ Gas transmission and gas compressor 99,98% kepemilika n langsung / direct ownership 99,98% kepemilika n langsung / direct ownership 193,55 194,27 PT Energasindo Heksa Karya (EHK) Jakarta, Jawa Barat, Jambi 2005 Distributor gas alam / Natural gas
distributor 80,00% kepemilika n tidak langsung / indirect ownership 80,00% kepemilika n tidak langsung / indirect ownership 340,13 333,34 PT Suryandra Nusa Bhakti (SNB)
Jakarta 1997 Pengisian gas elpiji dan Induk perusahaan dari CBJ, SWK, SMJ, THN, SCJ, AGU / LPG’s filling stationand parent company of CBJ, SWK, SMJ, THN, SCJ, AGU 55,96% kepemilika n tidak langsung / indirect ownership 55,96% kepemilika n tidak langsung / indirect ownership 180,59 185,48 PT Chandrabhakti Jasatama (CBJ)
Jakarta 2006 Distributor elpiji /
LPG distributor 99,96% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 99,96% kepemili kan tidak langsung / indirect ownershi p 36,03 37,26 PT Sumbahan Wirakartika (SWK)
Cilegon 1992 Pengisian gas elpiji / LPG filling station 90,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 90,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 30,37 30,66 PT Trihatras Nusantara (THN)
Medan 2006 Pengisian gas elpiji / LPG filling station 75,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 75,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 30,04 31,13
(dalam Rupiah) (in Rupiah)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
c. Anak Perusahaan c. Subsidiaries
Anak Perusahaan/ Subsidiaries Kedudukan/ Domicile Tahun Usaha Komersial / Year Commercial Operations Ruang Lingkup Usaha/ Scope of Activities Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership
Jumlah Aset dalam Milyar Rupiah sebelum
Jurnal Eliminasi /
Total Asset in Billions of Rupiah before Elimination Entries 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des 2010/ Dec 31, 2010 30 Juni 2011/ June 30, 2011 31 Des 2010/ Dec 31, 2010 PT Suryandra Cilacap Jaya (SCJ)
Jakarta 2010 Pengisian gas elpiji 3kg / LPG filling station 3kg 99,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 99,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 4,76 5,72 PT Sentra Medan Jaya (SMJ)
Medan 2010 Pengisian gas elpiji 3kg / LPG filling station 3kg 75,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 75,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 6,03 5,01 PT Anugerah Gas Utama (AGU) Perusahaan dalam tahap pengembangan
Cilegon 2010 Pengisian gas elpiji 3kg / LPG filling station 3kg 90,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 90,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership 5,26 4,87
Pada tahun 2010, berdasarkan Akta Jual Beli saham No. 20, 21 dan 22 tanggal 27 Oktober 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H., Perusahaan telah mengakuisisi 49.490 lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,98% atas saham PT Triguna Internusa Pratama dan 50.510 lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,99% atas saham PT Panji Raya Alamindo.
In 2010, based on Deed of Sale and Purchase of shares No. 20, 21 and 22 dated October 27, 2010, passed before by Notary Benediktus Andy Widyanto, S.H., the Company has acquired 49,490 share or equivalent to 99.98% ownership of the shares of PT Triguna Internusa Pratama and 50,510 shares, equivalent to 99.99 % of shares in PT Panji Raya Alamindo.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Konsolidasi
a. Basis of Consolidated Financial
Statements
Laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2011 telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.3 (Revisi 2010), “Laporan Keuangan Interim”. Laporan keuangan konsolidasian interim harus dibaca dengan mengacu kepada laporan keuangan konsolidasian tahunan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010.
The consolidated interim financial statements for six-month periods ended June 30,2011 has been prepared in accordance with Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No.3 (Revised 2010), “Interim financial reporting”. The consolidated interim financial statements should be read in conjunction with the annual financial statements for the year ended December 31, 2010.
Berikut ini adalah ikhtisar kebijakan akuntansi penting yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup, yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Keputusan No.KEP-554/BL/2010 tentang perubahan atas Peraturan No.VIII.G.7.
Presented below are the significant accounting policies adopted for the preparation of the consolidated annual financial statements of the Group, which conform to the Indonesian Financial Accounting Standards and the regulations imposed by the Indonesian Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK), i.e. Regulation No. VIII.G.7 regarding Guidelines for the Preparation of financial Statements; and Decree No. KEP- 554/BL/2010 regarding Amendment to Regulation No. VIII.G.7.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian disusun dengan konsep harga perolehan dan dasar akrual. Instrumen derivatif diakui berdasarkan nilai wajar.
The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows have been prepared on the historical cost concept and accrual basis, except for derivatif instrument which are stated at fair value. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan
menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Consolidated statements of cash flows prepared using the direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.
The reporting currency used in the preparation of consolidated financial statements is Rupiah.
Standar akuntansi baru
Perubahan atas standar berikut wajib diterapkan untuk pertama kali untuk tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2011. - PSAK No.1 : Penyajian Laporan Keuangan
Entitas dapat memilih untuk menyajikan satu laporan kinerja (laporan laba rugi komprehensif) atau dua laporan (laporan laba rugi dan laporan laba rugi komprehensif). Grup memilih untuk menyajikan dalam bentuk satu laporan. Laporan keuangan konsolidasian interim
telah disusun menggunakan
pengungkapan yang disyaratkan.
New accounting standards
The following amendments to standards are mandatory for the first time for the financial year beginning January 1, 2011.
- PSAK No.1 : Presentation of Financial Statements
Entities can choose whether to present one performance statement (the statement of comprehensive income) or two statements (the income statement and statement of comprehensive income). The group has elected to present one statement.The consolidated interim financial statements have been prepared under the revised disclosure requirements.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
Standar akuntansi baru (Lanjutan) New accounting standards (Continued)
- PSAK No.3: Laporan Keuangan Interim Standar mengharuskan laporan keuangan interim berisikan laporan laba rugi komprehensif untuk periode interim yang dilaporkan dan secara kumulatif untuk tahun buku berjalan dalam bentuk satu laporan atau dua laporan. Informasi komparatif untuk laporan laba rugi komprehensif harus disajikan untuk perbandingan periode interim, namun informasi komparatif satu tahun untuk tahun buku terakhir tidak disyaratkan. Laporan keuangan interim konsolidasian ini telah disusun menggunakan pengungkapan yang disyaratkan.
- PSAK No.3: Interim Financial Reporting The standard requires the interim financial report to contain a statement of comprehensive income for the interim period reported and the year-to-date presented as either in one statement or two statements. Statement of comprehensive income comparatives should be given for the comparative interim period, but comparatives for the last full financial year are not required. The consolidated interim financial statements have been prepared under the revised disclosure requirements.
- PSAK No.5 : Segmen Operasi
Standar mengharuskan entitas untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis. Standar juga menyempurnakan definisi segmen operasi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melaporkan segmen operasi. Standar mengharuskan “pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal. Hal ini tidak menyebabkan tambahan penyajian segmen yang dilaporkan. Grup mengoperasikan dan menjalankan bisnis melalui segmen tunggal dengan mengelola infrastruktur jaringan yang ada. Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Direksi.
- PSAK No.5 : Operating Segments The standard requires the entities to disclose information that enable users of the financial statements to evaluate the nature and financial effects of the business activities. The standard also enhances the definition of operating segment and the procedures used to identifyand report operating segment. It requires a “management approach” under which segment information is presented on the same basis as that used for internal reporting purposes. This has not resulted in additional reportable segment presented. The group operates and manages the business in single segment which utilizes the existing network infrastructures. Operating segment is reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the chief operating decision maker. The chief operating decision-maker has been identified as the board of directors that makes strategic decisions.
- PSAK No. 7 : Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi
Standar menyempurnakan panduan untuk mengungkapkan hubungan pihak-pihak berelasi, transaksi dan saldo termasuk komitmen. Standar juga memberikan penjelasan bahwa anggota personil manajemen kunci adalah pihak berelasi, sehingga mengharuskan pengungkapan atas kompensasi personil manajemen kunci untuk masing-masing kategori. Grup telah melakukan evaluasi terhadap hubungan pihak-pihak berelasi dan memastikan laporan keuangan konsolidasian interim telah disusun menggunakan persyaratan pengungkapan yang telah direvisi.
- PSAK No. 7 : Related Party Disclosures The standard enhances the guidance of disclosure of related party relationships, transactions and outstanding balances, including commitments. It also makes clear that a member of the key management personnel is related party, which in turn requires the disclosures of each category of renumeration and compensation of the key management personnel. The group has evaluated its related party relationships and ensured the consolidated interim financial statements have been prepared under the revised disclosure requirements.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Konsolidasi (Lanjutan)
a. Basis of Consolidated Financial
Statements (Continued)
Standar akuntansi baru (Lanjutan) New accounting standards (Continued)
- Penerapan standar-standar tersebut tidak berdampak material terhadap kinerja Grup. Sebagai tambahan, Grup telah mengungkapkan informasi terkait dengan penyajian laporan keuangan, segmen operasi dan pengungkapan pihak-pihak berelasi sesuai dengan yang disyaratkan standar.
- The adoption of those standards did not have a material impact on the results of the Group. In addition, the Group has disclosed information of financial statements presentation, operating segments and related party disclosures as required by the standards.
Berikut adalah standar baru, perubahan atas standar dan interpretasi standar yang wajib diterapkan untuk pertama kalinya untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2011, namun tidak relevan atau tidak berdampak material terhadap Grup :
The following new standards, amandments to standards and interpretations are mandatory for the first time for the financial year beginning January 1, 2011, but are not currently relevant or did not have material impact for the Group:
- PSAK No.2 (Revisi 2009) : Laporan Arus Kas.
- PSAK No. 2 (Revised 2009) :Statement of Cash Flows.
- PSAK No.4 (Revisi 2009) : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri.
- PSAK No.4 (Revised 2009)
:Consolidated and Separate Financial Statements.
- PSAK No.8 (Revisi 2010) : Peristiwa Setelah Periode Pelaporan.
- PSAK No.8 (Revised 2010) : Events after the Reporting Period.
- PSAK No.12 (Revisi 2009) : Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama.
- PSAK No.12 (Revised 2009) : Interest in Joint Ventures.
- PSAK No.15 (Revisi 2009) : Investasi pada Entitas Asosiasi.
- PSAK No.15 (Revised 2009) : Investments in Associates.
- PSAK No.19 (Revisi 2010) : Aset Tak Berwujud.
- PSAK No. 19 (Revised 2010) : Intangible Assets.
- PSAK No.22 (Revisi 2010) : Kombinasi Bisnis.
- PSAK No. 22 (Revised 2010) :Business Combinations.
- PSAK No.23 (Revisi 2010) : Pendapatan. - PSAK No.23 (Revised 2010) : Revenue - PSAK No.25 (Revisi 2009) : Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.
- PSAK No. 25 (Revised 2009) : Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors. - PSAK No.48 (Revisi 2009) : Penurunan
Nilai Aset.
- PSAK No.48 (Revised 2009) : Impairment of Assets.
- PSAK No.57 (Revisi 2009) : Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi.
- PSAK No. 57 (Revised 2009) : Provisions, Contigent Liabilities and Contigent Assets.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Konsolidasi (Lanjutan)
a. Basis of Consolidated Financial
Statements (Continued)
Standar akuntansi baru (Lanjutan) New accounting standards (Continued)
- PSAK No.58 (Revisi 2009) : Aset Tidak Lancar yang dimiliki untuk dijual dan operasi yang dihentikan.
- PSAK No. 58 (Revised 2009) : Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations.
- ISAK No.7 (Revisi 2009) : Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus.
- ISAK No. 7 (Revised 2009) : Consolidation of Special Purpose Entities.
- ISAK No.9 : Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi dan Liabilitas Serupa.
- ISAK No.9 : Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities.
- ISAK No.10 : Program Loyalitas Pelanggan - ISAK No.10 : Customer Loyalty Program.
- ISAK No.11 : Distribusi Aset Nonkas kepada Pemilik.
- ISAK No.11 : Distributions of Non-Cash Assets to Owners.
- ISAK No.12 : Pengendalian Bersama Entitas – Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer.
- ISAK No.12 : Jointly Controller Entities- Non- monetary Contributions by Venturers.
- ISAK No.14 : Aset Tak Berwujud – Biaya Situs Web.
- ISAK No.14 : Intangible Assets – Website Costs.
- ISAK No.17 : Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai.
- ISAK No.17 : Interim Financial Reporting and Impairment.
Perusahaan sedang mengevaluasi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh standard dan interpretasi standar berikut yang penerapannya disyaratkan untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2012:
The company is still evaluating the possible impact on the issuance of the following financial accounting standards and interpretations, which are mandatory for the financial year beginning January 1, 2012:
- PSAK No.10 (Revisi 2010) : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing.
- PSAK No.10 (Revised 2010) : The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates.
- PSAK No.18 (Revisi 2010) : Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya.
- PSAK No.18 (Revised 2010) : Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans.
- PSAK No.24 (Revisi 2010) : Imbalan Kerja. - PSAK No.24 (Revised 2010) : Employee Benefits.
- PSAK No.34 (Revisi 2010) : Kontrak Konstruksi.
- PSAK No.34 (Revised 2010) : Construction Contracts.
- PSAK No.46 (Revisi 2010) : Pajak Penghasilan.
- PSAK No.46 (Revised 2010): Income Taxes.
- PSAK No.50 (Revisi 2010) : Instrumen Keuangan: Penyajian.
- PSAK No.50 (Revised 2010) : Financial Instruments : Presentation.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Konsolidasi (Lanjutan)
a. Basis of Consolidated Financial
Statements (Continued)
Standar akuntansi baru (Lanjutan) New accounting standards (Continued)
- PSAK No.53 (Revisi 2010) : Pembayaran Berbasis Saham.
- PSAK No.53 (Revised 2010) : Share-based Payment.
- PSAK No.60 : Instrumen Keuangan : Penyajian.
- PSAK No.60 : Financial Instruments : Disclosures.
- PSAK No.61 : Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah.
- PSAK No.61 : Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance.
- ISAK No.13 : Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri.
- ISAK No.13 : Hedges of a Net Investment in a Foreign Operation.
- ISAK No.15 : PSAK 24 – Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya/ PSAK 24.
- ISAK No.15 : PSAK 24 – The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction.
- ISAK No.16 : Perjanjian Konsesi Jasa. - ISAK No.16 : Service Concession Arrangements.
- ISAK No.18 : Bantuan Pemerintah – Tidak Berelasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi.
- ISAK No.18 : Government Assistance – No Specific Relation to Operating Activities.
- ISAK No.20 : Pajak Penghasilan – Perubahan Status Pajak Entitas atau Pemegang Saham Entitas
- ISAK No.20 : Income Taxes – Changes in the Tax Status of an Entity or its Shareholders
b. Prinsip Konsolidasi b. Principle of Consolidation
Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan perseroan dan entitas-entitas yang dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perseroan
The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities in which the Company has ability to directly or indirectly exercise control.
Entitas dikonsolidasikan sejak tanggal dimana pengendalian efektif beralih kepada Perseroan dan tidak lagi dikonsolidasikan sejak Perseroan tidak mempunyai pengendalian efektif
The entities are consolidated from the date on which effective control was transferred to the Company and are no longer consolidated when the Company ceases to have effective control
Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara perusahaan-perusahaan di dalam Grup yang material telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian.
The effects of all significant transactions and balances between companies within the Group have been eliminated in the consolidated financial statements.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
b. Prinsip-Prinsip Konsolidasi (Lanjutan) b. Principles of Consolidation (Continued) Laporan keuangan konsolidasi meliputi
akun-akun Perusahaan, CSN, PRA dan TIP, Anak Perusahaan yang dimilki secara langsung dengan persentase kepemilikan lebih dari 50%.
The consolidated fiancial statements include the accounts of the Company, CSN, PRA and TIP,the Subsidiaries which are directly-owned with ownership percentage of more than 50%. Bagian kepemilikan pemegang saham minoritas
atas aset bersih Subsidiaries disajikan sebagai “Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan” pada neraca konsolidasi.
The interest of the minority shareholders in the net assets of Subsidiaries is presented as “Minority Interest in Net Assets of Subsidiaries” in the consolidated balance sheets.
Investasi saham dalam bentuk saham dengan kepemilikan kurang dari 20% dinyatakan sebesar harga perolehan (metode biaya), sedangkan investasi dengan kepemilikan 20% atau lebih, baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan dinyatakan sebesar biaya perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi sejak perolehan sesuai dengan persentase kepemilikan dan dikurangi dengan deviden yang diterima (metode ekuitas).
Investment shares in the form of shares with ownership of less than 20% are stated at cost (cost method), while investment by 20% or more ownership interest, directly or indirectly through subsidiaries, are stated at cost, increased or decreased by the profit or loss since acquisition based on the percentage of ownership and reduced by dividends received (equity method).
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antara Perusahaan dengan Anak Perusahaan telah dieliminasi.
All material intercompany accounts and transactions have been eliminated.
c. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi c. Related party transactions
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor :
Related party represents a person or an entity who is related to the reporting entity :
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
(a) A person or a close member of the person’s family is related to a reporting entity if that person :
(i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(i) Has control or joint control over the reporting entity;
(ii) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau;
(ii) Has significant influence over the reporting entity; or
(iii) Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor
(iii) Is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
(b) An entity is related to reporting entity if any of the following conditions applies:
(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(i) The entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
c. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi c. Related party transactions
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya.
(ii) One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member).
(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iii) Both entities are joint ventures of the same third party.
(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
(iv) One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
(v) The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
(vi) The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas ( atau entitas induk dari entitas).
(vii) A person identified in (a)(i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).
d. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing d. Transactions and balances denominated in foreign currencies
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs pada tanggal transaksi. Pada tanggal posisi keuangan, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan kedalam nilai rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal neraca. Laba atau rugi selisih kurs yang
terjadi diakui dalam laporan laba rugi. Kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 30
Juni 2011, 31 Desember 2010, adalah Rp 8.597 dan Rp 8.991 per 1 US$.
Transactions in foreign currencies are recorded at the exchange rates prevailing at the date of the transaction. At financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into rupiah using the Bank Indonesia middle rate prevailing at the balance sheet date. Foreign exchange gains or losses are recognized in the income statement. Bank Indonesia middle rate at June 30, 2011 and December 31, 2010 was Rp8,597 and Rp 8,991 per 1 US$.
e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, simpanan di bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
Cash and cash equivalents consist of cash, bank deposits and all investments that mature within 3 (three) months or less from the date of placement, not as collateral and are not restricted.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
f. Pengakuan Pendapatan dan Beban f. Revenue and expenses recognition
Pendapatan diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan. Beban diakui pada saat terjadinya.
Revenues are recognized when goods delivered or services have been rendered. Expenses recognized when incurred.
g. Piutang Usaha g. Trade Receivable
Piutang usaha disajikan dalam jumlah neto setelah dikurangi penyisihan piutang tak tertagih, yang diestimasi berdasarkan review atas kolektibilitas saldo piutang. Umur piutang diklasifikasikan: 1 bulan sampai dengan 3 bulan dan diatas 3 bulan. Piutang dihapuskan dalam periode dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih. Penerimaan (pemulihan) kembali piutang yang telah dihapuskan (write-off) diakui dalam laporan laba rugi.
Trade receivables are recorded net of allowance for doubtful accounts, based on a review of the collectibility of outstanding receivables. Days receivable are classified: 1 month to 3 months and over 3 months. Accounts are written in the period in which they are determined to be uncollectible. Collection (recovery) of receivables previously written off is recognized in the income statement.
h. Persediaan h. Inventories
Sejak 1 Januari 2009, Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008) “Persediaan”, yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif.
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata – rata tertimbang.
Setiap penurunan nilai persediaan dibawah harga perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan dari penurunan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih, harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut.
Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan penelahaan masing - masing akun persediaan pada akhir tahun.
Since January 1, 2009, Company and Subsidiaries has adopted PSAK 14 (Revised 2008) “Inventories”, which has to be applied effectively for the financial report as of January 1, 2009 and foreward and prospectively applied.
Inventories are stated at historical cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is calculated using weighted averaged method.
Impairment of inventories value which is lower than the historical cost become to net realizable value and the related loss shall be recognized in the income statement as incurred. Any reversal of the impairment due to the increase of the net realizable value, shall be recognized as deduction of provision for inventories obsolescence as incurred.
Allowance for inventories obsolescence is provided based on the review of the condition of inventories at the end of the year.
i. Biaya Dibayar Dimuka i. Prepaid Expenses
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Prepaid expenses are amortized over the useful life of each expense using the straight-line method.
j. Aset Tetap j. Fixed Assets
Efektif 1 Januari 2008, Perusahaan telah menerapkan PSAK No.16 (Revisi 2008) tentang “Aset Tetap” yang menggantikan PSAK No.16 (1994) tentang “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” serta PSAK No.17 (1994) tentang “Akuntansi Penyusutan”.
Effective January 1, 2008, the Company has adopted PSAK No.16 (Revised 2008) on "Fixed Assets"which replaces PSAK No.16 (1994) on "Fixed Assets and Other Assets" and PSAK No.17 (1994) on "Accounting for Depreciation ".