a. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan konsolidasi
a. Basis of measuring and preparation of the consolidated financial statements
Laporan keuangan konsolidasi telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
The consolidated financial statements have been prepared in accordance with generally accepted accounting principles in Indonesia.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost) dan atas dasar akrual kecuali dinyatakan secara khusus.
The basis of measuring and presentation of consolidated financial statements are the historical cost concept and the accrual basis, unless otherwise stated.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows are prepared using direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.
Angka-angka yang disajikan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi adalah dalam mata uang Rupiah.
The amounts stated in notes to the consolidated financial statements are in Rupiah currency.
b. Prinsip konsolidasi b. Principles of consolidation Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan
seluruh Perusahaan yang dikendalikan oleh induk Perusahaan. Pengendalian (control) dianggap ada apabila induk Perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung (melalui Anak Perusahaan), lebih dari 50% hak suara pada suatu Perusahaan.
Walaupun suatu Perusahaan memiliki hak suara 50% atau kurang, pengendalian tetap dianggap ada apabila dapat dibuktikan adanya salah satu kondisi berikut :
The Consolidated financial statements include all enterprises that are controlled by the parent Company. Control is presumed to exist when the parent Company enterprise owns, directly or indirectly through subsidiaries, more than 50% of the voting rights of an enterprise. Even when an enterprise own 50% or less of the voting rights of an enterprise, control exists when one of the following conditions is met :
Mempunyai hak suara yang lebih dari 50%
berdasarkan suatu perjanjian dengan investor lainnya;
Mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional Perusahaan berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
Mampu menunjuk atau memberhentikan mayoritas pengurus Perusahaan;
Mampu menguasai suara mayoritas dalam rapat pengurus. of the members of management;
Ability to control the majority of votes at meetings of management.
Seluruh transaksi dan saldo yang material antara Perusahaan dan Anak Perusahaan telah dieliminasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi.
All material transactions and balances among the company and subsidiaries has been elimited in prepairing the consolidated financial statements.
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language
PT Alam Sutera Realty Tbk. PT Alam Sutera Realty Tbk.
dan Anak Perusahaan and Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Notes to the Consolidated Financial Statements
(lanjutan) (continued)
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies (continued)
c. Perubahan kebijakan akuntansi c. Changes in accounting policies Di tahun 2010, Grup melakukan penerapan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (revisi 2006) - Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK No. 55 (revisi 2006) - Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran. PSAK ini diterapkan secara prospektif.
In 2010, the Group adopted Statements of Financial Accounting Standard (SFAS) No.
50 (revised 2006) - Financial Instruments : Presentation and Disclosure and SFAS No.
55 (revised 2006) - Financial Instruments : Recognition and Measurement. These SFAS were applied prospectively.
Penerapan atas standar ini tidak mempunyai implikasi material atas laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009.
The adoption of these standards has no material impact to the consolidated financial statement for the year ended 31 December 2009.
d. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi
d. Use of judgements, estimates and assumptions
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dibutuhkan pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi :
In the preparation of consolidated financial statements in conformity with generally accepted accounting principles in Indonesia requires the use of judgements, estimates and assumptions that affect :
- penerapan kebijakan akuntansi,
- jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan kosolidasi,
- jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan.
- the application of accounting policies, - the reported amounts of assets and
liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements, - the reported amounts of income and
expenses during the reporting period.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates.
Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas taksiran akuntansi diakui pada periode di mana taksiran tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi taksiran tersebut.
Estimates and underlying assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognized in the period in which the estimate is revised and in any future periods affected.
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language
PT Alam Sutera Realty Tbk. PT Alam Sutera Realty Tbk.
dan Anak Perusahaan and Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Notes to the Consolidated Financial Statements
(lanjutan) (continued)
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies (continued)
e. Aset dan kewajiban keuangan e. Financial assets and liabilities Penerapan PSAK 50 (revisi 2006) dan PSAK
55 (revisi 2006), Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan kewajiban keuangan.
Implementation of SFAS 50 (revised 2006) and SFAS 55 (revised 2006), the Group classifies financial instruments into financial assets and financial liabilities.
Aset keuangan Financial assets
Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.
The Group classifies its financial assets in the following categories of (i) financial assets at fair value through profit or loss, (ii) loans and receivables, (iii) held to maturity financial assets and (iv) available for sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financials assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition.
i. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
i. Financial assets at fair value through profit or loss
Nilai wajar aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini.
Financial assets at fair value through profit or loss are financial assets classified as held for trading. A financial asset is classified as held for trading if it is acquired principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term and for which there is evidence of a recent actual pattern of short term profit taking.
ii. Pinjaman yang diberikan dan piutang ii. Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah
aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Loans and receivables are initially recognised at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method.
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language
PT Alam Sutera Realty Tbk. PT Alam Sutera Realty Tbk.
dan Anak Perusahaan and Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Notes to the Consolidated Financial Statements
(lanjutan) (continued)
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies (continued)
e. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) e. Financial assets and liabilities (continued)
iii. Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo iii. Held to maturity financial assets Investasi dalam kelompok dimiliki hingga
jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali :
Held to maturity investments are non-derivative financial assets with fixed or determinate payments and fixed maturities that the Management has the positive intention and ability to hold to maturity, other than :
a. investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
b. investasi yang ditetapkan oleh entitas dalam kelompok tersedia untuk dijual;
dan
c. investasi yang memiliki definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
a. those that the Group upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss; nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Held to maturity financial assets are recognized initially at fair value including transaction costs and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method.
iv. Aset keuangan tersedia untuk dijual iv. Available for sale financial assets Investasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan untuk dimiliki untuk periode tertentu di mana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Available for sale investments are non derivative financial assets that are intended to be held for definite period of time, which may be sold in response to needs for liquidity or changes in interest rates, exchange rates or that are not classified as loans and receivables, held to maturity investments or financial assets at fair value through profit or loss.
Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya di mana laba atau rugi diakui pada laporan perubahan ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba atau rugi dari selisih kurs hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya.
Available for sale financial assets are initial recognised at fair value, plus transaction costs, and measured subsequently at fair value with gains or losses being recognised in the statement of changes in equity, except for impairment losses and foreign exchange gains or losses, until the financial assets is derecognised.
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language
PT Alam Sutera Realty Tbk. PT Alam Sutera Realty Tbk.
dan Anak Perusahaan and Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Notes to the Consolidated Financial Statements
(lanjutan) (continued)
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies (continued)
e. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) e. Financial assets and liabilities (continued) Jika aset keuangan tersedia untuk dijual
mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakui di ekuitas, diakui pada laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi.
If an available for sale financial asset is determined to be impaired, the cumulative gain or loss previously recognised in the equity, is recognised in the statements of income. Foreign currency gains or losses on monetary assets classified as available for sale are recognised in the statements of income.
Kewajiban keuangan Financial liabilities
Grup mengklasifikasikan kewajiban keuangan dalam kategori (i) kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
The Group classified its financial liabilities in the category of (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities measured at amortised cost.
i. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
i. Financial liabilities at fair value through profit or loss
Nilai wajar kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah kewajiban keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini.
Financial liabilities at fair value through profit or loss are financial liabilities classified as held for trading. A financial liabilities is classified as held for trading if it is acquired principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term and for which there is evidence of a recent actual pattern of short term profit taking.
ii. Kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
ii. Financial liabilities at amortised cost
Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain hutang lain-lain, biaya masih harus dibayar dan pinjaman konversi.
Financial liabilities that are not classified as financial liabilitiess at fair value through profit or loss fall into this category and are measured as amortised cost. Financial liabilities measured at amortised cost are other payables, accrued expenses and convertible loans.
Grup menggunakan akuntansi penyelesaian untuk kontrak reguler ketika mencatat transaksi keuangan.
The Group uses settlement date accounting for regular way contracts when recording financial transactions.
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language
PT Alam Sutera Realty Tbk. PT Alam Sutera Realty Tbk.
dan Anak Perusahaan and Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Notes to the Consolidated Financial Statements
(lanjutan) (continued)
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies (continued)
e. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) e. Financial assets and liabilities (continued)
Penghentian pengakuan Derecognition
Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset telah ditransfer. Setiap hak atau kewajiban atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Grup diakui sebagai aset atau kewajiban secara terpisah.
Financial assets are derecognised when the contractual rights to receive the cash flows from these assets have ceased to exist or the assets have been transferred and substantially all the risks and rewards of ownership of the assets are also transferred.
Any interest in transferred financial assets is created or retained by the Group is recognized as a separate asset or liability.
Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Financial liabilities are derecognised when they have been redeemend or otherwise extinguished.
Saling hapus Offsetting
Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca jika, dan hanya jika, Grup memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan.
Financial assets and liabilities shall be offset and the net amount presented in the balance sheet when and only when, the Group has a legal enforceable right to set off the amounts and intends either to settle on a net basis or to realize the asset and settle the liability simultaneously.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.
Income and expense are presented on a net basis only when permitted by accounting standards.
Pengukuran nilai wajar Fair value measurement
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal neraca. Nilai pasar yang digunakan Grup untuk aset keuangan adalah harga penawaran (bid price), sedangkan untuk kewajiban keuangan menggunakan harga jual (offer price).
The fair value of financial instruments traded in active markets is determined based on quoted market prices at the balance sheet date. The quoted market price used for financial assets held by the Group is the current bid price, while for financial liabilities it uses offer price.
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu.
Grup menggunakan metode discounted cashflows menggunakan asumsi-asumsi yang kondisi pasar yang ada pada saat tanggal neraca untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan lainnya.
The fair value of financial instruments that are not traded in active markets is determined by using valuation technique. The Group uses discounted cashflows methods and makes assumptions that are based on market conditions existing at each balance sheet date which are used to determine fair value for the remaining financial instruments.
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language
PT Alam Sutera Realty Tbk. PT Alam Sutera Realty Tbk.
dan Anak Perusahaan and Subsidiaries
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Notes to the Consolidated Financial Statements
(lanjutan) (continued)
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies (continued)
e. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) e. Financial assets and liabilities (continued)
Identifikasi dan pengukuran penurunan nilai Identification and measurement of impairment
Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada setiap tanggal neraca, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif telah terjadinya penurunan nilai atas aset keuangan Grup. Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika bukti obyektif menunjukkan bahwa peristiwa yang merugikan telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut berdampak pada arus kas masa datang atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
Starting 1 January 2010, at each balance sheet date, the Group assesses whether there is objective evidence that the Group’s financial assets are impaired. Financial assets are impaired when objective evidence demonstrates that a loss event has occurred after the initial recognition of the financial assets, and that the loss event has an impact on the future cash flows on the financial assets that can be estimated reliably.
Bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi wanprestasi atau tunggakan pembayaran oleh debitur, restrukturisasi piutang oleh Grup dengan persyaratan yang tidak mungkin diberikan jika debitur tidak mengalami kesulitan keuangan, indikasi bahwa debitur akan dinyatakan pailit, atau data yang dapat diobservasi lainnya yang terkait dengan kelompok aset keuangan seperti memburuknya status pembayaran debitur dalam kelompok tersebut, atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.
Objective evidence that financial assets are impaired can include default or delinguency by a borrower, restructuring of a loan or advance by the Group on terms that the Company would not otherwise consider, indications that a borrower will enter bankruptcy, or other observable data relating to a group of assets such as adverse changes in the payment status of borrowers in the group, or economic conditions that correlate with defaults in the group.
Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui menyebabkan kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dan pemulihan tersebut diakui pada laporan laba rugi atau pada laporan perubahan ekuitas.
When a subsequent event causes the amount of impairment loss to decrease, the impairment loss is reversed through statement of income or statement of changes in equity.
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language
The original consolidated financial statements included herein is in Indonesian language