• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS

B. Asuhan Keperawatan Kasus

5. Implementasi

Hari/

Tanggal No.

Dx

Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP)

Rabu/

25 Mei 2016

1 1) Mengkaji penyebab kurang produksi ASI seperti memeriksa puting susu ibu dan makanan yang di konsumsi pasien

2) Mengajarkan ibu tentang kebutuhan nutrisinya seperti menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi, cukup kalori, tinggi protein, dan banyak mengandung cairan yaitu susu, sayuran hijau yang mengandung zat (bayam, brokoli, buncis), buah berwarna kuning dan jingga (tomat, pepaya, mangga masak, alpukat, jambu biji merah, pisang), dan minum air putih 8-12 gelas/hari untuk mengurangi dehidrasi.

3) Menjelaskan kepada klien tentang pentingnya manfaat ASI karena ASI bagus untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan kecerdasan bayi

4) Melakukan perawatan payudara pada anomali payudara ibu

S :

− Klien mengatakan ASI keluar sedikit

− Klien mengatakan jarang

membersihkan

payudara selama hamil

− Klien mengatakan susah menyusui bayinya karena puting susunya tidak menonjol

− Klien mengatakan kurang menetahui cara perawatan payudara

− Klien mengatakan tidak sukak minum susu.

dengan cara:

a) Melakukan perawatan payudara menurut HOFFMAN yaitu dengan jari telunjuk/ibu jari mengurut disekitar puting susu kearah berlawanan sampai merata:

− Basahi kedua telapak tangan dengan minyak, tarik kedua puting bersama-sama dan putar ke dalam kemudian keluar sebanyak 20 kali.

− Puting susu dirangsang dengan ujung washlap/handuk kering yang digerakkan ke atas bawah beberapa kali.

b) Melakukan perawatan puting susu datar atau masuk ke dalam, dengan cara lain yaitu sebagai berikut:

− Letakkan kedua ibu jari di sebelah kiri dan kanan puting susu, kemudian tekan dan hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

− Letakkan kedua ibu jari di atas dan di bawah puting susu, lalu tekan serta hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

O :

− ASI keluar sedikit

− Payudara dan puting susu tampak kotor

− Puting susu tidak menonjol ke luar

− Klien tampak menghabiskan

makanannya

dengan porsi 1 nasi, sayur dan ikan.

A : intervensi belum teratasi

P : intervensi dilanjutkan

5) Memberikan pendidikan

kesehatan kepada klien

bagaimana cara perawatan payudara untuk puting susu datar dengan menggunakan leaflet, isinya yaitu:

− Letakkan kedua ibu jari di sebelah kiri dan kanan puting susu, kemudian tekan dan hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

− Letakkan kedua ibu jari di atas dan di bawah puting susu, lalu tekan serta hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

− Lakukan langkah-langkah perawatan tersebut 4-5 kali pagi dan sore hari

Rabu/25 Mei 2016

2 1) Mamantau dan mencatat pola tidur pasien dan jumlah jam tidurnya dengan cara melakukan wawancara kepada pasien.

2) Memberitahukan kepada klien untuk mengatur antara istirahat dan perawatan bayi

3) Melibatkan keluarga dalam perawatan anak agar ibu dapat beristirahat dengan cukup

S:

− Klien mengatakan masih sering terbangun, setiap pukul 01.00 WIB, pukul 03.00 WIB serta pukul 04.00 WIB karena bayinya rewel.

− Klien mengatakan apabila sudah terbangun susah

4) Menciptakan suasana lingkungan yang terapeutik sehingga pasien merasa nyaman seperti lingkungan yang tidak berisik, lingkungan kamar yang bersih dan nyaman, dan suhu yang tidak terlalu panas.

5) Menganjurkan pasien melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan relaksasi (membaca, mendengarkan musik),

dengan relaksasi klien akan lebih tenang dan membaca dan mendengarkan musik merupakan aktifitas yang tidak memerlukan banyak energi.

6) Memantau tanda-tanda vital untuk mengetahui ada penurunan tanda-tanda vital sebagai tanda-tanda adanya keletihan dengan menggunakan stestoskop dan termometer.

untuk memulai Nadi: 78 x/menit RR: 20 x/menit

− Tampak lingkar hitam di sekeliling mata pasien.

− Klien tampak mengantuk

A: Masalah belum teratasi

P: Intervensi dilanjutkan

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan studi kasus pada Ny. E berusia 26, dengan riwayat obstetri G1P1A0 dan masa nifas yang ke-14. Berdasarkan pengkajian klien mengeluhkan bahwa setelah melahirkan ASI tidak keluar selama seminggu sehingga bayi diberi susu formula (keterlambatan produksi ASI), bayi menolak menyusu, karena puting susu tidak keluar. Produksi ASI keluar sedikit setelah seminggu melahirkan dan klien juga tidak tahu cara perawatan payudara. Hasil pemeriksaan tekanan darah 110/70 mmHg, suhu tubuh 36,8 oC, nadi 78 x/menit, pernapasan 20 x/menit, TB 158 cm dan BB 55 kg. Payudara simetris, warna aerola hitam, kondisi puting tidak menonjol keluar, ketidakadekuatan produksi ASI, bayi menolak latching on dan isapan bayi pada payudara tidak kontinue. Saat ini lochea berwarna putih kekuningan (lochea alba), terdapat episiotomi dan pereniumnya sudah membaik. Tanda REEDA tidak ada yaitu redness (kemerahan), edema (bengkak, echimosis (perdarahan di bawah kulit), drainage (rembesan), dan approximatly (jahitan tidak menyatu) tidak ada.

Setelah dilakukan pengkajian keperawatan pada Ny. E ditemukan masalah keperawatan yaitu ketidakefektifan pemberian ASI b/d anomali peyudara ibu.

Setelah itu dilakukan intervensi dan implementasi yang direncanakan selama 2 hari. Intervensi yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasien yaitu kaji penyebab kurang produksi ASI, ajarkan ibu tentang kebutuhan nutrisinya, jelaskan kepada klien tentang pentingnya manfaat ASI, lakukan perawatan payudara menurut HOFFMAN dan berikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara untuk puting datar dengan menggunakan leaflet. Intervensi yang tidak dapat dilakukan karena kodisi klien tidak sesuai yaitu anjurkan kepada klien untuk melatih bayi agar dapat menghisap puting susu dengan baik karena dapat merangsang puting ibu keluar, intervensi ini tidak dilakukan karena puting ibu masih masuk ke dalam sehingga terlebih dahulu dilakukan perawatan payudara, jika puting ibu sudah keluar maka dapat dilakukan intervensi tersebut.

Kemudian intervensi instruksikan kepada ibu tentang alat pemompa payudara

untuk mengurangi kongesti payudara tidak dilakukan karena kondisi payudara ibu tidak mengalami pembengkakan. Untuk diagnosa ketidakefektifan pemberian ASI, intervensi dan implementasi yang direncanakan selama 2 hari dan hasil evaluasi masalah hanya terasi sebagian.

B. SARAN

a. Bagi Instansi Pendidikan

Bagi institusi pendidikan agar lebih banyak menyediakan buku yang berhubungan dengan kebutuhan dasar nutrisi (ketidakefektifan pemberian ASI) pada ibu nifas sebagai bahan acuan bagi mahasiswa guna meningkatkan kualitas pendidikan khususnya mahasiswa DIII keperawatan

b. Bagi Praktik Keperawatan

Para praktisi keperawatan dapat meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan pada klien dengan prioritas masalah kebutuhan dasar nutrisi (ketidakefektifan pemberian ASI) pada ibu nifas

c. Bagi Mahasiswa

Agar menggali lebih dalam lagi ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan kebutuhan dasar nutrisi (ketidakefektifan pemberian ASI) pada ibu nifas.

DAFTAR PUSTAKA

Potter, Pratricia A, dan Anne Griffin Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik. Edisi 4. Volume 1. Jakarta:

EGC

Ambarwati. (2009). Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press

Roito, J. (2013). Asuhan Kebidanan Ibu Nifas & Deteksi Dini Komplikasi.

Jakarta: EGC

Rukiyah, Ai Y. (2011). Asuhan Kebidanan III (Nifas). Jakarta: CV. Trans Info Media.

Hutahean, S. (2009). Asuhan Keperawatan Dalam Maternitas dan Ginekologi.

Jakarta: CV. Trans Info Media

Saleha, S. (2009). Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Herdman. (2015). NANDA Internasional Inc. Diagnosis Keperawatan: Definisi &

Klasifikasi 2015-2017. Edisi 10. Jakarta: ECG

Wilkinson, Judith M. (2011). Buku Saku Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Kriteria Hasil NOC. Edisi 9. Jakarta: EGC

LAMPIRAN

CATATAN PERKEMBANGAN

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No.

DX

Hari/

Tanggal

Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi

1 Rabu/25 Mei 2016

09.00

09.15

6) Mengkaji penyebab kurang produksi ASI seperti memeriksa puting susu ibu dan makanan yang di konsumsi klien.

7) Mengajarkan ibu tentang kebutuhan nutrisinya seperti menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi, cukup kalori, tinggi protein, dan banyak mengandung cairan seperti susu, sayuran hijau yang mengandung zat (bayam, brokoli, buncis), buah berwarna kuning dan jingga (tomat, pepaya, mangga masak, alpukat, jambu biji merah, pisang), dan minum air putih 8-12 gelas/hari untuk mengurangi dehidrasi.

EVALUASI:

S:

− Klien mengatakan kurang mengerti cara perawatan payudara.

− Klien mengatakan tidak sukak minum susu

O:

− Payudara dan putting susu tampak kotor

− Putting susu tidak menonjol

− Klien tampak menghabiskan 1 porsi nasi, sayur dan ikan

A: Intervensi belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan

No.

DX

Hari/

Tanggal

Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi

2 Rabu/25 Mei 2016

09.30

09.55

10.15

1) Mamantau dan mencatat pola tidur pasien dan jumlah jam tidurnya dengan cara melakukan wawancara kepada pasien.

2) Memberitahukan kepada klien untuk mengatur antara istirahat dan perawatan bayi

3) Melibatkan keluarga dalam perawatan anak agar ibu dapat beristirahat dengan cukup

EVALUASI:

S:

− Klien mengatakan pola tidur nya masih terganggu

− Klien mengatakan kurang istirahat

− Klien mengatakan keluarga nya membantunya dalam merawat anaknya

O:

− Klien tampak letih

− Klien tampak mengantuk

A: Intervensi belum teratasi

P: Intervensi dilanjutkan

No.

DX

Hari/

Tanggal

Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi

1 Kamis/

1) Mengkaji penyebab kurang produksi ASI seperti memeriksa puting susu ibu dan makanan yang di konsumsi pasien

2) Mengajarkan ibu tentang kebutuhan nutrisinya seperti menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi, cukup kalori, tinggi protein, dan banyak mengandung cairan seperti susu, sayuran hijau yang mengandung zat (bayam, brokoli, buncis), buah berwarna kuning dan jingga (tomat, pepaya, mangga masak, alpukat, jambu biji merah, pisang), dan minum air putih 8-12 gelas/hari untuk mengurangi dehidrasi.

3) Menjelaskan kepada klien tentang pentingnya manfaat ASI karena ASI bagus untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan

EVALUASI:

S :

− Klien mengatakan ASI keluar sedikit

− Klien mengatakan puting susunya tidak menonjol keluar

− Klien mengatakan sudah mengerti cara perawatan payudara untuk puting yang datar

O :

− ASI keluar sedikit

− Payudara dan putting susu tampak bersih

− Putting susu tidak menonjol keluar

− Klien mampu menghabiskan 1 porsi nasi, sayur, ikan dan buah jeruk

− Klien tampak mengerti cara perawatan payudara untuk puting yang datar

10.00

kecerdasan bayi

4) Melakukan perawatan payudara pada anomali payudara ibu dengan cara:

c) Melakukan perawatan payudara menurut HOFFMAN yaitu dengan jari telunjuk/ibu jari mengurut disekitar puting susu kearah berlawanan sampai merata:

− Basahi kedua telapak tangan dengan minyak, tarik kedua puting bersama-sama dan putar ke dalam kemudian keluar sebanyak 20 kali.

− Puting susu dirangsang dengan ujung washlap/handuk kering yang digerakkan ke atas bawah beberapa kali.

d) Melakukan perawatan puting susu datar atau masuk ke dalam, dengan cara lain yaitu sebagai berikut:

− Letakkan kedua ibu jari di sebelah kiri dan kanan puting susu, kemudian tekan dan hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu

A : intervensi teratasi sebagian P : intervensi dilanjutkan

secara perlahan.

− Letakkan kedua ibu jari di atas dan di bawah puting susu, lalu tekan serta hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

5) Memberikan pendidikan kesehatan kepada klien bagaimana cara perawatan payudara untuk puting susu datar dengan menggunakan leaflet, isinya yaitu:

− Letakkan kedua ibu jari di sebelah kiri dan kanan puting susu, kemudian tekan dan hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

− Letakkan kedua ibu jari di atas dan di bawah puting susu, lalu tekan serta hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

− Lakukan langkah-langkah perawatan tersebut 4-5 kali pagi dan sore hari

No.

DX

Hari/

Tanggal

Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi

2 Kamis/

1) Mamantau dan mencatat pola tidur pasien dan jumlah jam tidurnya dengan cara melakukan wawancara kepada pasien.

2) Memberitahukan kepada klien untuk mengatur antara istirahat dan perawatan bayi

3) Menganjurkan keluarga agar terlibat dalam perawatan anak agar ibu dapat beristirahat dengan cukup

4) Menganjurkan keluarga agar menciptakan suasana lingkungan yang terapeutik sehingga pasien merasa nyaman seperti lingkungan yang tidak berisik, lingkungan kamar yang bersih dan nyaman, dan suhu yang tidak terlalu panas.

5) Menganjurkan pasien melakukan kegiatan

EVALUASI:

S:

− Klien mengatakan pola tidur nya masih terganggu

− Klien mengatakan istirahat nya sedikit tercukupi karena ibu klien membantu merawat bayinya

− Klien mengatakan dapat memulai tidur nya kembali jika terbangun dengan menonton tv terlebih dahulu.

O:

− TTV:

Tekanan darah: 110/80 mmHg Suhu tubuh: 37oC

Nadi: 80 x/menit RR: 19 x/menit

− Klien tampak mengantuk disiang hari

12.20

12.35

yang dapat meningkatkan relaksasi (membaca, mendengarkan musik), dengan relaksasi klien akan lebih tenang dan membaca dan mendengarkan musik merupakan aktifitas yang tidak memerlukan banyak energi.

6) Memantau tanda-tanda vital untuk mengetahui ada penurunan tanda-tanda vital sebagai tanda adanya keletihan dengan menggunakan stestoskop.

A: Intervensi teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Judul Kegiatan

Sekilas Tentang Perawatan Payudara pada Ibu Nifas

B. Identifikasi Masalah

Ketika wanita sedang hamil banyak yang dipersiapkan untuk kelahiran dan untuk selama melahirkan. Payudara pun juga harus dipersiapkan sejak kehamilan yaitu perawatan payudara karena untuk menyiapkan diri ketika memberikan air susu ibu (ASI) untuk si buah hati saat dia lahir kelak. Hal ini merupakan salah satu bagian yang penting yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sebagai persiapan untuk menyusui nantinya dan wajib dilakukan selama kehamilan. Saat kehamilan payudara akan membesar dan warna di daerah sekitar putting akan lebih gelap dan lebih sensitive / peka. Sehingga jika terkena sentuhan sedikit saja akan terasa sakit dan tegang karena tubuh sedang bekerja mempersiapkan diri untuk memberikan makanan pada bayinya kelak.

Perawatan payudara sangat penting untuk kelancaran air susu kelak setelah melahirkan. Dengan perawatan yang benar, hasilnya bukan cuma produksi yang cukup, tapi juga bentuk payudara akan tetap baik selama menyusui. Sebagaimana diketahui, payudara selama kehamilan akan mengalami perubahan. Antara lain terasa lebih kencang, lebih besar, dan lebih penuh. Konon, menjelang kelahiran berat setiap payudara mencapai 1,5 kali lebih besar dibandingkan sebelum hamil.

Oleh sebab itu perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi yang baru lahirsehingga harus dilakukan sedini mungkin.

C. Tujuan Kegiatan a) Tujuan Umun

Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang “Perawatan Payudara”

selama 20 menit di kediaman Ny. E, diharapkan keluarga khususnya Ny. E dapat mengerti dan memahami tentang perawatan payudara

b) Tujuan Khusus

Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang “Perawatan Payudara”

selama 20 menit di kediaman Ny. E, diharapkan keluarga khususnya Ny. E dapat mengetahui tentang:

1. Pengertian perawatan payudara 2. Tujuan perawatan payudara 3. Penyebab suplai ASI tidak cukup 4. Cara perawatan payudara

D. Bentuk Kegiatan 1. Ceramah 2. Tanya Jawab

E. Sasaran Pasien (Ny. E)

F. Media Leaflet

G. Waktu dan Tempat Kegiatan 1. Waktu: Kamis, 26/ Mei/ 2016

2. Tempat Kegiatan: Rumah/kediaman Ny. E

H. Satuan Acara Kegiatan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta 1 5 menit Pembukaan :

1. Memberi salam

2. Menjelaskan tujuan penyuluhan

3. Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan

Menjawab salam Mendengarkan dan memperhatikan

2 5 menit Pelaksanaan :

- Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.

- Materi :

1. Pengertian perawatan payudara 2. Tujuan perawatan payudara 3. Penyebab suplai ASI tidak

cukup

4. Cara perawatan payudara

Menyimak dan memperhatikan

3 5 menit Evaluasi :

Memberi kesempatan kepada Ny. E untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan

Menyimak dan mendengarkan

4 5 menit Penutup :

- Menyampaikan terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah di berikan kepada peserta

- Mengucapkan salam

Menjawab salam

I. Evaluasi

1. Evaluasi Proses

a. Kegiatan penyuluhan dihadiri 1 peserta.

b. Media yang digunakan adalah leaflet c. Waktu penyuluhan selama 20 menit.

d. Penyelenggaraan penyuluhan diadakan di rumah/kediaman Ny. E e. Penyaji diharapkan menguasai materi dengan baik.

f. Pengorganisasian penyuluhan dipersiapkan beberapa hari sebelum penyuluhan.

2. Evaluasi Hasil

a. Setelah dilakukan penyuluhan tentang ‘’Perawatan Payudara’’

diharapkan beberapa peserta mampu:

1. Menjelaskan pengertian perawatan payudara 2. Menyebutkan tujuan perawatan payudara 3. Menyebutkan enyebab suplai ASI tidak cukup 4. Menjelaskan cara perawatan payudara

b. Setelah dilakukan penyuluhan tentang ‘’Perawatan Payudara’’

diharapkan pasien dapat mengerti dan memahami tentang penyakit cara perawatan payudara serta diharapkan dapat melakukan perubahan perilaku hidup yang lebih sehat.

J. Materi

a. Pengertian perawatan payudara

Perawatan payudara pada nifas adalah merawat sedini mungkin payudara ibu pada saat kenifasan untuk mempersiapkan payudara sebagai penghasil ASI serta kebersihannya dan teknik perawatannya.

b. Tujuan perawatan payudara

1. Memelihara kebersihan payudara 2. Melenturkan dan menguatkan puting 3. Mengatasi puting susu datar/masuk 4. Memperlancar pengeluaran ASI

c. Penyebab suplai ASI tidak cukup 1. Makanan ibu

2. Ketenangan jiwa dan pikiran 3. Penggunaan alat kontrasepsi 4. Perawatan payudara

d. Cara perawatan payudara

Persiapan alat : Kapas dan minyak kelapa Pelaksanaan :

1. Kompres kedua puting susu dengan kapas yang telah dibasahi minyak selama 5 menit agar kotoran di sekitar puting susu mudah terangkat.

2. Jika puting susu normal, oleskan minyak padaibu jari dan telunjuk, lalu letakkan keduanya memutar ke arah dalam sebanyak 30 kali putaran untuk kedua puting susu. Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan elestisitas otot puting susu.

3. Jika puting susu datar atau masuk ke dalam, lakukan tahap berikut:

a. Letakkan kedua ibu jari di sebelah kiri dan kanan puting susu, kemudian tekan dan hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

b. Letakkan kedua ibu jari di atas dan di bawah puting susu, lalu tekan serta hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.

c. Lakukan langkah-langkah perawatan tersebut 4-5 kali pagi dan sore hari, sebaiknya diperhatikan untuk tidak menggunakan bahan-bahan seperti alkohol atau sabut untutk membersihkan puting susu karena hal itu dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan lecet.

K. Daftar Pustaka

Roito, J. (2013). Asuhan Kebidanan Ibu Nifas & Deteksi Dini Komplikasi.

Jakarta: EGC

LEMBAR KONSULTASI

Nama Mahasiswa : Dewinta Isabora Gustrianingsih Purba

NIM : 13250002

Judul : Asuhan Keperawatan pada Ny. E dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Nutrisi: Ketidakefektifan Pemberian ASI pada Ibu Nifas di Lingkungan I Kelurahan Siti Rejo II Kecamatan Medan Amplas

Dokumen terkait