• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi,Evaluasi dan rencana Tindak Lanjut

4.3 Asuhan Keluarga dengan Masalah Kesehatan Reproduksi

4.3.3 Implementasi,Evaluasi dan rencana Tindak Lanjut

Masalah 1: Pola asuh tidak efektif pada keluarga Bp.M khususnya pada An. W a. Pelaksanaan : 1) Mendiskusikan dan memberikan informasi kepada keluarga

dengan menggunakan lembar baik dan leaflet tentang pengertian tentang perkembangan remaja, ciri-ciri remaja, tugas keluarga terhadap perkembangan remaja, akibat jika tugas keluarga terhadap perkembangan remaja tidak terpenuhi, cara merawat remaja di rumah seperti selalu menyiapkan suasana dengan komunikasi terbuka, lingkungan yang kondusif untuk mendidik remaja di rumah, manfaat lingkungan rumah yang kondusif, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial untuk merawat anak remaja; 2) Mendiskusikan dengan keluarga nilai-nilai budaya Betawi yang dapat dipertahankan dan yang harus disesuaikan dengan kondisi saat ini dalam pola asuh yang efektif kepada remaja; 3) Melakukan konseling peran orangtua dalam memenuhi tugas perkembangan remaja; 4) Melatih keluarga untuk dapat melakukan komunikasi efektif antara orangtua dan remaja;

b. Evaluasi : Keluarga mampu mengenal tugas perkembangan remaja, mengambil keputusan untuk melakukan pencegahan masalah pada anak remaja, dan merawat An. W yang saat ini menjalani masa remaja.

Kemampuan keluarga merawat anak remaja tampak dari perilaku Bp. M, Ibu T dan kakak-kakak dari An. W serta An. W yang saling menyapa dan

bercerita ketika kumpul dimalam hari saat nonton TV bersama, berkata-kata ataupun bertanya tidak dengan nada bicara yang tinggi dan dengan menggunakan kata-kata yang sopan serta saling menghargai. An. W juga sudah mau duduk dan bercerita di samping Ibu T dan Bp. M dengan wajah tersenyum dan tidak ada rasa takut. Ibu T mengatakan ia selalu mengingatkan Bp. M dan An. S untuk tidak berbicara kasar, penuh curiga dan tidak menunjukkan sikap bermusuhan kepada An. W , jika An. W terlambat pulang ke rumah.

c. Rencana Tindak Lanjut: 1) Motivasi terus keluarga Bp. M untuk mempertahankan pola asuh remaja yang efektif dalam memenuhi tugas perkembangan remaja dan mencegah terjadinya masalah perkembangan reproduksi pada remaja yaitu dengan menyiapkan waktu untuk berbicara pada anak remaja dalam keluarga minimal 2 jam sehari untuk membicarakan aktivitas sehari-hari anak di rumah, sekolah, dan lingkungan serta tidak berbicara kasar, penuh curiga dan sikap permusuhan. 2) Motivasi pihak Puskesmas untuk melakukan kunjungan rumah yang tidak direncanakan pada keluarga Bp. M untuk melihat sikap keluarga dalam menerapkan pola asuh yang efektif .

Masalah 2 : Resiko terjadinya perilaku seksual remaja yang tidak sehat pada keluarga Bp. M terutama An. W

a. Pelaksanaan : 1) Melakukan diskusi dan memberikan informasi kepada keluarga Bp.M tentang perubahan fisik, psikologis, dan sosial remaja, pubertas remaja, nutrisi remaja, hygienitas remaja, serta akibat hubungan seksual remaja dalam perkembangan pubertas dengan menggunakan leaflet dan lembar balik; 2) Melakukan coaching dan guidance dalam perawatan

pemenuhan kebutuhan reproduksi; 3) Memodifikasi perilaku dalam pengendalian seksual remaja di lingkungan; 4) Melakukan konseling tentang kesehatan reproduksi remaja; 5) Memberikan keterampilan untuk dapat bersikap asertif dalam menolak seks bebas di lingkungan kehidupan remaja

b. Evaluasi : Keluarga sudah mengenal masalah dan mampu memutuskan untuk merawat kesehatan reproduksi remaja. Keluarga sudah mampu mendemonstrasikan cara pemenuhan kebutuhan nutrisi dan kebersihan diri remaja seperti merawat remaja selama menstruasi, dan mengajarkan pengendalian diri dalam dorongan seksual. Keluarga sudah mampu untuk mendemonstrasikan cara menolak ajakan untuk melakukan perilaku seks yang tidak sehat seperti berciuman, memegang bagian tubuh yang sensitif, dll secara asertif.

c. Rencana Tindak Lanjut: 1) Motivasi keluarga untuk dapat memberikan penanaman nilai agama dan keluarga pada remaja dalam setiap kesempatan berdiskusi dengan remaja, seperti pada saat nonton bersama di malam hari minimal 1 jam setiap harinya. Penyampaian nilai-nilai tersebut harus disampaikan dengan ramah dan disesuaikan dengan pendekatan perkembangan remaja 2) Motivasi pihak Puskesmas untuk dapat melakukan pendidikan kesehatan terkait KRR secara rutin/berkala di masyarakat lewat pertemuan-pertemuan masyarakat seperti arisan, pengajian, dll

Penilaian terhadap kemandirian 10 keluarga yang diberikan asuhan keperawatan dilakukan dengan melihat pencapaian keluarga dalam pelaksanaan lima tugas kesehatan keluarga dalam perkembangan remaja. Kemandirian keluarga untuk

kemajuan perkembangan keluarga dalam pencapaian lima tugas kesehatan keluarga tersebut dapat dilihat pada tabel tingkat kemandirian

Dari tabel di atas tampak bahwa sebelum dilakukan asuhan, seluruh keluarga tidak ada yang memiliki tingkat kemandirian IV, tetapi ada 3 keluarga (30%) yang memiliki tingkat kemadirian II dan 7 keluarga (70%) memiliki tingkat kemandirian I. Peningkatan kemandirian keluarga tampak terjadi setelah dilakukan asuhan. Pada tabel terlihat setelah dilakukan intervensi jumlah keluarga yang memiliki tingkat kemandirian III menjadi sebanyak 4 keluarga (40%) dan jumlah keluarga yang memiliki tingkat kemandirian IV sebanyak 6 keluarga (60%).

Asuhan keperawatan keluarga untuk setiap keluarga binaan dilakukan selama kurang lebih 3 bulan dengan kunjungan rata-rata tiap keluarga 12 - 15 kali. Lamanya waktu kunjungan adalah 45-60 menit setiap kali kunjungan. Setiap kali kunjungan dilakukan implementasi untuk mengatasi satu atau dua tujuan intruksional khusus masalah keluarga. Tindakan keperawatan setiap kali kunjungan ditekankan dalam upaya kemandirian keluarga dalam pelaksanaan lima tugas kesehatan keluarga.

Terapi modalitas keperawatan yang utama dilakukan pada 10 keluarga dengan masalah kesehatan reproduksi remaja adalah melakukan konseling kepada remaja dan orang tua, terapi modifikasi perilaku dalam mendisiplinkan remaja,

Kelu arga Jumlah Masalah yang ditemukan Jumlah Masalah yang Teratasi Tingkat Kemandirian Klg sebelum diintervensi Tingkat Kemandirian Klg setelah diintervensi 1 4 4 I IV 2 4 3 II III 3 5 4 II III 4 4 4 I IV 5 5 4 II IV 6 4 4 I IV 7 4 4 I IV 8 5 3 I III 9 5 4 I III 10 4 4 I IV

pengembangan ketrampilan hidup dengan pengembangan tanggung jawab dan peningkatan kepercayaan diri remaja, mengajarkan tehnik komunikasi yang efektif antara orangtua dengan remaja, mengajarkan cara perawatan alat reproduksi, cara mengatasi nyeri menstruasi serta pemenuhan kebutuhan nutrisi remaja.

4.4 Asuhan Keperawatan Komunitas pada Aggregate Remaja di MTs

Dokumen terkait