Uraian berikut ini untuk mengetahui unsur-unsur penting yang ditetapkan undang-undang bagi NHRI, terutama mengenai fungsi NHRI yang secara internasional adalah untuk upaya pemajuan dan pengakan HAM. Namun adakalanya pada suatu negara dapat menentukan secara lain terhadap lembaga nasional HAM yang ada. Uraian pada bagian ini dimaksudkan agar mengetahui secara sekilas mengenai politik hukum Pemerintah Republik Indonesia terkait NHRI atau yang diartikan sebagai Lembaga HAM Nasional.
Indonesia mengatur upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM dalam Pasal 28A – Pasal 28I Undang-Undang Dasar 1945 terjadi proses amandemen UUD 1945 kedua yang berisi tentang BAB XA tentang Hak Asasi Manusia yang dilaksanakan di tahun
131 Ibid.
40 |KAJIAN EVALUASI NHRI 2000. Pengaturan spesifik mengenai HAM sebelumnya telah diatur dalam kerangka hukum nasional melalui Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia132 (selanjutnya disebut UU 39/1999 tentang HAM) dan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM133 (selanjutnya disebut UU 26/2000 tentang Pengadilan HAM. Keberadaan UU 39/1999 tentang HAM juga lebih dahulu ada daripada UU ratifikasi tentang hak sipil dan politik (SIPOL) dan hak ekonomi, sosial dan budaya (EKOSOB).
Sebagaimana diketahui bahwa kedua UU ratifikasi tentang Hak SIPOL dan EKOSOB baru disahkan pada tahun 2005 melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Internasional Hak Ekonomi Sosial dan Budaya, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Sipil dan Politik. Isi materi muatan mengenai UU 39/1999 tentang HAM seharusnya merupakan rangkuman dari hak sipol dan hak ekosob yang mana undang-undang ratifikasinya baru sah berlaku pada tahun 2005 sehingga perlu adanya penyesuaian ke depan.
2.4.1 Fungsi Penegakkan menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM Menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, peristilahan ―penegakkan‖
yang ada pada kedua undang-undang tersebut ditemukan pada; Pasal 6 (1),134 Pasal 8,135 Pasal 24 (2),136 Pasal 75137 dan Pasal 100.138 Selain itu, pada bagian penjelasan umum dan pasal per pasal, istilah ―penegakkan‖ terdapat pada; bagian penjelasan umum dan penjelasan Pasal 6 (2).139 Kemudian istilah ―penegakkan‖ pada UU Pengadilan HAM ditemukan pada Penjelasan Umum UU 26/2000 tentang Pengadilan HAM.140
Berdasarkan pada penelusuran frasa ―penegakkan HAM‖ tersebut, maka terdapat beberapa hal relevan yang dapat dijadikan petunjuk untuk memahami ruang lingkup dari frasa ―penegakkan HAM‖ yang dimaksud didalam undang-undang:
132 Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3886.
133 Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 208, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4026.
134 “Dalam rangka penegakkan hak asasi manusia, perbedaan dan kebutuhan dalam masyarakat hukum adat harus diperhatikan dan dilindungi oleh hukum, masyarakat, dan Pemerintah”
135 “Perlindungan, pemajuan, penegakkan, dan pemenuhan hak asasi manusia terutama menjadi tanggung jawab Pemerintah”
136 “Setiap warga negara atau kelompok masyarakat berhak mendirikan partai politik, lembaga swadaya masyarakat atau organisasi lainnya untuk berperan serta dalam jalannya Pemerintahan dan penyelenggaraan negara yang sejalan dengan tuntutan perlindungan, penegakkan, dan pemajuan hak asasi manusia dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”
137 “Komnas HAM bertujuan: b. meningkatkan perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuannya dalam berbagai bidang kehidupan”
138 “Setiap orang, kelompok, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau lembaga kemasyarakatan lainnya, berhak berpartisipasi dalam perlindungan, penegakkan, dan pemajuan hak asasi manusia”
139 Penjelasan umum, “Dasar pemikiran pembentukan Undang-undang ini adalah sebagai berikut: g. hak asasi manusia harus benar-benar dihormati, dilindungi, dan ditegakkan, dan untuk itu Pemerintah, aparatur negara, dan pejabat publik lainnya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjamin terselenggaranya penghormatan, perlindungan, dan penegakkan hak asasi manusia. Selain mengatur hak asasi manusia, diatur pula mengenai kewajiban dasar, serta tugas dan tanggung jawab Pemerintah dalam penegakkan hak asasi manusia.” dan Penjelasan Pasal 6 ayat (2), “Dalam rangka penegakkan hak asasi manusia, identitas budaya nasional masyarakat hukum adat, hak-hak adat yang masih secara nyata dipegang teguh oleh masyarakat hukum adat setempat, tetap dihormati dan dilindungi sepanjang tidak bertentangan dengan asas-asas negara hukum yang berintikan keadilan dan kesejahteraan rakyat.”
140 “Undang-undang tentang Pengadilan Hak Asasi M anusia diharapkan dapat melindungi hak asasi manusia, baik perseorangan maupun masyarakat, dan menjadi dasar dalam penegakkan, kepastian hukum, keadilan, dan perasaan aman baik bagi perorangan maupun masyarakat, terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat”
41 |KAJIAN EVALUASI NHRI
Penegakkan HAM berkaitan dengan kewajiban Pemerintah dan masyarakat untuk memperhatikan dan melindungi kebutuhan masyarakat hukum adat yang berbeda-beda menurut Pasal 6 Ayat (1);
Penegakkan HAM merupakan tanggung jawab Pemerintah disamping perlindungan, pemajuan dan pemenuhan HAM menurut Pasal 8;
Penegakkan HAM menuntut, termasuk salah satunya, dibukanya kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga Negara atau kelompok masyarakat untuk berperan-serta dalam jalannya Pemerintahan dan penyelenggaraan Negara menurut Pasal 24 Ayat (2);
Penegakkan HAM adalah salah satu fokus perhatian dalam pelaksanaan fungsi Komnas HAM terkait penelitian dan pengkajian, menurut Pasal 89 Ayat (1)
Peningkatan penegakkan HAM merupakan tujuan bagi Komnas HAM agar berdampak pada berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya menurut Pasal 100;
Penegakkan HAM termasuk salah satunya dilakukan dengan membuka saluran penerimaan laporan dari setiap orang, kelompok, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga kemasyarakatan jika terjadinya pelanggaran HAM menurut Pasal 101;
Penegakkan HAM merupakan kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah, aparatur Negara dan pejabat publik agar turut menjamin pelaksanaannya, sebagai tujuan dibentuknya undang-undang yaitu untuk menghormati, melindungi dan menegakkan HAM menurut Pasal 101;
Penegakkan HAM merupakan salah satu tujuan dasar dibentuknya undang-undang tentang Pengadilan HAM selain diharapkan untuk perlindungan HAM, supaya masyarakat mendapat kepastian hukum, keadilan dan perasaan aman bagi perseorangan maupun masyarakat ketika ada pelanggaran HAM berat terjadi, menurut Pandangan Umum UU 29/2000 tentang Pengadilan HAM.
2.4.2 Fungsi Pemajuan HAM menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM
Untuk mengetahui apa dan bagaimana pengertian dari frasa ―Pemajuan HAM‖, maka perlu dilakukan penelusuran frasa tersebut pada Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Peristilahan ―Pemajuan‖ tersebut ditemukan pada; Pasal 8,141 Pasal 24 (2),142 Pasal 89 (1),143 Pasal 100,144 dan Pasal 101145 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Agar dapat menemukan pengertian dan makna yang utuh mengenai konsep pemajuan HAM, perlu dilakukan upaya penggalian makna pada redaksi Undang-Undang
141 Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia terutama menjadi tanggung jawab Pemerintah.
142 Setiap warga negara atau kelompok masyarakat berhak mendirikan partai politik, lembaga swadaya masyarakat atau organisasi lainnya untuk berperan serta dalam jalannya Pemerintahan dan penyelenggaraan negara sejalan dengan tuntutan perlindungan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
143 Untuk melaksanakan fungsi Komnas HAM dalam pengkajian dan penelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 Komnas HAM bertugas dan berwenang melakukan: e. Pembahasan berbagai masalah yang berkaitan dengan perlindungan, penegakkan, dan pemajuan hak asasi manusia.
144 Setiap orang, kelompok, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau lembaga kemasyarakatan lainnya, berhak berpartisipasi dalam perlindungan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia.
145 Setiap orang, kelompok, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau lembaga kemasyarakatan lainnya, berhak menyampaikan laporan atas terjadinya pelanggaran hak asasi manusia kepada Komnas HAM atau lembaga lain yang berwenang dalam rangka perlindungan, penegakkan dan pemajuan hak asasi manusia.
42 |KAJIAN EVALUASI NHRI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, agar mampu menemukan unsur-unsur dan ruang lingkup yang dimaksud didalamnya (original intent).
Berdasarkan pada penelusuran frasa ―Pemajuan HAM‖ pada bagian diatas, terdapat beberapa hal relevan yang dapat dijadikan petunjuk untuk memahami ruang lingkup dari frasa ―pemajuan HAM‖ yang dimaksud didalam undang-undang:
Pemajuan HAM merupakan tanggung jawab Pemerintah disamping perlindungan, pemajuan dan pemenuhan HAM menurut Pasal 8;
Pemajuan HAM menuntut, termasuk salah satunya, dibukanya kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga Negara atau kelompok masyarakat untuk berperan-serta dalam jalannya Pemerintahan dan penyelenggaraan Negara menurut Pasal 24 Ayat (2);
Memajukan HAM adalah tugas Pemerintah yang mana telah menjadi kewajiban dasar dan tanggung jawab bersama bagi semua orang, menurut Pasal 69 Ayat (2);
Pemajuan HAM atau upaya memajukan HAM merupakan kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah yang harus sesuai dengan undang-undang atau peraturan perundang-undangan lain, menurut Pasal 71;
Pemajuan HAM adalah salah satu fokus perhatian dalam pelaksanaan fungsi Komnas HAM terkait penelitian dan pengkajian, menurut Pasal 89 Ayat (1)
Peningkatan Pemajuan HAM merupakan tujuan bagi Komnas HAM agar berdampak pada berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya menurut Pasal 100;
Pemajuan HAM termasuk salah satunya dilakukan dengan membuka saluran penerimaan laporan dari setiap orang, kelompok, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga kemasyarakatan jika terjadinya pelanggaran HAM menurut Pasal 101;
Pemajuan HAM merupakan kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah, aparatur Negara dan pejabat publik agar turut menjamin pelaksanaannya, sebagai tujuan dibentuknya undang-undang yaitu untuk menghormati, melindungi dan menegakkan HAM menurut Pasal 101;
Pemajuan HAM atau upaya untuk memajukan HAM adalah kewajiban Pemerintah dalam rangka memberikan kebebasan dasar bagi manusia demi terpenuhinya harkat dan martabat kemanusiaannya, menurut penjelasan Pasal 2
Beberapa butir penting mengenai ruang lingkup “Penegakkan HAM” dan
“Pemajuan HAM” yang bisa ditarik berdasarkan hasil penelusuran arti yang terkandung didalam pasal-pasal yang ada pada UU 39/1999 tentang HAM dan UU 26/2000 tentang Pengadilan HAM adalah, bahwa penegakan dan pemajuan HAM merupakan:
Tujuan dibentuknya undang-undang, baik UU 39/1999 tentang HAM maupun UU 26/2000 tentang Pengadilan HAM, dan Komnas HAM secara khusus sebagai lembaga pelaksananya;
Kewajiban dan tanggung jawab bagi Pemerintah, aparatur Negara, pejabat publik sekaligus masyarakat untuk mewujudkannya secara bersama-sama;
Satu hasil keluaran yang diharapkan mampu dicapai dengan jalan:
- Membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi tiap warga Negara, kelompok dan organisasi masyarakat serta organisasi politik untuk berperan-serta dalam jalannya Pemerintahan dan penyelenggaraan Negara;
- Memberikan perhatian dan perlindungan terhadap kebutuhan masyarakat hukum adat; serta dengan cara
43 |KAJIAN EVALUASI NHRI - Membuka saluran penerimaan laporan bagi tiap warga Negara, kelompok masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga kemasyarakatan lainnya yang mengetahui telah terjadi adanya pelanggaran HAM.
Sebagai sasaran antara demi tercapainya kondisi:
- Terwujudnya kepastian hukum, keadilan dan perasaan aman bagi perseorangan maupun masyarakat;
- Yang kondusif dalam rangka menjamin penghormatan dan perlindungan HAM; dan - Pada akhirnya diharapkan mampu membawa dampak pada pengembangan pribadi
manusia Indonesia seutuhnya.
Fungsi Penegakan dan Pemajuan HAM, memiliki ruang lingkup dan pengertian yang tidak jauh berbeda, karena sepanjang pasal-pasal yang menyebutkan frasa penegakkan HAM akan selalu bersamaan dengan frasa pemajuan HAM. Dengan demikian, sebagai fungsi bagi NHRI, pemajuan dan penegakkan HAM memang tidak dapat dipisahkan implementasinya.