• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi keperawatan yang diberikan dilakukan sesuai dengan penyusunan rencana keperawatan yang telah disusun sebelumnya. Penyusunan rencana keperawatan berpedoman pada lima tugas kesehatan keluarga dan diharapkan mampu meningkatkan taraf kesehatan individu dan keluarga (Maglaya, 2009). Implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai dengan rencana intervensi yang telah disusun terdiri dari mendiskusikan kepada keluarga mengenai pengertian hipertensi, penyebab hipertensi, tanda dan gejala hipertensi, serta akibat dari hipertensi.

Implementasi selanjutnya adalah memotivasi keluarga untuk memutuskan merawat anggota keluarga dengan hipertensi. Motivasi dilakukan dengan cara memberikan manfaat dari hasil pertemuan dan intervensi yang telah diberikan. Setelah itu,

Mendiskusikan bersama keluarga cara mengatasi hipertensi dengan menjelaskan mengenai pencegahan hipertensi, melakukan perawatan sederhana di rumah untuk mengurangi rasa kurang nyaman akibat tanda dan gejala yang muncul, melakukan penyusunan menu bersama keluarga untuk diet hipertensi DASH, dan memotivasi keluarga untuk mau menjalankan program diet yang telah disetujui bersama. Mendiskusikan bersama cara-cara memodifikasi lingkungan yang dapat dilakukan bersama keluarga dalam mencegah hipertensi dan memotivasi keluarga untuk mau melakukan kunjungan ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas maupun posbindu untuk melakukan kontrol kesehatan bulanan.

Intervensi keperawatan yang menjadi fokus untuk mengatasi hipertensi adalah penyusunan menu diet DASH. Diet DASH merupakan penyusunan menu dengan makanan yang rendah lemak jenuh, kolesterol, dan lemak total dan menekankan pada konsumsi sayur, buah, dan produk susu yang rendah atau bebas lemak serta produk padi-padian, ikan, unggas dan kacang-kacangan (NIH & NHLBI, 2006). Proses implementasi DASH dilakukan dengan mengenalkan pengertian DASH dan manfaat DASH setelah itu mendorong ibu untuk mau untuk menyusun menu DASH dan bersama dengan keluarga Nenek N berkomitmen akan melakukan proses implementasi DASH hingga proses praktisi PKKMP telah selesai.

Proses implementasi dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan dengan implementasi terfokus dilakukan dalam 10 kali pertemuan. Proses implementasi yang dilakukan setelah proses pengenalan diet DASH serta manfaat dari diet DASH adalah dengan melakukan penyusunan menu diet DASH bersama keluarga. Penyusunan menu dilakukan dengan membantu keluarga memilih makanan yang keluarga mampu untuk memenuhinya. Proses penyusunan dilakukan hingga tersusun daftar selama seminggu dengan masing-masing pengulangan menu yang dibuat berselingan dengan tujuan menghindari rasa jenuh pada menu yang sama. Proses selanjutnya adalah menanyakan kemauan dan komitmen keluarga untuk menerapkan menu diet DASH yang telah disusun serta menyatakan akan melakukan kunjungan ulang baik terjadwal maupun tidak terjadwal.

Implementasi diet DASH ini dilakukan dengan proses untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik keluarga dalam melakukan intervensi keperawatan diet DASH. Implementasi kognitif dilakukan dengan menjelaskan mengenai pengertian diet DASH manfaat yang didapatkan, apa saja yang bahan makanan yang bisa digunakan dalam menyusun menu diet DASH. Aspek kognitif dilakukan dengan mendorong keluarga untuk menyetujui dan mau melakukan rencana intervensi diet DASH yang telah dijelaskan sebelumnya. Proses implementasi psikomotor dilakukan dengan menyusun menu diet selama seminggu bersama keluarga.

3.5 Evaluasi Keperawatan

Implementasi keperawatan yang telah dilakukan sesuai dengan rencana intervensi yang telah disusun dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari implementasi yang telah dilakukan termasuk intervensi yang terfokus. Evaluasi dilakukan melalui beberapa cara seperti evaluasi SOAP, evaluasi sumatif, dan menilai tingkat kemandirian keluarga. Evaluasi SOAP yang didapatkan setiap kali melakukan kunjungan untuk memberikan intervensi adalah Nenek N dan keluarga mengatakan bahwa hipertensi adalah penyakit dengan tekanan darah yang tinggi di atas 140 mmHg, Nenek N dan keluarga mengatakan penyebab dari hipertensi adalah makan makanan yang asin, tinggi lemak, stres, kegemukan, Nenek N dan keluarga mengatakan tanda dan gejala hipertensi adalah nyeri tengkuk, pusing sakit kepala, kuping berdenging, sulit tidur, Nenek N dan keluarga mengatakan akibat dari hipertensi adalah serangan jantung, stroke, kematian, Nenek N dan keluarga mengatakan ingin mengatur makanannya menjadi makanan rendah lemak dan tinggi serat serta mengurangi konsumsi makanan asin serta mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga yang mengalami hipertensi.

Evaluasi pada kunjungan berikutnya Nenek N dan keluarga mengatakan pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan mengurangi makan yang berlemak dan asin-asin, tidak merokok, kurangi stres, olahraga, banyak makan buah dan sayur. Selain itu, Nenek N dapat mempraktikkan dengan baik tindakan keperawatan tarik nafas dalam dan kompres hangat untuk mengurangi rasa nyaman akibat

munculnya tanda dan gejala. Untuk intervensi terfokus, Nenek N dan keluarga mengatakan makan yang boleh dimakan adalah buah dan sayuran, nasi, kentang, tempe, tahu, yang garamnya tidak ada, Nenek N dan keluarga mengatakan makanan yang harus dibatasi adalah penggunaan garam, telur/daging 1 kali sehari, Nenek N dan keluarga mengatakan makanan yang harus dihindari adalah jeroan, makanan pengawet, ikan asin, mie instan, telur asin, keripik atau kerupuk asin. Pada saat observasi Nenek N mampu menyusun menu selama seminggu dibantu dengan perawat dan selama sisa kunjungan Nenek N mampu menerapkan menu yang telah disusun.

Evaluasi SOAP TUK keempat dan kelima Nenek N dan Keluarga mengatakan bahwa lingkungan yang baik untuk penderita Hipertensi adalah lingkungan yang tenang, tidak bising dan bebas asap rokok, Nenek N dan keluarga mengatakan pelayanan kesehatan terdekat ada posbindu dan puskesmas, Nenek N dan keluarga mengatakan manfaat pelayanan kesehatan untuk memeriksakan kesehatan dan mengobati ketika sakit. Keluarga dan Nenek N bersikap kooperatif dan saling mendukung untuk setiap pemberian implementasi yang diberikan. Keluarga mampu terlibat aktif selama proses diskusi dan setelah dilakukan evaluasi sumatif, keluarga mampu menyebutkan kembali pengertian, tanda dan gejala, penyebab dan akibat.

Keluarga dan Nenek N juga mampu menyebutkan pencegahan hipertensi serta melakukan perawatan sederhana teknik nafas dalam dan kompres hangat dan melakukan penyusunan menu diet Hipertensi DASH dan menerapkannya. Hasil pengukuran selama tiga minggu intervensi yang diberikan terkait diet DASH didapatkan penurunan tekanan darah sebesar 20 mmHg pada sistolik dan 10 mmHg pada diatolik dengan tekanan darah sebelumnya 180/90 mmHg dan pengukuran terakhir sebesar 160/80 mmHg. Pada beberapa kali kunjungan terlihat keluarga telah membuat menu sesuai dengan hasil penyusunan menu yang telah disusun sebelumnya dengan membuat pepes ikan lengkap dengan sayur tumis taoge dan tersedianya buah pisang di meja makan.

Evaluasi tingkat kemandirian keluarga dilakukan pada akhir pertemuan dengan merujuk pada tugas kesehatan keluarga yang telah dilakukan selama kunjungan keluarga sebanyak 5x45 menit pertemuan didapatkan hasil tingkat kemandirian keluarga berada pada tingkat kemandirian IV. Hal ini ditunjukkan dari keluarga mau menerima mahasiswa sebagai petugas perawatan kesehatan masyarakat, keluarga menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan masalah yang ada dan rencana keperawatan yang telah disusun, keluarga tahu dan mengungkapkan masalah kesehatan secara benar, melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif, dan mau bersikap promotif dengan memberitahukan tetangga sekitar mengenai informasi yang didapat selama dilakukan kunjungan.

Bab ini memaparkan mengenai analisis hasil asuhan keperawatan keluarga yang telah dilakukan peneliti kepada keluarga kelolaan utama. Bab ini tersusun atas profil lahan praktisi, dilanjutkan dengan analisis masalah keperawatan keluarga dengan kaitannya terhadap konsep dan penelitian terkait keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan, serta analisis intervensi terfokus penyusunan menu diet DASH sebagai intervensi utama dengan konsep dan penelitian terkait.

Dokumen terkait