PENGKAJIAN KELUARGA
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
9. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga usia lanjut, tahapan ini dimulai ketika Kakek J pensiun dan telah berusia 60 tahun. Kehilangan yang lazim pada tahap perkembangan ini meliputi:
Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan.
Adaptasi dengan perubahan kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik dan pendapatan.
Mempertahankan keakraban suami/istri dan saling merawat. Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat. Melakukan life review.
Mempertahankan penataan yang memuaskan merupakan tugas utama keluarga pada tahap ini.
Kakek J dan Nenek N mampu mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat dengan adanya interaksi yang baik dalam keluarga.
10. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi
Semua tugas perkembangan keluarga dengan lansia sudah terpenuhi. Namun beberapa tugas perawatan keluarga belum terpenuhi seperti tidak tahunya Nenek N mengenai pengaturan menu diet untuk hipertensi. 11. Riwayat keluarga inti
Nenek N dan Kakek J bertemu karena bertetangga, mereka menikah pada tahun 1960-an. Nenek N mengatakan tidak terlalu mengingat kapan pastinya mereka menikah. Mereka dikarunia anak pertama setahun setelah pernikahan. Nenek N sendiri mengatakan bahwa dia belum pernah dirawat di rumah sakit dan menderita penyakit yang megaharuskan untuk dirawat. Riwayat penyakit yang pernah diderita biasanya hanya kepala pusing, pilek, batuk, atau demam. Hal yang sama juga dirasakan oleh kakek J yang mengatakan bahwa dia tidak pernah menderita penyakit yang mengharuskan Kakek J dirawat. Sebelum dilakukan pemeriksaan fisik, Nenek N mengatakan tidak mengeluhkan apa-apa mengenai kesehatannya, walaupun terkadang Nenek N merasakan nyeri di tengkuk dan rasa kebas di tangannya.
12. Riwayat keluarga sebelumnya
Nenek N merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Anak pertama berjenis kelamin perempuan dan telah meninggal dan tidak diketahui riwayat penyakitnya. Kedua orang tua Nenek N juga telah lama meninggal. Nenek N mengatakan bahwa mereka meniggal karena memang sudah usianya. Tidak diketahui penyebab meninggal maupun riwayat penyakit yang pernah diderita orang tua Nenek N.
III. LINGKUNGAN
13. Karakteristik rumah
Rumah Nenek N permanen dan memiliki luas ±60 m2 , merupakan rumah milik pribadi peninggalan dari orang tua Kakek J. Kondisi rumah cukup terang, walaupun terdapat beberapa tempat yang kurang pencahayaan dikarenakan daerah yang dilalui sinar matahari hanya memiliki satu jendela kecil, sedangkan bagian teras rumah dihalangi oleh rumah tetangga. Sampah rumah tangga ditampung di dalam kantung plastik dan tempat sampah kecil dan biasanya diambil oleh petugas kebersihan setiap hari. Keluarga memakai sumber air tanah (jet pump) untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Keluarga memiliki tempat penampungan air dalam keadaan tertutup. Kondisi air yang digunakan tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau.
Sistem drainase air baik, ada saluran pembuangan yang lancar dan halaman tanah untuk menyerap air sehingga tidak ada genangan. Terdapat selokan untuk membuang limbah keluarga. Selokan tersebut mengalir ke daerah yang lebih rendah dan dalam keadaan terbuka serta lancar alirannya. Septic tank berjarak lebih dari 10 m dari sumber air.
KAMA R TIDUR KAMA R TIDUR KAMAR TIDUR KAKEK J & NENEK N MEJA MAKAN RUANG TV RUANG TAMU DAPU R R. CUC I KAMAR MANDI TERAS DEPAN 10 m 6m
Keluarga memiliki pengetahuan mengenai lingkungan bersih dan sehat cukup baik, terlihat dari halaman rumah yang bersih dan selalu disapu setiap pagi dan terdapat tempat sampah di halaman depan rumah. Keluarga mengatakan lingkungan yang bersih jauh dari penyakit, sedangkan lingkungan yang kotor akan dengan mudah terkena penyakit. Kebersihan rumah adalah tanggung jawab bersama keluarga, dimana semua anggota keluarga memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam kebersihan rumah. Namun yang lebih sering berperan dalam membersihkan rumah adalah Nenek N.
14. Karakteristik tetangga
Tetangga Nenek N masih merupakan anak-anak serta kerabat/saudara jauh. Komunikasi antar tetangga baik, serta posisi rumah nenek N yang berada di perbatasan antara RT 02 dan RT 09 yang merupakan RT tempat tinggal nenek N memungkinkan nenek N untuk mendapatkan informasi kegiatan yang akan berlangsung di RT. Selain tipu, Nenek N merupakan orang yang cukup dikenal karena pernah mambuka pengajian sendiri. Nenek N mengatakan selama ini tetangga di lingkungan rumah memiliki kebiasaan apabila ada salah satu tetangganya yang sakit atau terkena musibah mereka menjenguk dan apabila ada tetangga yang menyelenggarakan hajatan mereka saling bantu-membantu. Keluarga mengatakan masalah kesehatan yang seringkali muncul dalam kehidupan ditengah masyarakat biasanya disebabkan karena lingkungan yang tidak dijaga kebersihannya seperti diare, demam berdarah, dan batuk pilek. 15. Mobilitas geografis keluarga
Alat transportasi yang ada di daerah lingkungan Nenek N adalah angkutan umum dan ojek. Keluarga menggunakan angkutan umum dan sepeda motor untuk bepergian, namun Nenek N lebih sering berjalan kaki jika ingin pergi ke rumah temannya dengan alasan jika naik angkot macet dan mengeluarkan ongkos.
16. Perkumpulan Keluarga
Perkumpulan seluruh keluarga jarang dilakukan walaupun rumah anak-anak dan rumah nenek N terbilang dekat. Hal ini terjadi karena kesibukan
dari anak0anak nenek N yang bekerja. Perkumpulan keluarga besar biasanya terjadi ketika sebagian besar anak nenek N sedang bir seperti tanggal merah atau hari libur. Akan tetapi, setiap anak nenek N secara rutin mengunjungi nenek N seminggu sekali walaupun jarang melakukan kunjungan keluarga bersama.
17. Sistem pendukung keluarga
Tetangga Nenek N yang masih memiliki hubungan saudara dan anak-anak Nenek N sering membantu keluarga jika ada masalah yang dalam keluarga. Fasilitas penunjang kesehatan yang dimiliki keluarga masih kurang, seperti tidak ada dana khusus untuk anggaran pemeliharaaan kesehatan, tidak tersedia obat P3K keluarga hanya memiliki Jamkesda. Terdapat kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan lansia yang diadakan dalam lingkungan RW (posbindu) yang baru aktif kembali, Kakek J dan Nenek N datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika mengalami keluhan kesehatan yang dirasakan benar-benar menggangu aktivitas, keluarga jarang mendatangi pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan lebih sering menggunakan obat-obatan warung dan terkadang ke dokter praktik.