PAPARAN DATA PENELITIAN
B. Paparan Data Penelitian
2. Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam membentuk Perilaku Keagamaan dan sosial siswa di SMAN 1 dan SMAN 3 Kota Keagamaan dan sosial siswa di SMAN 1 dan SMAN 3 Kota
Pekalongan.
a. Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Perilaku Keagamaan dan Sosial Siswa di SMAN 1 Pekalongan.
Setiap lembaga sekolah pada umumnya untuk dapat menerapkan perilaku keagamaan tentunya membutuhkan pembiasaan, lingkungan serta teladan yang secara baik di terapkan dan dipraktikan dalam sebuah sekolah. Sekolah menengah Atas Negeri 1 Pekalongan yang merupakan Sekolah Menengah Atas terbaik dan menjadi unggulan tentunya ingin para peserta didiknya tidak hanya pintar dalam akademik, akan tetapi tentunya mempunyai jiwa religius dalam kehidupan kesehariannya. Adapun konsep dan strategi yang diterapkan di SMAN 1 diantaranya melalui kegiatan-kegiatan di sekolah yang meliputi kegiatan didalam kelas dan luar kelas. Adapun Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam membentuk Perilaku Keagamaan dan Sosial Siswa diantaranya: 1) Kegiatan Pembelajaran di dalam kelas.
Implementasi Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pekalongan yang meliputi kegaiatn didalam kelas diantaranya adalah belajar dikelas, Baca Tulis Quran dan tadarus Quran. Supaya lebih jelasnya akan dipaparkan sebagai berikut:
a) Kegiatan Belajar di Kelas.
Kegiatan belajar di dalam kelas merupakan kegiatan inti dalam kegiatan sekolah untuk mendapatkan pengetahuan. Dalam kegiatan belajar dikelas tentunya para siswa akan mendapatkan masukan-masukan ilmu dan teori terkait dengan pengetahuan agama. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pekalongan menggunakan kurikulum 2013 yaitu 3 jam pembelajarn dalam sepekannya dengan dua kali pertemuan dengan durasi waktu 45 menit dalam satu jamnya. Adapun metode saat menyampaikan materi PAI sesuai dengan tema kajian yang sedang dibahas. Terkait dengan respon dan perilaku siswa saat guru menerangkan dalam menerima materi mereka sangat semangat dan antusias.
Terpenting dalam kegiatan belajar dikelas bagi guru dan pihak sekolah adalah peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan yang bersifat normatif, tetapi yang terpenting adalah nilai religius dan impelementasi praktik bagi siswa dalam kehidupan sehari-harinya. Bagi pihak SMAN 1 Pekalongan para siswa-siswi mereka adalah dari bahan dan anak pilihan. Jadi secara mayoritas implementasi dan praktik yang diharapkan dapat dicapai dan dilaksanakan oleh siswa itu sendiri. Ini sesuai dari keterangan guru PAI di SMAN 1 Pekalongan yaitu Ibu Syaikhon dalam wawancara dengan beliau:
“Bagaimana perilaku siswa dikelas saat ibu menyampaikan materi kepada mereka? “
“Memang dikelas yang saya tampu kelas XI dengan umur-umur mereka yaitu remaja yang sedang bertumbuh sebenarnya mereka mempunyai jiwa yang selalu merasa ingin tahu yang sangat besar yang kuat dalam mencari ilmu dan pengetahuan. Selian itu, secara basik mereka anak yang baik dan termasuk anak yang terpilih di SMAN 1 ini. Ibaratnya kami mempunyai bahan yang sangat baik untuk selanjutnya kami harus bisa mengelah kesemua itu dengan baik, benar dan maksimal dan maka perlu pembelajaran yang terakomodasi sehingga pembalajaran itu bisa menyenangkan. Memang untuk membuat perilaku mereka saat pembelajaran terfokus setidaknya diri mereka juga fokus, maka ini tentu ada kaitannya dengan psikologis anak itu sendiri. Maka dari itu biasanya kami buat kontak learning dengan anak yaitu kami buat awal antara 10-15 menit di jam pelajaran pertama dalam pelajaran 2 jam tentunya digunakan untuk mendiskusikan apa saja diluar materi pembelajaran.”
“Bagaimana Implementasi dan peranan dari kegiatan pembelajaran
KBM di kelas terhadap perilaku keagamaan dan sosial siswa?” “Bagi saya setiap materi SMA masih khusus masih lingkup kecil
untuk ajaran Islam yang sesungguhnya ajaran masuk kepada sendi kehidupan. Sebenarnya saya menginginkan dalam belajar PAI di sekolah tidak hanya sebatas pengetahuan dan hafalan saja tetapi yang lebih terpenting adalah dapat di praktikan dala kehidupan sehari-hari. Apa yang sebenarnya andingnya. Secara konkritnya rilnya yang harus didapat dan lebih tekankan dalam mendapatkan hasil ari materi PAI didalam implementasi dalam kehidupan sehari. Sebagai contoh kita tentunya sudah belajar tentang iman kepada kitab Allah dan itu belajar dari sejak SD sampai SMA mereka sangat hapal sebenarnya bukan hanya itu tetapi yang lebih penting dari belajar iman kepada kitab Allah adalah seharusnya kita tahu bisa mengambil benang merah tantang kebenaran dari beberapa kitab yang kita Imani itu. Sebagai contoh diantara siswa saya ada yang mempersentasikan dideapan tema-temannya tentang isi dari kitab Injiil Barnabaz yaitu Injil Murni yang tentunya ditolak oleh kalangan orang Kristen dizaman sekarang. Kenapa di tolak dia menjelaskan dari sektor sejarah, asalnya muasanya dan ternyata injil bernabaz tidak pernah memberikan keterangan tantang menuhankan Nabi Isa dan didalamnya juga menerangkan akan ada sosok Nabi dan Rasul terkakhir yang akan dijadikan sebagai penutan bagi kaum muslimin. Sehingga dengan hal seperti ini menghasilkan siswa untuk berpikir kritis dan menunjukan sesuatu keyakinan dan memang benar akan adanya. Sehingga mereka beragama Islam dan bakeyakinan Islam tidak hanya dari ajaran keluarga dan warisan tetapi memang itu ajaran yang benar dan perlu kita ikuti. Sehingga apabila ada perkataan Islam benar mana
buktinya dan ini mereka bisa membuktikan dan hal itu sangat meningkatkan keimanan kita.”176
b) Baca Tulis Quran
Kegiatan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran ini hanya sebatas murid yang memang kelihatan belum lancar dalam membaca al-Quran. Kegiatanya diikuti oleh kelas X dan XI sebanyak 1 kali dalam sepekan dan waktunya antara jam 06.30 sampai dengan 07.30. Melihat waktu yang sangat singkat membuat siswa harus bersungguh dalam mengikuti BTQ dan pesan dari pihak sekolah untuk dapat mengikuti kegiatan BTQ atau mengikuti ngaji diluar sekolah. Sebagaimana info dari siswa Nabila Farah Hanan siswi kelas XI IPS 1 dalam wawancaranya:
“Apakah di SMAN 1 Pekalongan ada BTQ dan bagaimana untuk pembelajarannya?”
“Ya Pak untuk SMAN 1 Pekalongan mempunyai pembelajaran BTQ yang diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI dengan waktu pagi dari jam 06.30-07.30 dengan sebanyak satu pertemuan satu kali dalam perpekannya.177”
c) Qiroatul Qur’an
Ada hal yang bagus didalam kegiatan di SMAN 1 Pekalongan salah satunya adalah nilai penerapan religius dengan membaca dan simaan Quran secara bersamaan yang dipimpin oleh salah dari siswa dari aktivis RAMA (Remaja Masjid) dengan
176 Wawancara dengan guru PAI Ibu Syaikhon Thalib, di Ruang Tunggu Tamu, Kamis 26 Oktober 2017, jam 07.35.
177 Wawancara dengan Siswi SMAN 1 Pekalongan kelas XI IPS bernama Nabila Farah Hanan, 16 November 2017.
menggunakan pengeras suara (speaker) yang tersambung keseluruh ruangan kelas belajar siswa.
“Apa saja untuk kegiatan yang bersifat keagamaan yang ada di SMAN 1 Pekalongan?
Sebenernya banyak pak, diantaranya yaitu kegiatan jumat pagi yaitu qiroatul quran secara bersamaan, tetapi tidak harus membaca boleh hanya menyimat dan mendengarkan. Untuk yang memimpin yaitu biasanya dari siswa RAMA (Remaja Masjid) di dalam masjid dengan pengeras speaker yang tersambung ke kelas-kelas. Qiroatul Quran.178